-->

Senin, 12 Desember 2016

Nedunang Ida Bhatara Dan Mapepada Wewalungan

Nedunang Ida Bhatara Dan Mapepada Wewalungan

Balikini.Net  - Sebelum puncak Upacara Karya Aci Penyeeb Brahma Pura Kiduling Kreteg di Pura Luhur Besakih, Desa Besakih Kec. Rendang Karangasem digelar pada Purnama Sasih Kaenem, Anggara Paing Bala (13/12/2016), diadakan Upacara Nedunang Ida Bhatara dan Mapepada Wewalungan  pada Soma Umanis Bala, Senin 12 Desember 2016, yang prosesinya berpusat di Halaman  Pura Kiduling Kreteg di Pura Luhur Besakih. Upacara dimulai pukul 09.30 wita sampai selesai yang dipuput Sulinggih, Ida Pedanda Ketut Pinatih Pasuruan dari Geriya Tengah Jungutan. Prosesi Upacara Nedunang Ida Bhatara dilaksanakan langsung oleh Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa yang tampak Mundut Pralingga Ida Bhatara untuk ditempatkan di Bale Pasamuan Agung. Tampak hadir pada upacara tersebut  Sekdakab I Gede Adnya Mulyadi, Para Asisten, Para Staf Ahli Bupati, Kepala SKPD beserta Staf dijajaran Pemkab.Karangasem.

Upacara Mapepada adalah rangkaian korban suci berbagai jenis binatang, yang dibutuhkan untuk melengkapi rangkaian upacara Aci Penyeeb Brahma Pura Kiduling Kreteg di Pura Luhur Besakih. Upacara Karya Aci Penyeeb Brahma Pura Kiduling Kreteg di Pura Luhur Besakih sebagai pelengkap prosesinya mempergunakan Wewalungan/binatang sebagai korban suci seperti  Godel, Ayam dan Babi. Binatang tersebut disucikan, didoakan dan diiringkan murwa daksina (berputar 3 putaran arah berlawanan dengan putaran jarum jam) mengelilingi Bale Agung tempat ritual dilaksanakan. Usai mapurwa daksina dilakukan prosesi ritual lainnya untuk mendoakan agar semua binatang yang telah disucikan itu bisa dipergunakan untuk sarana yadnya. setelah prosesi ritual selesai, semua binatang korban suci diperciki tirta pralina oleh Pemangku Desa, kemudian di Tuwek (tusuk). Dengan dituwek yang secara simbolis menyentuhkan senjata ke tubuh binatang tersebut, secara spiritual dimaknai bahwa binatang-binatang tersebut telah melaksanakan prosesi yadnya. Yang nantinya roh-roh binatang yang dipergunakan sebagai sarana upacara akan meningkat menjadi ciptaan Tuhan yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Seusai Upacara Mapepada, semua binatang yang telah di tuwek, diiring menuju tempat penyemblihan. Korban suci disemblih dan dikuliti untuk mendapatkan belulang (kulit binatang dengan bagian kepala, kaki dan ekor yang masih utuh), dagingnya digunakan untuk melengkapi bebantenan yang telah ditentukan. Secara spiritual roh-roh binatang yang dipergunakan sebagai Upacara tersebut akan meningkat menjadi ciptaan Tuhan yang lebih tinggi dari sebelumnya.

 
Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri  usai mengikuti prosesi upacara menyampaikan, Upacara Nedunang Ida Bhatara dan Mapepada Wewalungan  merupakan rangkaian nyanggre Karya Aci Penyeeb Brahma Pura Kiduling Kreteg di Pura Luhur Besakih yang jatuh pada Purnamaning Sasih Kaenem. Dan diharapakan rangkaian karya yang dilaksanakan memberikan kerahayuan jagat.“Makna upacara ini untuk membersihkan dan menyucikan sarana yang digunakan dalam upacara dari berbagai jenis hewan yang dipergnakan untuk upacara.”ujarnya
 
Lanjut disampaikan Mas Sumatri Pura Kiduling Kreteg merupakan Pura Catur Dala sebagai tempat suci untuk memuja Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Brahma. Aci Penyeeb Brahma sebagai permohonan kepada Sang Hyang Widhi Wasa agar adanya keseimbangan antara energi panas yang ada di perut bumi (Kurma Agni) dengan kesejukan air.  Sehingga, dapat menjadikan bumi ini subur sebagai Ananta Boga yakni sumber makanan yang tak akan ada habis-habisnya. Nilai spiritual lainnya yang dapat diambil dari ritual tersebut adalah memotivasi umat untuk selalu menjaga alam agar tetap lestari.[krs/r7]

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved