-->

Selasa, 21 Oktober 2025

Wawali Arya Wibawa Mupuk Pedagingan Serangkaian Karya di Merajan Jero Kuta Sesetan.


Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri sekaligus mupuk pedagingan serangkaian Karya Nilapati, Ngenteg Linggih, Padudusan Wrespati Kalpa, Mupuk Pedagingan dan Mecaru Rsi Gana Gempong Asu di Merajan Jero Kuta, Banjar Kaja, Desa Adat Sesetan bertepatan dengan Tilem Sasih Kapat, Selasa (21/10).


Laporan Reporter : Agus
Denpasar, Bali Kini - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri sekaligus mupuk pedagingan serangkaian Karya Nilapati, Ngenteg Linggih, Padudusan Wrespati Kalpa, Mupuk Pedagingan dan Mecaru Rsi Gana Gempong Asu di Merajan Jero Kuta, Banjar Kaja, Desa Adat Sesetan bertepatan dengan Tilem Sasih Kapat, Selasa (21/10). Upacara tersebut dilaksanakan guna melengkapi rangkaian upacara setelah proses renovas tuntas dilaksanakan. 

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, AA Putu Gede Wibawa, Anggota DPRD Kota Denpasar, Luh Putu Mamas Lestari, Camat Denpasar Selatan, Ida Bagus Made Purwanasara serta undangan lainya. Dalam kesempatan tersebut, Wawali Arya Wibawa turut ngayah mupuk pedagingan. 

Ketua Panitia Karya, I Ketut Astawa menjelaskan, Karya Nilapati, Ngenteg Linggih, Padudusan Wrespati Kalpa, Mupuk Pedagingan dan Mecaru Rsi Gana Gempong Asu di Merajan Jero Kuta, Banjar Kaja, Desa Adat Sesetan ini merupakan momentum untuk bhakti kepada Bhatara Leluhur. Dimana, saat ini dilaksanakan Upacara Mecaru dan Mupuk Pedagingan. Dimana, Puncak Karya akan dilaksanakan pada Buda Wage Wuku Warigadean pada 29 Oktober mendatang. 

"Semoga melalui karya ini dapat mendukung terciptanya harmonisasi sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana, serta menumbuhkan budaya gotong royong dan segilik, saguluk, salungluung, subayantaka, paras paros sarpanaya," ujarnya. 

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi atas kerja keras dan gotong royong seluruh lapisan masyarakat pengempon Merajan Jero Kuta, Banjar Kaja, Desa Adat Sesetan dalam mendukung pelaksanaan aci di parahyangan suci. Hal ini tentu sejalan dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju berlandaskan sepirit Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna menyama braya bahwa kita semua bersaudara. 

Dikatakannya, Karya Nilapati, Ngenteg Linggih, Padudusan Wrespati Kalpa, Mupuk Pedagingan dan Mecaru Rsi Gana Gempong Asu ini merupakan tahapan yang harus dilaksanakan. Sehingga bangunan suci dapat digunakan untuk kegiatan upacara dan pemujaan. Hal ini juga merupakan wujud sradha bhakti krama pengempon kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Hal ini juga menjadi sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana. 

"Dengan pelaksanaan Karya ini mari kita tingkatkan  sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana," ujar Arya Wibawa. 

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Memungkah di Banjar Benbiu Desa Adat Peguyangan


Ket. Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri Karya Memungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih Pedudusan Alit Medasar Antuk Caru Wrespati Kalpa Lan Rsi Gana Ring Pelinggih Ida Ratu Begawan Penyarikan Banjar Benbiu Desa Adat Peguyangan, bertepatan dengan rahina Tilem Kapat, Selasa (21/10). 

 Laporan Reporter : Ayu 

Denpasar, Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Memungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih Pedudusan Alit Medasar Antuk Caru Wrespati Kalpa Lan Rsi Gana Ring Pelinggih Ida Ratu Begawan Penyarikan Banjar Benbiu Desa Adat Peguyangan, bertepatan dengan rahina Tilem Kapat, Selasa (21/10). 

Pelaksanaan upacara ini berkaitan dengan telah usainya pemugaran pelinggih dan bale kulkul Banjar Benbiu Desa Adat Peguyangan. 

Tampak hadir dalam kesempatan ini, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Anggota DPRD Bali, Anak Agung Paramita Dewi, Anggota DPRD Kota Denpasar, Wayan Sutama, Kabag Kesra Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara beserta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara disela upacara menjelaskan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Banjar Benbiu Desa Ada Peguyangan ini adalah salah satu bentuk meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. 

“Apalagi di komunitas masyarakat seperti banjar dan desa adat perlu diapresiasi  bagaimana membangun sradha bhakti masyarakat melalui upakara yang dilaksanakan," ujarnya

Dikatakannya, mengenai pelaksanaannya, Pemkot Denpasar terus mengedepankan pemberdayaaannya yang tidak terlepas dari sektor keagamaan. Namun demikian, yang juga patut diapresiasi adalah muncul kemandirian masyarakat untuk memunculkan kesadaran. sehingga manfaat yang diperoleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan yang dikenal dengan istilah Tri Guna Karya serta Satwika Karya. 

Jaya Negara juga mengharapkan setelah dilaksanakannya upacara Memungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih Pedudusan Alit Medasar Antuk Caru Wrespati Kalpa Lan Rsi Gana Ring Pelinggih Ida Ratu Begawan Penyarikan Banjar Benbiu Desa Ada Peguyangan  ini, seluruh umat terutama warga banjar dan pengempon dapat terus meningkatkatkan rasa persaudaraan dan persatuan antara sesama umat.

“Tentu pelaksanaan Yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap ke depan upacara Yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal- hal negatif dilingkungan desa setempat,” katanya.

Sementara Manggala Karya Wayan Sutama yang juga selaku salah satu Anggota DPRD Kota Denpasar mengatakan Karya Memungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih Pedudusan Alit Medasar Antuk Caru Wrespati Kalpa Lan Rsi Gana Ring Pelinggih Ida Ratu Begawan Penyarikan Banjar Benbiu Desa Ada Peguyangan dilaksanakan setelah melaksanakan memperbaiki perahyangan semua dan selesainya pemugaran keseluruhan bangunan di Pura ini yang meliputi, Bangunan Bale Kulkul, Tembok Penyengker, dan Pelinggih Ida Ratu Begawan Penyarikan.

Dimana karya ini sudah di mulai dari tanggal 30 September 2025 lalu dan hari ini tanggal 21 September 2025 dilaksanakan upacara mecaru, melaspas serta mendem pedagingan yang di puput oleh Ida Jero bhujangga giri hari bhawana, Ida peranda gede watu lombang dan
Ida pedande budha griya panti. Dan puncak karya pada tanggal 25 Oktober 2025 nanti.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Walikota Denpasar karena sudah hadir menyaksikan pemelaspasan dan meresmikan karya ini dengan Ngelingga Tangan atau menandatangani Prasasti Karya dan mepunia kepada kami. Semoga karya ini labda karya dan memargi antar”, ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Jaya Negara turut Ngelingga Tangan atau menandatangani Prasasti, serta ngaturang Punia. 

Nostalgia, Festival Loloan Jaman Lame Sajikan Suasana Tempo Dulu


Laporan Reporter : Ajb / Tim Lpt 

Jembrana , Bali Kini – Nuansa masa lalu kembali hadir dengan meriah dalam gelaran malam puncak Festival Loloan Jaman Lame yang berlangsung di Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana. Acara tahunan ini sukses mengajak ribuan pengunjung untuk bernostalgia dan merasakan kembali suasana serta kekayaan tradisi Loloan tempo dulu yang unik dan khas.

Mengusung tema "Merajut Tenun Kebangsaan", seluruh area festival disulap menjadi lorong waktu, dihiasi dengan lampu petromaks dan dekorasi sederhana khas zaman dahulu, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kenangan. Salah satu daya tarik utama adalah pameran budaya yang menampilkan berbagai aspek kehidupan masyarakat Loloan di masa lampau. 

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang hadir didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna dan jajaran Forkopimda mengatakan Festival Loloan Jaman Lame menggambarkan kehidupan masyarakat Loloan secara turun temurun yang telah hidup berabad-abad di Jembrana.

"Ini tidak hanya sekadar festival, ini adalah perjalanan sejarah, jati diri masyarakat Loloan. Yang saya tahu sudah hidup dan tumbuh ratusan tahun di Jembrana," ucapnya.

Di tengah dominasi budaya Hindu Bali, Loloan hadir dengan keunikan yang sangat kontras, menjadikannya 'mutiara' dengan corak Melayu yang kental, hasil percampuran sejarah panjang antara etnis Bugis, Melayu, dan akulturasi lokal.

"Loloan ini memang unik mulai dari bentuk rumah, kulinernya, bahasanya dan musiknya kental sekali perpaduan budaya  muslim dengan budaya masyarakat Bali," imbuh Bupati Kembang.

Pihaknya menyampaikan apresiasinya kepada panitia yang secara konsisten bisa menyelenggarakan festival Loloan Jaman Lame hingga yang keenam di tahun ini.

"Ini satu bukti, bahwa kita semua tidak ingin meninggalkan budaya dari leluhur kita. Jangan sampai ditengah globalisasi budaya kita menjadi pudar. Karena budaya inilah kekayaan sejatinya yang kita miliki dari turun temurun," ujarnya.

Dilain sisi, ketua Panitia Rivan Hidayat menyampaikan Festival Loloan Jaman Lame yang keenam ini mengambil tema "Merajut Tenun Kebangsaan" yang memiliki makna untuk menjaga keharmonisan dalam kehidupan.

"Tahun ini kami mengusung tema besar "Merajut Tenun Kebangsaan". Tema besar ini kami usung sebagai pengingat bahwa Loloan tidak hanya sekadar kaya akan sasana budaya, lebih jauh budaya dan tradisi itu menuntut kita untuk hidup harmonis dalam keberagaman," ucapnya.

Rivan mengatakan salah satu bentuk keharmonisan yang ada di Loloan adalah dalam bentuk tradisi Ambur Salim yaitu suatu tradisi menghamburkan beras kuning dan uang logam.

"Ambur Salim berasal dari dua suku kata, yaitu Ambur yang dari bahasa sansekerta yang artinya menebarkan dan Salim dari bahasa arab yang artinya keselamatan. Sehingga Ambur Salim berarti menebar atau berbagi keselamatan. Saya percaya bahwa ajaran prinsip ini dianut oleh setiap agama," ujarnya.

Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Jembrana, kata Rivan menjadi salah satu faktor penting dalam suksesnya penyelenggaraan Festival Budaya Loloan yang puncak acara ditutup dengan Loloan Jaman Lame.

"Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten Jembrana yang mendukung penuh acara ini melalui anggaran biaya sebesar Rp 150 juta," tutupnya. 

Setelah Dihutangi, Mobil Disita Lalu Dipenjarakan



Laporan Reporter : Jero Ari 

Denpasar , Bali Kini - Sudah Jatuh Tertima Tangga Pula, pepatah itu sepertinya tepat dirasakan oleh pasangan muda suami istri Putu Prasuta dan Ni Wayan Diantari. Usaha jualan sayur yang baru dirintis pasutri ini dihutangi oleh pengelola catering di Jalan Drupadi. Ironisnya saat ditagih hutangnya susah, justru pasutri ini dipenjarakan dan dijatuhi hukuman 4 bulan 15 hari.
Sebagaimana tertuang dalam dakwaan JPU Ni Komang Swastini dari Kejari Denpasar. Peristiwa ini bermula pada Jumat, 20 September 2024 sekitar pukul 19.30 Wita. Dimana kedua terdakwa pasutri ini mendatangi gudang catering di Jalan Drupadi XIV No.13, Sumerta Kelod, Denpasar Timur. 
Kedatangan mereka bukan tanpa alasan, dengan dalih menagih utang kepada seorang perempuan bernama Ety Yulia Susanti yang merupakan istri dari Bayu Kristiawan pemilik usaha catering di tempat tersebut.
Karena seringnya ditagih tetapi tidak juga dibayarkan, membuat pasutri ini mencari solusi dengan menyita semua kelengkapan alat-alat masak catering di tempat tersebut. Itupun sebelumnya sudah ada persetujuan pihak catering. "Pasangan terdakwa mengatakan akan mengembalikan barang-barang yang diambilnya bila hutang sudah dibayarkan," tulis dalam dakwaan.
Kedua terdakwa merasa kesal lantaran menagih hutang susah, sedangkan oderan catering jalan terus. “Barang yang diambil berupa satu unit freezer merek GEA warna putih berkapasitas 330 liter, satu unit freezer putih ukuran 100 liter, serta dua kompor gas dua tungku merek Rinai. Semua barang itu merupakan milik saksi ,” urai JPU.
Saksi Yanti saat itu sempat melarang pengambilan barang, namun terdakwa Diantari bersikeras, lantaran sangat kesal hutangnya tak kunjung dikembalikan. “Saya tidak peduli, laporkan saja ke polisi. Kalau Ety sudah bayar utangnya, ambil barangnya di gudang saya,” ucap Diantari sebagaimana tertuang dalam dakwaan JPU.
Barang-barang tersebut kemudian diangkut ke mobil pick-up Mitsubishi Colt DK 8788 AM dengan bantuan dua orang saksi, atas perintah kedua terdakwa. Selanjutnya, barang disimpan di garasi dekat rumah kos Prasuta.
Akibat perbuatan itu, pemilik catering yang berhutang dengan terdakwa ini tidak bisa memenuhi pesanan catering karena kehilangan peralatan utama. Usaha cateringnya pun sempat terhenti beberapa hari, hingga menimbulkan kerugian sekitar Rp 7 juta. 
Alih-alih bukannya berpikir untuk membayar hutangnya agar peralatan catering bisa diambil. Kedua pasutri pemilik usaha catering ini justru melaporkan ke Polisi dan berujung hingga masuk ke Pengadilan Negeri Denpasar.
Atas perbuatan kedua terdakwa, JPU justru mendakwa Pasal 363 Ayat (1) ke-3 dan ke-4 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Keduanya diajukan tuntutan hukum selama 9 bulan.
Dakwaan JPU tersebut membuat tim penasihat hukum dari LBH Taksu Bali, menegaskan dakwaan JPU kabur dan prematur, serta keliru. "Padahal terdakwa mengambil barang-barang tersebut sepengetahuan pemilik bukan diam-diam seperti pencuri," tegasnya.
Pun demikian, Majelis Hakim punya pertimbangan lain dengan menjatuhkan hukuman separuh dari tuntutan yaitu 4 bulan 15 hari. Atas pitusan hakim, Pasutri ini menyatakna menerima. Mengingat jika dipotong dengan masa dirinya ditahan, setidaknya tinggal beberapa hari lagi sudah bebas.

Sekda Agung Lesmana Terpilih Sebagai Finalis Digital Leadership Government Awards Tahun 2025



Laporan Reporter : Tim Lpt 
Klungkung , Bali Kini - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana terpilih sebagai finalis Digital Leadership Government Awards Tahun 2025. Hal ini terlihat saat Sekda Agung Lesmana menerima arahan dari Direktur Eksekutif ASKOMPSI, Edy Santoso yang juga diikuti OPD secara daring di ruang Vicon Kantor Bupati Klungkung, Selasa (21/10).  Turut hadir Kadis Diskominfo Kabupaten Klungkung, Wayan Sudiarsa, Kepala BPN Klungkung, I Gusti Agung Gede Warmadewa, S.SiT.,M.H.

Direktur Eksekutif ASKOMPSI, Edy Santoso mengucapkan selamat dan mengapresiasi atas terpilihnya Sekda Klungkung sebagai finalis Digital Leadership Government Awards (ADLG) yang nantinya akan memaparkan visi digital di hadapan Menteri Dalam Negeri pada tanggal 6 November mendatang. Pihaknya menjelaskan bahwa ADLG ini merupakan penghargaan bagi Sekretaris Daerah (Sekda) dengan kinerja digital terbaik di tingkat nasional, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dinas Kominfo Seluruh Indonesia (ASKOMPSI). Ajang ini juga bertujuan untuk mengukur dan memperkuat peran Sekda dalam mempercepat transformasi digital pemerintahan daerah melalui berbagai kategori penghargaan. “Proses seleksi sebelumnya sudah berlangsung dari 1 September hingga 31 Oktober 2025, melibatkan pendaftaran, pra-asesmen, dan penilaian komprehensif.  Penilaian utama difokuskan pada Vision, yaitu sejauh mana Sekda mampu merumuskan dan menggerakkan visi transformasi digital di daerahnya secara strategis dan kolaboratif,” ujarnya.

Sekda Agung Lesmana merasa bersyukur atas pencapaian ditahap ini, masih ada tahap selanjutnya yakni paparan dihadapan Mendagri tentu kesiapan harus dimaksimalkan demi mencapai hasil yang terbaik untuk Kabupaten Klungkung. “Saya bersama jajaran OPD ingin menciptakan suatu sistem digital yang mempermudah masyarakat mengurus pelayanan seperti kk, ktp dan lain-lain. Terimakasih semua pihak yang sudah memberikan saran dan tentunya suport, semoga paparan ke mendagri nanti berjalan lancar dan membuahkan hasil maksimal,” harapnya.


Perkuat Fondasi Generasi Emas, Bupati Bangli Kukuhkan Serentak Bunda PAUD Kabupaten, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan


Laporan Reporter :Tim Lpt 

BANGLI, BALI KINI  – Pemerintah Kabupaten Bangli menegaskan komitmennya terhadap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui acara pengukuhan massal Bunda PAUD di tiga tingkatan. Bertempat di Gedung Bukthi Mukthi Bakthi Kantor Bupati Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta secara resmi dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Kabupaten, bersamaan dengan pengukuhan 4 Bunda PAUD Kecamatan dan 68 Bunda PAUD Desa/Kelurahan se-Kabupaten Bangli, Senin 20/10/2025.

Acara pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Bupati Bangli,  Sang Nyoman Sedana Arta, dan dihadiri oleh Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar,Kepala Perangkat Daerah (PD) terkait,Camat se Kabupaten Bangli serta para Guru PAUD se Kabupaten Bangli. 

Dalam sambutannya, Bupati Sedana Arta menekankan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis untuk memastikan setiap anak di Bangli mendapatkan akses layanan PAUD yang berkualitas.

"Anak-anak kita adalah investasi paling berharga bagi Bangli dan bagi Indonesia Emas 2045. Peran Bunda PAUD di setiap tingkatan, mulai dari Kabupaten, Kecamatan, hingga di tingkat Desa dan Kelurahan, adalah kunci utama," ujar Bupati. "Mereka adalah motor penggerak dan inisiator yang akan berkolaborasi langsung dengan orang tua, pendidik, dan masyarakat untuk mewujudkan layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) yang menyenangkan dan berkualitas."
 
Selamat kepada Bunda PAUD yang dikukuhkan hari ini. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh dedikasi dan cinta kasih tutup nya. 

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Bangli, menyampaikan tekadnya untuk memperkuat sinergi antara Pokja PAUD Kabupaten dengan Pokja-Pokja di tingkat bawah.

"Setelah pengukuhan ini, tugas kita semua semakin besar. Kami akan fokus pada tiga hal utama: pertama, memastikan PAUD sebagai masa transisi yang menyenangkan ke jenjang SD; kedua, mendorong peningkatan kompetensi tenaga pendidik PAUD; dan ketiga, menginisiasi pembentukan dan penguatan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD di Kecamatan dan Desa/Kelurahan agar program kerja dapat berjalan optimal dan menyentuh seluruh pelosok Bangli," tegas Ny. Sariasih.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan pembacaan ikrar Bunda PAUD yang diikuti oleh seluruh Bunda PAUD Kecamatan dan Desa/Kelurahan, dilanjutkan dengan penyematan selempang. Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bangli berharap, melalui pengukuhan serentak ini, Gerakan Nasional PAUD Berkualitas di Kabupaten Bangli dapat terakselerasi, sehingga anak-anak usia dini di Bangli tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter

Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali "Membina dan Berbagi" di Bangli, Fokus Sosialisasi Transformasi Posyandu 6 SPM



Bangli, Bali Kini - Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, yang dipimpin langsung oleh Ibu Ketua, Ny. Putri Suastini Koster, menggelar aksi sosial bertajuk “Membina Dan Berbagi” Tahun 2025 di Desa Belancan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, pada hari Senin, 20 Oktober 2025. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman dan implementasi Posyandu sesuai regulasi terbaru, yakni Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bangli NY. Sariasih Sedana Arta dalam sambutan selamat datangnya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Ketua TP Posyandu Provinsi Bali beserta rombongan. Kehadiran ini sangat dinantikan untuk memberikan arahan, bimbingan, dan pencerahan terkait penyelenggaraan Posyandu yang kini bertransformasi mencakup 6 Standar Pelayanan Minimal (6 SPM).
“Kami menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Ibu TP Posyandu Provinsi Bali yang sudah berkenan hadir mengunjungi Desa Belancan sehingga kami dapat menerima berbagai arahan, bimbingan, dan pencerahan terkait Penyelenggaraan Posyandu sesuai dengan regulasi terbaru yaitu Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu,” ujar Sariasih.

Dalam laporannya, disampaikan bahwa Kabupaten Bangli memiliki total 370 Posyandu yang tersebar di 68 Desa dan 4 Kelurahan, dalam 4 Kecamatan. Posyandu ini didukung oleh 4.196 orang kader yang kini telah diperluas cakupan tugasnya menjadi 6 bidang SPM, meliputi: Bidang Pendidikan (470 kader), Bidang Kesehatan (1.922 kader), Bidang Pekerjaan Umum (451 kader), Bidang Perumahan Rakyat/Perkim (454 kader), Bidang Ketentraman, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat/Trantibumlinmas (454 kader), Bidang Sosial (445 kader)
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bangli juga melaporkan bahwa sosialisasi mengenai pelaksanaan Posyandu 6 SPM sesuai Permendagri 13 Tahun 2024 sudah dilaksanakan ke-4 Kecamatan di Kabupaten Bangli, dengan melibatkan Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan, Ketua Tim Pembina Posyandu Desa, para kader, dan pemangku kepentingan di tingkat Desa/Kelurahan. Sosialisasi awal tentang transformasi Posyandu dan penataan kelembagaannya telah dimulai sejak orientasi kader pada akhir tahun 2024.

Pada kesempatannya, Ketua Pembina Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster  menyatakan Penyelenggaraan acara aksi sosial ini dinilai memiliki makna penting dalam mempererat hubungan antara TP Posyandu Provinsi Bali dengan TP Posyandu Kabupaten Bangli, serta TP Posyandu Desa Belancan dan Desa Mangguh. Acara Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali “Membina Dan Berbagi” di Bangli ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi peningkatan kualitas pelayanan terpadu Posyandu di Kabupaten Bangli, sejalan dengan semangat dan amanat Permendagri terbaru.

Senin, 20 Oktober 2025

Gubernur Koster dan Delegasi Arizona Bahas Potensi Kerjasama Ekonomi, Rencana Bentuk Kamar Dagang Internasional


Laporan Reporter : Tim Lpt 

DENPASAR , BALI KINI – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan lima anggota Dewan Perwakilan Rakyat Negara Bagian Arizona, Amerika Serikat, dalam rangka Misi Perdagangan Legislatif Arizona ke Indonesia. Pertemuan berlangsung di rumah dinas Gubernur Bali di Denpasar, Sabtu (18/10).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama ekonomi, termasuk rencana pendirian kamar dagang internasional di Bali. 
“Satu ide yang akan kami bawa pulang adalah rencana pendirian kamar dagang antara perusahaan Arizona dan perusahaan Indonesia, serta sebaliknya,” kata Ketua DPR Arizona, Tony Rivero, usai berdiskusi dengan Gubernur Bali.

Rivero menjelaskan, rencana ini merupakan bagian dari diplomasi ekonomi yang telah terjalin antara Indonesia dan Arizona selama lima tahun terakhir, khususnya di sektor perdagangan internasional semikonduktor. Ia menambahkan, selain perdagangan, pihaknya juga melihat potensi besar kerja sama di bidang pariwisata dan kesehatan.

“Kami berkesempatan berkunjung ke fasilitas kesehatan besar di Bali yang mempromosikan pariwisata medis. Jadi, saya pikir akan ada banyak potensi bisnis seperti yang sudah kami diskusikan dengan Pak Gubernur,” kata Rivero.

Menurut Rivero, Bali juga sudah sangat dikenal masyarakat Arizona, terutama generasi muda berusia 18 tahun ke atas. Hal ini dinilainya membuka peluang investasi di berbagai sektor.

Gubernur Koster menyambut baik rencana tersebut. Ia menegaskan, Bali siap menjadi pusat investasi, perdagangan berkelanjutan, dan pariwisata kesehatan internasional. “Saya akan membentuk tim untuk melihat potensi kerja sama antara Indonesia dengan Arizona, terutama sekali untuk Bali,” ujarnya.

Koster menyinggung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur yang tengah difokuskan pada pariwisata kesehatan, termasuk layanan medis modern dan kesehatan tradisional Bali. “Itu rumah sakit berkelas dunia yang kebanyakan pasiennya orang asing. Ini salah satu yang kami promosikan,” katanya.

Berdasarkan data pembangunan, Bali mencatat pertumbuhan ekonomi 5,48% pada 2024, lebih tinggi dari nasional (5,03%), dengan tingkat kemiskinan 3,80% dan pengangguran terbuka 1,79%, keduanya terendah di Indonesia.

Koster berharap kunjungan delegasi Arizona ini menjadi momentum lahirnya kolaborasi strategis yang saling menguntungkan. “Kemitraan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat hubungan perdagangan dan investasi bilateral,” pungkasnya.(*)

Wawali Arya Wibawa Tutup Parade Baleganjur se-Kota Denpasar 2025


Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana saat menyerahkan Piagam Penghargaan serangkaian Penutupan Parade Baleganjur se-Kota Denpasar di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (19/10)


Laporan Reporter : Pur 

Denpasar, Bali Kini - Gemuruh gamelan baleganjur menggema penuh semangat di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (19/10). Suasana yang sarat energi seni dan kebersamaan itu menjadi penanda berakhirnya Parade Baleganjur se-Kota Denpasar Tahun 2025, yang secara resmi ditutup oleh Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.

Penutupan parade yang diikuti 12 sekaa baleganjur dari berbagai desa dan banjar di Kota Denpasar ini ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan kepada peserta terbaik. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ini mengusung tema “Wira Sinom Samskara” bermakna bangkit bersama pemuda melestarikan seni dan budaya menuju Denpasar Maju.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, pimpinan OPD, pengamat seni Kota Denpasar dan tokoh masyarakat.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, disela-sela penyerahan penghargaan menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat dan kreativitas para peserta. Arya Wibawa menegaskan bahwa parade baleganjur tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga ruang pembinaan dan ekspresi bagi generasi muda dalam menjaga warisan budaya Bali.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menampilkan keindahan dan kekuatan seni baleganjur, tetapi juga menanamkan kesadaran kepada generasi muda tentang pentingnya melestarikan budaya kita,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut, Wawali Arya Wibawa berharap agar parade seperti ini dapat menjadi wadah bagi anak muda Denpasar untuk berinovasi dalam bidang seni dan budaya, sekaligus menjadi langkah persiapan menuju ajang yang lebih besar seperti Pesta Kesenian Bali (PKB).

“Semoga kegiatan ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk terus berkarya, berkreasi, dan memperkuat semangat kebangsaan yang sejalan dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda,” tambahnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Gede Raka Purwantara, menjelaskan bahwa parade ini menjadi bagian penting dari pembinaan seni tradisi di Kota Denpasar. Selain menumbuhkan semangat gotong royong antar generasi muda, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana evaluasi terhadap perkembangan sekaa baleganjur di setiap wilayah.

“Peserta parade menampilkan garapan bertema kepahlawanan dengan durasi 8–10 menit. Unsur yang dinilai mencakup teknik, ide dan gagasan, struktur tabuh, kreativitas, serta penampilan secara keseluruhan,” jelasnya.

Sementara Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Wayan Narta, menambahkan bahwa seluruh peserta tetap mempertahankan struktur tradisi baleganjur yang dikreasikan sesuai tema, dengan sentuhan inovasi sebagai tolak ukur kreativitas.

“Pola musikalitas dikemas dalam satu kesatuan utuh tanpa meninggalkan pakem, sehingga nilai tradisi dan semangat modern dapat berjalan seimbang,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta menerima piagam penghargaan dan jasa sebesar Rp15 juta (dipotong pajak), sementara empat peserta terbaik memperoleh tambahan Rp10 juta (dipotong pajak).

Peserta terbaik I diraih Sekaa Gong Remaja Kencana Wiguna, Banjar Kehen, Desa Kesiman Petilan, Desa Adat Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur. Terbaik II diraih Sekaa Gong Sindhu Luwang Gurnita, Desa Adat Tembawu, Kecamatan Denpasar Timur, terbaik III diraih Sekaa Teruna Mandala Dharma Bakti, Banjar Sebudi, Desa Tanjung Bungkak, Kecamatan Denpasar Timur. Dan terakhir, terbaik IV diraih Kanaka Abyakta, Desa Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara. 

Wawali Arya Wibawa Terima Kunjungan Siswa Sekolah Unggulan SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur




Laporan Reporter : Agus

Denpasar, Bali Kini - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menerima kunjungan salah satu siswa SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur, I Kadek Hendra Bhakti Arga, di Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (20/10).

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka bersilaturahmi dan memperkenalkan diri sekaligus profil sekolah unggulan berasrama tersebut.

Dalam kesempatan itu, I Kadek Hendra Bhakti Arga menjelaskan bahwa SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur merupakan sekolah unggulan yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan berlokasi di Kota Kediri. Sekolah ini mengusung sistem pendidikan berasrama yang menggabungkan kurikulum nasional dengan pendidikan karakter, nilai-nilai religius, serta semangat kebangsaan. 
Selain itu, sekolah ini juga memiliki kurikulum khusus bela negara dan kesamaptaan yang dibimbing langsung oleh personel TNI Angkatan Darat.

“Sebagai sekolah taruna, kami dibekali dengan disiplin, tanggung jawab, dan semangat juang yang tinggi. Diharapkan pendidikan di SMAN 5 Taruna Brawijaya dapat melahirkan generasi muda yang berkarakter, berwawasan luas, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan nasionalisme yang kuat,” ujar Hendra Bhakti Arga.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi serta rasa bangganya atas semangat dan prestasi yang ditunjukkan oleh Kadek Hendra. Ia menilai, semangat anak muda seperti inilah yang harus terus didorong untuk menjadi generasi penerus yang berintegritas dan siap berkontribusi bagi bangsa.

“Saya sangat mengapresiasi semangat Kadek Hendra yang sudah berani menempuh pendidikan jauh dari rumah untuk menimba ilmu dan membentuk karakter di sekolah berasrama seperti SMAN 5 Taruna Brawijaya. Ini adalah langkah yang luar biasa,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut, ia berpesan agar Hendra terus fokus belajar, menjaga disiplin, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan religiusitas dalam setiap langkahnya. Ia juga berharap agar Hendra dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Denpasar lainnya untuk terus berprestasi di berbagai bidang.

Selain itu Arya Wibawa juga turut memberikan motivasi serta dorongan moral agar Kadek Hendra terus menorehkan prestasi dan membawa nama baik Kota Denpasar di kancah nasional.

“Teruslah bersemangat dan taat dalam mengikuti seluruh proses pembelajaran di sekolah. Jadikan setiap tantangan sebagai pengalaman berharga untuk meraih cita-cita. Kami di Pemerintah Kota Denpasar tentu bangga dengan generasi muda seperti Kadek Hendra,” harap Arya Wibawa. 
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved