Jakarta, Bali Kini – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pemprov DKI Jakarta dalam peliputan hanya dengan memberdayakan tim media internal dari bagian Kehumasan dan Dokumentasi Sekretariat Dewan. Namun untuk mengimbangi pemberitaan, DPRD DKI Jakarta terbuka untuk para media yang melakukan peliputan karena memang terbuka untuk umum.
Hal itu disampaikan Kasubag Dokumentasi dan Humas Setwan DPRD DKI Jakarta Tri Indra Gunawan didampingi bagian protokol Priyono kepada Forum Wartawan DPRD Bali saat mengunjungi DPRD DKI Jakarta pada Kamis, 10 November 2022. Rombongan Forward Bali dipimpin Kepala Bidang Persidangan Setwan DPRD Bali Anak Agung Wikrama didampingi Kasubag Protokol dan Kehumasan Setwan DPRD Bali Kadek Putra.
Tri Indra Gunawan lanjut menjelaskan, tim media internal DPRD DKI Jakarta selain melakukan peliputan, juga membuat podcast. Namun narasumbernya baru sebatas anggota dewan dan belum ke narasumber dinas-dinas sebagai mitra kerja legislatif.
‘’Kita tetap ada kerja sama dengan pihak lain, cuma memang tidak mengikat. Silakan mereka meliput kegiatan dewan. Di sini ada media gubernur dan kita tetap berkolaborasi saat rapat paripurna, kegiatan rapat-rapat lainnya. Tidak salahnya kita berbagi. Yang penting selama beritanya positif kita juga mendukung,‘‘ ujar Indra Gunawan.
Pemberdayaan tim media internal selama dua tahun belakangan ini karena memang diakuinya kurang anggaran dan juga karena kondisi pandemi Covid-19. Namun tahun anggaran 2023 direncanankan akan kembali dibuka kerja sama dengan media eksternal dalam bentuk advertorial. ’’Tahun 2023 mudah-mudahan kerja sama kembali bisa dilakukan karena anggarannya kita sudah coba pasang di pembahasan APBD 2022-2023,‘‘ beber Indra.
Memaksimalkan media internal, kata Indra Gunawan, karena personil tim media internal awalnya direkrut dari orang-orang media. Cuma proses perekrutan disesuaikan dengan e-budgeting, e-katalog, kita butuh siapa, kita butuh apa. Dengan background masing-masing baik kameramen, fotografer, reporter, editor, transkrip dll. “Tujuan merekrut media yang sudah mengusai di bidangnya karena kita sudah punya peralatan yang mumpuni,‘‘ ungkapnya.
Untuk mengefektifkan penyebarluasan informasi agar sampai cepat ke masyarakat, selain DPRD DKI Jakarta memiliki web DPRD, berita-berita peliputan tim media internal disebarluaskan di kanal-kanal medsos seperti YouTube, Facebook, Instagram, dll.
Sementara itu, Kabag Persidangan DPRD Bali Agung Wikrama menambahkan meski DPRD punya media sendiri bukan berarti mengesampingkan peran rekan-rekan media. Keberadaan rekan-rekan media tetap diperlukan seperti di DPRD Bali bekerja sama dengan Forward.
“Saya melihat DPRD DKI Jakarta memiliki media dan podcast. Inovasi podcast ini bisa juga kita coba adopsi sehingga kerja samanya dengan rekan media bisa lebih bagus lagi. Karena narasumber menjawab pertanyaan dari humas tentu agak kikuk dan jika kerja sama dengan wartawan pertanyaannya akan beda lagi,‘‘ ucapnya.
Selepas pertemuan, ketika ditanya terkait dukungan Dewan terhadap sistem transportasi, Indra Gunawan mengatakan Dewan mendukung program transportasi melalui lahirnya Perda Transportasi. Karena perda ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena tidak banyak biaya yang dikeluarkan. Cuma mengeluarkan dana sebesar 10 ribu masyarakat bisa sampai tujuan tanpa turun naik ganti-ganti angkot. Selama masih dalam satu rute yang sama. (*)
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram