-->

Jumat, 20 Mei 2022

Jajan Tradisional Sirat yang Melangka di Bali


BALIKINI.NET, DENPASAR Jajan Sirat jenis jajanan yang umumnya untuk sarana banten (sebuah upacara di Bali). Jika disejajarkan jenis jajanan ini sama halnya dengan jajan Laklak atau dodol lampetan di Penglatan, Buleleng.

Jajanan Sirat ini umumnya menjadi jajanan tradisional yang dibuat asal kota Tabanan. Disebut nama Sirat karena cara membuatnya seperti Mesirat atau disirami. Bahan dasar yang digunakan selain tepung beras juga dicampur tepung kanji secukupnya.

"Dari tepung beras dan tepung kanji secukupnya, juga dicampur gula merah yang dicairkan dan disaring," ungkap Jro Mk.Istri Gede.

Menurutnya untuk jenis jajan Sirat ini sudah menjadi jenia jajan langka di pasaran. Dirinya masih tetap beratahan karena masih adanya pesanan sejumlah warung yang menjual bahan jajanan banten Bali.

Bicara rasa selain gurih juga lembut setelah dijemur. Jika ingin gurih renyah, usai digoreng bisa langsung dimakan. 

"Usai digoreng tidak bisa langsung dikirim, harus didamuhin (tidak sinar matahari langsung) supaya agak layu dan lembut," ucapnya.


Selasa, 05 April 2022

Walikota Jaya Negara Hadiri Upacara Ngeratep Lan Pasupati Sesuhunan Pura Dalem Suwung Batan Kendal


Denpasar, Bertepatan dengan Soma Kliwon Landep (Kajeng Kliwon Enyitan) Banjar Suwung Batan Kendal melaksanakan Ngeratep Ratu Ayu di  Pura Dalem Batan Kendal, Banjar Suwung Batan Kendal, Desa Adat Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar  pada Senin (4/4).

Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Bali, Wayan Koster, Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa,  Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra,  Putu Mamas Lestari,  Made Setiadi,  Bendesa Adat  serta tokoh masyarakat desa setempat.

Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan walaupun dalam situasi pandemi seperti ini, tidak mengurangi antusias masyarakat di dalam melaksanakan yadnya.  Ia berharap dengan terselenggaranya upacara ini rasa kekeluargaan antar umat serta Sradha Bhakti  kepada Ida Sang Hyang Widhi semakin meningkat sehingga dapat menimbulkan dampak positif terhadap kita semua.

Prawartaka Karya, Ketut Sukita didampingi Kelian Banjar Suwung Batan Kendal, Wayan Suwirta mengatakan pelaksanaan upacara Ngeratep, Pemelaspasan dan Mepasupati di Pura Dalem Batan Kendal dalam masa pandemi covid-19 ini dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat serta mewajibkan para pemedek untuk menggunakan masker.
 
Lebih lanjut dikatakannya, upacara Ngeratep, Pemelaspasan dan Pasupati sesuhunan dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Bajing dari  Griya Tegal Jingga Denpasar. Dalam kesempatan tersebut juga dijelaskan pelaksanaan perbaikan (ngodakin) sesuhunan dilaksanakan sejak bulan Januari lalu. Adapun sesuhunan yang diodak yakni Ratu Ayu Rangda, Ratu Ayu Gandrung, Pretima, Gedarbe, serta Gambelan Gandrung.

“Kami berharap walau situasi masa pandemi seperti ini kegiatan keagamaan, adat dan kebudayaan tetap bisa berjalan walaupun harus mengikuti protokol kesehatan dengan ketat. Karena kita di Bali khususnya di Denpasar tidak luput dengan upacara keagamaan namun kita semua wajib untuk mengikuti protokol kesehatan seperti menerapkan Sosial dan Phsical Distancing dan tetap menggunakan masker serta menjaga jarak dan kebersihan,” ujarnya.(sdps)

Jumat, 11 Maret 2022

Komponen Pariwisata Bali Berterimakasih ke Gubernur Koster


BALI, BaliKini.NET -- Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali, Indonesian Housekeeper Association (IHKA) Bali, Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC Bali), dan Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (FSP Par)-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bali mendoakan Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Ardhana Sukawati di dalam memimpin Pulau Bali agar diberikan kesehatan dan sukses untuk mewujudkan Bali bangkit dan Bali tumbuh. 

Doa tersebut disampaikan pada Rabu (Buda Wage Kelawu) 9 Maret 2022, pasca Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Menko Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan kompak mengumumkan kebijakan baru bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) atau Wisatawan Mancanegara (Wisman) tanpa karantina dan bisa menggunakan Visa on Arrival (VoA) ke Pulau Bali mulai Tanggal 7 Maret 2022.

Ketua DPD IHGMA Bali, Agus Yoga Iswara menyatakan selama 2 tahun lamanya sungguh luar biasa pembelajaran yang Kita dapatkan semenjak pandemi Covid-19 merebak dengan berbagai variannya, namun syukur varian Omicron tidak berbahaya. 

Dalam proses penanganan pandemi Covid-19, DPD IHGMA Bali sangat memahami bagaimana Kita semua lelah, apalagi Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur mungkin jauh lebih lelah dari Kami, karena banyak yang tidak terlihat di belakang layar. 


“Sehingga Saya yakin banyak dari Kita yang belum sadar bahwa Bapak Gubernur berjuang keras sekali. Salah satu buktinya mampu membawa Bali pada tanggal 7 Maret 2022 bebas karantina untuk Wisman dan menggunakan VoA. Ini merupakan hasil perjuangan yang membuat Kita tidur tersenyum dan merupakan perasaan yang tidak bisa Kami ekspresikan. Dari lubuk hati yang terdalam Kami ucapkan suksma agung kepada Bapak Gubernur, Wagub dan seluruh jajaran. Semoga Bapak dan semua diberikan kesehatan,” ujar Agus Yoga Iswara.

Untuk menyambut kedatangan Wisman ke Bali, Ketua DPD IHGMA Bali, Agus Yoga Iswara mengajak seluruh komponen pelaku pariwisata untuk menjaga destinasi pariwisata di Bali, hingga harga kamar dan akomodasi diharapkan tidak ditarif terlalu mahal, serta Kita harus bersama-sama mempromosikan destinasi wisata Bali yang seatraktif mungkin. 

“Saya sempat berdiskusi dengan pihak US tentang kebijakan Bali, karena berita sudah sampai disana. Mereka bahkan bertanya kenapa Bali sudah bisa VoA dan bebas karantina, sedangkan mereka tidak bisa? Lantas Saya katakan, karena Kita (Bali, red) punya Gubernur Wayan Koster,” kata Agus Yoga Iswara.   

Guna mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dan pelayanan infrastruktur pariwisata di Pulau Bali, DPD IHGMA Bali lebih lanjut mengapresiasi pembangunan infrastruktur di era kepemimpinan Gubernur Bali jebolan ITB tersebut. 

“Tidak hanya menjadi legacy luar biasa, namun pembangunan ini masuk ke dalam roh-nya Pulau Bali. Juga konsep-konsep seperti Ekonomi Kerthi Bali yang sangat tepat momentumnya untuk penyelamatan Bali setelah pandemi,” ujar Agus Yoga Iswara kembali sembari menegaskan Saya salut atas kebijakan Bapak Gubernur Wayan Koster.

Sementara Ketua Harian Indonesian Housekeeper Association (IHKA) Bali, Nyoman Sugiarta menyampaikan, Kami beserta seluruh stakeholder pariwisata yang tergabung dalam Forum Bali Bangkit atas dibukanya gembok pintu gerbang internasional Bali dengan diberlakukannya VoA dan Wisman bebas karantina menyampaikan terimakasih ke Gubernur Bali, Wayan Koster. 

“Mudah-mudahan ini suatu kebangkitan untuk pariwisata Bali. Kami berharap, semuanya para pelaku pariwisata di Bali bergerak semaksimal mungkin mengawal dan mengimplementasikan Protokol Kesehatan Covid-19, sehingga kebijakan Pemerintah Pusat bisa terjaga dan aman,” kata Nyoman Sugiarta seraya berulang kali menyatakan terimakasih kepada Pemda Bali yang dipimpin Gubernur Wayan Koster untuk terus berjuang bernegosiasi dengan Pemerintah Pusat, sehingga kini kebijakan tersebut bisa terwujud. 

Sedangkan, Ketua Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC Bali), I Ketut Darmayasa mengatakan Saya mewakili IFBEC Bali mengungkapkan apresiasi yang sangat mendalam dan luar biasa kepada Bapak Gubernur Koster yang berusaha sangat kuat sekali di dalam mendukung kebangkitan pariwisata Bali. Dari beberapa agenda yang direkomendasikan oleh Forum Bali Bangkit, semuanya sudah terkabulkan berkat kerja keras Bapak Gubernur, salah satunya dengan adanya regulasi VoA dan bebas karantina. 

Untuk itu, masyarakat terutama masyarakat pariwisata sangat antusias sekali, sangat bergembira untuk menunggu kebijakan ini. Oleh karena itu Kami atas nama asosiasi, sangat berterimakasih sekali. Semoga selalu diberikan kesehatan dan selalu bisa berkarya untuk Bali kedepan. 

Kemudian, I Gusti Ayu Ketut Budiasih selaku Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (FSP Par)-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bali menyampaikan nada yang sama.

“Saya sangat berterimakasih untuk kebijakan VoA dan Bali bebas karantina bagi Wisman atau PPLN. Kebijakan ini seperti sudah membuka cahaya baru bagi Kami sebagai pelaku pariwisata di Bali.  Kami sepenuh hati akan bisa tersenyum kembali setelah 2 tahun tidak punya penghasilan tetap dan semoga Pariwisata Bali bisa bangkit. Untuk itu, Saya apresiasi perjuangan Bapak Gubernur Wayan Koster yang berjuang keras untuk mewujudkan hal tersebut,” pungkasnya.



Senin, 21 Februari 2022

Wagub Cok Ace Dukung Laksmi Melaju Ke Ajang Putri Indonesia 2022


BALI, BaliKini.Net -- Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menerima audensi dari Laksmi Shari Deneefe Suardana yang terpilih untuk mewakili provinsi Bali di ajang Puteri Indonesia 2022 yang akan digelar 18 Maret 2022, bertempat di ruang kerja Wagub Cok Ace-Kantor Gubernur Bali, pada Senin (21/2). 

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Laksmi Shari yang berasal dari Ubud untuk mewakili Bali dalam ajang Pemilihan Putri Indonesia 2022. Diharapkan, sebagai generasi muda Laksmi dapat memberikan vibrasi positif  bagi masyarakat Bali dalam membawa nama Bali ke ajang Nasional maupun Internasional. Selain itu, Wagub Cok Ace juga berpesan tidak hanya dalam momentum untuk mencari gelar Putri Indonesia, namun dalam kehidupan nyata diharapkan Laksmi dapat menginspirasi dan memberikan sumbangsihnya kepada Bali dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan kompeten berlandaskan pelestarian kearifan lokal. 

Menanggapi hal tersebut, Laksmi yang berdarah Blasteran ini mengucapkan terimakasih atas dukungan Pemeritah Provinsi Bali atas dirinya. Sebagai putri Bali, dia ingin memperjuangkan edukasi bagi anak, pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana. Inilah visi misi utamanya mengikuti ajang PPI.

"Bagi saya edukasi adalah nomor satu, karena itu saya berusaha membuat kampanye di media sosial bernama Break Event. Misi Break Event adalah, Breaking in a Quality True Education and Empowerman Especialy for Girls," kata Laksmi.

Menurut dia, karena hanya dengan edukasi bisa memberikan pemberdayaan, dan menurut riset yang pernah dilakukan, edukasi untuk perempuan dan keluarga berencana adalah solusi utama untuk melawan perubahan iklim di dunia. Menurut Laksmi, isu utama yang diangkat dalam Pemilihan Putri Indonesia 2022 adalah masalah edukasi.

Pandemi Covid-19 sangat merugikan anak sekolah dari sisi edukasi mereka.
"Saya sempat bicara dengan pendiri Bali Children Foundation, Margaret Barry, tentang ancaman penurunan literasi, terutama di desa terpencil seperti Desa Songan di Bangli. Selain itu saya mengadvokasikan sastra Indonesia dan budaya, tentunya melalui kerja sama dengan Ubud Writers and Readers Festival," tambahnya.

Laksmi memiliki alasan lain mengapa mengambil bagian dalam konteks PPI 2022. Sebagai putri asli Bali, ia memiliki tanggung Jawa moral untuk berjuang demi Bali di masa pandemi Covid-19 ini.

"Saya memilih maju sebagai calon dari Bali dan hanya dari Bali, karena saya adalah orang Bali, saya dibesarkan di Ubud dan saya sangat bersyukur dibesarkan di daerah yang budayanya sangat kuat dan alamnya sangat subur juga memiliki komunitas indah," jelas Laksmi.

Laksmi akan memberikan yang terbaik dalam ajang ini sebagai wujud terima kasih kepada Pulau Dewata dan keluarga besarnya di Ubud.

Selasa, 11 Januari 2022

Pasikian Pecalang Bali Ajak Yowana Jaga Keamanan


Denpasar , Bali Kini  -
Manggala Agung Pasikian Pecalang Bali, I Made Mudra mengucapkan terimakasih kepada Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster yang telah mengeluarkan surat terkait Penegasan Pembuatan dan Pawai Ogoh  Ogoh dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1944 dengan menujukan langsung surat tersebut kepada Bupati/Walikota se-Bali. 

Karena dalam surat tersebut berisi keamanan, maka Kami selaku Pecalang sangat siap memberikan pengamanan, apabila nantinya ada yowana/generasi muda di suatu Desa Adat hingga di tingkat Kabupaten/Kota se-Bali melakukan kegiatan pawai atau lomba, kata Made Mudra, Minggu (Redite Kliwon, Medangkungan) 9 Januari 2022.

Made Mudra juga menyebut, bahwa Bapak Gubernur sudah berfikir bijaksana di masa pandemi ini dengan memberikan ruang kreatifitas kepada generasi muda untuk berkesenian dengan membuat ogoh -ogoh, meskipun ogoh-ogoh ini baru berkembang sejak tahun 1976 dan telah menjadi perayaan budaya jelang Hari Suci Nyepi. 

"Atas hal ini, Kami di Pasikian Pecalang Bali tetap mengajak para generasi muda atau yowana untuk ikut berwaspada selama berkegiatan ogoh-ogoh dengan cara menerapkan protokol kesehatan, hal ini Kami tekankan agar Kita semua bisa menekan gejolak sebaran Covid-19, dan jangan sampai menimbulkan klaster baru, karena pandemi ini belum usai, meskipun kondisi sudah melandai,"tambahnya,

Agar pembuatan dan pawai ogoh  ogoh dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1944 ini berjalan dengan aman disetiap Desa Adat di Bali, maka pada kesempatannya Manggala Agung Pasikian Pecalang Bali, I Made Mudra mengungkapkan bahwa pihaknya pada tanggal 11 Januari 2022 akan melakukan koordinasi dengan Pasikian Yowana Kabupaten/Kota se-Bali. 

"Dalam koordinasi tersebut, Kami akan menekankan Yowana untuk betul - betul terlibat bersama menjaga ketertiban dan keamanan, serta mengantisipasi penyebaran Covid-19, dengan harapan yowana ikut berperan mensosialisasikan surat tersebut kepada yowana di setiap Desa Adat,"tutupnya.(rl/4)

Minggu, 02 Januari 2022

Awal Tahun , Bupati Tamba Gelar Persembahyangan Bersama Memohon Kerahayuan Jagat


Karangasem , Bali Kini -
Mengawali tahun 2022, Bupati Jembrana I Nengah Tamba menggelar persembahyangan bersama  di Pura Besakih, minggu (2/1/2022). Bersama Wabup Patriana Krisna serta OPD dilingkup Pemkab Jembrana , persembahyangan untuk memohon kerahayuan mengawali tahun yang baru. Serta , mendoakan keselamatan dan kekuatan  bagi umat ditengah Pandemi Covid-19. Kegiatan dharma yatra ini ,  wujud  keseimbangan melalui upaya penguatan secara niskala  selain penanganan secara sekala yang sudah berjalan .


Acara persembahyangan tepat dimulai pukul 10.00 wita, dimulai dari Pura Goa Raja yang terletak diareal bawah pura besakih, selanjutnya  di masing masing Pura Pedarman ( kawitan). Bupati Tamba  menghaturkan bhakti di pedarman kubontubuh , sedangkan wakilnya Patriana Krisna di Pedarman Bujangga Waisnawa. 


Selanjutnya, bupati dan jajaran menuju pura Sunaring Jagat Besakih dan seluruh rangkaian  Persembahyangan  diakhiri dengan muspa bersama di Pura Penataran Agung Besakih. 

" Persembahyangan ini wujud syukur dan ucapan  rasa terimakasih atas apa yang sudah kita jalani di tahun 2021. Sekaligus berharap di tahun 2022 , mendapat  panganugrahan Ida Sang Hyang Widi Wasa,  mendapat tuntunan hingga semua masyarakat  kompak mengawal pembangunan .

Serta seluruh perangkat daerah diberikan  sinar suci kekuatan,bekerja keras mewujudkan visi misi Nangun Sad Kerthi Loka Jembrana , menyongsong tahun emas Jembrana ditahun 2026," kata Bupati Tamba


Lebih detil, ungkapan rasa syukur dan apresiasi juga disampaikan Bupati Jembrana  kepada seluruh lini masyarakat dalam perannya membangun Jembrana di tahun 2021.

Menurutnya, partisipasi serta dukungan nyata itu sangat diperlukan , terlebih saat ini kondisi bangsa belum sepenuhnya terlepas dari  pandemi covid-19.


" Kebersamaan dan sinergi sangat dibutuhkan . Untuk mampu meningkatkan kualitas diri selaras dengan visi mewujudkan Masyarakat Jembrana Bahagia berlandaskan Tri Hita Karana melalui implementasi misi Nangun Sad Kerthi Loka Jembrana ," tuturnya. ( Abhi/4).


© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved