-->

Senin, 11 Oktober 2021

Secercah Harapan Dari Ujung Timur Indonesia Melalui TMMD


BALI KINI ■ “Bapak istirahat dulu e, nanti baru kerja lagi, mama susiapkan makan untuk bapak-bapak tentara,” ujar seorang mama. 

Terlihat sekelompok prajurit sedang bergotong royong dengan warga Kampung Miosnum untuk membangun rumah warga. 

“Baik Mama, kita istirahat dulu, mama subuat makanan enak e, Trimakasih mama” balas seseorang dengan celana loreng.

Itulah sekelumit percakapan antara anggota Kodam XVII/Cenderawasih yang tergabung dalam Satgas TMMD 112 di Kampung Miosnum, Distrik Pulau Yerui, Kabupaten Kepulauan Yapen. Sudah lebih dari 3 minggu prajurit tersebut dan rekan-rekan lainnya tinggal bersama masyarakat Kampung Miosnum tepatnya sejak tanggal 15 September 2021.

TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) adalah program lintas sektoral antara TNI, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Kementerian dan Lembaga lainnya bekerjasama dalam program untuk mempercepat pembangunan di daerah dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Pada Program TMMD 112 saat ini Kodam XVII/Cenderawasih dilaksanakan oleh Kodim 1707/Merauke bertempat di Kampung Miosnum, Distrik Pulau Yerui, Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kodim 1709/Yawa bertempat di Kampung Okor, Distrik Haju, Kabupaten Mappi. Program TMMD tersebut dilaksanakan selama 30 hari mulai tanggal 15 September sampai dengan 14 Oktober 2021.

“Sasaran fisik pada TMMD 112 yang dilaksanakan di Kabupaten Mappi adalah pembangunan rumah semi permanen 14 unit dan pembangunan rumah papan 6 unit serta pembuatan jembatan kayu sepanjang 20 meter. Sedangkan sasaran fisik di Kabupaten Kepulauan Yapen adalah pembangunan 8 unit rumah,” jelas Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Arm Reza Nur Patria saat dikonfirmasi.

Selain sasaran fisik terdapat juga sasaran non fisik yang pada TMMD 112 tersebut diantaranya penyuluhan KB/Kesehatan, pengobatan massal, sosialisasi posyandu dan stunting, penyuluhan bela negara, penyuluhan hukum, penyuluhan pertanian dan lain-lain.

“Program TMMD ini dilaksanakan oleh semua pemangku kepentingan yang berada di Kab. Mappi dan Kab. Kepulauan Yapen yang terdiri dari TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat dan instansi lainnya. Mohon doa dari kita semua, semoga program TMMD 112 yang dilaksanakan di Kab. Mappi dan Kab. Kepulauan Yapen dapat selesai tepat pada waktunya dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat pada khususnya dan kesejahteraan masyarakat Papua pada umumnya,” tutup Kolonel Reza.

■ pen/R-01

Minggu, 19 September 2021

Menikmati Kesegaran Air Terjun Juwuk Manis


BALI KINI ■ Daya Tarik Wisata Air Terjun Juwuk Manis di Pekutatan Jembrana Bali adalah salah satu tempat wisata yang berada di Dusun Juwuk Manis, Desa Manggissari, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali. 

Daya tarik wisata Air Terjun Juwuk Manis di Pekutatan Jembrana adalah tempat wisata yang ramai dengan wisatawan pada hari biasa maupun hari liburan. 

Tempat ini sangat indah dan bisa memberikan sensasi yang berbeda dengan aktivitas kita sehari hari. Daya tarik wisata Air Terjun Juwuk Manis sangat cocok untuk mengisi kegiatan liburan anda, apalagi saat liburan panjang seperti libur nasional, ataupun hari libur lainnya.

Daya tarik wisata Air Terjun Juwuk Manis memiliki ketinggian 4 km. Namun kesegaran airnya tak kalah dengan air terjun dengan ketinggian lebih. Dua air terjun yang berdampingan bisa anda nikmati di sini, selain kolam kecil di bawahnya yang bisa anda gunakan mandi atau sekedar bermain air. 

Terutama untuk prasarana dan akses ke lokasi air terjun. Air terjun memiliki suasana yang cukup asri yang bisa menghilangkan kepenatan anda. Namun usaha keras dibutuhkan untuk bisa sampai ke air terjun Juwuk Manis. 


Dari parkiran, petualangan yang sesungguhnya baru dimulai. Anda harus trekking menuruni jalan setapak yang cukup curam sepanjang 1 km dengan melewati perkebunan kopi dan cengkeh. Selain itu anda juga perlu berhati-hati dalam menuruni jalan dan anak tangga tersebut karena cukup curam.

Namun anda tidak perlu khawatir karena petualangan anda akan ditemani dengan udara yang cukup sejuk dan pemandangan perbukitan yang masih alami. Bunga-bunga kopi dan cengkeh dari perkebunan penduduk memberikan keharuman yang khas, yang juga turut menemani perjalanan anda. 

Begitu sampai di air terjun, kesegaran airnya akan segera mneghapus rasa lelah anda seusai trekking yang anda lakukan. Perjuangan anda pun terbayar dengan kejernihan air terjun Juwuk Manis.

Sejarah singkat Air Terjun Juwuk manis dikenal oleh masyarakat kira-kira pada tahun 1920 ,pada saat itu dilokasi setempat masih merupakan hutan belantara. Lambat laun masyarakat makin banyak  datang kehutan tersebut dan dialih fungsikan menjadi hutan pertanian oleh masyarakat setempat. 


Seperti ditanami tumbuh-tumbuhan seperti cengkeh, kopi, kakao, lada, pisang, durian dll. Sampai sekarang masih banyak terlihat tumbuh-tumbuhan disekitar menuju lokasi air terjun. Dari tempat parkir menuju kelokasi sejauh 150 m berjalan kaki ,dengan anak tangga sejumlah 847. 

Fasilitas

Objek Wisata Air Terjun Juwuk Manis di Pekutatan Jembrana Bali bisa dibilang sebuah Wisata Alam yang memiliki beberapa akan fasilitas minim di antaranya sebagai berikut : – Area Parkir kendaraan – Kamar mandi / MCK – Tempat Istirahat – Warung Makan. (**)

Senin, 23 Agustus 2021

SUDAH PERNAH MENGUNJUNGI PANTAI DELOD BERAWAH ? YUK MELALI

 SUDAH PERNAH MENGUNJUNGI PANTAI DELOD BERAWAH ? YUK MELALI !




Jembrana , Bali Kini - Seperti halnya menikmati keindahan alam pantai di tempat lainnya, pantai Delod Berawah memiliki daya tarik tersendiri. Pantainya terhampar luas menyuguhkan keindahan alam laut, ombaknya tinggi dan juga memanjang, sehingga pantai Delod Berawah ini memang ideal untuk bermain surfing. Ombaknya begitu menantang bagi mereka yang suka olahraga berselancar.Daya tarik pantai Delod Berawah ini tidak kalah dengan pantai berpasir putih, pada siang hari, kerlip pasir pantai memantulkan sinar matahari seolah seperti kristal. tempat ini tidak hanya bisa untuk bermain surfing dan bersantai saja, tetapi anda juga bisa berendam atau menanam diri dengan pasir pantai ini, karena warga setempat percaya pantai Delod Berawah bisa menyembuhkan sejumlah penyakit, seperti rematik. Itulah sebabnya sewaktu-waktu anda menemukan warga menanam dirinya dibawah gundukan pasir hitam. Dan anda juga bisa mengajak anak-anak bermain dengan leluasa di pantai ini, juga menjadi pilihan ideal bagi keluarga, pada sore hari menjadi tempat menarik untuk bercengkrama, sambil bermain sepak bola atau bermain volley di tepi pantai menjadi pilihan yang menarik bagi warga terutama kawula muda. Nama Pantai Delod Berawah memang tak sepopuler Pantai Medewi sebagai tempat favorit untuk selancar, namun keindahan ombaknya tak kalah bagus dari pantai yang juga berada di wilayah Kabupaten Jembrana itu.Kondisi pantai yang nyaris tak berbatu, juga merupakan tempat yang asyik untuk berenang ataupun bermain-main pasir di tepian pantai.Bahkan dibangun pula kolam renang yang terletak di tepi pantai.  Objek wisata ini memiliki tempat parkir yang luas, restaurant, warung makan, tempat duduk untuk bersantai dan juga penginapan.



Lokasi Pantai Delod Berawah sangat mudah ditemukan karena berada di area jalan utama Gilimanuk-Denpasar dan berjarak sekitar 2 kilometer dari jalan utama tersebut. Ketika Anda melewati jalur ini, sesampai di Kecamatan Mendoyo tengoklah ke sebelah kiri jalan dan Anda akan menemukan penunjuk jalan menuju Pantai Delod Berawah.Selanjutnya, Anda tinggal mengikuti saja penunjuk jalan tersebut hingga sampai di Pantai Delod Berawah. Lokasinya akan tampak jelas karena begitu sampai, Anda akan disambut oleh patung putri duyung yang merupakan ikon dari Pantai Delod Berawah Jembrana ini. Dan kalau anda masih bingung juga anda bisa mencari alamat tersebut pada aplikasi Google Maps saja.



Di kawasan pantai Delod Berawah, juga dikembangkan wahana wisata yang bisa menambah daya tarik objek wisata pantai di Bali ini, dibangun sebuah taman rekreasi bernama Tirta Samudra Delod Berawah, tempat ini memiliki kolam renang tepi pantai, kolam ini dibangun untuk menambah tempat rekreasi di kawasan pantai Delod Berawah, bisa untuk berenang, berjemur dan bersantai sambil menikmati keindahan alam laut, sehingga objek wisata ini akan lebih menarik bagi warga sekitar kabupaten Jembrana untuk berekreasi.Jadi pengunjung dapat memilih, ingin berenang di lepas pantai ataupun di kolam renang yang juga bersuasana pantai. Taman rekreasi Delo Berawah ini, memang sanggup mendongkrak popularitas pantai tersebut, namanya semakin dikenal dan menambah minat warga untuk berkunjung ke tempat ini. Di Taman Rekreasi Tirta Samudra Delod Berawah juga terdapat kolam renang khusus anak-anak sehingga lebih terjaga keamanan bagi anak-anak. Dilengkapi juga beberapa arena permainan, yang menambah keseruan berlibur keluarga. Kunjungan tempat ini akan lebih ramai pada saat akhir pekan dan liburan hari raya. 



Jika ingin berenang di kolam renang ini pada hari bisa dikenakan tiket sebesar Rp 7.000 untuk dewasa dan anak-anak dikenakan tarif sebesar Rp 5.000. Dan untuk hari Libur/Minggu dikenakan tarif sebesar Rp. 10.000 dan anak-anak dikenakan tarif sebesar Rp. 7.000. Kemudian untuk wisatawan mancanegara yang datang pada hari biasa dikenakan tiket sebesar Rp. 20.000 untuk dewasa dan anak-anak dikenakan tarif sebesar Rp. 10.000, dan untukWisatawan yang datang pada hari Libur/Minggu dikenakan tarif sebesar Rp. 25.000 untuk dewasa dan untuk anak-anak sebesar Rp. 15.000 saja.  



Selain mengunjungi pantai, Anda juga bisa menyempatkan diri untuk berkunjung ke Desa Delod Berawah. Di desa ini terdapat sebuah tradisi Makepung (atraksi balap kerbau  yang diadakan setiap tahun). Untuk senantiasa melestarikan tradisi lokal ini, pemerintah Kabupaten Jembrana juga membangun sirkuit Makepung yang letaknya tak jauh dari Pantai Delod Berawah. Ngiring ajegang seni budaya lan tradisi di bumi makepung niki. Yuk melali ![*]




Rabu, 18 Agustus 2021

Peringati Hut RI ke 76, LPM Kelurahan Sesetan Bagi Sembako


BALI KINI ■ Bertepatan dengan  perayaan atau momentum Kemerdekaan RI ke-76, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan, memilih perayaan dengan aksi sosial dengan berbagi sembako dan membagikan nasi bungkus di tengah pandemi Covid-19, pada Selasa (17/8) .

Aksi yang berpusat di kantor Lurah Sesetan dan di jalan raya depan kantor Lurah, mereka membagikan 500 nasi bungkus dan 135 paket sembako untuk RTM.

Warga tampak antusias menerima nasi bungkus yang dibagikan LPM dengan menyasar warga yabg tinggal di wilayah Kelurahan Sesetan.

Lurah Sesetan, Ketut Sri Karyawati bersama Ketua LPM Sesetan I Made Suarta menjelaskan, selain 500 nasi bungkus, pihaknya membagikan ratusan paket sembako untuk warga di semua banjar di bawah Kelurahan Sesetan.Untuk mencegah kerumunan, pengambilan paket sembako telah diatur.

“Dapat kita pahami bagaimana situasi masyarakat. Hanya dalam waktu singkat, ratusan nasi dan sembako ludes. Walaupun nilainya tidak seberapa, tapi kami berharap bantuan ini bisa dirasakan dan bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, LPM punya peran strategis sebagai mitra Lurah dalam menjalankan pembangunan di lingkup pemerintahan terkecil. Karenanya, sejak Covid-19 mewabah, pihaknya turun langsung mengedukasi warga terkait penerapan protokol kesehatan, apalagi Sesetan dikenal dengan penduduknya yang padat, heterogen serta mobilitas yang tinggi.

Jika pada situasi normal, Agustus adalah bulan yang sangat dinantikan warga karena digelar Sesetan Karnaval berpusat di Lapangan Pegok. Sayangnya, sudah dua tahun karnaval yang sangat meriah ini ditiadakan akibat pandemi. Suksesnya aksi berbagi ini berkat komunikasi yang baik dan sinergitas semua pihak baik LPM, Lurah Sesetan, Perusahaan maupun wakil rakyat atau legislatif.

“Kami ucapkan terima kasih atas support semua pihak  yang memiliki jiwa gotong royong untuk membantu sesama di tengah masa sulit pandemi Covid-19 ini,” ungkapnya.
Pihaknya berharap, semoga pandemi ini cepat berlalu. Dirinya mengajak masyarakat untuk taat terhadap prokes agar penyebaran Covid-19 dapat ditekan.

“Hanya disiplin prokes yang ketat virus ini akan dapat ditangani dengan cepat,” ujarnya. (**)

Minggu, 08 Agustus 2021

Fadel Muhammad Dorong Kakao Jembrana Sebagai Branding Potensi Daerah

 

BALI KINI ■ Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Fadel Muhamad melaksanakan kunjungan kerja ke kabupaten Jembrana. Kehadiran Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad secara langsung disambut oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba didampingin Pj. Sekda I Made Budiasa berserta beberapa pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Jembrana di Rumah Dinas Bupati Jembrana, pada Jumat sore (6/8).

Dalam kunker dengan agenda diskusi bersama  perwakilan petani, dan OPD disektor pertanian di Jembrana, Fadel ingin Jembrana fokus pada tanaman kakao ( cokelat)  sebagai branding daerah . Ia berasalan kakao Jembrana sangat terkenal dengan kualitas produksi  yang sangat besar. 

" Saya kira banyak hal yang dapat di bawa ke Jakarta untuk diolah dari hasil diskusi bersama Bupati, jajaran dinas terkait dan aspirasi dari para petani tadi. Nanti saya akan teruskan kepada menteri yang membidangi masing-masing. Seperti halnya komoditi coklat Jembrana, kebetulan juga saya  merupakan Ketua MAI (Masyarakat Agro Industri) yang membawahi seluruh propinsi. Ini akan kita bawa ke tingkat nasional. Apa yang saya lihat untuk dijadikan sesuatu untuk diolah dan secara langsung saya akan mengawal ini kepada Menteri Pertanian RI ,” ungkapnya.

Harapan lainnya pada potensi Jembrana di sektor perikanan disebutnya juga luar biasa. Fadel juga mendukung pengembangan  sektor pariwisata yaitu rencana besar bupati untuk mengembalikan sebuah sejarah baru Tibu Kleneng.

Lebih lanjut mantan Gubernur Provinsi Gorontalo 2 periode tersebut menyarankan saat ini yang  bisa digarap terlebih dahulu adalah dibidang pertanian yaitu coklat dan perikanan . Kedua sektor ini merupakan program utama dan sudah mendapat perhatian pemerintah pusat. Berikutnya , digarap pariwisata dikarenakan adanya tol yang dibangun dan juga pelabuhan udara di Buleleng. Ia mengaku  optimis kedepan Jembrana bakal hebat, dan inilah  masa depan dari Indonesia.

"Jembrana ini bersebrangan dekat dengan Jawa Timur yang merupakan berpenduduk 35 juta orang dapat dibayang potensi orang lokal datang sangat besar sekali," tandasnya.

Selain itu   visi atau mimpi besar yang disampaikan bupati seperti yang sudah dijabarkan tm, menurutnya  sesuatu yang realistis untuk dilaksanakan.

"Jembrana bisa bangkit di tengah masa pandemi covid-19 ini saya kira adanya penunjang dari bidang pertanian dan perikanan selain Jembrana juga mempunyai padi yang bagus dan potensi-potensi lainnya.Sekali lagi Saya sangat optimis bahwa Jembrana menjadi kabupaten yang maju dan potensi- potensi untuk mendukung untuk itu sangat besar sekali," terang Fadel.
 
Sementara Bupati Jembrana I Nengah Tamba  menyampaikan ucapan selamat datang kepada Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhamad ke kabupaten Jembrana yang notabene menjadi wilayah paling barat di pulau Bali.  Bupati juga menyebut secara potensi daerah , Jembrana bertumpu pada pertanian dan kelautan. Salah satunya Kakao Jembrana yang memang saat ini menjadi komoditi unggulan pemerintah daerah Jembrana. 

Selain itu, Kakao  juga dikenal akan potensi kelautan dan perikanan sangat-sangat luar biasa, serta potensi pariwisata  yang tengah dikembangkan sekarang ini yaitu pengembangan kawasan Tibu Kleneng.

"Terima kasih atas kehadirannya Bapak Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad ke Jembrana, semoga kehadirannya dapat menginspirasi kita semua khususnya belajar dari pengalaman-pengalaman yang beliau peroleh. serta membawa dampak positif bagi kemajuan di Kabupaten Jembrana," ucapnya.(Ari/hms)

Senin, 29 Maret 2021

Edarkan Ganja, Duo Honorer Pemkot Denpasar ini Terancam 20 Tahun


Balikini ,Denpasar -
Gusti Agung Dharma Gita, (24) dan I Gusti Ngurah Agung Wahyu Darmayuda, (22) yang keduanya sebelum ditangkap merupakan pegawai honor di Pemkot Denpasar, diseret ke pengadilan terkait peredaran Ganja.


Dalam sidang yang digelar secara virtual itu, keduannya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Kadek Topan Adhiputra,SH dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.


Kedua terdakwa yang sama-sama asal Desa Penatih, Denpasar Timur ini didakwa melakukan tindakan dengan senagaja melawan hukum bermufakat jahat menjual Narkotika jenis ganja sebanyak 21,97 gram netto. Keduanya diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.


"Kedua terdakwa tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara lain jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika golongan I dalam bentuk tanaman berupa Narkotika jenis Ganja," sebut Jaksa  ddengarkan secara online oleh majelis hakim PN Denpasar, Angeliky Handajani Dai,SH.,MH. 


Diuraikan Jaksa Topan, berawal dari terdakwa Gita pada 24 November 2020 ditelpon oleh temannya bernama Komang Terong untuk dicarikan ganja seharga Rp 500 ribu. Selanjutnya, terdakwa Gita menghubungi seorang bernama Sopo untuk memesan 3 paket ganja seharga Rp 1 juta. 


Oeh terdakwa Gita, paket Ganja tersebut dibaginya menjadi 8 paket. Setelah itu, terdakwa Gita menghubungi terdakwa Darmayuda untuk datang ke rumahnya di Jalan Padam No.118, Desa Penatih, Dentim. 


Saat bersamaan, Gita dihubungi Banging untuk mengambil pesanannya. Lalu, Gita menitipkan paket ganja tersebut ke Dharmayuda karena terdakwa hendak berangkat kerja. 


"Pada saat terdakwa Gita berada di parkiran Kantor Disperindag Denpasar, 26 November 2020 sekitar  pukul 14.00 wita, tiba-tiba datang petugas polisi mengamankan terdakwa dan selanjutnya terdakwa bersama petugas polisi menuju rumah terdakwa. Pada saat itu Polisi melihat Darmayuda sedang berada dikamar terdakwa Gita," kata Jaksa Topan. 


Dari pengungkapan ini, petugas mengamankan barang bukti berupa 8 paket plastik klip masing-masing berisi ganja dengan berat yang bervariasi dengan total berat 21,97 gram netto.[ar/r5]

Jumat, 21 Desember 2018

Menjaga Keamanan Bersama Masyarakat, Paduan Suara Polda Bali Hibur Masyarakat di Mall

Denpasar,Balikini.Net - Dalam rangka perayaan Hari Natal  Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019, Paduan suara Polda Bali menggelar hiburan kepada masyarakat di Mall Beach Walk dan Discovery Mall, Kamis (20/12/2019).

Dibawah pimpinan Kapolresta Denpasar AKBP  Ruddi Setiawan S.H.,S.I.K., Sekira pukul 17.00 wita sejumlah 88 orang paduan suara Polda Bali  langsung menghibur masyarakat dengan menyanyikan lagu-lagu yang dikolaborasikan dengan tarian seni budaya Bali, hal ini mencuri perhatian pengunjung mall. Tepuk tangan dan gelak tawa para pengunjung mall mewarnai  selama kegiatan berlangsung.

Selain selaku anggota Polri yang melindungi, mengayomi serta melayani masyarakat, kami juga mengedepankan prinsip humanis dengan menghibur masyarakat dan memberikan kecerian kepada masyarakat dan anak-anak yang sedang melaksanakan liburan di pulau Bali.

Saat dikonfirmasi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol.Hengky Widjaja S.I.K., M.si., mengatakan kegiatan yang dilaksanakan Polda Bali merupakan sinergitas Polri bersama masyarakat untuk menjaga keamanan bersama-sama. Sehingga keamanan dan ketertiban bisa dikendalikan bersama seluruh stake holder dan masyarakat.‎ 

Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mendekatkan Polri bersama masyarakat, Sehingga mereka bisa ikut terlibat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Provinsi Bali menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019 serta  pesta demokrasi dalam rangka Pilpres dan Pileg Tahun 2019." Ucap Kabid Humas Polda Bali

Kabid Humas Polda Bali juga mengatakan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan secara bergilir di beberapa tempat seperti Bandara Ngurah Rai, Mall Beach Walk, Discovery, Bali Colection Nusa Dua, Lippo Mall, Hotel Kartika, W Hotel seminyak, Potato Head, Kudeta, Grand Zero,Hard Rock dan Mall Bali Galleria." tutupnya [pol/r5]

Rabu, 29 Agustus 2018

Gema Perdamaian XVI

Denpasar,Balikini.Net - Kita semua paham bahwa kedamaian itu merupakan dambaan setiap insan, apa pun agama, kepercayaan, etnis dan dari mana pun asal-muasal kita. Meski telah disadari bahwa kedamaian memberikan kemerdekaan dan kebahagiaan,  namun yang terjadi di masyarakat saat ini,  kedamaian dan kemerdekaan itu dibatasi oleh kemerdekaan pihak lain. 
Demikian pula,  maraknya euforia demokrasi  belakangan ini justru kerap  menyulut  kekacauan, sehingga damai menjadi barang  yang kian mahal. 

Oleh karena itu, diperlukan upaya membangkitkan  ingatan kita betapa pentingnya upaya perdamaian oleh semua pihak. Selain itu, ingatan kita semua perlu disegarkan  bahwa cinta kasih adalah landsan utama damai yang perlu terus dipelihara sehingga dapat menjadi basis keterbukaan pikiran serta toleransi pada kehidupan masyarakat.

Gema Perdamaian adalah salah satu acara rutin  untuk menyatukan semua upaya stakeholders dalam upaya damai. Agenda ini juga bertujuan membudayakan  cara pandang melihat dan berdinamika dalam perbedaan. Panitia telah merancang rangkaian acara 
 untuk memeriahkan Gema Perdamaian XVI,  2018 seperti  lomba ambasador damai, short movie, blog, world clean up day dan acara sosial lainya. 

Pada pertemuan dengan perwakilan UKM INBIS UNUD, Ketua Panitia Gema Perdamaian 2018,  Kadek Adnyana didampingi Koordinator Seksi  Konsumsi Desak Ketut Purnamasari  menegaskan,  puncak acara Gema Perdamaian XVI, Sabtu,  6 Oktober 2018 akan dihadiri oleh kurang lebih 10.000 orang.

Undangan dan peserta yang hadir berasal dari seluruh lapisan masyarakat yang peduli terhadap gerakan perdamaian mulai dari masyarakat kecil, pengusaha, tokoh agama, hingga pejabat birokrasi  pemerintah. Acara puncak Gema Perdamaian  akan diisi dengan pagelaran padayatra yaitu pawai berbagai macam kesenian budaya Bali mengelilingi lapangan Bajra Sandhi, penampilan berbagai kesenian etnis Nusantara, doa bersama semua agama dan aliran kepercayaan dan penganugerahan Award perdamaian. 

Gema Perdamaian XVI,  2018 ini akan menggandeng UKM Kuliner INBIS UNUD untuk menyediakan makanan dan minuman selama acara berlangsung. Mereka memiliki kurang lebih 20 kelompok food truck yang siap memperkenalkan produk kuliner tradisional yang khas. 
Koordinator UKM INBIS UNUD, Jayack menyatakan  kesiapannya menerjunkan food truck untuk memeriahkan acara puncak Gema Perdamaian XVI di  sisi Timur lapangan  Bajra Sandhi,  Renon, Denpasar pada 6 Oktober 2018. Mereka  sekaligus menjadi bagian dari panitia untuk membantu mendistribusikan produk kuliner kepada seluruh tamu undangan dan  peserta yang hadir. 

Mereka akan menerapkan sistem kupon untuk mengatur ketertiban dan mempermudah distribusi. 
Komang Sugiantara Putra, salah satu tenant menambahkan,  sinergi ini diharapkan akan sangat efektif untuk menghindari over supply logistik saat puncak acara karena banyaknya donatur dalam bentuk makanan dan minuman. Pada Gema Perdamaian  tahun ini  para donatur makanan dan minuman akan diarahkan ke UKM INBIS UNUD (adn/r3)

Jumat, 13 Januari 2017

Mengunjungi Istana Raja Matahari di Bawah Laut Nusa Penida

Balikini.Net - Dalam kurun waktu 5 – 10 tahun terakhir kawasan Kepulauan Nusa Penida Kabupaten Klungkung  menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke Bali. Kepulauan yang terdiri dari tiga pulau yaitu Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan menjadi daya tarik bagi wisatawan bukan semata-mata karena memiliki 1.419 hektar terumbu karang. Salah satu alasan kedatangan para wisatawan terutama para penyelam dan peneliti internasional mengunjungi Kepulauan Nusa penida adalah untuk bertemu raja matahari kawasan laut Nusa Penida. Raja matahari yang dimaksud adalah ikan Mola-mola (sunfish). Bagi masyarakat Nusa Penida ikan Mola -mola tersebut lebih dikenal dengan nama “be bodag”.

Sebutan ikan matahari diberikan karena Mola-mola sering ditemukan muncul kepermukaan laut untuk berjemur memulihkan suhu tubuhnya, karena terlalu lama berada di perairan laut dalam. Selain itu, bentuk tubuhnya yang bulat juga identik dengan bulatnya sinar matahari. Pada musim tertentu ikan Mola-mola naik ke perairan dangkal untuk membersihkan dirinya dari parasit dengan bantuan ikan bendera (banner fish) dan ikan bidadari (angle fish).

Ikan Mola-mola ini memiliki ukuran 2 meter dan muncul di perairan Nusa Penida sekitar bulan Juli-September. Maka pada bulan-bulan tersebut para penyelam dari seluruh dunia datang ke Nusa Penida untuk melihat ikan Mola mola. Terdapat beberapa lokasi di perairan Nusa Penida yang menjadi lokasi penyelaman seperti Crystal Bay (Banjar Penida), Blue Corner (Jungut Batu), Ceningan Wall (Ceningan), Sental (Ped) dan Batu Abah (Pejukutan).

Bagi Masyarakat Nusa Penida keberadaan ikan Mola-mola merupakan suatu keberuntungan. Ikan Mola-mola juga sering disebut sebagai ikan pembawa keberuntungan oleh masyarakat Nusa Penida karena telah menyebabkan wisatawan ramai berkunjung dan memberi dampak ekonomi bagi warga Nusa Penida. “wisatawan rela datang dan membayar lebih dengan menyiapkan uang tips bagi pemandunya agar bias melihat langsung ikan Mola-mola. Wisatawan juga berulang-ulang dating untuk menguji keberuntungan” kata Anggota Lembaga Permusyawaratan Desa Nusa Penida Nyoman Karyawan saat ditemui di Nusa Penida (12/1).

Karyawan menuturkan dari cerita para peneliti dan penyelam yang datang ke Nusa Penida, sebenarnya Mola-mola terdapat di seluruh perairan di dunia. Namun kemunculannya ke permukaan tidak dapat diprediksi. Berbeda dengan di Nusa Penida hampir 80 persen kemunculannya dapat diprediksi.”Pada musim kemunculan Mola-mola tingkat hunian kamar villa dan bungalow di Nusa Penida full, akan sangat sulit mencari kamar untuk menginap” ujar Nyoman Karyawan yang juga sekaligus pemilik Kulkul Bungalow.

Menurut Karyawan, potensi wisata bawah laut di Nusa Penida sebenarnya sangat besar tetap belum tergarap secara maksimal. Buktinya dari jumlah wisatawan yang datang ke Nusa Penida hampir 80 persen datang untuk menyelam, melihat Mola-mola dan ikan Pari Manta Hanya sekitar 20 persen wisatawan yang datang untuk menikmati alam daratan dan kebudayaan masyarakat. “kalau di musim Mola-mola di bawah laut itu seperti pasar, penuh dengan manusia, terutama di spot-spot kemunculan Mola-mola dan Pari Manta. Klau di permukaan laut itu yang kelihatan hanya kapal-kapal kosong” papar Karyawan.

 
Karyawan menambahkan yang masih menjadi permasalahan dalam pengembangan pariwisata Nusa Penida yaitu belum maksimalnya pengembangan SDM lokal. Salah satu contohnya sebagian besar dive master yang beroperasi berasal dari luar Nusa Penida. Sehingga sangat diharapkan adanya pelatihan baik dari pemerintah atau lembaga yang berkompeten sehingga SDM lokal yang ada dapat lebih di maksimalkan.

Berdasarkan pemantauan Coral Triangle Center (CTC), kemunculan mola-mola di di perairan Nusa Penida selama 2016 menurun dibandingkan tahun 2015. Selama 2016 hanya di jumpai 1-2 ikan mola yang muncul ke permukaan di beberapa lokasi di Nusa Penida. Padahal sebelumnya secara rata-rata per-tahun jumlah kemunculan ikan laut dalam tersebut di setiap lokasi cleaning station antara 2 - 4 ekor per kemunculan dalam kurun waktu bulan Juni – Oktober. Salah satu penyebab penurunan jumlah kemunculan jenis Mola ramsay ini adalah adanya kenaikan suhu perairan yang mencapai 25 0C. “tahun lalu suhu rata-rata 20-21 derajat, bahkan sampai 18 derajat. Ketika suhu perairan mencapai 23 derajat, kami ketemu Mola mola 2 ekor di Crystal Bay, dua minggu sebelumnya, tim CTC menjumpai mola mola di Gamat Bay 1 ekor” kata Learning Site Manager CTC, Marthen Welly.

Menurut Marthen, jika Mola rata-rata muncul setiap 2-3 hari sekali, maka per lokasi setiap bulannya memiliki kemunculan rata-rata 20 - 40 ekor, dengan asumsi Mola yang muncul bukan individu yang sama. Saat ini CTC bekerjasama dengan Murdoch University Australia sedang melakukan penelitian dengan memasang satelite tagging pada Mola mola untuk mengetahui pola pergerakan dan jalur migrasinya. Studi lain yang kini juga perlu dilakukan adalah studi mengenai daya dukung lingkungan ( carrying capacity study) masing-masing lokasi penyelaman mola. Mengingat  pada musim Mola sekitar 600-800 orang menyelam per hari di Nusa Penida. “jumlah diver yang menyelam dengan dive operator dari Sanur, Padang Bay, Serangan dan Tanjung Benoa ke Nusa Penida juga meningkat,  jika kita coba cari kamar hotel akan sangat susah sekali, semua kamar full dan kita mesti booking jauh-jauh hari” ujar Marthen.

 
Hasil survey CTC tahun 2011 menunjukkan wisatawan yang datang ke Nusa Penida lebih banyak melakukan fun-dive di Crystal Bay dan Manta Point daripada ke dive site lain. Wisatawan juga melakukan dive-course selain fun-dive. Tarif menyelam di Nusa Penida dengan menggunakan guide berkisar antara Rp. 437.500 hingga Rp. 700.000 untuk satu kali penyelaman. Tiap dive operator menerima jumlah wisatawan pada saat high season sangat beragam mulai dari 50 orang per bulannya hingga 1200 orang. Pada saat low season jumlah wisatawan yang datang menurun, tiap dive operator menerima jumlah tamu yang sangat beragam mulai dari 15 orang per bulannya hingga 450 orang.  Dimana total jumlah wisatawan selam yang datang pada saat high season adalah 2700 orang tiap bulannya.

Marthen berharap adanya pengaturan dan penindakan yang tegas dari pemerintah terhadap para penyelam yang tidak mematuhi aturan main (code of conduct) termasuk dive operatornya. Sebelumnya CTC bersama dengan para dive operator di Nusa Penida dan Lembongan serta bekerjasama dengan GAHAWISRI Bali, telah membuat aturan main (code of conduct) tentang penyelaman dan pengamatan Mola mola serta Pari Manta di Nusa Penida.  Code of conduct ini diantaranya mengatur seorang penyelam tidak boleh menyentuh atau memegang ikan Mola mola atau Pari manta. Code of conduct juga memberi batasan bahwa jarak terdekat untuk melihat Ikan Mola mola dan Pati manta adalah 3 meter.  Para penyelam tidak diperkenankan menyelam di bawah ikan Mola mola karena gelembung udara penyelam akan menganggu ikan Mola mola.

Dalam panduan code of conduct juga tidak diijinkan mendekati ikan Mola mola dari arah belakang, karena akan menyebabkan ikan Mola mola merasa terganggu.  Jika ingin mendekati ikan Mola mola, harus tunggu sampai ikan Mola mola berada pada posisi “cleaning” atau siap dibersihkan.  Penggunaan flash/blitz kamera bawah air secara berlebihan juga perlu dihindari oleh para penyelam saat mengambil gambar ikan Mola mola atau Pari manta.  Aturan lainnya adalah jangan menghalangi (blocking) jalan ikan Mola mola atau Pari Manta ke laut lepas.  Terakhir tidak diperkenankan memberi makanan dalam bentuk apapun kepada ikan Mola-mola atau Pari manta yang dapat mengakibatkan perubahan tingkah laku dari ikan tersebut.

Kepala Bidang Pengawasan Kelautan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Bali, Made Sudarsana mengatakan untuk melakukan pengawasan menyeluruh memerlukan jumlah personil yang memadai. Sedangkan saat ini masih mengalami kekurangan orang untuk melakukan pengawasan. Pada sisi lain untuk melakukan penindakan atau penjatuhan sanksi memerlukan bukti-bukti yang cukup memadai. “untuk mengambil sebuah keputusan perlu pengumpulan bukti-bukti, dan akan lebih baik lagi jika mampu melakukan tangkap tangan” tegas Sudarsana.

Sudarsana mengakui pihaknya terus melakukan pendekatan dengan dive operator agar tetap mematuhi code of conduct. Selain itu koordinasi dengan Gahawisri terus diintensifkan, karena jika terjadi kerusakan yang mengalami kerugian juga para pelaku wisata bahari. Pada sisi lain pengawasan dilapangan saat ini juga lebih banyak dibantu oleh masyarakat yang tergabung dalam kelompok pengawas masyarakat, salah satunya adalah Pecalang Segara (Personil pengamanan adat wilayah laut).

Perairan Nusa Penida memiliki berbagai jenis ikan baik ikan karang, ikan dasar dan ikan pelagic. Berdasarkan hasil kajian Ekologi Laut secara cepat- Rapid EcologyAssesment (REA) pada tahun 2008 oleh Gerry Allen dan Mark Erdmann ditemukan 576 jenis ikan diperairan Nusa Penida. Hasil survey Coral Triangle Center (CTC) di Nusa Penida dijumpai sekitar 300 jenis karang.  Selain terumbu karang, Nusa Penida juga memiliki ekosistem pesisir penting lainnya yaitu hutan bakau seluas 230 hektar dan padang lamun 108 hektar. (Muliarta)

Selasa, 06 September 2016

Bulan Bhakti Buat Negeri Ashram Gandhi Puri

Balikini.Net - September menjadi bulan yang sangat istimewa bagi Ashram Gandhi Puri di mana pada bulan ini Ashram Gandhi Puri di ulang tahunnya yang ke-17 dan selalu menjadikannya sebagai Bulan Bhakti untuk Negeri, dari tanggal 3-25 September diawali dengan Teacher Training Yoga untuk menguatkan para Yoga Teacher kedepannya.

Acara pembukaan TTC Yoga sangat istimewa karena juga menjadi kebangaan Yoga Sanstha Institute dimana anak asuhnya menjadi juara satu nasional Yoga di Jambore Pasraman Nasional dan bulan ini spesial memberika pelatihan 50 jam dan 200 jam Sacred Art and Healing sehingga kedepan para yoga guru yang dihasilkan dari tempaan dan pelatihan yang mengacu pada Hatta Yoga dan Rshi Patanjali menjadi guru dharma yang di jadikan acuan oleh para yogi menjadi kekuatan para yoga guru nanti untuk mengembangkan pelatihannya di setiap Centre yang dikembangkan oleh Yoga Sanstha Institute.

Acara pembukaan yang di buka oleh Kepala Dinas dan Pendidikan Olahraga yang di wakili oleh  Ketut Suadnyana yang sangat gembira dan antusias, kerena Kabupaten Klungkung bisa menjadi bagian kontribusi pengembangan yoga Nusantara. Melalui TTC Yoga ini, Dinas Pendidikan Olahraga menyatakan siap bersama untuk memasukan yoga menjadi bagian dari kegiatan Ekstra di sekolah-sekolah yang ada di kabupaten Klungkung dan kedepan diharapkan juga bisa menjadi bagian dari kurikulum pendidikan. 

Indra Udayana selaku pengasuh Ashram Gandhi Puri  sekaligus pendiri Asosiasi Yoga Indonesia sangat mengapresiasi kerja sama yang potensial antara Yoga Sanstha Institute dan Disdikpora Kabupaten Klungkung dan ini diharapkan berlanjut sehingga Yoga bisa menjadi gerakan dan gaya hidup masyarakat. 

Pada saat itu juga diserahkan penghargaan khusus kepada pendiri Yoga Sanstha Institute : Dr. I Gede Suwantana S.Ag, M.Ag, DR. I Ketut Sudarsana S.Pd, M.Pd, I Gusti Widya Sena M.Fil dan I Made Edi Aryawan S.Ag, M.Ag sebagai pendiri dengan memberikannya penghargaan Gandhi Ratna Anugraha.

I Wayan Wyasa S.Ag sebagai direktur Yoga Sanstha Institute meyiapkan paling tidak dalam setahun 20 orang yoga guru yang benar-benar mengacu pada prinsip yoga Rshi Patanjali dan untuk itu secara continue akan dibuka kelas yoga untuk umum di Ashram Gandhi Puri dan Menyiapkan Guru-guru Yoga dunia untuk menjadi pelatih di Yoga Sanstha Institute. acara kemarin di tutup dengan penampilan seni oleh Padepokan Seni Sura Pradnya yang dipimpin oleh maestro seniman muda Adi Saputra.

Selasa, 23 Agustus 2016

Pemlaspasan Pura Pucak Banua Mayungan Anyar

Balikini.Net – Rahina Anggara Kasih Julungwangi, Selasa (23/8) masyarakat Banjar Adat Mayungan Anyar melaksanakan Upacara Dewa Yadnya, yakni Melaspas lan Mendem Pedagingan Pura Pucak Banua Banjar Mayungan Anyar, Desa Antapan, Baturiti. Upacara Dewa Yadnya pada hari tersebut dihadiri secara langsung oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti.
Turut hadir mendampingi pada kesempatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Tabanan I Nyoman Suadiana, Camat dan Perbekel serta tokoh Adat setempat.
Dilaksanakannya Upacara Pemelaspasan dan Mendem Pedagingan ini karena telah rampungnya pembangunan Pura Pucak Banua tersebut. Dengan pembangunan dilakukan secara bertahap dari 7 bulan yang lalu serta melalui dana swadaya masyarakat pula. “Dengan persatuan dan semangat gotong-royong warga disini, pembangunan ini berjalan dengan lancar serta hari ini bisa dipelaspas”, jelas Ketua Panitia Upacara I Nyoman Astawa.
Dirinya juga mengatakan bahwa, dalam pembangunan ini dikatakan masyarakatnya tidak dikenakan biaya. Biaya diambil dari kas pura yang ada, hanya saja saat piodalan dikenakan iuran wajib sebesar Rp.80 ribu.  Dalam pembangungan pelinggih dan tembok penyengker di pura ini menghabiskan dana sebanyak Rp. 600juta. “Kami harap semoga persatuan kami dan semangat gotong-royong  kami ini selalu mendapat perhatian dari Pemerintah, serta apa yang menjadi kekurangan kami di dalam kegiatan ini agar bisa dibantu”, pungkasnya.
Sementara saat itu Bupati Eka tidak henti-hentinya mengucap syukur, serta apresiasi kepada menyaksikan masyarakatnya  yang mengedepankan persatuan. Karena dalam segala hal pembangunan di Desa, baik itu pembangunan jalan Desa, Pembangunan Pura , Ngaben Masal dan yang lainnya masyarakat Tabanan selalu mengedepankan kebersamaan dan gotong-royong. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Desa Antapan khususnya Banjar Mayungan Anyar, karena telah menunjukan kebersamaan antar masyarakat yang sangat kokoh, serta selalu menjalin koordinasi antara masyarakat dan juga Pemerintah”, ujar Eka.
Orang Nomor satu di Tabanan itu juga mengungkapkan, bahwa terlihat sangat jelas sekali pelaksanaan karya ini berjalan dengan lancar karena atas dasar niat yang tulus serta pikiran positif  dari warga mayungan. Disamping itu, koordinasi dan komunikasi sesama warga dan juga dengan Pemerintah berjalan sangat baik.
Dirinya menambahkan, masyarakat yang hanya mementingkan diri sendiri dan mempunyai pikiran yang negatif, yakni menuju perpecahan tidak akan bisa mewujudkan pembangunan ataupun upacara sebesar ini. “Oleh sebab itu, mari kita jaga terus persatuan, kebersamaan dan semangat gotong-royong, jangan sampai terpecah belah oleh oknum yang tidak bertanggunggung jawab. Serta pupuk dan jalin terus koordinasi dan komunikasi yang baik antara masyarakat dan Pemerintah dalam mewujudkan Pembangunan menuju masyarakat Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berpresrtasi (Tabanan Serasi)”, jelas Bupati Eka.
Pada kesempatan tersebut selain melakukan persembahyangan bersama. Bupati Eka juga sempat beramah tamah dengan warga setempat, serta tidak lupa menghaturkan sarin canang yang diterima oleh Panitia, sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat dan wujud Bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Whidi Wasa yang melancarkan segala kegiatan[r5]

Sabtu, 30 Juli 2016

Pemkab Karangasem Gelar Aksi Sapta Pesona

TAMAN UJUNG BALI [BALIKINI.NET]
BaliKini - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri membuka Aksi Sapta Pesona dan Bersih-bersih dengan jumlah peserta 425 orang bertempat di Wisata Tirta Amed Desa Purwakerti, Kecamatan Abang.

Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan pengembangan kepariwisataan di Bali pada umumnya dan Kabupaten Karangasem khususnya. Turut hadir Unsur Forkopimda Karangasem, Kadis Pariwisata Provinsi Bali, para Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Karangasem.

Aksi Sapta Pesona itu yang terdiri dari Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah Ramah dan Kenangan. Aksi yang diawali dengan bersih-bersih dan penanaman pohon yang dilakukan di dua tempat yaitu, kawasan Tulamben dan sekitarnya dipusatkan di Amed dan selanjutnya di kawasan Candidasa yang akan dipusatkan di Amuk dengan mengundang seluruh komponen masyarakat.

Pada kesempatan itu Bupati Mas Sumatri pun mengapresiasi serta menyambut gembira diadakan kegiatan itu. "Tentu saja kegiatan ini akan memberikan dampak positif, selain meningkatkan kesadaran, juga memberikan motivasi dan pembelajaran bagi generasi muda utamanya. Melalui Aksi Sapta Pesona ini pula, kita dapat menunjukkan kepada wisatawan dan dunia luar, bahwa kita tidak hanya tinggal diam. Kita juga dapat menunjukkan bahwa kita juga berbuat sesuatu bahkan bekerja keras untuk mempertahankan dan mengembangkan kepariwisataan, khususnya di Kabupaten Karangasem," ujarnya.

Bupati lebih lanjut mengatakan, kegiatan ini penting karena  Kabupaten Karangasem merupakan daerah tujuan wisata di Pulau Bali bagian timur yang sangat digemari oleh wisatawan domestik maupun mancanegara, karena Kabupaten Karangasem memiliki berbagai daya tarik wisata, seperti alam, budaya, dan kesenian daerah.

Kabupaten Karangasem memiliki 15 Daya Tarik Wisata (DTW), yaitu ; Pura Besakih, Bukit Jambul, Padangbai, Tenganan, Candidasa, Taman Ujung, Puri Agung Karangasem, Taman Tirtagangga, Jemeluk, Tulamben, Putung, Agro Wisata Salak Sibetan, Iseh, Telaga Waja dan Yeh Malet. Selain 15 DTW tersebut diatas, sesuai Keputusan Bupati Karangasem Nomor : 658/HK/2014, di Kabupaten Karangasem juga telah dikembangkan 20 Desa Wisata, yang salah satu di antaranya, desa wisata Jasri, pernah meraih penghargaan tingkat nasional.

Akhir sambutan, bupati pun berharap dengan diadakan Aksi Sapta Pesona ini, dapat meningkatkan  kesadaran masyarakat serta menarik perhatian wisatawan, baik  domestik maupun mancanegara sehingga angka kunjungan wisatawan ke Karangasem semakin meningkat.

Di samping itu, kegiatan ini, juga dapat dijadikan sebagai  ajang kegiatan yang mampu menyatukan antara alam dengan aktivitas kreativitas manusia sebagai mahluk berbudaya sehingga menjadi tempat untuk mengharmoniskan hubungan antara manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi, alam dan dengan sesama manusia.

"Saya berharap semua komponen pariwisata untuk terus – menerus membantu program Pemerintah dalam  membangun kesadaran masyarakat dalam hal pelaksanaan Sapta Pesona itu, sehingga apa yang menjadi harapan kita bersama terkait pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Karangasem agar menjadi lebih baik kedepannya dapat terwujud," ucapnya. [VIVI]




Kamis, 07 Juli 2016

Pengelipuran Padat Pengunjung

pengelipuran (balikini)
Balikini.Net- Libur panjang, dimanfaatkan oleh wisatawan domestic untuk mengunjungi tempat wisata.Salah satunya adalah di kawasan wisata  desa Penglipuran, Bangli padat dikunjungi oleh wisatawan. Padatnya pengunjung yang mengunjungi desa Penglipuran menyebabkan kawasan penglipuran over load menampung jumlah kendaraan yang parkir, sehingga menyebabka arus lalulintas dari dan menuju desa wisata Penglipuran, Bangli sempat terganggu dan pengunjung terpaksa memarkirkan kendaraan diluar lahan parkir yang sudah dipersiapkan oleh pengelola.

Berdasarkan pantauan di Desa Penglipuran Bangli, Kamis (07/07/2016), wisatawan memenuhi areal desa penglipuran untuk menyaksikan keindahan alam dan melihat kondisi rumah tradisional di desa Penglipuran.  Sedangkan untuk arus lalulintas dari dan menuju desa wisata Penglipuran padat merayap.

Seperti yang disampaikan  I Negah Moneng selaku pengelola objek wisata desa Penglipuran menjelaskan bahwa ada kenaikan signifikan pada libur panjang 2016, “ kebanyakan wisatawan domestic yang datang, dan diperkirakan jumlah wisatawan yang berkunjung  ke desa Penglipuran   sebanyak 1639 orang dalam tiga hari terakhir”ungkapnya.

 Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa junjungan wisata di desa Penglipuran Bangli pada hari libur  panjang seperti ini lebih ramai dari pada hari biasanya, “  kali ini lebih ramai  dari pada  jumlah kunjungan wisata pada hari hari biasa yang hanya berjumlah ratusan pengunjung,” tegasnya.

 Secara terpisah  Hettyningsih   selaku pengunjung asal  Cilacap yang sudah lama tinggal di Denpasar  mengatakan dirinya  beserta keluarganya memilih berkunjung liburan ke desa wisata Penglipuran karena sebelumnya pihak keluarga hanya mengetahui dari internet mengenai keberadaan desa wisata tersebut, “ Keluarga saya mau lihat  secara langsung objek wisata desa Penglipuran seperti apa?, ,”katanya

Lanjut disampaikan walaupun  dirinya tinggal  di Denpasar ,baru pertama kali bisa datang kesini,karena kemauan dari pihak keluarga yang  ada di Jawa pingin liburan di Bali dan memilih Desa wisata  Penglipuran .Setelah datang kesini ternyata obyeknya sangat bangus dan ada perbedaan terutama penataan taman serta adanya pameran industri kerajinan lokal dimasing-masing rumah serta  produk industri rumah tangga seperti loloh cemcem dan aneka jajanan khas desa setempat "ucapnya.

Sementara itu situasi di obyek wisata Penelokan  , pengunjung yang datang justeru mencapai ribuan. Pengelola objek wisata pun dibuat kelimpungan dengan hal ini.

Berdasarkan pantauan, kedatangan pengunjung, khususnya di kawasan Penelokan mulai terlihat sejak pukul 10.00 Wita. Awalnya, jumlah pengunjung tak mencapai ribuan. Akan tetapi, saat menginjak sekitar pukul 12.00 Wita, jumlah pengunjung yang datang semakin banyak. Arus lalu lintas menjadi krodit. Parkir yang selama ini tersedia tak bisa menampung kendaraan yang sebagian besar roda empat. Buntutnya, pengunjung pun terpaksa parkir di sepanjang jalan menuju pura batur. Sementara itu, sejumlah pengendara roda dua masih banyak yang parkir di zona terlarang. Untuk menghindari kemacetan, puluhan polisi dari Polres Bangli pun intensif mengatur lalu lintas agar para pengunjung  bisa dengan aman menikmati  indahnya panorama Penelokan.(Anggi/r6)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved