-->

Sabtu, 22 Agustus 2026

Reses Ketua DPRD Karangasem Serap Aspirasi Infrastruktur hingga Penguatan Ekonomi Warga


Karangasem, Bali Kini — Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika melaksanakan kegiatan reses masa persidangan II dengan turun langsung ke sejumlah wilayah di Kecamatan Selat untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, berbagai persoalan dan kebutuhan warga disampaikan, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, dukungan terhadap sektor pertanian, sarana pengembangan usaha, hingga rehabilitasi tempat suci.

Kegiatan reses menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai kebutuhan di wilayahnya kepada wakil rakyat, sehingga aspirasi tersebut nantinya dapat diperjuangkan melalui pembahasan program pembangunan di Kabupaten Karangasem.

Salah satu lokasi yang menjadi tempat pertemuan yakni Banjar Adat Tangkas Kori Agung, Desa Adat Sukaluwih, Desa Amerta Buana, Kecamatan Selat. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan perbaikan jalan yang menghubungkan Sukaluwih menuju Geriana Kangin, Kecamatan Selat.

Ruas jalan tersebut memiliki panjang kurang lebih satu kilometer dan dinilai menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat. Perbaikan jalan diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas sosial maupun perekonomian masyarakat.

Aspirasi serupa juga disampaikan masyarakat di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Nanda, Banjar Lusuh Kauh, Desa Pering Sari. Kelompok wanita tani tersebut mengusulkan bantuan sarana tempat usaha untuk mendukung kegiatan produksi keripik yang selama ini dijalankan.

Dukungan sarana usaha dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mendorong pengembangan usaha kelompok. Dengan semakin berkembangnya kegiatan produksi, diharapkan mampu memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan perekonomian masyarakat.

Selain bantuan sarana usaha, masyarakat di wilayah tersebut juga mengusulkan perbaikan ruas jalan Palemadon menuju Amerta Buana, Kecamatan Selat. Jalan tersebut menjadi salah satu akses penting masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas, termasuk mendukung kegiatan perekonomian.

Reses juga dilaksanakan di Sekretariat Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kecamatan Selat. Dalam pertemuan tersebut, I Wayan Suastika mendengarkan langsung berbagai aspirasi serta kebutuhan yang disampaikan anggota RAPI sebagai bagian dari organisasi komunikasi masyarakat.

Sementara di Pura Panti Tukad Sabuh, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, masyarakat menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan rehabilitasi pura. Rehabilitasi tersebut diharapkan dapat menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan keagamaan sekaligus menjaga keberadaan tempat suci yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.

Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika mengatakan, dari sejumlah pertemuan yang dilaksanakan, aspirasi masyarakat sebagian besar berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur. Selain perbaikan jalan, masyarakat juga menyampaikan usulan bantuan Lampu Penerangan Jalan (LPJ) serta dukungan untuk kegiatan upacara adat.

“Sebagian besar aspirasi yang disampaikan masyarakat adalah terkait infrastruktur jalan, LPJ, maupun bantuan untuk kegiatan upacara adat,” ujar Suastika.

Menurutnya, di bidang infrastruktur, masyarakat tidak hanya mengusulkan perbaikan jalan, tetapi juga perbaikan maupun pembangunan irigasi untuk mendukung sektor pertanian. Warga juga menyampaikan kebutuhan bantuan alat-alat pertanian yang dapat menunjang aktivitas petani dalam menggarap lahan.

Hal tersebut dinilai cukup relevan mengingat sebagian besar masyarakat di Kecamatan Selat masih menggantungkan perekonomian pada sektor pertanian.

“Apalagi wilayah Kecamatan Selat juga sebagian besar masyarakatnya sebagai petani. Jadi saya kira usulan masyarakat tersebut perlu untuk ditindaklanjuti,” kata Suastika.

Ia menegaskan, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses tidak berhenti pada forum pertemuan. Seluruh hasil penyerapan aspirasi tersebut nantinya akan dihimpun dan dituangkan dalam pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD.

Hasil reses tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dalam pembahasan APBD untuk tahun anggaran 2027. Aspirasi yang telah dihimpun akan disampaikan kepada pihak eksekutif untuk dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kemampuan anggaran serta prioritas pembangunan daerah.

“Hasil reses nanti kita kumpulkan dalam bentuk pokir. Setelah itu kita serahkan kepada eksekutif untuk ditindaklanjuti sebagai aspirasi anggota DPRD,” jelasnya.

Suastika menambahkan, kegiatan reses merupakan agenda rutin anggota DPRD sebagai salah satu upaya memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dengan masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.

Melalui pertemuan secara langsung, anggota DPRD dapat mengetahui kondisi riil yang dihadapi masyarakat sekaligus mendapatkan masukan mengenai kebutuhan pembangunan yang dianggap paling mendesak di masing-masing wilayah.

“Reses ini merupakan kegiatan rutin yang kita laksanakan dengan harapan anggota DPRD bisa lebih banyak bertatap muka sekaligus menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Karangasem,” ungkapnya.

Reses masa persidangan II tersebut tidak hanya dilakukan oleh Ketua DPRD Karangasem. Seluruh anggota DPRD Karangasem juga melaksanakan kegiatan serupa dengan turun langsung ke masing-masing daerah pemilihan (dapil).

“Reses sudah kita laksanakan sejak 1 sampai 3 Maret oleh seluruh anggota di masing-masing dapil,” terang Suastika.

Dengan adanya kegiatan tersebut, aspirasi masyarakat dari berbagai wilayah di Karangasem diharapkan dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah. Terutama menyangkut kebutuhan dasar seperti infrastruktur jalan dan irigasi, penguatan sektor pertanian, pengembangan usaha masyarakat, penerangan jalan, hingga dukungan terhadap kegiatan sosial dan keagamaan.

Penyerapan aspirasi melalui reses juga diharapkan dapat memastikan pembangunan yang direncanakan pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan, sekaligus menjadi bahan bagi DPRD dalam menjalankan fungsi penganggaran dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Kabupaten Karangasem. (Ami)

HUT ke-81 RI, Bupati Karangasem Ajak Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Inovasi

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 
Karangsem, Bali Kini — Upacara bendera memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Karangasem berlangsung khidmat di Lapangan Tanah Aron, Senin (17/8/2026). Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata bertindak sebagai inspektur upacara.

Rangkaian peringatan diawali dengan kedatangan ratusan peserta pelacaran rute perjuangan pahlawan I Gusti Ngurah Rai. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pembacaan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai.

Upacara kemudian dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Karangasem. Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata membacakan Teks Pancasila, sementara detik-detik Proklamasi dibacakan Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika.

Dalam amanatnya, Bupati Parwata mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan dengan mengisi pembangunan. Menurutnya, kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang harus dilanjutkan oleh generasi penerus.

“Pada momen peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 ini, kami mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk terus berjuang dengan mengisi kemerdekaan melalui pembangunan, pendidikan dan terus berinovasi untuk kemajuan bangsa, utamanya pembangunan di Karangasem,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Par.

Selain itu, Gus Par menekankan pentingnya pemerataan pembangunan dan keadilan bagi masyarakat. Dia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap Karangasem, khususnya dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya, pemerataan pembangunan diperlukan agar masyarakat di seluruh daerah, termasuk Karangasem, dapat merasakan manfaat pembangunan secara berkeadilan.

Upacara tersebut turut dihadiri para mantan Bupati Karangasem, mantan Ketua DPRD Karangasem, jajaran Forkopimda, para veteran, serta pejabat di lingkungan Pemkab Karangasem.

Dalam kesempatan tersebut juga digelar doa bersama untuk seorang siswa SMA Negeri 2 Karangasem yang meninggal dunia setelah mengikuti lomba gerak jalan beberapa waktu lalu. (Ami)

82 Galian C di Karangasem Jadi Temuan Tim MBLB, 3 Beroperasi Diluar Zona Pertambangan, 2 Disebut Tak Kantongi IUP

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 
Karangasem, Bali Kini — Sebanyak 82 titik kegiatan pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) di Kabupaten Karangasem menjadi temuan dalam pengawasan tim gabungan Pemerintah Provinsi Bali.

Dari 82 titik tersebut, sebanyak 37 titik berada di Kecamatan Bebandem. Dalam pengawasan itu, ditemukan tiga kegiatan usaha galian C yang beririsan dengan zona yang bukan merupakan kawasan pertambangan.

Ketiga usaha tersebut yakni CV Dewata Timur Abadi, CV MAS Hitam, dan CV Janu Yusra Manggala.

Kabid Penegakan Perundang-undangan (Gakum) Satpol PP Kabupaten Karangasem, I Nengah Sudana Wiryawan, SE., MAP, mengatakan berdasarkan data yang ditemukan, CV Dewata Timur Abadi tercatat memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP). Sementara CV MAS Hitam dan CV Janu Yusra Manggala tidak tercatat memiliki IUP.

Meski demikian, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan ketiga kegiatan usaha tersebut masih beroperasi.

“Fakta di lapangan semuanya masih beroperasi. Tim provinsi sudah melakukan upaya dengan menyarankan agar seluruh kelengkapan perizinan yang dibutuhkan terkait kegiatan pertambangan segera diurus,” ujar Sudana.

Untuk sementara, terhadap ketiga pelaku usaha tersebut belum dilakukan penutupan aktivitas. Satpol PP memberikan arahan agar pengusaha segera melengkapi dokumen dan mengurus seluruh perizinan yang dipersyaratkan.

Namun, proses tersebut tidak berhenti pada pemberian arahan. Para pengusaha nantinya akan kembali dipanggil ke Provinsi untuk menjalani klarifikasi terkait aktivitas pertambangan yang dilakukan.

“Untuk sementara tidak sampai ditutup. Disarankan segera membuat dan melengkapi surat perizinan yang dibutuhkan. Nanti akan dipanggil kembali untuk melakukan klarifikasi di provinsi,” jelasnya.

Pengawasan tersebut dilakukan pada Kamis (21/8/2026) oleh tim gabungan MBLB yang melibatkan Kementerian ESDM, Pemerintah Provinsi Bali, PUPR Provinsi Bali, instansi perizinan Provinsi Bali, Biro Hukum Provinsi Bali, Satpol PP Provinsi Bali serta instansi terkait lainnya.

Dari Kabupaten Karangasem, unsur Satpol PP, perizinan, PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup turut hadir dalam mendampingi pengawasan kegiatan pertambangan MBLB tersebut.

Pengawasan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penertiban aktivitas pertambangan MBLB di Karangasem, terutama terhadap kegiatan yang belum memenuhi seluruh persyaratan perizinan maupun kegiatan yang berada di luar kawasan pertambangan. (Ami)

OPERASI GABUNGAN UNGKAP 2,6 TON CAIRAN MENGANDUNG METAMFETAMIN DI KAPAL MV OCEAN PORTER BERBENDERA TANZANIA


Bali Kini - BNN bersama Ditjen Bea dan Cukai serta Polda Kepulauan Riau berhasil mengamankan 2,6 ton narkotika golongan 1 jenis Metamfetamin Cair yang dibawa oleh kapal MV OCEAN PORTER berbendera Tanzania. Pengungkapan di Perairan Karimun Kepulauan Riau pada Senin (17/8) dilakukan setelah tim memperoleh informasi *pergerakan kapal yang mencurigakan dan diketahui beberapa kali berganti nama, yakni HONG RUN 2, RACE WIND, RAIN MAKER, dan MV OCEAN PORTER.*

*Tim Gabungan yang terdiri dari BNN RI, Ditjen Bea dan Cukai, Polda Kepri, Kanwil Bea dan Cukai Kepri, BNNP Kepri, serta PSO Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun*, pada sekitar pukul 18.30 wib berhasil melakukan intercept di Perairan Karimun Kepri terhadap Kapal MV OCEAN PORTER dan selanjutnya kapal tersebut dibawa ke Dermaga PSO Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun untuk dilakukan pemeriksaan menggunakan Back Scatter dan K9 serta pemeriksaan atas awak kapal dan penggeledahan beberapa kompartemen.

Hasil penggeledahan terhadap 4 (empat) kontainer diketahui ada dua kontainer di antaranya kosong, satu kontainer sudah terbuka berisi barang-barang perkakas seperti tali, sparepart, plastic wrap, dan lain-lain, sementara satu kontainer yang masih tergembok dan baru dilas setelah dibongkar berisikan bungkusan-bungkusan rokok berlogo "GD" dengan gambar daun berbahasa China.

Berdasarkan keterangan salah seorang awak kapal, pemeriksaan kemudian dikembangkan pada satu lokasi penyimpanan mencurigakan di atas kontainer. Dalam pemeriksaan tersebut tim gabungan menemukan 8 (delapan) drum berkapasitas masing-masing 200 liter dan satu Water Tank berkapasitas 1.000 liter berisi cairan yang setelah diperiksa menggunakan Narcotics Identification Kit ternyata positif mengandung Metamfetamin. Dengan demikian, total barang bukti yang diduga mengandung narkotika  Metamfetamin tersebut mencapai Berat Brutto 2,6 Ton

Selain barang bukti narkotika, tim juga menyita sejumlah barang bukti non narkotika berupa 157 box rokok ilegal asal China merek GD, dengan total 1.570.000 batang, serta mengamankan 10 orang crew kapal yang seluruhnya berkewarganegaraan asing berinisial AT, ST, YY, KZ, PP, TK, KM, HT, SM, dan TH.

Sebelumnya Kapal MV OCEAN PORTER, menurut pengakuan sang Kapten AT, tiba di Pelabuhan Rajang Sibu, Sarawak, Malaysia, pada 18 Mei 2026 untuk menjalani reparasi. Kapal kemudian berangkat dari Rajang Sibu pada 30 Juli 2026 dengan tujuan Chittagong, Bangladesh, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Port Kaohsiung, Taiwan. Pada 14 Agustus 2026, kapal melakukan pengisian bahan bakar di perairan Langkawi dari kapal Jupmari (IMO 8626513) dengan jumlah sekitar 40 ton sebelum akhirnya diamankan tim gabungan.

Melalui pengungkapan kasus besar ini, tim gabungan berhasil mencegah peredaran narkotika jenis metamfetamin cair yang memiliki valuasi ekonomi mencapai hampir Rp 8,5 Triliun. Selain itu, langkah tegas ini juga berhasil menyelamatkan 14,13 juta jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika. (Ami)

Rabu, 19 Agustus 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026

Koster Ucapkan Terimakasi Ke Prabowo Saat Sidang Paripurna di Gedung DPRD Bali


Denpasar , Bali Kini - Gubernur Bali Wayan Koster dalam penyampaiannya dihadapan anggota Dewan di Renon, Denpasar, Jumat (14/08), penuh sumringah dan bersemangat. Segala capaian dan program kedepan kinerja 100 hari diutarakan. Membuka dengan Pantun dan mengakhiri pidatonya dengan pantun bahasa Bali, seakan telah diaturnya dengan tepat selama selama kurang lebih 68 menit. 

Yah, waktu 1 jam lebih 8 menit berdiri dilakukannya begitu tepat sebagai langkah hari jadi Pemerintahan Provinsi Bali yang Ke-68. Gubernur Koster, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk terus menjalankan pembangunan yang berorientasi pada kelestarian lingkungan dan keberlanjutan. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan Bali Era Baru yang berkualitas, unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Gubernur Koster juga menyampaikan bahwa pembangunan Bali ke depan tetap diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara alam, manusia, dan kebudayaan. Arah pembangunan tersebut berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Gubernur 2 periode ini menegaskan, sejumlah kebijakan yang telah dijalankan Bali menunjukkan konsistensi pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Kebijakan tersebut mencakup pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, pengembangan energi bersih, kendaraan listrik, pertanian organik, serta perlindungan terhadap danau, mata air, sungai, dan laut.


"Salah satu komitmen besar Bali dalam agenda lingkungan adalah target mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2045. Target tersebut lebih cepat 15 tahun dibandingkan target nasional yang ditetapkan pada 2060," Tegas Gubernur asal Bali Utara.

Ia menilai, Bali sangat tepat berani mengambil langkah dengan mencanangkan target pencapaian Net Zero Emission lebih cepat dari target nasional tahun 2060. Komitmen tersebut juga didukung dengan berbagai kebijakan dan program yang diarahkan untuk mengurangi emisi sekaligus mempercepat transisi menuju ekonomi dan energi yang lebih bersih. Upaya percepatan elektrifikasi transportasi dan pengembangan energi terbarukan menjadi bagian dari arah tersebut.

Pada periode 2025-2030, agenda pembangunan Bali mencakup sejumlah bidang prioritas, termasuk lingkungan, kehutanan dan energi. Bidang tersebut berjalan berdampingan dengan pengembangan ekonomi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, sosial, adat, agama, seni dan budaya, serta transformasi Bali sebagai Pulau Digital.

Gubernur Koster juga mengakui Bali masih menghadapi sejumlah persoalan lingkungan dan pembangunan, antara lain persoalan sampah, kerusakan ekosistem, alih fungsi lahan sawah, kemacetan, serta keterbatasan infrastruktur dan transportasi publik.

Menutup pidatonya dalam rangka Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Koster juga mengucapkan sebesar besarnya terhadap Persiden Prabowo yang mendukung langkah kebijakan kinerja pemerintahan Provinsi Bali, serra mengajak seluruh Sameton Krama Bali, khususnya generasi muda, untuk menjaga persatuan, kekompakan, dan semangat gotong royong dalam melanjutkan pembangunan Bali.

Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan target Net Zero Emission 2045, menurut arah kebijakan yang disampaikan pemerintahan yang dipimpinnya, menjadi bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan Bali tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga bagi generasi yang akan datang.

Perkuat Bonding Anak dan Orang Tua, TK Negeri Pembina Abang Libatkan Orang Tua dalam Lomba HUT RI


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini - Upaya memperkuat kedekatan antara anak dan orang tua dilakukan TK Negeri Pembina Abang melalui kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tidak hanya menggelar perlombaan untuk anak, TK Negeri Pembina Abang secara khusus melibatkan orang tua dalam sejumlah permainan kolaboratif. Konsep ini menjadi bagian dari upaya sekolah membangun bonding antara orang tua dan anak sejak pendidikan usia dini.

Kepala TK Negeri Pembina Abang, Ni Luh Sumarliani, mengatakan keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah penting untuk menciptakan kedekatan dengan anak sekaligus memperkuat kolaborasi antara keluarga dan sekolah dalam proses pendidikan.

“Diharapkan kolaborasi antara anak dan orang tua ini dapat terjalin agar lebih akrab. Selain itu, hubungan antara sekolah dan orang tua siswa juga semakin dekat,” ujar Ni Luh Sumarliani.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula TK Negeri Pembina Abang, Sabtu (15/8/2026), orang tua dan anak mengikuti sejumlah perlombaan secara berpasangan. Di antaranya lomba memindahkan bendera, meniti kertas kardus, menangkap bola, serta lomba ibu mencari anak.

Melalui permainan tersebut, anak tidak hanya diajak bersenang-senang, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, mengikuti aturan, dan membangun kepercayaan bersama orang tuanya.

Menurut pihak sekolah, pola kegiatan seperti ini menjadi salah satu cara menghadirkan peran orang tua secara langsung dalam lingkungan pendidikan PAUD. Orang tua tidak hanya berperan mendampingi anak di rumah, tetapi juga dapat terlibat dalam kegiatan sekolah yang mendukung perkembangan sosial dan emosional anak.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum menanamkan semangat kebersamaan dan nasionalisme kepada anak sejak usia dini, dengan suasana belajar yang menyenangkan dan melibatkan keluarga. (Ami)

Jumat, 14 Agustus 2026

Intruksi Tegas Koster di HUT Provinsi Bali Ke-47


Denpasar , Bali Kini  - Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan Instruksi Nomor 6 Tahun 2026 tentang Peningkatan Kinerja, Kualitas, serta Integritas Penyelenggaraan Program dan Pelayanan Publik di Provinsi Bali. Intruksi tegas untuk para ASN ini tidak hanya soal kinerja, tetapi juga soal prilaku seperti masalah Judi online dan Perselingjuhan. 

Dihadapan ratusan wartawan, Rabu, 12 Agustus 2026, Gubernur Koster ingin mewujudkan kepuasan Krama Bali. Karenanya intruksi tegas ditujukan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, di umur Provinsi Bali yang tiga tahun ke depan sudah Setengah Abad. 

Tak hanya menyangkut target pekerjaan, instruksi tersebut juga menekankan perubahan budaya pelayanan publik. ASN diminta memberikan pelayanan yang ramah, sopan, santun, humanis, cepat, tepat, berkepastian dan profesional.

Bahkan, lingkungan kerja tanpa keluhan atau zero complaint menjadi salah satu penekanan. ASN juga diminta menolak gratifikasi, mencegah konflik kepentingan dan risiko korupsi, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat secara adil, setara, bermartabat dan tanpa diskriminasi.

Terlebih ada mengatasnamakan pimpinan untuk meminta uang, barang atau jasa, menggunakan jabatan untuk memperoleh keuntungan pribadi maupun pihak lain secara tidak sah, serta melakukan intervensi terhadap proses administrasi pemerintahan demi kepentingan pribadi atau kelompok.

Ada hal menarik perhatian, Instruksi Gubernur ini juga secara eksplisit melarang ASN menyebarkan berita bohong atau hoaks maupun memberikan komentar politik di media sosial yang tidak dilandasi data dan fakta. Termasuk hal melakukan Pinjaman Online serta melakukan permainan Judi Online. Tidak hanya itu hubungan Perselingkuhan dalam lingkup kerja, menjadi sorotan bagi Gubernur dua periode ini. 

Untuk memperkuat pengawasan, seluruh jajaran juga diminta saling menjaga integritas, baik secara horizontal maupun vertikal. Apabila ditemukan atau diduga ada pegawai yang melakukan pelanggaran, laporan dapat disampaikan kepada Gubernur Bali atau tim yang dibentuk berdasarkan data dan fakta melalui nomor pengaduan 0821-4666-6666.

Jelang HUT RI ke-81, Bupati dan Wakil Bupati Klungkung Pimpin Persembahyangan Bersama di Pura Jagatnata


Klungkung, Bali Kini - Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra memimpin langsung persembahyangan bersama di Pura Jagatnata, Kabupaten Klungkung, Kamis (13/8).

Persembahyangan bersama ini dipimpin oleh Pinandita Sangraha Nusantara (PSN) Korda Kabupaten Klungkung sebagai wujud rasa syukur kehadapan Ida Shang Hyang Widhi Wasa sekaligus memanjatkan doa agar Kabupaten Klungkung selalu dalam keadaan damai, aman dan maju. 

Dalam sambutannya usai persembahyangan, Bupati Satria menekankan pentingnya memaknai kemerdekaan tidak hanya sebagai seremonial tahunan, tetapi juga sebagai momentum refleksi untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. “Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan tersebut dengan kerja nyata, menjaga kerukunan, serta terus bergotong royong membangun Kabupaten Klungkung agar semakin Maju, Harmonis, Tentram dan Makmur (Mahottama)," ujar Bupati Satria.(*)


Tradisi Safaran Kampung Kusamba dan Kampung Gelgel Perkuat Silaturahmi dan Toleransi di Klungkung


Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria menghadiri tradisi Safaran Desa Kampung Kusamba dan Desa Kampung Gelgel yang berlangsung di pesisir Pantai Desa Kampung Kusamba, Rabu (12/8). Tradisi yang rutin dilaksanakan setiap akhir bulan Safar ini menjadi salah satu bentuk pelestarian warisan leluhur sekaligus memperkuat silaturahmi dan persaudaraan masyarakat.

Tradisi Safaran merupakan warisan budaya yang hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Kampung Kusamba dan Desa Kampung Gelgel. Tradisi tersebut diisi dengan doa bersama yang kemudian dilanjutkan dengan makan bersama atau megibung. Kegiatan ini tidak hanya diikuti masyarakat kedua desa, tetapi juga umat Muslim dari sejumlah kampung lainnya di Kabupaten Klungkung. 

Bupati Klungkung, I Made Satria, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan tradisi Safaran yang terus dijaga dan dilestarikan masyarakat. Menurutnya, tradisi tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi memiliki nilai luhur dan menjadi bagian dari identitas masyarakat. "Tradisi ini bukan hanya sekadar perayaan seremonial, tetapi menjadi bagian dari identitas dan warisan tradisi yang memiliki nilai luhur. Melalui tradisi ini, kita bisa memperkuat silaturahmi dan persaudaraan. Hal ini tentu sangat relevan dengan visi dan misi Kabupaten Klungkung dan akan menjadi kekuatan yang luar biasa dalam mewujudkan pembangunan serta harapan masyarakat," ujar Bupati Satria. 

Bupati Satria juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memelihara tradisi Safaran. Generasi muda, memiliki peran penting sebagai penerus agar memahami nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut dan mampu menjaganya agar tetap lestari. "Mari kita jaga dan pelihara dengan sebaik-baiknya. Generasi muda sebagai pelaksana harus bisa memahami dan menjaga warisan tradisi ini," tegasnya. 

Perbekel Desa Kampung Kusamba, Syahrul Ramadan, menyampaikan bahwa tradisi Safaran merupakan warisan leluhur yang rutin dilaksanakan setiap akhir bulan Safar. Selain doa bersama, tradisi ini juga diisi dengan megibung yang menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antarwarga. Dalam pelaksanaannya, masyarakat Desa Kampung Kusamba menyiapkan hidangan berupa tipat dan bantal, sedangkan masyarakat Desa Kampung Gelgel menyajikan nasi kuning dan bantal. Hidangan tersebut kemudian dinikmati bersama dalam suasana penuh kebersamaan. 

Syahrul menambahkan, tradisi Safaran kini telah didaftarkan untuk mendapatkan pengakuan resmi sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional Tahun 2026. Upaya tersebut menjadi bagian dari pelestarian tradisi sekaligus memperkenalkan Safaran sebagai simbol rasa syukur dan kuatnya akar toleransi masyarakat di pesisir Klungkung.
Sejumlah tahapan pendaftaran telah dilalui. Tim juga telah datang ke Desa Kampung Kusamba untuk menggali informasi dari para tokoh dan narasumber mengenai sejarah serta pelaksanaan tradisi Safaran. "Mudah-mudahan semua proses tahapannya berjalan lancar. Pelestarian tradisi Safaran tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, serta nilai toleransi yang telah tumbuh dan diwariskan secara turun-temurun," ujarnya.(*)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved