-->

Jumat, 01 September 2023

Ny. Antari Jaya Negara Serahkan Alat Bantu Penyuluhan BKB Kit Stunting Di Kecamatan Denpasar Utara


DENPASAR - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas P2AP3KB yang bersinergi dengan TP. PKK Kota Denpasar kembali  menyerahkan alat bantu penyuluhan Bina Keluarga Balita (BKB) KIT Stunting. Paket bantuan itu diserahkan langsung Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara di tiga lokasi di Kecamatan Denpasar Utara, pada Jumat (1/9). 

Adapun tiga lokasi tersebut,  yakni Banjar Pucuk Sari, Kelurahan Dangin Puri Kauh, Banjar Sari, Kelurahan Ubung serta Banjar Tegeh Kuri, Kelurahan Tonja. 

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana dan juga Kepala Dinas P2AP3KB Kota Denpasar, I Gusti Agung Sri Wetrawati. 

Dalam arahannya, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara mengatakan penyerahan alat bantu BKB Kit Stunting ini, adalah wujud dukungan terhadap program pembinaan karakter kepada anak-anak di Kota Denpasar.

"Alat bantu yang kita serahkan ini kita harapkan akan mampu mendukung upaya pengembangan kegiatan dalam rangka pembinaan tumbuh kembang anak melalui 
pola asuh serta pendidikan yang benar," kata Ny. Antari Jaya Negara.

Pelayanan pendidikan yang diberikan kepada anak-anak usia dini ini, diharapkan akan dapat membuat mereka tumbuh dan berkembang secara optimal. Untuk itu, lanjut Ny. Antari Jaya Negara, TP PKK Kota Denpasar akan siap untuk bersinergi untuk bersama sama mendukung semua program pencegahan stunting.  

"Saya mengharap kedepannya semua pihak dapat terus bersama melakukan pencegahan dan pengawasan kepada anak anak sejalan dengan peningkatan SDM yang cerdas dan berkualitas," imbuh Ny. Antari Jaya Negara. 

Kepala Dinas P2AP3KB Kota Denpasar, Sri Wetrawati menjelaskan, BKB Kit Stunting adalah sarana atau alat bantu penyuluhan berupa seperangkat alat permainan edukatif dan seperangkat media serta materi yang digunakan kader untuk memberikan penyuluhan kepada keluarga yang mempunyai balita. BKB Kit Stunting ini adalah salah satu upaya untuk  meningkatkan penerapan pengasuhan 1000 (seribu) hari pertama kehidupan untuk mencegah dan menurunkan prevalensi angka stunting. 

"Hari ini kita menyerahkan di 3 lokasi di Kota Denpasar, dengan menyasar banjar banjar yang biasanya digunakan untuk penyelenggaraan Posyandu," ungkapnya. 

Adapun alat BKB Kit Stunting yang diserahkan adalah, Buku Bahan Penyuluhan, Alat Pantau Tumbuh Kembang Anak  yang terdiri atss Kalender Pengasuhan, Alat Permainan Edukatif, dan juga Media Penyuluhan Bagi Orang Tua.

Dukung Pengendlian Inflasi, Kelurahan Renon Panen Bawang Merah Sebanyak 9 Ton


Denpasar - Kelurahan Renon bersama Kelompok Tani Gapoktan Renon melaksanakan Panen Bawang Merah. Pelaksanaan panen sebagai upaya berkelanjutan dalam pengendalian inflasi ini turut dihadiri Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, AA Gde Risnawan di wilayah Subak Renon, Jumat (1/9). 

Hadir pula Kadis Pertanian AA Gde Bayu Brahmasta, Kadis Perindag, Ni Nyoman Sri Utari, Kabag Perekonomian Setda Kota Denpasar, I Wayan Putra Sarjana, Camat Denpasar Selatan, I Made Sumarsana, Bendesa Adat Renon, Kaling se-Kelurahan Renon, Siswa SDN 1 dan 3 Renon. 

Lurah Renon, I Gede Suweca saat dikonfirmasi menjelaskan, pelaksanaan panen bawang merah ini merupakan upaya berkelanjutan dalam mendukung pengendalian inflasi, khususnya di wilayah Kelurahan Renon. Dimana, pelakaanaan panen tersebar di 7 titik dengan hasil panen sebanyak 9 Ton. 

"Hasil panen kali ini tersebar di tujuh titik dengan hasil panen sebanyak 9 Ton," ujarnya

Lebih lanjut dijelaskan, selain menjadi terobosan dalam pengendalian inflasi, panen bawang merah kali ini juga dirangkaikan dengan penerapan kurikulum merdeka belajar. Sehingga pada kesempatan kali ini turut dilibatkan siswa SDN 1 dan 3 Renon. 

Gede Suweca berharap, kedepannya masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Gapoktan Renon terus berinovasi dalam mendukung peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen. Hal ini untuk mendukung kebutuhan masyarakat dalam rangka pengendalian inflasi berkelanjutan. 

"Kedepan kami berharap masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Gapoktan Renon terus semangat dalam mendukung kualitas dan kuantitas panen, sehingga mampu mendukung pengendalian inflasi berkelanjutan," ujarnya. (HUMASdps).

Kamis, 31 Agustus 2023

Gema Kreativitas HUT SMPN 1 Banjarangkan


KLUNGKUNG - Pj. Sekrataris Daerah Kabupaten Klungkung, I Dewa Gede Darmawan mewakili Bupati Klungkung menghadiri Puncak HUT ke-50 SMPN 1 Banjarangkan di Balai Banjar Pagutan, Desa Banjarangkan, Kamis (31/8).

Pj. Sekrataris Daerah Kabupaten Klungkung, I Dewa Gede Darmawan dalam sambutanya mengucapkan selamat Ulang Tahun SMPN 1 Banjarangkan semoga semakin jaya dan mampu melahirkan genarasi genarasi yang unggul. Lebih lanjut Pj. Sekda mengatakan Pembangunan digitalisasi dengan konsep merdeka belajar terus dikembangkan dengan tantangan kemajuan teknologi informasi dan era globalisasi. "berikan edukasi terkait Pemanfaatan TIK di Sekolah Dalam Rangka Digitalisasi Pendidikan Era Merdeka Belajar dan pendidikan karakter" ujar Dewa Darmawan.

Ketua Panitia I Wayan Redana, S.Pd dalam laporannya mengatakan, HUT SMPN 1 Banjarangkan mengambil tema "Semarak HUT Ke-50 SMPN 1 Banjarangkan sebagai ajang Kreativitas Siswa untuk Mewujudkan Profil Belajar Pancasila melalui Merdeka Belajar" diisi berbagai lomba-lomba yakni, Lomba Mata Pelajaran, Matematika, IPA,IPS, Lomba story Telling, Lomba Macepat, Lomba Tarik tambang, Lomba estafet Belut, Lomba estafet tepung, Lomba estafet Kardus, Lomba jogged Tiktok, Lomba Kebersihan Kelas, Lomba mekendang tunggal, Lomba tari Condong, Lomba Tari Baris Tunggal, Nyurat Aksara bali, Melukis poster manual, Pidarta Basa Bali, Karake Lagu Pop bali Jalan Santai, dan Bakti Sosial.

Lebih lanjut dikatakan juga ada Lomba Eksternal “ INTERNAL COMPETITION OF ONE BANJARANGKAN (INCOBRA) mengundang siswa SD sekecamatan Banjarangkan dan desa Tulikup meliputi : Lomba Matematika,IPA,IPS, Bahasa Indonesia, Lomba baca Puisi, Lomba Macepat, Lomba Mekidung, Lomba Melukis Poster Manual, Lomba Mepidarta Basa Bali, Lomba Mesatua Bali, Lomba Tari Condong. "Adapun tujuan dari kegiatan tersebut untuk mengenang historis perjalanan sekolah SMPN 1 Banjarangkan dan menjadikan silaturahmi antar warga sekolah,  meningkatkan keterampilan dan kreatifitas siswa meningkatkan rasa kebersamaan dan persatuan antar warga SMP Negeri 1 Banjarangkan," ujar Wayan Redana.

Walikota Jaya Negara Hadiri Piodalan Padmasana Dinas Perkim Kota Denpasar


Denpasar, Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I.B Alit Wiradana serta sejumlah pimpinan OPD dilingkungan Pemkot Denpasar mengikuti prosesi Piodalan Padmasana Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kota Denpasar, bertepatan dengan rahina Purnama Katiga, Kamis (31/8).

Rangkaian prosesi Piodalan di Padmasana Dinas Perkim ini diikuti dengan khusyuk oleh seluruh pegawai. Rangkaian piodalan diakhiri dengan sembahyang bersama yang dipuput oleh Ida Peranda Gede Oka Karang, Griya Tampakgangsul.

Walikota Jaya Negara mengatakan, berjalannya aktivitas adat dan keagamaan di Kota Denpasar sebagai landasan spirit kota berbudaya. Dimana, piodalan ini menjadi momentum untuk bersyukur dan meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. 

"Upacara Piodalan di Padmasana Perkim ini adalah momentum untuk selalu menjaga keharmonisan antara Parahyangan, Palemahan, dan Pawongan sebagai implementasi ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan. Mari tingkatkan Sradha Bhakti untuk memperkuat diri dalam menjalankan kehidupan sehari hari sesuai Swadarma dalam mendukung pembangunan di Kota Denpasar,” ujarnya.

Sementara Kadis Perkim Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja mengatakan, persiapan Piodalan di Padmasana Kantor Perkim Denpasar ini sudah dimulai sejak Rabu, 30 Agustus 2023 dengan bersih- bersih, memasang pengangge, tedung, umbul-umbul dan lainnya.

Puncak Piodalan pada hari, Kamis, 31 Agustus 2023 ini diiringi oleh Sekaa Santhi Graha Perkim, Gong Kebyar, Tari Rejang Sari, Tari Pendet, Topeng Monyer  yang dibawakan oleh  pegawai dan Bondres. 

"Kami berharap rangkaian prosesi Dewa Yadnya yang kami laksanakan ini dapat memberikan vibrasi positif dalam melaksanakan setiap kewajiban dan kinerja," kata Sucipta. (ays/humas.dps).

Pemkab Jembrana Ngaturang penganyar di Pura Penataran Agung Rinjani


JEMBRANA -- Pemkab Jembrana melaksanakan persembahyangan dan ngaturang bhakti penganyar di Pura Penataran Agung Rinjani, Desa Penaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (31/8).

Rombongan dipimpin Wakil Bupati Jembrana IGN Patriana Krisna, serta didampingi Plt Asisten 1 Setda Jembrana I Made Tarma, serta Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan, dan Perikanan Jembrana I Ketut Wardananaya.

Sebelumnya gempa sempat menerjang wilayah Lombok yang mengakibatkan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan termasuk pelinggih - pelinggih yang ada di Pura Penataran Agung Rinjani.

Atas dasar tersebut, pemerintah kabupaten Jembrana sebelumnya telah membantu pembangunan berupa pelinggih pengaruman yang ada di pura senilai 150 juta. Bangunan pelinggih tersebut tahun ini telah selesai dibangun.

Dalam keterangannya, Wabup Patriana Krisna mengatakan bantuan itu kini sudah bisa digunakan oleh umat.
" Hari ini bisa kita lihat, bantuan yang tahun lalu diberikan oleh Pemkab Jembrana telah dipergunakan untuk Bangunan Pelinggih Pengaruman. Sehingga hari ini kita bisa melaksanakan acara mendem pedagingan pada bangunan pelinggih tersebut," ujarnya .


Sementara Ketua Panitia/pengempon Penataran Agung Rinjani, Komang Suardana menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan Pemkab Jembrana. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Jembrana karena sudah dibantu. Bantuan yang dulu diberikan sudah kami gunakan dengan baik.” kata Suardana.( Gusadi/humas)

Pasar Relokasi Pedagang Pasar Umum Negara di Areal Parkir Pemkab Jembrana Resmi Dibuka


Jembrana - Pasca pengosongan revitalisasi pasar umum negara, Pemerintah Kabupaten Jembrana menyiapkan tempat untuk relokasi para pedagang pasar umum negara.  Relokasi pasar umum negara yang dipusatkan di areal parkir pemkab Jembrana akan berlangsung sampai bulan Mei-Juni 2024 dan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Jembarana I Nengah Tamba, Kamis (31/8). 
Diketahui terdapat 438 pedagang tertampung di area parkir pemkab Jembrana dan 161 di pasar ijo gading.

Usai melaunching pasar relokasi, dirinya pun menyempatkan diri untuk berkeliling menemui para pedagang yang sudah menempati kiosnya masing-masing. 

“Saya bertanya-tanya kepada para pedagang apakah langganan atau pembeli nya sudah datang, beberapa sebagian sudah datang dan sudah sumberingah, sudah senyum bagus, ” ujarnya. 

Bupati Tamba menyadari kondisi pasar relokasi masih sepi karena baru berjalan. Nantinya seiring waktu, setelah sosialisasi secara masif dilakukan maka semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan datang ke pasar relokasi.

“Keluhan dari para pedagang yang direlokasikan saat ini pasti ada, Mungkin 1 sampai 2 bulan ini butuh kesabaran dulu karena beberapa masyarakat belum mengetahui dan belum sempat datang kesini, ” ungkapnya. 

Bupati Tamba juga menggerakan para pegawai agar berbelanja kepasar tempat relokasi di saat jam istirahat  mapun pulang kerja. 

“Saya mengijinkan seluruh pegawai Pemkab Jembrana untuk datang berbelanja ke pasar di tempat relokasi berbelanja di jam istirahat atau pulang kerja, ” terangnya. 

Selain itu, bupati akan menggalang donasi dari para pegawai negeri sipil (PNS) terutama eselon II dan III, serta fungsional untuk mendonasikan gajinya sekitar Rp 50 ribu. Nanti donasi yang dikumpulkan dari pegawai akan dijadikan kupon belanja yang akan dibagikan kepada masyarakat pendamping.

“Nanti biar masyarakat datang belanja di pasar relokasi dengan kupon yang diberikan,” ungkapnya.

Bantuan yang dikonversikan dalam bentuk kupon dengan nilai Rp 10 ribu setiap kupon, akan diberikan kepada masyarakat pendamping yang tidak mampu.

 “Yang diprioritaskan nanti adalah warga kita yang kurang mampu dan sebagai penyanding tempat relokasi ini. Masing-masing warga diberikan 5 kupon,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian Dan Perdagangan, I Komang Agus Adinata menerangkan seluruh pedagang pasar umum negara sudah keluar dan mengosongkan pasar umum negara yang saat ini karena masih dalam proses pembongkaran. Ditempat relokasi ini di areal parkir pemkab jembrana tertampung 438 pedagang dan tersisa masih 10 kios untuk menunggu pedagang yang belum menempati tempat relokasi.  

“Sampai saat ini rupanya para pedagang secara mandiri telah melakukan relokasi secara swadaya maupun mandiri di tempat yang mereka inginkan, ” jelasnya. 

Lebih lanjut Adinata menjelaskan bahwa di pasar ijo gading sudah diisi oleh para pedagang dengan jumlah 161 pedagang relokasi, ditambah dengan pedagang senggol dan pedagang  isidentil. 

“Jadi sudah 100 persen para pedagang pasar umum negara telah merelokasi diri baik yang menempati tempat yang disediakan oleh pemerintah maupun secara mandiri, ” tandasnya (Adi)

Gubernur Koster Serahkan Aset Pemprov Bali Untuk Pembangunan Kantor Desa Subamia


Tabanan - Usai melaksanakan persembahyangan rutin di Pura Luhur Batukau, Penebel, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, melakukan kunjungan ke Desa Subamia, Kecamatan Tabanan, dalam rangka menghadiri acara Serah Terima Aset Pemerintah Provinsi Bali kepada Pemerintah Desa Subamia. Yang mana kegiatan tersebut dilangsungkan di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Subamia, Tabanan, bertepatan dengan rahina Wraspati Wage Pujut Purnamaning Ketiga, Kamis, (31/8).

Aset Pemprov Bali berupa tanah seluas 22,7 Are yang terletak di pertigaan Desa Subamia tersebut diserahkan secara langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster kepada Perbekel Desa Subamia, dimana tanah itu nantinya akan diperuntukan bagi pembangunan Kantor Desa atau Kantor Perbekel setempat dan sarana-prasarana lainnya. Turut hadir, jajaran Pemprov Bali, Ketua DPRD Tabanan, Sekda, para Asisten dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat dan unsur Forkopimcam Tabanan, serta Bendesa Adat setempat.

Gubernur Koster menyampaikan kebahagaiaanya bisa berbagi dengan masyarakat. Dikatakan semenjak dilantik menjadi Gubernur, pihaknya membuat suatu kebijakan karena tanah-tanah Provinsi yang ada di desa-desa Adat di Pemerintah Kabupaten yang tidak dikelola dengan baik, sepanjang pemerintah Provinsi Bali tidak ada kepentingan untuk menambah infrastruktur pemerintahan dan ada kepentingan ekonomi yang lainnya, maka itu pilihannya dihibahkan ke Pemerintah Daerah Kabupaten, ke Desa Adat, atau ke Desa Dinas. Supaya bisa menjadi produktif dan dikelola secara optimal oleh Pemda, Desa Adat ataupun Desa Dinas.

"Karena Tidak akan mungkin Pemerintah Provinsi Bali akan mengawasi terus ke lokasi, akhirnya terlantar dan difunsgsikan untuk hal yang tidak semestinya oleh sembarang orang. Oleh karena itulah, tiang menghibahkan lahan ini setelah dipelajari dan sesuai aturan, kemudian disetujui oleh DPRD Provinsi Bali dihibahkan kepada Desa Subamia, 22,75 are," ujar Koster sembari mengandaikan kalau harga tanah itu sekitar 200 juta per are, maka berarti sekitar 4,4 miliar nilainya itu untuk dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa Subamia.

Gubernur Koster juga menegaskan agar dalam pembangunan nanti dari segi konsep harus ditata dengan baik, misalnya untuk Kantor Perbekel, Sekolah, Paud ataukah fungsi-funsi ekonomi dan sosial lainnya harus direncanakan dengan sungguh-sungguh sesuai kebutuhan masyarakat, supaya betul-betul bermanfaat secara optimal. Koster juga berharap juga agar tanah ini menjadi aset permanen Desa Subamia dan juga sangat menegaskan agar tanah ini kedepan jangan sampai ditukar guling atau dipindah tangankan dan tanah ini wajib disertifikatkan atas nama Desa Subamia.

Selebihnya, Koster juga menyampaikan bukan hanya di Subamia, jika ada tanah-tanah Pemerintah Provinsi Bali yang tidak dikelola dengan optimal di Desa-Desa yang lain sepanjang tidak ada pembangunan atau kepentingan Pemerintah Provinsi Bali, hal itu bisa diajukan dan Pemerintah Provinsi Bali akan mempertimbangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Ditambahkannya akan jauh lebih bermanfaat apabila dikelola Desa Adat maupun Desa Dinas.

"Beliau (Gubernur) sangat luar biasa. Sempat tiang tanya tadi, sampai makan siang pun tak sempat demi masyarakat Bali. Luar biasa, kita salut sama beliau apalagi datang kemari tidak cuma-cuma, beliau membawa oleh-oleh tanah 22,75 Are. Begitu juga pejabat-pejabat Bali yang murah hati sekali dengan Kabupaten Tabanan, seperti Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Bali yang juga telah banyak memberikan aset di Tabanan, juga Bapak Kepala Perancanaan Pembangunan Daerah Bali yang juga sering membantu Tabanan. Tepuk tangan sekali lagi," pinta Bupati Sanjaya dalam sambutannya saat itu.

Politisi asal Dauh Pala Tabanan juga menyampaikan, bahwa masyarakat Subamia patut bersyukur atas Aset yang diberikan karena sudah barang tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya Pemerintah Desa Subamia. Apalagi selain Kantor Desa, juga akan didirikan Wantilan, PAUD dan sarana dan prasarana lainnya yang patut disyukuri, sehingga Desa Subamia bisa lebih memantapkan kinerja seluruh jajaran Pemdes yang nantinya bermuara pada kemajuan di Desa Subamia itu sendiri.

"Apa yang diberikan pak Gubernur adalah salah satu manfaat ataupun kontribusi dari dukungan masyarakat kepada Pemerintah. Berbanggalah kita di Kabupaten Tabanan, kebaikan Bapak Gubernur telah memperhatikan kita di Tabanan selama ini. Mari kita berdoa selalu, bukan hanya di Subamia tetapi di 133 Desa yang ada di Tabanan, dokan beliau agar sehat selalu dan kita mohon untuk memimpin Bali lagi kedepannya," imbuh Sanjaya.

Hal senada juga disampaikan Perbekel Desa Subamia, I Ketut Sandi Adnyana, terkait pada acara siang ini yaitu serah terima aset Pemprov Bali berupa tanah seluas 22,75 Are, rencananya Pemerintah Desa Subamia akan menggunakan lahan untuk membangun Kantor Kepala Desa atau Kantor Perbekel serta bangunan-bangunan dan sarana prasarana pendukung lainnya. Mengingat, Kantor Perbekel saat ini tempatnya kurang representatif dan berdekatan dengan Balai Banjar, sehingga sering terjadi benturan waktu antara Banjar dan Pemerintah Desa.

"Kami Pemerintah Desa Subamia mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur Bali dan Pemerintah Provinsi Bali yang sudah memberikan aset tanah untuk kami gunakan sebagai kantor Perbekel Desa Subamia. Begitu juga kepada Bapak Bupati Tabanan yang sudah mendukung permohonan kami untuk memohon tanah tersebut untuk menjadi aset Pemerintah Desa Subamia," ucapnya, dimana anggaran sementara pembangunan akan dianggarkan dari APBDes dengan konsep gotong-royong membangun Desa. @prokopimtabanan,-

Pecandu Sabu Ini Ajukan Banding Saat Dihukum 4 Tahun

 

Denpasar - Terdakwa Iwan Anugrah (47) merasa keberatan dengan hukuman yang diputuskan hakim di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (31/08). Putusan pidana 4 tahun penjara dirasakan berat baginya hingga mengajukan banding.

Pilihan untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi, bisa dikatakan jarang terjadi bagi pelaku yang terjerat perkara narkotika dengan ancaman hukuman di bawah 10 tahun penjara. Umumnya terdakwa hanya bisa menerima dengan pasrah putusan dari hakim. 

Namun bagi terdakwa Anugrah justru lain dari terdakwa lainnya. Ia mengaku dirinya hanyalah korban yang membuat kecanduan atau ketergantungan mengkonsumsi sabu. Dirinya hanyalah pengguna narkoba dan berharap bisa menjalani hukuman rehab. 

Sebagai dituangkan dalam dakwaan, diuraikan Jaksa IGST Lanang Suyadnyana,SH bahwa sebelumnya Kamis, 06 April 2023 sekitar pukul 13.00 Wita menghubungi rekannya bernama Oki untuk memesan sabu. Saat bertemu Oki, terdakwa memberikan uang sebesar Rp350 ribu untuk paket sabu berat bersih 0,07 gram.

Selanjutnya oleh Oki dipesankan sabu dengen menghubungi seseorang yang diketahui bernama Wayan. Sekitar pukul 14.30 Wita, Oki menerima pesan singkat berisi alamat tempelan yang dipusatkan di bawah pohon pinggir Jalan Kausalya, Legian Badung. 

Berdasarkan foto dan denah Map yang diberikan, keduanya meluncur ke lokasi dengan mengendarai sepeda motor. Begitu tiba di lokasi, terdakwa yang dibonceng langsung mengambil tempelan. 

Sialnya begitu barang diambil, ada dua anggota petugas menghampiri. Saat bersamaan, Oki yang posisi masih di atas motor langsung tancap gas. Saat  itu, Polisi menggiring terdakwa ke tempat tinggal Oki. Namun tidak ditemukan dalam kamar kosnya.

Selanjutnya terdakwa langsung dibawa ke Polresta Denpasar untuk proses lebih lanjut. Dari pengakuannya, rencananya sabu tersebut akan digunakan bersama dengan si Oki di kamar kosnya. 

Atas perbuatannya, terdakwa yang tinggal di Pemogan, Denpasar Selatan ini dinyatakan terbukti bersalah sebagaimana tertuang dalam Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009. 

"Mengadili terdakwa dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda sebesar Rp.800 juta, Subsider pidana dua bulan," putus hakim Ida Ayu Adnya Dewi, SH.,MH.
Sebelumnya pihak JPU Kejari Denpasar mengajukan tuntutan selama 5 tahun penjara. Atas putusan hakim, terdakwa langsung memilih jalab untuk mengajukan banding melalui kuasa hukumnya dari Posbakum PN Denpasar.

Peserta Utsawa Dharma Gita Duta Denpasar Dilepas, Ikuti Seluruh Kategori Perlombaan, Kirim 56 Peserta


Denpasar -- Duta Kota Denpasar dalam Lomba Utsawa Dharma Gita Provinsi Bali dilepas secara resmi Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, di Pura Agung Lokanatha, Lumintang Denpasar, Kamis (31/8). Pelepasan ini dilakanakan dengan memohon restu dengan bersembahyang bersama. Hadir dalam kesempatan ini Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Widyasaba se-Kota Denpasar, dan para peserta dari Duta Kota Denpasar. 

Dimana, Kota Denpasar menerjunkan 56 orang peserta dan mengikuti keseluruhan kategori perlombaan Utsawa Dharma Gita Tingkat Provinsi Bali yang akan berlangsung dari Tanggal 4-7 September 2023 di Taman Budaya, Art Centre Denpasar. 

Dalam kesempatan teserbut Sekda Alit Wiradana mewakili Walikota Denpasar menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat berlomba kepada seluruh duta Kota Denpasar. 

"Selama dan sukses mengukuti perlombaan Utsawa Dharma Gita tingkat Provinsi Bali, semoga harapan kita bersama dapat meraih juara umum tahun ini bisa tercapai," ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, Utsawa Dharma Gita merupakan wadah pengembangan kepribadian terutama bagi generasi muda. Sehingga, usai ajang perlombaan ini dapat terus dilakukan pembinaan-pembinaan untuk menghasilkan generasi dalam pelestarian kesusastraan Bali. 

"Diharapkan bagi para peserta,  sebelum berlomba agar memehami kriteria lomba untuk dijadikan standarisasi dan menetapkan tujuan sehingga bisa dirumuskan strategi berupa keterampilan dan teknik berlomba," ujarnya. 

Sementara Ketua Widyasaba Kota Denpasar Wayan Suarta Wijaya menyampaikan Duta Utsawa Dharma Gita Kota Denpasar telah siap mengikuti perlomaan Utsawa Dharma Gita Tingkat Provinsi Bali dengan melibatkan 56 peserta dan mengikuti seluruh kategori perlombaan. 

Adapun materi yang dilombakan yakni membaca  Sloka Anak-Anak Putra dan Putri, membaca Sloka Remaja Putra dan Putri, membaca Sloka Dewasa Putra dan Putri, membaca Palawakya Remaja Putra dan Putri, membaca Palawakya Dewas Putra dan Putri, membaca kekawin Remaja Putra dan Putri, membaca Kekawin Dewasa, nyanyian keagamaan, dan Dharmawacana Berbahasa Bali Anak Putra dan Putri. 

Selanjutnya, Dharmawacana Remaja Putra dan Putri, Dharmawecana Bahasa Bali Dewa Putra dan Putri, Dharmawecana Remaja Putra dan Putri, Dharmawecana Berbahasa Inggris Dewasa Putra dan Putri, Dharma Wiwada (debat), menghafal Seloka Anak-anak Putra dan Putri, menghafal Seloka Remaja Putra dan Putri, menghafal Seloka Dewasa Putra dan Putri, membaca Geguritan Anak-anak Putra dan Putri,  Kidung Dewasa Campuran. 

Dikatakannya, persiapan berupa pembinaan dan pelatihan telah berlangsung di Dinas Kebudayaan Kota Denpasar sejak jauh hari sebelumnya. Dimana, diharapkan Duta Denpasar dalam ajang Lomba Utsawa Dharma Gita Tingkat Provinsi Bali dapat memberikan yang terbakk dan meraih Juara Umum tahun ini.  

"Total Duta kota Denpasar semua berjumlah 56 orang terdiri dari 28 orang putra, 28 orang putri, dengan Pembina Widyasabha Kota Denpasar seluruhnya berjumlah 28 orang," ujarnya.

Pemkot Denpasar Siap Mendukung Program Pemerintah Pusat Terkait Pengendalian Laju Inflasi


DENPASAR - Pemerintah Kota Denpasar siap membangun sinergitas lintas sektor dalam mendukung pengendalian laju inflasi berkelanjutan. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana usai mengikuti Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2023 yang dimpimpin langsung Presiden RI Joko Widodo secara hybrid, di Kantor Walikota Denpasar, pada Kamis (31/8).

Sekda Alit Wiradana pada kesempatan itu turut pula didampingi Asisten Ekonomi dan Pwmbangunan Sekretariat Daerah Kota Denpasar, A.A. Gede Risnanwan serta jajaran kepala dinas di lingkungan Pemkot Denpasar. 

Dalam arahannya, Presiden RI Joko Widodo,  mengungkapkan angka inflasi Indonesia jauh lebih rendah ketimbang sejumlah negara di dunia termasuk Argentina dan Amerika Serikat (AS). Hal itu didukung oleh sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengendalikan inflasi

"Inflasi sangat terkendali di angka 3,08 persen di Juli 2023, ini sebuah angka yang sangat baik sekali," kata Presiden Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi membandingkan angka inflasi Indonesia dengan sejumlah negara di dunia. Seperti Argentina tembus 113 persen,  Turki ke angka 47 persen, India 7,4 persen, Uni Eropa 5,3 persen, serta Amerika Serikat (AS) 3,2 persen.

Berkaitan dengan pengendalian laju inflasi ini, Sekda Alit Wiradana mengatakan, banyak upaya yang dilakukan Pemkot Denpasar melalui beragam program yang dikerjakan secara gotong royong bersama Organisasi Perangkat Daerah / OPD atau dinas terkait. 

"Sejak 2022 lalu Pemkot Denpasar sudah menjalankan beragam upaya untuk menekan laju inflasi seperti pasar murah, subsisi harga komoditas pasar, operasi pasar hingga menanam komoditas tertentu secara langsung dan sebagainya. Demikian pula tahun ini berbagai program untuk menekan laju inflasi maih terus diberlakukan," jelas Alit Wiradana. 

Untuk itu, Alit Wiradana menekankan bahwa Pemkot Denpasar siap untuk mendukung segala program yang dicanangkan pemerintah pusat untuk menekan laju inflasi serta perbaikan ekonomi pasca pandemi lalu. 

"Tim Pengendali Infasi Daerah (TPID) Kota Denpasar selalu berpatokan pada 4 K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif. Dan kami siap mendukung program pemerintah pusat untuk menekan laju inflasi ini," pungkas Alit Wiradana.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved