-->

Rabu, 23 November 2022

Tertarik Kembangkan Industri Kapas, Pemkab Karangasem Kunjungi Klaten

  Tertarik Kembangkan Industri Kapas, Pemkab Karangasem Kunjungi Klaten


BALIKINI.NET | KARANGASEM –  Kepala Dinas Perindag Kabupaten Karangasem, I Wayan Loka Santika menggantikan Bupati Karangasem berkunjung ke Kabupaten Klaten dalam rangka studi tiru, Selasa (22/11/2022) terkait rencana Bupati Karangasem untuk mengembangkan produksi kapas di Kabupaten Karangasem, demi meningkatkan perekonomian masyarakat utamanya para petani. 

Kepala Dinas Perindag Kabupaten Karangasem, I Wayan Loka Santika yang juga didampingi para awak media disambut kedatangannya oleh Asisten 3 Pemkab Klaten, Surti Hartini yang juga selaku Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Klaten. Hadir juga pemilik pabrik kapas, PT. Kapas Indah Karya, Joko Sapto. 

Pemkab Karangasem menanyakan perihal bagaimana cara mengembang kapas di Kabupaten Karangasem, entah itu dari segi penanaman, pengolahan serta penjualan nantinya. 

Terkait bagaimana cara menyokong pengrajin kapas UMKM di Kabupaten Klaten, utamanya pada produksi Kain tradisional. Salah satunya ialah adanya aturan baku, pemerintah Kabupaten Klaten mewajibkan para ASN nya untuk mengenakan baju batik lurik di hari Selasa. 

Sementara, Joko Sapto selaku pemilik PT mengungkapkan jika pengembangan kapas perlu diperhatikan dari berbagai segi, baik itu faktor kecocokan Kadar tanah, geografis dan sosial masyarakat. 

"Menurut saya, kapas ini, jika langsung ditenun dari kapas murni maka sia sia. Harga akan menjadi lebih mahal. Jika di kelola yakni mencapai Rp. 30.000/ kilo. Karena kapas industri tradisional kalah dengan kapas industri textile," Katanya. Untuk kapas yang diproduksi di Kabupaten Karangasem, dapat dibuat sebagai kapas kecantikan, kapas facial dan kapas medis agar lebih menjanjikan. 

Kemudian, Joko Sapto menjelaskan jika pihaknya memiliki 10 orang Karyawan dengan 6 buah mesin. Sementara kapas yang diproduksi dijadikan sebagai produk cotton boad. Kapasitas produksi ialah mencapai 60-70 kg/1 sin nya. dengan jam kerja perhari ialah 6-7 jam.

Sementara untuk pengembangan produksi kapas di Kabupaten Karangasem, Joko Sapto menyarankan agar Pemkab Karangasem hendaknya menggandeng BLK Karangasem, utamanya dalam pengembangan SDM juga untuk modal bisa menggunakan biaya CSR terlebih dahulu. Pemerintah juga dapat memfasilitasi langsung penyediaan lahan dan pupuk.

 "Untuk penjualannya, bisa melalui atau membentuk koperasi, sehingga kapas ini terkumpul di sana dan di ambil perusahaan. Dalam kapas peluang memang besar namun tidak mudah untuk menerbitkan," Tandasnya.

Selanjutnya, pihak Kabupaten Klaten mengaku siap untuk menerima jika produksi kapas melimpah dari Kabupaten Karangasem.(LE-ami)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved