-->

Jumat, 23 Desember 2022

Wawali Arya Wibawa Lantik Pengurus PMI Kecamatan se-Denpasar


BALIKINI.NET | DENPASAR — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Denpasar melantik pengurus PMI Kecamatan se-Kota Denpasar. Pelantikan dilakukan dengan penyematan pin dan penyerahan SK oleh Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa di Desa Budaya Teba Majalangu, Desa Kesiman Kertalangu, Jumat (23/12). 

Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa yang juga Ketua PMI Kota Denpasar mengungkapkan rasa bangga kepada para pengurus serta relawan PMI yang telah dilantik. Diharapkan para pengurus yang terpilih dan dilantik dapat bersinergi dengan fasilitas kesehatan serta OPD terkait. Sehingga pengurus PMI bisa memberikan manfaat serta tanggap darurat untuk masyarakat di wilayahnya. 

“Kami melantik pengurus PMI dari 4 Kecamatan dimana mereka akan menjadi garda terdepan di dalam melayani masyarakat.  Selain itu kami mengajak pengurus untuk bersama berkolaborasi sehingga PMI dapat lebih dekat dengan masyarakat,” ungkap Arya Wibawa.

Pihaknya juga mengucapkan selamat atas semarak hari relawan serta pelantikan pengurus PMI di Kecamatan sebagai kelengkapan organisasi PMI Kota Denpasar yang dibentuk untuk mendekatkan pelayanan PMI kepada masyarakat di wilayah kecamatan dan juga memiliki tugas untuk membina relawan di wilayahnya masing-masing. 

“Para relawan PMI telah berada di garis depan memberikan sumbangsih kemanusiaan dan kampanye pencegahan di masyarakat. Sudah selayaknya relawan juga mendapat apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya,” ujarnya sembari memberi semangat kepada relawan PMI di Kota Denpasar. 

Sementara Sekretaris PMI Kota Denpasar, IGA Rai Anom Suradi mengatakan PMI Kota Denpasar dalam melaksanakan peringatan hari relawan dengan beberapa kegiatan diantaranya Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan se-Kota Denpasar, diseminasi Kepalang Merahan kepada Pengurus PMI kecamatan se-Kota Denpasar dan relawan PMI Kota Denpasar, Diseminasi Manajemen Relawan dan sosialisasi Aplikasi Siamo kepada Pembina PMR serta Workshop dan Gathering Relawan PMI Kota Denpasar sebagai wujud pembinaan kepada relawan PMI Kota Denpasar dengan Tema “Solidaritas melalui Kerelawanan”. Adapun  peserta dalam kegiatan tersebut sebanyak 393 orang terdiri dari Pengurus PMI Kecamatan, KSR Perguruan Tinggi dan seluruh Pengurus serta staf PMI Kota Denpasar.

Jaya Negara dan Arya Wibawa Ucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2023


BALIKINI.NET | DENPASAR — Tahun baru membawa berbagai harapan bagi masyarakat dan Pemerintah Kota Denpasar dalam mengisi pembangunan. Denpasar sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, ekonomi dan perdagangan memiliki tantangan pembangunan yang semakin berat dan kompleks. Terlebih saat ini kita berada pada masa pemulihan pasca pandemi Covid-19. 

Memang patut diakui bahwa sejak beberapa tahun terkahir merupakan tahun yang berat bagi kita semua. Sinergi yang padu dan kompak antara semua komponen masyarakat dan pemerintah dibutuhkan dalam mengisi Tahun 2023 yang akan datang.  Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara Dan Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, SE, MM pada refleksi akhir tahun, Jumat (23/20) mengajak masyarakat untuk bekerja sama dan saling bahu membahu dalam melaksanakan kewajiban sehingga dapat memberikan manfaat bersama.

Secara khusus Walikota Jaya Negara dan Wakil Walikota Arya Wibawa menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Natal bagi umat Nasrani dimanapun berada dan Tahun Baru 2023 kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Denpasar. Disertai dengan harapan dan doa semoga seluruh warga masyarakat dan kita semua senantiasa dianugrahi kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan bersama. 

“Kita akui bahwa tahun 2022 ini merupakan tahun yang penuh cobaan, namun demikian banyak hal patut disyukuri, semoga kita semua dapat menjalankan kewajiban dengan baik dan bisa menghadapi tantangan hidup pasca pandemi saat ini,’’ ujar Jaya Negara

“Mari kita tatap masa depan dan sambut tahun 2023 dengan penuh rasa optimisme untuk dapat menghadapi tantangan kedepan di berbagai bidang, semoga kita dapat memenangkan harapan,” ajaknya. 

Sementara itu Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa juga mengingatkan masyarakat Denpasar untuk tidak lengah. Hal ini mengingat tantangan ditahun mendatang semakin kompleks.

"Saat malam pergantian tahun mungkin dapat kita jadikan wahana perenungan diri untuk senantiasa berfikir untuk capaian dan target ditahun mendatang," ujarnya

Sembari tidak henti-hentinya mengucap syukur, seraya berharap situasi dan perekomian terus tumbuh, Jaya Negara dan Arya Wibawa mengucapkan Selamat Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2023. 

"Selamat Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2023, semoga kita senantiasa dianugrahi kesehatan, dapat menghadapi dan melewati tantangan hidup kita saat ini, serta selalu dalam keadaan bahagia untuk bersama mewujudkan Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Makmur, Aman, Jujur dan Unggul (MAJU) dengan sepirit Vasudhaiva Khutumbakam yang bermakna gotong royong menyama braya," ujar Jaya Negara dan Arya Wibawa. 

Palsukan Dagang Merek GJC, Pria Aussie ini Masih di Sel Polda Bali


BALIKINI.NET | DENPASAR — Pria asal negeri Kangguru bernama Renato Lammanda, masih tetap mendekam dalam rutan Polda Bali. Tersangka kasus dugaan tindak pidana pemalsuan dagang Gloria Jeans Coffes (GJC), dilimpahkan bersama barang bukti dari penyidik Dirkrimsus Polda Bali ke Kejaksaan. 

Pelimpahan tahap dua tersangka berusia 62 tahun ini dlakukan secara virtual di Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung, Kamis (22/12).Kasi Intel Kejari Badung, I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo dikonfimasi membenarkan jika prlimpahan ini dilakukan secara virtual. 

"Barang bukti dilimpahkan langsung penyidik ke kejaksaan sedangkan tersangka tetap berada di Rutan Polda Bali,” ungkap Gde Bamaxs. 
 
Tersangka Renato Lammanda alias Mr. Ron adalah pengusaha atau pemilik gerai GJC, Gloria Jeans Coffes yang berlokasi di Legian, Badung. Ternyata, pemakaian nama GJC, “Gloria Jeans Coffes” tanpa seijin dari GJC HOLDINGS,  pemilik atas hak kekayaan intelektual merek “Gloria Jean’s Coffees dan Gloria jean’s dan PT Bogajaya Internasional Jaya Abadi (PT BIJA) sebagai  pemegang hak Master Franchise atas Merek “Gloria Jean’s Coffees dan Gloria Jean’s di Indonesia.

Direktur PT BIJA, Budi Utomo dikonfirmasi, Kamis (22/12) sore menjelaskan, hak master franchise untuk  Merek “Gloria Jean’s Coffees dan Gloria Jean’s setelah adanya penandatanganan Master Franchise Agreement (MFA) antara diantara PT.BIJA dengan GJC Int, pada tanggal  27 April 2017.  “GJC HOLDINGS  adalah pemilik atas hak kekayaan intelektual merek “Gloria Jean’s Coffees dan Gloria jean’s dan telah  didaftarkan pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia,” ungkap Budi Utomo. 

Lebih lanjut dikatakan, PT BIJA diberikan penawaran oleh GJC INT untuk mengambil teritori ekslusif untuk wilayah Indonesia dengan syarat PT BIJA memiliki kewajiban untuk menyelesaikan seluruh pelanggaran merek yang terjadi di Indonesia. “Pihak PT BIJA kemudian melakukan tracing untuk mencari pihak-pihak yang melakukan pelanggaran merek, khususnya di Bali dan ditemukan ada gerai GJC yang berlokasi di Jalan Raya Legian, Badung, milik Renato Lammanda,” lanjut Budi utomo. 

Menurutnya, pihak PT BIJA sudah berupaya menyelesaikan dengan baik pelanggaran merek yang di lakukan Mr. Ron. Diantaranya, mengundang Renato  ke Surabaya atas biaya PT BIJA.  Setelah tidak ada tanggapan baik dari Renato Lammanda, pihak PT BIJA kemudian mengirimkan somasi, tetapi tidak digubris dan pada tanggal 23 Juni 2022,   pihak PT BIJA melapor ke Polda Bali, atas dugaan tindak pidana Merek yaitu dengan tanpa hak menggunaan merek yang sama pada keseluruhan dengan merek terdaftar milik pihak lain.   

Dikatakan Budi Utomo, PT BIJA sudah menawarkan kerjasama kepada Renato Lammanda dengan konpensasi nol rupiah untuk kerjasama pengelolaan francis Coffee Groria Jeans Coffee untuk area Bali.  “Tidak ada itikad baik dari Renato. Toleransi waktu sudah cukup lama, 18 bulan tidak ada kepastian. Akhirnya pihak PT BIJA harus melaporkan ke Polda Bali,” ungkap Budi Utomo. 

Tersangka Renato Lammanda oleh Polda Bali sebelumnya, sudah ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) setelah dua kali mangkir dari panggilan untuk menjalani tahap dua, pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke kejaksaan. 

Tersangka kemudian melalui penasihat hukumnya, Nyoman Samuel Kuriawan mengajukan praperadilan Polda Bali di PN Denpasar. Sayangnya, dalam sidang putusan,Kamis 15 Desember lalu, hakim tunggal, Hari Suprianto, menolak permohonan praperadilan terkait dengan penetapan Renato Lammanda sebagai tersangka tersebut. 

Lucunya, putusan praperadilan seharusnya, Selasa, 13 Desember tetapi  hakim Hari Suprianto menunda sidang putusan tersebut. Alasan penundaan, kemunculan Renato Lammanda di ruang sidang, untuk menunjukan bahwa dirinya tidak melarikan diri. Padahal saat itu tim dari Polda Bali sudah mengawal ketat tersangka.

Kamis, 22 Desember 2022

FP-Unwar Rekomendasikan Petani Wanagiri Olah Limbah Kulit Kopi Jadi Pupuk Hayati


BALIKINI.NET | BULELENG — Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian-Universitas Warmadewa (FP-Unwar) merekomendasikan petani kopi di Desa Wanagiri, Buleleng untuk mengolah limbah kulit kopi menjadi pupuk hayati. Pupuk hayati merupakan bahan yang mengandung sel hidup atau mikrob yang memiliki kemampuan untuk menambat nitrogen, melarutkan kalium, penghasil hormon pertumbuhan maupun melarutkan fosfor (P) yang sukar larut.

“Sebagai Produsen kopi Desa Wanagiri menghasilkan limbah kulit kopi yang belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah kulit kopi ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembawa dalam  pupuk hayati” kata Akademisi Prodi Agroteknologi, FP_Unwar, Dr. Desak Ketut Tristiana Sukmadewi., S.Si., M.Si saat memberikan sosialisasi serangkaian kegiatan pengabdian internasional kerjasama FP-Unwar dengan Fakulti Sains Gunaan Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia di Desa Wanagiri, Buleleng pada Rabu (21/12).

Sukmadewi menyampaikan cara pembuatan  pupuk hayati dengan memanfaatkan limbah kulit kopi tergolong cukup serderhana yaitu dengan melakukan pengeringan terhadap kulit kopi, kemudian kulit kopi diblender agar ukurannya menjadi lebih kecil. Kulit kopi yang telah diblender kemudian diayak sampai halus. Kulit kopi yang sudah halus kemudian ditambahkan kapur (dolomit), untuk meningkatkan pH, setelah itu dilanjutkan dengan proses sterilisasi. 

Sukmadewi mengungkapkan sterilisasi sederhana dapat dilakukan dengan pemanasan melalui proses pengukusan. Kulit kopi yang sudah sterill kemudian ditambahkan dengan agen hayati atau mikrob yang dapat meningkatkan ketersediaan dalam tanah.

Ia menambahkan penggunaan pupuk hayati memanfaatkan mikrob akan membantu mempercepat proses mikrobiologi untuk meningkatkan ketersediaan hara sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Mutu pupuk hayati sangat ditentukan berdasarkan proses formulasi menggunakan bahan pembawa yang tepat dengan mikrob yang digunakan.

Antisipasi Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Nataru, Bupati Gede Dana Gelar Operasi Pasar


BALIKINI.NET | KARANGASEM — Guna mengantisipasi terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok di pasaran menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, serta untuk menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bupati Karangasem, I Gede Dana bersama Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa, Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta dan Forkopimda serta TPID, Kamis (22/12/2022) melaksanakan operasi pasar dan pemantauan harga kebutuhan pokok dengan turun langsung ke dua pasar besar di Karangasem, masing-masing Pasar Terminal Karangsokong dan Pasar Amlapura Timur. 

Dalam Sidak tersebut Bupati Gede Dana berdialog dengan pedagang pasar untuk menanyakan sendiri secara langsung sejumlah harga kebutuhan pokok, seperti beras, telur ayam, daging ayam, bumbu dapur dan sayur mayur.
 
Kepada awak media, usai melaksanakan Sidak tersebut, Bupati Gede Dana menjelaskan, dari hasil Sidak atau turun langsung ke pasar yang dilaksanakannya tersebut, pihaknya belum menemukan adanya kenaikkan harga kebutuhan pokok yang signifikan. Dimana rata-rata kenaikkan setiap item atau komoditas pasar sebesar Rp. 2000. Ini menurut Bupati relatif masih stabil artinya kenaikkan harga kebutuhan pokok masih pada batas wajar.

“Dari hasil pengecekkan tadi yang kami lakukan, memang terjadi kenaikkan harga utamanya pada harga beras, harga telur ayam dan beberapa jenis bumbu seperti cabai dan bawang merah. Namun naik turunnya itu menurut kami masih batas wajar,” sebutnya. 

Pihaknya juga telah memerintahkan Disperindagkop dan TPID untuk terus melakukan pemantauan perkembangan harga kebutuhan pokok dipasaran. Jika kenaikkan harga atau inflasi yang terjadi sudah meelebihi batas wajar, pihaknya akan mengambil langkah cepat dengan menggelar operasi pasar termasuk menggelar pasar murah. 
 
Sementara itu, saat ini harga telur ayam yang ukuran besar atau TB 1 dari pantauan yakni sebesar Rp. 50.000 per krat isian 30 butir. Sedangkan kalau untuk telur ayam kwalitas super harganya saat ini menurut sejumlah pedagang bisa mencapai Rp. 56.000 perkrat. Harga bawang merah dari sebelumnya Rp. 25.000 perkilo sekarang naik menjadi Rp. 28.000 perkilo. Harga cabai rawit merah dari sebelumnya Rp. 30.000 perkilo sekarang naik menjadi Rp. 40.000 perkilo. (Rls)

Pemkab Karangasem Laksanakan Upacara Ngrastiti Jagat dan Ngaturang Guru Piduka


BALIKINI.NET | KARANGASEM — Menjelang akhir Tahun 2022, Bupati Karangasem bersama Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta, jajaran OPD di lingkungan Pemkab Karangasem, melaksanakan upacara ritual Ngrastiti Bakti, dan Ngaturang Guru Piduka, menghaturkan bakti dan memohon doa keselamatan kepada sang pencipta Ida Sang Hyang Widhi Wasa, agar Kabupaten Karangasem senantiasa diberikan keselamatan, kerahayuan serta diberikan kemudadan dalam menghadapi berbagai cobaan skala dan niskala di Tahun 2023 mendatang. 

Kegiatan upacara ritual Ngrastitiang Bakti dan Ngaturang Guru Piduka ini dilaksanakan di Penataran Pura Lempuyang, Kecamatan Abang, dan di Piura Pasar Agung, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, Rabu (21/12/2022). Upacara ritual ini selain memohon keselamatan juga merupakan ritual untuk menyeimbangkan Buana Agung dan Buana alit.

Usai melaksanakan persembahyangan, Bupati Karangasem, I Gede Dana menyampaikan, kegiatan persembahyangan tersebut dilaksanakan untuk memohon keselamatan serta keseimbangan alam semesta, mengingat sebelumnya Kabupaten Karangasem terkena musibah bencana alam gempa bumi yang terjadi secara beruntun, hingga mengakibatkan beberapa rumah warga yang roboh, dan juga aktivitas perawatan kesehatan di rumah sakit menjadi kurang kondusif. 

“Menyikapi berbagai kejadian bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini, Pemerintah Kabupaten Karangasem mengadakan persembahyangan untuk memohon keselamatan dan perlindungan secara skala dan niskala kepada Sang Pencipta Alam Semesta,” ucap Gede Dana. 

Lanjut Bupati menyampaikan, persembahyangan yang dilaksanakan ini juga untuk memohon kesiapan pemerintah dalam menghadapi tantangan di tahun 2023 yang akan datang, dimana ancaman resesi ekonomi juga menjadi atensi pemerintah di Kabupaten Karangasem. 

“Tentunya tantangan pasti akan lebih berat, mudah mudahan di tahun 2023 yang akan datang perjalanan kepemerintahan Kabupaten Karangasem bisa dilancarkan dan juga bisa Gemah Ripah Loh Jinawi," ucapnya. (Rls)

Satu Satunya di Bali, Jembrana Miliki Sentra Tenun Tradisional


BALIKINI.NET | JEMBRANA — Komitmen Pemkab Jembrana dalam melindungi kain tenun tradisional Bali diwujudkan dengan membangun gedung sentra tenun.

Sentra tenun Jembrana diresmikan, Kamis (22/12) oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba. Sentra tenun yang menampung hasil kerajinan tenun Jembrana ini menjadi satu-satunya pusat tenun di Bali yang juga menyediakan tempat untuk menenun kain khas Jembrana. Sentra tenun Jembrana yang dibangun dengan sumber anggaran dari DAK Kementerian Perindustrian RI, juga sebagai pusat oleh - oleh hasil UMKM Jembrana.

Sehingga, pembangunan sentra tenun sekaligus wujud keseriusan Pemkab Jembrana  mengimplementasikan Pergub Nomor 79 Tahun 2018  Provinsi Bali tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali dan Surat Edaran Gubernur Nomor 04 Tahun 2021 Tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali / Kain Tenun Tradisional Bali sebagai upaya perlindungan kain tradisional Bali.

Bupati I Nengah Tamba mengatakan  Sentra tenun merupakan jawaban dari untuk produk tenun Jembrana yang masih sering terkendala pemasaran.  

“Lokasi ini akan menampung seluruh hasil tenun perajin Jembrana. Selain itu juga diisi berbagai produk UMKM sehingga bisa menjadi pusat oleh-oleh,” kata Bupati Tamba usai  Peresmian Gedung Sentra Tenun Jembrana bertempat di Gedung Sentra Tenun Kabupaten Jembrana.

Menurutnya, terwujudnya sentra tenun  merupakan impian dan salah satu bagian ekosistem terbentuknya tempat-tempat kunjungan wisata di Jembrana. 

Sola destinasi wisata di Jembrana ,Ia mengakui hari ini masih biasa-biasa saja dan belum sesuai ekspektasinya. Namun, di tahun 2026 nanti  diharapkan mampu menjadi  kunjungan wisatawan dunia. 

“Hari ini boleh saja masih slow akan tetapi pada tahun 2026 begitu kunjungan wisata akan terjadi di jembrana ini akan menjadi jadi pusat keramaian. Karena setiap tamu yang datang ke jembrana wajib datang kerumah tenun, all in one, krematorium dan Jagatnata,”ujarnya. 

Disisi lain Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana I Komang Agus Adinata mengatakan dengan keberadaan sentra tenun Jembrana sebagai rumah produksi terpadu dan pusat marketing terpadu seluruh produk-produk yang dihasilkan masyarakat Jembrana .

Sesuai fungsinya  diharapkan mampu membangkitkan gairah para pelaku usaha mikro, utamanya para pengerajin tenun untuk mengembangkan usahanya dan terus naik kelas sehingga dapat mensejahterakan dirinya dan masyarakat pada umumnya.

“Kita sudah melatih 62 yang baru, yang umurnya 18-25 Tahun. Terus yang dipersifikasi produk tenun turunan ada 75. Pemasaran sesuai dengan surat pak Gubernur, terutama mewajibkan PNS menggunakan baju endek di hari Selasa dan  di hari Kamis untuk pakaian adat. Dari animo itu aja sudah bisa menyerap produk-produk hasil tenunan, ” ungkapnya. 

Adinata menjelaskan kedepan setelah kedatangan wisatawan pihaknya akan mempersiapkan penenun lebih banyak lagi untuk peningkatan kapasitas produksi.

“Kita di Pemkab, Bupati telah menyiapkan dana talangan bagi tenun, untuk UMKM lain kita masih berkolaborasi akan kita satukan, akan kita bentuk koperasi untuk memudahkan mengendalikan dan manajemen seluruh produk-produknya,” jelasnya. 

Sementara salah satu pengerajin Tenun Jembrana , Gusti Ayu Putu Artini mengaku senang atas kehadiran sentra tenun. Dengan adanya sentra tenun ini . Ia berharap tenun jembrana kedepannya bisa lebih maju. 

“Kami merasa senang bisa menyalurkan hasil-hasil tenun kami disini dan para pengerajian juga bisa ikut menenun di sentra tenun ini. Semoga tenun Jembrana bisa lebih maju dan sukses dan pemerintah selalu bisa menggandeng dan menjembatani kami IKM dan pengerajin,” tandasnya.

Puskesmas III Densel, Gelar Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk


BALIKINI.NET | DENPASAR — Guna mencegah perkembangan nyamuk penyebab Demam Berdarah, khususnya di wilayah Denpasar Selatan, Puskesmas III Denpasar Selatan gelar gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Banjar Panti Gede, Desa Pemogan pada Kamis (22/12).

Gerakan ini diikuti oleh Kader Jumantik, Koordinator Jumantik, dan Pemegang Program DBD Puskesmas III Densel serentak  di masing-masing Banjar di Desa/Kelurahan di Denpasar Selatan. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan rutin yang  dilakukan oleh Kader Jumantik setiap minggu, yang  menyasar satu Banjar di satu Desa, dengan melakukan pemeriksaan tempat penampungan air, pemberian Larvasida/Abate, dan penyuluhan kepada warga yang dikunjungi terkait mencegah dan penanggulangan Demam Berdarah

Adapun tujuan gerakan ini adalah untuk memantau keberadaan tempat penampungan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegipty, serta meningkatakan partisipasi  untuk aktif dalam pencegahan dan penanggulangan kasus Demam Berdarah dengan kegiatan 3M + di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Kepala UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Selatan, drg. Putu Judy Satyawati Sudarmo mengatakan, dengan diadakan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, baik di dalam maupun di luar rumah serta aktif menjadi Jumantik (Jumantik mandiri) bagi keluarga dan rumah sendiri.


Produsen Kopi di Bali Diingatkan Ancaman Akrilamida


BALIKINI.NET | BULELENG — Produsen kopi di Bali diingatkan akan ancaman akrilamida saat melakukan proses sangrai. Proses penyangraian merupakan tahapan pengolahan sekunder yang sangat berpengaruh dalam pembentukan warna, aroma dan citarasa kopi.

“Penyangraian juga berpengaruh terhadap mutu dan hilangnya komponen aroma atau citarasa serta berkontribusi terhadap pembentukan senyawa akrilamida yang berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan kanker” kata Akademisi Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (FP-Unwar), Dr. Ir. I Gede Pasek Mangku, MP saat sosialisasi dalam kegiatan pengabdian internasional kerjasama FP-Unwar dengan Fakulti Sains Gunaan Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia di Desa Wanagiri, Buleleng pada Rabu (21/12). 

Pasek Mangku menyampaikan dalam proses penyangraian beberapa faktor yang mempengaruhi adalah suhu, waktu, kualitas biji kopi dan jenis serta spesifikasi mesin yang digunakan. Penggunaan suhu dan waktu sangrai harus diperhatikan dengan baik dan dikontrol karena jika suhu yang digunakan terlalu tinggi akan dapat menyebabkan aroma dan flavor kopi menjadi hilang. Senyawa-senyawa penting seperti asam klorogenat, asam organik yang bermanfaat bagi kesehatan akan ikut hilang akibat penggunaan suhu tinggi.

Menurutnya, penggunaan suhu yang tinggi di atas 120 °C juga dapat memicu terbentuknya senyawa baru yang berbahaya yaitu akrilamida yang dapat menyebabkan kanker sehingga produk kopi menjadi kurang aman untuk dikonsumsi. Proses penyangraian yang baik adalah dengan menggunakan suhu sedang/medium (light-medium roasting). Suhu sangrai yang digunakan yaitu antara 150-200 °C selama 35-20 menit dan tergantung juga dari jenis dan spesifikasi mesin yang digunakan.

Pasek Mangku merekomendasikan guna mencegah kehilangan aroma dan citarasa pada kopi akibat menguapnya senyawa volatil (mudah menguap) dan mempertahankan mutu serta mengurangi terbentuknya senyawa berbahaya maka proses sangrai lebih baik menggunakan metode penyangraian dengan suhu rendah dan waktu lama atau dikenal dengan Low Temperature Long Time (LTLT) dari pada metode penyangraian suhu tinggi waktu singkat atau High Temperature Short Time (HTST). Dalam proses pengolahan kopi sekunder, penyangraian merupakan kunci dari proses produksi kopi bubuk. Selama proses penyangraian kopi terdapat tiga tahapan reaksi fisik dan kimia yaitu penguapan air, penguapan senyawa volatil, dan proses pirolisis.

Kopi merupakan salah satu hasil komoditas perkebunan Desa wanagiri yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan berperan penting sebagai sumber devisa Negara. Kopi dikenal sebagai pangan fungsional karena mengandung senyawa antioksidan dan mempunyai aktivitas penangkal senyawa radikal (radical scavenger). Indonesia merupakan negara pengekspor kopi terbesar ke empat setelah Brazil, Vietnam, dan Colombia

Petani Candikuning Diminta Manfaatkan Kotoran Kelinci Jadi POP dan POC


BALIKINI.NET | TABANAN — Petani yang juga merupakan peternak kelinci di Desa Candikuning, Tabanan diminta untuk memaksimalkan pemanfaatan kotoran kelinci menjadi pupuk organic, baik dalam bentuk pupuk organic padat (POP) atau pupuk organic cair (POC). Upaya pemanfaatan kotoran kelinci ini dapat menjadi langkah dalam meminimalisasi pencemaran dan memenuhi kebutuhan pupuk petani.

Permintaan tersebut disampaikan tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pengembangan Pupuk Organik Berbasis  Kotoran Kelinci, Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (FP-Unwar) serangkaian implementasi Hibah Kemendikbud Ristek Kegiatan Kemandirian Masyarakat (KKM) yang dilaksanakan Pada Kelompok Tani Ternak di Desa Candikuning. Anggota tim tersebut yaitu Ir.Anak Agung Ngurah Mayun Wirajaya, MM, selaku ketua, dengan anggota Ir. Made Sri Yuliartini, M.Si dan Dr. Ir. I Gusti Agus Maha Putra Sanjaya.

“Alternatif pemenuhan kebutuhan pupuk organik dari limbah kelinci sangat terbuka lebar. Tercatat jumlah kelinci di Desa Candikuning 1.164 ekor.  Walaupun keberadaan kelinci dan kotorannya cukup tersedia, namun masih kurang mendapat perhatian dari petani untuk memanfaatkannya sebagai sumber pupuk organik” kata Agung Ngurah Mayun saat melakukan sosialisasi di Desa Cadikuning pada Rabu (21/12).

Agung Ngurah Mayun menyebutkan bahwa pupuk organik cair yang berasal dari urin kelinci mempunyai kandungan unsur hara yang cukup tinggi yaitu N 4%, P2O5 2,8%, dan K2O 1,2%. POC kelinci  relatif lebih tinggi daripada kandungan unsur hara pada sapi (N 1,21%, P2O5 0,65%, dan K2O 1,6%) dan kambing (N 1,47%, P2O5 0,05%, dan K2O 1,96%).

Sedangkan satu ekor kelinci yang berusia dua bulan lebih, atau yang beratnya sudah mencapai 1 kg akan menghasilkan 28,0 g kotoran lunak per hari dan mengandung 3 g protein serta 0,35 g nitrogen. Jadi pemakaian pupuk organik perlu ditingkatkan dan mendapat prioritas tidak hanya untuk meningkatkan kesuburan tanah, tetapi juga untuk membantu menciptakan agroekosistem yang berkesinambungan dan aman bagi kesehatan manusia.

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved