Indonesia Serukan Proses Politik yang Demokratis dan Transparan di Venezuela
-->

Header Menu

BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA
Cari Berita

Advertisement


Indonesia Serukan Proses Politik yang Demokratis dan Transparan di Venezuela

Bali Kini
Sabtu, 26 Januari 2019

Presiden Venezuela Nicolas Maduro berbicara pada konferensi pers di Istana Miraflores, Caracas, Venezuela, Jumat (25/1).

WASHINGTON Balikini.Net — 
Kementerian Luar Negeri Indonesia hari Sabtu (26/1) menyampaikan keprihatinan dengan perkembangan situasi di Venezuela dan menyerukan kepada “semua pihak untuk menahan diri dan tidak mengambil tindakan yang dapat memperburuk situasi.”

Dalam pernyataan pers yang diterima VOA, Kemlu RI menggarisbawahi bahwa “dengan tetap menghormati kedaulatan dan tanpa bermaksud mencampuri urusan dalam negeri Venezuela, penting agar suara rakyat Venezuela” didengar.

Indonesia, tegas Kemlu RI, menyerukan dilakukannya “proses politik yang demokratis, transparan dan kredibel” di negara Amerika Selatan itu.

Ada sekitar 48 warga negara Indonesia di Venezuela, di mana 33 orang di antaranya tinggal di ibu kota Caracas. Menurut juru bicara Kemlu RI, KBRI di Caracas masih beroperasi seperti biasa.

Trump Akui Guaido Sebagai Pemimpin Sementara, Venezuela Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Amerika

Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido dikelilingi para pendukungnya sebelum mengadakan konferensi pers di Caracas, Jumat (25/1).

Venezuela Rabu lalu (23/1) memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika dan mengharuskan semua pegawai kedutaan besar Amerika meninggalkan negara itu dalam waktu 72 jam. Tenggat itu berakhir Sabtu ini (26/1). Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyampaikan keputusan itu hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Donald Trump secara resmi mengakui Juan Guaido sebagai pemimpin sementara Venezuela dan menyampaikan peringatan keras kepada Maduro.

Trump menyampaikan pengakuan itu setelah Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden ketika berlangsung demonstrasi besar-besaran menentang Maduro. Para pejabat Gedung Putih hari Kamis (24/1) menyatakan Trump belum menyebut akan mengambil tindakan apapun, seperti blokade angkatan laut atau tindakan militer lain jika Maduro melancarkan aksi kekerasan terhadap demonstran dan Guaido.

Pemerintahan Trump kemungkinan akan mengenakan sanksi-sanksi baru terhadap sektor perminyakan Venezuela jika keadaan politik di Caracas memburuk minggu ini. (sub voa/ em)