-->

Kamis, 07 Agustus 2025

Pemkab Klungkung Tertibkan Kabel Provider di Kota


Klungkung , Bali Kini
-Pemerintah Kabupaten Klungkung terus berupaya mempercantik wajah kota dan meningkatkan keamanan warganya. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kabel provider di beberapa wilayah Kota Semarapura. Hal tersebut terlihat pada rapat koordinasi untuk rencana penertiban kabel provider di ruang Rapat Widya Mandala, Kantor Bupati, Kamis (7/8). 

Rapat dipimpin Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra didamping Kadis Kominfo I Wayan Sudiarsa, Kalak BPBD Klungkung, Putu Widiada, Kepala Dinas PUPRPKP Made Jati Laksana, para Camat dan perwakilan provider. 

Penertiban ini bertujuan untuk menjaga estetika dan keindahan kota klungkung. Wabup Tjok Surya mengajak semua provider untuk segera melakukan perapihan dengan SOP yang ada. “Saya mengajak seluruh provider untuk menjaga estetika dan keindahan Kabupaten Klungkung. Dijantung kota semarapura depan pertokoaan tolong dirapikan. Susun kabel secara rapi dan teratur agar tidak terlihat berantakan. Kami kasi batas waktu sampai akhir bulan desember.,” pinta Wabup Tjok Surya kepada perwakilan provider yang datang. 

Kedepannya Pemerintah daerah akan menyediakan infrastruktur bawah tanah khusus untuk kabel dengan saluran khusus. Hal ini memungkinkan kabel-kabel provider diletakkan di bawah tanah sehingga tidak terlihat dari atas. “Perlu ada koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, provider telekomunikasi, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan proses pemindahan berjalan lancar dan efisien,” imbuhnya. 

Kepala Dina Kominfo Klungkung, I Wayan Sudiarsa mengatakan ada 10 provider yang memasang jaringan di Kabupaten Klungkung. Langkah cepat ini diambil untuk menata kabupaten klungkung agar kelihatan indah dan asri. “Semua provider yang hadir hari ini sepakat untuk melakukan perapihan,” ujar Sudiarsa.

Semarakkan HUT RI ke 80, Pemkab Klungkung Bagi Bagi Bendera Merah Putih


Klungkung , Bali Kini -
Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemkab Klungkung kembali menggelar aksi membagikan Bendera Merah Putih. Kali ini kepada para pengendara yang melintas di lampu merah perempatan Br. Pande Galiran, Kecamatan Klungkung,  Kabupaten Klungkung, Kamis (7/8).

Aksi ini dipimpin langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra bersama beberapa anggota Forkopimda serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Dewa Ketut Sueta. 

Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Dewa Ketut Sueta mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Pembagian 1000 Bendera Merah Putih.

Bupati Satria berharap masyarakat Kabupaten Klungkung semakin antusias menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia ini. Pembagian bendera ini sebagai simbol cinta Tanah Air dan ajakan untuk bersama-sama mengibarkan Merah Putih selama bulan Agustus.

“Ratusan bendera dibagikan kepada pengendara roda dua maupun roda empat. Aksi ini disambut antusias oleh warga yang melintas, banyak di antaranya menyatakan akan langsung memasang bendera di rumahnya,” ujar Bupati Satria.

Selain membagikan bendera, Bupati Satria dan Wabup Tjok Surya juga mengingatkan masyarakat agar turut memasang bendera di rumah masing-masing mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus 2025, sesuai imbauan dari pemerintah pusat.

“Semoga kegiatan ini menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap bangsa Indonesia, serta memperkuat persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat,” tambahnya.[ rls]

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Wabup Tjok Surya Ajak Tim Bekerja Maksimal


Klungkung , Bali Kini -
Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri Sosialisasi Pelaksanaan Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di ruang rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Selasa (5/8). Sosialisasi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah merupakan program Mendagri untuk penyampaian informasi, strategi, dan kebijakan yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. 

Dalam arahannya, Wabup Tjok Surya sangat menyambut baik pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini. Wabup berharap Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Kabupaten Klungkung nantinya bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Saya sangat mendukung kegiatan ini, tim harus bekerja maksimal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Tak hanya itu, Wabup Tjok Surya juga meminta Tim untuk menggali potensi-potensi yang ada di Kabupaten Klungkung terutama potensi di sektor pariwisata Nusa Penida. Pengelolaan pajak retribusi menjadi perhatian serius agar nantinya tidak terjadi kebocoran. 

Selain itu, Pemkab Klungkung saat ini sedang merancang pembangunan pelabuhan pengangkut barang untuk nantinya memudahkan transportasi barang ke Nusa Penida. Proyek-proyek strategis penunjang pariwisata di Nusa Penida juga diharapkan bisa dikawal oleh Pemerintah Pusat kedepan. “Jadi mari kita dukung dan wujudkan bersama apa yang menjadi program-program nasional untuk kemajuan daerah khususnya di Kabupaten Klungkung,” harapnya.

Kegiatan yang juga dilaksanakan melalui video conference ini dihadiri Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Klungkung, Luh Ketut Citrawati, Perencana Ahli Muda Kementrian Dalam Negari, Arifyani serta OPD terkait lainnya. 


Hama Tikus Serang 91,5 Hektar Sawah di Karangasem, Dinas Pertanian Bergerak Cepat


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Hama tikus kembali menjadi ancaman serius bagi para petani di Kabupaten Karangasem. Hingga Juli 2025, tercatat seluas 91,5 hektar sawah di tujuh kecamatan terdampak serangan hama ini. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem langsung turun tangan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, saat ditemui di kantornya pada Kamis, 7 Agustus 2025, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengendalian secara masif.

“Begitu menerima laporan, kami langsung turun. Hampir 100 persen lahan yang terdampak sudah kami kendalikan, baik dengan pestisida maupun metode non-pestisida seperti perburuan tikus/morosin,” jelasnya.

Seluruh subak yang melapor telah ditangani melalui gerakan bersama memberantas hama. Pengendalian dilakukan dengan berkoordinasi bersama Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Bali.

Serangan hama tikus paling parah terjadi di Kecamatan Rendang dan Manggis dengan total luasan hampir 29 hektar yang tersebar di berbagai titik/spot.

Di sisi lain, Karangasem masih harus mengejar target tanam padi dari Kementerian Pertanian sebesar 15.110 hektar per tahun. Sementara potensi lahan sawah yang dimiliki hanya 7.022 hektar. “Artinya, subak harus tanam minimal dua kali, sebagian bahkan tiga kali dalam setahun. Hingga pertengahan tahun 2025 ini, capaian tanam sudah menyentuh 50 persen,” ujar Siki.

Dinas juga mencatat produktivitas padi di Karangasem mencapai 61,5 persen, di atas rata-rata nasional. Namun, tantangan tetap ada, termasuk serangan hama lain seperti hama kresek yang banyak ditemukan di Kecamatan Sidemen dan Selat, khususnya di area Uma Aya Teben. Dimana terdapat seluas sekitar 82 are yang terserang, namun hama ini telah tertangani dengan baik apalagi hama ini dapat terdeteksi sejak dini. Salah satu metode penanganan ialah dengan sulam padi. 

Langkah antisipasi terus dilakukan melalui penyulaman untuk tanaman muda dan gerakan pengendalian mandiri bersama masyarakat. 

Gubernur Koster Tegas Bali harus Bebas Rabies


Laporan Reporter : Jro Ari 

Denpasar , Bali Kini – Gubernur Bali, Wayan Koster, menerima audiensi dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Bali dalam rangka penguatan sinergi penanggulangan rabies di Bali. Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali,Renon, Denpasar, Kamis (7/8) PDHI Bali menekankan urgensi peningkatan upaya vaksinasi serta pengendalian populasi anjing liar sebagai langkah strategis menuju Bali Bebas Rabies.

Ketua PDHI Cabang Bali, drh. I Dewa Made Anom, menyampaikan bahwa potensi peningkatan rabies di Bali saat ini cukup mengkhawatirkan, dengan adanya 12 kasus suspect rabies pada manusia. Ia menegaskan bahwa populasi anjing yang cukup besar, terutama anjing liar, menjadi salah satu tantangan utama dalam pengendalian virus rabies di Pulau Dewata.

“Pengendalian anjing liar harus dilakukan secara sistematis. Saat ini, kami menghadapi kendala di lapangan berupa pamflet dan kampanye yang menghalangi proses penanganan anjing liar. Beberapa pihak bahkan mencoba menggagalkan upaya ini tanpa dasar hukum yang jelas,” ungkap drh. Anom.

PDHI Bali mendorong kolaborasi dengan Satpol PP, perguruan tinggi, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang memiliki visi dan misi sejalan dalam upaya penanggulangan rabies. Mereka menegaskan pentingnya penerapan SOP yang tidak membabi buta, namun tetap menargetkan hewan dengan gejala rabies berdasarkan pendekatan animal welfare.

Gubernur Koster: Dasar Hukum Jelas, Jangan Takut Bertindak

Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Wayan Koster menyatakan dukungannya atas langkah-langkah konkret yang telah dilakukan PDHI Bali dan instansi terkait. Ia menegaskan bahwa pengendalian anjing liar dan vaksinasi hewan peliharaan harus dilakukan dengan tegas namun tetap berperikemanusiaan, karena ini menyangkut keselamatan masyarakat luas.

“ Jangan takut dalam pengendalian ini. Kita punya dasar hukum yang kuat. Kalau ada pihak-pihak yang menghalangi dan tidak memiliki kewenangan, silakan laporkan ke aparat berwenang,” tegas Gubernur Koster.

Ia menyebut bahwa Peraturan Daerah (Perda) sudah ada dan menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk melaksanakan program pengendalian rabies secara sistematis dan legal.

Gubernur juga menekankan pentingnya pelibatan TNI dan Polri dalam pelaksanaan pengendalian rabies. Ini menurutnya penting agar penanganan dilakukan secara terkoordinasi dan terjamin keamanannya, apalagi mengingat bahwa rabies dapat menular ke manusia dan berdampak negatif pada citra pariwisata Bali.

“Ini menyangkut keselamatan manusia dan nama baik Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Jangan takut bekerja karena isu yang berseliweran di media sosial. Kalau terlalu takut, malah tidak bekerja,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gubernur Koster menginstruksikan agar segera disiapkan penampungan bagi anjing liar sebagai bentuk penanganan yang manusiawi. Ia menegaskan bahwa pengendalian tidak harus berarti pembunuhan, melainkan pengelolaan yang terorganisir dan bertanggung jawab.

“Kita manusiawi saja. Tampung dan kendalikan, bukan berarti dibunuh. Tapi kita juga bicara soal penularan virus. Ini kewenangan pemerintah, bukan urusan pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Jalankan saja sesuai Perda,” tegasnya.

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali, PDHI Bali, serta pihak-pihak terkait lainnya, Gubernur Wayan Koster berharap target Bali Bebas Rabies dapat tercapai dalam waktu dekat. 

Pemerintah pun terus memperkuat keberadaan Tim Siaga Rabies di desa-desa, yang selama ini telah aktif melakukan pemantauan dan tindakan lapangan. 

“Kita tidak bisa lagi bekerja setengah-setengah. Ini soal nyawa dan keselamatan masyarakat. Semua harus bergerak, terkoordinasi, dan berpijak pada aturan hukum yang ada,” tutup Gubernur Koster.(*)



Minggu, 03 Agustus 2025

Bupati Satria Buka Lomba Mancing Berhadiah ST Werdhi Mandala Tusan


Laporan Reporter : Tim Lpt 

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria membuka lomba mancing ST. Werdhi Mandala Dusun Kawan, Desa Tusan Kecamatan Banjarangkan di Sungai Melangit, Desa Tusan, Minggu (3/8). 

Lomba mancing yang melibatkan ratusan penggemar mancing mania ini ditandai dengan penebaran ikan lele oleh Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ny. Eva Satria dan DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Suwirta. 

Bupati Satria sangat mendukung dan mengapresiasi lomba mancing yang diselenggarakan Sekaa Teruna Werdhi Mandala untuk penggalian dana di Pura Dalem Kelod Desa Adat Tusan. Selain itu, lomba mancing ini juga sebagai ajang untuk menyalurkan hobi dan ajang silaturahmi mengenal antar komunitas mancing mania dari berbagai daerah. “Selamat berlomba tetap jaga solidaritas antar komunitas,” ujar Bupati Satria. 

Pihaknya juga mengingatkan para peserta lomba untuk tidak membuang sampah plastik di aliran sungai dan menjaga kebersihan di lingkungan lomba. “perlu diperhatiakan juga yang menggunakan kantong plastik jangan buang sampah plastik sembarangan apalagi ke sungai” ujar Bupati Satria kepada peserta lomba. 

Ketua panitia penyelenggara, Kadek Agus Darma Putra  mengatakan lomba mancing diikuti sebanyak 700 peserta dengan memperebutkan hadiah utama sebesar Rp.2.000.000 dan berbagai hadiah hiburan lainnya. “Setiap peserta dikenakan kupon seharga Rp. 60.000,-  memperebutkan hadiah utama, hadiah undian kupon dan hadiah hiburan,” ujarnya 

Kadek Darma Puta juga menambahkan Lomba mancing ini diselenggarakan dalam rangka penggalian dana untuk mendukung pelaksanaa pujawali di Pura Dalem kelod. 

Tinjau Proyek Rabat Beton Bupati Satria Minta Rekanan Jaga Kualitas Pekerjaan


Laporan Reporter : Dearna 

Klungkung , Bali Kini - Usai menghadiri Upacara Pitra Yadnya/Ngaben Masal di Desa Batukandik, Bupati Klungkung, I Made Satria didampingi Camat Nusa Penida, Kadek Yoga Kusuma meninjau proyek pemeliharaan rutin rabat beton dan senderan di depan Pura Dalem Gelagah, Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Minggu (3/8). 

Pemeliharaan rutin rabat beton dan senderan yang dilaksanakan oleh Dinas PU Kabupaten Klungkung ini, dikerjakan oleh Sinar Bali dengan tujuan untuk menjaga kualitas, stabilitas dan umur pakai konstruksi dengan mencegah keretakan, genangan air, dan kelembaban tanah, serta memberikan permukaan yang kuat dan rata.

Saat tiba dilokasi, Bupati Satria mengintruksikan petugas proyek agar benar-benar bekerja dengan baik tidak asal-asalan dan tentunya menjaga kualitas pekerjaan sehingga hasilnya nanti maksimal. Selain itu, Bupati juga berharap masyarakat setempat bisa ikut menjaga dan mengawal proses perbaikan ini “Jadi proses pemeliharaan rabat beton ini harus dikerjakan dengan baik dan pastikan kualitas pekerjaan hasilnya maksimal,” pinta Bupati Satria kepada para rekanan.

Wabup Tjok Surya Ingatkan Desa Bangun TPS 3R


Laporan Reporter : Dearna / Tim Lpt 

Klungkung , Bali Kini - Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra menekankan kepada semua desa agar dapat mengusulkan pembuatan TPS 3R di tiap-tiap desa. Jika ada desa yang tidak mau mengusulkannya tahun ini, dana BKK yang diberikan kepada desa tersebut agar ditunda. 

Penegasan itu disampaikan Wabup Tjok Surya saat memimpin monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan kecamatan, desa/kelurahan di Kantor Camat Klungkung, Jumat (1/8). Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Ketut Mas Ananda, Kelapa Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan, I Komang Widyasa Putra, Camat Klungkung, Perbekel/Lurah, BPD, LPM, dan undangan terkait. “Program desaku bersih tanpa mengotori desa lain wajib dilaksanakan, saya tidak mau mendengar ada desa yang tidak mau mengusulkan TPS 3R. Jika ada desa yang tidak mau mengusulkan tahun ini, tolong BKK nya ditunda,” tegasnya. 

Wabup Tjok Surya menyatakan, pengelolaan sampah merupakan skala prioritas dan tanggung jawab bersama. Berbagai regulasi juga telah diterbitkan, baik ditingkat provinsi maupun kabupaten. Sesuai dengan skema penanganan sampah di Kabupaten Klungkung, dengan dibangunnya TPS 3R dimasing-masing desa diharapkan desa dapat mengelola sampahnya secara mandiri. Sampah organik diolah di desa dan residu di bawa ke toss sesuai jadwal dan pengawasan. “Pembangunan TPS 3R desa agar menyiapkan lahan, jika tidak punya lahan bisa dilakukan dengan sistem sewa lahan,” sebutnya.  

Selain penanganan sampah, dalam kegiatan tersebut juga dibahas terkait pembentukan Koperasi Merah Putih yang merupakan program strategis nasional yang harus dilaksanakan ditiap-tiap desa/kelurahan, keberadaan usaha, program padat karya, penanganan kk miskin, pendidikan, perpajakan, sarana prasarana, dan lainnya. 

Sementara itu, Camat Klungkung, Putu Arnawa mengatakan dari 12 desa yang ada diwilayah Kecamatan Klungkung, 11 diantaranya sudah memiliki TPS 3R. Sementara 1 desa belum memiliki TPS 3R karena terkendala lahan, yakni Desa Tegak. Sedangkan untuk 6 Kelurahan diwilayah kota sudah ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan melalui TOSS Center. 

Bentuk Rasa Syukur Atas Limpahan Hasil Laut, Banjar Air Kuning Gelar Tradisi Petik Laut.


Laporan Reporter : Ajb / Tim Lpt 

Jembrana , Bali Kini  - Banjar Air Kuning, Desa Air Kuning menggelar Perayaan Petik Laut sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil laut yang melimpah. Tradisi tahunan ini berlangsung meriah pada Sabtu, 2 Agustus 2025.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat). Dalam sambutannya ia menyampaikan apresiasi terhadap pelestarian tradisi lokal yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat pesisir.

“Petik Laut ini bukan hanya ritual simbolis, tetapi juga cerminan kearifan lokal yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat pesisir. Tradisi ini memperkuat semangat gotong royong, serta menjadi momentum bagi kita semua untuk menjaga kelestarian laut sebagai sumber kehidupan,” ucapnya.

Lanjut Wabup Ipat mengatakan kegiatan ini juga menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkuat sektor pariwisata lokal serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

"Kita berharap kegiatan ini terus dijaga dan dikembangkan agar tetap relevan dengan zaman tanpa kehilangan makna spiritual dan sosialnya," tandasnya.

Sementara itu Ketua Panitia Bapak Jainuri menyampaikan perayaan Petik Laut di Banjar Air Kuning, Desa Air Kuning diisi dengan berbagai rangkaian acara, seperti Lomba Balap jukung, istighosah atau Do'a bersama, Hadrah/qasidah dan hiburan lainnya.

"Tasyukuran Petik Laut Desa Air Kuning ini kita gelar selama dua hari dengan berbagai kegiatan yang pertama ada penampilan hadrah dan qasidah, balap jukung, hiburan malam dan besok kita gelar Istighosah atau do'a bersama," pungkas Jainuri.

Semarak Hut Kota Negara ke 130,


Ratusan  Kicau Mania Adu Kualitas Burung Andalannya

Laporan Reporter : Ajb / Tim Lpt 

Jembrana , Bali Kini  -  Lomba Seni Suara Burung Berkicau Bupati Jembrana Cup ke-19 Tahun 2025 mengundang animo ratusan kicau mania untuk unjuk gigi, Minggu (3/7).

Bertempat di Taman Pecangakan, Jembrana, panitia mencatat ada ratusan peserta lomba yang berasal dari wilayah Bali, Lombok, dan Jawa.

Ketua Panitia, I Komang Suastra mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan kabupaten Jembrana dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-130 Kabupaten Jembrana dan HUT Republik Indonesia ke-80.

“Ada sekitar 500-san perserta yang ikut perlombaaan burung berkicau ini yang terbagi dalam beberapa kelas. Mulai dari kelas bergengsi Bupati dan Wakil Bupati, hingga kelas Makepung dan lokal Kabupaten Jembrana. Untuk Kelas Bupati, yang diperlombakan jenis burung Murai Batu, itu terbuka untuk umum. Untuk yang lokal Jembrana, peserta hanya dari lokal Jembrana saja,” ucapnya.

Suastra menambahkan selain event-even tahunan, seperti Bupati Jembrana Cup juga sering diselenggarakan event perlombaan dan latihan sebagai ajang silaturahmi dan saling mengenal para penggemar burung berkicau di Jembrana.

Sementara itu, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan yang hadir langsung membuka lomba ini berharap tidak hanya berhenti pada lomba saja, namun bagaimana upaya bersama pelestarian alam khususnya satwa burung.

“Selamat datang di Jembrana bagi peserta yang berasal dari luar daerah dan selamat berlomba, semoga hasilnya memuaskan. Yang jelas dalam setiap perlombaan itu ada jurinya. Juri harus berlaku baik dan objektif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Kembang yang didampingi Wabup Patriana Krisna (Ipat) ingin melalui event tahunan ini juga menjadi ajang event mengenalkan kabupaten yang berada di Bali Barat dengan keragaman budaya dan daya tarik wisata. 

“Sekali lagi selamat bertanding, semoga nantinya membuahkan hasil yang baik untuk memperebutkan piala bupati cup bergilir event tahunan ke-19 ini,” tutupnya. 

Turut hadir, Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, Wakil Ketua DPRD Jembrana, I Wayan Wardana, Sekda I Made Budiasa, Perwakilan Forkopimda Jembrana dan Kepala OPD terkait

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved