-->

Kamis, 20 November 2025

DPRD Bali Sampaikan Penjelasan Awal Raperda Disabilitas, Tegaskan Komitmen Antidiskriminasi


DENPASAR , Bali Kinin— DPRD Provinsi Bali resmi menyampaikan penjelasan awal terkait penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif tentang Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas dalam Rapat Paripurna ke-11 (Intern) Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026, Senin (17/11/2025).

Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh I Ketut Tama Tenaya, SS., M.Si., selaku Ketua Bapemperda DPRD Bali.

Dalam paparannya, Tama Tenaya menegaskan bahwa penyusunan Raperda ini merupakan bentuk penyempurnaan terhadap Perda Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2015, sekaligus penyesuaian dengan regulasi terbaru, khususnya UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan ketentuan hasil ratifikasi Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas (CRPD).

Selaras dengan Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”

Tama Tenaya menjelaskan, Raperda ini sejalan dengan spirit “Jana Kerthi”, yakni penghormatan dan jaminan harkat martabat manusia secara adil, beradab, dan tanpa diskriminasi. Ia menegaskan bahwa hak-hak dasar penyandang disabilitas melekat secara kodrati dan wajib dilindungi negara.

“Raperda ini penting dan strategis, bukan hanya karena amanat undang-undang, tetapi karena menyangkut kemanusiaan yang adil dan beradab,” tegasnya.

Ruang Lingkup Raperda: Dari Pendidikan Hingga Bencana

Raperda memuat XI Bab dan 93 pasal dengan pengaturan yang mencakup berbagai aspek kehidupan penyandang disabilitas, seperti:

keadilan dan perlindungan hukum pendidikan pekerjaan, kewirausahaan, dan koperasi kesehatan politik keagamaan dan adat olahraga kebudayaan dan pariwisata kesejahteraan sosial aksesibilitas pelayanan publik perlindungan bencana habilitasi dan rehabilitasi pendataan konsesi komunikasi dan informasi perempuan dan anak

Raperda ini juga memuat penguatan nilai-nilai kearifan lokal Bali, dengan memastikan penyandang disabilitas memiliki ruang yang setara untuk berpartisipasi dalam kegiatan agama, adat, dan budaya.

Tama Tenaya menyoroti satu catatan penting: belum adanya pengaturan terkait sanksi terhadap pelaku diskriminasi, yang nantinya akan menjadi bagian pembahasan dalam Pansus.

Dibahas Lebih Lanjut oleh Pansus

Setelah disetujui sebagai bagian dari Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda), rancangan aturan ini akan masuk pembahasan lebih dalam oleh Panitia Khusus (Pansus). Pansus akan melibatkan stakeholder terkait dan melakukan konsultasi ke lembaga-lembaga berwenang.

“Harapannya, produk hukum ini nantinya menjadi regulasi yang responsif, progresif, dan implementatif dalam menjawab pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Bali,” ujarnya.

Rapat ditutup dengan harapan agar proses penyusunan Raperda berjalan lancar, tepat sasaran, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat penyandang disabilitas. (Arn)

Rabu, 19 November 2025

11 RUKO DI PASAR MENANGA TERBAKAR, API DIDUGA BERSUMBER DARI DUPA YANG MASIH MENYALA



Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

KARANGASEM BALI KINI  — Sebanyak 11 ruko di Pasar Desa Menanga, Kecamatan Rendang, ludes terbakar pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 14.00 Wita. Berdasarkan laporan Polsek Rendang, kebakaran dipicu dupa yang masih menyala usai persembahyangan Hari Raya Galungan.

Api pertama kali terlihat sekitar pukul 13.40 Wita oleh warga yang melintas di depan pasar. Melihat kobaran yang mulai membesar dari salah satu kios di deretan timur, warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Piket Polsek Rendang dan Koramil Rendang. Petugas kemudian mengoordinasikan pemadaman dengan tim pemadam kebakaran.

Empat unit Damkar—dua dari Kabupaten Klungkung dan dua dari Kabupaten Karangasem—tiba di lokasi sekitar pukul 13.45 Wita. Setelah lebih dari satu jam upaya pemadaman, api berhasil dikendalikan pada pukul 15.00 Wita.

Perbekel Desa Menanga, I Made Hendra Sagita, memastikan situasi kini telah kondusif. “Saat ini api sudah berhasil dipadamkan. Tinggal proses pendinginan dan penanganan lanjutan di lapangan,” ujarnya.

Ruko yang terbakar berukuran 3 × 4 meter dan menjual beragam barang seperti alat upakara, emas, pakaian, perabotan, sembako, dan buah. Usai pemadaman, petugas memasang garis polisi untuk proses identifikasi serta penyelidikan lebih lanjut oleh Reskrim Polsek Rendang.

Kerugian materiil masih dalam proses pemeriksaan, namun 11 ruko dipastikan tidak bisa diselamatkan. (Ami)

Selasa, 18 November 2025

Exit Meeting Pemeriksaan Terinci Badan Pemeriksa Keuangan


Klungkung Bali Kini - Bupati Klungkung I Made Satria memimpin kegiatan Exit Meeting bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bali, yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Rabu (17/11). Kegiatan ini dilaksanakan setelah selesainya pemeriksaan terinci selama 35 hari yang difokuskan pada evaluasi pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesesuaian pengelolaan PDRD dengan UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah beserta regulasi turunannya.

Pimpinan tim BPK, Gusti Ngurah Satria Prawira, selaku Penanggung Jawab Pemeriksaan, menyampaikan bahwa pihaknya telah menuntaskan rangkaian pemeriksaan terinci sesuai jadwal. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Klungkung beserta seluruh jajaran atas dukungan dan kerja sama yang diberikan selama proses pemeriksaan berlangsung.

Adapun ruang lingkup pemeriksaan meliputi Pajak Daerah, antara lain PBB-P2, PBJT Makanan/Minuman, PBJT Jasa Perhotelan, PBJT Jasa Parkir, Pajak Air Tanah, dan jenis pajak lainnya. Selain itu, pemeriksaan juga mencakup Retribusi Daerah yang meliputi Retribusi Pelayanan Kesehatan, Kebersihan, Jasa Kepelabuhan, Pelayanan Tempat Rekreasi dan Wisata, serta retribusi-retribusi lainnya.

Sementara itu, Bupati Klungkung I Made Satria menekankan pentingnya tindak lanjut atas seluruh temuan dan catatan yang disampaikan oleh tim BPK. Menurutnya, hasil pemeriksaan harus dijadikan bahan pembelajaran bagi Pemerintah Kabupaten Klungkung agar kualitas tata kelola keuangan daerah semakin baik.

“Catatan pemeriksaan ini merupakan evaluasi berharga untuk kita semua. Saya minta seluruh OPD segera menindaklanjuti setiap temuan yang disampaikan tim BPK dan menyelesaikan permasalahan yang ada,” tegas Bupati Satria yang didampingi Sekretaris Daerah Anak Agung Gde Lesmana, Kepala Inspektorat Made Sumiarta, serta sejumlah kepala OPD terkait.            
        

Senin, 17 November 2025

Sidak BPOM di Kreneng Temukan Makanan Olahan Berbahaya

Laporan Reporter : Jero Ari 

Denpasar , Bali Kini  — Menjelang perayaan Hari Raya Galungan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Denpasar mengintensifkan pengawasan produk pangan olahan di pasar tradisional. Salah satunya, pada Senin (17/11) melakukan sidak ke Pasar Kereneng untuk memastikan bahan pangan aman dan layak edar.

Menurut informasi dari BPOM Denpasar, intensifikasi pengawasan ini dilakukan secara rutin menjelang hari besar keagamaan, karena peredaran pangan olahan cenderung meningkat. 

Dalam inspeksi, BPOM menitikberatkan pada produk-produk yang rawan masalah, diantaranya pangan tanpa izin edar, produk kedaluwarsa, serta kemasan rusak seperti kaleng penyok atau berkarat. 

"Selain itu, produk upakara seperti jajanan pasar, pangan siap saji, daging segar, dan olahan juga disampling dan diuji," sebutnya. 

Dari 18 sarana peredaran pangan yang diawasi di Pulau Bali, BPOM mengungkap bahwa 5 sarana (sekitar 27,78%) tidak memenuhi ketentuan (TMK). Untuk sarana tersebut, petugas memberikan pembinaan agar penjual memastikan produknya aman dan bermutu. 

BPOM juga melaporkan beberapa temuan, yakni 34 item produk kedaluwarsa (total 154 kemasan) dan 3 kemasan rusak/penyok. 

Lebih jauh, dalam sampling di pasar tradisional (termasuk di Denpasar), dari 57 produk pangan diperiksa, ditemukan dua produk yang mengandung bahan berbahaya, seperti Rhodamin B pada terasi dan formalin pada teri medan. 

BPOM telah meminta pedagang dan pengelola pasar untuk menghentikan pemasok yang terbukti menjual produk berbahaya tersebut. Produk yang terindikasi dikumpulkan dan akan dimusnahkan. 

Dari catatan BPOM Denpasar sebelumnya, pengawasan sejenis juga pernah dilakukan di pasar-pasar tradisional menjelang perayaan Galungan–Kuningan.

Kejari Karangasem Musnahkan 208 Barang Bukti dari 35 Perkara, Termasuk 37 Gram Sabu


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

KARANGASEM, Bali Kini — Kejaksaan Negeri Karangasem memusnahkan ratusan barang bukti dari perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) periode Juni hingga November 2025. Pemusnahan digelar pada Senin (17/11/2025) dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri Karangasem, Shinta Ayu Dewi RR, SH, MH.

Total 35 perkara dengan 208 jenis barang bukti dimusnahkan. Rinciannya:
Narkotika: 13 perkara, Pencurian: 6 perkara; Persetubuhan & pelecehan: 6 perkara; Pengancaman: 2 perkara; Perjudian online: 2 perkara; Penipuan: 1 perkara; Penganiayaan: 1 perkara; Lalu lintas & angkutan jalan: 1 perkara; Penyalahgunaan BBM bersubsidi: 1 perkara; Pelanggaran kewajiban mencantumkan peringatan kesehatan: 1 perkara. 

Detail Barang Bukti yang Dimusnahkan; Narkotika mendominasi barang bukti, antara lain Sabu-sabu total bruto 37,33 gram, netto 30,03 gram dan Ganja bruto 11,5 gram, netto 8,43 gram. 

Barang bukti lainnya berupa handphone, timbangan, alat elektronik, pakaian, dan dokumen.

Metode pemusnahan dilakukan sesuai prosedur agar barang bukti benar-benar tidak bisa disalahgunakan kembali. Sabu-sabu diblender bersama deterjen, ganja turut dihancurkan, HP dan timbangan dihancurkan dengan dipukul, sementara pakaian serta dokumen dibakar.

Kepala Kejari Karangasem menegaskan bahwa pemusnahan ini merupakan bentuk komitmen kejaksaan dalam memastikan barang bukti hasil tindak pidana tak lagi memiliki nilai guna.

“Kami benar-benar berkomitmen menjalankan fungsi kami. Semua barang bukti ini sudah final, sudah inkracht, sehingga wajib dimusnahkan agar tidak disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung di halaman Kejaksaan Negeri Karangasem dan disaksikan unsur terkait sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum di wilayah Karangasem. (Ami)

Minggu, 16 November 2025

Tekan Inflasi Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan

 


Ket. Foto : Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana saat membuka Festival Bazar Pangan yang dilaksanakan di Jalan Danau Beratan, Desa Sanur Kaja, Sabtu (15/11).


Sekda IB Alit Wiradana Buka Festival Bazar Pangan Yowana Desa Adat Sanur

Laporan Reporter  : Tim Lpt 

Denpasar, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan bersinergi dengan Yowana Desa Adat Sanur menggelar Festival Bazar Pangan yang dilaksanakan di Jalan Danau Beratan, Desa Sanur Kaja, Sabtu (15/11).


Kegiatan ini digelar guna memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok jelang hari raya Galungan dan Kuningan.

Adapun dalam kegiatan ini juga di gelar serangkaian Lomba Ngelawar, Lomba Gebogan se-Desa Adat Sanur. Acara ini dibuka secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana yang ditandai dengan pemukulan kempur dan pemotongan pita.


Turut hadir sekaligus membuka pelaksanaan tersebut Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangsa, Kabag Perekonomian Setda Kota Denpasar, I Wayan Putra Sarjana, serta pihak terkait lainnya. Usai membuka, Sekda Alit Wiradana  langsung meninjau satu persatu stand bazar yang menjual berbagai bahan-bahan pokok, produk UMKM, aneka buah hingga perlengkapan jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Selain itu pihaknya juga turut meninjau kegiatan lomba ngelawar dan lomba gebogan serangkian Festival Bazzar Pangan. "Kita harapkan Festival Bazar Pangan ini bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, kita harapkan juga masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan Bazar Pangan ini dengan sebaik baiknya" ujar Alit Wiradana.


Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangsa saat ditemui mengatakan, pelaksanaan Festival Bazar Pangan ini merupakan serangkaian bazzar pangan yang digelar Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar guna mengendalikan Inflasi jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.


Pada pelaksanaan kali ini, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan berkolaborasi dengan Desa Adat Sanur menyediakan beberapa komoditi bahan pangan seperti Beras, Gula Pasir, Bawang Merah, Bawang Putih, Cabai, Daging, dan bahan pokok lainnya dengan harga yang lebih murah dari harga dipasaran.


“Kita sediakan lebih murah 10 hingga 15 persen dari harga pasaran,” ujarnya


Selain itu, pada pelaksaanaan ini juga dilksanakan lomba ngelawar antar Sekaa Teruna dan lomba Gebogan antar banjar se-Desa Adat Sanur. Selain bisa mendapatkan bahan pokok, kegiatan lomba ini juga digelar guna meningkatkan kreatifitas pada generasi muda dan solidaritas antar warga di Desa Adat Sanur.

Ribuan Warga Bergerak Serentak Rayakan HUT ke-532 Kota Singasana


- Grebeg Sampah Bangkitkan Semangat Gotong-Royong Melalui Aksi Peduli Lingkungan - 

Laporan Reporter : Tim Lpt 

Tabanan , Bali Kini  – Dalam rangkaian perayaan HUT ke-532 Kota Singasana Tahun 2025 yang mengusung tema “Mula Jayaning Singasana”, Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar kegiatan Grebeg Sampah Serentak di 10 Kecamatan di Kabupaten Tabanan, Jumat (14/11).  Grebeg Sampah merupakan salah satu inovasi Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., dalam rangka memperkuat kesadaran kolektif terhadap kebersihan lingkungan, khususnya pada ruang-ruang publik yang sangat dekat dengan aktivitas masyarakat. 


Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 6532 orang yang bergerak di seluruh Kecamatan untuk membersihkan wilayah masing-masing. Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, dan juga melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kelompok pemuda, komunitas lingkungan, organisasi wanita, para pedagang pasar, para siswa-siswi dari tingkat SD, SMP dan SMA/SMK, Forkopimcam hingga perangkat daerah serta seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan.


Acara grebeg sampah ini, sebagai salah satu agenda utama perayaan HUT Kota Singasana tahun ini, program ini diharapkan menjadi momentum untuk membangun budaya hidup bersih dan tertib lingkungan secara berkelanjutan. Dalam berbagai kesempatan, Bupati Sanjaya menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga wajah kota, terutama di ruang-ruang publik seperti pasar, jalan utama, serta area permukiman.


Menyampaikan arahan Bupati, Sekda I Gede Susila menyampaikan, bahwa Grebeg Sampah merupakan wujud nyata komitmen daerah dalam menjaga kebersihan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia menegaskan, perayaan HUT Kota Singasana bukan hanya sebuah acara seremonial, tetapi juga momentum refleksi untuk meneguhkan kembali tekad dalam membangun kota yang bersih, sehat, dan berdaya saing. Para peserta dalam kegiatan antusias melakukan pembersihan area pasar, memilah sampah organik dan anorganik, serta mengumpulkan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan.


Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap semangat Mula Jayaning Singasana yang bermakna awal dari kejayaan dan kemuliaan kota, dapat diwujudkan melalui tindakan nyata menjaga kebersihan, ketertiban, dan harmonisasi lingkungan. Dengan partisipasi aktif seluruh masyarakat, diharapkan semakin siap menuju masa depan yang lebih nyaman, tertata, dan berkelanjutan.


Kegiatan Grebeg Sampah menjadi bukti bahwa peringatan HUT Kota Tabanan tidak hanya dirayakan dengan kemeriahan, tetapi juga dengan kerja nyata yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman, serta kedepannya mampu menjadi tradisi positif yang terus dilaksanakan dan semakin meluas ke seluruh wilayah Tabanan.

Singasana Boxing Meriahkan Perayaan HUT ke-532 Kota Singasana



Laporan Reporter : Tim Lpt

Tabanan , Bali Kini  — Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar kegiatan Singasana Boxing sebagai salah satu rangkaian perayaan HUT ke-532 Kota Singasana, Sabtu (15/11) di Lapangan Alit Saputra Tabanan. Kegiatan yang menampilkan pertandingan ekshibisi tinju Kepala Dinas dan Bintang Tamu Pakdek Bantug vs Kabyah, dibuka secara resmi oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M., didampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, Sekda, para Asisten dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Tabanan dan masyarakat yang memadati area pertandingan.


Acara ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan hiburan sehat kepada masyarakat, sekaligus mendorong semangat sportivitas dan jiwa kompetitif yang positif khususnya bagi generasi muda. Singasana Boxing dirancang tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai ajang untuk memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat melalui kegiatan yang bersifat edukatif dan rekreatif.


Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Peringatan HUT Kota Singasana tahun 2025 merupakan momentum penting untuk meneguhkan komitmen bersama dalam membangun Tabanan yang semakin maju. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Singasana Boxing menjadi simbol bahwa berbagai elemen masyarakat dapat bersatu melalui kegiatan olahraga. 


Sanjaya juga mengapresiasi keberanian dua pejabat daerah yang tampil sebagai petarung ekshibisi, yakni Kepala BPBD Tabanan dan Kepala Dinas Kebudayaan yang juga Plt. Kepala Dinas Pertanian. Keduanya dinilai menunjukkan keberanian dan semangat sportivitas dengan tampil di arena tinju meski kesehariannya bertugas dalam bidang pemerintahan. “Meskipun jabatan mereka jauh dari ring tinju, malam ini mereka telah menunjukkan keberaniannya demi memberikan hiburan terbaik bagi masyarakat. Ini adalah simbol bahwa dalam olahraga, semua bisa bersatu dan semangat juang harus dimiliki di segala bidang,” ungkapnya.


Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Politisi asal Dauh Pala Tabanan ini juga memberikan sentuhan humor untuk menambah semarak acara. Ia menyampaikan tantangan dan hadiah kepada peserta yang menjadi pilihan masing-masing pimpinan daerah. “Sebagai bentuk apresiasi dan bagian dari hiburan, saya menyatakan Pak Giri Kepala BPBD sebagai ‘ayamnya Bupati’, dan saya siapkan hadiah Rp 1 juta jika memenangkan pertandingan. Sementara itu, Wabup Dirga menunjuk Kepala Dinas Kebudayaan dan juga menyiapkan hadiah Rp 500 ribu untuk ‘ayamnya’,” tutur Bupati Sanjaya yang disambut riuh tawa penonton.


Pertandingan ekshibisi berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Keikutsertaan dua pejabat daerah menambah daya tarik acara, menciptakan suasana yang hangat, akrab, dan penuh kegembiraan. Singasana Boxing merupakan bagian dari rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-532 Kota Singasana yang mengusung tema “Mula Jayaning Singasana”. Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen menghadirkan program-program yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


Bupati Sanjaya berharap agar momentum ini dapat mempererat sinergi antara pemerintah, masyarakat, komunitas olahraga, serta generasi muda. Menurutnya, kehadiran kegiatan hiburan yang sehat dan berkualitas akan menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang kuat dan harmonis. Acara ditutup dengan sesi pertandingan lanjutan dan interaksi antara masyarakat dengan pimpinan daerah, yang semakin menambah kemeriahan perayaan HUT Kota Singasana.

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved