-->

Rabu, 30 Juli 2025

Wawali Arya Wibawa Terima Aundensi Pitik Kite Festival

 


Ket. Foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menerima audiensi panitia Pitik Kite Festival ke-10 tahun 2025, Rabu (30/7) di Kantor Walikota Denpasar.

Dukung Pelestarian Kebudayaan Bermain Layang- Layang, 

Laporan Reporter : Ayu

Denpasar, Bali Kini - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menerima audiensi panitia Pitik Kite Festival sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian tradisi budaya bermain layang-layang, Rabu (30/7). Audiensi yang berlangsung di Kantor Walikota Denpasar ini membahas rencana pelaksanaan festival yang memperebutkan Piala Bergilir Walikota Denpasar dan akan digelar di Carik Abasan Sari Banjar Pitik Pedungan, Denpasar Selatan pada tanggal 9 - 10 Agustus 2025.

"Kami sangat mendukung pelestarian kebudayaan memainkan layang- layang disamping dampak ekonomis yang juga bisa didapat. Di mana layang-layang merupakan bentuk kebudayaan khas yang kita miliki sebagai orang Bali. Dan berbagai jenis layangan khas seperti bebean, janggan dan pecukan hanya bisa ditemukan di Bali”, ungkap Wawali Arya Wibawa.

Lebih lanjut dikatakan, kegiatan perlombaan layang-layang sebagai ajang kreativitas bagi para penggemar layang-layang. Sehingga Pemkot Denpasar sangat mendukung kegiatan kreatif layang-layang tidak hanya dalam memperebutkan penghargaan, namun juga meningkatkan rasa kekompakan dalam berkreatifitas dilingkungan anak muda.

Sementara Ketua Panitia Pitik Kite Festival ke-10 Tahun 2025, I Komang Yoga Cahyadi Putra menjelaskan,  Sekehe Teruna (ST) Setia Remaja Banjar Pitik Pedungan terorganisasi dibawah naungan Banjar Pitik Kelurahan Pedungan yang tahun ini kembali mengadakan kegiatan perlombaan layang-layang. Kegiatan ini sebagai salah satu permainan tradisional yang dapat memupuk dan meningkatkan kerja sama baik antar pemuda maupun anak-anak yang terhimpun dalam kelompok atau sekaa layangan.

"Penyelenggaraan Pitik Kite Festival #10 Tahun 2025 ini merupakan upaya yang dapat dilakukan oleh ST. Setia Remaja, Banjar Pitik Pedungan dalam menciptakan agent of change yang berkualitas dan berwawasan budaya," ujarnya.

Disampaikan pula bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk hiburan semata, tetapi juga sebagai bentuk refleksi terhadap pentingnya menjaga hubungan sosial yang harmonis dan saling mendukung dalam kehidupan bermasyarakat.

“Yuk persiapkan dan daftarkan layangan semeton untuk merebut kembali piala bergilir Walikota Denpasar, lomba layangan ini kami selenggarakan di Carik Abasan Sari Banjar Pitik Pedungan, Denpasar Selatan pada tanggal 9 - 10 Agustus 2025”, ungkapnya.

Selebihnya disampaikan, untuk pendaftarannya bisa datang langsung ke Balai Banjar Pitik mulai dari tanggal 15 Juni - 8 Agustus 2025, pendaftaran dibuka untuk setiap harinya mulai pukul 19.00 - 22.00. Untuk info lebih lanjut bisa DM ig kami @pitikkitefestival dan @setia_remaja atau hubungi kami via Whatsapp : Dipo : 087752071762 dan Dika : 085935237020. 

Pemkot Denpasar Dukung Sesetan Festival 2025 “Saktih Ekam Vividhatam”


 Ket.foto : Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima audiensi Ketua Panitia Sesetan Festival Tahun 2025, Gede Hendra Tirtana, di Ruang Tamu Kantor Wakil Walikota Denpasar, Rabu (30/7).


Wawali Arya Wibawa Harapkan Kegiatan Tersebut Dapat Wadahi Kreativitas Anak Muda 

Laporan Reporter : Ayus 

Denpasar, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar mendukung pelaksanaan Sesetan Festival Tahun 2025 yang mengangkat tema “Saktih Ekam Vividhatam”. Dukungan tersebut terungkap saat Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima audiensi Ketua Panitia Sesetan Festival Tahun 2025, Gede Hendra Tirtana, di Ruang Tamu Kantor Wakil Walikota Denpasar, Rabu (30/7).

Pada kesempatan tersebut, Wawali Arya Wibawa menyampaikan, Pemkot Denpasar sangat mendukung pelaksanaan Sesetan Festival, yang diharapkan dapat menjadi tempat menyalurkan kreativitas anak muda dan membantu UMKM.

 “Event Sesetan Festival dapat menjadi wadah bagi anak muda dalam menuangkan kreativitasnya melalui lomba-lomba yang diselenggarakan. Pemkot Denpasar sangat mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Sesetan Festival Tahun 2025, Gede Hendra Tirtana mengatakan, adapun pelaksanaan Sesetan Festival Tahun 2025 mengusung tema “Saktih Ekam Vividhatam" atau yang dapat diartikan sebagai "Kekuatan yang Muncul dari Persatuan dalam Keberagaman". 

Festival ini lanjut Hendra, menjadi perayaan istimewa di momen HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia nanti. Sesetan Festival yang akan diselenggarakan pada 15-17 Agustus 2025, rencananya akan diisi dengan berbagai hiburan, kuliner, dan fashion yang berbalut dengan nuansa seni dan budaya.

"Sesetan Fest bukan sekadar acara hiburan, tetapi juga sebuah wadah untuk merangkul nilai-nilai gotong royong, persatuan, dan keberagaman. Pada seluruh rangkaian acara, pengunjung akan menemukan pertunjukan seni budaya yang memukau. Terdapat berbagai pertunjukan seni tradisional dan kontemporer dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari tari tradisional, musik etnik, hingga kolaborasi modern yang menggabungkan kearifan lokal dengan inovasi masa kini," bener Hendra.

Selain itu, imbuhnya, akan ada pameran seni dan kerajinan lokal serta stand-stand pameran yang memamerkan karya seni dan kerajinan tangan terbaik dari para pengrajin lokal. Pengunjung nantinya akan dapat menemukan barang-barang unik yang tak hanya cantik, tetapi juga sarat makna budaya.

Sejumlah musisi-musisi ternama serta penampilan spesial dari grup-grup komunitas seni lokal, juga akan memeriahkan panggung utama dengan balutan alunan musik yang menyentuh hati. Salah satunya, penampilan Last Child dan Niken Salindry.

Lebih lanjut ditambahkan, Festival ini dirancang sebagai ruang untuk saling berbagi dan belajar. Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat dapat mengikuti workshop interaktif, diskusi inspiratif, dan aktivitas komunal yang akan menguatkan rasa persatuan sebagai bangsa.

“Mari Rayakan Kemerdekaan dengan Semangat Persatuan, Sesetan Fest 2025 menanti kehadiran Anda untuk bersama-sama menciptakan momen berharga yang memperkuat jalinan persaudaraan dan kecintaan kita terhadap tanah air. Sampai jumpa di festival”, ungkapnya. 

Memasuki Masa Purna Tugas, Kepala Inspektorat Denpasar Putu Naning Djayaningsih Pamitan


Laporan Reporter : Arm 

Denpasar , Bali Kini  - Memasuki masa purna tugas mulai 1 Agustus 2025, Kepala Inspektorat Kota Denpasar, Ir. Putu Naning Djayaningsih,  pamitan kepada Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, pada Rabu (30/7) di Kantor Walikota Denpasar.

Dalam pertemuan itu, Wakil Walikota Denpasar Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas pengabdian  Kepala Inspektorat Kota Denpasar, Ir. Putu Naning Djayaningsih selama mengabdi kepada Pemkot Denpasar.

Sebagai ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya selama  melaksanakan tugas di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, Wakil Walikota Kadek Agus Arya Wibawa menyerahkan  tanda  penghargaan kepada Kepala Inspektorat Kota Denpasar, Ir. Putu Naning Djayaningsih.

"Atas nama Pemerintah Kota  dan jajaran pemerintahan,  kami memberikan apresiasi, sekaligus mengucapkan terimakasih atas pengabdian dan  jasa-jasa dalam mensukseskan pembangunan di Kota Denpasar, serta kerja keras dalam memberikan edukasi, sosialisasi dan pelayanan bagi masyarakat Kota Denpasar. Dan untuk sementara waktu jabatan Kepala Inspektorat Kota Denpasar diisi sebagai pelaksana tugas oleh Kepala Bappeda Kota Denpasar, I Putu Wisnu Wijaya Kusuma," kata Arya Wibawa.

Kepala Inspektorat Kota Denpasar,Ir. Putu Naning Djayaningsih mengucapkan terima kasih kepada Walikota Denpasar beserta seluruh jajaran atas segala dukungan dan motivasi yang diberikan selama ini. 

 "Pada kesempatan ini, saya juga mohon maaf, jika selama ini dalam menjalankan tugas kedinasan dan ada tutur kata maupun tindakan yang kurang berkenan dihati," ungkap Putu Naning.

Lebih lanjut, setelah pensiun Putu Naning mengaku kedepannya hanya akan melakukan kegiatan seperti ibu rumah tangga pada umumnya dan belum berpikir melakukan kegitan lainnya untuk mengisi kesibukan pada masa pensiun. "Semoga kedepan Pemerintah Kota Denpasar terus semakin sukses dalam pembangunan maupun memberikan pelayanan bagi masyarakat agar semakin baik menuju Denpasar Maju," pungkasnya.

Unwar Tuan Rumah Penyelenggaraan Suara Damai Nusantara 2025


 Tangkal Radikalisme dan Terorisme 

Denpasa, Bali Kini  - Sebagai kampus kebangsaan, Universitas Warmadewa (Unwar) dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Suara Damai Nusantara (Sudara) yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Bali Tahun 2025, Selasa (29/7). Kegiatan Sudara yang dilaksanakan di Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar ini melibatkan pelajar SMP, SMA/Sederajat, dan mahasiswa/i dalam pencegahan radikalisme dan terorisme. 

Kegiatan dirangkai dengan lomba gelar budaya, berupa lomba membaca puisi dan lomba gelar budaya. Pada penutupan acara diisi dengan kuliah umum oleh Kepala BNPT, Komjen. Pol. Eddy Hartono, SIK.,MH., sekaligus menutup acara.


Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP., mengatakan Unwar yang telah terakreditasi unggul dinobatkan sebagai satu-satunya "Kampus Kebangsaan" di Bali oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI pada November 2024 lalu. Ini merupakan bukti bahwa Unwar dapat merangkul berbagai suku dan bangsa yang dibuktikan dengan mahasiswa yang berasal dari 32 Provinsi yang ada di Indonesia serta merangkul seluruh agama yang diakui di Indonesia.

Pihaknya merasa terhormat dan menyambut dengan penuh antusias kegiatan ini dapat diselenggarakan di kampus Unwar. Apalagi, kegiatan Sudara 2025 ini merupakan sebuah inisiatif luar biasa dari FKPT Bali dalam rangka pelibatan generasi muda dalam mencegah paham radikalisme dan terorisme.

Prof. Pandit mengungkapkan bahwa Unwar tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter dan nilai-nilai kebangsaan bagi para mahasiswa. Oleh karena itu, pelibatan siswa-siswi SMP, SMA/sederajat, serta mahasiswa dalam gerakan pencegahan radikalisme adalah langkah strategis untuk membentengi generasi muda dari pengaruh ideologi kekerasan.


"Radikalisme dan terorisme bukan sekadar ancaman fisik, tetapi juga ancaman terhadap jati diri bangsa, keutuhan negara, serta kebhinekaan yang menjadi pilar utama NKRI. Namun kami percaya, melalui edukasi yang tepat, dialog yang terbuka, dan ruang ekspresi yang positif seperti ini, akan tumbuh benih-benih perdamaian, toleransi, dan semangat kebangsaan," ujar Prof. Pandit.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berkelanjutan dan memberikan dampak positif tidak hanya di lingkungan pendidikan, tetapi juga di tengah masyarakat secara luas.

Kepala BNPT RI, Komjen. Pol. Eddy Hartono, mengucapkan terima kasih kepada Rektor Unwar karena acara gelar budaya Sudara 2025 telah berjalan lancar di kampus Unwar. Dikatakan, gelar budaya pada kegiatan Sudara ini merupakan upaya membangun nilai-nilai budaya Bangsa Indonesia kepada generasi muda Bali. Sehingga, upaya mitigasi, edukasi, dan literasi serta pemahaman terhadap bahayanya pemahaman radikalisme dan terorisme dibangun sejak dini. Dengan demikian, Suara Damai Nusantara ini menjadi sarana bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas dan semangat membangun bangsanya melalui pentas budaya.

"Diharapkan kegiatan ini bisa berkesinambungan setiap tahun, sehingga terus nilai-nilai kearifan lokal khususnya di Bali ini semakin tumbuh dan berkembang sebagai upaya menangkal paham radikalisme dan terorisme yang ada di Bali, dan secara umum untuk Indonesia," harapnya.

Selasa, 29 Juli 2025

Wawali Arya Wibawa Dampingi Kunjungan Mendag Budi Santoso di Pasar Badung,


 Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat mendampingi Kunjungan Kerja Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso di Pasar Badung pada Selasa (29/7).

Apresiasi Pengolahan Sampah Terintegrasi, Wujudkan Pasar Bersih, Sehat dan Berdaya Saing. 

Laporan Reporter : Agus 

Denpasar, Bali Kini - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mendampingi Kunjungan Kerja Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso di Pasar Badung pada Selasa (29/7). Kunjungan tersebut dilaksanakan secara khusus guna meninjau pengolahan sampah dan limbah berjalan baik, sesuai dengan implementasi Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan). 

Tampak hadir Sekjen Kementerian Perdagangan, Isy Karim, Irjen Kementerian Perdagangan RI, Komjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Kadis Perindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari serta undangan lainya. 

Sejak tiba, Menteri Perdagangan, Budi Santoso yang didampingi Wawali Arya Wibawa tampak meninjau pelakasanaan sekolah pasar bagi pedagang Pasar Badung. Selain itu, juga turut diserahkan alat-alat kebersihan kepada pengelola pasar. Dalam kesempatan tersebut Mendag Budi Santoso turut meninjau mesin untuk menabung botol plastik, sentra pengolahan sampah dan limbah, sentra pengolahan Eco Enzim serta Teba Modern untuk kompos. 

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso mengatakan bahwa Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan) merupakan sebuah upaya berkelanjutan lintas sektor dalam mendukung terciptanya pasar yang bersih dan sehat. Karenannya, diperlukan sinergitas yang berkelanjutan, antara pengelola, pedagang, pembeli dan masyarakat. Sehingga penanganan sampah di pasar dapat terus dioptimalkan.

“Saat ini, sampah menjadi salah satu penyumbang sampah, sehingga melalui program Gernas Mapan ini diharapkan mampu mendukung penanganan sampah pasar berbasis sumber,” ujarnya. 

Budi Santoso juga memberikan apresiasi atas implementasi pengolahan sampah terintegrasi di Pasar Badung Kota Denpasar. Dimana, sampah yang dihadilkan dilaksanakan pemilahan untuk selanjutnya dilaksanakan pengolahan. 

“Tentu kita sangat apresiasi, proses pengaturan serta pengolahan sampah dan limbah yang sudah baik, dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Bali, serta di Indonesia,” ujarnya. 

Sementara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih atas kunjungan Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso di Kota Denpasar. Tentunya, hal ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen Kota Denpasar dalam mendukung pengolahan sampah berbasis sumber mendapatkan apresiasi. 

Arya Wibawa mengatakan, dalam pengolahan sampah berbasis sumber, khususnya di Pasar Badung, Pemkot Denpasar melalui Perumda Pasar Sewakadarma secara berkelanjutan telah memberikan edukasi, pelatihan serta membangun sentra pengolahan sampah terintegrasi. Seperti halnya sampah sisa buah dan sayuran digunakan untuk Eco Enzim, sampah plastik botol ditabung dalam mesin tabungan botol, sampah organik dijadikan kompos pada teba moderen. 

“Tentu ini sangat efektif dalam mendukung pengolahan sampah berbasis sumber, serta menekan volume sampah menuju TPA, dan semoga dengan adanya Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan) ini, pasar-pasar di Kota Denpasar dapat terus tumbuh menjadi sentra ekonomi masyarakat yang bersih, sehat dan berdaya saing,” ujarnya. 

Penilaian Ketangguhan Desa/Kelurahan Se-Kabupaten Klungkung


Laporan Reporter : Derana / tim Lpt 

Klungkung , Bali Kini -Bupati Klungkung I Made Satria membuka kegiatan Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) untuk seluruh Desa dan Kelurahan se Kabupaten Klungkung tahun 2025, bertempat di Kori Maharani Villas, jalan By Pass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Tulikup, Kec. Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (29/7). Kegiatan ini digelar guna mengetahui sejauh mana kesiapsiagaan, kapasitas, dan ketangguhan desa dalam menghadapi potensi bencana melalui pengukuran berdasarkan indikator desa Tangguh bencana. 

"Penilaian Ketangguhan Desa dan Kelurahan tahun 2025 ini merupakan salah satu upaya awal untuk mengetahui tingkat risiko bencana di masing - masing Desa dan Kelurahan, sehingga kedepannya dapat direncanakan dan dilaksanakan program dan kegiatan di Desa dan Kelurahan dalam mengurangi Risiko Bencana yang berpotensi."ujar Bupati Satria. 

Lebih lanjut pihaknya mengatakan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dalam menjamin perlindungan keamanan bagi masyarakat dari kebencanaan , maka pihaknya akan melanjutkan pelaksanaan Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) secara reguler setiap tahun. Dengan harapan masyarakat dan semua jajaran pemerintah Desa dan Kelurahan dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana pada wilayah masing-masing.

Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada melaporkan, kegiatan Penilaian Ketangguhan Desa  dilaksanakan melalui 3 batch. Batch I dan 2 melibatkan Desa/Kelurahan yang ada di 3 wilayah Kecamatan (Banjarangkan, Dawan, dan Klungkung), sedangkan Batch 3 melibatkan peserta dari Kecamatan Nusa Penida. Kegiatan ini dilaksanakan mulai  Tanggal: 29  Juli  2025 sampai dengan 31 Juli 2025.

Narasumber kegiatan ini Kalaksa BPBD Provinsi dan Kalaksa BPBD Kabupaten Klungkung dengan materi Penilaian Ketanguhan Desa (PKD) dan Kebijakan Pelasanaan PKDI.

Dana yang digunakan dalam Penyelenggaraan Penilaian ketangguhan Desa Tahun 2025 berasal dari SIAP SIAGA yang merupakan Kemitraan Australia-Indonesia dalam Manajemen Risiko Bencana.

Bupati Satria ajak Tim Lindungi Masyarakat Klungkung dengan Meningkatkan Kepatuhan KTR


Laporan Reporter :Derana / Tim Lpt 

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung I Made Satria memimpin pelaksanaan Sosialisasi dan Pengoperasian Dashboard KTR Berbasis Mobile bertempat di Ruang Rapat Inspektorat Daerah Kabupaten Klungkung, selasa (29/7). 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung drg. IGA Ratna Dwijawati  melaporkan  bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan gerakan pengendalian Penyakit Prioritas PTM dan mengoptimalkan Surat Keputusan Bupati Klungkung Nomor 109/04/HK/2025 tanggal 17 Maret 2025 tentang Perubahan Atas Keputusan Bupati Nomor 362/04/HK/2022 tentang Pembentukan Tim Sosialisasi, Monitoring dan Evaluasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR). 

drg. IGA Ratna Dwijawati menyampaikan tujuan diadakan rakor diantaranya, Melakukan sosialisasi Surat Keputusan Bupati tentang Tim Sosialisasi, Monitoring dan Evaluasi KTR; Melatih Tim dalam mengoperasikan Dashboard KTR berbasis website dan mobile; Kesepakatan Pembentukan Kelompok Kerja pada Tim, sesuai dengan Wilayah Binaan sesuai tatanan KTR; Membuat/sepakati Jadwal Kegiatan Sosialisasi, Monitoring dan Evaluasi KTR Kabupaten Klungkung.


drg. IGA Ratna Dwijawati menambahkan bahwa saat ini per-Juni 2025 Kabupaten Klungkung menduduki peringkat 8 Nasional dan peringkat 1 Kabupaten/Kota dalam Implementasi KTR Tahun 2025. Dalam pelaksanaannya diisi dengan Sosialisasi Best Practice KTR terhadap Perilaku Merokok Remaja oleh Udayana Central Bali dan Sosialisasi Pengenalan Dashboard KTR serta Pengoperasiannya Oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Bupati Klungkung I Made Satria dalam sambutannya menyampaikan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) bukan semata-mata aturan pelarangan merokok, tetapi merupakan langkah strategis perlindungan kesehatan masyarakat, melindungi anak-anak, ibu hamil, pasien, dan masyarakat umum dari bahaya paparan asap rokok adalah bentuk nyata komitmen pemerintah terhadap masa depan generasi bangsa. Kabupaten Klungkung adalah salah satu daerah yang telah memiliki kerangka regulasi yang lengkap dalam mendukung implementasi KTR. Namun Pemkab tidak berhenti hanya pada regulasi. Pemkab Klungkung juga terus berinovasi dalam memperkuat program KTR melalui dua inovasi unggulan, yakni GEBRAK – Gerakan Bersama Remaja Anti Rokok dan SIPEKAT – Sistem Surveilans Perilaku Merokok Masyarakat.

Dalam pelaksanaan Sosialisasi tersebut, Bupati Satria menyampaikan beberapa hal kepada tim yang telah dibentuk, diantaranya :

1. Segera aktifkan peran masing-masing, susun rencana kerja dan lakukan pemantauan secara rutin.

2. Lakukan pembinaan yang humanis namun tegas kepada masyarakat atau instansi yang melanggar aturan KTR.

3. Sinergikan kerja antar-OPD, antara Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Camat dan Perbekel, agar pengawasan dan pembinaan bisa menyentuh sampai ke tingkat desa dan sekolah.

4. Manfaatkan GEBRAK sebagai ujung tombak penggerak perubahan perilaku generasi muda, serta gunakan SIPEKAT sebagai alat pemantau dan evaluasi berbasis data.

5. Laporkan hasil kegiatan secara berkala kepada pemerintah daerah, agar intervensi bisa terus diperkuat sesuai kondisi riil di masyarakat. 

“Saya percaya, dengan komitmen kita bersama, Klungkung bisa menjadi contoh kabupaten yang berhasil melindungi warganya dari bahaya rokok dan membangun lingkungan yang sehat dan berbudaya,” Ujar Bupati Satria. 

Bupati Satria mengajak tim untuk bergerak bersama, dari regulasi menuju aksi nyata, dari sosialisasi menuju perubahan perilaku. “Kita lindungi masyarakat hari ini, demi generasi Klungkung yang lebih sehat esok hari dan mulai hari ini mari bangkitkan kembali kepatuhan terhadap KTR,” imbuh Bupati Satria.


Tak Ada Temuan Beras Oplosan di Karangasem, Petugas Pastikan Aman


Karangasem, Bali Kini -
Menanggapi maraknya isu beras oplosan di luar Bali, jajaran Polres Karangasem bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Karangasem melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah agen dan toko beras di wilayah Karangasem, Senin (28/7/2025). Dua toko beras di kawasan Pasar Amlapura Timur menjadi salah satu sasaran.

Sidak yang dipimpin Wakapolres Karangasem, Kompol Ruli Agus Susanto, dilakukan untuk memastikan beras-beras premium yang dijual bukan produk oplosan seperti yang ramai ditemukan di daerah lain. Petugas memeriksa langsung sejumlah merek beras premium yang sempat masuk daftar pantauan. Hasilnya, tidak ada satu pun merek beras oplosan ditemukan di Karangasem.

Meski begitu, tim gabungan tetap mengambil sampel beberapa merek untuk diuji lebih lanjut. Hasil pengujian mengonfirmasi bahwa seluruh sampel adalah beras premium asli, tanpa unsur oplosan.

"Jadi kami hari ini turun langsung mengecek beras premium yang dijual di Karangasem. Dari hasil pengecekan bersama petugas Disperindag, tidak ditemukan beras oplosan," tegas Kompol Ruli Agus Susanto.

Dari pihak Diskoperindag Karangasem juga diperoleh informasi bahwa petani lokal umumnya tidak menjual gabah hasil panen mereka. Hal ini karena budaya di Karangasem, di mana petani menanam, memanen, dan mengolah gabah secara mandiri untuk konsumsi pribadi, bukan untuk dijual.

Sementara itu, sejumlah pedagang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan beras medium, termasuk beras SPHP dari Bulog. Salah satu penyebabnya adalah kebijakan baru pemerintah yang menetapkan harga gabah petani di angka Rp6.500 per kilogram. Aturan ini membuat petani di luar Bali lebih memilih menjual gabahnya ke Bulog, sehingga pasokan untuk penggilingan dan perusahaan swasta menurun tajam. Dampaknya, produksi beras medium ikut terhambat.

Selain itu, distribusi beras SPHP dari Bulog kini juga lebih ketat, sehingga stok di pasaran jadi terbatas. (Ami)

Tiga Orang Sastrawan Terima Penghargaan "Bali Jani Nugraha"


Laporan Reporter : Jero Ari

Denpasar , Bali Kini  - Gubernur Bali Wayan Koster, memberikan penghargaan kepada tiga orang sastrawan. Penghargaan "Bali Jani Nugraha" itu diberikan saat acara penutupan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VII Tahun 2025 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Art Center Denpasar, Senin (28/7) malam. 

Penutupan ditandai dengan diluncurkannya tema FSBJ VIII Tahun 2026, yaitu "Kembara Sukma Atma Kerthi: Pengembaraan Menuju Jiwa Maha Suci". Tiga orang tokoh Bali sastrawan ini diberikan atas prestasi dan pencapaian mereka dalam penguatan dan pemajuan seni modern, kontemporer, dan seni inovatif lainnya. 

Mereka, Sastrawan Drs. I Nyoman Manda, Sastrawan Ngakan Made Kasub Sidan, S.Pd.,M.Pd., dan Sastrawan Drs. I Dewa Nyoman Sarjana, M.Pd. Acara juga diisi dengan penyerahan hadiah kepada pemenang sejumlah lomba FSBJ VII Tahun 2025.

Gubernur Koster, menyampaikan para sastrawan ini perlu diapresiasi karena telah mendedikasikan dirinya untuk membuat karya sastra untuk memajukan kebudayaan Bali. "Itu dilakukan oleh beliau tanpa pamrih, tanpa harapan apa-apa, dilakukan karena nalurinya, talentanya, dan kesukaannya secara natural," ujar Gubernur Koster. 

Untuk membangkitkan karya sastra di kalangan anak muda, Gubernur Koster berencana akan melombakan karya tulis maupun puisi tingkat SMA/SMK dan perguruan tinggi pada FSBJ tahun 2026. Hadiahnya pun bisa mencapai Rp25 juta-Rp50 juta. Ini dilakukan sebagai bentuk dorongan agar seni kontemporer terus bangkit di kalangan anak muda.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada para seniman, sastrawan, dan budayawan yang telah bekerja menyukseskan FSBJ VII. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada kaum milenial Bali yang sangat antusias berpartisipasi dan memberi dukungan, sehingga FSBJ semakin membumi.

Gubernur Koster, mengungkapkan pembangunan bidang adat, tradisi, seni-budaya, serta kearifan lokal Bali menjadi Program Prioritas Pembangunan Bali dalam visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Dalam Bali Era Baru. Visi ini menjadikan kebudayaan dijadikan sebagai hulu pembangunan Bali, dalam seluruh aspek kehidupan. Sebab, nilai-nilai budaya berkontribusi besar terhadap berbagai bidang kehidupan di Bali. 

Dikatakan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah menerbitkan berbagai produk regulasi untuk memperkuat adat istiadat, tradisi, seni, dan budaya Bali, serta kearifan lokal. Salah satunya adalah Perda Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali. Perda ini menjadi payung hukum yang sangat lengkap, sebagai landasan formal untuk membuat kebijakan tentang seni dan budaya Bali. Dengan Perda ini, seni dan budaya Bali diperkuat dan dimajukan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan krama Bali.

Monev Keterbukaan Informasi Publik



Laporan Reporter : Tim Lpt / Dearna 

Bangli , Bali Kini -  Komisi Informasi Provinsi Bali bersama Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian Kabupaten Bangli sebagai PPID Utama melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik di Kabupaten Bangli. Monev ini bertujuan menilai sejauh mana badan publik menjalankan kewajiban layanan informasi publik kepada masyarakat.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Bali, Dewa Nyoman Suardana, menekankan bahwa penilaian PPID bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting untuk memotret kondisi riil keterbukaan informasi di setiap badan publik. "Hasil penilaian ini menjadi acuan bagi kami untuk memberikan rekomendasi perbaikan, sekaligus menjadi motivasi bagi PPID untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat," ujarnya.

Penilaian dilakukan terhadap 15 badan publik, meliputi Perangkat Daerah(PD) dan Desa/Kelurahan di Kabupaten Bangli. Penilaian ini menggunakan Assessment Questionnaire (SAQ) PPID untuk mengukur tingkat kepatuhan dan kinerja PPID dalam keterbukaan informasi publik.

Sebelumnya Plt. Kepala Dinas Komunikasi Informatika Dan Persandian Kabupaten Bangli, I Nyoman Murditha, mengungkapkan harapannya agar penilaian PPID yang berkala dan transparan ini dapat meningkatkan partisipasi aktif warga dalam proses pembangunan dan mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan partisipatif.

 "Dengan adanya penilaian PPID yang berkala dan transparan ini, masyarakat akan semakin mudah mengakses informasi publik yang akurat dan relevan, sehingga partisipasi aktif warga dalam proses pembangunan dapat terus meningkat", ujar Nyoman Murditha saat memberikan sambutan di Ruang rapat Krisna (29/7/25). 

Monev Keterbukaan Informasi Publik ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Dengan adanya penilaian PPID yang berkala dan transparan, diharapkan badan publik di Kabupaten Bangli dapat meningkatkan kualitas layanan informasi publik dan mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan partisipatif.

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved