-->

Kamis, 30 Juli 2026

Polres Karangasem Ungkap 9 Kasus Kriminal dan Narkoba, 14 Tersangka Diamankan


Laporan Reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 
Karangasem, Bali Kini  – Kepolisian Resor (Polres) Karangasem berhasil mengungkap sembilan laporan polisi terkait kasus kriminal dan penyalahgunaan narkotika selama periode Juni hingga Juli 2026. Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 14 orang tersangka berhasil diamankan beserta berbagai barang bukti.

Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan wujud komitmen Polres Karangasem dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

“Dalam kurun waktu Juni sampai Juli 2026, Polres Karangasem berhasil mengungkap sembilan laporan polisi yang meliputi kasus perjudian, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, pencurian biasa, hingga penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Sebanyak 14 tersangka berhasil diamankan beserta berbagai barang bukti,” ujar AKBP I Made Santika saat konferensi pers di Mapolres Karangasem, Rabu (29/7).

Kapolres menjelaskan, sembilan laporan polisi tersebut terdiri atas satu kasus perjudian, dua kasus pencurian dengan pemberatan (curat) modul tower, satu kasus pencurian sepeda motor (curanmor), satu kasus pencurian handphone, satu kasus pencurian ayam aduan, serta tiga kasus penyalahgunaan narkotika.

Dari seluruh pengungkapan itu, polisi menyita berbagai barang bukti di antaranya 10 unit handphone, delapan modul tower, lima unit sepeda motor, satu unit truk, satu set kunci master, pisau, tas ransel, helm, uang tunai, alat hisap sabu, pipa kaca, plastik klip, serta 10 paket narkotika jenis sabu dengan berat bruto 2,7 gram dan berat netto 1,52 gram.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah perjudian berkedok taruhan pertandingan Piala Dunia 2026. Dalam kasus tersebut, tiga tersangka memiliki peran berbeda, mulai dari penyedia bursa taruhan, penerus informasi melalui grup WhatsApp, hingga penerima dan pengumpul uang taruhan dari para pemain judi.

Selain itu, Satreskrim Polres Karangasem juga berhasil mengungkap kasus pencurian modul tower yang sempat mengganggu jaringan telekomunikasi di wilayah Kecamatan Karangasem. Tersangka diketahui merupakan mantan pekerja pemeliharaan tower yang memanfaatkan kunci master miliknya untuk membobol rak peralatan tower dan mencuri delapan modul tower.

Kasus lainnya yang turut menjadi sorotan yakni pencurian sepeda motor milik warga negara asing asal Jerman di kawasan wisata Desa Purwakerti, Kecamatan Abang. Setelah melakukan penyelidikan, pelaku berhasil diamankan di wilayah Kabupaten Badung dan barang bukti sepeda motor berhasil disita.

Tak hanya itu, Polres Karangasem bersama jajaran Polsek juga berhasil mengungkap pencurian handphone di Kecamatan Kubu serta pencurian ayam aduan di Kecamatan Bebandem. Seluruh pelaku telah diamankan dan kini menjalani proses penyidikan.

Sementara itu, Satresnarkoba Polres Karangasem mengungkap tiga kasus peredaran gelap narkotika di wilayah Kecamatan Selat dan Sidemen. Dari pengungkapan tersebut, empat tersangka yang diduga berperan sebagai pengedar berhasil diamankan beserta 10 paket sabu dengan berat netto 1,52 gram.

AKBP I Made Santika menegaskan, keberhasilan pengungkapan sejumlah kasus tersebut tidak terlepas dari kerja keras personel kepolisian serta dukungan masyarakat yang aktif memberikan informasi.

“Pengungkapan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Setiap laporan yang diterima akan kami tindak lanjuti secara serius, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memasang CCTV, serta segera melapor melalui layanan 110 atau Call Center Polres Karangasem apabila mengetahui adanya tindak kejahatan,” tegasnya.

Kapolres menambahkan, Polres Karangasem akan terus melakukan tindakan tegas terhadap setiap pelaku kriminalitas guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kabupaten Karangasem. (Ami)

Sidang Pengoplosan LPG Subsidi di PN Amlapura Masuki Tahap Pemeriksaan Saksi Ahli


Karangasem, Bali Kini -  Proses persidangan perkara dugaan pengoplosan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram ke tabung gas nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram, 12 kilogram, dan 50 kilogram yang melibatkan 10 terdakwa terus berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Amlapura. Pada sidang yang digelar Selasa (28/7/2028), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan sejumlah saksi, termasuk seorang saksi ahli, guna memberikan keterangan di hadapan majelis hakim.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem, Ferdy Arya Nul Hakim, menjelaskan bahwa agenda persidangan kali ini difokuskan pada pemeriksaan para saksi yang telah dipanggil oleh JPU. Selain saksi fakta, turut dihadirkan saksi ahli untuk memberikan pendapat sesuai keahliannya terkait perkara yang sedang disidangkan.

“Agenda sidang hari ini adalah pemeriksaan saksi-saksi sekaligus mendengarkan keterangan atau pendapat dari saksi ahli,” ujar Ferdy.

Sebelumnya, perkara tersebut telah memasuki tahapan pemeriksaan identitas para terdakwa dan pembacaan surat dakwaan oleh JPU. Kasus ini menjadi perhatian publik di Kabupaten Karangasem karena melibatkan praktik pengoplosan LPG bersubsidi dalam jumlah besar.

Dalam surat dakwaannya, JPU menjerat para terdakwa dengan Pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dan ditambah dalam BAB IV Ketenagakerjaan Bagian Keempat Penyederhanaan Perizinan Berusaha Sektor serta Kemudahan dan Persyaratan Investasi Paragraf 5 Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 40 angka 9 Lampiran Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagaimana diubah dengan Lampiran I Nomor 158 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Ancaman hukuman terhadap para terdakwa berupa pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp60.000.000.000.

Kasus ini bermula dari penggerebekan yang dilakukan Unit IV Satreskrim Polres Karangasem di sebuah gudang di wilayah Subagan, Karangasem, pada 20 April 2026. Saat itu, petugas mendapati para pelaku sedang memindahkan isi tabung LPG subsidi 3 kilogram ke tabung nonsubsidi ukuran 12 kilogram dan 50 kilogram. Polisi juga menemukan tabung ukuran 5,5 kilogram dalam kondisi kosong yang diduga akan diisi menggunakan gas subsidi.

Dalam perkara ini, kesepuluh terdakwa memiliki peran yang berbeda. Tiga orang bertugas melakukan pengoplosan, enam orang bekerja sebagai buruh angkut, sedangkan satu orang berperan sebagai sopir yang mendistribusikan hasil gas oplosan ukuran 12 kilogram di wilayah Karangasem.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sebanyak 1.788 tabung gas berbagai ukuran, alat pengoplos, timbangan, serta dua unit truk Isuzu ELF berwarna putih yang diduga digunakan untuk mengangkut sekaligus memasarkan gas oplosan ke luar Bali, yakni ke wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Akibat aktivitas ilegal tersebut, negara diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp714.420.000. Nilai kerugian tersebut dihitung berdasarkan kerugian negara per hari selama 54 hari operasional, yakni sejak 26 Februari 2026 hingga 20 April 2026. (Ami)

Rabu, 29 Juli 2026

Dapat Teror di Medsos Hingga Ormas, Managemen TUS Mesadu ke Polda

Kuta , Bali Kini  - Managemen pengelola property The Umalas Signature (TUS) menegaskan bahwa mereka memiliki legalitas hukum dalam mengelola hotel dan apartemen yang bangunannya berdiri di Jl. Bumbak Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Ini diungkapkan setelah ada penggiringan opini di sejumlah media sosial yang mempertanyakan keabsahan Managemen TUS.

“Managemen bekerja berdasarkan akta Perjanjian Kerjasama (PKS) dan akta Perjanjian Kerjasama Operasional (PSKO),” kata Agus Samijaya, pengacara PT Samahita Umalas Persada (SUP) yang menaungi managemen property tersebut.

Dalam PKS disebutkan, pembangunan Umalas Signature dan pengelolaannya diserahkan kepada PT SUP selama 25 tahun dari 2019 hingga 2044. Sementara dalam PSKO disebutkan PT SUP berkewajiban mengurus perizinan dan membangun TUS senilai Rp 135 Miliar dan PT MEI membiayai pemasaran TUS senilai Rp 16 miliar. 

Dalam perkembangannya, dua hal itu bisa dilakukan dan pembangunan TUS bisa dibiayai dengan pendapatan dari hasil pemasaran oleh PT MEI. Menurut Agus, dalam unggahan di media sosial disebutkan, pengelolaan itu tidak sah karena empat Surat Hak Guna Bangunan (SHGB) atas property itu bukan atas nama mereka.

Hal itu menurutnya adalah informasi yang keliru dan menyesatkan karena serangkaian fakta hukum dimana telah terjadi penjualan 100 persen saham PT Samahita Inti Prasada (SIP) sebagai pemilik 99 persen saham PT SUP kepada PT Magnum Estate Internasional (MEI). “Karena MEI menjadi pemilik saham mayoritas maka secara tidak langsung SHGB menjadi milik PT MEI,” tegasnya.

Mengenai belum adanya balik nama akta tersebut, menurut Agus disebabkan adanya kesepakatan antara SIP dengan pemegang saham minoritas untuk menunda proses balik nama dan menitipkan akta secara fisik kepada pihak notaris yakni kepada notaris I Putu Ngurah Aryaha.

Namun dalam perkembangannya, akta tersebut telah diambil secara sepihak sebelum proses jual beli saham antara PT SIP dengan MEI terjadi. “Kami sedang mempelajari kemungkinan melakukan gugatan hukum atas penguasaan akta tersebut,” sebut Agus.

Pemberitaan dan unggahan di media sosial sendiri diduga melibatkan seseorang berinisial BT yang sebelumnya berperkara dengan management PT SUP. Direktur PT SUP Charles Siringo Ringo melaporkan BT pada 29 Nopember 2024 dalam kasus penipuan dan atau penggelapan.

Kasus ini kemudian telah disidangkan di PN Denpasar dan BT telah dijatuhi vonis 3,5 tahun. Putusan ini kemudian dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Bali dan Mahkamah Agung RI pada bulan Mei 2026 melalui putusan No. 972 K/Pid/2026. “Kami berharap pihak Kejaksaan bisa segera melakukan eksekusi,” sebut Agus.

Selain di media sosial, PT SUP juga mendapat gangguan dari kedatangan organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang berusaha mengusir manajemen dan pengelola serta menduduki Umalas Signature. Hal ini telah menyebabkan keresahan dikalangan karyawan dan membuat citra buruk pada konsumen mereka.

“Bahkan ada karyawan yang memilih mengundurkan diri karena merasa trauma,” sebut Direktur PT SUP Charles Siringo Ringo. Kejadian tersebut juga telah dilaporkan kepada Polda Bali.

Senin, 27 Juli 2026

Program BIAS 2026 Puluhan Ribu Anak SD Denpasar Diimunisasi

Denpasar, Bali Kini  - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar akan melaksanakan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 mulai Agustus hingga November mendatang. Program tahunan ini ditujukan untuk memperkuat perlindungan kesehatan anak usia sekolah melalui pemberian imunisasi lanjutan sesuai jadwal yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ayu Agung Chandrawati, mengatakan pelaksanaan BIAS tahun ini menyasar sebanyak 41.904 siswa Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan sekolah sederajat di seluruh Kota Denpasar.

Dari total sasaran tersebut, sebanyak 13.800 merupakan siswa kelas satu, 13.858 siswa kelas dua, dan 14.246 siswa kelas lima. Ada empat jenis vaksin disiapkan Diskes, yakni vaksin Measles Rubella (MR), Human Papillomavirus (HPV), Tetanus Diphtheria (Td), dan Diphtheria Tetanus (DT).

"Seluruh kebutuhan vaksin untuk pelaksanaan BIAS tahun ini telah kami siapkan sehingga pelaksanaan imunisasi di sekolah dapat berjalan sesuai jadwal," ujar dr. Chandrawati, Senin (27/7).

Adapun stok vaksin yang telah disiapkan meliputi 1.732 vial atau setara 17.320 dosis vaksin MR bagi siswa kelas satu, 14.246 vial atau dosis vaksin HPV untuk siswa kelas lima, 2.811 vial atau 28.110 dosis vaksin Td bagi siswa kelas dua dan lima, serta 1.386 vial atau 13.860 dosis vaksin DT untuk siswa kelas satu.

Pelaksanaan imunisasi akan dilakukan secara bertahap dalam dua periode. Pada Agustus 2026, siswa kelas satu akan menerima imunisasi Campak dan Rubela (MR), sedangkan siswa kelas lima mendapatkan imunisasi HPV yang berfungsi melindungi dari infeksi Human Papillomavirus penyebab berbagai jenis kanker, termasuk kanker serviks pada perempuan.

Selanjutnya pada November 2026, siswa kelas satu akan memperoleh imunisasi lanjutan DT sebagai perlindungan terhadap difteri dan tetanus. Sementara itu, siswa kelas dua dan kelas lima akan menerima imunisasi Td sebagai vaksin penguat.

Menurut Chandrawati, pemberian imunisasi lanjutan pada jenjang kelas satu, dua, dan lima dilakukan karena pada usia tersebut kekebalan tubuh hasil imunisasi dasar mulai mengalami penurunan sehingga diperlukan dosis penguat untuk mempertahankan perlindungan terhadap berbagai penyakit menular.

"Usia anak yang duduk di bangku kelas satu, dua, dan lima SD merupakan waktu yang paling ideal untuk mendapatkan imunisasi lanjutan sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia," jelasnya.

Melalui pelaksanaan BIAS 2026, Pemerintah Kota Denpasar berharap kekebalan tubuh anak-anak tetap terjaga hingga memasuki usia remaja. Perlindungan sejak dini terhadap penyakit seperti campak, rubela, difteri, tetanus, serta infeksi HPV dinilai menjadi investasi jangka panjang dalam mewujudkan generasi muda Denpasar yang sehat, kuat, dan berkualitas.

Strategi "Zero Waste" Pertanian Jeruk Bangli Lewat Inovasi Kemasan "Eco-Friendly

DENPASAR, BALI KINI — Komoditas jeruk dari kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, kerap kali menghadapi tantangan efisiensi pascapanen dan limbah yang terbuang sia-sia. Menjawab tantangan tersebut, tim akademisi merancang pendekatan sistematis melalui penerapan konsep zero waste berbasis inovasi kemasan ramah lingkungan (eco-friendly).

Langkah strategis ini ditujukan untuk meminimalkan potensi limbah hasil pertanian jeruk sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal agar mampu bersaing lebih luas di pasar modern. Ketua Tim Pengabdi yang juga akademisi dari Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa, Ir. I Wayan Sudiarta, MP, menjelaskan bahwa pengelolaan rantai pasok pertanian jeruk memerlukan terobosan yang tidak hanya mengedepankan aspek penjualan, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.

"Pengolahan hasil pertanian jeruk sejatinya bisa dimaksimalkan hingga tuntas tanpa menyisakan limbah yang merusak lingkungan. Lewat pendekatan zero waste dan penggunaan inovasi kemasan eco-friendly, kita ingin mengoptimalkan nilai tambah jeruk Bangli dari hulu ke hilir," ujar Wayan Sudiarta saat dikonfirmasi pada Sabtu (25/7/2026). Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela kegiatan pelatihan dan pendampingan serangkaian program Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBW) yang berlangsung di Kintamani, Bangli.

Melalui kegiatan PBW ini, tim akademisi Universitas Warmadewa memberikan edukasi serta pendampingan langsung kepada kelompok mitra, yakni Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Sari, Desa Pengejaran, Kintamani, Bangli. Pelatihan difokuskan pada pemanfaatan jeruk kelas dua (second grade) atau bagian buah yang tidak lolos sortir menjadi produk turunan bernilai jual, sehingga seluruh hasil panen dapat terserap optimal.

Selain pemanfaatan produk turunan, tim pengabdi juga memperkenalkan penggunaan kemasan ramah lingkungan berbasis bahan hayati (biodegradable) kepada para anggota KWT Mekar Sari. Penggunaan material ini dirancang untuk menggantikan plastik sekali pakai sekaligus menjaga mutu dan kesegaran buah selama proses distribusi.

Wayan Sudiarta menambahkan, efisiensi distribusi tersebut sangat penting agar kerusakan fisik buah saat pengiriman dapat diminimalkan, yang pada akhirnya menekan volume sampah organik di tingkat pengecer. Integrasi antara pemanfaatan limbah dan kemasan bernilai ekologis ini diharapkan menjadi rujukan model pertanian berkelanjutan di kawasan Bangli.

Melalui kolaborasi erat antara akademisi dan KWT Mekar Sari Desa Pengejaran, program PBW ini menargetkan terciptanya ekosistem pertanian jeruk Kintamani yang berdaya saing tinggi, efisien, serta berwawasan lingkungan secara jangka panjang.(Ml)

Cek Rabat Beton & Hotmix di Banyubiru, Bupati Kembang Hartawan Pastikan Jalan Mulus untuk Warga.

Jembrana , Bali Kini - Guna memastikan warga menikmati fasilitas jalan mulus, Pemkab Jembrana mulai menggarap pengerjaan hotmix di sejumlah ruas jalan menggunakan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali 2026. Ruas jalan yang disasar di antaranya Jalan Banjar Yeh Kuning–Banjar Yeh Kuning III, Jalan Banjar Banyubiru–Pangkung Dalem, Jalan Simpang Tegal Badeng–Banjar Puana Sari I, Jalan Banyubiru–Banjar Banyubiru, serta Jalan Banyubiru–Simpang Air Anakan. Sementara itu, pengerjaan rabat beton di kawasan BTN Gita Bhayangkara, Banyubiru, telah resmi rampung.

Untuk memastikan kualitasnya, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan turun langsung meninjau dua lokasi tersebut, yakni proyek rabat beton yang telah selesai di BTN Gita Bhayangkara serta pengaspalan hotmix yang sedang berjalan di Jalan Simpang Air Anakan, Senin (27/7). Peninjauan ini dilakukan agar hasil pengerjaan fisik di lapangan sesuai standar dan dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

Bupati I Made Kembang Hartawan menegaskan bahwa pemerataan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk mendorong mobilitas serta perekonomian warga.
"Hari ini kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan pengerjaan jalan di Banyubiru berjalan dengan baik. Proyek rabat beton di BTN Gita Bhayangkara sudah selesai dengan kualitas yang baik dan siap dimanfaatkan warga. Sementara itu, pengerjaan hotmix di Jalan Simpang Air Anakan yang sedang berlangsung harus terus dikawal agar sesuai spesifikasi teknis dan selesai tepat waktu," ujar Kembang Hartawan saat meninjau lokasi.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut menjaga dan merawat fasilitas jalan yang telah selesai dibangun agar memiliki masa pakai lebih panjang. Selain itu, ia mengingatkan agar kegiatan gotong royong pada minggu pertama setiap bulan terus dilaksanakan, termasuk membiasakan pemilahan sampah dari rumah masing-masing.
"Pemerintah bertugas membangun dan membenahi, tetapi merawat adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga jalan ini agar tetap awet dan nyaman digunakan," pungkasnya.(*)

Jembrana Dual Purpose Fun Rally Adventure Tandai Dimulainya Festival Semarak Jembrana 2026.

Jembrana , Bali Kini  – Mengawali Festival  Semarak  Jembrana menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-131 Kota Negara di Kabupaten Jembrana. Digelar Jembrana Dual Purpose Fun Rally Adventure pada Minggu (26/7/2026) menjadi penanda dimulainya rangkaian menuju Festival Semarak Jembrana 2026, agenda utama Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam memeriahkan HUT ke-131 Kota Negara yang dirangkaikan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali.

Ratusan peserta dari berbagai daerah mengikuti ajang otomotif tersebut dengan menelusuri rute yang menyuguhkan keindahan alam dan pesona Jembrana.

Dalam sambutanya Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna yang juga selaku Ketua KONI Jembrana menyampaikan event ini merupakan wadah bagi komunitas pecinta motor dual purpose untuk menyalurkan hobi dan mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempromosikan potensi pariwisata serta destinasi unggulan yang dimiliki Kabupaten Jembrana.
"Jembrana memiliki bentang alam yang luar biasa indah mulai dari kawasan pesisir, perbukitan, hingga pedesaan yang asri. Untuk peserta yang dari luar jembrana kami ucapkan selamat menikmati keindahan alam jembrana sekaligus ikut mempromosikanya kepada masyarakat luas dan barang tentu semakin banyak orang mengenal jembrana semakin besar pula peluang berkembangnya sektor UMKM, dan ekonomi Kreatif daerah kita," ucapnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum awal yang menandai dimulainya kemeriahan peringatan HUT ke-131 Kota Negara. Berbagai agenda telah disiapkan untuk menyemarakkan perayaan tersebut, dengan Festival Semarak Jembrana 2026 sebagai puncak rangkaian kegiatan yang akan berlangsung pada 14–23 Agustus 2026. Selama sepuluh hari, masyarakat akan disuguhkan beragam kegiatan, mulai dari pementasan seni dan budaya, perlombaan olahraga, pameran UMKM dan ekonomi kreatif, hiburan rakyat, hingga berbagai atraksi menarik yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Ia menambahkan Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap semangat kebersamaan, gotong royong, dan kebanggaan terhadap daerah semakin tumbuh di tengah masyarakat.

"Festival Semarak Jembrana 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan hari jadi Kota Negara, tetapi juga menjadi momentum untuk menggerakkan perekonomian daerah, mempromosikan potensi lokal, serta memperkuat citra Jembrana sebagai daerah yang Maju, Harmoni, dan Bermartabat," tandas Wabup Ipat. ( * )

Penyerahan Alsintan Power Thresher di Subak Keduwa, Bupati Kembang Hartawan Instruksikan Kadis Pertanian dan Penyuluh Rajin Turun Serap Aspirasi Petani.

Jembrana , Bali Kini – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan daerah melalui percepatan mekanisasi pertanian, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyerahkan secara langsung bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) pascapanen berupa power thresher (mesin perontok padi) kepada tujuh kelompok tani atau subak. Penyerahan bantuan yang bersumber dari APBN Kementerian Pertanian RI tersebut berlangsung di kawasan lahan Subak Keduwa, Kecamatan Negara, Rabu (22/7/2026).

Penggunaan mesin pertanian menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan lahan, mulai dari proses prapanen hingga pascapanen. Kendati demikian, penerapan teknologi pertanian di lapangan selama ini masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan jumlah alsintan serta kondisi sebagian mesin yang sudah tidak optimal.

Mengawali sambutannya, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian beserta seluruh penyuluh pertanian agar rajin turun ke lapangan guna menemui para petani dan menyerap aspirasi mereka secara langsung.
"Pak Kadis harus sering menemui petani dan menyerap aspirasi mereka. Sebab, jika kita tidak turun langsung ke lapangan, kita tidak akan pernah tahu keluhan dan kendala nyata yang dihadapi petani," tegas Bupati Kembang.


Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa penyaluran bantuan power thresher ini difokuskan untuk mendukung wilayah subak yang memiliki karakteristik lahan khusus, yakni area yang tidak memungkinkan penggunaan mesin combine harvester akibat keterbatasan topografi lahan maupun ketersediaan unit.

"Alsintan ini tentu sangat bermanfaat, terutama ketika lahan petani sedang becek, berukuran kecil, atau tidak dapat dijangkau oleh mesin combine," ucapnya.

Dimomen itu Bupati Kembang juga mencoba secara langsung pengoperasian power thresher di area sawah Subak Kedal untuk memastikan unit bantuan dapat dipergunakan secara optimal oleh para petani. Dengan hadirnya bantuan mesin perontok padi ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap produktivitas sektor pertanian terus meningkat serta mewujudkan kemandirian dan swasembada pangan yang berkelanjutan di wilayah Jembrana.

"Mohon dimanfaatkan dengan maksimal nggih, Pak. Perlu diingat, ini adalah bantuan untuk kelompok tani, jadi ini milik bersama, bukan milik pribadi, dan tolong dirawat dengan baik. Astungkara bantuan niki dapat bermanfaat. Kami sangat berharap, dengan adanya bantuan pemerintah ini, hasil produksi pertanian juga akan meningkat," tandasnya.

​Adapun tujuh kelompok tani/subak penerima bantuan alsintan yang telah lolos verifikasi dan memenuhi syarat meliputi:
​Subak Yehembang (Kecamatan Mendoyo)
​Subak Air Sumbul (Kecamatan Mendoyo)
​Subak Sawe Dauh Tukad (Kecamatan Jembrana)
​Subak Keduwa (Kecamatan Negara)
​Subak Telepus Sari (Kecamatan Negara)
​Subak Paswar Palasari (Kecamatan Melaya)
​Subak Mertasari (Kecamatan Melaya) (*)

KONI Karangasem Miliki Kepengurusan Baru, Pandu Prapanca Lagosa Usung Misi Tingkatkan Prestasi

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini – Kepengurusan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Karangasem periode 2026–2030 resmi memulai tugasnya. Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, yang dilantik sebagai Ketua KONI, langsung menegaskan komitmennya membangkitkan prestasi olahraga sekaligus mengangkat posisi Karangasem dari papan bawah pada ajang olahraga tingkat Provinsi Bali.

Pelantikan dan pengukuhan pengurus KONI Karangasem berlangsung di hadapan Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, jajaran Forkopimda, pengurus KONI Provinsi Bali, kepala sekolah, serta perwakilan cabang olahraga.

Dalam sambutan perdananya, Pandu mengakui kondisi prestasi olahraga Karangasem saat ini masih jauh dari harapan. Menurutnya, tantangan tersebut harus dijawab melalui kerja keras dan kolaborasi seluruh insan olahraga.

“Hari ini seluruh pengurus KONI telah dilantik. Memimpin rumah besar KONI merupakan tanggung jawab yang besar bagi kami. Masih banyak hal yang harus dibenahi dan dipikirkan untuk masa depan KONI Karangasem,” ujarnya.

Ia mengatakan Karangasem selama ini masih menjadi penghuni papan bawah pada berbagai kejuaraan tingkat provinsi. Karena itu, kepengurusan yang baru bertekad mengubah kondisi tersebut melalui pembinaan yang lebih serius dan terarah.

“Kalau bicara prestasi olahraga, kita harus mengelus dada karena Karangasem masih berada di zona degradasi, di posisi delapan dari sembilan peserta. Kami tidak ingin kondisi ini terus terjadi dari tahun ke tahun,” tegasnya.

Pandu optimistis Karangasem memiliki banyak atlet potensial yang mampu bersaing apabila mendapat pembinaan yang berkelanjutan. Untuk itu, pihaknya akan memperkuat sistem pembinaan atlet, meningkatkan kualitas organisasi, serta mempererat sinergi dengan KONI Provinsi Bali dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga mengajak seluruh atlet menjadikan semangat perjuangan para leluhur Karangasem sebagai motivasi untuk terus berjuang meraih prestasi.

“Selama peluit juri belum dibunyikan, raihlah semuanya sehingga bendera Karangasem bisa berkibar di setiap kompetisi,” katanya.

Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali yang akan digelar di Kabupaten Buleleng, Pandu menyampaikan optimisme bahwa Karangasem mampu memberikan kejutan.

“Tunggu kami di Buleleng. Jangan pandang remeh Karangasem. Kami akan membawa bendera Karangasem dengan gagah dan mewarisi semangat para pejuang,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Bali, Ketut Jagra Sunu, menilai pelantikan kepengurusan baru menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan olahraga secara lebih terarah dan berkelanjutan. Ia berharap KONI Karangasem mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi hingga tingkat nasional maupun internasional melalui organisasi yang solid dan profesional.

Dukungan juga datang dari Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata. Ia bahkan memasang target ambisius bagi kepengurusan baru dengan menargetkan Karangasem mampu menembus tiga besar pada ajang Porprov.

“Saya menargetkan Karangasem masuk tiga besar. Pemerintah Kabupaten Karangasem siap mendorong dari sisi pendanaan agar pembinaan olahraga berjalan maksimal,” tegas Gus Par.

Ia meminta KONI segera menyusun sistem pembinaan atlet yang berjenjang dan berkelanjutan sehingga prestasi yang diraih tidak hanya bersifat sesaat.

“KONI harus menjadi rumah besar bagi seluruh cabang olahraga untuk meningkatkan prestasi. Bangun sistem yang kuat, tingkatkan profesionalisme, dan lahirkan atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Karangasem,” pungkasnya. (Ami)

HUT Ke-3 Ki Barak Sesana Kabupaten Karangasem: "Kebersamaan dalam Dharma, Kuat dalam Persaudaraan, Tangguh Mengabdi"


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem,Bali Kini  – Pasikian Pecalang Ki Barak Sesana (KBS) Kabupaten Karangasem memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 dengan mengusung tema "Kebersamaan dalam Dharma, Kuat dalam Persaudaraan, Tangguh Mengabdi." Perayaan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan semeton, meningkatkan kualitas pengabdian, serta memperkokoh komitmen dalam menjaga nilai-nilai luhur adat, budaya, dan spiritual warisan leluhur.
Acara dihadiri oleh jajaran Pengurus Ki Barak Sesana Provinsi Bali yang dipimpin langsung oleh Ketua Pande Putu Suardika, didampingi Sekretaris, Bendahara, serta jajaran pengurus provinsi lainnya.

Kehadiran pengurus provinsi menjadi bentuk dukungan dan motivasi bagi penguatan organisasi Ki Barak Sesana di Kabupaten Karangasem.
Turut hadir sebagai undangan kehormatan, Jero Gede Pande Sudarta, selaku Penglingsir Pura Catur Lawa Pande Besakih. Kehadiran beliau memberikan makna spiritual yang mendalam sekaligus menjadi pengingat agar seluruh anggota senantiasa berpegang teguh pada Dharma, menghormati bhisama leluhur, serta menjaga persaudaraan sebagai fondasi utama organisasi.

Peringatan HUT ke-3 ini bertujuan mempererat tali persaudaraan antaranggota, memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat, serta memperkokoh sinergi dengan pemerintah, desa adat, dan seluruh komponen masyarakat. Selain sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi organisasi, kegiatan ini juga menjadi wahana untuk menumbuhkan kepedulian sosial, semangat gotong royong, dan nilai-nilai ngayah yang menjadi bagian dari jati diri masyarakat Bali.

Sebagai implementasi nyata dari tema yang diusung, rangkaian HUT ke-3 diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Salah satunya adalah bakti sosial berupa penyerahan paket sembako kepada para lansia dari keluarga besar Ki Barak Sesana sebagai wujud penghormatan, kepedulian, dan rasa bhakti kepada para sesepuh yang telah memberikan teladan serta pengabdian bagi organisasi dan masyarakat.

Semangat ngayah juga diwujudkan melalui kegiatan gotong royong dan pembuatan uperengga secara bersama-sama dalam rangka mendukung pelaksanaan Ngaben Massal Warga Pande Kabupaten Karangasem. Kegiatan ini mencerminkan nilai kebersamaan, saling membantu tanpa pamrih, serta pelestarian tradisi dan budaya Bali yang diwariskan oleh para leluhur.
Selain itu, seluruh peserta melaksanakan persembahyangan bersama sebagai ungkapan rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas perjalanan tiga tahun Ki Barak Sesana Kabupaten Karangasem. Persembahyangan ini juga menjadi doa bersama agar organisasi senantiasa memperoleh kerahayuan, tuntunan Dharma, serta kekuatan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, adat, agama, bangsa, dan negara.

Dalam sambutannya, Ketua Ki Barak Sesana Provinsi Bali, Pande Putu Suardika, mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga persatuan dan menjadikan organisasi sebagai wadah pembinaan karakter serta pengabdian.
"Ki Barak Sesana bukan sekadar organisasi, tetapi keluarga besar yang dipersatukan oleh Dharma. Persaudaraan yang kuat akan melahirkan pengabdian yang tulus. Karena itu, mari kita terus menjaga kebersamaan, memperkuat solidaritas, dan hadir memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Pande N.Gunasta Ketua MSWP Kabupaten Karangasem menegaskan bahwa kekuatan organisasi terletak pada kemampuannya menjaga nilai-nilai luhur leluhur dalam setiap tindakan.
"Ngayah, saling asah, saling asih, dan saling asuh merupakan warisan yang harus terus dijaga. Ketika persaudaraan dibangun di atas Dharma, maka organisasi akan menjadi kuat, harmonis, dan mampu memberikan manfaat bagi banyak orang," pesannya.

Rangkaian kegiatan HUT ditutup dengan ramah tamah dan kebersamaan seluruh peserta sebagai simbol eratnya ikatan persaudaraan di lingkungan Ki Barak Sesana.

Melalui tema "Kebersamaan dalam Dharma, Kuat dalam Persaudaraan, Tangguh Mengabdi," Ki Barak Sesana Kabupaten Karangasem menegaskan komitmennya untuk terus menjadi organisasi yang menjunjung tinggi nilai Satya, Dharma, dan Kawicaksanan, mempererat persaudaraan semeton, mengembangkan semangat sosial kemasyarakatan, melestarikan adat dan budaya Bali, serta senantiasa hadir dengan pengabdian yang tulus bagi masyarakat.
Memasuki usia yang ketiga, Ki Barak Sesana Kabupaten Karangasem optimistis akan terus bertumbuh sebagai organisasi yang semakin solid, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur warisan leluhur yang menjadi landasan utama dalam setiap langkah pengabdiannya.

"Tiga tahun adalah awal perjalanan. Dengan restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan tuntunan para leluhur, Ki Barak Sesana akan terus melangkah, menjaga persaudaraan, menguatkan pengabdian, serta menjadi teladan dalam melestarikan nilai-nilai luhur Bali bagi generasi kini dan yang akan datang." (ami)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved