-->

Jumat, 04 September 2026

Bangga Turut Berjuang demi Pendirian SMAN 3 Negara, Bupati Kembang Hadiri Peringatan HUT Smanta ke V


Jembrana , Bali Kini - Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan didampingi Ny. drg. Ani Setiawarini menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) SMA Negeri 3 Negara ke -V dengan penuh kehangatan, Kamis (3/8/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Kembang mengungkapkan rasa bangga sekaligus kenangan mendalam turut serta berjuang di masa lalu untuk menghadirkan sekolah tersebut bagi masyarakat setempat.


Setelah SMA/SMK diambil alih oleh Pemprov Bali, ia menyampaikan kepada Gubernur Bali, Wayan Koster pada peride pertamanya di tahun 2020 perihal keinginan masyarakat adanya sekolah ini. Akhirnya, usulan tersebut disambut baik, dan akhirnya pada 2021 sekolah ini resmi dibangun.


"Sekali lagi, Saya bangga, turut serta bisa berjuang adanya sekolah ini, dan sekarang sudah ulang tahun yang ke-5," ungkap Kembang seraya disusul gemuruh tepuk tangan seluruh siswa.


Bupati menyampaikan bahwa hadirnya SMAN 3 Negara bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol perjuangan panjang demi memperluas akses pendidikan berkualitas di Kabupaten Jembrana.


" Jadi untuk itu, SMAN 3 Negara harus mampu menjadi salah satu pilar pencetak generasi muda berprestasi di Jembrana," harapnya.



Di akhir sambutannya, Bupati berpesan agar seluruh pihak—mulai dari kepala sekolah, guru, hingga para siswa—terus menjaga semangat belajar serta merawat sekolah tersebut dengan baik.


"Jangan pernah berhenti berinovasi. Jadikan SMAN 3 Negara ini wadah untuk melahirkan calon-calon pemimpin masa depan yang berkarakter dan berdaya saing," tutupnya. 

Disisi lain, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Negara, I Made Sudarsa menyampaikan  apresiasi yang mendalam atas kehadiran serta perhatian berkelanjutan dari Bupati Jembrana terhadap kemajuan sekolah.


"Kami keluarga besar SMAN 3 Negara mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati atas perhatian, dorongan, dan jejak perjuangan beliau sejak awal berdiri hingga sekolah ini bisa terus berkembang. Kehadiran beliau hari ini menjadi suntikan semangat luar biasa bagi kami para guru dan seluruh siswa untuk terus mengukir prestasi," ucapnya.
  (P )

Sempat Terkendala Biaya, Lima Siswa SMAN 1 Negara Akhirnya Dapat Dukungan ke Kompetisi Esai Internasional di Malaysia


Jembrana , Bali Kini – Lima siswa SMA Negeri 1 Negara, Jembrana, akhirnya bisa bernapas lega. Sempat terkendala biaya untuk mengikuti International Essay Competition di Malaysia, kelima siswa tersebut mendapat dukungan dana pendidikan sebesar Rp20 juta dari Bank BPD Bali.

Dukungan tersebut diperoleh setelah kelima siswa bersama orang tua, kepala sekolah, dan pendamping beraudiensi dengan Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan di Rumah Jabatan Bupati Jembrana. Dalam pertemuan itu, para siswa menyampaikan persiapan sekaligus kendala pembiayaan yang dihadapi untuk mengikuti kompetisi esai berbahasa Inggris tersebut.

Mendengar persoalan tersebut, Bupati Kembang kemudian mengupayakan dukungan bersama Bank BPD Bali. Bantuan sebesar Rp20 juta itu selanjutnya diberikan kepada lima siswa, masing-masing Rp4 juta, untuk membantu biaya keberangkatan dan keikutsertaan dalam kompetisi di Malaysia.

Kelima siswa yang akan membawa nama Jembrana ke kancah internasional tersebut yakni Dewi Ayu Parwati, Ni Putu Vidya Nirmala Suwarbawa, Jessica Putri Christian, Kevin Reign Jonathan Wang, dan Putu Devanya Maheswari.
Bantuan tersebut diserahkan pada Jumat (4/9), sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama Bank BPD Bali terhadap generasi muda yang memiliki semangat dan potensi untuk berprestasi hingga ke tingkat internasional.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengapresiasi keberhasilan kelima siswa tersebut yang telah lolos dan berkesempatan mengikuti kompetisi internasional. Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian kepada generasi muda Jembrana yang memiliki potensi serta kemauan untuk mengukir prestasi.
"Saya bersama Pimpinan Cabang Bank BPD Bali akan membantu kegiatan adik-adik yang mengikuti lomba International Essay Competition di Malaysia. Selamat mengikuti lomba. Bapak ingin mendengar berita terbaik tentang kemenangan dari Malaysia," ujar Bupati Kembang.

Ia juga memotivasi para siswa agar tidak sekadar berani tampil di tingkat internasional, tetapi mampu memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti kompetisi.
"Kalau nanti mendapatkan juara, Bapak Bupati akan memberikan hadiah lagi," imbuhnya.


Sementara itu, Kepala SMAN 1 Negara I Wayan Putra Adnyana menyampaikan apresiasi atas dukungan Bank BPD Bali melalui Pemerintah Kabupaten Jembrana. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti, terutama untuk membantu memenuhi biaya keberangkatan para siswa.
"Harapan kami, anak-anak bisa tampil dengan sangat baik di sana dan pulang dengan membawa hasil yang terbaik pula," ujarnya.

Putra juga mengingatkan para siswa agar tetap menjaga kesehatan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Malaysia. Kondisi fisik yang prima, menurutnya, menjadi salah satu faktor penting agar siswa dapat berkonsentrasi dan tampil maksimal.
"Yang tidak kalah penting adalah kesehatan anak-anak itu sendiri. Bagaimana mereka bisa menjaga kesehatan sehingga nantinya bisa berkompetisi dan menghasilkan yang terbaik," katanya.

Ia mengakui, dukungan dana tersebut sangat membantu sekolah dan para siswa yang sebelumnya menghadapi keterbatasan biaya keberangkatan.
"Bantuan ini sangat mendukung dan sangat membantu kami karena kami kekurangan dana untuk pembiayaan keberangkatan anak-anak. Syukur sudah diberikan bantuan dari Bank BPD melalui Bapak Bupati Jembrana. Ini sangat bermanfaat dan sudah men-support anak-anak untuk bisa menampilkan yang terbaik," ungkapnya.

Kompetisi esai berbahasa Inggris tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11, 12, dan 13 September di Malaysia. Kelima siswa dijadwalkan berangkat pada 11 September dan kembali ke Jembrana pada 14 September.

Keikutsertaan kelima siswa SMAN 1 Negara ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan akademik, khususnya dalam penulisan esai berbahasa Inggris, tetapi juga menjadi pengalaman berharga untuk bersaing di tingkat internasional.
Kini, setelah persoalan biaya mendapat jalan keluar, kelima siswa tersebut tinggal mempersiapkan diri sebaik mungkin. Mereka diharapkan mampu tampil maksimal sekaligus membawa nama baik SMAN 1 Negara dan Kabupaten Jembrana di kancah internasional. (*)

Kamis, 03 September 2026

Walikota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya Atiwa-Tiwa Desa Adat Kesiman

Ket. Foto : Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan menghadiri puncak karya Atiwa-Tiwa di Desa Adat Kesiman, Kamis (3/9) bertempat di Setra Desa Adat Kesiman.

Denpasar , Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri puncak Karya Atiwa-Tiwa atau Ngaben Massal Desa Adat Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Kamis (3/9) berlangsung di Setra Desa Adat Kesiman.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Warka, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, I Putu Agus Jayadi, jajaran Dinas Kebudayaan, Manggala Majelis Desa Adat (MDA), serta para penglingsir puri di wilayah Kesiman.

Tampak Walikota Jaya Negara bersama tamu undangan mengikuti prosesi upacara dan diakhiri dengan penyerahan punia. Di sela-sela pelaksanaan upacara, Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada Desa Adat Kesiman yang secara konsisten melaksanakan Karya Atiwa-Tiwa secara kolektif. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian adat dan tradisi Bali, tetapi juga mencerminkan kepedulian desa adat dalam membantu meringankan beban krama.

“Pelaksanaan Karya Atiwa-Tiwa ini merupakan bentuk tanggung jawab desa adat dalam membantu dan meringankan beban krama. Terlebih, upacara ini rutin dilaksanakan setiap lima tahun sekali, sehingga diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kebermanfaatan bagi krama dalam melaksanakan upacara,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Jro Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna, dalam laporannya menyampaikan sejumlah data peserta yang mengikuti rangkaian Karya Atiwa-Tiwa tahun ini. Untuk upacara ngaben, tercatat sebanyak 34 sawa, 127 ngelangkir, dan 22 ngelungah.
Selanjutnya, prosesi Atma Wedana Maligia Punggel diikuti sebanyak 297 sawa. Selain rangkaian Pitra Yadnya, pelaksanaan karya juga dirangkaikan dengan upacara metatah yang diikuti sebanyak 332 peserta.

“Rangkaian acara diawali dengan prosesi ngaben pada 3 September, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian Atma Wedana yang dimulai pada 6 September,” jelas I Ketut Wisna.
Ia menambahkan, prosesi Mesasab di Segara Padang Galak juga akan dilaksanakan secara kolektif dan diikuti sebanyak 508 peserta. Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian upacara sebelum memasuki puncak Atma Wedana Maligia Punggel yang dijadwalkan pada 1 Oktober 2026.

"Seluruh rangkaian Karya Atiwa-Tiwa ini diharapkan dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat. Pihak panitia bersama prajuru Desa Adat Kesiman juga berharap pelaksanaan karya dapat berjalan labda karya serta memberikan kerahayuan bagi seluruh krama dan umat yang terlibat," ujarnya. (Pur)

Pasca Kebakaran Jalan Nakula, Pemkot Denpasar Perkuat Penanganan Korban

Pasca Kebakaran Jalan Nakula, Pemkot Denpasar Perkuat Penanganan Korban

Pastikan Kesehatan dan Bantuan Dasar Terpenuhi

DENPASAR , BALI KINI  -Pemerintah Kota Denpasar terus memberikan perhatian dan penanganan terhadap warga terdampak kebakaran di Jalan Nakula, Desa Pemecutan Klod. Selain memastikan proses pemadaman berjalan maksimal, Pemkot Denpasar melalui sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga bergerak memberikan layanan kesehatan, bantuan logistik, makanan, hingga pendampingan psikososial bagi para korban.

Penanganan warga terdampak dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Dinas Sosial, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta OPD terkait lainnya. Pemeriksaan kesehatan juga diberikan secara berkala, khususnya bagi warga yang terdampak paparan asap selama kejadian kebakaran.

Dinas Sosial Kota Denpasar juga terus melakukan pendataan dan pemantauan terhadap keberadaan warga terdampak, termasuk mereka yang memilih mengungsi sementara di rumah kerabat. Pendataan tersebut dilakukan agar bantuan tetap dapat disalurkan dan tidak ada warga terdampak yang luput dari perhatian pemerintah.

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, Gusti Ayu Laxmy Saraswati, didampingi Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial I Gusti Ketut Sudiatmika, mengatakan hingga saat ini tercatat sebanyak 85 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa kebakaran tersebut.

“Pada tahap awal semua warga terdampak telah dievakuasi. Meski warga terdampak merupakan warga luar Denpasar, bantuan kemanusiaan tentu tetap kami jalankan terhadap musibah yang terjadi,” ujar Laxmy.

Ia mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan asesmen sekaligus pemutakhiran data untuk mengetahui jumlah warga terdampak yang berasal dari dalam maupun luar Bali. Asesmen tersebut juga menjadi dasar dalam menentukan penanganan lanjutan bagi para korban.

“Dari hasil asesmen nantinya, untuk warga yang tidak memiliki penunjukan di Denpasar, kami akan pulangkan ke daerah asal,” jelasnya.

Sementara itu, Sudiatmika menambahkan, Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan dasar kepada warga terdampak. Pada Selasa (1/9), bantuan awal berupa matras dan kebutuhan dasar telah diberikan kepada warga yang mengungsi.

Selain bantuan dari masyarakat berupa sembako dan pakaian layak pakai, Dinas Sosial juga mendistribusikan family kit untuk kebutuhan balita, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya, termasuk alas tidur dan selimut.

Pendampingan terhadap warga juga terus dilakukan untuk membantu pemulihan kondisi psikologis korban yang masih berada di tempat pengungsian. Pemkot Denpasar memastikan proses penanganan tidak hanya berfokus pada kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikososial masyarakat yang terdampak.

Di sisi lain, proses pemadaman kebakaran di Jalan Nakula hingga Rabu (2/9) siang masih berlangsung. Untuk mempercepat penanganan titik api yang berada di bawah tumpukan puing dan sampah, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar mendatangkan tiga unit ekskavator untuk melakukan penggarukan.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, mengatakan penggunaan ekskavator diperlukan agar titik api yang berada di bawah tumpukan material dapat dijangkau.

“Tanpa ekskavator kita sulit memadamkan api yang di bawah tumpukan sampah. Seberapa besar kita semprot dari atas, apinya tidak akan kena. Kecuali kita garuk ekskavator baru kita semprot,” katanya.

Menurut Tirana, teknik tersebut juga pernah diterapkan dalam penanganan kebakaran di TPA Suwung dan dinilai lebih efektif untuk memastikan titik api di bawah tumpukan material dapat benar-benar padam.

Ia memperkirakan apabila proses penggarukan berjalan sesuai rencana, api dapat benar-benar padam pada Kamis (3/9) pagi. Saat ini titik api disebut telah berkurang dan sebagian besar yang terlihat hanya berupa asap.

Armada Damkar Kota Denpasar yang masih dilibatkan dalam penanganan mencapai sembilan unit, sementara dari sebelumnya sebanyak 12 unit. Selain itu, tiga unit armada Damkar Kabupaten Badung turut diperbantukan.

Pemkot Denpasar memastikan penanganan pascakebakaran akan terus dilakukan secara bertahap, mulai dari memastikan keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, pendataan, hingga pemulihan kondisi sosial dan psikologis masyarakat terdampak.

Dengan sinergi lintas OPD dan dukungan masyarakat, Pemkot Denpasar berkomitmen memastikan warga terdampak mendapatkan pendampingan dan bantuan sesuai kebutuhan hingga proses pemulihan berjalan dengan baik. (*/R3)

Satpol PP Denpasar Tertibkan 10 PKL

Ket. Foto : Satpol PP Denpasar Tertibkan 10 PKL yang Berjualan di Atas Trotoar Jalan Kebo Iwa Utara

Denpasar , Bali Kinin – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali melaksanakan penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar. Sebanyak 10 PKL yang beraktivitas di sepanjang Jalan Kebo Iwa Utara, Denpasar, ditertibkan pada Rabu (2/9).

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Yudie Asmara, mengatakan bahwa dalam penertiban tersebut, sebanyak 10 PKL diberikan surat pernyataan untuk tidak kembali melakukan aktivitas berjualan di atas trotoar.

“Penertiban ini dilakukan untuk menjaga fungsi trotoar sebagai fasilitas bagi pejalan kaki, sekaligus menciptakan ketertiban, keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang beraktivitas di sepanjang Jalan Kebo Iwa,” ujarnya.

Yudie Asmara menegaskan, kegiatan penertiban akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat di Kota Denpasar.

Tidak hanya melakukan penertiban terhadap PKL, Satpol PP Kota Denpasar juga melaksanakan penertiban terhadap alat peraga dan media promosi yang terpasang pada fasilitas umum.

Sebelumnya, pada Selasa (1/9/2026) sore, Satpol PP Kota Denpasar melaksanakan kegiatan penertiban baliho, spanduk, banner, umbul-umbul, pamflet dan papan nama yang terpasang di sejumlah fasilitas umum.

Penertiban tersebut menyasar Jalan Hayam Wuruk, Jalan Tukad Batanghari, Jalan Kerta Dalem, Jalan Mertasari, Jalan Raya Sesetan dan Jalan Diponegoro, Kota Denpasar.

Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil menertibkan sebanyak 2 buah baliho, 45 pamflet, 70 banner, 36 spanduk dan 8 papan nama.

Menurut Yudie Asmara, penertiban ini merupakan bagian dari langkah Satpol PP Kota Denpasar dalam menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, sekaligus memastikan fasilitas umum dapat digunakan sesuai dengan peruntukannya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat, pelaku usaha maupun pemasang media promosi untuk menaati ketentuan yang berlaku dan tidak memanfaatkan fasilitas umum secara sembarangan.

“Dengan tertib menggunakan fasilitas umum sesuai peruntukannya, kita bersama-sama dapat menjaga kenyamanan masyarakat serta menciptakan wajah Kota Denpasar yang tertib dan rapi,” pungkasnya. (Ayu)

Air Mengalir, Petani Subak Abian Samuh Panen Bawang di Musim Kemarau


Karangasem , Bali Kini - Harapan para petani Subak Abian Samuh, Banjar Dinas Paleg, Desa Adat Paleg Kaje, untuk tetap bercocok tanam di musim kemarau mulai terwujud. Untuk pertama kalinya, lahan pertanian seluas sekitar 20 hektare dapat ditanami hingga panen bawang di tengah musim kemarau.

Senin, 31 Agustus 2026 Panen bawang dihadiri langsung Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, yang akrab disapa Gus Par. Kehadiran Bupati sekaligus menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi pertanian dan manfaat aliran air yang kini telah mengaliri kawasan subak tersebut.

Sebelumnya, saat menghadiri panen bawang pada musim penghujan sekitar April lalu, Bupati Gus Par sempat menyampaikan komitmennya untuk membantu menghadirkan aliran air ke kawasan persawahan Subak Abian Samuh. Komitmen tersebut mulai terealisasi pada bulan Juni, ketika aliran air mulai mengalir dan dapat dimanfaatkan oleh para petani.

“Waktu bulan April saya datang, petani menyampaikan bahwa kendala utamanya adalah air. Saya sampaikan, bagaimana caranya supaya musim kemarau tetap bisa menanam. Puji syukur, mulai Juni air sudah bisa mengalir dan hari ini kita melihat sendiri hasilnya,” ujar Bupati Gus Par saat menghadiri panen.

Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas lahan pertanian. Dengan adanya aliran air, petani tidak lagi hanya bergantung pada musim penghujan dan memiliki kesempatan untuk memperpanjang masa tanam.

“Kalau biasanya dalam setahun bisa dua sampai maksimal tiga kali tanam, dengan adanya air ini kita berharap bisa meningkat menjadi empat bahkan lima kali. Artinya, lahan tetap produktif dan pendapatan petani juga bisa ikut meningkat,” katanya.

Musim kemarau tahun ini menjadi kali pertama bagi para petani Subak Abian Samuh dapat menanam dengan dukungan aliran air. Selain bawang yang kini memasuki masa panen, petani juga mulai mencoba tanaman lain seperti timun dan kacang panjang.

Bupati Gus Par menegaskan, pemerintah akan terus mendorong penguatan sektor pertanian, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar petani seperti ketersediaan air.

“Kita tidak ingin lahan pertanian hanya produktif saat musim hujan. Kalau airnya tersedia, mari kita manfaatkan lahan ini sebaik-baiknya. Pemerintah akan terus berupaya agar kebutuhan air untuk pertanian bisa semakin baik,” tegasnya.

Subak Abian Samuh sendiri memiliki luas lahan sekitar 20 hektare digarap oleh 45 KK. Dengan mulai tersedianya aliran air sejak Juni, para petani kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan frekuensi tanam sekaligus mengembangkan komoditas pertanian yang sesuai dengan kondisi lahan.(*)

Rabu, 02 September 2026

Percepatan Digitalisasi Layanan Publik, Bupati Satria Dorong Perluasan Jemput Bola IKD hingga ke Desa-Desa


Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria meninjau langsung pelaksanaan kegiatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Klungkung di Desa Getakan, Senin (31/8). Kegiatan jemput bola pelayanan administrasi kependudukan tersebut dipusatkan di Banjar Adat Getakan dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

IKD merupakan identitas kependudukan dalam bentuk digital yang dapat diakses melalui telepon pintar. Di dalam IKD terdapat berbagai dokumen kependudukan, di antaranya KTP-el, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, serta berbagai dokumen kependudukan lainnya. Kehadiran IKD diharapkan dapat memberikan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi bagi masyarakat dalam mengakses dokumen kependudukan.

Saat ini, Disdukcapil Kabupaten Klungkung terus menggenjot capaian aktivasi IKD untuk memenuhi target nasional sebesar 20%. Hingga saat ini, capaian aktivasi IKD di Kabupaten Klungkung masih berada di kisaran 6,2%, sehingga berbagai upaya percepatan terus dilakukan.

Berdasarkan evaluasi sebelumnya, Kabupaten Klungkung sempat berada pada peringkat keempat di Provinsi Bali dalam hal kepemilikan IKD. Namun, posisi tersebut dapat terus berubah seiring dengan pelaksanaan aktivasi IKD yang juga dilakukan secara masif oleh kabupaten/kota lainnya di Provinsi Bali.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Satria mengapresiasi tinggi kepada pihak Pemerintah Desa Getakan dan Banjar Adat Getakan atas kolaborasi serta dukungan penuh yang diberikan sehingga pelayanan jemput bola ini disambut antusias oleh masyarakat. Bupati juga menekankan pentingnya percepatan adopsi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan modernisasi layanan publik berbasis digital di Kabupaten Klungkung. “Jadi saya menugaskan Disdukcapil untuk terus memperluas cakupan program "jemput bola" secara merata ke desa-desa lain, guna memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses administrasi kependudukan dengan mudah, cepat, dan tanpa hambatan jarak,” harap Bupati Satria.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana, mengatakan bahwa kegiatan jemput bola akan terus dilakukan dengan menyasar masyarakat secara langsung hingga ke tingkat banjar.

“Ke depan kegiatan jemput bola dengan langsung turun ke banjar-banjar akan terus kami lakukan. Kami berharap dengan pola pelayanan seperti ini masyarakat semakin mudah melakukan aktivasi IKD dan target nasional sebesar 20% dapat tercapai pada akhir tahun 2026,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, dukungan pemerintah desa, perangkat desa, serta antusiasme masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam percepatan aktivasi IKD di Kabupaten Klungkung. “Melalui kegiatan jemput bola ini, Disdukcapil Klungkung berkomitmen untuk terus mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat sekaligus mendorong transformasi pelayanan publik berbasis digital di Kabupaten Klungkung,” ungkapnya.(*)


Bungan Desa ke-64, Bupati Sanjaya Hadir di Lalanglinggah


Perkuat Potensi Pertanian hingga Pariwisata Kelas Dunia-

 

Tabanan , Bali Kini  Dari hamparan perkebunan hingga deburan ombak pantai, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, menjadi ruang perjumpaan langsung antara pemerintah dan masyarakat melalui Program Bupati Ngantor di Desa (Bungan Desa) ke-64, Selasa (1/9). Dipimpin langsung Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat lebih dekat potensi, kebutuhan sekaligus persoalan masyarakat, serta memastikan program pembangunan pemerintah hadir dan memberikan dampak nyata hingga tingkat desa. Turut hadir Wakil Bupati Tabanan, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda, para Asisten Setda, Kepala Perangkat Daerah terkait, para camat se-Kabupaten Tabanan, kepala bagian di lingkungan Setda, jajaran Forkopimcam, Perbekel Lalanglinggah, Forum Perbekel Selemadeg Barat, Jro Bendesa Adat, kepala wilayah dan tokoh masyarakat.

 

Jejak pertama Bungan Desa ke-64 dimulai dari sektor yang lekat dengan alam dan ketekunan masyarakat, saat Bupati Sanjaya bersama jajaran mengunjungi Kelompok Tani Hutan Merta Sari Urip di Banjar Dinas Yeh Bakung. Di lokasi tersebut, Bupati tidak hanya berdialog dengan para petani, tetapi turut meninjau dan melakukan panen madu lebah klanceng. Usai panen, Bupati Sanjaya mengapresiasi ketekunan kelompok tani sekaligus menyoroti tantangan dalam menghasilkan madu berkualitas, mulai dari cuaca, kondisi lingkungan hingga ketersediaan sumber makanan bagi lebah. Untuk menghasilkan satu botol madu, tantangannya luar biasa dan tidak mudah. Karena itu saya sangat mengapresiasi kelompok tani yang ada di sini. Pemerintah daerah akan terus mendukung, termasuk melihat kemungkinan pengembangan bibit bunga yang menjadi sumber makanan lebah,ungkapnya. Bupati juga mengarahkan BRIDA, Dinas Pertanian dan perangkat daerah terkait untuk melakukan riset dan pendampingan agar kawasan tersebut dapat dikembangkan sebagai sentra madu sekaligus terintegrasi dengan potensi kampung buah.

 

Dari madu, langkah Bungan Desa berlanjut menuju garis pantai, tepatnya Pantai Pengasahan di Banjar Dinas Pengasahan. Di kawasan tersebut, Bupati Sanjaya berdialog dengan Pokdarwis Arkananta Parahita untuk menggali potensi wisata pantai yang telah dikenal sebagai salah satu lokasi surfing yang diminati wisatawan mancanegara. Bupati kemudian melanjutkan kunjungan ke wilayah Selabih untuk memantau infrastruktur Gapura Perbatasan Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Jembrana. Rangkaian lapangan tersebut menjadi bagian dari upaya Bupati melihat langsung potensi sekaligus kebutuhan pembangunan yang ada di kawasan barat Tabanan.

 

Setelah menyapa potensi pertanian dan pariwisata, Bupati Sanjaya bertatap muka langsung dengan masyarakat di Balai Serbaguna Mahajana Mandala Desa Lalanglinggah. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan empat paket bantuan kepada keluarga yang memiliki anak stunting sekaligus berdialog langsung melalui sesi tanya jawab bersama masyarakat. Suasana berlangsung interaktif dengan adanya hadiah yang disponsori Bank BPD Cabang Tabanan. Di lokasi yang sama, pemerintah menghadirkan berbagai pelayanan kepada masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, pembagian kacamata gratis, Posyandu, pelayanan kesehatan reguler, pendataan serta sosialisasi perizinan, penerimaan pelayanan pembayaran pajak retribusi secara elektronik, pelayanan disduk capil, hingga pelayanan gratis bagi pelaku usaha dan UMKM.

 

Di hadapan masyarakat, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa Bungan Desa merupakan inovasi yang dihadirkan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat desa. Program tersebut menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah dengan membawa langsung jajaran perangkat daerah ke desa, sehingga masyarakat tidak selalu harus datang ke pusat pemerintahan untuk mendapatkan pelayanan. Hari ini adalah Bupati Ngantor di Desa yang ke-64. Setelah sebelumnya kita mulai dari Desa Mundeh, Mundeh Kangin, Mundeh Kauh dan Selabih, mulai bulan September ini akan segera saya tuntaskan di seluruh desa,tegasnya. Menurutnya, pola tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menjalankan pembangunan secara menyeluruh, bertahap, terpadu dan terencana.

 

Pembangunan tersebut, lanjut Bupati Sanjaya, diarahkan untuk mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM) dengan menekankan Lima program prioritas. Lalanglinggah dinilainya memiliki potensi yang lengkap, dengan karakter wilayah nyegara gunung, 10 subak yang terdiri atas tiga subak basah dan tujuh subak abian, serta kekayaan alam dan budaya yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Kalau lima program ini kita jalankan dengan sungguh-sungguh, dari hulu sampai hilir, secara holistik dengan semangat menyama braya dan gotong royong, saya yakin Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani serta sejahtera bisa kita wujudkan bersama,jelasnya.

 

Potensi tersebut juga menjadi dasar Bupati Sanjaya dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat Lalanglinggah. Pemerintah Kabupaten Tabanan juga terus mengorganisir potensi ekonomi seperti pengembangan madu, melalui penguatan Perusda sebagai holding yang dapat merekam dan mengembangkan produk unggulan UMKM desa. Kita harus melihat apa yang menjadi potensi masing-masing desa, kemudian kita koordinasikan. Tiga wilayah Selemadeg dan Pupuan juga kita arahkan menjadi sentra kampung buah. Kalau potensi pertanian, peternakan dan hortikultura ini bisa kita tangkap untuk kebutuhan B2B, maka masyarakat akan ikut terdampak secara ekonomi,terangnya.

 

Tak berhenti pada pengembangan ekonomi, Bupati Sanjaya turut menaruh perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur yang menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat. Ia menegaskan bahwa infrastruktur tidak hanya berbicara tentang jalan dan jembatan, tetapi juga mencakup gedung sekolah, lapangan, bale banjar, pura hingga pelinggih yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, program kabupaten harus dikolaborasikan dengan program desa. Program kabupaten kita kolaborasikan dengan program desa. Kuncinya adalah menjaga dan membangun keharmonisan, karena pembangunan harus saling bersinergi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,tegas Bupati Sanjaya.

 

Sektor pariwisata menjadi potensi lain yang mendapat perhatian khusus, terutama karena Lalanglinggah telah memiliki daya tarik surfing yang diminati wisatawan mancanegara. Bupati Sanjaya menyebut setiap November terdapat event surfing internasional dengan tiga kategori yang dapat menjadi momentum memperkuat promosi desa. Ia bahkan mendorong agar agenda tersebut dapat dikolaborasikan dengan rangkaian HUT Kota Tabanan sehingga eksposur kawasan semakin luas. Untuk itu, orang nomor satu di Tabanan tersebut meminta masyarakat menjaga keamanan, kenyamanan, keramahan serta stabilitas desa agar perkembangan pariwisata tetap sejalan dengan karakter masyarakat setempat.

 

Seiring dengan pengembangan wilayah, Bupati Sanjaya juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan, khususnya melalui pengelolaan sampah berbasis sumber. Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menyangkut perilaku setiap individu. Sampah organik dapat dikelola melalui teba tradisional untuk mendukung kebun dan pertanian, sedangkan sampah plastik dapat diarahkan melalui TPS3R. Ia juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali budaya tedun secara rutin melalui semangat gotong royong. Kita bukan hanya memerangi sampah, tetapi juga memerangi perilaku. Sampah adalah milik kita masing-masing. Mari kita pilah dari sumbernya dan selesaikan bersama-sama melalui kolaborasi,pesannya. 

 

Menutup arahannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa ukuran keberhasilan Bungan Desa bukan sekadar terlaksananya kunjungan, melainkan seberapa jauh kehadiran pemerintah menghasilkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Seluruh perangkat daerah diminta menindaklanjuti berbagai potensi dan aspirasi yang ditemukan di lapangan, mulai dari pertanian, kesehatan, UMKM, pariwisata, infrastruktur hingga lingkungan. Apa pun yang kita lakukan harus punya nilai terdampak. Saya harap kunjungan Bupati ke Lalanglinggah ini benar-benar memberikan dampak nyata kepada masyarakat. Kita buka ruang kolaborasi, kita turunkan OPD terkait dan kita kerjakan bersama-sama,pungkasnya.

 

Sementara itu, Perbekel desa Lalanglinggah I Nyoman Arnawa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Sanjaya, Wakil Bupati beserta seluruh jajaran yang secara langsung turun melihat kondisi dan potensi desa. Ia memaparkan Desa Lalanglinggah memiliki luas sekitar 1.600 Ha dengan jumlah penduduk 3.892 jiwa, terdiri atas 11 dusun, enam desa adat dan 11 banjar adat, dengan mata pencaharian masyarakat di sektor pertanian, perkebunan, nelayan, wiraswasta dan pariwisata. Arnawa menilai kehadiran pemerintah kabupaten menjadi momentum bagi desa untuk memperkuat komitmen pembangunan secara bersama-sama. Kami ingin bergandengan tangan bersama-sama. Bapak Bupati sudah melihat langsung potensi kelompok tani dan pariwisata kami. Mari kita menjadi anak yang baik, jujur dan setia, sehingga apa yang menjadi harapan bersama dapat kita capai. Kami siap menjaga komitmen untuk menjadikan Lalanglinggah sebagai surganya surfing dan pariwisata,ujarnya(*)

SDN 3 Antiga Kelod Dibobol, 8 Laptop Sekolah Dirusak Diguyur Air


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini  – SD Negeri 3 Antiga Kelod di Banjar Dinas Pangitebel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem, menjadi sasaran aksi pengerusakan oleh orang tak dikenal. Sejumlah fasilitas sekolah, termasuk delapan unit laptop, kursi, buku-buku, hingga pajangan dinding mengalami kerusakan.

Peristiwa tersebut diketahui pihak sekolah pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 06.30 Wita. Pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Manggis sekitar pukul 07.00 Wita.

Berdasarkan hasil pengecekan awal, ruang kelas VI dan ruang kepala sekolah menjadi sasaran utama. Sejumlah barang terlihat berserakan di lantai. Delapan unit laptop milik sekolah ditemukan dalam kondisi rusak. Laptop tersebut diduga dibanting, bahkan sebagian ditemukan dalam kondisi basah seperti diguyur air.

Selain laptop, sejumlah kursi kayu juga mengalami kerusakan. Buku-buku berserakan di dalam ruangan, sementara buku milik para guru yang berada di meja guru turut dirusak. Pajangan yang terpasang di dinding kelas juga tidak luput dari aksi vandalisme dan dicoret-coret.

Pihak sekolah yang mendapati kondisi tersebut kemudian melaporkannya kepada jajaran Polsek Manggis. Polisi langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara serta penyelidikan guna mengungkap pelaku.

Kapolsek Manggis Kompol I Made Suadnyana membenarkan adanya laporan dugaan pengerusakan di SD Negeri 3 Antiga Kelod. Polisi masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi terkait kejadian tersebut.

“Anggota sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan. Kami masih mengumpulkan keterangan serta mencari petunjuk untuk mengungkap pelakunya,” ujar Kompol I Made Suadnyana.

Akibat kejadian tersebut, pihak SD Negeri 3 Antiga Kelod diperkirakan mengalami kerugian material mencapai Rp50 juta. Kerugian tersebut terutama berasal dari kerusakan delapan unit laptop dan sejumlah fasilitas serta barang milik sekolah lainnya.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi lengkap serta identitas orang yang diduga melakukan pengerusakan. Motif aksi tersebut juga masih dalam pendalaman. (Ami)

Asuransi Astra Gandeng OJK Dorong Masyarakat Denpasar Lebih Memahami Pelindungan Konsumen


Denpasar , Bali Kini - Pelindungan konsumen merupakan salah satu aspek penting dalam membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan, khususnya asuransi. Penerapannya tidak hanya berfokus pada penanganan pengaduan saat risiko terjadi, tetapi juga mencakup setiap tahapan sejak masyarakat memperoleh informasi, memahami produk, hingga menggunakan layanan asuransi yang dimilikinya. 

Sejalan dengan hal tersebut, Asuransi Astra bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan Media Gathering #TujuhDekadeAsuransiAstra di Bendega Restaurant, Denpasar, Rabu (2/9). Mengusung tema “Cerdas Memahami, Nyaman Menggunakan: Memahami Pelindungan Konsumen untuk Pengalaman Berasuransi yang Lebih Baik”. 

Kegiatan ini menjadi wadah diskusi yang mempertemukan regulator, pelaku industri, dan jurnalis di Denpasar untuk membahas penerapan pelindungan konsumen dalam berbagai tahapan interaksi dan pengalaman pelanggan.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi asuransi masyarakat berada di angka 45,45%, sedangkan tingkat inklusinya mencapai 28,50%. Adanya kesenjangan tersebut menunjukkan masih terdapat peluang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan asuransi, sekaligus memperluas akses terhadap perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan. 

Dalam kondisi ini, upaya membangun kepercayaan masyarakat perlu terus dilakukan melalui penyampaian informasi yang transparan dan mudah dipahami, kemudahan dalam mengakses layanan, serta penerapan pelindungan konsumen secara bertanggung jawab.

Asisten Manager Senior OJK Provinsi Bali, Della N Krey, menjelaskan bahwa perkembangan digitalisasi serta semakin beragamnya produk dan layanan keuangan turut mendorong OJK untuk terus memperkuat pelindungan konsumen. 

Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui POJK Nomor 22 Tahun 2023 yang memuat sejumlah penguatan, termasuk mengenai hak dan kewajiban konsumen. Menurutnya, pemahaman konsumen terhadap kewajiban tersebut juga menjadi hal yang penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan secara lebih bijak sebelum menggunakan produk dan layanan keuangan.

"Tantangan utama perlindungan asuransi adalah kompleksitas produk dan unit link konsumen sering kali ketika ditawarkan sesuatu produk langsung tandatangan dan baru membaca ketentuannya justru diakhir," sebutnya.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved