sponsor

Breaking News

Bali Kini

Bali Nu Ada

Kabar Nasional

Kabar Internasional

Budaya

Technology

Tekankan Pendidikan Karakter Dan Tranformasi Budaya

Denpasar,Balikini.Net - Puncak perayaan Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Denpasar tahun 2018 berlangsung semarak dengan penampilan 400 guru yang membawakan tari Rejang Renteng di Lapangan Puputan I Guati Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (22/4) malam. Semarak acara semakin memuncak dengan riuh tepuk tangan penonton saat penampilan kreatifitas seni dari siswa PAUD dari masing-masing kecamatan dengan membawakan legenda daerah seperti halnya Malin Kundang, Jaya Pangus, Timun Mas, serta Bawang Kesuna.

Hadir sekaligus menutup Gebyar PAUD Kota Denpasar Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara mewakili Plt. Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara,  Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, I Wayan Sukana, Camat Se- Kota Denpasar, serta undangan lainya. Dalam kesempatan tersebut Sekda Rai Iswara turut menyerahkan Piala bagi para pemenang lomba yang telah dilaksanakan pagi harinya.

Dalam sambutanya Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara menekankan beberapa poin yang harus tetap emnjadi pedoman pelaksanaan PAUD di Kota Denpasar. Dimana salah satunya yakni para pendidik harus menyadari pentingnya kehadiran PAUD di tengah masyarakat. Hal ini lantaran PAUD merupakan pendidikan pra pendidikan yang merupakan persiapan bagi anak-anak  untuk menyongsong pendidikan selanjutnya. Selain itu, keberadaan PAUD juga penting dalam menggali potensi dan kreatifitas anak-anak yang perlu ditanamkan sejak usia dini.

"Ada hal penting yang ingin disampaikan bapak Plt. Walikota Denpasar dalam Gebyar Paud ini, dimana seluruh selemen penyelenggara PAUD itu sendiri harus mampu mengerti arti penting kehadirannya di tengah masyarakat sebagai pendidikan pra pendidikan yang tentu tak kalah penting," jelas Rai Iswara.

Dalam kesempatan tersebut Rai Iswara turut memuji keceriaan dan semangat para guru saat membawakan tari Rejang Renteng. Hal itu menunukan besarnya semngat para guru PAUD di Kota Denpasar dalam upaya menggali potensi dan meningkatkan pendidikan usia dini di Kota Denpasar. "Kalau gurunya gembira, siswanya pasti akan gembira dalam menerima pembelajaran, itulah yang ditunjukan para guru sebagai cerminan semngat Hari Kartini," pungkasnya.

Sementara, Kabid PAUD dan PNF Disdikpora Kota Denpasar, I Made Merta mengatakan bahwa Gebyar Paud kali ini yang mengangkat tema Paras-Paros ini merupakan puncak apresiasi terhadap prestas dan evaliuasi dari sebuah pembinaan PAUD. Adapun Paras-paros merupakan moto masyarakat Bali dalam melaksanakan pekerjaan yang sleras, serasi dan seimbang. Sehingga ajang ini juga menjadi sarana komunikasi, interaksi sosial dan edukasi baik bagi pengelola, guru PAUD dan siswanya.

Pihaknya menambahkan, dalam gebyar PAUD kali ini turt dilaksanakan 12 kategoro lomba baik untuk siswa maupun untuk guru dan kepala PAUD. Seperti lomba memasukan bola ke dalam keranjang, lomba meronce, lomba puzel, lomba menggambar, lomba membentuk plastisin, lomba mozasik, lomba memindahkan bendera, lomba menyanyi, dan lomba origami.

Sedangkan ada tiga lomba yang berorientasi pada pendidikan karakter dan transformasi budaya Bali yakni lomba ngulat tipat bersama orang tua, lomba pidarta bahasa Bali untuk kepala PAUD dan lomba mesatua Bali untuk guru PAUD. Adapun keseluruhan pelaksanaan lomba telah di gelar sejak pagi hari dan dibuka oleh Plt, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara. (Ags/r3)

Bali United Sukses Kalahkan Barito Putra 2-0

Gianyar, Balikini. Net - Laga pekan ke-5 Go-Jek Liga 1 Indonesia kembali tersaji di stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar pada Minggu (22/4) sore mempertemukan Bali United vs Barito Putra. Dalam laga tersebut, tuan rumah Bali United sukses menundukkan tamunya Barito Putra dengan skor 2-0. Hasil ini memutus rantai selalu seri dalam 3 laga terakhir yang dilakoni tim berjuluk Serdadu Tridatu tersebut.

Bermain dihadapan 12 ribu pendukung panatiknya, Bali United berinisiatif menguasai permainan sejak pluit babak pertama dimulai. Beberapa kali serangan yang dibangun Irfan Bachdim dkk mampu menusuk jantung pertahanan Barito Putra meski belum berhasil membuahkan gol. Serdadu Tridatu sebenarnya berhasil mencetak gol di menit ke-16 melalui sontekan Nick van der Velden setelah terjadi kemelut didepan gawang Barito yang dikawal Adhitya Harlan, namun sayang gol tersebut dianulur wasit karena pemain asal Belanda tersebut sudah terjebak posisi off side terlebih dulu. Tak hanya itu, di menit ke-23 Bali United juga memiliki peluang melalui sundulan Ilija Spasojevic namun sayang bola on target kepelukan Adhitya Harlan.

Barito Putra bukan berarti tak memiliki peluang, beberapa serangan balik yang dilakukan oleh Samsul Arif dkk mampu membuat pertahanan Bali United diuji. Dimenit ke-36, Douglas Ricardo Packer melakukan tembakan keras dari jarak jauh, penjaga gawang Bali United Wawan Hendrawan tak mampu menghalau. Namun sayang tendangannya tersebut mengenai mistar dan gagal berbuah gol.

Publik tuan rumah akhirnya bergemuruh di menit ke-43 menyambut gol yang dicetak Stefano Lilipaly. Setelah menerima umpan dari Nick Van Der Velden, sontekan lambung Lilipaly diarahkan ke tiang jauh tak mampu dijangkau kiper Adhitya Harlan akhirnya berbuah gol. Skor 1-0 untuk keunggulan Bali United menutup babak pertama.

Babak kedua, Barito Putera hampir saja menyamakan kedudukan pada menit ke-66 dan ke-83 setelah Samsul Arif melepaskan tembakan kaki kanan dari dalam kotak penalti. Namun sayang tembakannya masih melebar di sebelah kanan gawang Wawan Hendrawan.

Memasuki masa injury time, Bali United sukses menggandakan kedudukan melalui kaki Yand Sofyan dimenit 90+1. Pemain yang dimasukkan dibabak kedua menggantikan posisi Ilija Spasojevic ini mampu melesatkan gol setelah mendapat umpan dari Lilipaly. Yandi yang diberikan kepercayaan oleh coach Widodo berhasil mengecoh kiper Adhitya Harlan sebelum melesatkan bola ke gawang Barito Putera. Skor 2-0 untuk Bali United bertahan hingga pluit panjang dibunyikan. [rh/r3]

Koster Bali Satu Reklamasi Habis Riwayatnya

Denpasar,Balikini.Net - Belakangan ini, publik Bali tegah hangat demgan potongan video pernyataan calon Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster. Dalam video singkat itu Koster menegaskan sikapnya mengenai rencana reklamasi Teluk Benoa. Hanya saja, potongan video itu kini tengah diarahkan pada suatu kondisi yang tak sehat, mengadu domba dan penuh penggiringan politik dengan tujuan untuk menurunkan kredibilitas kandidat yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, PAN, PKPI, PKB dan PPP. Setidaknya hal itu yang disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, IGN Kesuma Kelakan.


Ada tiga poin penting yang disoroti dari pernyataan Koster dalam video itu yang dipersoalkan. "Pertama tentang tidak perlu kompromi dengan Gendo. Kedua, kalau tolak reklamasi tidak perlu pakai demo, cukup saya jadi gubernur tidak jadi barang itu. Dan ketiga, pernyataan nasbedag," kata Alit Kelakan, Senin 23 April 2018. Ia menjelaskan, berkaitan dengan pernyataan tentang Koster yang tak mau ikut dalam arus pro dan kontra reklamasi Teluk Benoa oleh karena Koster memiliki konsep utuh bernama Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang dalam pengelolaan Bali secara keseluruhan kelak tidak cukup hanya dilihat dari aspek sekala saja. "Akan tetapi juga aspek niskala dengan melihat alam Bali secara keseluruhan yang dijalankan dengan konsep sekala dan niskala dengan berbagai kajian dan pertimbangan. Otomatis reklamasi tidak boleh dijalankan di Teluk Benoa," papar dia.


Meskipun misalnya dalam pertimbangan sekala-nya (AMDAL memenuhi syarat, ada Peraturan Presiden, kajian ekonominya bagus) memenuhi syarat, hal itu tak cukup untuk membangun Bali. Dalam konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali pembangunan juga harus memperhatikan kawasan suci, wilayah suci dan disucikan. "Artinya, konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali yidak hanya sudah cukup menjawab bahwa reklamasi tidak boleh dijalankan di Teluk Benoa, akan tetapi juga menjadi pelindung seluruh kawasan suci yang ada di Bali," ujarnya. 


Melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Alit Kelakan melanjutkan, Koster tak akan pernah mau berkompromi dengan siapapun, baik yang menolak maupun mendukung, karena perdebatan yang terjadi ditengarai lebih menekankan pada hal-hal yang bersifat sekala dan tidak menyeluruh. "Ketika kita menyimak perjuangan masyarakat Bali dalam menolak reklamasi, secara kebetulan yang menonjol adalah nama Gendo. Menjadi sesuatu yang wajar disebut nama Gendo, bukan si Didi atau si Polan. Ini semata-mata karena kita ingin menegaskan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam menjaga Bali secara utuh, tidak akan pernah mau diseret atau terseret urusan pro dan kontra," papar Alit Kelakan.


Sementara terkait pernyataan tidak perlu demo dalam memperjuangkan penolakan reklamasi, Alit Kelakan menilai hal itu tidak lain hanya sebuah evaluasi yang jernih terhadap sebuah perjalanan panjang pergerakan yang sampai sekarang masih belum menghasilkan sesuatu yang dianggap tuntas. "Oleh karena itu, menurut Pak Koster perlu ada cara lain dalam perjuangannya. Salah satunya adalah menyatukan kekuatan Bali melalui jalur formal kepemimpinan Bali yakni gubernur, anggota DPRD dan para bupati lewat jalur formal dengan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang akan dipimpin langsung oleh Pak Koster selaku kandidat Gubernur Bali yang memiliki konsep tersebut," ucap dia.


"Lalu pertanyaannya, kenapa Pak Koster menyatakan saya sendiri siap dan mampu, ya karena yang memiliki konsep tersebut adalah Pak Koster sebagai calon Gunernur Bali yang apabila sudah jadi gubernur akan memimpin langsung untuk tidak menjalankan reklamasi Teluk Benua dan akan menjaga seluruh alam, manusia dan Kebudayaan Bali secara keseluruhan," tambah Alit Kelakan.


Pada saat yang sama, Alit Kelakan memaparkan pernyataan 'nasbedag' yang dilontarkan Koster merupakan sapaan umum yang mengandung senda gerau. Jika melihat potongan video itu, ungkapan nasbedag yang dilontarkan Koster tidak dimaksudkan untuk mencaci maki, mengumpat, apalagi menghina seseorang atau kelompok. Ungkapan itu menegaskan keteguhan sikap Koster dalam kasus reklamasi Teluk Benoa. Kata yang diungkapkan Koster secara kontekstual jika dipahami secara utuh yang dimaksudkan bermakna bahwa dengan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali persoalan reklamasi Teluk Benoa akan selesai olehnya. Tak perlu lagi ada pembelahan publik Bali selama isu itu bergulir, demonstrasi serta pro dan kontra di kalangan masyarakat. Nasbedag yang diungkapkan Koster juga bermakna tak akan memperdulikan apapun yang akan dihadapinya dalam menolak reklamasi. Di sana justru terlihat totalitas dan keteguhan sikap Koster yang ingin mewujudkan keinginan rakyat Bali menghentikan reklamasi Teluk Benoa. Alit Kelakan meminta agar publik tak mempersoalkan hal tersebut, oleh karena perjuangannya sama yakni, menolak reklamasi Teluk Benoa. Alit Kelakan meminta publik jernih menilai dan memaknai ungkapan yang dimaksudkan Koster. 


 "Kata nasbedag ini biasanya diungkapkan di daerah Bali utara khususnya Buleleng dan Bali pada umumnya. Di sana ucapan nasbedag, mue knalpot, mue plangkiran, mue naga, semua itu adalah bagian dari pergaulan keseharian dan tidak mengandung  makna lain selain senda gurau," jelas Alit Kelakan.[*]

Sidang Paripurna DPRD Kota Denpasar ,Plt. Walikota Jaya Negara Sampaikan LKPJ Tahun 2017

Denpasar,Balikini.Net- Pembukaan Sidang Paripurna DPRD Kota Denpasar yang mengagendakan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota Denpasar Akhir Tahun Anggaran 2017 dan Penyampaian 2 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Kepariwisataan Budaya dan Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang di gelar Senin (23/4) di Gedung DPRD setempat. Sidang yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede ini dihadiri oleh Plt. Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Pimpinan seluruh OPD serta Forkompinda di lingkungan Pemkot Denpasar.

Dalam Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota Denpasar, Plt. Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan bahwa LKPJ Kepala Daerah merupakan progress report pelaksanaan tugas atau laporan pencapaian kinerja dalam satu tahun anggaran. Karenanya, mekanisme LKPJ merupakan wahana untuk saling berbagi peran dalam menganalisis kondisi kinerja pemerintah daerah yang telah dilakukan sepanjang tahun 2017.

Lebih lanjut dijelaskan, secara umum realisasi pendapatan daerah yang direncanakan sebesar Rp. 2,045 Triliun lebih ini sampai berakhirnya Tahun Anggaran 2017 telah terealisasi sebesar Rp. 2,058 Triliun rupiah lebih atau 100,61 persen. Jumlah ini terdiri atas PAD yang direncanakan sebesar Rp. 932,703 Milyar, dana perimbangan yang direncanakan sebesar Rp. 901,424 Milyar dan pendapatan lain daerah yang sah yang dirancang Rp. 211,624 Milyar.

Sedangkan untuk belanja daerah yang direncanakan Rp. 2,280 Triliun lebih ini telah terealisasi Rp. 1,967 Triliun lebih atau 86,27 persen yang terdiri atas belanja langsung dan belanja tidak langsung. Sementara untuk pembiayaan daerah dengan penerimaan direncanakan Rp. 234,630 Milyar lebih dan pengeluaran pembiayaan daerah direncanakan Rp. 5,334 Milyar yang keduanya telah terealisasi 100 persen.

“Pelaksanaan kerja dan kinerja Pemerintah Daerah yang telah dilaksanakan sepanjang 2017 tetap mengacu pada dokumen perencanaan dan juga menyerasikan dengan kebijakan pemerintah sebagai ukuran kinerja atas capaian baik output maupun outcome dengan tetap berpedoman pada visi dan misi Kota Denpasar dalam meningkatkan kesejahteraan guna mencapai kebahagiaan masyarakat berlandaskan Tri Hita Karana.” paparnya.

Plt. Walikota Jaya Negara menguraikan dua Ranperda. Yakni, Ranperda tentang Kepariwisataan Budaya yang bertujuan untuk melaksanakan pengawasan proses kepariwisataan  dengan tetap melihat kelestarian lingkungan dan epentingan masyarakat sekitar agar dalam pengembangan pariwisata tidak terjadi degradasi lingkungan dan budaya. Sedangkan Ranperda tentang Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang yang merupakan tindak lanjut Pemkot Denpasar atas diundangkanya UU RI No 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah, Pemerintah Kabupaten/Kota berwenang dan bertanggung jawab atas pelayanan Tera/Tera Ulang Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapanya (UTTP).

“Terimakasih yang setinggi-tingginya kepada para pimpinan dan segenap anggota DPRD Kota Denpasar yang telah mengagendakan pembahasan LKPJ Walikota Denpasar tahun 2017 dan penyampaian usulan dua Ranperda, kami berharap kemitraan ini dapat terus ditingkatkan dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kota Denpasar pada periode mendatang guna mencapai kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. (Ngurah /r4)



Gubernur Pastika Bantu 2 KK Miskin Asal Desa Panji Anom, Buleleng

Karangasem,Balikini.Net - Adanya informasi 2 KK miskin di media sosial asal Banjar Dinas Abasan, Desa Panji Anom, Kec. Sukasada, Buleleng mendapat perhatian dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang secara khusus mengutus tim respon cepat Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk meninjau sekaligus menyerahkan bantuan sementara kepada kedua keluarga kurang mampu tersebut Senin (23/4).

Kedua KK miskin yang dimaksud adalah keluarga Nyoman Mertawan (40) dan keluarga Made Suarsana (47). Kondisi serba kekurangan yang dialami kedua keluarga ini dibenarkan Kepala Dusun Abasan Putu Wija Negara yang turut mendampingi tim kelokasi. Ketika tim berkunjung kerumah Nyoman Mertawan, yang bersangkutan tidak berada dirumah hanya istri dan ketiga anaknya yakni Putu Yudi Mulyada (20), Kadek Arya Sutama (13)
dan Luh Komang Nata Aryaningsih (8) saja yang berhasil ditemui. Menurut sang istri Luh Kompyang Tirta (39), sang suami tidak berada dirumah karena sedang bekerja sebagai buruh bsngunan di Denpasar.

"Disini hanya Saya dan ketiga anak-anak, suami meburuh (jadi buruh-red)," ujar Luh Kompyang Tirta.

Diceritakan Luh Kompyang Tirta, dengan kondisi suami hanya sebagai buruh, belum mampu digunakan untuk memperbaiki rumah yang ditempatinya saat ini. Hasil jerih payah sang suami hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Beban berat harus ditanggung Nyoman Mertawan karena sang anak harus sekolah dan memerlukan biaya, sehingga ia berharap bisa memperoleh bantuan dari pemerintah.

"Penghasilan suami tidak seberapa, keperluan sehari-hari ya dicukup-cukupi saja. Belum lagi untuk anak sekolah, ya semoga dapat bantuan dari pemerintah. Apalagi kondisi rumah saya yang begini, semoga saja dapat bantuan bedah rumah. Biar bisa meringankan beban hidup juga," ungkap Luh Kompyang Tirta sembari mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Bali yang telah memberi perhatian kepada keluarganya.

Selanjutnya, Gubernur Pastika juga menitipkan bantuan untuk keluarga
Made Suarsana (47) yang kesehariannya sebagai buruh serabutan. Dirumah berdinding bata yang beberapa bagiannya sudah berlubang itu, Made Suarsana tinggal bersama kedua orang tuanya Made Tirta-Nyoman Sulendra, sang Istri Ketut Sukardi (46) dan kedua anaknya Made Suardiana (24), Nyoman Wirya (18), sementara anak pertamanya Putu Muliada (27) telah menikah dan tinggal tak jauh dari rumah Suarsana. Diceritakan Suarsana, kondisi ekonomi serbab kekurangan membuat kedua anaknya harus putus sekolah. Pekerjaan yang tak menentu membuat beban hidupnya semakin berat karena selain menanggung anak istri juga kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia. Beruntung dirinya termasuk dalam data penerima bantuan beras sejahtera dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Pekerjaan saya serabutan, kalau ada yang perlu buruh bangunan ya saya kerjakan. Kalau ada yang nyuruh neraktor (menggemburkan tanah-red) ya saya lakukan, yang penting ada untuk biaya kebutuhan sehari-hari," ucap Suarsana.

Ditambahkan Suarsana, beruntung sang ayah Nyoman Sulendra hingga kini masih menerima uang pensiunan sebagai Veteran. Hal itu dapat meringankan bebannya dalam menjalani kerasnya hidup.

Sementara itu, Kepala Dusun Abasan Putu Wija Negara mengatakan jika kedua keluarga tersebut sudah masuk dalam daftar penerima bantuan bedah rumah. Tahun ini, Desa Panji Anom menerima 5 bantuan bedah rumah, namun kedua nama keluarga tersebut tidak termasuk didalamnya. Sehingga ia berharap di anggaran perubahan atau bantuan swasta berupa Corporate Social Responsibility(CSR) bisa memberikan bantuan bedah rumah untuk keluarga Nyoman Mertawan dan keluarga Made Suarsana.

"Kedua keluarga ini memang sudah kita daftarkan untuk menerima bantuan bedah rumah, namun belum turun. Untuk tahun ini kita hanya mendapatkan Lima unit bantuan bedah rumah, mereka tidak termasuk didalamnya. Ya semoga pemerintah provinsi bisa menganggarkan yang bersangkutan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pastika menitipkan sejumlah uang kepada keluarga Nyoman Mertawan dan keluarga Made Suarsana untuk dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. [pr/r4]

Pancoran Tirta Pengelukatan Beji Selati Bisa Menyembuhkan Berbagai Macam Penyakit

Bangli,Balikini.Net -. Berbicara tentang Tempat -tempat sakral salah satunya  Tirta Pengelukatan terdapat di Bangli  yang mana sebelumnya  tempat tersebut bernama Tirta Pengelukatan Taman  Campuan yang berada di Banjar Adat Sala,Desa Abuan,Susut, 

sejak diyakini mampu untuk menyebuhkan berbagai penyakit dan terus rame di kunjungi masyarakat dari berbagai wilayah di bali bahkan luar bali , penglukatan Beji Selati dikelilingi tebing dan goa alami serta sejumlah pencoran  suci yang diyakini bisa sembuhkan berbagai penyakit 

Dalam perjalanan menuju tempat ini kita akan melewati dikiri kanan sejumlah terbentang persawahan sawah yang menyejukkan suasana . Dimana tempat ini ada beberapa perbedaan dengan tempat yang lain yakni  adanya batu merah menyerupai batu bata yang konon jika dioleskan diwajah bisa menghilangkan jerawat,serta bagi yang mohon anak laki maupun perempuan ada tempat didalam goa ada patung lingga yoni.

Menurut Dewa Mangku Made Rai Juniarta didampingi Kelian Banjar Selati Nengah Sumarta,mantan Bendesa Adat Selati I Ketut Nadi serta tokoh masyarakat setempat menuturkan sebenarnya tempat ini sudah ada sejak dulu yang mana diperuntukan saat ada piodalan di Pura Penataran Pusering Jagat untuk lunga ngebejian"Beji dalam artian tempat mandi Ida Betara yang berstana di Pura Penataran Pusering Jagat  itulah sebabnya dinamakan beji" ungkapnya.

Disinggung ikut-ikutan menata tempat penglukatan yang kini marak di Bangli,Dewa Mangku berkilah bahwasanya rencana penataan tempat ini sudah lama direncanakan, namun tidak bisa terwujud ada saja warga yang tidak setuju.Mungkin sudah kehendak Ida Sesuhunan setelah nangian rencang Ida berupa Barong Ket setahun lalu akhirnya pada awal tahun 2018 saat melaksanakan paruman semua warga setuju dan antusias untuk melakukan penataan,terbukti setiap hari minggu kita melaksanakan gotong royong semua warga hadir.Disamping itu juga dorongan dari para pemedek yang pernah datang dan membuktikan khasiat mata air yang mereka yakini bisa menyembuhkan penyakit.Kebanyakan dari luar daerah Bangli,seperti dari Denpasar,Badung, Tabana,Klungkung,Karangasem,juga pernah datang dari luar Bali melalui mimpi agar mencari mata air kembar "ujarnya

Lebih lanjut dijelaskan semua itu tidak terlepas dari dasar keyakinan yang kuat,serta kepercayaan Beliau senantiasa melimpahkan anugrahnya kepada mereka yang selalu sujud dan bhakti dihadapanNya,yang didasari dengan niat yang murni dan tulus.Setiap yang melakukan Pembersihan(Melukat) ditempat tersebut, bisa memohon sesuai dengan maksud dan tujuannya sendiri.Yang dapat dimohon pada saat melakukan pengelukatan/pembersihan diri diantaranya:Pembersihan secara lahiriah,Pembersihan batin,Pengobatan segala macam penyakit, ,Memohon kemurahanagar dikaruniai anak laki/perempuan,“Siapapun yang melukat Beji Selati ini ada keyakinan bisa mengarah ke hal yang lebih baik. Yang sakit, bisa sembuh,” jelasnya

Lanjut dikatakan ,melakukan pengelukatan:: Banten Pejati/Canang seperlunya, yang didasari dengan niat tulus,kwangen .Sementara tempat ini masih dalam tahap penataan sarana dan prasarana yang dananya dari donatur terutama warga sendiri dan pemedek sebelumnya, walaupun sudah banyak  warga yang datang baik dari Bangli maupun dari luar daerah Bangli untuk melakukan pengelukatan"ungkapnya.Mengingat tempat tersebut benar-benar dikeramatkan,sangat diharapkan kepada setiap pengunjung untuk hati-hati dan menjaga kesopanan,terutama dalam berpikir/berkata-kata,agar tidak terjadi sesuatu hal diluar keinginan"harapnya.[ag/r4]