-->

Minggu, 03 September 2023

Sat Pol PP Denpasar Intensifkan Penjagaan di TPS Jalan Gunung Agung


Denpasar,  Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Denpasar terus menintensifkan penjagaan dan sosialisasi di TPS Jalan Gunung Agung, Kecamatan Denpasar Barat, pada Minggu (3/9). Hal ini guna mengantisipasi membludaknya TPS tersebut lantaran masyarakat membuang sampah tidak sesuai dengan waktu atau jadwal yang telah ditetapkan. 

Kasat Pol PP Kota Denpasar, AA Ngurah Bawa Nendra saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa Sat Pol PP Kota Denpasar terus mengintensifkan penjagaan dalam mengantisipasi membludaknya TPS di Kota Denpasar. Dimana, penjagaan yang dilaksanakan dengan pendekatan persuasif dan humanis ini untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat tentang jadwal pembuang sampah. 

“Jadi untuk mengantisipasi masyarakat yang membuang sampah tidak sesuai jadwal, jadi kami melaksanakan penjagaan dan sosialisasi untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat tentang waktu pembuangan sampah,” ujarnya 

Dikatakannya, membludaknya sampah di TPS sering terjadi akibat masyarakat yang membuang sampah tidak sesuai dengan jadwal. Terlebih di TPS Jalan Gunung Agung yang merupakan lalu lintas padat dengan beberapa sekolah disekitarnya. 

“Dengan pembuangan sampah yang sesuai jadwal, maka penumpukan sampah dapat diantisipasi,” ujarnya

Bawa Nandra mengatakan, dalam mendukung hal tersebut Sat Pol PP Kota Denpasar menerjunkan sedikitnya 20 personil yang terbagi dalam dua shift. Yakni Shift pagi dari pukul 07.30 - 15.00 Wita melibatkan 10 orang personil dan Shift malam mulai Pukul 20.00 - 07.00 Wita juga menerjunkan 10 orang personil. 

"Kami berharap masyarakat agar mematuhi jam membuang sampah  yakni dari Pukul 15.00 - 20.00 Wita untuk mendukung kelancaran pengangkutan sampah dan mengantisipasi penumpukan sampah di TPS,” ujar Bawa Nendra. (Ags/HumasDps).

Lomba Burung Perkutut Bupati CUP Tahun 2023, Upaya Lestarikan Perkutut Lokal


Jembrana - Lomba Burung Perkutut Bupati CUP Tahun 2023 dibuka oleh Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna di Gantangan Taman Sangkur, Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Minggu (3/9).

Sebanyak 96 peserta mengikuti lomba tersebut. Tidak hanya dari peserta lokal, sejumlah peserta juga tercatat berasal dari luar kabupaten Jembrana. Hal ini menunjukkan animo para pecinta burung perkutut untuk mengikuti kompetisi ini cukup tinggi.

Perlombaan yang terselenggara atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Jembrana dengan Komunitas Pelestari Perkutut Lokal Alam Sabdha Lango ini secara resmi dibuka dengan pelepasan burung oleh Wabup Patriana bersama sejumlah undangan yang hadir.

Wabup yang akrab disapa Ipat ini mengungkapkan lomba  burung perkutut merupakan sebagai salah satu wahana pelestarian alam khususnya satwa burung perkutut. Hal ini merupakan kegiatan yang sejalan dengan konsep ekowisata yang telah menjadi isu global.

"Saya menyambut baik atas terselenggaranya lomba ini, semoga acara ini dilaksanakan secara berkelanjutan," ucapnya.

Pihaknya pun memberikan apresiasi kepada para panitia dan pecinta burung perkutut serta mengajak bersama-sama untuk menjaga dan melestarikan keberadaan burung perkutut baik yang dipelihara maupun yang ada di alam liar.

"Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi demi suskesnya acara ini," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, I Gusti Ngurah Agung Adiarta, menjelaskan bahwa lomba yang diselenggarakan adalah lomba suara burung perkutut gacoran, dikatakan gacoran karena yang dinilai adalah burung yang mengeluarkan suara/ bunyi yang paling banyak dalam kurun waktu yang sudah ditentukan.

Sejalan dengan yang diharapkan Wabup Ipat, Adiarta mengatakan pelaksanaan lomba ini juga sebagai upaya dalam melestarikan tradisi terutama bagi para pecinta burung khususnya burung perkutut.

"Kegiatan ini disamping ajang silahturahmi, juga untuk ikut melestarikan komunitas Burung Perkutut lokal, serta melestarikan budaya leluhur kita sebagai pecinta dan pelestari burung," ungkapnya.

Dirinya pun berharap, kegiatan ini juga sebagai salah satu daya tarik wisata di Jembrana. Tidak hanya bagi pecinta burung, namun juga bagi masyarakat umum baik itu wisatawan lokal maupun manca negara.

"Semoga kegiatan ini bisa membantu Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk meningkatkan bidang Pariwisata" tutupnya. (Gusadi/humas)

Sasar Seluruh TP.PKK di Empat Kecamatan, TP.PKK Kota Denpasar Gelar Pembinaan Tertib Administrasi


DENPASAR -- TP. PKK Kota Denpasar secara berkelanjutan terus mendukung terciptanya tertib administrasi. Guna mewujudkan hal tersebut, TP. PKK Kota Denpasar menggelar Pembinaan Tertib Administrasi yang dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, serta Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa di kawasan Taman Inspirasi Muntig Siokan, Minggu (3/9). 

Adapun peserta pembinaan yang hadir merupakan seluruh anggota PKK di empat kecamatan yang ada di Kota Denpasar. Yakni Kecamatan Denpasar Timur, Kecamatan Denpasar Barat, Kecamatan Denpasar Utara, dan Kecamatan Denpasar Selatan. 

Ny, Sagung Antari  mengatakan, penerapan tertib administrasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja efesiensi pembinaan serta pelaksanaan program pokok PKK dari tingkat dasa wisma sampai tingkat pusat. Dimana, pembinaan administrasi TP.PKK Kota Denpasar ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait administrasi TP.PKK di seluruh Desa/Kelurahan yang aa di Kota Denpasar.

"Tujuan pembinaan kita kali ini adalah untuk menyamakan persepsi terkait administrasi TP.PKK di seluruh Desa/Kelurahan yang ada di Kota Denpasar", ungkapnya.

Sekretaris TP.PKK Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari mengatakan bahwa tertib administrasi juga merupakan upaya untuk mendapatkan data dan informasi terkait program PKK serta kendala yang dihadapi di lapangan. Sehingga secara berkelanjutan dapat menjadi perhatian serius TP. PKK Kota Denpasar sebagai upaya untuk terus bergerak mendukung pembangunan di Kota Denpasar. 

"Kegiatan ini sebagai upaya mendapatkan data dan informasi terkait program PKK, serta mengetahui kendala apa saja yang dihadapi selama di lapangan,” tuturnya.

Dua Warisan Budaya Denpasar Ditetapkan Jadi WBTB Indonesia Tahun 2023


Denpasar, Kota Denpasar kembali menunjukan komitmenya dalam menjaga tradisi, seni dan kebudayaan Bali. Dimana, di tahun 2023 sebanyak dua warisan budaya Kota Denpasar ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) secara Nasional. Dua karya budaya Kota Denpasar yang ditetapkan menjadi WBTB Indonesia Tahun 2023 yakni Gaya Lukisan I Gusti Made Deblog dengan domain Kemahiran Kerajinan Tradisional dan Tari Baris Kekupu Banjar Lebah Denpasar dengan domain Seni Pertunjukan. 

Kadis kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara didampingi Kabid Cagar Budaya, I Wayan Astawa saat diwawancarai Minggu (3/9) mengatakan bahwa penetapan dua tradisi dan kebudayaan asli Denpasar ini sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2023 merupakan angin segar bagi inventarisir dan pelestarian seni dan budaya di Kota Denpasar. Sehingga, kedepanya tidak ada lagi klaim sepihak atas seni budaya asli Indonesia khususnya yang berasal dari Bali dan Kota Denpasar. Dimana, dengan penetapan dua karya budaya tahun 2023 ini menjadikan WBTB Indonesia dari Kota Denpasar bertambah menjadi 13 sejak tahun 2018 – 2023. 

“Usulan ini merupakan salah satu upaya melindungi seni, budaya, warisan budaya dan tradisi di Denpasar agar tidak di klaim negara lain dan mengindari hal-hal yang tidak diinginkan dengan mendaftarkan seni dan budaya Denpasar dalam portal inventaris nasional,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, setelah ditetapkan menjadi WBTB Indonesia tahun 2023, nantinya ketiga WBTB asal Denpasar ini akan terus dikawal sehingga mampu menjadi WBTB di tingkat Internasional yang ditetapkan oleh UNESCO. 

“Kita patut bersyukur dengan ditetapkannya kebudayaan dan tradisi asli Denpasar masuk dalam WBTB Indonesia, kedepanya tradisi dan kebudayaan lainya akan tetap kita perjuangkan untuk dapat masuk dalam WBTB Indonesia dan portal inventaris nasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Tim Cagar Budaya Kota Denpasar, Dewa Gede Puwita bersama Dewa Gede Yadhu Basudewa mengatakan bahwa, sebelum ditetapkan, beragam tahapan telah diikuti dengan baik. 

“Setelah dua kali sidang tertutup pembahasan oleh Tim Ahli Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dan dilaksanakan verifikasi validasi lapangan, dilanjutkan dengan sidang penetapan selama 4 hari dari tanggal 28 - 31 Agustus 2023 di Jakarta, akhirnya usulan dua karya budaya dari Kota Denpasar berhasil ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia,” tuturnya

Lebih lanjut dijelaskan, langkah yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Kota Denpasar sejak tahun 2019 dalam proses penetapan WBTB Indonesia ini adalah dimulai dengan kegiatan inventarisasi karya budaya sekaligus penyusunan kajian akademis dan pembuatan video/film dokumenter. Selanjutnya, setelah penentuan karya budaya yang akan diusulkan lengkap sesuai persyaratan, dilanjutkan dengan pengusulan form pencatatan, setelah berhasil tercatat baru mulai disusun form usulan penetapan karya budaya yang dilengkapi dengan kajian akademis dan video/film dokumenter. 

“Semoga langkah-langkah ini tetap bisa terus dilaksanakan sebagai upaya pelestarian byek pemajuan kebudayaan di Kota Denpasar dalam langkah pelindungan dan pengembangan,” jelasnya 

Pihaknya menjelaskan, karya budaya pertama yakni Langgam lukisan I Gusti Made Deblog yang khas dengan langgam realis-naturalistik adalah temuan baru dalam lintasan sejarah seni rupa Bali yang ditemukan pada rentang waktu dekade 1930 dan populer pada masa setelahnya. Temuan gaya lukisan ini oleh I Gusti Made Deblog didapatkan dengan memadukan teknik melukis realis dari gurunya yang bernama Yap Sin Tin seorang pelukis wajah dengan kekuatannya mengolah tinta China/tinta bak sekaligus sebagai seorang tabib yang berasal dari Taiwan dan tinggal di Denpasar, teknik tersebut oleh I Gusti Made Deblog dipadukan dengan bahasa rupa ilustratif, naratif dan figuratif dari epos Ramayana, Bharatayudha dalam naskah kakawin, cerita-cerita gaguritan yang tertulis pada lontar maupun cerita lakon wayang kulit Bali.

Sedangkan karya budaya kedua, yakni Tari Baris Kekupu yang diciptakan oleh I Nyoman Kaler (alm) dibantu oleh I Wayan Rindi (alm) pada tahun 1930an yang diiringi dengan gamelan Gong Kebyar, semula ditarikan oleh empat orang penari, seperti Ni Luh Cawan (alm), Sadri (alm), I Wayan Rindi (alm), Ida Bagus Pidada (alm). Baris Kekupu awalnya ditarikan bukan sebagai kesenian sakral, hal ini sesuai dengan catatan Beryl de Zoete dan Walter Spies (1938) dalam bukunya berjudul Dance and Drama in Bali menyebutkan sebagai tari dekoratif. Kemudian tahun 1961 dengan penari generasi kedua seperti Ni Ketut Alit Arini, Nyenyep, Merti, dan Roni ditarikan untuk upacara pitra yadnya (mamukur), berdasarkan atas permintaan Griya Tegal Jingga Sumerta. 

“Setelah itu hingga saat ini Baris Kekupu sering dipentaskan ketika ada upacara memukur di Griya Tagal Jingga, dan setiap 6 bulan sekali dipentaskan rutin ketika Upacara Piodalan di Pura Balai Banjar Lebah pada hari Saniscara (Sabtu) Kliwon Wuku Wariga (Tumpek Uduh/Tumpek Wariga/Tumpek Bubuh).,” tuturnya. (AGs/HumasDps).

Jenasah Rehaldi Ditemukan Mengapung


JEMBRANA - Bocah 9 tahun yang sempat dikabarkan hilang terseret arus akhirnya ditemukan Pada hari ke 3 operasi SAR, jenasah Muhamad Bintang Rehaldi terlihat oleh nelayan yang kebetulan melintas, Minggu (3/9/2023) pada pukul 08.05 Wita.

"Jadi penemuan untuk korban di tengah ada melaporkan dari nelayan Rening bahwa ada penemuan korban di tengah," ungkap Dewa Hendri, Koordinator Pos SAR Jembrana. Lokasi penemuan korban yakni di arah barat lokasi kejadian dengan jarak berkisar 2.3 NM. 

Ditanyakan terkait identitas jenasah, Dewa Hendri memastikan benar bahwa itu memang teridentifikasi sebagai Rehaldi yang terseret arus pada Jumat (1/9) kemarin di Pantai Pengambenagan. "Ayah korban berkaitan dengan jenasah yang ditemukan memang benar itu anak mereka, jadi sekarang jenasah dibawa ke Puskesmas 2 Pengambengan menggunakan ambulance PMI Jembrana," terangnya. 

Tim SAR telah bergerak melakukan pencarian sejak pagi tadi menggunakan rubber boat dan speed boat. Penyisiran dilakukan sesuai dengan search area yang ditentukan sesuai perhitungan. Selama operasi SAR berlangsung turut melibatkan unsur SAR dari Basarnas Bali (Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar), TNI AL Pos Pengambengan, Polairud Polres Jembrana, Brimob Yon C Pelpor Gilimanuk, PMI Kab Jembrana, BPBD Kab Jembrana, Potensi SAR Radio 115 serta pihak keluarga korban dan masyarakat.

Sabtu, 02 September 2023

Konsisten Garap Pertanian Organik, Bupati Suwirta Serahkan Pupuk Kompos di Subak Selangit Getakan

 

KLUNGKUNG - Mari bersama-sama jaga semangat dan perkuat komitmen untuk menggarap pertanian organik ini dengan sebaik-baiknya. Motivasi itu diberikan saat Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyerahkan sekaligus menaburkan bantuan pupuk kompos olahan TOSS Center di Subak Selisihan Kangin Kecamatan Klungkung dan Subak Selangit, Desa Getakan Kecamatan Banjarangkan, Sabtu (2/9). Turut hadir, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Juanida, Plt. Kadis LHP Kabupaten Klungkung, I Ketut Suadnyana.

Bantuan ini diberikan guna membangkitkan pertanian organik dan menekan agar harga jual beras tidak terlalu mahal. Untuk di Subak Selisihan Kangin jumlah pupuk kompos yang diserahkan sebanyak 10 ton. Sementara untuk di Subak Selangit Getakan diserahkan sebanyak 1 ton dan akan diusulkan kembali lagi 1,5 ton.

Bupati Suwirta berharap agar petani bisa menggunakan dan manfaatkan pupuk ini dengan sebaik-baiknya agar hasilnya kelihatan jelas. Selain itu, penyuluh pertanian juga diminta harus konsisten mengawasi penggunaan pupuk ini agar nantinya hasilnya bisa maksimal. “Saya sangat serius menggarap pertanian organik, maka dari itu mari perkuat komitmen untuk memanfaatkan penggunaan pupuk kompos ini dengan sebaik-baiknya agar hasilnya nanti jelas dan tentunya maksimal,” harap Bupati Suwirta

Sementara Kelihan Subak Selisihan Kangin, I Nyoman Swidana mengucapkan terimakasih atas bantuan pupuk kompos ini dan motivasi semangat yang telah diberikan Bupati Suwirta kepada anggota subak selisihan kangin. “Terimakasih Bapak Bupati atas bantuan pupuk ini dan motivasi semangatnya kepada anggota Subak Selisihan Kangin, ini merupakan program yang luar biasa untuk membangkitkan hasil produksi pertanian,” ujarnya.(humasklk/puspa).

Tutup KMD Kwartir Ranting Nusa Penida, Wabup Kasta : Cetak Pembina Handal Pramuka

 

KLUNGKUNG - Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta yang juga selaku Ka. Kwartir Gerakan Pramuka Cabang Klungkung menutup Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Siaga dan Penggalang Kwartir Cabang Klungkung di Kwartir Ranting Nusa Penida bagi Guru-Guru SD/SMP se-Kecamatan Nusa Penida di Aula Gedung UPT Terpadu Kecamatan Nusa Penida, Sabtu (2/9).

KMD atau Kursus Mahir Dasar merupakan suatu kegiatan pendidikan dan pelatihan yang bertujuan memberi bekal pengetahuan dasar dan pengalaman praktis membina pramuka melalui kegiatan kepramukaan dalam satuan pramuka yang meliputi perindukan siaga, pasukan penggalang serta meningkatkan kualitas dan kuantitas Pembina Penegak bagi guru-guru SD/SMP di wilayah Kwartir Ranting Nusa Penida.

Wabup Kasta dalam arahanya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta KMD yang turut aktif dalam meningkatkan kompetensi sebagai pembina pramuka dan menciptakan pembina yang handal. "Disini kita menemukan jati diri dan meningkatkan jati diri sebagai pembina pramuka serta memberikan pelatihan moral, pengetahuan dasar dan pengalaman praktis membina pramuka melalui kegiatan kepramukaan," ujar Wabup Kasta

Pihaknya juga berharap para pembina harus mampu menjadi panutan dan menjadi pemimpin yang ditauladani "Seorang pembina harus mampu membentuk karakter para peserta didiknya. Para pembina harus mampu menjadi panutan dan bentuk karakter anak tersebut dan jiwa pramuka. Kedepannya mari kita lanjutkan dan kita tingkatkan disemua kecamatan KMD ini atau kegiatan kepramukaan yang lainnya," imbuhnya.

Sementara Pimpinan kursus (Pinsus), I Kadek Ari Sugiarta mengatakan, KMD ini sudah dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus 2023 sampai dengan tanggal 2 September 2023 diikuti sebanyak 86 orang peserta terdiri dari Guru SD/ Pembina Siaga : 64 orang (  31 putra + 33 putri) Guru SMP/Pembina Penggalang : 22 orang (14 putra 8 putri). "Setelah KMD, peserta wajib melaksanakan Narakarya 1 selama 6 bulan mengimplementasikan kegiatan kepramukaan di gudep masing-masing, dipantau pelatih pendamping," ujar Kadek Ari Sugiarta.(HUMASKLK/YANDE) 

Tangani Permasalahan Sampah Kelurahan Dangin Puri Rutin 'Berhias Cantik'


Denpasar -- Kelurahan Dangin Puri terus berinovasi dalam menangani masalah persampahan. Salah satu bentuk inovasi yang digalakkan yakni Bersama Bergerak Milah Sampah dengan Kesepakatan Pendekatan dan Teknologi Informasi (Berhias Cantik). Dimana, inovasi ini berhasil mengumpulkan 0,5 ton sampah pada giat Bank Sampah yang rutin dilaksanakan di wilayah Kelurahan Dangin Puri.

“Kegiatan Bank Sampah Pelita ini adalah kegiatan rutin kami, yang dilakukan setiap hari Jumat. Dimana, terdapat 2 bank sampah di tingkat banjar di wilayah Kelurahan Dangin Puri, penanganan inilah dikemas dalam inovasi Berhias Cantik,” kata Lurah Dangin Puri I Gusti Agung Gede Okariawan saat dikonfirmasi, Sabtu (2/9).

Lebih lanjut dikatakan, kegiatan ini melibatkan semua komponen yang berada di wilayah kelurahan setempat, mulai dari tingkat yang tertinggi sampai dengan yang terendah yaitu lurah beserta perangkatnya, lembaga masyarakat yang ada di kelurahan, Kepala Lingkungan Pengelola Bank Sampah beserta warga kelurahan. Dimana, semuanya berperan aktif dan bersinergi dalam kegiatan ini untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari masalah sampah.

Gede Okariawan menekankan, partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam hal pemilahan sampah sangat diperlukan. Hal ini bertujuan untuk mengugah serta meningkatkan kesadaran bagi warga untuk memilah sampah dari tingkat sumber. Sehingga secara berkelanjutan dapat meningkatkan nilai ekonomi dan juga sekaligus mengurangi sampah terbuang di TPA. Hal ini juga dapat menciptakan lingkungan asri, bersih, dan nyaman yang jauh dari permasalahan sampah.

"Harapan kami soal kesadaran dan partisipasi warga dalam memilah secara swadaya sampah ini begitu besar. Untuk itu, kami memiliki pengelola bank sampah yaitu perwakilan unsur PKK, karang taruna dan pegawai kelurahan yang dibina oleh Kelurahan Dangin Puri,” tuturnya.

Gede Okariawan juga menjelaskan, sistem pengelolaan bank sampah dengan masyarakat adalah dengan cara masyarakat membawa sampahnya ke bank sampah. Apabila terdapat nasabah baru, langsung didaftarkan, lalu setelah sampah ditimbang akan diberikan buku tabungan, dan untuk nasabah baru akan diberikan hadiah tas belanja.

"Saldo dapat dicairkan kapan saja. Nasabah yang rajin menabung dan mempunyai saldo besar juga akan kita berikan reward pada HUT Bank Sampah yang dilaksanakan setiap bulan Maret,” tutupnya. (HumasDps)

Ny. Antari Jaya Negara Serahkan Alat Bantu Penyuluhan BKB Kit Stunting


DENPASAR - Yayasan Tukad Bindu Gelar Lomba Menyanyi Solo Vocal Pop se-Bali Denpasar Yayasan Tukad Bindu, Kelurahan Kesiman menggelar Lomba Menyanyi Solo Vocal Pop Bali se-Bali Tahun 2023. 

Kegiatan yang bertujuan untuk memberikan ruang kreasi dan apresiasi bagi penekun seni tarik suara ini dibuka Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara di Taman Jati Tukad Bindu Kesiman, pada Sabtu (2/9). 

Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan mampu mendukung kreatifitas dan upaya pelestarian budaya berkelanjutan di Bali, khususnya Kota Denpasar. Turut hadir Camat Denpasar Timur, I Made Tirana, Lurah Kesiman, I Nyoman Nuada, tokoh masyarakat setempat serta undangan dan peserta lomba. 

 Ketua Panitia Lomba Menyanyi Solo Vokal Pop Bali, AA Gede Rai Suastika saat ditemui mengatakan pelaksanaan lomba ini dalam rangka meningkatkan kreatifitas serta pelestarian budaya di bidang tarik suara. 

Sehingga kedepan para penekuk olah vocal memiliki ruang ekspreasi dan apresiasi. Lebih lanjut dikatakannya, pelaksanaan lomba kali ini diikuti sebanyak 37 orang peserta yang dibagi menjadi tiga kategori. 

 Yakni kategori anak-anak, remaja dan dewasa dengan memperebutkan juara 1,2,3 dan harapan 1,2,3. Selain itu turut diberikan apresiasi berupa piagam kepada peserta lainnya yang mungkin kurang beruntung pada lomba ini. 

 “Melalui pelaksanaan ini dapat memberikan motivasi dan meningkatkan minat para anak-anak dan generasi muda untuk melakukan kegiatan positive seperti bernyanyi," ujarnya 

 "Dan kami juga berharap agar kegiatan yang dilaksanakan pertama kali ini kedepannya dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk menampung minat dan bakat para generasi muda khususnya yang mencintai dunia tarik suara," imbuh Gede Rai Suastika. 

 Sementara Kadisbud Kota Denpasar, Raka Purwantara memberikan apresiasi atas pelaksanaan Lomba Menyanyi Solo Vocal Pop Bali se-Bali Tahun 2023 ini. 

Dimana, kegiatan ini menjadi ruang positif dalam mendukung kreatifitas anak muda dalam bidang seni tarik suara. Terlebih lagi diharapkan kegiatan serupa dapat dilsanakan secara rutin setiap tahunnya.

 “Kami sangat mengapresiasi kepada panitia penyelenggara dan para peserta lomba bernyanyi dengan adanya pelaksanaan kagiatan ini sehingga dapat memberi ruang kepada anak-anak yang gemar dalam bernyanyi. Ajang ini juga dapat melatih mental saat tampil di depan umum dengan harapan kedepannya dengan dilaksanakan lomba bernyanyi Solo Vocal Pop Bali ini selain melestarikan lagu-lagu bali juga dapat memunculkan bibit-bibit baru penyanyi bali,” ujar Raka Purwantara.


Pemkot Denpasar Gelar Fogging Massal Selama Bulan September 2023


Dukung Pencegahan Berkelanjutan Kasus DBD

DENPASAR - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan menggelar fogging massal atau ULV periode 2 selama bulan September 2023 di berbagai wilayah Kota Denpasar. Pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai upaya berkelanuutan pengendalian dan pencegahan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Demikian diungkapkan, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Anak Agung Ayu Agung Candrawati saat dihubungi Sabtu (2/9) siang. 

dr. Candrawati menjelaskan, Fogging ULV yang dimaksud akan berlangsung dari tanggal 1 September hingga 26 September mendatang, dan tersebar di beberapa lokasi di Kota Denpasar. Hal ini sebagai langkah antisipasi penyebaran DBD di Kota Denpasar. Dimana, seperti diketahui kasus endemis dan cenderung meningkat saat musim penghujan.

"Kegiatan ini rutin dilaksanakan dua kali dalam setahun. Periode pertama pada bulan April lalu, dan periode kedua di bulan September ini. Dimana, saat musim kemarau ini adalah waktu tepat memutus mata rantai penularan nyamuk ini," papar dr. Candrawati. 

Selain fogging ULV, lanjut dr. Candrawati, Pemkot Denpasar kini juga tengah mengadaptasi teknologi inovasi wolbachia. Teknologi ini sendiri dilakukan dengan cara menginokulasikan atau memindahkan bakteri Wolbachia ke dalam telur nyamuk Aedes Aegypti. Diketahui, bakteri yang tumbuh alami pada serangga, bisa melumpuhkan berbagai macam virus termasuk virus dengue.

"Terkait dengan inovasi wolbachia ini, kita akan jadwalkan soft release pada pertengahan September 2023 mendatang di wilayah Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, dan akan diikuti oleh semua lokus di Kota Denpasar pada November 2023," tambah dr. Candrawati. 

Dirinya berharap, dengan adanya perpaduan dua pola tersebut, yakni fogging ULV dan inovasi nyamuk ber-wolbachia, akan mampu mengendalikan kasus DBD di Kota Denpasar. Kendati demikian, dr. Candrawati juga tetap menghimbau agar masyarakat tetap melaksanakan 3M di lingkungan sekitarnya.

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved