Kecamatan Densel Awali Penilaian Ogoh-ogoh di Kota Denpasar

Header Menu

BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA
Cari Berita

Advertisement


Kecamatan Densel Awali Penilaian Ogoh-ogoh di Kota Denpasar

Bali Kini
Selasa, 17 Maret 2020

Denpasar,BaliKini.Net - Setalah melalui tahap pendaftaran, sebanyak 169 karya ogoh-ogoh dari STT se-Kota Denpasar kini memasuki tahap penilaian. Tim Penilai yang berjumlah 9 orang ini menyambangi satu persatu Sekehe Teruna yang terdaftar sebagai peserta lomba yang diawali dari Kecamatan Denpasar Selatan (Densel) pada Senin (16/3). 

Rombongan Tim Penilai dipimpin Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Made Wedana dan akan berlangsung secara berturut-turut dari Kecamatan Denpasar Selatan, Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar Utara, dan berakhir di Denpasar Barat.

Dari keseluruhan peserta yang terdaftar, sebanyak 36 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Selatan, 52 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Timur, 39 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Utara, dan 42 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Barat yang bersiap untuk mengikuti tahap penjurian.

Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Made Wedana menjelaskan bahwa pelaksanaan lomba ogoh-ogoh ini merupakan komitmen Kota Denpasar dalam pelestarian seni dan budaya. Dimana, ogoh-ogoh merupakan elemen penting yang patut dilestarikan, utamanya pakem-pakem ogoh-ogoh itu sendiri yang wajib mengangkat tema bhuta kala.

“Ini merupakan komitmen Pemkot Denpasar dalam pelestarian dan pengembangan seni dan budaya di Kota Denpasar,” jelasnya.

Wedana menambahkan bahwa penilaian ini dilaksanakan oleh dewan juri yang profesional di bidangnya. Namun demikian pihaknya mengajak seluruh sekehe teruna di Kota Denpasar tidak hanya berorientasi pada nominasi semata, melainkan untuk bersama-sama memaknai lomba ini sebagai ajang pelestarian seni budaya.

“Mari kita jadikan lomba ogoh-ogoh ini sebagai ajang pelestarian tradisi, seni dan budaya Bali yang adi luhung,” jelas Wedana sembari mengatakan pengumuman 32 nominasi di empat kecamatan akan dilaksanakan pada tanggal 20 Maret mendatang. Nantinya, dari hasil penjurian ini akan dicari nominasi sebanyak 8 besar di masing-masing kecamatan, sehingga keseluruhanya akan berjumlah 32 yang akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 25 juta dipotong pajak.

Wedana juga menekankan bahwa seluruh peserta lomba dan hasil penilaian lomba akan diserahkan ke desa pakraman untuk selanjutnya dilaksanakan pawai di masing-masing desa. Pihaknya juga berharap seluruh elemen yang terlibat saat malam pengerupukan agar tetap menjaga keamanan serta kondusifitas rangkaian Hari Suci Nyepi ini.

“Kepada semua pihak termasuk pesa pakraman, babinsa, Babinkamtibmas, Desa/lurah dan STT akan senantiasa mengawasi lingkungan sekitar agar terjaaga kondusifitasnya serta mentaati aturan pelarangan penggunaan soundsystem saat pawai ogoh-ogoh,” tegas Mataram

Salah seoarang Dewan Juri, I Gede Anom Ranuara bersama I Wayan Butuantara menjelaskan bahwa aspek penilaian lomba ogoh-ogoh ini meliputi tema, proposional, kombinasi dengan teknologi, ornamen serta penggunaan warna. Selain itu, dilaksanakannya kegiatan ini guna mensosialisasikan tentan pakem-pakem penting dalam ogoh-ogoh sebagai uperengga dalam rangkaian hari Suci Nyepi. “Kami berharap pemahaman tentang seni budaya yang memiliki pakem seperti ogoh-ogoh ini dapt disosialisasikan sejak dini, sehingga pembuatan ogoh-ogoh dapat sesuai dengan tattwa agama Hindu,” jelasnya.

Sementara, Ketua ST. Tunas Muda, I Putu Ade Widiantara sangat menyambut baik adanya lomba ogoh-ogoh ini. Dimana, selain menjadi wahana kompetisi juga dapat menjadi wadah edukasi tentang pemahaman tattwa agama serta membangkitkan kebersamaan dan gotong royong di dalam STT. “kami sangat menyambut baik kegiatan ini dan semoga dapat dilaksanakan setiap tahunya untuk mendukung kreatifitas STT di Kota Denpasar,” ujarnya. (Ags/R4)