Denpasar , Bali Kini - Sebanyak delapan orang bhikku dari Vihara Buddha Sakyamuni, menggelar tradisi Pindapata di Jalan Gunung Agung Denpasar, Kamis (14/5). Dalam prosesi ini umat memberikan sedekah kepada para Bhikku serangkaian menyambut Tri Suci Waisak 2570 pada 31 Mei 2026.
Para Bhiku menempuh perjalanan sepanjang 2,1km dari depan Circle K Gunung Agung menuju ke wihara yang ditempuh lebih kurang dua jam. Prosesi ini dimulai pukul 06.00 Wita dan masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini dengan membawa berbagai makanan dan minuman di sepanjang jalan yang dilewati para Bhikku.
Tak hanya umat Budha saja, namun lintas agama pun ikut dalam tradisi tahunan ini. Salah satunya Sri Nur Wahyuni, seorang mahasiswa asal Bandung Jabar juga antusias dalam acara ini.
"Baginya, berbagi bukan hanya kewajiban satu umat saja, melainkan semua umat beda agama. Semua umat wajib untuk berbagi dengan tulus iklas dari hati, tidak harus kepada sesama agamanya saja," ujarnya.
Warga sekitar mengaku telah mengikuti tradisi ini sejak adanya vihara Sakyamuni. Pengurus Yayasan Vihara Buddha Sakyamuni, Pandita Sudiarta Indrajaya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. "Tujuannya memberikan ruang kepada masyarakat seluas-luasnya untuk menanam kebaikan. Ini adalah hal yang dilakukan bhikku di zaman Budha menjalani kehidupan sebagai pertapa," paparnya.
Hasil dari Pindapata ini akan digunakan untuk membantu kebutuhan para bhiku, dan sisanya akan dibagikan kepada yang membutuhkan. Selain Pindapata, berbagai kegiatan juga dilakukan serangkaian Waisak ini seperti sebulan pedalaman dhama, puja bhakti setiap malam. Serta ada kegiatan puasa setiap hari Purnama Tilem, workshop, dan patidana.
Salah satu bhikku yang ikut tradisi Pindapata, Bhikku Pabhajayo memaparkan, kegiatan Pindapata hari ini sejatinya cara hidup para bhiku. Hidup sebagai biarawan di vihara yang hidupnya disokong oleh umat. Jadi di masa lalu telah jadi kebiasaan harian para bhikku termasuk sang Budha sendiri. Bahkan jadi tradisi dilakukan para Budha di masa lalu.
Pindapata adalah aktivitas penerimaan derma kebutuhan berupa makanan untuk para bhikku dari umat. Biasanya dilakukan pada pagi hari, bhikku makan setidaknya dua kali bisa juga satu kali tidak lewat dari jam 12 siang. Lazimnya Pindapata dilakukan pagi hari, untuk makan menunjang kehidupan dalam satu hari itu.
"Jadi di masa lalu Pindapata ini menjadi satu kebiasaan cara hidup bhikku dan saat ini beda dimana umat tak semua sebagai penyokong dan berkeyakinan kepada para Bhikkhu," Tuturnya.
Apalagi tidak tinggal di lingkungan Bhudis sehingga di kota besar Pindapata jadi tradisi yang setidaknya dalam setahun dua kali dan mengambil momen tertentu seperti di hari Waisak ini. Tujuannya tetap memperkenalkan tradisi Pindapata itu sendiri sebagai sinergi antar umat dan bhikkunya yang dilakukan di jalan umum.
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram