Universitas Warmadewa Maju selangkah Lagi Miliki Program Vokasi D-IV Akuntansi Perpajakan - Bali Kini

Bali Kini

Bali Kini, Portal Berita Bali

Breaking News

Rabu, 20 Maret 2019

Universitas Warmadewa Maju selangkah Lagi Miliki Program Vokasi D-IV Akuntansi Perpajakan

[ Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E., S.P. Park ]
Satu-satunya universitas di Indonesia Timur, Pendaftaran Mulai 1 April Sebagai Program Vokasi D-IV Akuntansi Perpajakan

Denpasar ,Balikini.Net - Universitas Warmadewa (Unwar) selain kembali menambah Program Vokasi D-IV atau Sarjana Terapan Akuntansi Perpajakan. Dengan demikian Unwar tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi di wilayah Indonesia timur yang memiliki Program Vokasi Sarjana Terapan Akuntansi Perpajakan.

Pihak Unwar mengundang masyarakat luas baik lulusan SMA/SMK sederajat, para lulusan D-III akuntansi dan perpajakan yang ingin melanjutkan (alih jenjang) untuk mendaftar sebagai mahasiswa baru. Pendaftaran gelombang pertama dimulai 1 April 2019 mendatang. Demikian dikatakan Rektor Unwar Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E., S.P. Park., didampingi jajaran di kampus setempat, Rabu (20/3) saat di temui awak media .

Widjana menjelaskan, pada tahap awal, pihaknya hanya menampung 100 mahasiswa baru yang akan dibagi menjadi dua kelas. Ia menjamin 'output' yang dihasilkan siap kerja, berdaya saing dan bermutu. Sebab, dalam proses perkuliahan melibatkan pengajar dari unsur praktisi (konsultan) dan pegawai dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Kurikulumnya pun dirancang 70 persen praktik dan 30 persen teori.

Di samping itu, Unwar juga membuka kesempatan praktik di konsultan ternama, kantor pajak dan perusahaan-perusahaan besar lainnya. Biayanya kuliahnya pun relatif terjangkau bagi masyarakat segala golongan.

Widjana mengaku optimis program ini akan disambut antusias oleh masyarakat, karena menjadi kebutuhan mendasar. "Alasan kami membuka program vokasi ini, selain mendukung program pemerintah, juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan sumber daya manusia yang siap pakai, mampu menyelesaikan persoalan perpajakan," kata Widjana.

Di negara-negara maju, lanjut pria yang baru saja dilantik menjabat rektor periode kedua ini, pendidikan vokasi memang mendominasi dibanding pendidikan akademis, dengan komposisi 70 berbanding 30 persen. Bakan di Tiongkok, 90 persen masyarakatnya memilih pendidikan vokasi. Hal ini berbanding terbalik dengan yang terjadi di Indonesia. "Ketertinggalan inilah yang ingin kita kejar," tambah dia.

Ke depan, Unwar berkomitmen mengembangkan program vokasional dengan menambah program studi Sistem Informasi Akuntansi, Teknologi Telekomunikasi dan Sarjana Terapan Pariwisata Berbasis Budaya. "Sudah kita siapkan semua. Ada yang masih menunggu rekomendasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti)," pungkas dia.[tm/r5]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net