-->

Kamis, 01 Desember 2022

KSOP Beri Pas Kecil Bagi 150 Nelayan Amed dan Bunutan Bentuk Apresiasi Tolong Korban KMP Mutiara Timur I


BALIKINI.NET | KARANGASEM — Sebanyak 150 jukung nelayan di Desa Bunutan dan Amed, Kecamatan Abang, Karangasem yang terlibat dalam penyelamatan dan evakuasi korban kecelakaan, kebakaran kapal KMP Mutiara Timur 1 dimana peristiwanya sendiri terjadi di perairan Kubu sudah beberapa waktu lalu diberikan Pas Kecil sebagai bentuk apresiasi. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala KSOP Pelabuhan Padang Bai, Ni Luh Putu Eka Suyasmin, Kamis (1/12/2022). "Pas Kecil kami berikan secara gratis kepada para nelayan di Desa Bunutan dan Amed, sebagai bentuk apresiasi dan rasa terimakasih KSOP Padang Bai," Tandasnya. 

Untuk diketahui, Pas Kecil adalah Surat Tanda Kebangsaan Kapal yang diperuntukan bagi kapal-kapal dengan tonase kotor kurang dari GT 7, yang sebagian besar terdiri dari kapal-kapal tradisional dan kapal nelayan dengan jumlah yang banyak.

Lanjut Suyasmin, hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 32/PK/DK/2021 tertanggal 8 Maret 2021. "Pas Kesil tersebut merupakan bukti kepemilikkan kapal atau perahu jukung, ini hampir sama dengan seperti BPKB pada kendaraan bermotor. Dimana, Pas Kecil ini sebagai bukti bawah perahu jukung tersebut pemiliknya terdaftar dan ada surat kepemilikannya. Keuntungan lainnya, jika nantinya nelayan membutuhkan modal usaha, Pas Kecil tersebut bisa dijadikan agunan ke Bank untuk mendapatkan kredit," Terangnya. Perahu jukung nantinya akan terdata di Kementrian Perhubungan. Dengan demikian jika terjadi sesuatu di tengah perairan, akan mudah bagi nelayan pemerintah untuk mengidentifikasi.

Nantinya, petugas KSOP akan melakukan pengukuran perahu jukung nelayan, termasuk jenis mesin dan kapasitasnya serta penentuan nama lambung perahu jukung tersebut. (Ami)

Percepat Penurunan Stunting, TP PKK Denpasar Kembali Serahkan Bantuan 160 Paket PMT


BALIKINI.NET | DENPASAR — Dalam upaya membantu  Pemerintah Kota Denpasar menurunkan angka stunting, Tim  Penggerak PKK Kota Denpasar kembali menggelar kegiatan Menyapa dan Berbagi dengan menyerahkan Bantuan sebanyak 160 paket Pemberian Makan Tambahan (PMT) kepada Balita, Ibu Hamil , Difabel dan Lansia di seluruh kecamatan di Kota Denpasar.

Bantuan PMT ini langsung  diberikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dan Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana ke Banjar Kertajiwa Desa Kesiman Kertalangu dan  di Kantor Camat Denpasar Utara, Kantor Camat Denpasar Barat dan Kantor Camat Denpasar Selatan Kamis (1/12). 

Dalam kesempatan  itu Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, bantuan ini dilaksanakan secara berkelanjutan  dalam mempercepat penurunan angka stunting dan membantu kebutuhan pangan kepada masyarakat yang membutuhkan.  Bantuan kali ini ada 160  paket dari jumlah itu sebanyak 40 paket diberikan ke lansia, 48 paket untuk balita, 40 paket untuk difabel dan  32 paket untuk ibu hamil.

Lebih lanjut Ny. Sagung Antari Jaya Negara menjelaskan stunting  adalah masalah pada pertumbuhan anak antara tinggi badan, berat badan yang tidak sesuai dengan umurnya.  Stunting juga menjadi perhatian di Pemerintah Pusat, untuk itu bagi yang memikili balita agar rutin datang ke  kegiatan posyandu yang ada di banjarnya masing-masing.  "Agar  masyarakat   memperoleh pelayanan kesehatan  dan   tumbuh kembangnya sesuai dengan umurnya," jelas Ny.Sagung Antari Jaya Negara.

Tidak hanya itu dalam kesempatan ini Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengharapkan  ibu hamil agar menjaga pola makanannya, rajin periksa kesehatan ke dokter dan nanti setelah lahir rajin datang ke tempat fasilitas kesehatan yang ada di Kota Denpasar.  Untuk  lansia  dan difable, PMT ini diharapkan bisa dapat membantu meringankan kebutuhan pokok dan dapat meningkatkan kesehatanya. 

Salah satu penerima bantuan Agie dari Banjar Pekandelan   mengucapkan terima kasih atas perhatian Tim Penggerak PKK Kota Denpasar khususnya ibu Ketua TP PKK Kota Denpasar atas bantuan PMT yang diberikan kepada para ibu hamil, balita difable dan lansia.  Bantuan ini menurutnya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Untuk kedepan saya berharap selalu diberikan kondisi lebih sehat dan janin lebih sehat. “Terima kasih kepada ibu Ketua TP PKK Kota Denpasar atas bantuan yang diberikan,” ungkapnya. (ayu)

Wakil Bupati Mulang Pekelem Di Goa Rajo Waterfall


BALIKINI.NET | BANGLI — Bertepatan dengan rahinan Buda Kliwon Gumbreg (30/11/22) wakil Bupati Bangli I Wayan Diar mengikuti seluruh rangkaian upacara yang dilaksanakan Serangkian karya piodalan dan mepelaspas Pelinggih di area Goa Rajo Waterfall Desa jehem Kecamatan Tembuku Kab Bangli.

Adapun rangkaian karya berlangsung dari pagi hari diawali dengan Pecaruan amancaan ditambah anjing blangbumkem,dan mepelaspas Pelinggih,prosesi karya dipuput oleh Dua sulinggih yaitu Ida Pedanda Istri Made Rai(Siwa) dari Griya Bangli dan Ida Pedanda Gede Wana Yoga( Budha) dari Griya Wana Sari Karangasem.

Rentetan upacara juga dilanjukan dengan Mulang Pekelem ke Goa oleh Wakil Bupati,Di dampingi Ketua GOW Ny Suciati Diar, Camat Tembuku dan undangan lainya.prosesi Mulang Pekelem sebagai persembahan atau pengorbanan umat Hindu atas rasa terima kasih kepada sang pencipta serta manepestasinya dengan tujuan memohon dan menjaga keharmonisan alam semesta.

Usai ngaturang piodalan wakil Bupati beserta pemedek mengikuti persembahyangan bersama . prosesi upacara piodalan dan melaspas turut dipentaskan tari wewalian 
Wayan Diar politisi asal Desa Belantih Kecamatan Kintamani dalam arahannya mengajak kepada pengelola agar sanantiasa  menjaga lingkungan dimana air sumber kehidupan  bersama ,untuk menjaganya kita harus membudidaya gotong royong agar kelestarian alam yang ada di Goa Rajo Waterfall dapat lestari, asri ,dan indah disamping itu wakil bupati juga berharap dikembangkan wisata religius yang tidak menyampingkan wisata air terjun " ajaknya".

Sementara I Ngh Tesan dalam laporannya mengatakan rangkaian piodalan di Goa Raja Waterfall dengan Pekelem berupa bebek hitam ,ayam hitam dan empas  dengan tujuan menyeimbangkan antara Buana alit serta Buana agung.

Mengakhiri rangkaian upacara tersebut wakil Bupati menyerahkan Punia yang diterima pengelola yang di lanjutkan dengan penandatangan Prasasti.

Rabu, 30 November 2022

Tindaklanjuti Aduan Warga, Kelurahan Padang Sambian Pantau Sapi Yang Berkeliaran di Pemukiman


BALIKINI.NET | DENPASAR — Menindaklanjuti aduan warga perihal sapi yang berkeliaran dan membuang kotoran di area perumahan warga, Kelurahan Padang Sambian pada Rabu (30/11)  melakukan tindakan pemantauan. Di bawah komando Lurah Padang Sambian, I Ketut Alit Artika, jajaran petugas mulai pagi menyisir lingkungan Buana Indah untuk melakukan tindakan pemantauan tersebut. 

Lurah Alit Artika menjelaskan, pada saat melakulan pemantauan, petugas berfokus pada sejumlah sapi yang sering berkeliaran di area pemukiman warga. 

"Kami mendapatkan aduan dari warga soal sapi sapi yang sering berkeliaran di area perumahan. Dari hasil pemantauan  tadi pagi, sebanyak 4 ekor sapi sudah ditangkap dan dijual. 3 ekor lainnya sudah dipatok dan kami ikat, sedangkan 5 ekor tadi sempat lari ke semak semak, dan masih kami upayakan untuk ditangkap," jelasnya. 

Sapi sapi ini, lanjut Alit Artika kerap membuang kotoran dan merusak tanaman warga di area perumahan tersebut. 

"Untuk kenyamanan warga, maka tindakan pagi ini perlu kami libatkan warga. Karena memang keberadaan sapi sapi ini menganggu  aktifitas masyarakat, karena hewan mereka  membuang kotoran sembarangan hingga merusak tanaman warga," tegasnya. 

Tindakan pemantauan ini melibatkan unsur Satpol PP, aparat Polsek Denpasar Barat serta staf kelurahan lainnya. Alit Artika mengatakan, pihaknya masih akan melanjutkan tindakan ini hingga semua sapi yang berkeliaran dapat ditangkap dan dikandangkan.

Wawali Arya Wibawa Hadiri Peringatan HKN dan HAS


BALIKINI.NET | DENPASAR Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa hadiri peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 dan Hari Aids Sedunia (HAS) Tahun 2022 yang dipusatkan di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Rabu (30/11). 

Kegiatan yang dihadiri Forkopimda Kota Denpasar, anggota DPRD Kota Denpasar, AA Putu Gde Wibawa, OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar serta tenaga kesehatan dan undangan lainnya. 

Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa  mengatakan pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya pembangunan Nasional yang diarahkan untuk tercapainya kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat bagi seluruh masyarakat. 

Peringatan HKN ke 58 Tahun 2022 mengangkat tema "Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku" sedangkan peringatan HAS Nasional mengangkat tema " Satukan Langkah Cegah HIV, Semua Setara Akhiri AIDS" hal ini sejalan dengan spirit Pemerintah Kota Denpasar "Vasudaiva Khutumbakam" menyama braya. 

"Dengan tema tersebut sejalan dengan spirit kita di Kota Denpasar yang mengandung makna dalam kehidupan ini kita semua bersaudara semua sektor kehidupan harus diselesaikan dengan parasparos sarpanaya, salunglung sabayataka. Semua persoalan yang kita hadapi, mari kita selesaikan bersama," ujarnya. 

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua insan kesehatan, masyarakat, lintas sektor, swasta, media, LSM dan akademisi yang telah bahu membahu dalam melaksanakan pembangunan kesehatan di Kota Denpasar. 

Sementara Ketua Panitia, Tri Indarti mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membawakan pesan bahwa di masa transisi pandemi ke endemi kita tidak boleh lengah, seluruh komponen bangsa, masyarakat, ormas maupun swasta berperan serta dalam menjaga kesehatan dan semakin menggalakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
 
Lebih lanjut Tri Indarti yang juga Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar mengatakan berdasarkan laporan sampai dengan Bulan Oktober 2022 jumlah kasus HIV dan AIDS yang tercatat di Kota Denpasar sebanyak 14.577 kasus. Dari data tersebut adapun golongan umur kasus HIV terbanyak pada usia produktif yaitu 20-29 Tahun (38%), usia 30-39 tahun (34%) dan usia 40-49 tahun (16%). Sedangkan resiko penularan terbanyak heteroseksual sebanyak 72% kasus, homoseksual (19%), Narkotika (4%) dan dari ibu ke bayi (3%).

"HIV masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional. Oleh karena itu diperlukan dukungan semua pemangku kepentingan untuk mengatasi tantangan tersebut, baik oleh Pemerintah, akademisi,masyarakat, swasta maupun semua stake holder," ujarnya. 

Terkait rangkain kegiatan pihaknya mengatakan diisi berbagai lomba, sosialisasi, bantuan sosial, donor darah, launching Gadar Santi serta dilaksanakan pelantikan KSPAN sekolah SMP,SMA/SMK di Kota Denpasar. 

Pelatihan Pemandu Wisata Selam Masuki Hari Ketiga


BALIKINI.NET | KARANGASEM — Guna tingkatkan profesionalisme para Pemandu Wisata Selam, mendapat pelatihan dari pemerintah Kabupaten Karangasem, sebagai wujud meningkatkan mutu atau kualitas aktifitas wisata di kabupaten Karangasem. 

Rabu, (30/11/2022)  Pelatihan ini telah memasuki hari ketiga. Dengan diikuti oleh 40 peserta yang merupakan diver di wilayah Tulamben dan Amed. Pelatihan juga dipandu oleh narasumber dari P3B, dengan pengaplikasian materi secara praktek. 

Kegiatan diawali dengan melakukan persiapan alat praktek, dilanjutkan dengan praktek pemberian briefing kepada para tamu yang akan dipandu. Setelah praktek briefing yang dilakukan oleh 10 kelompok peserta didampingi instruktur masing-masing, diadakan evaluasi terlebih dahulu oleh instruktur utama. Selesai evaluasi, seluruh peserta melanjutkan praktek berikutnya yaitu bongkar pasang peralatan selam serta praktek penyelaman di dalam laut. Dalam hal ini didampingi para instruktur dengan didahului briefing teknis dan latihan pernafasan. 

Kepala Disbudpar Kabupaten Karangasem, I Wayan Astika mengatakan jika giat pelatihan kali ini ditutup dengan Praktek penyelaman, tak lupa pula yang terpenting ialah memberi materi terkait keselamatan bagi para wisatawan. "Besok dilanjutkan dengan materi praktek penanganan keluhan wisatawan dan evaluasi secara menyeluruh," Kata Wayan Astika. (Ami)

Bupati Sedana Arta Paparkan Potensi Serta Perkembangan Pembangunan di Kabupaten Bangli


BALIKINI.NET | BANGLI — Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, SE, hadir sebagai narasumber dalam Forum Group Discussion (FGD) dengan tema " Peran TNI AD Dalam Membantu Pemerintah Daerah Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Daerah Tertinggal", yang diselenggarakan oleh Staf Ahli Kasad Bidang Ekkudag, bertempat di Aula A.H. Nasution Markas Besar TNI AD Jln. Veteran Jakarta, pada Rabu 30/11/22). Bupati Sedana Arta didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta, Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika, Dandim 1626/Bangli Letkol Arh Sutrisno, S.Sos , serta OPD terkait dilingkungan Pemkab Bangli. 

Turut hadir dalam FGD tersebut, Irjenad, Pangdam II/ Sriwijaya, Para Pa Sahli TK. III Kasad, Para Pa Sahli TK. II Kasad, Bupati Musi Rawas Utara, serta undangan lainnya.

Koordinator Staf Ahli Kasad, Letnan Jendral TNI Afini Boer dalam sambutannya menyampaikan, Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang yang pembangunannya terus mengalami perkembangan yang diwujudkan dalam pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, dimana terdapat banyak hambatan dan tantangan dalam pelaksanaannya yang datang dari berbagai aspek. Salah satu hambatannya adalah kebijakan pembangunan Indonesia yang selama ini berorientasi pada pembangunan yang bertumpu pada daerah tertentu dalam hal ini Jawa-sentris. Pembangunan dalam bidang apapun, pada hakikatnya menghendaki terjadinya keseimbangan yang tercermin dalam konsep pemerataan pembangunan.  Terkait dengan idealisasi pembangunan serta pelaksanaan pembangunan yang berimbang di daerah, maka diterbitkanlah UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 1 tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Undang-undang ini merupakan upaya untuk mendorong proses percepatan pembangunan daerah oleh daerah itu sendiri dan hasilnya ditujukan untuk kesejahteraan rakyat di daerah tersebut. "Ujarnya".

Pihaknya menambahkan, Peraturan Presiden Nomor 63 tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal, menyebutkan bahwa Desa Tertinggal adalah kondisi daerah Kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan daerah lainnya dalam skala nasional. Berdasarkan data yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019, sejumlah 62 Kabupaten di Indonesia termasuk ke dalam daerah tertinggal. Dalam konteks desa, Pemerintah mendorong setiap daerah tertinggal untuk mengembangkan komoditas unggulan daerah dan produk unggulan desa dan kawasan pedesaan. Hal ini penting mengingat banyaknya potensi sumber daya alam, baik pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan, pariwisata, maupun sumber daya mineral yang tersebar di 62 daerah tertinggal. Sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mendukung RPJMN 2020-2024, maka disusun prioritas kebijakan nasional yaitu pengembangan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan. Kementerian PPN/ Bappenas telah melakukan mainstreaming 62 daerah tertinggal sebagai lokasi prioritas daerah afirmasi (daerah yang telah ditetapkan). "Imbuhnya".

Kembali ditambahkan, berbagai program pembangunan yang dibiayai dari skema anggaran kementerian/lembaga maupun dari skema Dana Alokasi Khusus (DAK) diarahkan untuk fokus memprioritaskan daerah afirmasi sebagai bentuk keberpihakan pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan 62 daerah tertinggal. Wilayah tertinggal pada umumnya mempunyai kriteria perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksebilitas dan karakteristik daerah dengan letak geografisnya yang relatif terpencil, miskin sumber daya alam, atau rawan bencana alam. Wilayah tertinggal berada di wilayah pedesaan yang mempunyai keterbatasan seperti keterbatasan sumber daya alam, keterbatasan sarana dan prasarana, keterbatasan aksesibilitas ke pusat-pusat pemukiman lainnya.  Hal tersebut menyebabkan kemiskinan serta kondisinya relatif tertinggal dari pedesaan lainnya dalam menerima dan memanfaatkan hasil pembangunan dan perkembangan peradaban. Melihat berbagai permasalahan yang ada di daerah tertinggal maka perlu adanya penanganan secara bersama oleh instansi terkait baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait lainnya untuk mengembangkan dan memberdayakan daerah tertinggal.

Pihaknya berharap peserta agar fokus dalam diskusi tersebut pada upaya yang bisa dilakukan sehingga konsep Peran TNI AD Dalam Membantu Pemerintah Daerah Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Daerah Tertinggal bisa terwujud., Melaksanakan diskusi dengan selalu berpedoman kepada prinsip musyawarah dan mufakat untuk menemukan solusi terbaik, serta tetap memperhatikan etika dan tata krama yang baik, sehingga komunikasi dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan poin-poin penting sebagai bahan kajian.,Semua peserta diharapkan ikut terlibat aktif dalam memberikan masukan yang konstruktif, agar bisa menjadi bahan yang bermanfaat dalam pembuatan kajian dan Kepada Tim Pokja agar memanfaatkan kegiatan ini sebagai media untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya kepada narasumber agar produk kajian yang dihasilkan berkualitas dan memberikan keyakinan yang besar kepada pimpinan dalam mengambil keputusan.

Bersama empat narasumber lainnya, diantaranya, Aster Kasad Mayjen TNI Karmin Suharna, S.I.P., MA., Sekretaris Kementrian PPN/ Sekretaris Utama Bappenas, Dr. Ir. Taufik Hanafi, MUP., Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes RI, Ir. Eko Sri Haryanto, M.M., dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf RI, Drs. Vinsensius Jeadu MBA., Bupati Bangli memaparkan perkembangan pembangunan sekaligus giat pembangunan kedepan yang masih akan dilakukan, termasuk memberikan perhatian lebih kepada desa miskin dan tertinggal di Bangli, serta siap selalu bersinergi dengan Kodim 1626 Bangli.

Bupati asal Desa Sulahan tersebut mengatakan Kabupaten Bangli adalah salah satu Kabupaten yang terletak di tengah- tengah pulau Bali, merupakan salah satu Kabupaten yang tidak memiliki garis pantai, namun Bangli memiliki Gunung dan Danau Batur dengan pemandangan yang sangat menakjubkan, sebagai sumber air yang mampu mengaliri hampir semua Kabupaten yang ada di Bali, sehingga Bangli sering disebut  sebagai sarining Padma Bhuana Bali. Semenjak dirinya menjabat sebagai Bupati, beberapa pembangunan strategis telah dilakukan di Kabupaten Bangli meliputi pembangunan alun- alun Bangli, pembangunan  gedung DPRD, gedung BMB, Pembangunan RSUD Bangli, pembangunan pasar, peningkatan kapasitas jalan raya serta pembangunan infrastruktur lainnya, yang sudah tentu pembangunan tersebut adalah untuk kepentingan umum masyarakat Kabupaten Bangli. "Ujar Sedana Arta".

Ia menambahkan, Bangli juga memiliki potensi alam yang luar biasa, yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian dan pariwisata, yang saat ini sedang berkembang di Kabupaten Bangli. Dibidang pertanian Bangli memiliki beberapa produk unggulan seperti jeruk kintamani dan kopi arabika kintamani, dibidang pariwisata Bangli juga memiliki pemandangam gunung dan danau batur yang sangat indah, sehingga saat ini mulai bermunculan beberapa cofee shoop di area tersebut. Sedana Arta berharap melalui pemanfaatan sumberdaya alam tersebut PAD Kabupaten Bangli dapat ditingkatkan, yang mana saat ini PAD Kabupaten Bangli paling kecil dibandingkan Kabupaten lain yang ada di Bali. "Imbuhnya".

Dalam kesempatan tersebut Sedana Arta mengucapkan terimakasih kepada TNI , yang mana selama ini Pemerintah Kabupaten Bangli bersama Kodim 1626 Bangli sudah selalu bersinergi dalam menjaga keamanan di Kabupaten Bangli, di masa pandemi Covid- 19 serta dalam menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan pariwisata yang ada di Bangli. "Melalui  Forum Group Discussion ini kami berharap, sinergitas antara Pemerintah Daerah dan TNI selalu bisa dijaga dalam memberi pelayanan kepada masyarakat". "Tutup Sedana Arta".

Di akhir acara FGD Bupati Sedana Arta berkesempatan bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI Dr. Dudung Abdurachman,S.E., M.M. Sedana Arta mengucapkan terimakasih atas waktu yang telah diberikan untuk menjadi narasumber dalam FGD tersebut. Ia berharap, untuk kedepannya Pemerintah Pusat agar selalu mendukung serta membantu keberlangsungan pembangunan- pembangunan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Bangli demi terwujudnya visi "Nangun Sat Kerti Loka Bali di Kabupaten Bangli Menuju Bangli Era Baru".

Walikota Jaya Negara: Wujud Syukur, Jaga Keseimbangan Alam Semesta Beserta Isinya


BALIKINI.NET | DENPASAR — Pemkot Denpasar menggelar Karya Padudusan Agung Pemahayu Jagat dan Mapakelem Kota Denpasar di Pura Dalem Sakenan, Kelurahan Serangan  Denpasar bertepatan dengan Budha Kliwon Wuku Gumbreg, Sasih Kaenem, Rabu (30/11). Kegiatan yang dilaksanakan sebagai wujud syukur sekaligus menjaga keseimbangan alam semesta ini turut dihadiri Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana. Tampak hadir pula Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Panglingsir Puri se-Kota Denpasar, perwakilan Forkopimda Kota Denpasar, OPD serta Bendesa Adat se-Kota Denpasar. 

Diringi suara kekidungan dan gambelan Gong Gede Desa Adat Panjer, rangkaian Puncak Karya berlangsung khidmat yang diawali dengan pangilen Tari Rejang Sari dan Rejang Renteng dari WHDI Kecamatan Denpasar Selatan, dilanjutkan dengan Tari Baris Gede oleh Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar. Selain itu turut dipentaskan Topeng Wali dan Tari Rejang Dewa. Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut turut Ngayah Megambel bersama Sekehe Gong Gede Desa Adat Panjer. Sementara itu, Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara dan Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa turut ngayah Tari Rejang Renteng. 

Adapun seluruh rangkaian Puncak Karya dipuput oleh Tri Sadhaka yakni Ida Pedanda Putra Telaga, Griya Telaga Gulingan Sanur, Ida Pedanda Gede Made Dharma Kerthi, Griya Budha Saraswati Taman Sari Batuan, Sukawati dan Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Kerti Buana, Griya Batur Giri Murti, Denpasar. Usai pelaksanaan karya, Tirta Pemahayu Jagat turut ditunas oleh Bendesa Adat se-Kota Denpasar untuk dipercikan di seluruh wilayah Desa Adat dan Pekarangan Rumah Masyarakat. 

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan bahwa upacara ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat bersama Pemerintah Kota Denpasar untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Karya ini juga menjadi sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan Karya Padudusan Agung Pemahayu Jagat dan Mapakelem Kota Denpasar  ini merupakan wujud syukur serta sebuah upaya untuk menjaga keseimbangan alam semesta beserta isinya, untuk itu mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana, serta seluruh masyarakat dan alam semesta beserta isinya terhindar dari penyakit dan marabahaya,” ujar Jaya Negara

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar, IB Alit Antara menjelaskan, Rangkaian pelaksanaan Karya Padudusan Agung Pemahayu Jagat Kota Denpasar diawali dengan Mapiuning Karya pada Tumpek Landep, 5 November lalu. Dilanjutkan dengan Mapepada dan Mendak Pakuluh yang dilaksanakan pada Senin (29/11). Sedangkan Puncak Karya Padudusan Agung Pemahayu Jagat dan Mapakelem Kota Denpasar dilaksanakan bertepatan dengan Budha Kliwon Wuku Gumbreg, Rabu (30/11). 

Lebih lanjut dijelaskan, berdasarkan Lontar Widhi Sastra Roga Sangara Bumi tujuan Pemahayu Jagat adalah untuk menjaga ketentraman dan mensejahterakan umat manusia. Hal ini dilaksanakan dengan memohon anugrah dengan menggelar upakara kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam menifestasinya sebagai Sang Hyang Baruna. 

“Tentunya upcara ini merupakan wujud bhakti dan syukur dalam menetralisir gering atau wabah seperti Covid-19, Gerubug pada hewan dan Sasap Merana pada tumbuhan, sehingga mampu terciptanya hubungan yang harmonis serta keseimbangan alam semesta sesuai dengan Tri Hita Karana,” ujarnya. 

Tingkatkan Hasil Panen Bupati Suwirta Semangati Petani Garam di Desa Kusamba


BALIKINI.NET | KLUNGKUNG — Tetap tingkatkan semangat dan jangan pernah putus asa demi mencapai hasil yang maksimal. Motivasi tersebut diberikan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta saat meninjau Lahan Garam Sistem Tunel di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Rabu (30/11). Secara sederhana, sistem tunnel berarti menambah wadah penampung dengan bantuan geoisolator dan penutup, lalu dirangkai seperti lorong. Sistem ini membuat petani garam tetap bisa berproduksi saat musim hujan

Pada kesempatan tersebut Bupati Suwirta meminta petani garam agar memanfaatkan dan mengelola Lahan Garam Sistem Tunel ini dengan sebaik-baiknya. Menurut Bupati, untuk mencapai hasil yang maksimal tidak terlepas dari kekompakan dan semangat juang yang tinggi. "Maka dari itu, bantuan dari Kementerian Sosial RI ini harus dimanfaatkan dan dijaga dengan baik agar nantinya menghasilkan garam yang maksimal," harap Bupati Suwirta.

Ketua Kelompok Garam Sistem Tunel Mangku Rena mengucapkan terimakasih kepada Bupati Suwirta atas dukungan, motivasi dan tentunya perhatiannya selama ini untuk memperjuangkan para petani garam khususnya yang ada di Desa Kusamba. Pihaknya mengaku panen garam dengan sistem tunel ini sudah pernah dilakukan beberapa waktu ini. "Untuk mencapai hasil panen, diperlukan waktu selama 3 sampai 4 minggu. Sementara, jika cuaca cerah panen bisa dilakukan hanya dalam waktu tiga minggu," ujarnya.

Turut hadir mendampingi Bupati, Kadis Sosial P3A Kabupaten Klungkung I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya dan Camat Dawan Dewa Widiantara.

Hadiri Peringatan HKN ke-58 Tahun 2022, Bupati Suwirta Launching Tiga Inovasi Kesehatan


BALIKINI.NET | KLUNGKUNG — Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menghadiri Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022 di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kania, Rabu (30/11). Dalam peringatan HKN ini, Bupati Suwirta juga melaunching tiga inovasi dari Dinas Kesehatan diantaranya Inovasi Kasi Nikah (Pelayanan Skiring, Konseling dan Pelayanan Kesehatan Pada Calon Pengatin), Kedhi Taro (Pembentukan Club Olahraga di Setiap Desa Pengantaran Obat Hipertensi ke Pasien) dan Lacak (Layanan Cepat Pemeliharaan Alat Kesehatan).

Sambutan Menteri Kesehatan RI yang dibacakan Bupati Suwirta menyampaikan Kemenkes saat ini sedang melakukan transformasi sistem kesehatan yang berfokus pada 6 pilar untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, produktif dan berkeadilan sekaligus sebagai bentuk kesiapan pemerintah dalam menghadapi masalah kesehatan dimasa yang akan datang. Terkait launchingnya tiga inovasi tersebut, Bupati berharap para Perbekel dan perangkat desa bisa bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk turun dan mulai bergerak melakukan langkah-langkah sosialisasi kepada masyarakat. Semua inovasi juga diminta harus terus diupdate. "Mudah-mudahan inovasi tersebut berjalan lancar dan tentunya dapat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat," ujar Bupati Suwirta.

Bupati menambahkan terkait penyakit Demam Berdarah (DB) yang belakangan ini melonjak. Petugas kesehatan diminta melakukan langkah-langkah ejukasi secara lebih luas untuk mencegah demam berdarah ini. "Ejukasi secara lebih luas harus dilakukan untuk mencegah demam berdarah. Selain itu, masyarakat yang mengetahui jika ada gejala-gejala harus segera melaporkan ke petugas," harap Bupati Suwirta.

Ketua Panitia Dr. Ni Putu Diana Wati mengatakan adapun beberapa rangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan diantaranya kegiatan nasional aksi bergizi, pemeriksaan HB pada remaja putri dilakukan di SMP dan SMA dilingkungan Kabupaten Klungkung, jalan santai, bakti sosial, seminar dan lomba-lomba. Adapun tema yang diusung yaitu Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku. "Selamat Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 bagi kita semua, semoga kita bangkit dan kembali produktif dengan tema tahun ini, Bangkit Indonesiaku Sehat Negeriku," ujarnya.

Diakhir kegiatan, Bupati Suwirta didampingi Wakil Ketua DPRD Klungkung Tjokorda Gde Agung, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung dr. Ni Made Adi Swapatni juga menyerahkan piagam penghargaan kepada masing-masing pemenang lomba.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved