-->

Selasa, 12 September 2023

Tingkatkan Pemahaman Pembuatan Banten Caru, Kelurahan Sanur Gelar Pelatihan Para Wanita Hindu


DENPASAR - Kelurahan Sanur menggelar Pelatihan Membuat Banten Caru Eka Sata yang digelar di Kantor Kelurahan Sanur, pada Selasa (12/9) pagi. Diikuti sedikitnya 45 orang para wanita Hindu yang berasal dari 9 lingkungan di Kelurahan Sanur ini merupakan upaya melestarikan nilai dan filosofi ajaran Agama Hindu, dan juga pemahaman soal tata cara pembuatan banten yang dipandu oleh narasumber Ida Ayu Mahyuni, dari Griya Banjar Penyaringan Sanur. 

Saat dihubungi, Lurah Sanur Ida Bagus Raka Jisnu mengatakan, pelatihan ini diadakan untuk memperkuat lagi pengetahuan soal pembuatan Banten Caru. Sehingga selain dapat membuat banten secara mandiri, juga sebagai upaya melestarikan tradisi dan budaya Bali. 

"Seperti yang kita tahu banten caru ini difungsikan untuk menetralisir kekuatan alam di lingkungan  sekitar kita. Jadi, melalui pelatihan ini, harapannya kita semakin memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara membuat banten caru ini," ungkap IB Raka Jisnu. 

Dia juga melanjutkan, dengan melibatkan para wanita Hindu lintas generasi, pemahaman krama utamanya wanita Hindu terkait tata cara dan proses pembuatan sarana upakara, dapat semakin didalami. 

"Banten caru merupakan sarana upakara yang sering kita jumpai dan digunakan. Untuk itu, sebagai wanita Hindu, ibu-ibu mungkin sudah sangat akrab, baik untuk keseharian di rumah maupun acara adat lainnya. Namun melalui pelatihan  ini, saya mengharapkan adanya proses saling bertukar ilmu dan pengetahuan yang dimiliki," lanjutnya.  

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan,  Ida Ayu Made Dwiyani warga Banjar Sindu Klod, mengaku  pelatihan banten yang diikuti olehnya, banyak memberikan pemahaman tentang makna dari banten caru itu sendiri. 

"Tentu saya sangat senang melalui pelatihan ini saya jadi tahu bahwa masing masing bagian banten caru ini ternyata memiliki makna tersendiri. Dan juga, saya bisa belajar tentang bagiamana secara detail teknis pembuatannya. Matur suksma," tutur Sukreni.

Buka Suryaloka dan Tourism Talk, Sekda Dewa Indra Apresiasi Kontribusi BI untuk Ekonomi Bali

 

Denpasar – Sekretaris Daerah (Sekda) Prov Bali Dewa Made Indra membuka secara resmi acara Suryaloka yang dirangkaikan dengan Tourism Talk bertajuk “Fostering Sustainable Economic through Quality Tourism: Unlocking Indian Market potential” bertempat di Graha Tirta Gangga, Lantai 2, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Denpasar pada Senin (11/9).

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Dewa Indra mengapresiasi BI terutama Kantor Perwakilan BI Prov Bali yang terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Bali. “Kita kembali saat pandemi Covid-19 melanda, dan juga saat recovery, BI selalu hadir membantu industri pariwisata dan UMKM di Bali,” jelasnya

Mengenai tema untuk menarik wisatawan India, Sekda Dewa Indra mengaku itu merupakan langkah yang tepat. Mengingat wisatawan dari India, termasuk salah satu wisatawan terbesar di Bali. Sebelum pandemi Covid-19 tahun 2019, ia mengungkapkan jika wisatawan India datang ke Bali sekitar 374.000. “Pada tahun 2020 dan 2021 tentu mengalami penurunan karena pandemi melanda seluruh dunia. Namun angka tersebut mulai naik di tahun 2022 dan tahun 2023 per 31 Agustus sudah menyentuh angka 288.000 wisatawan. Saya optimis angka tahun 2019 akan terlampaui bahkan melebihi,” tuturnya.

Birokrat asal Pemaron, Buleleng tersebut juga mengaku bahwa India merupakan pasar wisatawan yang sangat potensial untuk Bali. Hal itu dipandang karena kedua pihak mempunyai kultur yang mirip. Jadi ia sangat yakin jika potensi tersebut bisa dikembangkan dan dinaikkan terus.

“Ini semua tergantung dari semua pihak, baik pemerintah yang dalam hal ini imigrasi sebagai pintu masuk dilanjutkan dengan industri sebagai pintu berikutnya yang memberikan pelayanan prima bagi wisatawan untuk tema besar pariwisata Bali yaitu Quality Tourism,” tandasnya.

Sementara Kepala Perwakilan BI Prov Bali R. Erwin Soeriadimadja mengungkapkan jika pariwisata masih menjadi penggerak utama perekonomian Bali. Untuk itu pihaknya ingin mendorong Pariwisata Berkualitas atau Quality Tourism di Bali. Untuk itu ia mengajak semua pihak untuk berkoordinasi mencapai tujuan tersebut. 

“Mari kita bersama-sama mewujudkan Quality Tourism di Bali agar semakin mendunia utamanya Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten/Kota, Asosiasi Perbankan dan seluruh Insan Pariwisata agar menaruh perhatian yang besar untuk membuat kerjasama tidak hanya untuk kebangkitan pariwisata di Bali tapi juga yang terpenting industri derivatifnya dari pariwisata yang mana bisa lebih mewujudkan ekonomi Bali yang lebih kuat, lebih sejahtera dan juga lebih inklusif,” ungkap Erwin Soeriaatmadja.

Apresiasi juga datang dari Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti. Ia mengungkapkan jika agenda Suryaloka dan Tourism Talk merupakan salah satu perwujudan nyata bagi Bank Indonesia untuk berkontribusi di dalam pengembangan perekonomian sektor pariwisata. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbangunnya sinergi antara pemerintah, akademisi, praktisi, serta para pelaku usaha dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Kami punya program sosial Bank Indonesia dimana program itu sebenarnya adalah bagaimana Bank Indonesia itu bisa berkontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ucap Destry.

Hadir sebagai Narasumber, G. A. Diah Utari, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyampaikan Update perekonomian Provinsi Bali serta diseminasi hasil survei rutin dan ad-hoc yang telah dilakukan KPw BI Provinsi Bali, Konjen India di Bali, membahas Peluang Peningkatan Kunjungan Wisatawan India ke Bali dan potensi Kerjasama Investasi, Forum Komunikasi Desa Wisata membahas Potensi Desa, Neeharika Singh yang membahas Wisata untuk Menarik Kunjungan Wisman India dan PT. Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali mengenai Tren dan Pola Perjalanan Wisman Melalui Pelabuhan Udara.

Atasi Dampak Kekeringan PMI, BPBD dan PUPR Distribusikan Air Bersih ke Wilayah Seraya


Karangasem, Bali Kini - Dampak musim kemarau, sebagian warga masyarakat Karangasem alami kesulitan untuk mendapatkan air bersih.  Guna atasi kekurangan air bersih, PMI Provinsi Bali bersama BPBD Kabupaten Karangasem, dan Dinas PUPR mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah Seraya Timur, Karangasem, pada Selasa (12/9/2023).

Droping air bersih diturunkan di tiga dusun yakni di Dusun Tinjalas, Dusun Tanah Barak, Dusun Bukit Catu, Desa Seraya Timur, Karangasem. Dimana wilayah tersebut tidak tersentuh aliran air PDAM. Tak hanya itu, wilayahnya juga berada diperbukitan nan tandus. Sungai di sekitar wilayah tersebut juga mengalami kekeringan sehingga warga sama sekali tidak dapat akses mencari air bersih.

Terdapat setidaknya 177 kepala keluarga yang terkena dampak kekeringan dan kesulitan air bersih. 

"Disini ada sumber air yakni di embung diatas, namun sekarang airnya sudah mengering, sehingga warga kami terpaksa harus membeli air dari mobil tangki. Atau turun ke bawah untuk meminta air pada warga yang teraliri air PDAM," kata Perbekel Seraya Timur, Wayan Direng. 

Sementara Putu Suryandanu Willyan Richart sebagai Kabid Kerjasama dan Kemitraan PMI Karangasem mengatakan jika sebelumnya pihaknya menerima laporan dari warga atas kekurangan air bersih. "Kami telah menerima laporan dan permintaan dari warga. Dan langsung kami respon dengan menyalurkan bantuan air bersih di tiga dusun ini," ujarnya. Selain itu, pihaknya telah menjadwalkan pendistribusian air bersih ke sejumlah daerah rawan kekeringan yang warganya membutuhkan air bersih guna atasi dampak kemarau panjang ini.

Jadwal pendistribusian air bersih berikutnya dipetakan di wilayah berikut; dusun di wilayah Kecamatan Kubu, seperti ini Desa Pedahan, Ban, Muntigunung, Seraya dan lainnya. Kecamatan Abang, seperti di Desa Kedampal, Purwakerti dan Datah. Sementara untuk diwilayah Karangasem masih di Desa Seraya. (Ami)

6 Pemotor Terpelanting Akibat Ceceran Minyak Goreng


Karangasem Bali Kini - Ceceran minyak goreng sebabkan 6 motor tergelincir di Jln. Kesatrian, Banjar Batanha 2, Kelurahan Karangasem, pada Selasa (12/9/2023). Akibatnya beberapa pengendara roda dua tersebut alami luka ringan akibat terpelanting.

Hal tersebut dituturkan oleh Lurah Karangasem, I Made Ardiana Putra. "Benar, ada 6 pemotor yang menjadi korbannya. Sekarang sudah ditangani oleh Damkar Karangasem," katanya.

Menurutnya, tumpahan oli tersebut berasal dari salah satu pemotor sebelumnya yang minyak gorengnya tumpah dan tercecer di jalanan. Namun identitas pemotor tersebut tidak diketahui. "Yang jelas itu ibu-ibu," kata Lurah Karangasem.

Mendapat laporan tersebut dengan cepat pihak Damkar Karangasem datang untuk menangani tumpahan minyak tersebut. 1 armada dikerahkan dan berhasil ditangani dengan menyemprotkan 3000 liter air. Guna mencegah adanya korban lebih banyak lagi, apalagi tempat ceceran minyak tersebut tepat di perempatan jalan. (Ami)

Senin, 11 September 2023

Pemkot Denpasar Siap Gelar Lomba Tari Barong Ket dan Mekendang Tunggal Remaja Tahun 2023


Denpasar, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan kembali menggelar Lomba Tari Bapang Barong Ket dan Mekendang Tunggal Remaja di Tahun 2023 ini. Kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan pada 21 dan 22 September 2023 di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar ini sebagai upaya menjaring bibit-bibit seniman Tari Barong Ket dan Mekendang Tunggal Remaja di Kota Denpasar.

Kadisbud Kota Denpsar, Raka Purwantara didampingi Kabid Kesenian, I Wayan Narta saat diwawancarai Senin (11/9) menjelaskan, Tari Bapang Barong Ket dan Mekendang Tunggal di era sekarang ini sangat digandrungi oleh generasi muda di seluruh Bali. Karenanya, Pemerintah Kota Denpasar akan menyelenggarakan Lomba Tari Barong Ket dan Mekendang Tunggal. Hal ini dimaksudkan guna memberikan kesempatan kepada para generasi muda menujukkan tehniknya serta memanfaatkan olah kreativitas tangan dalam permainan kendang.

“Dari kegiatan ini nantinya diharapkan  muncul bibit-bibit Penari Barong Ket dan Pemain Kendang yang handal, serta dikemudian hari akan berguna untuk kelangsungan perjalanan kesenian sakral yang ada di Kota Denpasar, baik untuk ngayah ataupun kompetisi dan lomba-lomba,” terangnya

Secara teknis, Wayan Narta menambahkan, Tari Barong Ket dan Mekendang Tunggal merupakan sebuah bentuk pementasan yang berpasangan dan saling keterkaitan. Pelaksanaan lomba kali ini bersifat terbuka untuk generasi muda Kota Denpasar dengan peserta maksimal 24 pasang Juru Kendang dan Juru Bapang Barong Ket.

Lebih lanjut dijelaskan, nantinya pelaksanaan lomba akan menggunakan format berpasangan dengan mekanisme tarung bebas atau di undi. Namun demikian, pemilihan juara akan dipisahkan antara Tari Barong Ket dan Mekendang Tunggal.

“Jadi lomba kali ini dikhususkan bagi generasi muda Kota Denpasar yang berusia 15 - 28 Tahun saat lomba dilaksanakan pada November mendatang,” jelasnya

Narta menekankan, Peserta Lomba Tari Bapang Barong dan Tukang Kendang yang sudah pernah mewakili Kota Denpasar dalam ajang Pesta Kesenian Bali tidak diperkenankan mengikuti lomba. Adapun materi Tari Bapang Barong Ket yang ditampilkan yakni Pepeson Gilak Bebarongan (Petopengan/Bebarisan), Cecondongan, Guak Macok dengan Pengadeng atau pelayon yang menggunakan properti Tedung atau Pajeng, Ngintip Jangkrik dan terakhir Omang, dengan durasi waktu 18 sampai 20 menit.

“Administrasi dan kelengkapan Identitas diri peserta wajib dikumpulkan, hal ini mengingat terdapat sanksi bagi pelanggar administrasi dan identitas, Tehnik, Kreativitas dan Penampilan menjadi fokus penilaian, dan nantinya pemenang lomba yang terdiri atas Juara I, II, III dan Harapan I untuk masing-masing kategori, yakni Barong Ket dan Kendang Tunggal akan mendapatkan Piagam Penghargaan serta hadiah sejumlah uang,” jelasnya. (Ags)

Kelurahan Peguyangan Rutin Laksanakan Giat Bank Sampah di Banjar Benaya


Denpasar - Kelurahan Peguyangan rutin melaksanakan bank sampah disetiap banjar. Pelaksanaan bank sampah ini merupakan salah satu upaya berkelanjutan untuk mendukung pengolahan serta pemilahan sampah berbasis sumber. Pelaksanaan pengumpulan sampah kali ini dilaksanakan di Bank Sampah Dahlia Banjar Benaya, Kelurahan Peguyangan, Minggu (10/9).

Lurah Peguyangan, I Gede Sudi Arcana saat dikonfirmasi mengatakan giat bank sampah kali ini bertempat di Balai Banjar Benaya, Kelurahan Peguyangan. Bank Sampah  yang bernama Bank Sampah Dahlia ini dikelola oleh Kader PKK banjar setempat serta kelihan adat Banjar Benaya yang juga sebagai pelindung Bank Sampah Dahlia tersebut.

“Giat pengumpulan atau penimbangan sampah di Bank Sampah Dahlia ini dilaksanakan pada minggu kedua di setiap bulannya. Selain menerima pengumpulan sampah non organik, bank sampah ini juga menerima minyak jelantah yang nantinya juga akan disalurkan ke pengepul Sumber Bumi Menghijau (SBM),” ujarnya.

Sudi Arcana berharap, kedepannya Bank Sampah Dahlia dengan konsisten melaksanakan kegiatan bank sampah ini. Dimana, hal ini dapat membantu pemerintah dalam mengurangi pembuangan sampah  ke TPA Suwung.

"Selain itu dari bank sampah ini juga diharapkan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya memilah sampah dari rumah sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan dari sampah non organik," katanya.

Selebihnya dikatakan Gede Arcana adapun sampah yang terkumpul saat ini sebanyak 648,1 kilogram. Dimana, semua sampah tersebut akan dijual kembali ke pengepul.

"Dengan adanya bank sampah ini dapat memberikan nilai tambah terhadap sampah yang dihasilkan dimasing-masing rumah tangga," imbuhnya.

I Gusti Ayu Mas Sutrisni, selaku koordinator Bank Sampah Dahlia menambahkan dengan adanya Bank Sampah Dahlia ini memiliki dampak positif untuk PKK, salah satunya bisa menjadi tabungan.  Dimana, hasil pengumpulan sampahnya biasanya di bayarkan sebelum Hari Suci Galungan.

"Hasil pengumpulan sampah dari nasabah bank sampah ini sedikit tidaknya dapat di pergunakan untuk pembelian alat alat upakara, jadi semakin rajin menabung sampah semakin banyak manfaat yg didapatkan oleh ibu ibu pkk," katanya

Ketua TP.PKK Kota Denpasar Hadiri Rakornas PKK Tahun 2023 di Jakarta


Denpasar - Ketua TP.PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menghadiri acara Rapat Koordinasi Nasional PKK Tahun 2023 pada Senin (11/9) di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan. Pada kesempatan ini Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi oleh Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, serta Sekretaris PKK Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari. 

Seperti diungkapkan oleh Ketua Umum TP.PKK Pusat, Ny. Tri Tito Karnavian menyebutkan bahwa PKK dan Posyandu berbeda baik secara peran dan fungsinya. Namun di lapangan, sering disebutkan bahwa kader posyandu adalah merupakan kader PKK. Padahal kedua hal tersebut tidak sama, dimana orangnya dan anggaran nya berbeda. Tetapi di lapangan, masyarakat mengenal posyandu adalah milik PKK. 

"Seringnya di lapangan dikatakan bahwa kader posyandu adalah juga kader PKK, padahal keduanya berbeda, baik secara peran dan fungsinya serta anggaran dan  orangnya berbeda, kegiatan Rakornas ini diharapkan mampu menyamakan persepsi guna mendukung optimalisasi implementasi program pokok PKKK secara nasional," ungkapnya.

Dikatakannya, tema yang diusung kali ini adalah Kader PKK dan 10 Program Pokok PKK Melaju Menuju Indonesia Maju. Dimana, pelaksanaan Rakornas ini diharapkan mampu menyamakan persepsi terkait program pokok PKK. 

Ny. Sagung Antari dalam kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan Rakornas ini dapat menjadi wadah untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara TP.PKK Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota diseluruh Indonesia. Sehingga dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya dapat memberikan kemanfaatan optimal. 

"Kegiatan Rakornas tahun ini bisa menjadi ajang untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara TP.PKK Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota diseluruh Indonesia dalam mendukung program kerja, tugas pokok dan fungsi PKK di masyarakat," tuturnya. 

Sagung Antari berharap, kedepannya dari kegiatan ini dapat membangun sinergi kebijakan kelembagaan dan program kerja PKK dan dapat diimplementasikan dengan baik di seluruh TP.PKK Pusat, Provinsi serta Kabupaten/Kota di Indonesia.

"Kami berharap melalui kegiatan ini dapat mendukung program kerja dan kebijakan dalam mewujudkan optimalisasi peran PKK di masyarakat," ujarnya.

WNA Dimankan Imigrasi, Selundupkan Ponsel Berbagai Merk


Denpasar - Melalui Imigrasi Denpasar, menindak 2 WNA yang terbukti melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Dua WNA tersebut telah menyalahgunakan izin tinggal dan masuk ke Wilayah Indonesia secara Illegal. 

"Kedua WNA tersebut terdiri dari WN China berinisial CY yang menyalah gunakan izin tinggalnya untuk menjual ponsel palsu di Bali dan WN Pakistan berinisial MT masuk secara Illegal ke Wilayah Indonesia tanpa dilengkapi dokumen izin tinggal dan tanda perlintasan antar Negara", ungkap Anggiat Napitupulu, Kakanwil Menkumham Bali, Senin (11/09).

Penangkapan WN China berinisial CY ini bermula dari laporan seorang pemilik konter di Denpasar yang sempat membeli satu ponsel dari pelaku pada 28 Agustus 2023. 
"Barang yang dia jual berupa handphone. Sudah ada pembeli sudah ada korbannya dan pengaduan ini kita terima dari pembeli barang itu," ujar Kakanwil. 

Ponsel yang tidak disebut merknya tersebut berhasil terjual sebanyak 10 Unit dengan cara door to door dari konter ke konter. CY yang tidak bisa berbahasa Indonesia tersebut menggunakan Google Translate untuk memperlancar aksinya.  

Perkara yang menjerat CY akan diserahkan ke pihak Kejaksaan untuk diproses hukum lebih lanjut.  CY terancam dijerat dengan Pasal 122 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta.

Selain WN China tersebut, Petugas Imigrasi juga menangkap WN Pakistan berinisial MT yang masuk ke wilayah Indonesia secara ilegal tanpa dilengkapi dokumen izin tinggal dan tanda perlintasan Antarnegara. 

Anggiat mengungkapkan WN Pakistan tersebut masuk ke Wilayah Indonesia melalui perairan. "Dia mengaku masuk ke Wilayah Indonesia melalui perairan dan butuh waktu 5 (lima) hari untuk sampai ke Bali", ungkap Anggiat. 

MT terindikasi masuk secara "gelap" tanpa melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) dan saat ini masih dalam tahap penyidikan. Kepala Kantor Imigrasi Denpasar, Tedy Riyandi juga menjelaskan MT mengaku tiba di Bali pada tanggal 27 Agustus 2023. 

Dari hasil pemeriksaan MT mengaku bekerja di salah satu perusahaan tisu di Bali atas rekomendasi agennya. MT dijerat dengan Pasal 113 Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun dan atau denda paling banyak Rp100 juta.

"Kedua WNA tersebut kini ditahan di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar untuk menunggu proses lebih lanjut," tutupnya.

Hari Pertama Berkantor, Pj. Gubernur Gelar Coffee Morning Dengan Kepala OPD


DENPASAR - Guna memperkuat dan menjalin koordinasi, Penjabat Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya didampingi Sekretaris Daerah Dewa Made Indra melakukan pertemuan dengan Kepala OPD di lingkungan Provinsi Bali. Selain beramah tamah, pertemuan yang dikemas dalam bentuk coffee morning ini membahas kinerja, capaian dan program yang akan dilakukan kedepannya sehingga Pj. Gubernur memiliki bayangan terkait isu-isu krusial yang harus dikerjakan segera. Acara diskusi dan ramah tamah tersebut berlangsung di Ruang Rapat Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Denpasar, pada Senin (11/9).
 
Dalam pengarahan tersebut, selain memperkenalkan diri, Pj. Gubernur Mahendra menekankan beberapa poin kepada para Kepala OPD

“Saya berharap dalam satu team bisa saling melakukan koordinasi dengan baik dan bergerak dengan solid, sehingga tujuan program-program yang telah dirancang dapat terlaksana dengan baik,” kata pria kelahiran Singaraja.

Pj. Gubernur Mahendra juga memberikan kesempatan kepada Kepala OPD untuk proaktif ke masyarakat baik dalam melaksanakan program maupun dalam memberikan informasi kepada masyarakat, program apa yang telah dicapai serta proaktif dalam menangani permasalahan yang terjadi di lapangan dan wajib menjadi pendengar yang baik bagi masyarakat. 

Selanjutnya, Mahendra juga menekankan kepada Kepala OPD jangan hanya berfokus pada kegiatan rapat semata, melainkan harus fokus kepada aksi nyata ke masyarakat, baik dalam penanganan kemiskinan, ekonomi, stunting maupun kegiatan lainnya. 

Terkait penanganan stunting, dimana Bali yang saat ini angka stuntingnya lebih kecil dari nasional yaitu 8.0% hendaknya tidak membuat Pemprov Bali jumawa, melainkan harus bekerja keras lagi bagaimana menurunkan angka ini dan mencegah agar tidak ada stunting lagi di Bali. 

Untuk itu, Mahendra meminta kepada OPD terkait yang memfasilitasi hal tersebut, agar menampilkan data yang akurat dan real time terkait stunting. Menurutnya data yang akurat akan memudahkan kita untuk bekerja. 

“Saya juga minta kepada petugas lapangan, baik satgas, Puskesmas ataupun tim posyandu agar benar-benar ke lapangan melakukan input data secara real time, baik dari segi jumlah, penanganan yang telah dilakukan kepada balita tersebut, progresnya itu ditampilkan di data, jadi kita tahu, apa saja yang sudah didapatkan oleh misalnya Balita A, dan bagaimana progresnya, jadi semua itu jelas terlihat,” pungkas Mahendra.

Tebing Longsor, 3 Orang Penggali Batu Di Karangasem Meninggal Dunia

 

Karangasem, Bali Kini - 3 Orang penggali batu tabas meninggal dunia saat hendak bekerja di tebing Dusun Kemuning, Desa Linggasana, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Senin (11/9/2023) siang. Dimana tanpa diduga-duga tebing tiba-tiba longsor dan mengenai para pekerja yang berjumlah 4 orang, 3 orang lainnya meninggal sementara 1 orang selamat.

Kronologis awalnya yakni sekitar pukul 09.00 Wita, 4 orang pekerja ke lokasi untuk melaksanakan penggalian mencari batu tabas dengan membuat goa di tebing. Menurut pengakuan korban selamat, setelah 2 jam bekerja, goa yang dibuat sudah berkisar 2 meter. Pada pukul 11.00 Wita tanah di atas lokasi (bukan di dalam goa) tiba-tiba longsor menimpa korban.

Akibatnya, tanah Tebing yang memiliki tinggi 30 meter tersebut longsor dan menimbun 2 orang diantaranya I Kadek Pasek dan I Kadek Berata alias Dek Bong sedangkan I Ketut Sueca, dan  I Kadek Berata alias Dek Lelo terpental kurang lebih 1 meter. Kondisi korban yang terpental 1 Orang Meninggal Dunia atas nama I Ketut Sueca, dan sudah  dilarikan ke Rumah Sakit Umum, sedangkan Dek lelo mengalami Iuka pada punggung serta kaki lecet masih dalam keadaan sadar.

Tim SAR gabungan kemudian ada diarahkan untuk membantu proses evakuasi para korban. "Informasi itu kami terima dari BPBD Karangasem sekitar pukul 12.05 Wita, melaporkan bahwa akibat longsor masih ada 2 orang belum ditemukan, sementara itu warga setempat telah mengevakuasi 1 orang meninggal dunia dan 1 orang selamat," jelas I Nyoman Sidakarya, S.H., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali). Seorang korban yang selamat atas nama I Kadek Berata (34) dan meninggal atas nama I Ketut Sueca (40), selanjutnya jenasahnya langsung dibawa menuju RSUD Karangasem. Kondisi jenazah korban terlihat mengenaskan.

Proses evakuasi sedikit susah, dimana mengharuskan menggunakan alat berat. Ditambah, kondisi tebing juga labil.

"Segera setelah menerima laporan, diberangkatkan 5 personil Pos SAR Karangasem menuju lokasi. Setibanya di lokasi, mereka berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya, melakukan pencarian dengan dibantu alat berat atas koordinasi dari bapak Kepala Desa langsung," terang koordinator lapangan Pos SAR Karangasem, Putu Agus Andika Bhayangkara.

Pukul 13.15 Wita tim SAR gabungan menemukan 1 orang dalam kondisi meninggal dunia atas nama I Kadek Berata (44). Berselang 15 menit kemudian, korban terakhir ditemukan juga dalam kondisi tak bernyawa atas nama I Kadek Pasek (37). "Evakuasi korban diinfokan dari Pak Kades langsung dievakuasi ke rumah duka masing-masing yaitu Dusun Kemuning,".(Ami)

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved