-->

Iklan

Menu Bawah

Anggota DPRD Bali Lakukan Rapid Tes, Tapi Golkar Menolak

BaliKini.Net
Selasa, 31 Maret 2020, 20.10 WIB Last Updated 2020-03-31T13:10:53Z
Denpsar,BaliKini.Net - Puluhan anggota dewan Provinsi Bali lakukan rapid test untuk mendeteksi virus Corona (Covid-19), Selasa (31/3). Hanya saja dari kegiatan ini, justru   dari Fraksi Partai Golkar menolak melakukan rapid test.

Sebanyak delapan orang anggota Fraksi Golkar DPRD Bali itu kompak tak menjalani rapid test, dengan alasan agar rapid tes lebih didahulukan ke masyarakat.

Untuk diketahui, penggunaan rapid test anggota Dewan ini difasilitasi Dinas Kesehatan Provinsi Bali itu atas permintaan Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Bali I Wayan Rawan Atmaja mengatakan, rapid test itu menurutnya seharusnya diprioritaskan untuk kelompok masyarakat yang beresiko terpapar Covid-19. 

"Saya dan teman-teman Fraksi Golkar masih mengutamakan bagi masyarakat yang memerlukan, apalagi alat rapid test ini masih terbatas, sedangkan yang ODP/PDP masih perlu penanganan yang utama," kata Rawan.

Dirinya berharap setelah kelompok masyarakat yang diprioritaskan sudah menjalani rapid test, barulah anggota fraksi Golkar akan menjalani rapid test tersebut. 

"Rapid test itu bagus juga cuman biar yang memerlukan diutamakan dulu. Kita belakangan saja," ujar politikus Badung Selatan ini.

Sedangkan, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali I Nyoman Sugawa Korry mengatakan, sikap Fraksi Golkar DPRD Bali sudah sejalan dengan sikap partai yang dipimpinnya. 

Saat rapid test di gedung Dewan berlangsung, ia ke Rumah Sakit Sanglah untuk menyerahkan bantuan alat sterilisasi, APD dan Hand Sanitizer. Agenda lainnya adalah memasang alat cuci tangan di depan kantor DPD Golkar Bali

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra menegaskan, rapid test diprioritaskan untuk kelompok masyarakat yang beresiko terpapar Covid-19.

Hal itu dimaksudkan seperti paramedis yang menangani pasien Covid-19, orang berstatus ODP dan PDP, petugas yang melakukan screening di lapangan, Pekerja Migran Indonesia yang pulang ke Bali, dan kelompok masyarakat lainnya. (Ar/R5)
Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU

Kabar Internasional

+