-->

Kamis, 21 Mei 2026

Tingkatkan Kinerja dan Integritas, Pemkab Bangli Gelar Sosialisasi Disiplin ASN Berdasarkan PP Nomor 94 Tahun 2021

BANGLI, Bali Kini – Pemerintah Kabupaten Bangli berkomitmen penuh dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan melayani. Sebagai langkah nyata penegakan integritas tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar kegiatan Sosialisasi Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Acara ini berlangsung pada Kamis (21/5/2026) bertempat di Gedung Bukti Mukti Bhakti (BMB) di lingkungan Setda Kabupaten Bangli. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli, para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan pemerintah Kabupaten Bangli, Pejabat Administrator, serta pengelola kepegawaian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli Drs. I Dewa Bagus Riana Putra, Msi. yang mewakili Bupati Bangli menegaskan bahwa kedisiplinan bukan sekadar kewajiban formalitas, melainkan pondasi utama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “PP Nomor 94 Tahun 2021 ini harus dipahami secara mendalam oleh seluruh ASN di Kabupaten Bangli. Peraturan ini tidak hanya memuat sanksi atau hukuman disiplin, tetapi esensinya adalah instrumen untuk membina, mengarahkan, dan menjaga agar kinerja ASN tetap berada pada koridor aturan yang berlaku," ujarnya.

Inspektur Kabupaten Bangli Jero Penyarikan A. Widata. S.AG., M.SI. CGCAE., CGRE memaparkan beberapa poin krusial dalam PP Nomor 94 Tahun 2021, di antaranya: Penekanan pada batasan-batasan tegas yang harus dipatuhi ASN, termasuk netralitas dalam kehidupan berpolitik, Penjelasan mengenai klasifikasi hukuman disiplin ringan, sedang, hingga berat. Salah satu aturan yang disorot adalah sanksi tegas berupa pemberhentian bagi ASN yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah secara akumulatif, Menegaskan bahwa atasan langsung memiliki wewenang sekaligus kewajiban untuk menjatuhkan hukuman disiplin kepada bawahan yang melanggar. Jika atasan membiarkan pelanggaran terjadi, maka atasan tersebut juga akan dijatuhi sanksi.

Sementara itu kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bangli Made Mahindra Putra, S.STP, MM mengatakan setiap pelanggaran memiliki konsekuensi yang tegas yaitu: Hukuman Ringan berupa teguran hingga pernyataan tidak puas. Hukuman Sedang berupa pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25%. Hukuman Berat yang berujung pada penurunan jabatan hingga pemberhentian sebagai PNS.  

“Secara khusus, saya ingatkan terkait pelanggaran kehadiran. Akumulasi alpa dalam satu tahun akan menentukan sanksi kita. Jangan meremehkan hal ini, karena tidak hadir berturut-turut selama 10 hari kerja tanpa izin akan langsung dihentikan pembayaran gajinya mulai bulan berikutnya. Oleh karena itu, mari kita kawal bersama empat langkah strategis: optimalkan sosialisasi aturan, lakukan pembinaan berkelanjutan, perketat monitoring berkala, dan tegakkan hukuman secara adil serta transparan,”ujarnya.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Bangli berharap dapat membangun kesadaran kolektif demi terciptanya budaya kerja yang produktif, transparan, dan akuntabel. Dengan pemahaman regulasi yang kuat, diharapkan angka pelanggaran disiplin di lingkungan Pemkab Bangli dapat ditekan seminimal mungkin.(*)

Harkitnas ke-118 di Bangli: Bupati Sedana Arta Tekankan Kedaulatan Digital dan Program Prioritas Nasional.


BANGLI, BALI KINI – Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Bangli pada Rabu (20/5/2026).

Upacara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, jajaran Forkopimda, Sekda Bangli, Pimpinan Perangkat Daerah, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bangli.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sedana Arta membacakan amanat tertulis dari Menteri Komunikasi Digital RI, Meutya Viada Hafid, yang menyoroti pergeseran tantangan bangsa di era modern.

Pidato Menkomdigi mengingatkan bahwa momentum 20 Mei merupakan refleksi berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908, yang menjadi awal transformasi perjuangan fisik menjadi perjuangan intelektual. Namun di tahun 2026, medan perjuangan telah berubah.

"Kebangkitan Nasional merupakan proses dinamis. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital," ujar Sedana Arta saat membacakan pidato tersebut.

Sejalan dengan tantangan ini, Harkitnas 2026 mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara" sebagai simbol komitmen melindungi generasi muda sekaligus menegaskan kemandirian nasional.

Upacara ini juga menjadi momentum untuk menegaskan dukungan terhadap langkah taktis Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, ada empat program prioritas yang tengah berjalan masif untuk membangun kesejahteraan masyarakat meliputi Makan Bergizi Gratis, Pemerataan Pendidikan, Cek Kesehatan Gratis, Serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Salah satu poin paling krusial dalam amanat tersebut adalah ketegasan pemerintah dalam melindungi anak-anak di dunia maya. Pemerintah kini memberlakukan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).

"Per 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. Kebijakan ini memastikan anak-anak kita mengakses ruang digital yang sehat dan sesuai usia tumbuh kembangnya," tegas Bupati Bangli.

Menutup sambutannya, Bupati Sedana Arta mengajak seluruh elemen masyarakat Bangli mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda untuk menyalakan kembali api semangat Boedi Oetomo. Ia menekankan pentingnya menjadikan Asta Cita (delapan misi besar pemerintah) sebagai kompas utama pembangunan.

"Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama," pungkas Sedana Arta (*)

Rabu, 20 Mei 2026

Wujudkan Satu Data Indonesia, Pemkab Bangli Canangkan Program Desa Cantik 2026.

Bangli , Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Bangli memperkuat fondasi pembangunan berbasis data dengan meluncurkan program Desa Cinta Statistik atau “Desa Cantik” 2026. Pencanangan dilakukan secara hybrid di Ruang Rapat Krisna Setda Bangli, Selasa (19/5/2026).

Program ini menjadi langkah strategis Pemkab Bangli untuk memastikan data dari tingkat desa tersaji akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan, sejalan dengan kebijakan Satu Data Indonesia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, menegaskan bahwa data desa merupakan fondasi utama seluruh kebijakan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional. 

“Pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 menempatkan kawasan perdesaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ini sejalan dengan RPJMN 2025-2029 yang memprioritaskan pembangunan dari desa untuk memerangi kemiskinan dan menciptakan pemerataan,” ujarnya.

Sekda menyoroti lonjakan permintaan data ke desa oleh kementerian dan lembaga sejak disahkannya UU Desa hingga perubahan kedua melalui UU No. 3 Tahun 2024. Menurutnya, peningkatan Dana Desa harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas SDM perangkat desa dalam pengelolaan statistik.

“Pembangunan tanpa data yang berkualitas adalah pemborosan. Sebaliknya, data desa yang kuat akan menghasilkan pembangunan yang tepat dan merata. Kebijakan yang berkualitas lahir dari data yang berkualitas,” tegasnya.

Kepala BPS Kabupaten Bangli, I Dewa Ayu Kadek Satrini, menjelaskan Desa Cantik merupakan pembinaan statistik sektoral agar desa tidak lagi menjadi objek, melainkan subjek pembangunan. 

“Peran desa sebagai satuan wilayah terkecil sangat penting dalam menyediakan data yang akurat,” katanya.

Pada pencanangan ini, Pemkab Bangli juga mengukuhkan Agen Statistik dari tiga desa percontohan, yakni Desa Abuan, Desa Bangbang, dan Desa Belancan. Pemilihan ketiganya berdasarkan rekomendasi Dinas PMDPPKB Bangli.

Selaku Narasumber, Kadis Kominfosan Bangli, I Nyoman Murditha, memaparkan materi “Digitalisasi Data Desa dalam Mendukung Pengelolaan Data yang Modern dan Efisien”. Ia menekankan pentingnya digitalisasi agar data desa terhubung, terbarui, dan siap digunakan untuk pengambilan keputusan.

“Pembangunan saat ini tidak bisa lagi berbasis asumsi, tetapi harus berbasis data. Tantangannya, banyak data desa masih tersebar di berbagai aplikasi seperti Prodeskel, SDG Desa, dan DTSEN sehingga tidak sinkron,” jelasnya.

Melalui Desa Cantik, Dinas Kominfosan bersama Dinas PMD dan BPS berkomitmen melakukan transformasi digital yang memenuhi prinsip Satu Data Indonesia, yakni standar data baku, metadata jelas, interoperabilitas, dan hak akses yang tepat.

Di akhir acara, Sekda Bangli mengajak seluruh kepala desa, lurah, dan agen statistik menyajikan data sesuai kebutuhan, valid, aktual, mudah dipahami, mudah diakses, dan terintegrasi. 

Dengan data desa yang berkualitas, Pemkab Bangli menargetkan program strategis berjalan tepat sasaran, bantuan sosial tidak salah target, anggaran lebih efisien, dan keputusan publik dapat diambil lebih cepat.

Selasa, 19 Mei 2026

Pemerintah Kabupaten Bangli dan FPRB Tanam 150 Pohon, Peringati HUT ke-822 dengan Aksi Pelestarian Alam


Bangli ,Bali Kini - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Bangli yang ke-822, Pemerintah Kabupaten Bangli bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bangli menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan Pura Dalem Buungan, Kecamatan Susut, Rabu (13/5). Aksi ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menekan risiko bencana alam di wilayah yang memiliki banyak aliran sungai dan daerah rawan longsor.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, didampingi Ketua FPRB Kabupaten Bangli, I Wayan Wiwin, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli, Camat Susut, BPBD Kabupaten Bangli, jajaran Polsek Susut, Danramil Susut, Perbekel Desa Tiga, Babinsa Desa Tiga, tokoh adat Jro Mangku Desa Buungan, Kelihan Desa Buungan, dan warga sekitar.

Ketua FPRB Kabupaten Bangli, I Wayan Wiwin, menjelaskan bahwa sebanyak 150 pohon ditanam di lokasi tersebut, terdiri dari beragam jenis tanaman. Mulai dari jenis tanaman pelindung seperti majegau dan ketapang, hingga tanaman buah bernilai ekonomi seperti nangka dan alpukat. Pemilihan lokasi di Pura Dalem Buungan bukan tanpa alasan, mengingat kawasan ini berdekatan dengan aliran sungai dan masuk dalam kategori wilayah rawan bencana, sehingga penanaman pohon diharapkan dapat memperkuat struktur tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem.

“FPRB berkomitmen untuk terus bersatu dan bergerak bersama menjaga alam dan lingkungan sebagai wujud rasa cinta kepada bumi pertiwi. Kami juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Bangli dan seluruh pihak yang senantiasa mendukung setiap langkah kami, baik dalam kegiatan penanaman pohon ini maupun program sosialisasi pengurangan risiko bencana ke masyarakat dan sekolah-sekolah se-Kabupaten Bangli,” ujar I Wayan Wiwin.

Menurutnya, prioritas utama program penanaman pohon FPRB adalah wilayah-wilayah yang memiliki aliran sungai serta daerah rawan bencana. Langkah ini sejalan dengan tujuan jangka panjang untuk mencegah kerusakan lingkungan sekaligus meminimalkan dampak bencana yang dapat merugikan masyarakat luas.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif dan aksi nyata yang dilakukan FPRB. Ia menegaskan, kegiatan reboisasi atau penanaman pohon ini memiliki makna lebih dalam, bukan sekadar menambah jumlah pepohonan, melainkan bertujuan mengembalikan fungsi ekosistem secara menyeluruh.

“Pohon berfungsi sebagai penyaring air alami dan pengendali iklim. Jika ekosistem terjaga dengan baik, maka ketersediaan air bersih terjamin dan suhu lingkungan tetap seimbang, sehingga risiko bencana seperti banjir atau kekeringan dapat ditekan,” jelas Diar.

Pihaknya juga berharap, kegiatan ini dapat menjadi contoh dan memicu semangat organisasi masyarakat, pemuda, serta seluruh warga Bangli untuk semakin mencintai lingkungan dan turut berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian alam. “Mari kita jaga warisan alam ini bersama-sama, agar Kabupaten Bangli tetap asri, aman, dan lestari untuk generasi mendatang,” tutup Wakil Bupati.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian utama peringatan HUT Bangli ke-822, yang menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat.(*)

Rabu, 13 Mei 2026

Pemerintah Kabupaten Bangli dan FPRB Tanam 150 Pohon, Peringati HUT ke-822 dengan Aksi Pelestarian Alamv



Bangli , Bali Kini - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Bangli yang ke-822, Pemerintah Kabupaten Bangli bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bangli menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan Pura Dalem Buungan, Kecamatan Susut, Rabu (13/5). Aksi ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menekan risiko bencana alam di wilayah yang memiliki banyak aliran sungai dan daerah rawan longsor.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, didampingi Ketua FPRB Kabupaten Bangli, I Wayan Wiwin, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli, Camat Susut, BPBD Kabupaten Bangli, jajaran Polsek Susut, Danramil Susut, Perbekel Desa Tiga, Babinsa Desa Tiga, tokoh adat Jro Mangku Desa Buungan, Kelihan Desa Buungan, dan warga sekitar.

Ketua FPRB Kabupaten Bangli, I Wayan Wiwin, menjelaskan bahwa sebanyak 150 pohon ditanam di lokasi tersebut, terdiri dari beragam jenis tanaman. Mulai dari jenis tanaman pelindung seperti majegau dan ketapang, hingga tanaman buah bernilai ekonomi seperti nangka dan alpukat. Pemilihan lokasi di Pura Dalem Buungan bukan tanpa alasan, mengingat kawasan ini berdekatan dengan aliran sungai dan masuk dalam kategori wilayah rawan bencana, sehingga penanaman pohon diharapkan dapat memperkuat struktur tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem.

“FPRB berkomitmen untuk terus bersatu dan bergerak bersama menjaga alam dan lingkungan sebagai wujud rasa cinta kepada bumi pertiwi. Kami juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Bangli dan seluruh pihak yang senantiasa mendukung setiap langkah kami, baik dalam kegiatan penanaman pohon ini maupun program sosialisasi pengurangan risiko bencana ke masyarakat dan sekolah-sekolah se-Kabupaten Bangli,” ujar I Wayan Wiwin.

Menurutnya, prioritas utama program penanaman pohon FPRB adalah wilayah-wilayah yang memiliki aliran sungai serta daerah rawan bencana. Langkah ini sejalan dengan tujuan jangka panjang untuk mencegah kerusakan lingkungan sekaligus meminimalkan dampak bencana yang dapat merugikan masyarakat luas.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif dan aksi nyata yang dilakukan FPRB. Ia menegaskan, kegiatan reboisasi atau penanaman pohon ini memiliki makna lebih dalam, bukan sekadar menambah jumlah pepohonan, melainkan bertujuan mengembalikan fungsi ekosistem secara menyeluruh.

“Pohon berfungsi sebagai penyaring air alami dan pengendali iklim. Jika ekosistem terjaga dengan baik, maka ketersediaan air bersih terjamin dan suhu lingkungan tetap seimbang, sehingga risiko bencana seperti banjir atau kekeringan dapat ditekan,” jelas Diar.

Pihaknya juga berharap, kegiatan ini dapat menjadi contoh dan memicu semangat organisasi masyarakat, pemuda, serta seluruh warga Bangli untuk semakin mencintai lingkungan dan turut berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian alam. “Mari kita jaga warisan alam ini bersama-sama, agar Kabupaten Bangli tetap asri, aman, dan lestari untuk generasi mendatang,” tutup Wakil Bupati.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian utama peringatan HUT Bangli ke-822, yang menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat.(*)

Wujudkan Generasi Emas 2045, TP PKK Bangli Gelar Literasi Kesehatan Ibu dan Pencegahan Kanker Serviks


​Bangli , Bali Kini – Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 sekaligus menyambut HUT Kota Bangli ke-822, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli menggelar kegiatan Literasi Kesehatan Ibu dengan tema "Perempuan Sehat dan Berdaya, Cegah Kanker Serviks Menuju Indonesia Emas 2045".

​Acara yang  digelar di Gedung Bukti Mukti Bhakti, Kantor Bupati Bangli, pada Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan organisasi wanita serta pejabat terkait di lingkungan Pemkab Bangli.


​Dalam sambutannya, Ny. Sariasih Sedana Arta menekankan bahwa kesehatan seorang ibu adalah pilar utama dalam membangun keluarga yang berkualitas. Ia menegaskan bahwa ibu tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga menjadi teladan dan sumber literasi kesehatan bagi keluarga.

​"Perempuan memiliki peran strategis. Perempuan yang sehat akan melahirkan generasi yang kuat, cerdas, dan berkualitas. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesehatan reproduksi, khususnya pencegahan kanker serviks, harus menjadi prioritas kita bersama," ujar Ny. Sariasih.


​Beliau juga menambahkan bahwa kanker serviks adalah ancaman serius yang sebenarnya bisa dicegah melalui edukasi dini, pola hidup sehat, vaksinasi HPV, serta pemeriksaan rutin melalui metode IVA Test maupun Pap Smear.


​Kegiatan literasi ini menghadirkan narasumber ahli, dr. I Made Pasek Soma Gauthama, yang memaparkan materi komprehensif mengenai "Mencegah Kanker Serviks untuk Mewujudkan Generasi Sehat".

​Dalam pemaparannya, dr. I Made Pasek menekankan pentingnya vaksinasi HPV yang kini telah menjadi bagian dari program imunisasi nasional dan dibiayai negara. Ia menjelaskan bahwa vaksinasi ini sangat efektif jika diberikan sejak dini (usia 9-14 tahun) namun tetap bermanfaat bagi perempuan hingga usia 45 tahun.

​Selain vaksinasi, dr. I Made Pasek juga menggarisbawahi pentingnya skrining dengan metode DNA HPV yang memiliki tingkat akurasi lebih tinggi dibandingkan metode konvensional, guna mendukung target pemerintah dalam eliminasi kanker serviks pada tahun 2030.

​Acara ini turut dihadiri oleh ​Kepala Dinas Kesehatan ,Kepala Dinas PMDPPKB Kabupaten Bangli, ​Ketua GOW Kab. Bangli Ny. Suciati Diar, Ketua Gatriwara, Ketua Bhayangkari, dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Bangli, ​Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Pusparini Riana Putra, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, dan Ketua Dharmayukti Karini, ​Ketua IBI Bangli, Ketua IWAPI Bangli, serta Direktur RS BMC,​Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan se-Kabupaten Bangli.

​Di sela-sela kegiatan, sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian ekonomi keluarga, dilakukan juga penyerahan bantuan alat Vacuum Sealer untuk mendukung pelatihan olahan babi bagi kelompok binaan PKK.

​Ny. Sariasih Sedana Arta berharap para peserta yang hadir dapat menjadi "Agen Edukasi" di lingkungan masing-masing.

​"Mari kita gerakkan 10 Program Pokok PKK untuk menciptakan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Dengan perempuan yang berdaya, kita melangkah pasti menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya seraya membuka acara secara resmi. (*)

Potong Rantai Distribusi, Pemkab Bangli Gelar Pasar Tani di HUT ke-822.

BANGLI , BALI KINI – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bangli ke-822, Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan menggelar kegiatan Pasar Tani. Acara yang dipusatkan di halaman Kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Bangli pada Rabu (13/5/2026) ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, menjelaskan bahwa kehadiran Pasar Tani merupakan solusi konkret di tengah rantai distribusi pangan yang seringkali terlalu panjang.

"Kegiatan ini sesungguhnya bertujuan untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan. Biasanya, rantai pasar yang panjang menyebabkan harga di tingkat konsumen menjadi tinggi. Melalui Pasar Tani, kita memotong rantai tersebut," ujar I Wayan Sarma di sela-sela kegiatan.

Konsep utama dari kegiatan ini adalah mempertemukan produsen secara langsung dengan pembeli. Dengan menghadirkan petani dan kelompok pengolah pangan, harga yang ditawarkan jauh lebih miring dibandingkan harga di pasar umum.

Bagi Konsumen Mendapatkan produk berkualitas dengan harga yang lebih murah.
Dan bagi Produsen Membantu petani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam memperluas jangkauan pemasaran produk mereka.

Pasar Tani kali ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok serta produk olahan lokal khas Bangli, di antaranya Bahan Pangan Segar,Beras dan telur.Produk Olahan Daging: Urutan (sosis khas Bali) dan kerupuk babi.

Olahan Pangan Lokal meliputi Berbagai produk hasil olahan Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan dinas terkait.

I Wayan Sarma menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan untuk memeriahkan HUT Bangli, namun merupakan agenda rutin pemerintah daerah.

"Secara rutin kita lakukan Pasar Tani seperti ini sebagai langkah nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan harga pangan bagi masyarakat Bangli," pungkasnya(*)

Jumat, 13 Maret 2026

Pertahankan Prestasi Nasional, Pemkab Bangli Gelar Pendampingan Penyusunan LPPD 2025 Bersama Kemendagri

​Bangli , Bali Kini  – Pemerintah Kabupaten Bangli menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kualitas tata kelola pemerintahan melalui penyelenggaraan kegiatan "Pendampingan Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2025". Acara yang berlangsung pada Kamis (12/3/2026) di Gedung Bukti Mukti Bhakti (BMB) Kantor Bupati Bangli ini dihadiri langsung oleh Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, didampingi Sekretaris Daerah, I Dewa Bagus Riana Putra.

​Kegiatan  ini menghadirkan narasumber berkompeten, yakni Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah (EKPKD) Ditjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Heriyandi Roni, beserta tim teknis yang terdiri dari Ibu Rita Irawan, dan Bapak Ronne Allan Carry Kalalo.

​​Dalam sambutannya, Bupati Sedana Arta menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Direktur EKPKD beserta tim atas kehadirannya di Kabupaten Bangli. Ia menekankan bahwa penyampaian LPPD bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan kewajiban konstitusional kepala daerah sesuai Permendagri Nomor 18 Tahun 2020.
​"LPPD adalah sarana penting dalam hubungan hierarkis antara pemerintah pusat dan daerah. Mengingat tenggat waktu penyampaian paling lambat 31 Maret 2026, saya instruksikan kepada seluruh Kepala OPD untuk menyajikan data capaian kinerja yang akurat, objektif, dan valid," tegas Bupati Bangli. ​Bupati juga mengingatkan bahwa Kabupaten Bangli sebelumnya telah meraih prestasi membanggakan dengan menempati peringkat tertinggi pada Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) tahun 2024. Prestasi ini diharapkan dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan melalui asistensi teknis kali ini.
​Sementara itu, Direktur EKPKD Kemendagri, Heriyandi Roni,  dalam arahannya menyoroti pentingnya mekanisme  review data dan verifikasi oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP).
​Beberapa poin utama yang disampaikan oleh tim Kemendagri meliputi ​Fungsi Penjamin Mutu dimana Tim harus bekerja sebagai verifikator internal guna memastikan laporan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, ​Fokus Pelayanan Dasar yang  mencakup urusan pemerintahan, pelayanan dasar seperti Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Ketentraman dan Ketertiban Umum, Perumahan dan Permukiman, serta Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Serta ​Objektivitas dimana Tim bekerja sama dengan unsur nasional dan lembaga independen untuk memastikan hasil penilaian yang transparan.

​Rapat koordinasi ini juga membedah secara mendalam mengenai urusan pemerintahan pilihan dan fungsi penunjang lainnya. Melalui pendampingan ini, Pemerintah Kabupaten Bangli diharapkan mampu memetakan perbaikan yang diperlukan untuk penyusunan laporan di masa mendatang, guna meningkatkan kepercayaan publik dan transparansi pemerintahan.
​Dengan pendampingan langsung dari Kemendagri, Kabupaten Bangli optimis dapat menyelesaikan LPPD Tahun 2025 tepat waktu dan kembali meraih predikat kinerja terbaik di tingkat nasional

Transformasi Digital Transportasi Laut: Bupati Satria Sosialisasi Penerapan Retribusi Elektronik bagi Pengusaha Boat Kawasan Nusa Penida & Lembongan

Klungkung , Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung terus mematangkan langkah transformasi digital di sektor pariwisata. Bupati Klungkung, I Made Satria, didampingi Wakil Bupati, Tjokorda Gde Surya Putra, menghadiri Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pelaksanaan Retribusi secara Elektronik yang digelar di Kopi Bali House, Sanur, Denpasar, Kamis (12/3).

Kegiatan ini fokus pada percepatan implementasi sistem pungutan elektronik bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Nusa Penida dan Nusa Lembongan. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta meminimalisir kebocoran pendapatan daerah di tengah meningkatnya arus kunjungan wisatawan.

Dalam arahannya, Bupati I Made Satria menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga daya saing pariwisata Klungkung. "Sistem elektronik ini akan memudahkan wisatawan dalam melakukan pembayaran sekaligus memastikan manajemen retribusi kita lebih akuntabel,” Ujar Bupati Satria.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra menambahkan bahwa sosialisasi ini penting untuk menyamakan persepsi antar stakeholder agar pelaksanaan di lapangan berjalan tanpa kendala teknis maupun sosial.


Kamis, 20 November 2025

Wakil Bupati Bangli Pimpin Upacara Peringatan ke-78 Gugurnya Kapten TNI A.A. Gede Anom Mudita


Laporan Reporter : Tim Lpt 

Bangli , Bali Kini – Pemerintah Kabupaten Bangli hari ini menyelenggarakan upacara peringatan untuk mengenang gugurnya pahlawan daerah, Kapten TNI Anak Agung Gede Anom Mudita yang ke-78 tahun. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, S.ST.Par., M.I.Kom., yang berlangsung di Tugu Makam Pahlawan Penglipuran, pada hari Kamis (20/11/25).

Peringatan tahunan ini menjadi momentum penting bagi seluruh masyarakat Bangli untuk merefleksikan kembali semangat perjuangan dan pengorbanan Kapten TNI A.A. Gede Anom Mudita dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati I Wayan Diar menyampaikan bahwa peringatan gugurnya Kapten Anom Mudita harus dijadikan cerminan tentang pengorbanan, keteladanan, dan keteguhan hati dalam menggapai masa depan yang lebih baik.

"Nilai-nilai kepahlawanan yang diwariskan oleh Kapten TNI A.A. Gede Anom Mudita tidak akan pernah lekang oleh zaman. Ini adalah momentum untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai persatuan, kepahlawanan, keperintisan, dan kesetiakawanan sosial di kalangan generasi muda," ujar Wayan Diar. 

Mari kita jadikan peringatan ini sebagai momentum untuk memperkuat rasa persatuan, memperdalam rasa syukur, dan meneguhkan semangat kebangsaan. Semoga semangat kepahlawanan selalu menyala dalam diri setiap warga Bangli, mulai dari para pelajar, pelaku usaha, hingga aparat pemerintah agar Bangli semakin sejahtera, aman, dan berdaya saing imbuhnya. 

Disinggung mengenai setatus Kepahlawanan Anak Agung Gede Anom Mudita yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten Bangli, Diar menyerahkan proses sepenuhnya kepada Presiden Prabowo karna semua berkas yang di serahkan ke kementrian semua sudh sangat lengkap tinggal menunggu keputusan presiden pihak nya berharap jika tidak tahun ini mudah mudahan tahun depan bisa di sahkan untuk menjadi pahlawan Nasional tutupnya. 

Upacara yang dimulai pukul 08.00 Wita tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangli, perwakilan TNI/Polri, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bangli, dan perwakilan siswa.

Rangkaian acara ditutup dengan prosesi mengheningkan cipta untuk mendoakan arwah para pahlawan dan dilanjutkan dengan ziarah serta tabur bunga di makam Kapten TNI A.A. Gede Anom Mudita dan para pahlawan lainnya di Taman Makam Pahlawan Penglipuran.

Jumat, 07 November 2025

Komitmen Kuat Jaga Stabilitas Harga Menjelang Hari Raya, Bupati Bangli Pimpin Rapat High Level Meeting TPID dan TP2DD

Laporan Reporter : Dearna / Tim Lpt 

Bangli , Bali Kini - Bupati Bangli SN Sedana Arta, memimpin Rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Bangli Tahun 2025. Pertemuan penting ini dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi dan menjaga stabilitas harga, khususnya menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan yang jatuh pada bulan November 2025.

Rapat HLM ini dihadiri oleh Perwakilan Forkopimda, Pengadilan Negeri Bangli, Deputi Direktur dan Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Bali, Kepala Gudang Bulog Bebalang, Kepala BPS Kabupaten Bangli, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, Kepala BPD Bali Cabang Bangli, Direktur PT. Bhukti Mukti Bhakti, serta para Pimpinan Perangkat Daerah yang tergabung dalam TPID dan TP2DD. Bertempat di Ruang Rapat Gedung Bukthi Mukti Bhakti (BMB) pada Jumat,(7/11/25).

Dalam sambutannya, Sedana Arta menekankan pentingnya sinergi dan komitmen bersama seluruh stakeholder untuk mengatasi tantangan kenaikan harga menjelang hari raya besar keagamaan. Ia memberikan sejumlah penekanan utama kepada TPID Kabupaten Bangli yakni TPID diminta untuk mengantisipasi inflasi menjelang hari raya dan memastikan stok bahan pangan terpenuhi agar tidak terjadi kenaikan harga. 
“Saya minta kepada Perangkat Daerah yang tergabung dalam TPID agar lebih proaktif dalam melakukan antisipasi kenaikan harga, memperkuat sinergi komunikasi, dan mendukung pengelolaan ekspektasi untuk mencegah panic buying di masyarakat, ujarnya”.

Dalam setiap kegiatan dan program pengendalian inflasi, diperlukan sinergi, dukungan, koordinasi, dan komitmen dari berbagai pihak. Seluruh Perangkat Daerah yang tergabung dalam TPID diinstruksikan untuk melaksanakan kegiatan secara maksimal dan tetap berpatokan kepada 4K, yaitu: Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, serta Komunikasi yang Efektif. 

Sedana Arta juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah atas upaya dan program yang telah dilakukan. Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang terus melakukan pendampingan dan supervisi terhadap pelaksanaan pengendalian inflasi di daerah, Bulog dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangli yang selalu bersinergi dengan segenap stakeholder dalam melakukan upaya pengendalian inflasi. 

Pertemuan HLM ini diharapkan dapat semakin menguatkan sinergitas anggota TPID serta stakeholder pendukung dalam menjaga stabilitas harga, ketersediaan bahan pokok, sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi yang baik di Kabupaten Bangli.

Minggu, 26 Oktober 2025

Wabup Diar Tinjau Pasar Tani: Upaya Jaga Stabilitas Harga Pangan Lokal.


Laporan Reporter: Tim Lpt 

Bangli , Bali Kini  – Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar didampingi Ketua GOW Kab.Bangli Ny. Suciati Diar, hadir dan meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pasar Tani yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli pada Jumat (24/10/2025) bertempat di halaman Gedung PLUT Kabupaten Bangli. 

Tampak hadir dalam acara tersebut Ketua DWP Kab.Bangli, Ny.Pusparini Riana Putra, Sekretaris TP.PKK.Kab.Bangli, Perwakilan Anggota Forkompimda Kabupaten, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab.Bangli, Camat Bangli.Organisasi Wanita di Kabupaten Bangli

Kegiatan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bangli untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan harga pangan, dan memperpendek rantai distribusi dari petani ke konsumen. Dan gerakan Pasar Tani ini secara rutin dilaksanakan sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi, terutama yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan pangan pokok menjelang hari raya keagamaan atau periode tertentu.

Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma, menyampaikan bahwa Pasar Tani bertujuan untuk Meningkatkan Keterjangkauan Harga, Dengan mempertemukan langsung produsen (petani) dengan konsumen, harga komoditas yang dijual adalah harga di tingkat petani, sehingga relatif lebih murah dibandingkan harga pasar. 

Sarma berharap kegiatan ini membantu menjaga harga pangan tetap stabil dan ketersediaan pasokan di tengah masyarakat. Dan petani mendapatkan wadah langsung untuk memasarkan hasil panennya, yang juga menguntungkan konsumen. Pada kesempatan yang sama juga dijelaskan kegiatan pasar tani ini akan terus berlanjut di seluruh  kecamatan yang ada di kabupaten  Bangli. 

Dalam kunjungannya, Wakil Bupati I Wayan Diar menyampaikan apresiasi atas inisiatif Dinas PKP Bangli. Beliau berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh masyarakat dan para petani. "Gerakan Pasar Tani ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam menjamin kebutuhan pokok masyarakat bisa terpenuhi dengan harga yang terjangkau," ujar Wabup Diar. Beliau juga menambahkan bahwa Pemkab Bangli berupaya keras menjembatani agar konsumen lebih dekat dengan petani, sehingga masyarakat mendapatkan harga yang relatif murah, sementara petani juga terbantu dalam pemasaran.

Gerakan Pasar Tani ini menjual beragam komoditas pertanian dan pangan pokok berkualitas, seperti beras, bawang, cabai, sayuran, dan hasil perikanan, yang dijual dengan harga khusus. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam memanfaatkan momen ini untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Jumat, 17 Oktober 2025

Bangli Sulap Perpustakaan Sekolah Jadi Ruang Kreatif Generasi Digital


Laporan : Tim Lpt 
Bangli , Bali Kini - Di era digital yang serba cepat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli tak ingin anak-anaknya kehilangan sentuhan dengan buku dan dunia literasi. Untuk itu, gebrakan dilakukan dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Dasar (SD), yang bertujuan mengubah wajah perpustakaan menjadi ruang kreatif dan inovatif bagi siswa.

Bimtek yang dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Bangli, I Made Ari Pulasari, pada Selasa (7/10) ini, menyasar 44 pengelola perpustakaan dari empat kecamatan. Ari Pulasari menekankan bahwa perpustakaan harus bertransformasi menjadi "laboratorium literasi" yang mampu menumbuhkan minat baca dan daya pikir kritis siswa.
"Anak-anak sekarang lebih asyik dengan gadget. Ini tantangan bagi kita untuk membuat perpustakaan lebih menarik dari sekadar layar smartphone," ujar Ari Pulasari dengan semangat. "Kita ingin perpustakaan menjadi tempat yang menyenangkan, tempat mereka menemukan ide-ide baru dan berani berkreasi."

Ni Wayan Puni Antari, Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Bangli, menambahkan bahwa Bimtek ini akan membekali para pengelola perpustakaan dengan keterampilan manajerial, pemanfaatan teknologi informasi, serta pengembangan program literasi yang inovatif. "Kami ingin perpustakaan tidak hanya menjadi tempat meminjam buku, tetapi juga tempat belajar, bermain, dan berinteraksi," katanya.

Ia juga menambahkan adapun peserta yang hadir yakni dari pengelola perpustakaan SD Kecamatan Bangli 13 orang , Kecamatan Kintamani 7 orang , Kecamatan Tembuku 11 orang, dan 13 orang dari Kecamatan Susut. Puni Antari juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Bimtek ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Salah satu peserta Bimtek,  (Pengelola Perpustakaan) mengaku sangat antusias dengan pelatihan ini. "Saya jadi punya banyak ide untuk membuat perpustakaan saya lebih hidup. Saya ingin membuat pojok baca yang nyaman, mengadakan lomba-lomba yang menarik, dan memanfaatkan media sosial untuk promosi," ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Nyoman Sri Sumertini dan I Nyoman Suarcayasa, yang merupakan pustakawan dari Biro Organisasi Provinsi Bali. Materi yang disampaikan mencakup pemaparan teknis pengelolaan perpustakaan hingga praktik langsung, sehingga ilmu yang didapat dapat diterapkan secara optimal di masing-masing sekolah. 

Dengan sentuhan kreativitas dan inovasi, Pemkab Bangli berharap perpustakaan sekolah dapat menjadi magnet bagi siswa, sehingga budaya literasi dapat terus tumbuh dan berkembang di kalangan generasi muda.

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved