-->

Jumat, 25 Agustus 2023

Gebyar Transisi PAUD ke SD di Jembrana Berlangsung Meriah, Diikuti Ribuan Peserta


Jembrana - Pemkab Jembrana melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) kabupaten Jembrana menggelar Gebyar Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Kegiatan rutin tahunan ini selain dalam rangka menyambut peserta didik baru di jenjang satdik PAUD juga bertujuan mengakhiri miskonsepsi tentang pembelajaran, seperti adanya peserta didik baru jenjang SD kelas awal harus bisa calistung.

Acara yang dipusatkan di Gor Kresna Jvara, Jembrana ini disambut meriah ribuan anak - anak serta undangan yang hadir, Jumat (25/8). Jumlah peserta didik yang hadir melibatkan 1.400 anak - anak PAUD hingga SD kelas awal PKG seluruh kecamatan di kabupaten Jembrana yang didampingi guru dan para orang tua.

Turut hadir secara langsung Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama Bunda PAUD Jembrana Gusti Ketut Candrawati, pimpinan OPD terkait, Tim Pokja Bunda PAUD kabupaten serta Pimpinan Satdik PAUD dan SD se-kabupaten Jembrana.

Bunda PAUD kabupaten Jembrana, Gusti Ketut Candrawati menyampaikan kebijakan pemerintah tentang transisi PAUD ke SD yang menyenangkan salah satunya adalah mendorong kesadaran bersama akan pentingnya membangun kemampuan pondasi pada anak secara bertahap agar manfaat baik dari pembelajaran dapat tercapai.

"Ada 3 target perubahan dari Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, diantaranya menghilangkan tes calistung dari penerimaan peserta didik baru di SD, menerapkan masa perkenalan bagi peserta didik baru selama dua minggu pertama serta menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan pondasi anak,"ungkapnya.

Menurutnya ketiga target tersebut sudah terlaksana dengan baik di Kabupaten Jembrana. "Hal ini bisa terlihat dengan partisipasi sekolah yang mengirimkan dukungan lewat karya nyata terhadap gerakan Transisi PAUD ke SD berupa poster yang terpasang di sekitar lokasi kegiatan, pameran alat permainan edukatif yang membangun kemampuan pondasi, dan salah satunya adalah kegiatan Gebyar Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan di Kabupaten Jembrana,"lanjutnya.

Sementara Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan Gebyar Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan merupakan momentum dukungan terhadap anak usia dini dengan rentang umur 0 — 8 tahun untuk bersama meningkatkan partisipasi dalam pemenuhan hak-hak atas anak untuk mendapatkan Pendidikan yang berkualitas.

"Masyarakat harus mendapatkan pelayanan seperti gerakan transisi ini yang dengan target perubahannya menjadikan orang tua lega, anak nyaman dan guru senang,"ucapnya.

Dalam menyongsong Jembrana Emas 2026, dirinya mengharapkan seluruh jajaran harus benar-benar berkomitmen menciptakan lingkungan yang baik untuk tumbuh kembang anak yakni pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan dan juga perlindungan.

"Mari kita mewujudkan PAUD Kabupaten Jembrana yang bahagia, gembira kreatif, dan inovatif. Ini adalah kesempatan yang baik untuk kembali membangkitkan gairah mewujudkan generasi unggul demi Jembrana dan Indonesia yang akan datang. Semoga anak-anak Jembrana selalu sehat dan bahagia,"harapnya.

Selain menampilkan pentas seni, acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan untuk kategori Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang mendukung program PAUD Desa yang telah memberikan insentif untuk guru PAUD terbesar pada setiap kecamatan, serta guru berdedikasi dengan masa kerja terlama yang sudah mengabdi di dunia PAUD.(yogi/hmsj)

Terdampak Abrasi, Genah Pemelastian Kecamatan Melaya Direncenakan Berpindah


Jembrana - Lokasi (genah) pemelastian Ida Bhatara saat rangkaian pelaksanaan Hari Raya Nyepi bagi kecematan Melaya diketahui tergerus abrasi beberapa waktu lalu. Dengan itu, tidak memungkinkan digunakan sebagai tempat pemelastian selanjutnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Majelis Alit dan seluruh Bendesa Adat di Kecamatan Melaya kompak untuk mengusulkan pemindahan lokasi yang sebelumnya berada di sebelah selatan pura Dalem Candikusuma menjadi disebalah barat Kantor Desa Candikusuma.

Bupati I Nengah Tamba saat meninjau lokasi bakal pemelastian, Jumat (25/8) menyampaikan dilihat dari segi tempat sangat strategis terutama akses masyarakat itu gampang.

"Namanya upacara melasti tentu memerlukan tempat yang besar dan representatif, pemilihan tempatnya sudah bagus akses banyak, tinggal nanti ditata ulang," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ia berharap kepada Majelis dan Bendesa untuk segera membuatkan proposal, nanti silahkan cantumkan apa-apa saja item yang diperlukan sebagai kelengkapan genah melasti.

"Astungkara diperubahan 2024, bisa dieksekusi karena ini adalah untuk kepentingan umat. Sehingga nanti jalannya yadnya bisa berjalan dengan baik dan labda karya," pungkasnya.

Turut hadir mendampingi Bupati, Kadis Parbud, Anak Agung Komang Sapta Negara, Kadis PKP, I Ketut Wardana, Camat Melaya serta seluruh Bendesa di Kecamatan Melaya. (Adi/Humas)

Perluas Jangkauan Perizinan, Bupati Gede Dana Launching Inovasi Serasi Tari Baris


Karangasem, Bali Kini - Bupati Karangasem I Gede Dana, resmi melaunching inovasi “Serasi Tari Baris” Strategi Kolaborasi Percepatan Perizinan Berusaha Berbasis Desa/Kelurahan, di Taman Budaya Chandra Bhuana, Amlapura, Kamis (24/8/2023).

Inovasi ini digagas oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Karangasem  sebagai meningkatkan kualitas, jangkauan dan akses yang yang lebih luas kepada masyarakat tentang fasilitasi perizinan berusaha berbasis risiko.

Bupati Gede Dana menyebutkan jika novasi ini menjadi bagian dari strategi kolaborasi Pemkab Karangasem melibatkan kecamatan, desa dan kelurahan guna menindaklanjuti target capaian realisasi investasi Nasional sebesar 1.400 triliun dan target penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebesar 3 juta Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Melalui inovasi ini, saya mendorong kemudahan perizinan berusaha bisa dilayani di kantor desa maupun kelurahan, apalagi saat ini kita sudah menyusun Perda Pemberian Insentif Kemudahan Penanaman Modal untuk meningkatkan iklim investasi di Karangasem,” lontar Gede Dana.

Dalam jangka pendek ditunjuk 9 desa terluar yang aksesnya jauh ke MPP Karangasem sebagai Desa Percontohan, yaitu Desa Tianyar Barat, Bunutan, Seraya Timur, Pasedahan, Bhuana Giri, Sebudi, Sidemen, Sangkan Gunung, dan Pempatan. Saya perintahkan di Tahun 2023 ini, 69 desa/kelurahan sudah tuntas mengikuti pelatihan OSS RBA dan siap memfasilitasi perizinan berusaha di desa/kelurahan masing-masing.

“Saya senantiasa mendorong semua OPD untuk terus berinovasi terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik, guna meningkatkan kualitas pelayanan publik yang tentunya harus selaras dengan visi misi Kabupaten Karangasem, yaitu mengembangkan tata kelola pemerintahan yang baik, bebas korupsi serta pelayanan publik yang prima,” tuntas Bupati asal Desa Datah ini. (Rls)

International Kawi Culture Festival Digelar Empat Hari


DENPASAR – International Kawi Culture Festival dibuka di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud), Denpasar pada Kamis (24/8). Festival berlangsung empat hari sampai Minggu (27/8) mendatang.

Pembukaan festival yang membincangkan kebudayaan kawi dalam arti yang luas ini dihadiri oleh puluhan penggiat kebudayaan Kawi, yakni kebudayaan khas Nusantara yang telah hidup sejak milenium pertama masehi. Pembukaan festival juga dihadiri Koordinator Staf Khusus Presiden RI, AAGN Ari Dwipayana, yang menegaskan pentingnya posisi kebudayaan Kawi bagi bangsa dan negara Indonesia.

Ketua Panitia Kawi Society, Dr. Aditia Gunawan mengatakan bahwa budaya Kawi merujuk pada bentuk khas budaya yang muncul di kepulauan Nusantara pada akhir milenium pertama Masehi. Ia mengaku istilah ini memang baru, sehingga pihaknya mencoba memahami budaya Kawi dalam konteks yang menyeluruh, tidak terbatas pada linguistik, etnik atau batas negara.

"Kami juga percaya bahwa budaya Kawi dapat lebih termaknai melalui kolaborasi lontas disiplin dan praktik, seperti filologi, paleografi, arkeologi, epigrafi, sejarah, sejarah seni, sastra, linguistik, kajian agama, kajian artefak, konservasi, digital humanities, pertunjukkan, dan banyak lagi bidang lainnya,” kata dia.

Oleh karena itulah ia berupaya untuk melepas sekat-sekat disiplin ilmu, memperluas jangkauan, yang terbentang dari Jawa, Bali hingga India, demi mencapai puncak-puncak pengetahuan tentang budaya Kawi. “Para peserta yang hadir baik luring maupun daring juga memperlihatkan hal tersebut, ini adalah bukti bahwa budaya Kawi ini mendekatkan yang jauh, melekatkan yang terlepas,” tambahnya.

Selanjutnya, Dekan FIB Unud, Prof. Dr. Made Sri Satyawati melanjutkan, sebagai komitmen tersebut kini FIB Unud memiliki Program Studi Sastra Jawa Kuna yang berperan dalam upaya melestarikan budaya Kawi. "Fokus penelitian bidang Kawi atau Jawa Kuno menjadi fokus penelitian pihaknya yang didukung akademisi-akademisi di fakultas, serta mahasiswa,” kata dia.

Hanya saja, pihaknya mengaku bahwa perlu upaya yang lebih keras untuk mensosialisasikan Prodi Sastra Jawa Kuna kepada masyarakat. Sebab, selama ini prodi tersebut merupakan prodi dengan peminat yang paling sedikit di Unud. “Kami perlu dukungan dari berbagai pihak, sehingga dapat meningkatkan minat untuk mempelajari sastra Jawa Kuno,” tambahnya.

Pada sisi lain, Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa dan Sastra Badan Riset dan Inovasi Nasional, Dr. Herry Yogaswara mengatakan, kehadiran Kawi Society sangat penting dalam pengembangan budaya Kawi ke depan. Pihaknya menilai komunitas tersebut merepresentasikan spiriti kegiatan yang hadir dan hidup bersama di masyarakat.

Ia mengatakan bahwa BRIN merasa harus selalu bersama dengan komunitas sekaligus mempererat kolaborasi riset dan implementasinya. “Kami mengapreasiasi dan menyambut baik kegiatan ini, sebab dengan dibungkus kata culture dan festival maka kegiatan ini menjadi lebih inklusif dan sesuai temanya dapat mempersempit sekat antar bidang untuk melakukan pengkajian terhadap budaya Kawi," kata dia.

Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud yang juga Koordinator Staf Khusus Presiden RI, AAGN Ari Dwipayana menyatakan hal serupa. 

Ia menilai sastra Kawi sangat penting dalam tata negara dan berbagai lanskap kehidupan masyarakat, Puri Kauhan Ubud menjadikan sastra kawi sebagai “padipaning manah” atau cahaya pikiran untuk selalu menerangi nalar dan nurani. Puri Kauhan Ubud mewarisi naskah lontar sebagai produk budaya kawi yang berjumlah lebih dari 50 manuskrip. 

Kamis, 24 Agustus 2023

Bupati Tamba Hadiri Piodalan Pura Dangkahyangan Gede Perancak


Jembrana - Serangkaian Piodalan di Pura Dang Kahyangan Gede Perancak di Desa Perancak, Jembrana, Bupati Jembrana I Nengah Tamba menghadiri sekaligus melaksanakan persembahyangan, Rabu (23/8). Turut hadir Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana serta beberapa pejabat pimpinan OPD di lingkup Pemkab Jembrana.

Gusti Agung Made Arta selaku ketua pengempon Pura Dangkahyangan Gede Perancak mengatakan, puncak karya piodalan pura Dangkahyangan Gede Perancak ini tepatnya jatuh pada buda kliwon julung manis medangsia. 
Menurut Made Arta bahwa pamedek yang tangkil serangkaian karya piodalan di Pura Dang Kahyangan Gede Perancak ini juga ada dari luar Jembrana. 

“Pemedek yang hadir kesini untuk mengaturkan persembahyangan itu dari seluruh Bali, bahkan ada yang dari luar bali. Pagi tadi sudah ada pemedek yang dari tampak siring.  Sejebag Bali bahkan sejebag Indonesia karena ini merupakan pura Dangkahyangan, ” ungkapnya. 

Made Arta menjelaskan Pura Dang Kahyangan Gede Perancak ini diempon oleh lima desa adat di wilayah Kecamatan Jembrana. Masing-masing adalah Desa Pakraman Perancak,Yehkuning, Budeng, Dangin Tukaddaya dan Desa Sangkaragung. 

“Pangempon dari desa-desa tersebut secara bergantian menjadi panitia karya piodalan yang digelar setiap 210 hari sekali,” jelasnya.

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih atas kehadiran Bupati Jembrana serta pemedek (masyarakat) yang sudah bisa melaksanakan persembahyangan dan mepunia di pura dangkahyangan gede perancak.

“Tityang ngangganin semeton sareng sami yen praside rauh nganturang suksma ledang kayun sane mepunia tyang ngaturang suksma, ”tutupnya.


Sementara itu, Bupati Tamba mengapresiasi umat dalam melaksanakan yadnya, dengan dilandasi semangat gotong royong dan tulus ikhlas. 

“Dengan didasari rasa tulus ikhlas dalam beryadnya, niscaya upacara ini akan berjalan lancar dan labda karya,” ujar Bupati Tamba. (Adi/Humas)


Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Buka Pameran Indonesia Cinta Disabilitas


Denpasar, Wakil Ketua K3S Kota Denpasar yang juga Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, secara resmi membuka Indonesia Cinta Disabilitas (ICD) Tahun 2023. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT ke-78 Republik Indonesia serta mewadahi Kreatifitas dan Produk UMKM Penyandang Disabilitas ini dipusatkan di Graha Nawasena, Rumah Harapan Kota Denpasar, Kamis (25/8).

Tampak sejak pagi hari terlihat banyak anak-anak disabilitas yang ikut serta dalam pameran UMKM dengan menampilkan berbagai hasil karya yang dijual, baik kerajinan maulun olahan makanan. Pada kesempatan ini, Wakil Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi bersama Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Widnyani Wiradana, Ketua Gatriwara Kota Denpasar, Ny. Purnawati Ngurah Gede berkesempatan menggunakan pakian hasil dari salah satu disabilitas Kota Denpasar yang di peragakan secara bersamaan sembari berjalan di tengah-tengah para undangan.

“Saya sangat mengapresiasi hasil karya disabilitas dikota denpasar ini, sperti contoh baju kaos yang saya gunakan ini tidak kalah bagusnya dengan pakian brand lainya. Dimana kegiatan Indonesia Cinta Disabilitas ini  sebagai wujud gerakan bersama melindungi dan bentuk kepedulian kita kepada para penyandang disabilitas dalam pemenuhan hak-haknya, sehingga mereka menjadi lebih mandiri, berkarya serta terus dapat berupaya meningkatkan kemampuan inklusinya untuk tercapainya kehidupan lebih baik,” ungkap Ny. Ayu Kristi.

Sementara Kadis Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati mengatakan, dari kemarin sudah dikaksanakan berbagai lomba oleh penyandang disabilitas seperti, Lomba Literasi Tentang Difabel, Webinar Heart to Heart Disabilitas, Lomba Bahasa Isyarat Lagu Indonesia Raya, dan Lomba Vlog dengan Tema Cinta Disabilitas, yang hari ini hadiah pemenang diserahkan langsung oleh Ibu Wakil Walikota Denpasar.

Lebih lanjut dikatakan, ICD tahun ini merupakan pelaksanaan untuk kedua kalinya. Dimana, kegiatan ICD ini bertujuan untuk mewadahi segala bentuk kreatifitas dan produk dari para penyandang disabilitas di Kota Denpasar. Pelaksanaan kegiatan ini  juga dikaitkan dalam rangkaian kemerdekaan RI sehingga akan menularkan semangat perjuangan kemerdekaan bagi penyandang disabilitas. 

"Dimana, kegiatan ICD tahun ini kembali digelar guna mewadahi kreatifitas dan produk-produk UMKM penyandang disabilitas, hal ini juga sebagai wahana meningkatkan sepirit kemerdekaan bagi penyandang disabilitas," ujarnya. (ays/humas.dps).

Pembukaan Sidang Paripurna DPRD Kota Denpasar, Wawali Arya Wibawa Sampaikan Ranperda Perubahan APBD TA. 2023


Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar secara resmi menyempaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2023. Pidato Pengantar tersebut disampaikan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dihadapan Sidang Paripurna ke-19 Masa Persidangan II DPRD Kota Denpasar yang dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede di Gedung DPRD Kota Denapsar, Kamis (24/8). Hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, Perwakilan Forkopimda Kota Denpasar, Seluruh Anggota DPRD Kota Denpasar, Pimpiman OPD di Lingkungan Pemkot Denpasar serta undangan lainya. 

Dalam Pidato Pengantar Walikota Denpasar tentang Ranperda Perubahan APBD Kota Denpasar Tahun Anggaran 2023 yang disampaikan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dijelaskan bahwa, penyusunan rancangan Perubahan APBD Kota Denpasar Tahun Anggaran 2023, telah memperhatikan pokok-pokok kebijakan yang tertuang pada Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2023. Tak hanya itu, perubahan ini juga mempedomani Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Tahun Anggaran 2023. 

Lebih lanjut dijelaskan, pedoman penyusunan APBD telah diatur mengenai sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat dengan kebijakan pemerintah daerah. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2023. Sehingga Pendapatan Daerah Kota Denpasar yang sebelumnya dirancang sebesar Rp. 2,12 Triliun Rupiah Lebih dan setelah perubahan dirancang sebesar Rp. 2,29 Triliun Rupiah Lebih. 

Dimana, Arya Wibawa menjelaskan, jumlah tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah setelah perubahan dirancang sebesar Rp. 1,01 Triliun Rupiah Lebih. Selanjutnya Pendapatan Transfer setelah perubahan dirancang sebesar Rp. 1,25 Triliun Rupiah Lebih. Dan Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah setelah perubahan dirancang sebesar Rp. 21,20 Miliar Rupiah Lebih.  

Selanjutnya, terkait belanja daerah Arya Wibawa menjelaskan bahwa Belanja Daerah dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Tahun Anggaran 2023 dirancang sebesar Rp. 2,70 Triliun Rupiah Lebih atau bertambah sebesar Rp. 348,55 Miliar Rupiah Lebih. Adapun jumlah tersebut terdiri atas pertama, Belanja Operasi setelah perubahan dirancang sebesar Rp. 1,99 Triliun Rupiah Lebih. Kedua, Belanja Modal setelah perubahan dirancang sebesar Rp. 400,40 Miliar Rupiah Lebih. Ketiga, Belanja Tidak Terduga setelah perubahan dirancang sebesar Rp. 113,41 Miliar Rupiah Lebih. Dan yang keempat, Belanja Transfer setelah perubahan dirancang sebesar Rp. 200,33 Miliar Rupiah Lebih. 

Selanjutnya, berdasarkan target pendapatan dan belanja daerah yang telah diuraikan tersebut di atas maka dalam Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Tahun Anggaran 2023 terjadi defisit sebesar Rp. 413,36 Miliar Rupiah Lebih. Dimana, rencana defisit ini akan ditutupi dari pembiayaan daerah yang terdiri atas penerimaan pembiayaan yang bersumber dari SILPA Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp. 448,94 Miliar Rupiah Lebih dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah sebesar Rp. 35,57 Miliar Rupiah Lebih. 

“Tentunya dalam proses ini, koreksi yang sifatnya membangun sangat kami harapkan dalam pembahasan nanti, sehingga apa yang kita rumuskan akan memberikan hasil yang terbaik bagi kelangsungan pembangunan Kota Denpasar yang kita cintai ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa / Ida Sang Hyang Widi Wasa melimpahkan Asung Kerta Wara Nugraha-Nya kepada kita sekalian sehingga rancangan peraturan daerah ini dapat ditetapkan menjadi peraturan daerah tepat pada waktunya,” ujar Arya Wibawa. (Ags/HumasDps).

Jadi Wahana Promosi Bagi IKM/UKM Denpasar, Pemkot Gelar Pameran Produk Potensi Ekspor


Denpasar-- Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar Pameran Produk Potensi Ekspor yang dibuka Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa di Trans Studio Mall Denpasar (TSM), Kamis (24/8) dan akan berlangsung hingga 27 Agustus mendatang. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk memberikan ruang bagi pelaku IKM dan UKM Kota Denpasar untuk mempromosikan produk yang memiliki potensi ekspor. 

Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa disela kegiatan mengatakan, Pameran Produk Potensi Ekspor ini merupakan salah satu terobosan dan inovasi dalam mendukung IKM/UKM Kota Denpasar naik kelas. Dimana, pelaksanaannya dapat menjadi ruang promosi sekaligus memperkenalkan produk lokal unggulan. Sehingga kedepannya dapat bersaing di kancah nasional bahkan internasional. 

" Kami harapkan pameran produk potensi ekspor ini dapat menjadi ajang untuk mempromosikan produk-produk lokal unggulan yang ada di Kota Denpasar. serta dapat memotivasi serta mendorong IKM/UKM lainya di Kota Denpasar untuk meningkatkan kualitas produknya, agar dapat bersaing di pasar internasional," kata Ayu Kristi Arya Wibawa

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari menjelaskan, pameran ini digelar untuk memberikan kesempatan kepada IKM/UKM Kota Denpasar yang Berpotensi Ekspor untuk mempromosikan produk-produknya secara offline. 

"Keadaan ekonomi pada saat ini sudah mulai meningkat tajam, melalui kegiatan ini akan dijadikan momentum untuk mendorong pelaku usaha IKM/UKM Kota Denpasar tetap eksis, bangkit dan lebih maju," harapnya 

Sri Utari menambahkan, dalam pelaksanaan Kegiatan Pameran Produk Potensi Ekspor ini, akan turut mengundang sedikitnya 34 Cosulate General dari beberbagai negara. Diantaranya Consulate General of Australia, Consulate General of The People's Republic of China, Consulate of Tunisia hingga Consulate of Ukraina. 

Selanjutnya, sebanyak 30 peserta akan mengikuti kegiatan ini. Jumlah tersebut terdiri atas sebanyak 12 Pelaku usaha Kerajinan, sebanyak 4 Pelaku usaha Fashion, sebanyak 7 Pelaku usaha Makanan dan Minuman, sebanyak 1 Pelaku usaha Herbal, sebanyaj 1 Pelaku usaha Spa dan sebanyak 5 Pelaku usaha lainnya. 

"Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi pelaku IKM/UKM, dan kami berharap kepada seluruh IKM/UKM yang terlibat agar memanfaatkan momentum ini menjadi ruang promosi untuk mengenalkan produk Denpasar di kancah nasional hingga internasional," ujarnya. (HumasDps).

Bupati Suwirta hadiri Rapat Pemantauan Dan Evaluasi Program Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi


KLUNGKUNG - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri Rapat Pemantauan dan Evaluasi Program Koordinasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi TW II-2023 bertempat di Ruang Aula UPTD PLUT KUMKM, Dusun Kacang Dawa, Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung, Kamis (24/8). 

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta berpesan agar dalam proses mengupload data supaya dapat dilaksanakan sesegera mungkin, guna mempercepat melakukan proses verifikasi data. "Tidak ada susah, asalkan apa yang dilakukan dapat dioptimalkan dan dilaporkan," ujar Bupati Suwirta. 
 
Bupati Suwirta mengingatkan kepada peserta supaya mengikuti Rapat dengan baik, agar informasi yang didapatkan dapat disebarluaskan kepada teman-teman di tempat kerja masing-masing. Direktur Korsup Wilayah V KPK RI dalam sambutannya yang diwakili Kasatgas V Bapak Nurul Ichsan Alhuda menyampaikan bahwa tujuan Rapat Pemantauan dan Evaluasi terhadap progress tindak lanjut Penertiban Aset (Sertifikasi, Penyelesaian Sengketa, Pengamanan, P3D dan PSU); Penagihan Piutang Pajak dan Optimalisasi Pajak Daerah; Progress PBJ, Pengawasan APIP; Hasil MCP dan SPI 2022 - 2023. 

Turut hadir pada Rapat tersebut, PJ Sekda Kabupaten Klungkung Dewa Gde Darmawan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Keuangan Daerah Dewa Putu Geriawan dan Inspektur Daerah (Irda) Kabupaten Klungkung I Made Sumiarta serta undangan terkait lainnya. (Humasklk/Cok)

Bupati Suwirta Buka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa


KLUNGKUNG -- "Saat menjadi pemimpin, totalitaslah dalam mensejahterakan masyarakat dan mengelola pemerintahan dimanapun tempat kalian memimpin," pesan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta kepada peserta Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa pada Kabupaten Klungkung bertempat di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Kamis (24/8). 

Bupati Suwirta dalam sambutannya mengajak peserta workshop untuk meningkatkan kerjasama dan bekerja secara totalitas dalam upaya mensejahterakan masyarakat dan menjalankan pemerintahan di Desa serta jadilah manager yang baik di masing-masing Desa. "Semoga melalui kegiatan ini, Perangkat Desa dapat lebih memahami dan melaksanakan pengelolaan keuangan di Desa Untuk mensejahterakan masyarakatnya," harap Bupati Suwirta

Inspektur Utama BKKBN Ari Dwikora Tono dalam sambutannya menyampaikan mengenai pengelolaan keuangan desa, desa dikatakan memiliki kemandirian dapat dilihat dari perolehan APBDes diatas 50% yakni natara perbandingan PAD dengan Total Pendapatan. 
"Mari kita jaga amanah untuk mengelola anggaran yang diperoleh dengan baik agar akuntabel dan transparan," ajak Ari Dwikora Tono.

Kegiatan Workshop diikuti oleh Camat, Perbekel dan Sekretaris Desa Se-Kabupaten Klungkung. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut pada sesi diskusi diisi oleh keempat narasumber, yakni Dr. I Made Mangku Pastika, M.M. (Anggota Komite IV DPD RI) memberikan materi mengenai "Pengawasan DPD RI Terhadap Pelaksanaan Undang-Undang, APBN dan Kebijakan Pemerintah terkait Desa"; Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Teguh Dwi Nugroho menyampaikan materi "Mekanisme Penyaluran dan Pertanggungjawaban Dana Desa"; 
Koordinator Pengawasan Bidang APD Joko Sunaryanto memberikan materi "Pengawalan Akuntabilitas Keuangan dan Pembangunan Desa"; Inspektur Utama BKKBN Ari Dwikora Tono menyampaikan materi mengenai "Strategi Pengawalan Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI) 2021 - 2024 Tingkat Desa". 

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali Muhammad Masykur dan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Teguh Dwi Nugroho serta undangan terkait lainnya. (Humasklk/Cok).
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved