-->

Iklan

Menu Bawah

Bali Perlu Pembangunan Lapas Baru

BaliKini.Net
Selasa, 20 Agustus 2019, 20.20 WIB Last Updated 2019-08-20T13:20:50Z
DENPASAR,BaliKini.Net - Keberadaan Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kerobokan dianggap sudah melebihi kapasitas alias overload. Untuk itu, Dewan mendukung apabila dilakukan relokasi.

"Wacana ini sudah dari zaman dulu, mudah-mudahan dengan kepemimpinan Gubernur Wayan Koster, Bali bisa memiliki Lapas yang representatif menggantikan Lapas Kerobokan," kata Ketua Komisi I DPRD Bali Ketut Tama Tenaya, Senin (19/08).

Kata dia, persoalan Lapas Kerobokan selalu muncul ketika ada kasus dan pemberitaan media. Seperti kerusuhan di dalam Lapas. Termasuk juga dugaan sel tahanan yang mirip hotel berbintang. Saat itu juga muncul wacana agar dibangun Lapas baru. Namun, semua itu hanya sebatas wacana saja. 

Pihaknya juga berfikir apakah di Bali juga ada Lapas seperti itu. "Masalah-masalah lain di Lapas Kerobokan cukup banyak. Salah satunya, transaksi Narkoba acap kali terjadi dan sudah menjadi rahasia umum di Lapas Kerobokan," tandasnya.

Komisi I juga khawatir akan terjadi sesuatu hal yang sama seperti lapas-lapas lain yang ada di Indonesia. Contohnya saja seperti tahanan yang bebas keluar masuk penjara. ''Napi bisa keluyuran. Pada malam hari, dia bisa keluar pejara dan saat pemeriksaan siang harinya mereka sudah bisa ada didalam Lapas. Mudah-mudahn itu tidak terjadi lagi seperti tahanan KPK yang kepergok keluyuran diluar,'' kata dia.

Yang menjadi permasalahan di Bali yakni adanya penolakan dari beberapa kabuten terhadap pembangunan lapas baru. Alasanya, kabupaten tidak mau wilayahnya dijadikan tempat penampungan narapidana. Seperti di Bangli, pemerintah rencananya akan membangun lapas untuk tahanan kasus narkoba. Di Klungkung pun juga demikian, masyarakat di Nusa Penida menolak adanya pembangunan lapas. Terakhir, TPA Suwung menjadi alternatif. "Perlu dikaji dampak sosialnya dimana Lapas itu akan dibangun dan keamanan demikian juga jarak Lapas dengan jarak kantor Pengadilan dimana proses persidangan akan dilaksanakan," ujar dia. Dp/r2
Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU

Kabar Internasional

+