Minggu, 27 September 2020

Duo WNA Jaringan Narkoba Internasional Nyaman di Trijadta

 Duo WNA Jaringan Narkoba Internasional Nyaman di Trijadta


Denpasar,BaliKini.Net -
Dua tersangka pengedar shabu dan ekstasi, Collum Park (32) asal Inggris dan Aaron Wayne Cole (24), asal Australia, hingga kini masih nyaman berada di kasur empuk RS Bhayangkara di Trijata,Denpasar.


Kesan perlakukan istimewa dari penyidik Dit Narkoba Polda Bali, hingga kini jadi sorotan berbagai pihak. Selain tak pernah merasakan penganya dalan jeruji Rutan Polda Bali, kini kedua tersangka dikabarkan menjalani proses rehabilitasi.


Kabar tak sedap ini sendiri berhembus setelah salah seorang pejabat RS Trijata menyatakan jika kedua tersangka yaitu Collum dan Aaron tidak dirawat karena penyakit bipolar. 


Namun tersangka Collum dan Aaron sedang menjalani rehabilitasi ketergantungan narkotika. Hal ini sesuai surat yang dikeluarkan penyidik Dit Narkoba Polda Bali. 


“Suratnya dari penyidik untuk direhabilitasi. Sekarang di kamar rehabilitasi di lantai II,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya ini.


Isunya untuk bisa mendapatkan rekomendasi rehab dari penyidik, kedua tersangka harus merogoh kocek hingga ratusan juta. Tujuannya, agar kedua tersangka tidak menjalani penahanan di rutan seperti tersangka lainnya.


Perlakuan istimewa dari penyidik Dit Narkoba Polda Bali inipun mematahkan keterangan Wadir Narkoba Polda Bali, AKBP Putu Yuni Setiawan yang sebelumnya memastikan jika tersangka Collum dan Aaron bukan pecandu narkoba dan tidak mungkin direhabilitasi. 


Pernyataan itu didukung dengan barang bukti kedua tersangka yang sangat banyak. Untuk diketahui, dari tersangka Collum petugas mengamankan barang bukti 11 paket shabu seberat 11,4 gram serta 15 butir ekstasi.


Sedangkan dari tersangka Aaron dengan barang bukti shabu seberat 1,23 gram. Selain itu, dalam kronologis penangkapan sebelumnya diketahui jika keduanya ditangkap usai mengedarkan shabu kepada salah seorang warga local yang kini ditangani penyidik Sat Narkoba Polresta Denpasar.


Kuasa hukum kedua tersangka, Redy Nobel yang dikonfirmasi sebelumnya membantah ada uang ratusan juta yang mengalir untuk pengurusan kedua tersangka. “Mana ada, sampai sekarang belum keluar uang sama sekali,” aku Redy. 


Dirinya mengatakan kedua kliennya itu memang sakit. Dimana kondisi yang paling parah adalah tersangka asal Australia. Dikatakannya selain penyakit bipolar juga alami insomnia. 


"Tidak benar kalau kedua klien saya itu dirawat untuk direhab. Sementara baru kemarin saya ajukan surat asessment," singkatnya. (Ar/R5)

BERITA TERKAIT BALI KINI

BERITA TERBARU BALI KINI

© Copyright 2019 Bali Kini | All Right Reserved