Denpasar , Bali Kini - Fraksi Gerindra mengapresiasi Gubernur Koster yang menganggarkan Sumbangan Kontribusi Wisatawan Rp 100 miliar dalam APBD 2023. Terlebih Pariwisata di Bali baru mulai bangkit akibat pandemi covid-19.
Harapan Fraksi Gerindra semoga target sumbangan kontribusi tersebut menjadi energi positif untuk peningkatan pendapatan daerah. Namun, peningkatan Pendapatan Daerah tersebut kami berharap, agar bisa linear dengan kesejahteraan masyarakat, dengan cara memberi prioritas pada bidang-bidang yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan rakyat.
"Seperti; pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian dan peternakan, kebudayaan, pariwisata, dan lingkungan hidup," baca Ketut Juliarta, mewakili Fraksi Gerindra saat membacakan dalam sidang Paripurna membahasa tentang Raperda APBD Semesta Berencana Provinsi Bali tahun 2023.
Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah bahwa proses perencanaan dan penganggaran dalam pemerintahan Daerah menggunakan pendekatan kinerja.
Pendekatan ini menggeser penekanan penganggaran dari yang berfokus kepada pos belanja/pengeluaran pada kinerja terukur dari aktivitas dan program kerja. Terdapatnya tolak ukur dalam pendekatan ini akan mempermudah Pemerintah Daerah dalam melakukan pengukuran kinerja dalam pencapaian tujuan dan sasaran pelayanan publik
"Sehingga kami dari Fraksi Gerindra mendorong Saudara Gubernur untuk meningkatkam anggaran di pos pelayanan publik maupun infrastruktur pendukung pelayanan publik sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilaksanakan dengan nyaman,aman, tepat waktu serta indek kebahagiaan masyarakat dapat terus ditingkatkan," jelasnya.
Untuk menjaga ketahanan perekonomian Daerah Bali, Fraksi Gerindra juga mendorong saudara Gubernur, agar mengaktifkan perdagangan antar pulau selain eksport produk-produk unggulan Bali yang potensial dan dibutuhkan daerah-daerah di Nusantara, seperti; salak, mangga putih (wani), manggis dan produk pertanian/peternakan lainnya.
"Begitu juga perdagangan produk-produk industri garmen/tekstil dan kerajinan yang menjadi ciri khas Bali. Hal ini penting dilakukan, agar masyarakat Bali tidak semua bergantung dari pariwisata," tutupnya.[ar/r4]
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram