Laporan Reporter : Jero Ari
Denpasar , Bali Kini - Kota Denpasar hingga awal tahun 2026 masih mengalami kekurangan ratusan tenaga pendidik, terutama untuk tingkat pendidikan di TK hingga sampai tingkat SMP. Kekurangan guru ini disebabkan banyaknya guru yang memasuki masa pensiun, sementara pengadaan guru baru belum mampu menutupi kebutuhan yang ada.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, AA Gde Wiratama, mengatakan kekurangan guru terjadi hampir merata di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP). Dari TK, SD, sampai SMP masih banyak kekurangan guru di Denpasar untuk tahun ini,” ujar Wiratama, Senin (12/01).
Ia menyebutkan, total kekurangan guru di Kota Denpasar saat ini mencapai 317 orang. Kondisi tersebut memaksa sejumlah sekolah mengambil langkah mandiri dengan mengangkat guru tidak tetap untuk memenuhi kebutuhan proses belajar mengajar. Untuk sementara, sekolah mengangkat guru sendiri. "Pembiayaannya masih disuport dari uang komite sekolah. Mudah-mudahan ke depan kita segera mendapatkan tambahan guru,” jelasnya.
Wiratama menambahkan, Pemerintah Kota Denpasar sebenarnya telah melakukan upaya pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik melalui seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun anggaran 2024. Namun, setiap tahun jumlah guru yang memasuki masa pensiun terus bertambah, sehingga kekurangan tenaga pendidik masih belum dapat teratasi sepenuhnya.
Pemerintah Kota Denpasar berharap adanya kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat terkait pengadaan guru, agar kebutuhan tenaga pendidik di daerah dapat segera terpenuhi dan kualitas pendidikan tetap terjaga.
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram