-->

Jumat, 22 September 2023

Program "Lestari" Tingkatkan Budaya Literasi Anak di Kelurahan Sumerta


Denpasar, Program Layanan Edukasi Safari Literasi Kelurahan Sumerta (Lestari Kerta) terus digencarkan Kelurahan Sumerta. Hal ini utamanya dalam mengoptimalkan minat literasi anak-anak dan menumbuhkan kesadaran lingkungan di wilayah Kelurahan Sumerta. Kegiatan ini ditujukan bagi peserta didik mulai dari tingkat TK/PAUD, SD, hingga SMP yang telah dilaksanakan pada Jumat (22/9).

Lurah Sumerta, I Wayan Eka Apriana, menjelaskan bahwa salah satu langkah dalam gerakan "Lestari Kerta" adalah mengajak anak-anak untuk membawa sampah anorganik dan menabung di bank sampah sebagai syarat untuk meminjam buku di perpustakaan. Hal ini dilakukan untuk mengajarkan konsep pengelolaan sampah sejak usia dini serta mengedukasi anak-anak mengenai pentingnya memilah sampah berdasarkan sumbernya.

Selain itu, dalam kegiatan ini, anak-anak juga mendapatkan sosialisasi dan edukasi tentang pengelolaan sampah berbasis sumber. Mereka diajarkan cara memilah sampah organik dan anorganik serta dampak buruk yang dapat timbul jika sampah tidak dikelola dengan baik.

Pihaknya berharap, melalui kegiatan ini, anak-anak menjadi lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan memahami pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak menjadi lebih peduli dengan lingkungan sekitarnya," ujar Eka Apriana.

Selain kegiatan literasi dan edukasi tentang lingkungan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan mesatua Bali. Mesatua Bali merupakan bentuk penyuluhan bahasa Bali dari penyuluh Bahasa Bali di Kelurahan Sumerta. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat belajar dan memahami kearifan lokal serta memperkaya pengetahuan mereka tentang budaya Bali.

Sementara itu, Bunda Literasi, Ny. Dewi Anggraeni Apriana, berkomitmen untuk terus menjalankan program "Lestari Kerta" secara berkelanjutan. Diharapkan, program ini dapat terus diikuti dan dinikmati oleh anak-anak di Kelurahan Sumerta sehingga dapat menciptakan generasi masa depan yang peduli terhadap lingkungan dan memiliki minat literasi yang tinggi.

Kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat sekitar yang menyambut baik upaya Bunda Literasi Kelurahan Sumerta dalam mengajarkan literasi dan kesadaran lingkungan kepada anak-anak. 

"Semoga program 'Lestari Kerta' menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melakukan gerakan yang serupa dalam menciptakan masyarakat yang sadar akan pentingnya literasi dan menjaga kebersihan lingkungan," harapnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, pihak Bunda Literasi melibatkan Kepala Sekolah, Tenaga Pendidik, Penyuluh Bahasa Bali Kelurahan Sumerta, penggiat literasi Kelurahan Sumerta, dan pengurus bank sampah di wilayah Kelurahan Sumerta.(Ayu/h)

Hilang Semalaman, Bocah 5 Tahun Ditemukan Merendam Kaki Di Kubangan Sungai


Karangasem, Bali Kini - Sempat Hilang semalaman, bocah 5 tahun akhirnya ditemukan duduk di samping sungai Tukad Melanting.

Seorang anak 5 tahun bernama Kadek Miko dikabarkan hilang saat bermain di seputaran rumahnya, Kamis (22/9/2023). Rumah korban yang berlokasi di Banjar Dinas Tenganan, Desa Tenganan, Kec. Manggis, Kab Karangasem, yang memang berdekatan dengan hutan.

Bocah tersebut diketahui menghilang dari jam 12.30 WITA pada Kamis (21/9/2023). Dimana awalnya, sepulang dari sekolah (TK) ia meminta susu kepada orang tuanya. Saat ibunya hendak membuat susu, bocah tersebut sudah hilang dari pandangan. Ibunya yang mengetahui Miko berlari keluar pekarangan rumah, langsung mencari keberadaan Miko. 

Selang beberapa jam kemudian, Miko tak kunjung ditemukan, hingga akhirnya warga dikerahkan untuk ikut melakukan pencarian. Pencarian pun dilanjutkan dengan menggunakan Baleganjur sesuai kepercayaan warga setempat. Hingga malam hari, keluarga dan warga tidak menemukan korban, hingga tim SAR gabungan bersama Basarnas Bali, BPBD Karangasem, Babinkantibmas Tenganan, Babinsa Tenganan, Camat Desa Manggis, K9 Polda Bali, SAR Dog, Polsek Manggis ikut turun melakukan penyisiran hingga pukul 2 malam. 

"Ketika kabur anak itu membawa hp iPhone, kami sudah berupaya untuk menelepon, hapenya masih nyala, selama pencarian kami telepon terus hingga malam hari Hp nya tidak bisa ditelpon lagi," terang Bendesa Adat Tenganan Pegrinsingan, Putu Suarjana.

"Karena kondisi gelap maka pencarian kita sepakati akan dilakukan kembali di pagi hari," tandasnya.

Akhirnya, pada Jumat, (22/9/2023) bocah tersebut berhasil ditemukan dengan keadaan selamat dan dalam  posisi duduk dipinggir sungai sambil merendam kakinya di air. Kemudian ia langsung dilarikan ke Puskesmas Manggis untuk mengecek kesehatannya.

Sementara, Koordinator Tim SAR Karangasem, Gusti Ngurah Eka Widnyanna mengatakan jika pihaknya sempat melakukan pencarian dengan 3 tim. "Tim 1 turun menyusur sungai, tim 2 ke arah utara dan tim 3 ke arah selatan, di atas sepanjang sungai," ungkapnya. Tak lama berselang ada laporan dari Babinkamtibmas yang mengatakan bahwa ditemukan sebuah HP di Banjar Sangan. "Di seputaran penemuan HP tersebut ada sungai, kita menurunkan lagi tim di seputaran tersebut," imbuh Ngurah Eka.

"Tim yang melakukan pencarian di sungai menemukan kadek Miko pada pukul 08.31 Wita, masih dalam kondisi sadar namun terlihat lemas dan pucat di kubangan air posisi jongkok," katanya.

Untuk diketahui, Kadek Miko mengidap Autisme dan sosok anak yang hiperaktif. (Ami)

Tunjukkan Taring, Tabanan U-17 Tumbangkan Buleleng 5-0 di Semi Final


Tabanan , Bali kini -
Dukungan Ketua DPC Kabupaten Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, untuk Tim Sepak Bola Tabanan U-17 dalam Liga Kampung PDI Perjuangan 2023 terus berlanjut. Kali ini sokongan tersebut diperlihatkan secara langsung dengan menghadiri pertandingan semi final Tabanan U-17 kontra Buleleng U-17 yang berlangsung di Lapangan Wanara Mandala, Padang Tegal, Ubud, Gianyar, Kamis, (21/9).


Alhasil, kehadiran politisi asal Dauh Pala Tabanan yang saat itu didampingi para Petugas Partai di Legislatif, Pengurus DPC, PAC, Anak Ranting hingga Kader dan simpatisan Partai Moncong Putih Tabanan, sontak menambah besar dukungan terhadap tim Tabanan U-17. Harapan menapak final pun terbuka lebar, setelah pasukan lumbung pangannya Bali U-17 berhasil menggulung tim sepak bola Buleleng U-17 dengan skor 5-0 di semi final lanjutan Liga Kampung PDI Perjuangan 2023. 


Untuk diketahui, langkah serdadu lumbung Beras Tabanan U-17 sampai semi final, berkat pada laga sebelumnya, Selasa 19 September 2023 berhasil mengkandaskan perlawanan Tim Sepak Bola Karangasem U-17 di babak penyisihan dengan skor 2-1. Sehingga, Tabanan berhak melangkah ke semifinal menantang Tim Sepak Bola Buleleng U-17 yang terlebih dahulu juga telah berhasil mengungguli Tim Sepak Bola Gianyar U-17 dengan skor 1-0. 


Bak gayung bersambut, kehadiran Ketua DPC PDI Perjuangan Tabanan, Sanjaya bersama jajaran hingga lapisan terbawah, mampu melipat gandakan semangat para pemain, sehingga mampu memberikan kotribusi permainanan yang atraktif. Alhasil, Tabanan mampu mengendalikan permainan dan menang 5 gol tanpa balas atas Buleleng. "Kemenangan ini merupakan kemenangan kita bersama, kerja keras kita bersama. Tetap merendah dan jangan jumawa karena masih banyak lagi laga-laga selanjutnya," ujarnya. 


Selain itu, Ketua DPC yang menjabat sebagai Bupati Tabanan itu juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kemenangan ini. "Saya sangat berterimakasih atas semangat juang yang ditunjukan para pemain, tentu saja bagi pelatih, oficcial dan pihak terkait lainnya. Kita mampu melanjutkan trend positif kemenangan kita di babak semi final ini. Saya juga berharap, momentum ini mampu kita jaga dalam laga final nanti yang digelar di Ngurah Rai," pinta Sanjaya. 


Permintaan tersebut pun diamini oleh para pemain setelah usai pertandingan, begitu juga para pelatih dan oficial. Pihaknya berseru akan menampilkan kemampuan yang terbaik dan berjuang sebaik-baiknya untuk meraih kemenangan dalam laga final nanti. Apalagi dukungan maksimal telah diberikan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Tabanan baik dari segi moril dan materiil. Sebab itu, penampilan yang terbaik merupakan harga mati pada laga final nanti dalam mencapai kemenangan.(r1/*)

Kamis, 21 September 2023

Lewat Inovasi SIPESAT, Desa Tegal Harum Raih Penghargaan Perpustakaan Terbaik Se-Indonesia


Denpasar-- Desa Tegal Harum kembali sukses menorehkan prestasi tingkat nasional. Kali ini, Desa yang sukses menjadi pemenang lomba desa tingkat nasional ini meraih Penghargaan Perpustakaan Terbaik Nasional dengan Inovasi Layanan Digital Terbaik se-Indonesia, yang digelar di Hotel Alana Yogyakarta pada Kamis (21/9).

Penghargaan diterima langsung Kepala Perpustakaan Sastra Mahottama, I Made Budiarta dan diserahkan secara langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Drs. Deni Kurniadi, M.Hum pada acara PLM (Peer Learning Meeting) Nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. 

Perbekel Desa Tegal Harum, I Komang Adi Widiantara saat dikonfirmasi menjelaskan, melalui Aplikasi Perpustakaan Digital Desa Tegal Harum (SIPESAT) memperoleh Juara Satu kategori Inovasi Bentuk lainnya yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. Inovasi diciptakan mengingat pentingnya perpustakaan dalam menambah literasi baca, maka Perpustakaan Mahottama Desa Tegal Harum hadir untuk memfasilitasi minat tersebut. 

*Perpustakaan Sastra Mahottama menjadi satu-satunya Perpustakaan di Provinsi Bali yang memperoleh penghargaan sebagai Perpustakaan dengan Inovasi Layanan Digital Terbaik se-Indonesia," ujarnya

Lebih lanjut dijelaskan, Inovasi SIPESAT hadir untuk memenuhi minat baca warga dan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan perpustakaan online. Sehingga mampu mendukung optimalisasi budaya literasi bagi masyarakat. 

"Untuk memenuhi minat baca warga dan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan perpustakaan online SIPESAT", tuturnya.

Pengembangan Pertanian Mesti Mengedepankan 3E


DENPASAR - Pengembangan pertanian mesti mengedepankan 3E yaitu Economic, Equity dan Ecology. Konsep 3E menjadi penting agar pengembangan pertanian sejalan dengan tujuan pembangunan, dimana pertanian mesti memberikan keuntungan secara ekonomi bagi petani, memberikan kesetaraan bagi petani dalam mendapatkan akses teknologi dan selalu mengedepankan kelestarian lingkungan. 

“Mungkin tantangan lingkungan yang paling mendesak, perubahan iklim terutama didorong oleh emisi gas rumah kaca, seperti karbon dioksida dan metana, dari aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, penggundulan hutan, dan proses industri. Perubahan iklim menyebabkan kenaikan suhu, peristiwa cuaca yang lebih sering dan parah, kenaikan permukaan laut, dan gangguan ekosistem” kata Dosen Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas Padang, Prof. Dr. Ir. Novizar Nazir, M.Si dalam paparannya pada Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Sains Pertanian, Program Pascasarjana, Universitas Warmadewa di Denpasar pada Kamis (21/9).

Menurut Novizar, mitigasi perubahan iklim menjadi salah satu tantangan global yang paling mendesak dan  terpenting. Memelihara Bumi melibatkan pengurangan emisi gas rumah kaca, transisi ke energi terbarukan, dan beradaptasi dengan dampak iklim untuk mengamankan planet yang layak huni bagi generasi mendatang.
Novizar menyatakan langkah penting berikutnya adalah manajemen sumber daya yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa generasi mendatang memiliki akses ke sumber daya vital seperti air bersih, tanah subur, dan mineral. Menghindari eksploitasi berlebihan dan penipisan sumber daya sangat penting.

“Lingkungan yang berkelanjutan menopang ekonomi yang stabil dan sejahtera. Degradasi lingkungan dapat menyebabkan krisis ekonomi dan kesulitan bagi generasi mendatang” paparnya

Ia menambahkan pertanian berkelanjutan dan praktik penggunaan lahan yang bertanggung jawab juga penting untuk memastikan pasokan makanan yang konsisten dan bergizi bagi populasi global yang terus bertambah. Memelihara Bumi adalah cara untuk menjaga kesehatan masyarakat untuk masa depan.

Sedangkan Kaprodi Masgister Sains Pertanian, Prof. Dr. Ir. Yohanes Parlindungan Situmeang, M.Si menyampaikan bahwa pembangunan berkelanjutan di bidang pertanian yang juga bermakna memelihara masa depan bumi melalui pertanian. Memelihara masa depan memiliki makna menjaga lingkungan untuk memenuhi kebutuhan generasi yang akan datang.

Teringat Masa Lalu Ketut Dangin Ngamuk Pakai Sabit


Karangasem Bali Kini - Dipicu teringat oleh permasalahan di masa lalu, seorang adik mengamuk dan melakukan aksi pengerusakan di rumah kakak kandungnya.

Satpol-PP Karangasem mengamankan Nengah Dauh warga Banjar Dinas Kalanganyar, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem yang mengamuk menggunakan sabit dirumah kakak kandungnya Ketut Dangin pada Kamis (21/9/2023).

Dikatakan, Nengah Dauh sempat mengamuk hingga dua kali, pertama di pukul 23.00 WITA dan yang kedua pagi ini sekitar pukul 6.00 WITA. "Ini dipicu masalah di masa lalu dengan kakaknya I Ketut Dangin," kata Kepala Dusun Kalanganyar, I Gede Raka.

"Sehari-harinya, Nengah Dauh ini biasa kerja sebagai petani, tapi kalau sudah ingat peristiwa masalalu dengan kakaknya, dia mengamuk. Apalagi sekarang sudah punya istri, tambah lagi emosinya meledak-ledak, hingga sampai menimbulkan kekerasan" sambungnya.

Amukan Nengah Dangin menyebabkan pintu dan kaca jendela rumah kakaknya hancur. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena pemilik rumah sedang tidak ada ditempat.

Setelah petugas Satpol-PP berhasil mengamankan Nengah Dauh, kini dibawa ke RSUD Karangasem di dampingi petugas untuk ditangani lebih lanjut. "Pelaku sudah diamankan dan dibawa ke rumah sakit Karangasem di dampingi petugas medis Bebandem untuk penanganan lebih lanjut, " kata Kasat Pol PP Karangasem, I Ketut Arta Sedana. (Ami)

Ny. Antari Jaya Negara Bacakan Dongeng Bagi Siswa SD, Nyata Implementasi Pembelajaran Sastra Bali Terhadap Anak-Anak

 

Denpasar - Kegiatan mendongeng Bahasa Bali (Mesatua Bali) saat ini bisa dijadikan salah satu langkah implementasi Pembelajaran Bahasa Bali sekaligus pelestarian budaya Bali. Hal ini disampaikan Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara usai terlibat dalam kegiatan Mesatua Bali bersama siswa SD Negeri 14 Dangin Puri yang disiarkan secara langsung di Radio Publik Kota Denpasar (RPKD), pada Kamis (21/9). 

"Sebagai orang tua dan juga tenaga pendidik, kita memerlukan banyak metode pembelajaran dan pengajaran menyenangkan terutama mengenai budaya dan Bahasa Bali kepada anak anak kita. Salah satunya melalui media radio seperti ini," kata Ny. Antari Jaya Negara. 

Sebagai salah satu media yang masih eksis dan berkembang hingga saat ini, lanjut Ny. Antari Jaya Negara, radio adalah sarana edukatif yang efektif bagi masyarakat luas khususnya anak-anak.
 
Untuk diketahui, kegiatan Mesatua Bali ini sendiri merupakan program kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar dan juga jajaran Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali. 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Dewa Nyoman Sudarsana mengatakan, program Mesatua Bali ini juga adalah salah satu langkah mewujudkan komitmen implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang berfokus pada pelestarian budaya, bahasa dan sastra Bali.  

"Kita harapkan, kegiatan Mesatua Bali melalui radio ini diharapkan dapat memberikan inspirasi guna memacu kreativitas bagi para orang tua  dalam memberikan pengajaran bagi anak-anak," ujarnya.

Walikota Jaya Negara Buka Lomba Barong Ket dan Mekendang Tunggal Kota Denpasar


Denpasar, Lomba Bapang Barong Ket dan Mekendang Tunggal Remaja Kota Denpasar Tahun 2023 dibuka secara resmi dengan Nyolahang Punggelan Barong oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Kota Denpasar, Kamis (21/9) sore dan akan berlangsung hingga Jumat (22/9). Pelaksanaan kegiatan ini merupakan upaya menjaring bibit-bibit seniman Tari Barong Ket dan Mekendang Tunggal Remaja di Kota Denpasar. 

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Pimpinan OPD, Konsultan Seni Kota Denpasar serta undangan lainya. 

Disela kegiatan, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, Tari Bapang Barong Ket dan Mekendang Tunggal di era sekarang ini sangat digandrungi oleh generasi muda di seluruh Bali termasuk Denpasar. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya generasi muda yang piawai memainkan kendang dan bapang barong. 

Dikatakan Jaya Negara, Pemerintah Kota Denpasar kembali menggelar Lomba Tari Barong Ket dan Mekendang Tunggal yang dirangkaikan dengan Peringatan ke-177 Puputan Badung ini merupakan upaya memberikan pembinaan dan pengembangan sekaligus pelestarian sebuah kesenian sakral khususnya tari barong yang ada di Kota Denpasar. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada para generasi muda menujukkan tehniknya serta memanfaatkan olah kreativitas tangan dalam permainan kendang. 

"Sebagai Kota yang heterogen, lomba ini diikuti oleh peserta yang lumayan banyak, nantinya pemenang lomba akan terus dilaksanakan pembinaan untuk disiapkan sebagai Duta Seni Kota Denpasar, kami bangga melihat anak-anak muda tetap berkreatifitas dan tidak kehilangan jati diri," ujarnya

"Dari kegiatan ini nantinya diharapkan dapat memberikan pembinaan dan pengembangan sekaligus pelestarian, serta muncul bibit-bibit Penari Barong Ket dan Pemain Kendang yang handal, serta dikemudian hari akan berguna untuk kelangsungan perjalanan kesenian sakral yang ada di Kota Denpasar, termasuk pelaksanaan Pesta Kesenian Bali," imbuhnya. 

Kadisbud Kota Denpasar, Raka Purwantara didampingi Kabid Kesenian, I Wayan Narta  menjelaskan, secara teknis Tari Barong Ket dan Mekendang Tunggal merupakan sebuah bentuk pementasan yang berpasangan dan saling keterkaitan. Pelaksanaan lomba kali ini bersifat terbuka untuk generasi muda Kota Denpasar yang kali ini diikuti oleh 18 pasang Juru Kendang dan Juru Bapang Barong Ket.

Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan lomba menggunakan format berpasangan dengan mekanisme tarung bebas atau di undi. Namun demikian, pemilihan juara akan dipisahkan antara Tari Barong Ket dan Mekendang Tunggal.

Narta menekankan, Peserta Lomba Tari Bapang Barong dan Tukang Kendang yang sudah pernah mewakili Kota Denpasar dalam ajang Pesta Kesenian Bali tidak diperkenankan mengikuti lomba. Adapun materi Tari Bapang Barong Ket yang ditampilkan yakni Pepeson Gilak Bebarongan (Petopengan/Bebarisan), Cecondongan, Guak Macok dengan Pengadeng atau pelayon yang menggunakan properti Tedung atau Pajeng, Ngintip Jangkrik dan terakhir Omang, dengan durasi waktu 18 sampai 20 menit.

"Tehnik, Kreativitas dan Penampilan menjadi fokus penilaian, dan nantinya pemenang lomba yang terdiri atas Juara I, II, III dan Harapan I untuk masing-masing kategori, yakni Barong Ket dan Kendang Tunggal akan mendapatkan Piagam Penghargaan serta hadiah sejumlah uang,” jelasnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan lomba tahun ini diiringi  Sekehe Gong Nayakanari Black Cobra dan Sekehe Gong Arsa Winangun, Desa Adat Poh Gading, Kecamatan Denpasar Utara. (Ags/Dps).

Monev Pemerintahan Desa di Kecamatan Dawan


KLUNGKUNG - Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta melaksanakan Monitoring dan Evaluasi di Desa Kusamba, Desa Kampung Kusamba dan Kecamatan Dawan, Kamis (21/9). Turut hadir dalam pelaksanaan Monev Pemerintah Desa di Kecamatan  Banjarngkan yakni Asisten I  Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ida Bagus Ketut Mas Ananda, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Klungkung, I Wayan Suteja dan Camat Dawan, Dewa Widiantara.

Kegiatan Monev dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan kinerja penyelenggara Pemerintahan Desa pada aspek perencanaan dan pelaksanaan Desa, evaluasi serta pelaporan. Monitoring dan evaluasi dari tim Kabupaten kali ini lebih disasarkan sebagai pendampingan dan pembinaan terhadap Pemerintah Desa, agar berjalan sesuai dengan tupoksi yang ada, hal ini sangat diperlukan sebagai bahan evaluasi menuju perbaikan Kinerja selanjutnya.

Pada kegiatan Monev ini yang menjadi bahan evaluasi adalah administrasi dan pelaksanaan kegiatan pembangunan fisik, seperti jalan, aset tanah dan pelelangan kendaraan yang ada di Desa. Sehingga Kedepan agar tertib administrasi dan pelaksanaan kegiatan bisa berjalan dengan lancar.

Wabup Kasta dalam arahnya menyampaikan tim monev melakukan monitoring dari sisi pelaksanaan regulasi-regulasi yang ada di Desa dan mengevaluasi hasil pelaksanaan tersebut, apakah sudah sesuai dari penganggaran, perencanaan, pelaksanaan dan hasilnya. Manfaatkan pelaksanaan Monev ini untuk bertanya kepada tim, apabila masih terdapat keraguan mengenai regulasi Pemerintah Desa.

Monev Pemerintahan Desa bukan sekedar pemeriksaan dan evaluasi semata, tetapi juga berisi pembinaan-pembinaan dalam penyelenggaraan regulasi-regulasi yang ada di Pemerintahan Desa. "Kami datang kesini untuk membina bukan memeriksa, dan berharap Kampung kusamba dan Desa Kusamba tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan," ujar Wabup Kasta.

Pihaknya menambahkan arahan dari Tim Monev Pemerintahan Desa dapat dilaksanakan dengan baik oleh perangkat Desa. "Apapun kegiatan yang dilakukan, harus didasari dengan regulasi, berita acara dan dokumentasi," jelas pejabat asal Desa Akah ini.

Dalam pelaksanaannya, Tim melakukan monitoring dan Pembinaan pada empat bidang, yakni Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Bidang Kemasyarakatan, Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa dan Bidang Pemberdayaan Desa. Rapat evaluasi Pelaksanaan Monev Pemerintahan Desa di Kecamatan Dawan dilaksanakan di Kantor Kecamatan Dawan. 

Pedagang Pasar Tumpah di Trotoar Jalan Ditertibkan Satpol PP Denpasar


Denpasar, Sat Pol PP Kota Denpasar bersama Tim Gabungan Desa Dauh Puri Kelod melaksanakan penertiban Pasar Tumpah yang berdagang di Trotoar Jalan Waturenggong sebelah Pasar Sanglah, Desa Dauh Puri Kelod Kamis, (21/9). Penertiban tersebut dilaksanakan lantaran pedagang tersebut melanggar ketertiban lalu lintas umum. 

Perbekel Dauh Puri Kelod, I Nengah Suarta, mengatakan, penertiban ini dilaksanakan dalam upaya memberikan efek jera. Dimana, dalam penertiban ini, beberapa barang dagangan telah diamankan dan dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Denpasar.

Dikatakannya, sebelum melakukan penertiban, pihaknya telah beberapa kali melakukan sosialisasi dan imbauan agar pedagang tidak berjualan di badan jalan. Bahkan, pihaknya telah menyediakan tempat di dalam Pasar Sanglah untuk berjualan. Namun, tetap saja pedagang tersebut tetap memilih berjualan di badan jalan. 

"Untuk itu kita akan secara kontinyu melakukan penertiban ," ungkap Suarta.

Untuk tindak lanjutnya, pihaknya telah melakukan koordinasi dan sepakat dengan Satpol PP untuk melakukan patroli di kawasan tersebut sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Kasatpol PP Denpasar, AA Ngurah Bawa Narendra saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya akan melibatkan anggotanya untuk melakukan patroli di kawasan tersebut dari pukul 05.30 hingga 10.00 wita. Patroli akan dilakukan hingga satu bulan kedepan, bahkan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Hal ini menurutnya harus dilakukan karena pedagang melanggar Perda Nomor 1  Tahu. 2015 tentang Ketertiban Umum. 

"Kami tidak melarang masyarakat untuk berjualan, namun harus pada tempatnya," ungkap Bawa Nendra.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved