-->

Rabu, 24 Mei 2023

Bupati Sanjaya Apresiasi Kebersamaan Warga Bengkel, Kediri


BALIKINI.NET | TABANAN — Sebagai wujud syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan juga masyarakat setempat, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, menghadiri undangan Persembahyangan bersama serangkaian Piodalan di Pura Kahyangan Desa Dalem Kauripan yang berlokasi di Banjar Bengkel Gede, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Tabanan, Rabu, (24/5).

Bupati Sanjaya yang saat itu didampingi Sekda dan Kepala OPD terkait disambut antusias oleh PKK Desa Bengkel dan Krama Desa yang sudah menunggu di jaba Pura. Nampak juga saat itu Camat dan unsur Forkopimcam Kediri, Perbekel, Bendesa Adat dan tokoh masyarakat setempat. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan persembahyangan bersama.

Nampak Bupati Sanjaya melaksanakan persembahyangan dengan khidmat yang saat itu dipimpin oleh Jero Mangku Pura setempat. Selain sebagai wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi dan krama setempat, persembahyangan ini juga merupakan bentuk syukur sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan nilai spiritual diri sebagai umat beragama.

Diharapkan piodalan ini berjalan dengan lancar dan dilaksanakan secara tulus ikhlas dan penuh makna oleh seluruh masyarakat, sehingga makna itu mampu memancarkan energi positif bagi seluruh kehidupan. Bupati Sanjaya juga sangat menyambut baik pelaksanaan piodalan yang penuh dengan semangat kebersamaan ini. Apresiasi yang setinggi-tinggi pun diberikan kepada semua pihak terkait begitu juga dengan masyarakat yang selalu bersatu

Dimana sesuai keterangan Nyoman Nandera selaku Pengempon Pura, bahwa Pura Dalem Kahuripan yang terletak di Banjar Bengkel Gede ini diempon oleh tiga Desa, yakni Desa Bengkel, Desa Pacung dan Desa Pangkung Tibah. Dimana piodaln jelih dilaksanakan setiap 6 bulan sekali dengan melibatkan seluruh pengempon Pura secara gotong-royong.

Pihaknya juga menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya atas kehadiran Bupati beserta jajaran terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. Pihaknya juga menyampaikan terimakasih atas dukungan yang diberikan Bupati serta berharap kedepannya agar dukungan ini selalu ditingkatkan, sehingga pembangunan di Desa setempat juga bisa berjalan dengan baik

Pemkab Jembrana Bhakti Penganyar di Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo


BALIKINI.NET | JEMBRANA — Bertepatan dengan hari raya Pagerwesi, Pemkab Jembrana melaksanakan bhakti penganyar di Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo, Kabupaten Banyuwangi. Rombongan dipimpin langsung Wakil Bupati Jembrana I GDN Patriana Krisna serta sejumlah pimpinan OPD di lingkup Pemkab Jembrana, Rabu (24/5).

Ketua Panitia, Purwanto menjelaskan, rangkaian upacara pujawali ke-64 di Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo diawali dengan pensi ( pentas seni ) yang mengikutsertakan kolaborasi seniman lokal pesraman kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi dengan seniman dari kabupaten Jembrana pada Selasa (23/5) malam.

Sementara untuk upacara pujawali, Rabu (24/5) yang dilakukan upacara Pedudusan Madya yang digelar tiap enam bulan sekali. "Rangkaian karya diawali dengan Pecaruan dan Matur Piuning, Melasti Ida Bhatara di Pantai Trianggulasih. Karya pujawali dilaksanakan selama tiga hari," jelasnya.

Wakil Bupati I GDN Patriana Krisna usai mengikuti persembahyangan mengungkapkan, bhakti penganyar dengan mengajak pimpinan OPD ini bertujuan agar senantiasa diberikan tuntunan, keteduhan serta ketentraman umat khususnya di kabupaten Jembrana. "Kita berdoa kepada Ida Bhatara yang bersatana di Pura Giri Selaka Alas Purwo agar Jembrana selalu diberikan keselamatan, kedamaian serta dijauhkan dari musibah,"ungkapnya.

Disamping itu, Wabup asal kelurahan Tegalcangkring ini mengatakan bhakti penganyar ini untuk meminta tuntunan dalam menjalankan pemerintahan di kabupaten Jembrana berjalan lancar. "Tentu kita juga mendoakan agar dalam mengemban tugas di pemerintahan selalu diberikan tuntunan, kelancaran dan kesuksesan untuk mewujudkan masyarakat Jembrana yang sejahtera dan bahagia,"pungkasnya.

Sekda Bangli Terima Kunjungan Menteri ATR/ BPN di Kabupaten Bangli


BALIKINI.NET | BANGLI — Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra menerima kunjungan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Kabupaten Bangli, pada Rabu (24/5/2023). 

Kunjungan dilaksanakan dalam rangka pembagian sertifikat kepada Pemerintah Kabupaten Bangli atas hak kepemilikan tanah Pemkab Bangli di Desa Kutuh Kintamani berupa aset jalan Pemda, serta pembagian sertifikat kepada Desa Adat, Sertifikat Pura dan pembagian sertifikat kepada warga masyarakat.

Kegiatan dilaksanakan   di dua lokasi terpisah , yaitu di Desa Pengotan Kecamatan Bangli, Menteri ATR/BPN langsung blusukan ke rumah- rumah warga untuk menyerahkan sertifikat kepada penerima sertifikat, diantaranya, I Wayan Jambi atas nama Pura Puseh Tiying Desa, I Wayan Kaba, I Wayan Narnya, I Ketut Bantas, I Wayan Ranga, I Wayan Ranten, I Ketut Kelompok, I Nyoman Sama, semua penerima merupakan warga Desa Pengotan, Kecamatan Bangli.

Kemudian di Desa Tamanbali, Kecamatan Bangli, Pembagian sertifikat dipusatkan di Pura Taman Narmada Bali Raja Desa Tamanbali. Sertifikat diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bangli atas kepemilikan tanah berupa aset jalan Pemda di Desa Kutuh Kecamatan Kintamani, yang diterima langsung oleh Sekda Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra, Desa Adat Terunyan, Kintamani yang diterima oleh Jro Puji Pasek, Desa Adat Tamanbali, Bangli diterima oleh I Nengah Sugiana, Pura Tuluk Biyu Batur Selatan, Kintamani diterima oleh Jro Nyarikan Asin, Pura Subak Tingkad Batu Jehem, Tembuku diterima oleh I Made Merta Negara, Pura Prajapati Desa Adat Tamanbali, Bangli diterima oleh Pande Nengah Sudirma, Pura Penataran Agung Tamanbali, Bangli diterima oleh I Dewa Gede Putu Sudira, serta sertifikat warga Desa Tamanbali Bangli, atas nama Sang Nyoman Sudara.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kantor BPN Provinsi Bali, Andry Novijandy, Danrem 163 Wirasatya, Brigjen TNI Agus Muchlis Latif, S.I.P., M.M.,), Komandan Kodim 1626 Bangli, Letkol Arh Sutrisno, S.,Sos,Kapolres Bangli, AKBP I Dewa Agung Roy Marantika, S.H., S.I.K., Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bangli I Gusti Agung Gede Warmadewa, penerima sertifikat, serta undangan lainnya.

Sekda Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan terimakasih kepada Menteri ATR/ BPN atas kunjungannya di Kabupaten Bangli, mewakili Pemerintah Kabupaten Bangli serta seluruh rakyat Bangli, pihaknya menyambut baik program yang dilaksanakan oleh kementrian ATR/BPN. Karena melalui program ini  kepastian hak hak rakyat atas tanah bisa terpenuhi, dengan kepastian ini sehingga masyarakat bisa berusaha untuk mengembangkan perekonomiannya. Reformasi yang dilakukan oleh BPN sudah sangat baik sekali, karena sudah mampu memfasilitasi masyarakat atas hak kepemilikan tananh. Semoga kedepannya Pemerintah Kabupaten Bangli selalu bisa bersinergi dengan BPN. Dan Negara Indonesia semakin kuat dan maju.

Sementara itu Menteri ATR/ BPN  Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto  kesempatan tersebut menyampaikan kunjungan kerja yang dilaksanakan hari ini merupakan kunjungan dalam program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) Kementrian ATR/ BPN di Provinsi Bali, salah satunya di Kabupaten Bangli. Yang mana di Provinsi Bali saat ini sudah selesai hampir 95 persen, sehingga program pemerintah pusat untuk menjadikan Bali menjadi Kota lengkap sudah terlaksana.

Pihaknya yakin di akhir tahun 2023 Bali akan menjadi Provinsi lengkap. Ini merupakan berkat kerjasama dan sinergisitas serta kolaborasi.antara BPN dengan Pemerintah Daerah yang terus saling bahu membahu melaksanakan program ini. Yang mana masyarakat telah merasakan dampaknya di Program PTSL. Program yang revolusioner, karena sampai sekarang di seluruh Indonesia sudah terdaftar sebanyak 102,3 juta dari 126 juta bidang yang menjadi target kementrian ATR/BPN.   

Pihaknya menambahkan  dampak secara ekonomi dari program PTSL adalah masyarakat sudah bisa menggunakan seetifikat tersebut sebagai hak tanggungan, dan uang yang beredar di masyarakat sampai sekarang ada 5.219 triliun, akibat dari pembagian sertifikat hak atas tanah dan hak ekonomi.  

Berikutnya adalah menyelesaikan sertifikat tempat-tempat ibadah, baik itu Pura, Kelenteng, Masjid, Gereja, semuanya akan diselesaiakan. Targetnya tahun 2024 tempat-tempat ibadah dan tanah- tanah warga semuanya sudah berserrifikat. (*)

Promosikan Tabanan Lewat Podcast, Bupati Sanjaya Ajak Anak Muda Agar Bangga Jadi Orang Tabanan


BALIKINI.NET | TABANAN — Kreatifitas dan semangat generasi muda Tabanan dalam inovasi digital di dunia pendidikan kini patut diacungi jempol. Hal ini tentunya mendapat apresiasi dan dukungan yang mengalir deras dari Pemerintah Kabupaten Tabanan. Bercerita mengenai profil Bupati dan filosofi Kabupaten Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M selaku Kepala Daerah bergabung dalam bincang hangat melalui siaran “Podcast Kopi” milik siswa siswi Osis Spenta SMP Negeri 1 Tabanan yang dilakukan di Ruang Kerja Kantor Bupati Tabanan, Rabu (24/5). 

Setelah sebelumnya menggandeng Ibu Bupati, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.,S.H.,M.M untuk berbincang mengenai peran penting perempuan Tabanan saat jelang Hari Kartini di Bulan April silam, kali ini Bupati Sanjaya dengan didampingi oleh Sekda, Kepala Dinas Pendidikan, Kabag Prokopim dan Para Guru dari SMPN 1 yang hadir, secara langsung menyapa siswa siswi SMP Negeri 1 Tabanan melalui siaran yang dibawakan oleh siswi kelas 9, Ni Nyoman Sheila Purwaningrum siang itu. 

Nampak pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan kepada orang nomor satu di Tabanan itu, mulai dari hobi di masa kecil hingga profil kepemimpinan yang patut dijadikan panutan bagi para generasi muda. Tak berpikir panjang, Bupati Sanjaya secara gamblang menceritakan tentang aktifitas padatnya selaku kepala daerah namun masih sempatkan lakukan hobi mulai dari berolahraga, hingga travelling dengan sepeda motor. Melalui hobi travelling itu, Sanjaya juga jelaskan manfaat yang bisa dituai, yakni kedekatannya dengan masyarakat Tabanan, kemudahan sosialisasi secara langsung serta nikmatnya menjelajah desa-desa di Tabanan dengan pemandangan yang memukau. 

Terkait kiat-kiatnya sebagai sosok pemimpin, pihaknya nyatakan tidak pernah berpikir bisa menjadi Bupati. Namun kepercayaan masyarakatlah yang menjadikannya figur yang cocok dan pantas dalam mengemban tugas menyejahterakan rakyat Tabanan. “Punya bayangan atau cita-cita menjadi pemimpin, tidak pernah, seperti air mengalir saja, ketika apa yang Bapak lakukan ternyata bisa menginspirasi buat yang lain” terangnya. 

Lebih lanjut, Sanjaya juga bercerita mengenai sejarah Tabanan, di mana Kabupaten ini tidak hanya dikelilingi oleh daerah agraris dan populer sebagai “Lumbung Pangannya Bali” tetapi juga tersohor dengan masyarakatnya yang “Heroik”. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan sejarah, di mana banyak para pejuang dan pahlawan berasal dari Tabanan baik saat berada di era kerajaan Majapahit hingga perang puputan. 

“Ambil spirit pahlawan muda Sagung Wah, patut diteladani, bila dulu mengusir penjajah sekarang ini kita ambil spiritnya untuk bersama-sama dengan pemerintah berjuang mengusir kebodohan dan kemiskinan, jadi Tabanan ini heroik dan penuh perjuangan, bukan hanya sebagai lumbung berasnya Bali tapi juga sebagai kota Pahlawan, ciri-cirinya adalah satu-satunya di Bali yang memiliki makam pahlawan, di Margarana” jelasnya. Faktor itulah yang melandasi keinginan Bupati Sanjaya untuk membangun museum Sagung Wah. 

“Tujuannya ,bagaimana anak-anak kita Gen Z ini datang ke museum, melihat sejarah Tabanan masa lalu, sekarang dan masa datang. Banyak sekali pahlawan-pahlawan yang saya yakin anak-anak belum tahu makanya tujuan dibuatkan museum agar ada literasi yang menceritakan pahlawan-pahlawan di Tabanan, belum lagi senimannya, I Ketut Maria, sudah terkenal keliling dunia untuk menari, sehingga anak-anak, banggalah menjadi orang Tabanan” sebutnya. 

Tagline “Bangga Menjadi Orang Tabanan” selalu melekat dan tak pernah terlepas dari sosok Sanjaya. Sebab spirit kebanggaan tersebut diyakini mampu membuat kita rindu saat merantau di manapun nantinya dan rasa bangga akan tempat asal. “Bangkitkan dan tanamkan rasa kebanggaan, kalau sudah bangga, itu bisa menjadi motivasi untuk percaya diri, di manapun kita berada. Apalagi di Tabanan terlah tercatat banyak sekali orang-orang hebat” Ujarnya lebih lanjut. 

Untuk itu, Bupati Sanjaya di kesempatan itu sekaligus berpesan dan berharap, agar anak-anak bisa tekun dalam meraih ilmu setinggi-tinginya. “ilmu adalah segalanya, tidak ada umur yang membatasi pendidikan, harus belajar, karena belajar mampu memerangi kebodohan, orang pintar pasti akan sejahtera, tuntut ilmu setingginya untuk membangun Tabanan yang kita cintai. Jadilah pemimpin masa depan yang tangguh, hebat dan mengharumkan nama Tabanan” Pesan Sanjaya. Dirinya juga meminta para siswa dan guru, agar menyeimbangkan menejemen penggunaan teknologi dengan waktu bersosialisasi anak-anak, terutama sebagai krama Bali yang erat dengan adat, sosial dan agama.

Mengadaptasi pesan Bupati Tabanan terutama kepada para generasi penerus, nampak pembawa acara yang masih duduk di kelas 9 itu mengungkapkan terima kasih dan melanjutkan pesan kepada para siswa di SMPN 1 Tabanan yang mendengarkan. “Banyak harapan dan pesan-pesan dari Bapak untuk kita, jadi kita sebagai generasi muda harus semangat terus untuk menggapai cita-cita setinggi mungkin, terutama di Dunia Pendidikan dan selalu mencoba hal baru. Ini adalah suatu kebanggaan saya dan teman-teman bisa berbincang dan mendengarkan motivasi dari Bapak, makna-makna dan filosofi tersendiri dan tentunya kita jadi lebih tahu dan menambah wawasan tentang Tabanan yang tercinta, kami ucapkan terima kasih untuk Bapak Bupati” Ucap Sheila.

Optimalkan Pemantauan, Monev WNA Digelar di Wilayah Desa Sanur Kauh


BALIKINI.NET | DENPASAR — Tim pemantauan orang asing yang dikoordinir Kesbangpol Kota Denpasar bersama Jajaran Desa Sanur Kauh melakukan  monitoring dan evaluasi (monev) terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) di wilayah Desa Sanur Kauh, pada Selasa (23/5).

Kegiatan monev ini, menyasar para WNA yang bermukim di seputar Jalan Batur Sari dan sekitarnya, dengan tujuan untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan dan mengetahui akurasi jumlah WNA di wilayah Desa Sanur Kauh.

Perbekel Desa Sanur Kauh, I Made Ada mengungkapkan, dari hasil monitoring itu, setidaknya ada 126 orang WNA  berhasil terdata. Mereka merupakan para WNA yang berasal dari benua Eropa, seperti Belanda, Jerman, Spanyol, Inggris serta dari Amerika dan beberapa negara lainnya.

Selain itu, terdapat juga WNA yang berasal dari negara di kawasan Asia, seperti Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Taiwan dan China. 

"Desa Sanur Kauh sangat mendukung kegiatan monitoring terhadap para WNA ini, sebagai upaya 
dalam mengawasi dan melaporkan keberadaan orang asing di wilayah kami," kata Made Ada.

Pengawasan terhadap WNA telah dituangkan dalam UU 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah yang diberikan kewenangan untuk melakukan pengawasan yang juga telah dituangkan dalam Permendagari dan SK Walikota.

“Dalam monev itu, tim terkait juga melakukan edukasi dan informasi kepada para WNA yang belum melaporkan kedatangannya kepada pihak berwajib dan jajaran aparat Desa Sanur Kauh," imbuh Made Ada.

Pelibatan para kepala lingkungan, menurut Made Ada kerap dilakukan dalam pengawasan WNA. "Sampai saat ini kami secara rutin melaksanakan pendataan,  sehingga dalam pengawasan terhadap WNA juga dapat berjalan optimal," tambah Made Ada.

Bupati Tamba Ngaturang Sembah Bhakti Pujawali Pura Dang Kahyangan Jati


BALIKINI.NET | JEMBRANA — Serangkaian Piodalan di Pura Dang Kahyangan Jati di Banjar Ketapang Muara, Desa Pengambengan, Negara, Bupati Jembrana I Nengah Tamba menghadiri sekaligus melaksanakan persembahyangan, Selasa malam (23/5). Nampak hadir Sekda I Made Budiasa serta beberapa pejabat pimpinan OPD di lingkup Pemkab Jembrana.

Piodalan Pura Dang Kahyangan Jati digelar setiap enam bulan sekali yakni, pada hari soma pon sinta, atau disebut juga soma ribek dua hari sebelum rerahinan Pagerwesi. 

Sementara itu, Bupati Tamba mengapresiasi umat dalam melaksanakan yadnya, dengan dilandasi semangat gotong royong dan tulus ikhlas. 

“Dengan didasari rasa tulus ikhlas dalam beryadnya, niscaya upacara ini akan berjalan labda karya,” ujar Bupati Tamba.  Bupati Tamba juga menghaturkan punia senilai Rp 5 juta. 

Selain itu, kehadirannya pun ikut mendoakan agar pujawali di pura dang Kahyangan Jati dapat terlaksana dengan lancar dan tentunya masyarakat mendapatkan kerahayuan (keselamatan) . 

“Kita tidak henti-hentinya mengajak umat sedharma berdoa, memohon keselamatan untuk alam semesta ini. Semoga pujawali di pura Dang Kahyangan Jati ini dapat terlaksana dengan lancar, ” ungkapnya.


Kelian Samania Pura Dang Kahyangan Jati Jembrana, I Wayan Subawa menuturkan semakin hari semakin banyak orang dari berbagai daerah datang (pedek tangkil) untuk memohon keselamatan dan berbagai permohonan lainnya.

Saat ini, Pura Dang Khayangan Jati diempon oleh empat Desa Pekraman di Negara, yaitu Desa Pekraman Puseh Agung (Banjar Tengah), Desa Pekraman Lelateng, Desa Pekraman Tegal Badeng Kangin, dan Desa Pekraman Tegal Badeng Kauh.

“Untuk piodalan pura jatuh setiap enam bulan sekali, untuk puncaknya jatuh pada Senin (22/5/2023) kemarin. Sebagian besar pemedek yang datang itu memohon dimudahkan dalam bekerja serta untuk mendapatkan tirta pembersihan (malukat),”tandasnya 

Selasa, 23 Mei 2023

Wabup Diar Tegaskan Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak


BALIKINI.NET | BANGLI — Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar memberikan arahan dalam acara pertemuan kordinasi kerjasama lintas sektor pencegahan kekerasan terhadap perempuan, kekerasan terhadap anak , tindak pidana perdagangan orang dan perkawinan anak.

Acara yang digelar di Museum Gunung Api Batur pada Selasa (23/5/2023) tersebut, dihadiri oleh narasumber dari Ka.UPT PPA Provinsi Bali Luh Hety Vironika, Pimpinan Perangkat Daerah Terkait di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli, Direktur Rumah Sakit BMC, Unsur Penegak Hukum (Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, Bapas dan LPKA), Ketua Majelis Desa Adat Kabupaten Bangli . Ketua Forkom Perbekel Kabupaten Bangli, Ketua Forum Anak Daerah Kabupaten Bangli, Tenaga Ahli Pada UPTD PPA Kabupaten Bangli, serta undangan lainnya.

Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Bangli I Wayan Jimat, SKM,M.Si dalam laporannya menyampaikan, perlunya diadakan  pertemuan koordinasi ini di Kabupaten Bangli adalah untuk dapat mengidentifikasi sejumlah issu dan upaya strategis dalam mewujudkan perlindungan perempuan dari kekerasan, perlindungan terhadap anak, TPPO dan perkawinan anak adalah karena kurangnya informasi di masyarakat tentang kekerasan perempuan, perlindungan anak, TPPO dan perkawinan anak. Meningkatkan upaya pencegahan agar kasus kekerasan terhadap perempuan, kekerasan terhadap anak, kasus TPPO dan perkawinan anak tidak terjadi di masyarakat. Masih banyak terjadi kasus Kekerasan terhadap perempuan, kekerasan terhadap anak yang belum terlaporkan yang masih merupakan phenomena gunung es dimana yang muncul ke permukaan jumlahnya sangat kecil.

Selain itu kegiatan kegiatan ini juga bertujuan untuk  Meningkatkan Kerjasama lintas pencegahan terhadap kekerasan perempuan, terhadap anak, TPPO dan Perkawinan anak. sector kekerasan, Meningkatkan koordinasi dan Kerjasama lintas sector dalam penanganan dan pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan, kekerasan anak, TPPO dan perkawinan anak di Kabupaten Bangli.

Wakil Bupati Bangli dalam arahannya menyampaikan, Kekerasan Terhadap Perempuan,Kekerasan terhadap Anak, Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Perkawinan Anak merupakan tanggung jawab kita bersama, sehingga pertemuan koordinasi dan kerjasama lintas sektor ini sangat penting untuk dilaksanakan. 

Wabup Diar berharap dengan adanya pertemuan ini akan terbangun satu langkah dalam melaksanakan pencegahan dan penanganan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan, Kekerasan Terhadap Anak, Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Perkawinan Anak khususnya di Kabupaten Bangli.

Untuk melaksanakan tanggung jawab tersebut perlu kita optimalkan pencegahannya mulai dari lingkungan keluarga, dusun, desa adat, desa/kelurahan, sekolah- kecamatan, kabupaten, sekolah, lembaga pengasuhan alternatif, lembaga /sanggar /club yang memfasilitasi waktu luang anak dan tentunya kalau dipandang perlu dengan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

Wabub juga menegaskan, kepada peserta rapat dapat menyebarkan informasi ini kepada masyarakat sekitar, sehingga masyarakat punya kesadaran yang sama dalam pencegahan kekerasan terhadap Perempuan, Kekerasan Terhadap Anak, Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Perkawinan Anak.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Diar juga menyampaikan bahwa UPTD PPA Kabupaten telah terbentuk dan dengan terbangunnya kerjasama lintas sektor ini tentunya fungsi daripada UPT PPA dapat lebih optimal serta dapat menghasilkan output dan autcome yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Dan dengan didasari sepirit rasa jengah marilah kita bersama saling bersinergi membangun dan berusaha meningkatkan kesajahteraan masyarakat Bangli untuk menuju Bangli Era Baru.

Petani Kopi Batukaang, Kintamani Diminta Olah Kulit Kopi Jadi Pupuk


BALIKINI.NET | BANGLI — Petani Kopi di Desa Batukaang, Kintamani Bangli untuk memanfaatkan dan mengolah kulit kopi yang dihasilkan menjadi pupuk organik. Mengingat selama ini pengolahan buah kopi menghasilkan limbah kulit kopi yang berlimpah, yaitu jumlahnya mencapai sekitar 50%. Berdasarkan potensi limbah yang berlimpah dan masih tingginya kandungan nutrisi limbah kulit kopi maka limbah ini berpeluang sebagai bahan baku utama pembuatan pupuk organic dan memberi nilai tambah ekonomi bagi petani kopi di desa Batukaang Kintamani Bangli.

“Kulit kopi yang dihasilkan dari proses pengolahan kopi merupakan limbah yang dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan pupuk organik. Pemanfaatan kulit kopi sebagai pupuk organik dapat meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani sekaligus mengurangi bau dari tumpukan limbah kulit kopi yang dapat mencemari lingkungan” kata Akademisi Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa, Dr. Ir. Yohanes Parlindungan Situmeang, M.Si di sela-sela pelatihan pengomposan kulit kopi di Kintamani pada Selasa (23/5). 

Yohanes yang juga merupakan Ketua Tim Program Kemitraan Masyrakat menyatakan kulit buah kopi memiliki kandungan nitrogen sebesar 1,27%, fosfor 0,06% dan kalium 2,46%. Limbah kulit kopi, baik yang dihasilkan dari olah basah maupun olah kering memiliki kandungan nutrisi cukup tinggi.

Menurutnya kulit kopi kering mengandung 58-85% karbohidrat, 8-11% protein, 0,5-3% lemak, dan 3-7% mineral (8). Kulit kopi mengandung karbohidrat termasuk gula yang dapat difermentasi, polifenol seperti tanin, lipid, dan berbagai mikroorganisme termasuk jamur tumbuh di atas limbah kulit kopi meskipun ada senyawa antimikroba. Pupuk kompos bila diaplikasikan ke tanah dapat memperbaiki kegemburan tanah, meretensi hara dan air, meningkatkan kehidupan mikroba dalam tanah, memperbaiki kesuburan tanah, dan produksi pertanian.

Kopi merupakan salah satu tanaman perkebunan potensial di Provinsi Bali. Kecamatan Kintamani adalah kecamatan penghasil kopi terbesar di Bangli. Kawasan Kintamani memiliki beberapa subak Abian yang anggotanya sebagai petani kopi arabika sekaligus melakukan pengolahan kopi secara basah dan kering. 

Kecamatan Kintamani merupakan salah satu daerah yang cocok untuk pertumbuhan tanaman kopi. Daerah ini memiliki ketinggian 900 s/d 1.600 m dpl yang merupakan syarat tumbuh optimum untuk tanaman kopi. Total luas perkebunan di Kintamani 8.949 ha, dari luasan tersebut 5.656 ha diantaranya merupakan lahan pertanaman kopi, dan sisanya 2.498 ha cengkeh, 425 ha kelapa, dan 82 ha kakao. Saat ini peningkatan produksi kopi di Indonesia masih terhambat oleh rendahnya mutu biji kopi yang dihasilkan sehingga mempengaruhi produksi pengembangan akhir kopi. Pengolahan kopi sangat berperan penting menentukan kualitas dan cita rasa kopi

Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Hadiri Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat BNN


BALIKINI.NET | DENPASAR — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar, menggelar Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat, pada Selasa (23/5). Diikuti oleh 30 peserta meliputi, Perusahaan Daerah, kelompok masyarakat, tokoh agama, bendesa, serta organisasi di lingkungan masyarakat Kota Denpasar, kegiatan ini memfokuskan pada pembahasan program pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat

Digelar di The Vasini Smart Boutique Hotel, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BNN Kota Denpasar, Kombes Pol.  I Ketut Adnyana Putera serta Wakil Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa.

Wakil Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa disela sela acara menyampaikan apresiasi terhadap acara rapat kerja yang diadakan oleh BNN Kota Denpasar  "Saya mewakili Pemerintah Kota Denpasar sangat mendukung acara Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat, dan berharap agar nantinya kita khususnya di Kota Denpasar dapat bersama sama dalam menanggulangi serta mencegah peredaran narkoba di Kota Denpasar," ujar Ayu Kristi

Sementara itu, Kepala BNN Kota Denpasar, Kombes Pol. I Ketut Adnyana Putera mengatakan, pihaknya terus berupaya menggandeng banyak elemen di masyarakat agar bisa selalu memerangi penyalahgunaan narkoba melalui Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Secara masif kami terus berupaya menggaungkan P4GN sebagai program memerangi narkoba utamanya di lingkungan masyarakat. Hari ini BNN dan seluruh jajaran pemangku kepentingan di lingkungan masyarakat akan bersama sama membahas program apa saja yang bisa kita lakukan ke depannya,” ungkap Adnyana Putera.

Program P4GN yang dicanangkan oleh BNN, imbuh Adnyana Putera memang diupayakan untuk mensosialisasikan serta mengedukasi seluruh masyarakat tentang bahaya narkoba itu sendiri. Dalam hal ini, komitmen dari seluruh stakeholder sangat dibutuhkan dalam merealisasikan program tersebut.

Pemkot Denpasar Dukung Penuh Pencanangan Aksi "Beach Clean Up" Kawasan Pantai Sanur


BALIKINI.NET | DENPASAR — Pemerintah Kota Denpasar mendukung pencanangan aksi bersih kawasan pantai Sanur bertajuk Beach Clean Up, yang akan digelar pada Jumat, 26 Mei mendatang.
Menurut rencana, aksi yang digelar komunitas Malu Dong ini, akan melibatkan 1000 orang dalam pelaksanaannya. 

Hal ini terungkap saat pertemuan antara Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa dengan Founder Komunitas Malu Dong, Komang Sudiarta pada Selasa (23/5) di Kantor Wali Kota Denpasar. 

Founder Komunitas Malu Dong, Komang Sudiarta dalam kesempatan itu menyebut, tujuan kegiatan ini adalah sebagai sebuah aksi nyata dalam upaya menjaga kebersihan di kawasan pantai. 

"Kami di komunitas Malu Dong tidak lelah berupaya untuk menumbuhkan kesadaran semua pihak, untuk membersihkan pantai, agar bebas dari sampah dan polutan lain," kata Sudiarta. 

Dalam pelaksanaannya nanti, kegiatan Beach Clean Up akan mengajak serta kalangan siswa, dari tingkatan TK hingga siswa dari tingkatan SMA/SMK. Selain itu, ada juga penyandang disabilitas dan juga beberapa Expatriate Community (komunitas orang asing) yang juga dilibatkan dalam aksi ini. 

"Kami merangkul para siswa, penyandang disabilitas dan Expatriate Community dari beberapa negara. Beberapa dari mereka ini adalah orang asing yang tinggal di Bali, dan juga memiliki kecintaan terhadap alam Bali," tambah Sudiarta.

Sudiarta memaparkan, Komunitas Malu Dong yang tersebar di seluruh Bali, secara rutin mengadakan kegiatan bersih-bersih sampah seperti di kawasan pantai yang dilakukan oleh para volunteer yang kebanyakan adalah anak sekolah dan pemuda-pemudi.

Wakil Wali Kota Denpasar, Arya Wibawa menyambut baik rencana kegiatan yang akan menyisir kawasan pesisir Pantai Sanur itu. Kawasan Sanur, sebagai destinasi wisata utama Kota Denpasar.

"Sanur sebagai jantungnya Kota Denpasar memiliki potensi ekonomi yang besar. Hal ini tentu harus kita imbangi dengan segala upaya, termasuk penataan dan juga kebersihan di sana," ungkap Arya Wibawa. 

Berkaitan dengan kebersihan kawasan Sanur, Arya Wibawa mengajak seluruh lini masyarakat untuk bersinergi menjaga tatanan dan juga kebersihan kawasan itu. 

"Untuk itu, upaya aksi bersih pantai yang dilakukan komunitas Malu Dong ini patut didukung sepenuhnya. Kita akan sediakan armada kebersihan untuk mengangkut sampah sampah yang akan dikumpulkan oleh adik adik saat acara nanti.  Ini juga sebagai salah satu langkah dalam upaya agar kawasan Sanur tetap terjaga kebersihan dan kenyamanannya," tegas Arya Wibawa.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved