-->

Kamis, 02 November 2023

Kolaborasi Pemkot Denpasar dan Puri Agung Denpasar, Festival Legong Keraton Lasem Siap di Gelar 4-5 November Mendatang.


Ket foto : Pelaksanaan Festival Legong Keraton Lasem se-Bali tahun 2022 lalu. 


Denpasar,Bali Kini - Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan bekerjasama dengan Puri Agung Denpasar siap menggelar Festival Legong Keraton Lasem se-Bali. Kegiatan yang dilaksanakan sebagai upaya pelestarian kesenian klasik tarian palegongan ini akan dihelat di Jaba Pura Agung Jagatnatha Denpasar pada 4-5 November mendatang. Demikian diungkapkan Panglingsir Puri Agung Denpasar, AA Ngurah Wira Bima Wikrama saat dikonfirmasi, Kamis (2/11). 


Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan Festival Legong Denpasar ini merupakan langkah nyata dalam mendukung dan menguatkan kesenian klasik, khususnya palegongan di Kota Denpasar. Sehingga melalui Festival Legong ini, diharapkan kesenian palegongan tetap eksis sebagai kesenian klasik dan memiliki ciri khas tersendiri. 


Dikatakannya, lomba ini dikhususkan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dengan materi Legong Keraton Lasem yang menggunakan kaset Aneka Record STSI Vol. 5. Kegiatan yang dilaksanakan untuk kali kedelapan ini akan memperebutkan Piala Bergilir Walikota Denpasar. Dimana, hingga kini sebanyak 28 kelompok telah terdaftar mengikuti kegiatan ini. 


“Harapan kami melalui kegiatan ini dapat mendukung pelestarian kesenian klasik Legong Keraton Lasem di Kota Denpasar,” ujarnya 


Sementara, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara didampingi Kabid Kesenian, I Wayan Narta mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini. Dimana, pihaknya memberikan apresiasi atas dukungan pelestarian kesenian klasik Bali, khususnya Tari Legong Keraton Lasem ini. 


Pihaknya berharap, kegiatan ini mampu mendukung penguatan kesenian klasik tari legong. Terlebih kita ketahui bersama bahwa kesenian Tari Legong telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh UNESCO. Sehingga upaya pelestarian berkelanjutan harus terus dioptimalkan, baik dari sisi pembinaan hingga penyediaan ruang kreatifitas. 


“Semoga kegiatan ini dapat menjaring bibit-bibit serta generasi baru penari legong, khususnya Legong Keraton Lasem di Kota Denpasar,” ujarnya.  (Ags/r). 

Bupati Tamba Beri Dukungan Siswa Magang Ke Luar Negeri.


Jembrana , Bali Kini 
- Bupati Jembrana, I Nengah Tamba memberikan dukungan kepada 13 mahasiswa OTC ( overseas training center )  Jembrana yang akan melaksanakan magang ke sejumlah negara. Dukungan tersebut diungkapkan Bupati Tamba saat menerima audensi mahasiswa OTC Jembrana di Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Kamis (2/11).

Bupati Jembrana merasa bahagia melihat anak-anak setelah dididik di OTC, mereka bisa mencari pengalaman kerja dengan melaksanakan magang ke Luar Negeri.


"Mereka-mereka ini sangat luar biasa, inilah yang saya harapkan, kita punya program siapapun, baik itu pemerintah Kabupaten Jembrana yang memberangkatkan ataupun pihak swasta yang terlibat disini, saya tentu ucapkan terima kasih," ujarnya


Bupati Tamba juga menambahkan mereka-mereka ini selain dapat meningkatkan perekonomian keluarga, mereka juga berperan sebagai Pahlawan Devisa.


" Bayangkan kalau 20 tenaga kerja yang bisa bekerja keluar negeri, 1 orang itu bisa mengirim uang kepada orang tuanya 3 juta atau 5 juta setiap bulan inilah pergerakan ekonomi  yang akan kita butuhkan daripada adik-adik ini, " ucapnya


Bupati Tamba memberi semangat dan support untuk anak-anak muda handal Jembrana dan yang akan kembali nanti tahun 2026 saatnya Jembrana Emas itu bangkit dan menjadi The Midle Class  ke atas untuk mengisi daripada lowongan kesempatan kerja di Kabupaten jembrana yang kita sediakan.


"Jembrana itu punya konsep mekepung tidak pernah menyerah dan tidak pernah kalah, jangan mengeluh karena diluar negeri kalian tidak ada teman, tidak ada saudara disitu untuk berdiskusi mengadukan keluhan tetapi semangatlah, " tandasnya 


Semantara itu Kepala OTC Jembrana I Putu Arya Wahyu Widiantara menuturkan ada 13 Mahasiswa yang akan berangkat magang ke Luar negeri.


"Yang berangkat ini adalah semua putra - putri dari Kabupaten Jembrana. nantinya mereka akan magang  di Negara Thailand dan Taiwan di Perhotelan, " ucapnya 


I Putu Arya mengucapkan terima kasih atas dukungan Bupati Jembrana yang telah memberikan semangat kepada siswa yang magang, sehingga hal tersebut menjadi motivasi bagi para siswa untuk menyelesaikan magang dengan baik.( rls )


Sekda Alit Wiradana Hadiri HUT Ke-25 Tahun BKS LPD Kota Denpasar


 Teks Foto : Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana saat menghadiri Peringatan Hut Badan Kerjasama (BKS) Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Kota Denpasar Ke-25 Tahun, Kamis (2/11) di Gedung Ksirarnawa Denpasar.


Denpasar, Bali Kini - Peringatan Hut Badan Kerjasama (BKS) Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Kota Denpasar Ke-25 Tahun dihadiri Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana mewakili Walikota Denpasar, Kamis (2/11) di Gedung Ksirarnawa Denpasar.




Puncak Hut BKS LPD Ke-25 Tahun ini ditandai dengan pemotongan tumpeng secara bersama-sama oleh Ketua BKS LPD Kota Denpasar,  Putu Jendra bersama-sama Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana dan pengurus BKS LPD Kota Denpasar.  Tampak hadir dalam kegiatan ini I.B Rai Dharmawijaya Mantra selaku wakil keluarga pendiri LPD Bali serta Walikota Denpasar periode Tahun 2008-2020 . Dalam peringatan ini juga dilaksanakan pengukuhan pengurus BKS LPD Kota Denpasar periode Tahun 2023 sampai Tahun 2027.




Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Alit Wiradana mengatakan, di era saat ini sangat penting bagi LPD untuk terus berinovasi mempertahankan eksistensi serta kepercayaan masyarakat. 




"Dalam rangka peringatan HUT ke- 25 BKS LPD Kota Denpasar ini diharapkan bisa menjadi momentum LPD se-Kota Denpasar berbagi energi positif dan saling mendukung satu sama lain agar Seluruh LPD di Kota Denpasar berjalan Dengan baik dan ajeg," ujarnya.




Disamping itu upaya kerjasama diantara lembaga yang sama untuk kemandirian dengan saling menukarkan pengalaman dan saling bantu dalam mencoba memecahkan permasalahan yang ada. Terlebih dalam kondisi saat ini peran lembaga penyedia jasa keuangan sangat dibutuhkan oleh masyarakat desa melalui pelayanan secara mudah, cepat dan murah serta berperan aktif berbagi dalam aktivitas sosial budaya.




“Peringatan Hut ini diharapkan dapat terus meningkatkan semangat para pengelola LPD dan terjalin forum komunikasi diantara 35 LPD se-Kota Denpasar yang dapat berjalan dengan baik, serta semangat kebersamaan dan persatuan untuk membangun LPD sebagai lembaga keuangan milik desa adat


di Kota Denpasar dapat terus ditingkatkan”, ungkapnya.




Sementara Ketua BKS LPD Kota Denpasar, I Putu Jendra  dalam laporannya mengatakan bahwa tumbuh kembang LPD se-Kota Denpasar menunjukkan tren positif. Besar harapan kami kepada seluruh Krama Desa Adat se-Kota Denpasar untuk terus mendukung keberadaan LPD yang kita cintai. Oleh sebab itu pada Hari Ulang Tahun BKS-LPD Kota Denpar menggambil Tema LPD Bangkit, Desa Adat Maju.




Tentu dari tema ini, kita berharap LPD seluruh Kota Denpasar bertumbuh seirama demi tercapain kesejahteraan Masyarakat Adat Kota Denpasar. "Melalui pembinaan yang terarah, dengan mengiki perkembangan teknologi, kita berharap LPD menjadi jembatan Ekonomi Digital Desa Adat. Kelak dikemudian hari LPD menjadi pusat informasi usaha strategis Masyarakat melalui pembinaan UMKM yang ada di Desa Adat," ujarnya. (ays/r2).

Berhasil Turunkan Angka Stunting, TP. PKK Kota Bontang Studi Tiru ke Pemerintah Kota Denpasar


Denpasar , Bali Kini
- Pemerintah Kota Denpasar berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam upaya penurunan angka stunting, bahkan berhasil mencatatkan angka terendah di tingkat nasional. Hal ini membuat Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur  Hapidah Basri Rase,SE melakukan  kunjungan studi tiru ke Pemerintah Kota Denpasar. 


Kunjungan ini di terima Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa di dampingi Ketua DWP Kota Denpasar Ny.Ida Ayu Widnyani Wiradana  di Desa Edukasi Teba Majelangu Desa Kesiman  Kertalangu, Kamis (2/11).


Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bontang   Hapidah Basri Rase,SE mengatakan, 

stunting, masalah serius yang harus mendapat perhatian serius.  Sehingga Studi ini menjadi langkah awal dalam upaya bersama untuk menangani masalah gizi buruk yang dapat memengaruhi pertumbuhan anak di masa depan. 


Selain menurunkan angka stunting dalam Studi Tiru Hapidah Basri Rase ingin mengetahui penerepan atau implementaai 10 program Pokok PKK Kota Denpasar.  "Hasil dari Studi tiru ini saya berharap bisa diterapkan di Kota  Bontan," ujar Hapidah Basri


Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristy Arya Winawa menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar melalui Tim Penggerak PKK Kota Denpasar sangat berkomitmen dalam menurunkan angka stunting. Salah satu upaya yang dilakukan TP PKK dalam menurunkan angka stunting adalah dengan memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada ibu hamil dan balita. Bahkan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat PMT juga diberikan kepada para lansia. 


Agar tepat sasaran PMT langsung di berikan secara door to door ke rumah rumah masyarakat oleh Ketua Tim Penggerak Kota Denpasar Ny.Sgung Antari Jaya Negara. " Langka tersebut dengan harapan bantuan yang diberikan tepat sasaran," ungkap Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa. 


Tidak hanya itu dalam menurunkan angka stunting TP PKK Kota Denpasar juga rutin melaksanakan pelayanan Posyandu Paripurna. Dari kegiatan posyandu masyarakat diberikan edukasi terkait kesehatan dan masalah gizi pada anak, semua itu  tentunya  sesui dengan  10 Program Pokok PKK. 


Mengingat 10 program PKK merupakan sebuah pilar dan pondasi yang sangat kuat yang menjadi dasar bagi Tim Penggerak PKK dalam melakukan edukasi pemberdayaan terhadap penguatan karakter keluarga. Penguatan karakter keluarga melalui implementasi program unggulan PKK. Telah mampu mengedukasi masyakat menjadi mandiri dan berkarakter.


Menurut Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, 

Desa Kesiman Kertalangu merupakan salah satu desa edukasi yang ada di Kota Denpasar yang telah mampu mensinergikan implementasi 10 Program Prokok PKK dengan berbagai program pengembangan masyarakat yang ada di desa. Melalui 4 Edukasi Teba Majelangu disini dilakukan edukasi pengembangan karakter, penguatan pola asuh, sampai dengan Upaya implementasi pengembangan Aku Hatinya PKK. 


Dari sisi pengembangan karakter dan Pendidikan, Desa Kesiman Kertalangu mengembangkan pendidikan alam dengan mengimplementasikan pola asuh demokratis bagi anak-anak yang melibatkan edukasi anak-anak usia dini. Melalui Teba Majelangu, Desa Kesiman Kertalangu Bersama TP. PKK juga melakukan edukasi berbagai pelatihan yang dapat menumbuhkan perekonomian keluarga dan membuka lapangan perkerjaan seperti penguatan pangan local melalui kue tradisional laklak. 


Dalam Penguatan Hatinya PKK, Teba Majelangu menjadi pusta pembelajaran pola pengembangan pangan keluarga terutama penguatan pangan lokal. 


Yang selanjutnya pengurus PKK dapat mengedukasikannya melalui kelompok-kelompok PKK dusun dan menyasar rumah tangga keluarga. 

Terlebih lagi di masa pandemic peranan Aku Hatinya PKK di keluraga memberikan pengaruh yang sangat besar dalam pemenuhan pangan keluarga.


"Itulah implementasi 10 program pokok PKK di Desa Kesiman Kertalangu, Kota Denpasar yang merupakan binaan TP. PKK Kota Denpasar," ujar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa.



Selanjutnya tentunya kami TP. PKK Kota Denpasar tidak menutup kemungkinan juga akan dapat mengedukasi berbagai program yang sudah dikembangkan di Kota Bontang dan begitu sebaliknya semoga apa yang telah kami terapkan mampu menginspirasi TP. PKK Kota Bontang dan nantinya dapat mengimplementasikan di Kota Bontang. (Ayu/r2)


Panglima TNI: TNI-Polri Netral Pemilu 2024 Aman dan Damai


Jakarta , Bali Kini
- Kuncinya aman dan sejuk itu, TNI-Polri netral, saya yakin masyarakatpun gak mau mengganggu, kalau TNI-Polri netral, saya yakin mereka akan berfikir sepuluh kali untuk mengganggu jalannya Pemilu, ia pasti akan melihat TNI-nya bagaimana, Polri-nya bagaimana, kalau TNI-Polri mulai goyang sana, goyang sini, masyarakat ikut juga nanti, yang ingin mengganggu banyak, yang ingin netralitas TNI-Polri bubar, juga banyak, maka kuncinya adalah netralitas, soliditas.


 


Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. yang didampingi Asops Panglima TNI dan Kapuspen TNI dalam memberikan materi pada acara Apel Kasatwil Tahun 2023, dengan  tema  “Penguatan Kepemimpinan Polri Yang Presisi Guna Mengamankan Tahapan Pemilu dan Agenda Nasional Tahun 2024 Dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Maju,” berlangsung di Gedung The Ritz Carlton Jakarta Mega Kuningan, Jakarta selatan, Rabu (1/11/2023).


 


Panglima TNI mengatakan, bahwa TNI berpedoman pada Peraturan Perundang-Undangan seperti yang diamanatkan Undang-Undang RI No. 34 tahun 2004 dimana salah satu Tugas Pokok TNI adalah membantu tugas Pemerintah di daerah dan membantu Polri dalam rangka tugas Kamtibmas, TNI harus  bersikap netral sesuai UU RI No. 34 tahun 2004, UU RI No. 10 tahun 2016 dan UU RI No.7 tahun 2017.


 


Panglima TNI berharap kepada jajaran TNI-Polri untuk bekerja sama, saling  berkomunikasi, solid dan kompak dari tingkat pejabat atas sampai ke tingkat paling bawah di lapangan. “Para Satkowil ini tentunya bagaimana kita bersinergi yang baik, solid sesuai dengan tanggung jawabnya tentunya, saling menghargai, saling menghormati, tentunya kita memiliki tugas pokok dan wewenang masing-masing, sehingga saya yakin di daerah saya lihat sudah semuanya solid, sudah sinergi, tolong dipertahankan, apalagi di Satkowil. Sering-seringlah berkomunikasi, berkoordinasi, karena tidak bisa sinergitas TNI-Polri itu hanya di pampang di baliho saja,” ucap Panglima TNI.


 


Selanjutnya dikatakan Panglima TNI “Pemimpin di wilayah, Kapolda dengan Pangdam, Kapolres dan Dandim, Kapolsek dan Danramil ini harus selalu bergandengan, selalu bersama-sama, biar Prajurit yang melihat sungkan akan berbuat yang tidak benar, karena pemimpinnya sudah bersatu, masa anak buahnya mau bertikai, tidak mungkin, maka tunjukan dulu para pemimpinnya ini jalin terus komunikasi dan koordinasi, dan saya sudah perintahkan kepada seluruh jajaran baik TNI AD, TNI AL, TNI AU jalin terus, karena inilah kekuatan negara kita, inilah yang membuat kita kuat, apabila TNI-Polri kuat," sambungnya.


 


Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan terkait nasib di masa depan, pangkat dan jabatan, semuanya sudah ada yang ngatur. "Itu  sudah diatur Tuhan, sudah ada garis tangannya tidak usah neko-neko, pangkat, jabatan kesejahteraan serahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa, yang penting kita kerja dengan baik sesuai dengan porsi masing-masing, rejeki datang sendiri," pungkasnya.


 


Turut hadir Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, para Kapolda dan Kapolres di seluruh Indonesia dan para undangan.[*]


 

Dinas Kesehatan Kota Denpasar Buka Pos Kesehatan Bagi Petugas di TPA Suwung


Denpasar,Bali Kini -
Dalam upaya penanggulangan dampak kesehatan akibat kebakaran di TPA Suwung, Dinas Kesehatan Kota Denpasar membuka pos kesehatan di dua lokasi, yaitu TPA Suwung dan tempat pengungsian di Kelurahan Serangan, pada Rabu (1/11). 


Adapun jam operasional pos kesehatan di TPA Suwung  dibuka selama 24 jam, yang terbagi ke dalam tiga shift penjagaan.  Sedangkan di tempat pengungsian Kelurahan Serangan dibuka dua shift, yakni pagi dan sore hari. Petugas medis yang terlibat di pos-pos kesehatan itu adalah berasal dari puskesmas se-Kota Denpasar,  RSUD Wangaya, PMI, BPBD dan bantuan dari klinik Kimia Farma yang sebelumnya telah dibuka selama 4 hari sejak kejadian bencana kebakaran di TPA Suwung. 


Kegiatan pemeriksaan kesehatan kepada petugas di TPA Suwung melibatkan 4 orang dokter yg terdiri dari 3 orang dokter umum dan 1 orang dokter spesialis paru dengan dibantu oleh tenaga paramedis. 


Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. A.A. Ayu Candrawati saat dihubungi mengatakan, kasus yang banyak dikeluhkan akibat dampak dari kebakaran itu meliputi batuk, pilek, sesak, mual, dan juga diare. 


"Tadi pagi sdh dilaksanakan pemeriksaan kesehatan massal kepada petugas di TPA Suwung, dan kasus yang banyak dikeluhkan adalah batuk, pilek, sesak , mual, dan juga diare," ungkapnya. 


dr. Candra menambahkan, dari hasil kegiatan pemeriksaan kesehatan kepada 50 orang petugas di lokasi,  tindakan medis telah diberikan berupa pemeriksaan tensi dan pemberian obat sesuai indikasi penyakit. 


"Pos kesehatan ini tetap akan dibuka sampai tanggal 8 November 2023 sesuai dengan adanya surat pernyataan tanggap darurat," tutup dr. Candra.[rls]


Gadis Asal Desa Kerta Mandala Mengamuk, Diamankan Satpol-PP Karangasem


Karangasem, Bali Kini - Kembali, Satpol-PP Kabupaten Karangasem dihubungi untuk membantu mengamankan ODGJ yang mengamuk di rumahnya yakni di Banjar Dinas Kebon, Desa Kerta Mandala, Abang, Karangasem, Kamis (2/11/2023). 


Sekitar jam 11.30 Wita petugas Satpol-PP Karangasem yang dipimpin oleh Danton I Wayan Sukarama mendatangi rumah pasangan Nengah Merta dan luh Rai. Dimana anaknya yang masih gadis tiba-tiba saja mengamuk tanpa sebab. Amukan Gadis berinisial NNS ini bahkan hampir membuat anggota keluarga yang menenangkannya hampir disiram dengan air panas. 


Untung saja, petugas dengan sigap mengamankan amukan gadis yang baru berusia 20 tahun tersebut. 


"Benar, saat ini sudah kita amankan dan langsung kita bawa ke RSUD Bangli. Terkait dia mengalami gangguan jiwa atau tidak, menurut pihak keluarga memang dia ini beberapa kali sudah mengamuk seperti ini, tapi baru kali ini pertama kalinya dia dibawa ke RSJ Bangli, " Kata salah satu petugas Satpol-PP. 


Sebelum dibawa ke RSJ Bangli, NNS dibawa terlebih dahulu ke UGD RSUD Kabupaten Karangasem. (Ami)

Rabu, 01 November 2023

547 Hari Keliling Indonesia Tengku Faisal Dan Istri Berhasil Sambangi 30 Provinsi


Pensiun pegawai Bank Indonesia. Meski sudah tak muda lagi, Ia bersama istrinya dr. Indriati berhasil mengelilingi 30 provinsi di Indonesia selama 547 hari. 


Reporter ; Adong Eko 


Bali Kini - Selama 32 tahun bekerja di Bank Indonesia, Teuku Faisal pernah ditugaskan dibeberapa daerah Indonesia, seperti di pulai Jawa dan Sumatera. 


Teuku Faisal kerap berpindah-pindah tempat hingga akhirnya beberapa tahun menjelang pensiun ia ditugaskan untuk mengabdi di Bank Indonesia Thamrin, Jakarta. 


"2018 saya pensiun. Setelah masa kerja selesai saya bersama istri memilih kembali ke Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara," kata Teuku Faisal, ketika bercerita kepada penulis, pada Selasa, 3 Oktober 2023. 


Bagi pria kelahiran Banda Aceh itu alasan memilih menghabiskan waktu di Kota Padangsidimpuan adalah untuk mencari ketengan diri setelah puluhan tahun waktunya dihabiskan dengan hiruk pikuk pekerjaan di Bank Indonesia. 


"Padangsidimpuan itu kan kota Madya, tidak terlalu ramai. Jadi untuk mencari ketenangan dapatlah," ucap pria kelahiran 25 Desember 1961 itu. 


Selain menanggap Kota Padangsidimpuan daerah yang nyaman dan tenang, bagi Teuku Faisal kota itu menyimpan kenangan tersendiri baginya. Dimana pada saat pertama kali bekerja di Bank Indonesia, Padangsidimpuan adalah daerah penempatan pertama kalinya ketika ia diterima sebagai pegawai Bank Indonesia. 


" Tahun 1986 saya ditugaskan di Medan. 1987 sampai dengan tahun 2000 bertugas di Kota Padangsidimpuan. pindah ke Bank Indonesia Thamrin Jakarta sampai 2015, pindah lagi ke Medan sampai 2017 kembali lagi ke Bank Indonesia di Thamrin 2018 hingga pensiun," kata Faisal.


Kurang lebih 14 tahun menetap di Kota Padangsidimpuan bagi Teuku Faisal, daerah itu sudah seperti kampung halamannya sendiri. Di sana ia pun membangun kehidupannya layaknya orang-orang pada umumnya. Tak hanya itu, di sana ia juga mendirikan radio yang diberi nama, Radio Adi Utama (RAU) FM Padangsidimpuan.


"Kenapa saya setelah pensiun kembali ke Kota Padangsidimpuan? karena rumah ada di sana dan ada radio yang saya bangun pada tahun 1994 harus diurus kembali," tutur Faisal. 


Setelah tak lagi bekerja sebagai pegawai Bank Indonesia. Teuku Faisal menjalani hidup seperti pensiunan pada umumnya. Menikmati hari demi hari bersama istri tercintanya Indriati. Di rumah sederhana yang mereka tempati pun sudah tak ramai lagi. Karena kedua putranya sudah menata kehidupan rumah tangga sendiri. 


"Anak-anak saya sudah menikah. Mereka tinggal di Jakarta," kata pria yang kini dikaruniai lima orang cucu dari ketiga anaknya. 


Namun waktu untuk menikmati masa pensiun yang baru beberapa tahun dinikmati Teuku Faisal bersama istri terganggu. Wabah Covid-19 pada 2021 membuatnya tak bisa kemana-mana. Kehidupan menjadi terbatas. Berbagai aturan dikeluarkan pemerintah untuk mengantisipasi penularan virus yang mematikan itu. 


"Waktu pandemik Covid-19 kita kan tidak bisa kemana-mana. Mau ke Jakarta dan ke Medan juga tidak bisa," kata Teuku Faisal. 


Aktivitas yang dilakukan hanya bisa berada di rumah. Rutinitas yang dilakukan pun hanya menonton konten-konten di Youtube. Dimana satu ketika Teuku Faisal menonton konten orang-orang yang melakukan perjalanan keliling Indonesia. 



Konten-konten perjalanan keliling Indonesia itu menginspirasi Teuku Faisal untuk mencoba melakukan hal yang sama. Keinginan itu lalu ia sampaikan kepada istrinya. 


"Saya tanya istri mau tidak eksperimen? Keliling Indonesia. Dari pada hanya di rumah, nanti banyak penyakit yang datang," cerita pria kelahiran Banda Aceh itu. 


Ibarat dayung bersambut, Indriati yang mendengar keinginan suaminya itu pun menyetujui. Sepasang suami istri itu ternyata punya keinginan yang sama. Sama-sama ingin menikmati hari tua yang lebih indah dan penuh dengan kenangan. 


Setelah mendapat persetujuan sang Istri dan memastikan kekasih tercintanya akan ikut mendampingi perjalanan, Teuku Faisal mulai mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Perjalanan keliling Indonesia ini akan menjadi perjalanan yang tak akan pernah dilupakan sehingga perlu persiapan yang matang. 


"Di konten youtube itu, saya lihat sudah ada yang pakai motor, sepeda, mobil. Tapi yang kakek-nenek belum ada. Jadi ini mungkin cerita unik, kakek-nenek keliling Indonesia," tutur Teuku Faisal. 


Teuku Faisal pun mulai memodifikasi mobil Toyota Voxy miliknya. Mobil tersebut dimodifikasi bagaikan rumah berjalan. Didalamnya terdapat kamar, dapur dan gudang penyimpanan barang-barang bawaan yang dibutuhkan untuk mengelilingi satu demi satu provinsi yang ada di Indonesia. 


Modifikasi mobil seperti rumah berjalan itu sengaja dilakukan Teuku Faisal untuk mengantisipasi agar ketika tiba di daerah tujuan ia bersama istrinya tidak perlu menginap di hotel. 


"Mobilnya kami modifikasi di Jakarta. Jadi kami terbang dari Padangsidimpuan menuju Jakarta untuk melakukan perjalanan perdana," kata Teuku Faisal. 


Niat sudah matang, perlengkapan dalam perjalanan pun sudah dikemas kan. Keinginan menikmati keindahan alam Indonesia telah menggebu-gebu dalam hati dan pikiran, perjalanan pun segera dimulai. 


Bersama istri, Teuku Faisal meninggalkan rumahnya di Padangsidimpuan. Mereka terbang menuju Jakarta untuk memulai perjalanan perdana. Minggu 6 Februari 2022 adalah hari bersejarah dan tak akan pernah dilupakan bagi sepasang suami istri itu. Mereka memulai perjalanan dari Jakarta menuju Lampung. 


"Persiapan utama untuk memulai perjalanan ini sebenarnya mental. Mental ini harus benar-benar disiapkan agar kuat menghadapi lika liku perjalanan yang akan ditempuh," kata pria berkacamata itu. 


Rau FM Keliling Indonesia pun dimulai. Dari Jakarta menuju Lampung, satu demi satu provinsi berhasil pasangan suami istri itu kunjungi. Seperti Bengkulu, Sumatera, Banda Aceh, Jawa, Bali, Maluku, Sulawesi hingga Kalimantan. 


"Lama perjalanan yang kami lakukan  satu tahun tujuh bulan. 30 provinsi yang sudah dikunjungi," cerita Teuku Faisal. 


Selama kurang lebih 547 hari melakukan perjalanan keliling Indonesia, ada banyak cerita dan kenangan indah yang didapat oleh Teuku Faisal dan istri. Diantaranya ia dapat melihat betapa cantik dan indahnya tempat wisata yang dimiliki setiap provinsi. Seperti pantai yang ada di Sabang, Provinsinya Banda Aceh. Pantainya bagus, bersih dan orangnya ramah. 


Sepasang suami istri ini memang lebih memilih untuk menginap di pantai di setiap provinsi yang dikunjungi. Hal itu bukan tanpa alasan, selain ingin menikmati keindahan alam, mereka juga ingin mengeksplorasi tempat wisata yang ada di Indonesia sehingga dapat dikenal oleh warga di seluruh dunia. 


Suatu ketika, saat sedang bermalam di pantai Muko-muko di Provinsi Bengkulu, Teuku Faisal bersama istri, tiba-tiba disambangi oleh anggota polisi yang sedang melakukan patroli. Beberapa orang petugas datang mendekatinya, melihat mobil yang digunakan. 


"Di mobil kami itukan ada tulisan Padangsidimpuan, ternyata polisi yang patroli ini orang sana juga," cerita Teuku Faisal. 


Mengetahui di mobil terdapat tulisan Padangsidimpuan, salah satu anggota polisi tersebut ternyata merupakan orang asli Padangsidimpuan. Teuku Faisal dan istri bersama polisi tersebut akhirnya bercengkrama di tepi pantai Muko-muko hingga larut malam. 


Teuku Faisal tidak pernah menyangka, ketika berada di kampung orang ternyata malah bertemu dengan orang Padangsidimpuan. Yang mana rumahnya dekat dengan stasiun radio Rau FM. 


"Kami bercerita tentang kampung halaman. Bercerita tentang pengalaman kehidupan. Bagi saya ini pertemuan yang saya sangat berkesan. Jika tidak keliling Indonesia, mungkin tidak ada pertemuan di malam itu," kata Teuku Faisal. 



Meninggalkan Provinsi Bengkulu, Teuku Faisal melanjutkan perjalanan dari satu daerah ke daerah lainnya. Kali ini ia bergerak menuju Barus, Sumatera Utara. Wilayah yang berbatasan dengan Provinsi Banda Aceh. Di sana Teuku Faisal bersama istri menginap di pantai Barus, Kabupaten Tapanuli Selatan. 


"Ketika kami sedang memasang tenda untuk tidur, pemilik lahan datang. Ngobrol-ngobrol. Ternyata pemilik lahan ini orang Aceh sama dengan saya," cerita Teuku Faisal. 


Perjalanan awal menuju satu demi satu provinsi yang dilalui Teuku Faisal bersama istrinya sudah mulai mendapatkan berbagai pengalaman. Tentang indahnya wisata alam, baginya itu sudah tak lagi diragukan. Tapi bertemu dengan orang-orang baru, bersilaturahmi dengan yang belum pernah bertemu adalah bagian kisah yang tak akan dilupakannya. 


"Alhamdulillah dari perjalanan ini, saya bisa bersilaturahmi dengan orang-orang baru," kata Teuku Faisal. 


Ketika sedang melakukan perjalanan menuju Geurutee, Provinsi Banda Aceh, Teuku Faisal saat itu bertemu dengan pasangan suami istri yang juga melakukan perjalanan keliling Indonesia. Jika dirinya menggunakan mobil, pasang tersebut berkeliling menggunakan motor. 


"Awalnya salip-salipan. Mereka lambaikan tangan, kami juga lambaikan tangan. Waktu saya lihat mereka berhenti di warung kopi, saya pun berhenti untuk menemuinya," tutur Teuku Faisal. 


Saat berada di warung kopi yang sama, Teuku Faisal bersama istrinya langsung menyambangi pasangan suami istri tersebut. Mereka berbincang-bincang hingga terungkaplah jika pasangan suami istri tersebut berasal dari Kalimantan. 


"Nama suaminya yang saya ingat pak Anwar. Seorang pengusaha dari Sangatta, Kalimantan Timur " kata Teuku Faisal. 


Tak ingin jalinan silaturahmi selesai di meja warung kopi, Teuku Faisal lalu meminta nomor telepon pasang suami istri yang melakukan perjalanan keliling Indonesia menggunakan motor itu, dengan harapan suatu saat nanti akan kembali bertemu di tempat lain. 


"Setelah tukaran nomor handphone, kami pun melanjutkan perjalanan," terang Teuku Faisal. 


Setelah melakukan perjalanan untuk mengelilingi beberapa provinsi di Sumatera, Banda Aceh dan Riau, Teuku Faisal bersama istri lalu melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Jakarta, pada 14 Mei 2022. 


Dari Jakarta, ia dan istri kembali melanjutkan perjalanan untuk menyusuri provinsi yang ada di pulau Jawa. Perjalanan dimulai dan provinsi pertama yang dikunjungi adalah Jawa Barat. Sama seperti di provinsi lainnya, di Jawa Barat Teuku Faisal dan istri memilih untuk mengunjungi objek wisata, seperti Cikole, salah satu desa di Kecamatan Lembang. 


Bagi Faisal Cikole adalah objek wisata alam yang masih asri. Suasana yang sejuk dengan udara bersih sangat tepat untuk dinikmati saat bersantai-santai setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang. Saat berada di Jawa Barat, Tak hanya objek wisata Cikole yang dikunjunginya, tempat-tempat wisata lainnya pun tak luput untuk datanginya, seperti Priangan. 


Setelah menikmati pemandangan indah di objek wisata yang ada di Jawa Barat, Teuku Faisal melanjutkan perjalanan menuju Jawa Tengah. Dimana objek wisata yang paling berkesan baginya adalah ketika mengunjungi air terjun Songgo Langit, yang berada di Desa Bucu, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. 


"Yang paling berkesan itu ketika di Songgo Langit, karena kami bisa tidur di bawah air terjun," tutur Teuku Faisal..


Bagi Teuku Faisal tidur dibawah air terjun adalah kenangan yang tak akan pernah dapat dilupakan dalam perjalanan keliling Indonesia. Karena selama hidupnya belum pernah merasakan hal itu. 


"Tidur dibawah air terjun itu, tidur malam. Bayangkan, betapa nikmatnya tidur dengan langsung mendengar suara air dan suara alam di malam hari," kata Teuku Faisal. 


Setelah hampir satu bulan berada di Jawa Tengah, Teuku Faisal dan istri pun kembali melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta. Di kota pelajar itu, ia dan istri pun menyempatkan diri untuk mengunjungi dan bermalam di teras gunung Merapi yang berada Kabupaten Sleman. 


Di gunung Merapi yang terkenal dengan juru kuncinya almarhum Mbah Maridjan itu, Teuku Faisal dan istri tak ingin kehilangan moment. Mereka pun berniat mengabadikan keberadaannya dan pemandangan. 


Drone pun disiapkan untuk mengambil gambar, mesin kendali lalu diterbangkan untuk merekam keindahan pemandangan di sekitar gunung Merapi. Namun sayang drone milik Teuku Faisal tiba-tiba lepas kendali hingga jatuh dan hilang. 


"Ketika diterbangkan, drone saya lepas kendali. Jatuh dan hilang. Alhamdulillah dronenya ketemu berkat aplikasi GPS," cerita Teuku Faisal. 


Meninggalkan Daerah Istimewa Yogyakarta, Teuku Faisal dan istri kembali melanjutkan perjalanan menuju Jawa Timur. Ketika berada di Kabupaten Pacitan, ia dihubungi oleh Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi yang memintanya untuk mampir ke kantornya. 


"Ketika sampai di Pacitan, saya buat status whatsapp. Ternyata status itu dibaca oleh Kapolres Probolinggo," kata Teuku Faisal. 


Ketika tiba di Kabupaten Probolinggo, Teuku Faisal lalu menghubungi Kapolres menyampaikan jika dirinya sudah tiba di wilayahnya. Kehadiran Teuku Faisal dan istri pun langsung disambung hangat sang Kapolres. 


Teuku Faisal dan istri diajak Kapolres Probolinggo untuk bersantai di Bromo untuk menikmati makan siang bersama. Tak hanya itu, Kapolres pun menyediakan tempat penginapan bagi Teuku Faisal dah istri. 


"Jujur saya tidak pernah menyangka mendapat sambutan hangat dari Kapolres Probolinggo. Beliau melayani kami dengan baik," tutur Teuku Faisal. 


Selesai mengelilingi beberapa daerah di Jawa Timur, Teuku Faisal dan istri melanjutkan perjalanan menuju Bali. Di sana mereka hampir menetap selama satu bulan lamanya. 


"Setelah satu bulan di Bali, kami geser ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bagi saya Lombok ini daerah paling indah, ada pantai, gunung dan air terjun. Dari Lombok, kami menuju Flores, Nusa Tenggara Tengah (NTT)," kata Teuku Faisal. 


Dari NTT, Teuku Faisal dan istri kembali melanjutkan perjalanan menuju Sulawesi Selatan. Setelah satu bulan di sana, perjalanan dilanjutkan menuju Sulawesi Barat. 


"Dari Sulawesi Barat, kami meneruskan perjalanan ke Maluku dan Papua. Lalu kembali ke Jakarta untuk melanjutkan perjalanan ke pulau Kalimantan," terang Teuku Faisal. 


Pada bulan Desember 2022, Teuku Faisal dan istri tiba di Ternate Provinsi Maluku. Di Sana mereka di sambut hangat oleh sahabatnya bernama Edo. Selama di Ternate, temannya selalu memantau perjalannya dan selalu bergabung ketika ia bersama istrinya bermalam di pantai, Sulamadahak. 


"Kepada kami bang Edo bercerita bahwa dulu dia dan kelompoknya membuat budidaya rumput laut, berhubung covid semua usaha mereka hancur," cerita Teuku Faisal. 


Mendengar cerita Edo, Teuku Faisal lalu terfikir untuk membantunya dengan memanfaatkan jaringan yang ia punya. Ia lalu memperkenalkan temannya dan kelompok budidaya rumput lautnya dengan Deputi Bank Indonesia Ternate yang waktu itu di jabat oleh Indra gunawan. 


Dari perkenalan tersebut, lanjut Teuku Faisal, Deputi Bank Indonesia Ternate meminta Edo dan kawan-kawannya membuat proposal. Perkenalan itu pun ternyata membuahkan hasil. beberapa bulan kemudian Edo menghubunginya menceritakan kabar gembira, jika kelompok budi daya rumput laut mereka dapat bantuan dari Bank Indonesia berupa perahu dan peralatan untuk budidaya rumput laut. 


"Kalau di hitung dengan uang kurang, bantuan yang didapat kurang lebih Rp180. Luar biasa dukungan dari bank Indonesia Ternate," cerita Teuku Faisal. 


Faisal mengatakan, dalam hatinya ia merasa senang dan bangga kerja keras temannya dan kelompok budidaya rumput laut dan dibantu  Deputi Bank Indonesia Ternate, Indra Gunawan membuahkan hasil. 


"Saya sebagai teman tentu berharap semoga budi daya rumput lautnya bisa berkembang hingga bisa merambah pasar Internasional," harap Teuku Faisal. 


Dari Ternate, Teuku Faisal dan istri kembali melanjutkan perjalanan. Mengunjungi daerah-daerah di Indonesian hingga perjalannya sampai di Pulau Kalimantan. Di pulau Kalimantan, provinsi pertama yang dikunjungi Teuku Faisal adalah Kalimantan Timur. Ketika berada di daerah Sangatta Utara, ia pun kembali bertemu dengan pasangan suami istri yang mengelilingi Indonesia menggunakan motor yang ditemui saat berada di Geurutee, Provinsi Banda Aceh. Pertemuan kali kedua ini terjadi karena memang Teuku Faisal dan istri sudah berniat sejak awal, ketika tiba di Kalimantan Timur akan menghubungi pasangan suami istri tersebut. 


"Waktu sampai di Kalimantan Timur, istri saya pasang status di whatsapp. Ternyata status itu dibaca mereka," cerita Teuku Faisal. 


Setelah satu tahun lebih tidak pernah bertemu sejak pertemuan di Geurutee, Teuku Faisal dan istri pun kembalikan bertemu dengan pasangan suami istri yang mengelilingi Indonesia dengan motor itu. Pertemuan itu pun berlangsung di Kota Samarinda. 


Di sana Teuku Faisal  disambut baik oleh Anwar dan istrinya. Mereka diminta untuk menginap di rumah pasangan suami istri tersebut. 


"Masya Allah, pasangan suami istri itu orang baik. Bahkan lebaran haji, kami merayakannya di rumah mereka," tutur Teuku Faisal. 


Kenangan terindah yang juga tak akan terlupakan oleh Teuku Faisal ketika di Kalimantan Timur adalah ketika dihubungi Kasdam VI Mulawarman, Brigjen TNI Susilo. Dimana ia bersama istri diminta untuk datang ke Kodam. 


"Kasdam ternyata tahu kami keliling Indonesia dari teman saya. Jujur saya kaget dihubungi Kasdam," ucap Teuku Faisal. 


Atas undangan itu, Teuku Faisal dan istri pun mendatangi Kodam VI Mulawarman yang berada di Balikpapan. Di sana ia dan istri dijamu makan. Tak hanya itu, Kasdam memerintahkan anggota Koramil Sepaku untuk membawa ia dan istri jalan-jalan untuk melihat proyek pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN). 


Dari Kalimantan Timur, Teuku Faisal melanjutkan perjalanan mengunjungi Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.


"Ketika tiba Pontianak, Kalimantan Barat, menetap beberapa hari di sana. Lalu saya bersama istri menyempatkan diri untuk melanjutkan perjalanan ke kuching Sarawak Malaysia - Brunei Darussalam - Kinabalu Sabah Malaysia. Banyak yang heran, kenapa bisa bawa mobil Indonesia ke sana," cerita Teuku Faisal sambil tertawa. 


Jika di Jawa Timur bertemu dan dijamu Kapolres Probolinggo, di Kalimantan Timur diundang makan dan diajak jalan-jalan ke IKN oleh Kasdam dan bertemu dengan pasangan suami istri yang berkeliling Indonesia menggunakan motor. Di Kalimantan Barat, Teuku Faisal dan istri punya cerita dan kenangan sendiri. 


Di Kota Khatulistiwa itu, Teuku Faisal kembali dipertemukan dengan sahabat lamanya ketika bertugas di Medan. Temannya itu adalah seorang polisi yang dulu sama-sama suka main motor. 


Keberadaan Teuku Faisal terpantau oleh teman lamanya itu dari , teman lamanya status Teuku Faisal di media sosial yang sedang mengelilingi Indonesia.Teman polisinya itu pun langsung menghubunginya lalu menyampaikan jika sampai agar datang menemuinya di Polda Kalimantan Barat. 


"Teman saya ini ternyata tugas di Polda Kalbar menjabat sebagai Karorena. Namanya Kombes Pol Marcelino Sampouw," kata Teuku Faisal. 


Bagi Teuku Faisal pertemuannya dengan teman lamanya itu adalah sebuah pertemuan yang mengulang kembali kisah lama mereka. Setelah sekian beberapa tahun lamanya tidak bertemu, mereka dipertemukan kembali di tempat yang mungkin tak pernah dipikirkan. 


"Setelah bertemu dengan teman lama, saya kembali dikejutkan. Pangdam XII Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Iwan Setiawan menghubungi saya. Disuruh datang ke Kodam. Ternyata kami diundang untuk sarapan pagi," tutur Teuku Faisal. 


Kalimantan Barat adalah provinsi yang ke 30 dikunjungi oleh Teuku Faisal dan istri. Berbagai daerah dan objek wisata pun sudah dikunjunginya, selain bertemu dengan kawan lama dan memenuhi undangan Pangdam XII Tanjungpura. 


Dari Kalimantan Barat, Teuku dan istri lalu kembali ke Jakarta, untuk berkumpul kembali bersama anak-anaknya. Selama satu tahun tujuh bulan melakukan perjalanan keliling Indonesia, pasangan suami istri tersebut menempuh perjalanan dengan mulus tanpa ada kendala yang membahayakan diri mereka. 


"Alhamdulillah selama perjalanan kami tidak menemukan masalah. Kalau ban bocor, biasalah," ucap Teuku Faisal. 


Lalu, apakah Teuku dan Faisal akan kembali melanjutkan perjalanannya, mengelilingi provinsi yang belum sempat dikunjungi atau memilih untuk beristirahat menikmati hari-hari tuanya? 


Bagi Teuku Faisal perjalanan keliling Indonesia akan terus dilanjutkan. Dirinya tak ingin berhenti hanya sampai di 30 provinsi. Ia bersama istri akan tetap melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi empat provinsi yang belum sempat dikunjungi, Seperti Banten, Kepulauan Riau dan beberapa provinsi di Papua. 


Tak hanya itu, Teuku Faisal dan istri pun bertekad, setelah mengunjungi empat  provinsi itu, ia akan melanjutkan perjalanan untuk mengelilingi negara-negara Asia. 


"Mimpi dan keinginan saya, perjalanan ke negara Asia itu saya bisa sampai ke Mekah, Arab Saudi. Syukur-syukur kalau bisa sekalian naik haji. Kalau pun tidak, ketika minimal saya dan istri bisa umroh," harap Teuku Faisal.[r3]

Kejahatan Online Semakin Meresahkan, Ditreskrimsus Polda Bali Hadirkan "SIYANDE".


Denpasar , Bali Kini -
Kejahatan Online semakin merebak dan sangat meresahkan masyarakat, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali, hadirkan Aplikasi "SIYANDE" (Sistem Layanan dan Edukasi Online) Rabu 1/11/2023.


Kabid Humas Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan S.I.K., M.H., menjelaskan hadirnya "SIYANDE" sebagai bentuk peningkatan pelayanan publik Ditreskrimsus Polda Bali dibidang pencegahan kejahatan Online, karena akhir-akhir ini kejahatan Online semakin marak bahkan banyak menimbulkan korban. Dimana kehadiran Ditreskrimsus Polda Bali sangat dibutuhkan karena memiliki tugas pokok menyelenggarakan proses penyelidikan dan penyidikan tindak pidana khusus antara lain; tindak pidana ekonomi dan korupsi, tindak pidana tertentu dan tindak pidana Siber di daerah hukum Polda Bali.


Ditreskrimsus terus melaksanakan pembenahan untuk menjadi lebih baik dalam melayani masyarakat, mulai dari penampilan kantor sampai dalam pelaksanaan tugas, pelayanan publik lainnya sejalan dengan perkembangan teknologi digital saat ini dan kedepannya masyarakat menuntut layanan Polri yang Smart dan Profesional, mampu menghadapi tantangan dan perkembangan masyarakat era digital yang semakin kompleks.


Pengembangan pelayanan Polri berbasis teknologi dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat luas, Ditreskrimsus Polda Bali melalui terobosan dan inovasi menghadirkan Aplikasi layanan edukasi online/digital berbasis WEB, yaitu "SIYANDE" (Sistem Layanan Dan Edukasi Kejahatan Online)


Yang memuat fitur pilihan menu informasi dan konsultasi, menu informasi memuat fitur-fitur layanan informasi antara lain: Menu profile yang memuat profile Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali dan sub-sub bagian yang terdapat dalam struktur organisasi Ditreskrimsus Polda Bali. 


Masyarakat juga dapat memperoleh informasi tentang ketersediaan pangan di wilayah Bali melalui laporan satgas pangan yang terdapat dalam profile Subdit I. Menu informasi memuat tentang tips serta cara-cara menghindari kejahatan dan terdapat daftar SOP persyaratan pengaduan yang diperlukan oleh masyarakat apabila akan melaporkan tindak pidana ke Ditreskrimsus Polda Bali. Menu berita memuat informasi tentang kegiatan-kegiatan dan tindakan Polda Bali.


Aplikasi "SIYANDE" juga dilengkapi dengan menu informasi lainnya antara lain informasi terkait cek rekening yang dapat digunakan sebagai media untuk mempermudah pengecekan rekening Bank yang diduga terindikasi kejahatan ITE. Informasi hoak dalam rangka mencegah terjadinya miss informasi dalam masyarakat. Informasi kurs mata uang yang real time dari berbagai Negara, terhadap mata uang rupiah yang dapat digunakan untuk meminimalisir terjadinya penipuan yang dilakukan oleh calo. Masyarakat yang memerlukan layanan informasi cukup dengan mengakses link aplikasi web "SIYANDE", maka akan langsung terhubung dengan layanan informasi yang tersaji dalam fitur layanan informasi. 


Sedangkan Masyarakat yang membutuhkan layanan konsultasi dapat mengakses menggunakan handphone lalu memilih menu konsultasi, lalu mengisi data diri dan selanjutnya dapat melakukan konsultasi online dengan petugas operator "SIYANDE". 


Adapun keunggulan yang dihadirkan dari terobosan Aplikasi "SIYANDE" yang dapat diakses melalui alamat website https://www.siyande-reskrimsusbali.id/. antara lain mempermudah masyarakat mendapatkan akses pelayanan dengan cepat dan efisien karena bisa langsung berkomunikasi dengan petugas tanpa harus datang ke kantor Polisi. Dimana petugas atau operator "SIYANDE" adalah petugas piket Ditreskrimsus Polda Bali yang nantinya melayani dan menjawab langsung pesan dari masyarakat. Asistensi dan saran yang diberikan bisa langsung secara tepat, karena dipandu oleh operator penyidik yang membidanginya.


"SIYANDE" dihadirkan sebagai salah satu penjabaran dari Comander Wish Kapolda Bali yang merupakan turunan dari program Kapolri yakni mewujudkan Polri Presisi yang HEBAT.

 

Harapan kedepan agar Polri semakin dekat dengan masyarakat dan dapat mengedukasi masyarakat secara mandiri agar terhindar dari kejahatan Online/Sybercrime. Kami Polda Bali menghimbau kepada seluruh masyarakat Bali agar berhati-hati saat melakukan transaksi online dan bijaksana dalam beraktifitas diruang digital untuk meminimalisir menjadi korban kejahatan online. Dan yang paling penting untuk keamanan, terhindar dari kejahatan online mari kita semua segera donlowd Aplikasi "SIYANDE", tutup KBP Jansen. [rls]

Ketua TP.PKK Kabupaten Bangli Kembali Gencarkan Aksi Menyapa dan Berbagi


Bangli ,Bali Kini - 
Mengawali  Bulan November 2023 TP.PKK Kabupaten Bangli yang dipimpin langsung  oleh Ny.Sariasih Sedana Arta didampingi Ketua GOW Kabupaten bangli, Ny.Suciati Diar, kembali  gencarkan aksi menyapa dan berbagi kepada warga masyarakat penyandang desabelitas, kader PKK kurang mampu, ibu hamil KEK, balita kurang gizi dan lansia di semua Desa dan Kelurahan yang ada di Kabupaten Bangli.

Kegiatan yang sudah berlangsung sejak Oktober lalu, aksi menyapa dan berbagi ini kembali dilaksanakan pada Rabu (1/11/2023) di  Desa Peninjoan dan Desa Undisan Kecamatan Tembuku.

Sebanyak 30 orang masyarakat desa Peninjoan dan 50 orang masyarakat desa Undisan menerima bantuan berupa paket sembako dari Ketua TP.PKK Kabupaten Bangli. Selain itu aksi menyapa dan berbagi juga dirangkaikan denga sosialisasi dari OPD terkait di Lingkungan Pemkab Bangli tentang kesehatan, pencatatan sipil, jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan. 

Ditemui usai penerahan bantuan, Ny. Sariasih mengatakan kedatangannya bersama tim dalam aksi menyapa dan berbagi guna menjalin silaturahmi dan mendengar secara langsung situasi warga masyarakat baik  kader PKK kurang mampu, ibu hamil KEK, balita kurang gizi dan lansia. Kegiatan ini tidak hanya sampai hari ini saja, namun berkelanjutan hingga akhir Desember 2023. “imbuhnya”.

Ny.sariasih berharap bantuan ini tepat sasaran sesuai dengan data yang sudah disiapkan oleh pihak Desa dan kelurahan serta bermanfaat  dan setidaknya  dapat mengurangi sedikit beban warga yang membuutuhkan.

Dalam kegiatan yang sama, mewakili seluruh masyarakat desa Peninjoan, Perbekel desa Peninjoan I Putu Joantara menyampaikan apresiasi setinggi tingginya terhadap langkah TP.PKK Kabupaten Bangli  atas perhatiannya kepada warga masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Bangli khususnya di Desa Peninjoan. “ semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat kami, semoga kedepan program seperti ini bisa berkelanjutan menyasar masyarakat yang memmbutuhkan”. “harapnya”.[bgl /hum] 

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved