Konjen Tiongkok Bertandang Ke DPRD Bali

Header Menu

BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA
Cari Berita

Advertisement


Konjen Tiongkok Bertandang Ke DPRD Bali

Bali Kini
Selasa, 18 Juni 2019

DENPASAR,BaliKini.Net -  Konsulat Jendral (Konjen) Tiongkok bertandang ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali guna membahas beberapa kerjasama antara Pemerintah Cina dengan Pemerintah Provinsi Bali.

Dalam kunjungan Konjen Tiingkok ke DPRD Bali adanya maksud Pemerintahan Cina, khususnya Provinsi Yunan, ingin merintis kerjasama dibidang pariwisata, pendidikan, budaya, serta masukan- masukan lainnya, terlebih wisatawan Cina  berada pada peringkat pertama wisatawan datang ke Bali, kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali Dr. I Nyoman Sugawa Korry, S.E., Ak., M.M., Ak., CK, usai audensi, Selasa (18/6).

Politisi senior dari Fraksi Partai Golkar menerima masukan dari Konjen Cina terkait beberapa kasus kejahatan yang terjadi pada tamu-tamu Cina. Dari masukan tersebut pihaknya merespon, untuk memberikan penanganan sebaik-baiknya.

"Kita berharap kasus seperti ini harus mendapat penanganan dengan baik, karena ini mempengaruhi citra pariwisata di Bali," jelas Sugawa Korry yang juga duduk sebagai Sekretaris di DPD I  Golkar Provinsi Bali.

Kerjasama lainnya yang akan dibangun antara Bali dengan Cina yaitu disektor pariwisata, pasalnya Provinsi Yunan dekat dengan Bali dengan jarak tempuh hanya empat jam, Bali dan Cina memiliki  kondisi alam agak mirip, terbukti di Cina sendiri terdapat kampung Bali.

Dilihat dari hal tersebut,  wisata Cina yang mengandalkan pegunungan, sedangkan Bali mengandalkan wisata pantai, nantinya ini akan  dipaduakan akan saling mengisi dan menguntungkan.

"Kerjasama dibidang pariwisata antara wisatawan Bali ke Cina dan sebaliknya wisatawan Cina datang ke Bali," imbuhnya.

Selain Bidang pariwisata, DPRD Bali juga menjalin kerjasama dengan Cina dibidang Pendidikan. DPRD Bali sudah menunjuk salah satu Universitas di Bali akan dikerjasamakan dengan pemerintah Cina nantinya.

Menurut Gou Haodong, dia dan Sugawa membincang tentang kemungkinan ke depan membangun kerjasama dalam lingkup lokal di bidang pariwisata, infrastuktur, budaya, dan pendidikan. Gou juga mengapresiasi kepedulian pemerintah Bali atas warganya di Bali, sekaligus mengungkap akan ada kerjasama salah satu provinsi di Tiongkok. Di bidang infrastrukur, Gou juga mendaku membahas tentang kemungkinan perusahaan Tiongkok terlibat dalam pembangunan di Bali.

Adanya sejumlah wisatawan China atau Tiongkok menjadi korban kejahatan di Bali mendapat sorotan dari pemerintah Tiongkok. Meski demikian, mereka menilai Bali tetap aman untuk dikunjungi wisatawan, termasuk warga negaranya. Konjen Tiongkok di Bali, Gou Haodong, mengatakan hal itu usai bertemu Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry.

“Kami juga membahas isu untuk menambah turis China ke Bali, (karena) Bali masuk favorit turis China,” ungkapnya dalam bahasa Inggris dengan dialek yang agak sulit dicerna untuk telinga orang Indonesia.

Tak melulu hal “yang indah-indah” dibahas, Gao menyebut dia turut membicarakan tentang kejadian yang menimpa beberapa turis Tiongkok yang berwisata di Bali. Antara lain menjadi korban perampokan. Kendati demikian, kriminalitas tak dinilai tak mengecilkan arti rakyat Tiongkok melihat Bali. “Secara umum Bali masih aman, orang Bali ramah, Bali masih layak sebagai tempat terbaik wisata di dunia,” pungkasnya.(arn/blkn)