-->

Kamis, 22 Januari 2026

Kearifan Lokal Jadi Kunci Percepatan Pemulihan Pasca Bencana di Jembrana

Jembrana , Bali Kini  – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, meninjau langsung sejumlah titik lokasi yang terdampak bencana angin puting beliung pada Rabu (21/1). Kejadian yang terjadi pada dini hari tersebut mengakibatkan puluhan keluarga mengalami kerusakan bangunan, terutama pada bagian atap rumah.

Dalam kunjungannya meninjau warga terdampak bencana di Kelurahan Dauhwaru dan Desa Batuagung, Bupati Kembang menekankan pentingnya kearifan lokal dalam mitigasi bencana. Beliau meminta warga untuk segera “Gedig Kulkul” (membunyikan kentongan) sebagai tanda peringatan dini dan panggilan untuk gotong-royong saat bencana terjadi.

Pihaknya juga menginstruksikan agar penanganan pascabencana dilakukan secara kolektif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan aparat.

"Langkah pertama, kita bersihkan dulu, libatkan semua masyarakat. Ini untuk menumbuhkan rasa empati. Ada bencana agar tergerak, siapa pun yang kena bencana tergerak semua. Aparat yang datang semua juga ikut membersihkan," ujar Bupati Kembang.

Ia menargetkan pemulihan fisik dapat selesai dalam waktu singkat agar beban psikologis warga tidak bertambah. "Hitungan jam agar genteng terpasang, agar tidak ada bekas-bekas bencana, sehingga masyarakat yang terdampak dapat kembali segera beraktivitas normal," harapnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Jembrana juga telah menyalurkan bantuan logistik darurat kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan cukup akibat bencana angin puting beliung tersebut.

Mengingat curah hujan yang tinggi dan angin kencang yang kerap melanda wilayah Jembrana belakangan ini, Bupati menghimbau warga untuk selalu waspada dan mengoptimalkan fungsi kulkul sebagai sarana komunikasi tradisional yang efektif dalam situasi genting. (*)

Bupati Kembang Beri Warning Seluruh Kepala OPD : Program Wajib Memiliki Target Waktu

Jembrana , Bali Kini– Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menegaskan bahwa setiap program yang dijalankan OPD wajib memiliki target waktu yang jelas dan terukur.

Menurutnya, program tanpa batas waktu hanya akan menjadi wacana dan berpotensi menghambat kinerja pemerintahan. 


Karena itu, seluruh OPD diminta menyusun perencanaan yang detail dengan melibatkan seluruh ASN yang ada di masing-masing OPD, mulai dari tahapan pelaksanaan hingga batas akhir capaian program.


“Setiap program harus jelas target waktunya. Kapan mulai, kapan selesai, dan apa hasil yang ingin dicapai. Jangan sampai program berjalan tanpa arah,” tegas Bupati Kembang saat memimpin rakor bersama Dinas Nakerprin dan Dinas KUP Jembrana diruang rapat Kantor Bupati Jembrana, Selasa (20/1).

Bupati Kembang yang didampingi Sekda Made Budiasa beserta para Staf Ahli Bupati menyampaikan, kejelasan target waktu sangat penting sebagai dasar evaluasi kinerja OPD. 


"Dengan adanya tenggat waktu, pemerintah daerah dapat mengukur progres pelaksanaan program sekaligus mengidentifikasi hambatan yang muncul di lapangan sejak dini," ungkapnya.

Selain itu, Bupati mengingatkan agar pelaksanaan program tidak berjalan sendiri-sendiri. Sinergi antarsektor dan koordinasi lintas OPD dinilai mutlak diperlukan agar program berjalan efektif dan tidak saling tumpang tindih.

Disisi lain, Bupati Kembang juga memberikan atensi kepada Dinas Nakerprin khususnya keberadaan BLK (Balai Latihan Kerja) Jembrana, dimana kedepan akan ada peluang investasi di Pekutatan yakni lapangan golf dan PSN Pelabuhan Pengambengan untuk bagaimana menangkap peluang kerja bagi tenaga kerja di Jembrana.


"Coba peluang itu dipelajari dan disiapkan dengan baik. Tenaga-tenaga kerja apa saja diperlukan. BLK harus bergerak menyiapkan tenaga-tenaga kerja tersebut. Untuk program subsidi kredit PMI juga lebih dikuatkan lagi sehingga cakupannya lebih luas," pungkasnya. (*)

Rabu, 21 Januari 2026

Puting Beliung Terjang Sidakarya Denpasar

Laporan Reporter : Jero Ari

Denpasar, Bali Kini  - Angin puting beliung menerjang Desa Sidakarya Denpasar pada dini hari sekitar jam 02.00 Wita  disaat warga tertidur lelap, Rabu (21/1). Selain rumah juga  beberapa purai milik warga porak poranda.
Ada lebih kurang 35 rumah dan pelinggih yang berada di jalur utama Jalan Sidakarya yang terdampak. Meterial Genting-genting yang dibawa angin berserakan di jalan utama. Sejak kejadian dini hari ini, banyak warga mengaku tidak bisa tidur hingga matahari terbit.
Petugas dari BPBD, kepolisian, Damkar, Tagana Sidekarya hingga aparat desa pun ikut membantu warga menyingkirkan material yang dihempas angin puting beliung. Salah satu warga yang terdampak adalah, AA Ari Krisna yang berada di Gang Kenari Jalan Sidakarya Denpasar. "Dari awal hanya hujan deras disertai angin sedang,  tiba-tiba kencang. Ya sekitar pukul 02.00 Wita. Kami tak mengetahui arahnya angin dari mana, langsung banyak terdengar beberapa suara ambruk," katanya.
 Nampak sejak pagi petugas BPBD, Damkar, dan dari pemerintah desa membersihkan sisa material usai diterbangkan dan berserakan dan memotong pohon jepun yang tumbang. Jalan utama Sidekarya pun tampak material pecahan genteng maupun atap seng yang disisihkan dipinggir jalan.  kawasannya masing masing.
Sementara itu, Wakil Wali Kota, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Kadis Sosial, Kadis Damkar serta jajaran kecamatan Denpasar Selatan juga telah melakukan peninjauan serta pendataan warga yang menjadi korban bencana ini.
Dikatakannya, pemerintah siap membantu penanggulangan pasca bencana, perbaikan bangunan rumah, pura yang berkoordinasi dengan Desa Sidakarya.

Gerak Cepat Pemkab Tabanan Terhadap Dampak Bencana Cuaca Ekstrem di Kecamatan Marga


Tabanan , Bali Kini 
– Merespons aduan masyarakat serta memastikan penanganan darurat berjalan optimal, Pemerintah Kabupaten Tabanan (Pemkab Tabanan) gerak cepat tangani dampak bencana akibat cuaca ekstrem di Desa Kukuh dan Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan, Rabu, (21/1). Menindaklanjuti instruksi Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, hadir bersama Dandim 1619/Tabanan, Kapolres Tabanan, salah satu Anggota DPRD Tabanan dan jajaran turun langsung meninjau lokasi terdampak.


Wabup Dirga dan jajaran mengawali kunjungan di Banjar Denuma, Kukuh, Marga meninjau kerusakan yang diakibatkan oleh gorong-gorong sungai yang mampet sehingga mengakibatkan air meluap ke jalan saat hujan. Kemudian melanjutkan kunjungan di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Marga. Akibat luapan saluran irigasi Subak Jemanik yang menerobos rumah kontrakan warga, membuat dua orang, yakni ibu dan anaknya hanyut dan belum ditemukan. 


Peristiwa tragis yang menimpa satu keluarga asal Kupang tersebut terjadi pada subuh (21/1) akibat hujan deras yang menyebabkan longsor senderan Perumahan Asri II sepanjang kurang lebih 10 meter, hingga menutup saluran irigasi Subak Jemanik di belakang rumah kontrakan korban. Akibat tertutupnya saluran irigasi tersebut, air meluap deras dan masuk ke rumah kontrakan yang ditempati keluarga Semi Cristian Banafanu (31). 


Dalam kondisi panik, korban bersama keluarganya berupaya menyelamatkan diri. Namun nahas, Yuliana Da Costa Makun (30) dan anak keduanya Audrey Natania Banafanu (1,5) terseret arus dan hingga kini belum ditemukan dan tim yang terdiri dari TNI, POLRI, PMI, BPBD, Keluarga Korban dan Masyarakat, masih melakukan pencarian di daerah aliran sungai. Sementara itu, suami korban, Semi Cristian Banafanu (31), mengalami patah kaki dan harus mendapatkan perawatan di RSUD Tabanan. Anak pertama mereka, Nhatalia De Quenza Banafanu (7), berhasil selamat.


Menanggapi kejadian tersebut, Wabup Dirga menyampaikan pesan Bupati Tabanan, menekankan pemerintah daerah bersinergi dengan TNI, Polri, PMI, masyarakat dan semua pihak terkait, akan berusaha melaksanakan tanggung jawab dalam penanganan dampak bencana, termasuk tindak lanjut bagi para korban. “Pasti akan dibantu. Jajaran teknis seperti Dinas PUPR dan BPBD sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan investigasi serta menghitung kerugian yang ditimbulkan akibat bencana ini,” tegasnya.


Sesuai arahan Bupati Tabanan, Wabup Dirga juga mengimbau seluruh masyarakat Tabanan untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Ia berharap peran media turut membantu menyebarluaskan himbauan tersebut agar sampai langsung ke masyarakat. “Cuaca ekstrem ini belum selesai. Kita perkirakan masih berlanjut hingga bulan Maret. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kewaspadaan dan saling bahu-membahu menjaga keselamatan bersama agar masyarakat tidak resah,” ujarnya.


Lebih lanjut, Dirga menyampaikan pentingnya peran pemerintah desa dalam mengenali kondisi wilayah dan warganya, khususnya terkait bangunan yang berada di area rawan bencana. Ia juga mengingatkan agar setiap potensi risiko segera dilaporkan apabila tidak dapat ditangani di tingkat desa. “Kalau memang tidak bisa diatasi di desa, silahkan segera disampaikan ke camat atau ke pemerintah daerah. Pemerintah sudah menyiapkan perangkat teknis untuk menangani hal tersebut,” tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, Dirga juga menyoroti persoalan sampah yang kerap menjadi salah satu penyebab banjir dan memperparah dampak bencana. Ia mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam pengelolaan sampah dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan saluran air. “Pemerintah setiap tahun sudah menyampaikan himbauan ini sampai ke tingkat bawah. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan, karena dampaknya kembali ke masyarakat sendiri,” pintanya. 

Pemkab Tabanan Turun Langsung Tangani Dampak Bencana Alam di Pujungan, Pupuan


Tabanan  Bali Kini 
– Pemerintah Kabupaten Tabanan menunjukkan perhatian serius kepada masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor akibat curah hujan ekstrem yang melanda wilayah Tabanan dalam beberapa waktu terakhir. Bupati Tabanan, melalui Wakil Bupati I Made Dirga, turun langsung mengunjungi warga terdampak di Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Selasa, (20/1).

Kunjungan pertama dilakukan di Banjar Dinas Dauh Tukad, Desa Padangan, Selanjutnya, melanjutkan peninjauan ke lokasi kedua di Banjar Dinas Padangan Kelod, Desa Padangan. Kehadiran Wabup Dirga dan jajaran juga bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi warga sekaligus memastikan penanganan pascabencana berjalan dengan baik.

Sinergi lintas lini ini diharapkan Dirga menjadi bentuk nyata keseriusan pemerintah daerah dalam merespons bencana alam yang menimpa masyarakat. Adapun rumah warga yang terdampak tanah longsor masing-masing milik I Nyoman Pariasa di Banjar Dinas Dauh Tukad dan I Wayan Arta Widana di Banjar Dinas Padangan Kelod. Kedua rumah tersebut mengalami kerusakan akibat material longsor yang dipicu oleh hujan deras berkepanjangan.

Menyampaikan arahan Bupati, Dirga menegaskan kehadirannya di lokasi merupakan amanah langsung dari Bupati Tabanan untuk merasakan dan melihat kondisi masyarakat yang tertimpa bencana. “Dalam situasi bencana seperti ini, saya benar-benar merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita. Saya menyampaikan terima kasih atas gotong-royong masyarakat yang luar biasa. Semoga bencana seperti ini tidak terulang kembali dan mari kita tingkatkan kewaspadaan bersama,” ujarnya.

Dirga juga menambahkan, wilayah Pupuan memiliki potensi rawan bencana, terutama saat curah hujan tinggi dan berlangsung lama. Oleh karena itu, ia mengapresiasi solidaritas dan kekompakan masyarakat yang selalu sigap membantu sesama di setiap titik bencana, serta menghimbau warga, agar selalu waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem. Apresiasi juga diberikan kepada jajaran PMI dan BPBD yang dinilai sangat aktif dalam melakukan penanganan dan pertolongan di lapangan bersama masyarakat. 

Ia pun berharap, koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh pihak terus ditingkatkan demi meminimalisir risiko bencana di masa mendatang. Selain memberikan perhatian langsung melalui kunjungan dan peninjauan lokasi, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga menyalurkan bantuan tunai langsung kepada para korban bencana tanah longsor sebagai bentuk kepedulian dan upaya meringankan beban masyarakat terdampak.

Perkuat Pengawasan Pemilu, Bawaslu Bangli Jalin Kerja Sama dengan DiskominfoSan


​BANGLI , BALI KINI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bangli resmi menjalin sinergi strategis dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Bangli. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait Publikasi Pengawasan Partisipatif dalam Pemilu dan Pemilihan yang bertempat di Ruang Rapat Bawaslu Bangli Rabu (21/1/26).

​Penandatanganan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Bangli tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Bawaslu Bangli, I Nengah Muliarta, sebagai Pihak Kesatu, dan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Bangli, I Nyoman Murditha, selaku Pihak Kedua.
​Ketua Bawaslu Bangli, I Nengah Muliarta, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah krusial untuk memperluas jangkauan informasi mengenai pengawasan pemilu kepada masyarakat luas.
​"Kami ingin memastikan bahwa setiap tahapan pengawasan partisipatif dapat terpublikasikan dengan baik. Melalui dukungan Diskominfosan, kami berharap pesan-pesan edukasi pemilu dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat Bangli secara efektif dan akurat," ujar Nengah Muliarta.
​Senada dengan hal tersebut, Kepala Diskominfosan Kabupaten Bangli, I Nyoman Murditha, menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program publikasi ini. Menurutnya, peran Diskominfosan adalah menjadi jembatan informasi antara lembaga negara dan masyarakat melalui saluran komunikasi yang dimiliki pemerintah daerah.

​"Kerja sama ini adalah bentuk komitmen kami dalam mendukung terciptanya Pemilu yang transparan dan demokratis di Kabupaten Bangli. Kami akan memaksimalkan infrastruktur informasi dan komunikasi yang ada untuk mempublikasikan kegiatan pengawasan partisipatif ini," tegas Nyoman Murditha.

​Adapun Poin Utama Perjanjian yakni Publikasi Pengawasan Partisipatif dalam Pemilu dan Pemilihan. Dengan Tujuan Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut serta mengawasi jalannya proses demokrasi. Pemanfaatan kanal informasi digital dan media komunikasi di bawah naungan Diskominfosan Bangli untuk sosialisasi pengawasan pemilu.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan tingkat kerawanan pemilu dapat ditekan melalui pengawasan mandiri oleh masyarakat yang terinformasi dengan baik melalui platform media sosial maupun kanal berita resmi pemerintah daerah.

172 Box Burung Tanpa Dokumen Karantina Diamankan di Pelabuhan Padangbai

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini - 
Petugas Karantina Pertanian bersama Polsek Padangbai dan unsur BKO TNI AL mengamankan ribuan unggas burung tanpa dilengkapi dokumen karantina di Pos 2 Pelabuhan Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem, Rabu (21/1) dini hari. Unggas tersebut diangkut menggunakan sebuah truk sedang dari Pelabuhan Lembar, NTB, menuju Bali.

Pengamanan dilakukan sekitar pukul 00.15 Wita terhadap truk bernomor polisi AG 9808 EF yang memuat 172 box berisi sekitar 6.860 ekor burung dari berbagai jenis. Seluruh unggas diketahui tidak disertai dokumen karantina sebagaimana dipersyaratkan dalam lalu lintas hewan antarwilayah.

Kapolsek Padangbai Kompol Wayan Gede Wirya mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan hasil pemeriksaan rutin yang dilakukan secara terpadu di kawasan pelabuhan.

“Pengamanan dilakukan saat kendaraan akan melintas di Pos 2 Pelabuhan Padangbai. Setelah dilakukan pemeriksaan bersama petugas karantina, diketahui muatan unggas burung tersebut tidak dilengkapi dokumen karantina. Selanjutnya kendaraan beserta muatan kami amankan untuk proses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kompol Wayan Gede Wirya.

Sopir truk diketahui bernama Moh Hanifullah (46) asal Kota Malang, Jawa Timur, dengan kernet Mawardi (27) asal Lombok Tengah, NTB. Kepada petugas, sopir mengaku menerima tawaran mengangkut burung dari seseorang yang dikenal dengan nama Pak Haji dengan upah sebesar Rp 3 juta, karena kondisi truk dalam keadaan kosong.

Berdasarkan pengakuan sopir, burung-burung tersebut dimuat pada Selasa (20/1) sekitar pukul 18.00 Wita di kawasan Pelabuhan Lembar, kemudian diseberangkan menggunakan KMP Dharma Ferry VIII dan tiba di Pelabuhan Padangbai sekitar pukul 24.00 Wita. Saat truk turun dari kapal dan berada di area parkir pelabuhan, petugas langsung melakukan pemeriksaan.

Adapun jenis burung yang diamankan antara lain manyar sebanyak 70 box, manyar jambul 66 box, prenjak kepala merah 17 box, pleci 6 box, konin 5 box, pipih zebra 5 box, serta masing-masing 1 box burung sogon, sri gunting, dan prenjak gunting.

Usai pemeriksaan awal, kendaraan beserta seluruh muatan burung diamankan ke Kantor Karantina Pertanian dan Peternakan Pelabuhan Padangbai untuk proses penanganan dan tindak lanjut sesuai aturan yang berlaku. Petugas masih melakukan pendalaman guna menelusuri asal-usul unggas serta pihak pengirim. (Ami)

Waspadai Wabah LSD di Jembrana, Karangasem Perketat Antisipasi

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini — Wabah penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang merebak di Kabupaten Jembrana menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyebaran ke wilayah lain di Bali, termasuk Kabupaten Karangasem.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus LSD di wilayah Karangasem.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, I Made Sugiartha, mengatakan pihaknya berharap penyakit tersebut tidak pernah terjadi di Karangasem.

“Sampai saat ini kami belum menemukan adanya kasus LSD di Kabupaten Karangasem. Harapan kami tentu penyakit ini tidak masuk ke wilayah Karangasem,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Sebagai langkah antisipasi, dinas pertanian, pangan dan perikanan melalui bidang kesehatan hewan telah melakukan berbagai upaya pencegahan, salah satunya melalui penyemprotan untuk menekan penyebaran media pembawa penyakit, dengan melakukan penyemprotan disinfektan Di beberapa lokasi, termasuk mencegah lalat yang berpotensi menjadi vektor penularan LSD.

Selain itu, pihaknya juga aktif berkoordinasi dengan para peternak di Karangasem agar meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan secara menyeluruh.

“Rekan-rekan kami di lapangan sudah melakukan antisipasi, termasuk penyemprotan dan koordinasi dengan peternak, agar jika ada potensi bisa segera diatasi secara umum,” tambahnya.

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem mengimbau para peternak untuk segera melapor apabila menemukan gejala mencurigakan pada ternak, guna mencegah penyebaran penyakit sejak dini. (Ami)

Selasa, 20 Januari 2026

Wawali Arya Wibawa Buka Musrenbang Kecamatan Denpasar Timur

Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Denpasar Timur Tahun Anggaran 2026 di Wisata Subak Teba Majelangu, Kesiman Kertalangu, Selasa (20/1).,

Denpasar , Bali Kini - Pembangunan Infrastruktur Jalan, Pembersihan dan Perbaikan Drainase Hingga Perbaikan Gedung Sekolah Jadi Prioritas

Denpasar,
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Denpasar Timur Tahun Anggaran 2026 di Wisata Subak Teba Majelangu, Kesiman Kertalangu, Selasa (20/1). Musrenbang ini dilaksanakan sebagai penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan usulan rencana kegiatan pembangunan desa/kelurahan, yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah di wilayah kecamatan.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Kepala Bappeda Kota Denpasar, I Wayan Putra Sarjana, Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati serta unsur TNI/Polri, Perbekel/Lurah serta undangan lainnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat membacakan Sambutan Walikota Denpasar menjelaskan, fokus pembahasan dan usulan dalam musrenbang kecamatan ini diarahkan pada pembangunan infrastruktur jalan, pembersihan dan perbaikan drainase serta perbaikan gedung sekolah. Hal tersebut merupakan kebutuhan mendasar masyarakat dan sangat relevan dengan kondisi wilayah saat ini.
 
Lebih lanjut dijelaskan, pembangunan jalan yang baik akan meningkatkan konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Sementara itu, drainase yang bersih dan berfungsi dengan baik akan membantu mencegah genangan air dan banjir, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Namun demikian, meskipun penanganan sampah tidak masuk sebagai usulan program dalam musrenbang ini, untuk penanganan sampah sudah masuk dalam penganggaran APBDes tahun 2025/2026 di masing-masing desa dan APBD tahun 2025/2026 untuk kelurahan.

“Saya memandang penting untuk mengingatkan dan mengajak kita semua agar persoalan sampah tetap menjadi perhatian bersama. Dimana Sampah memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan persoalan lingkungan, khususnya kondisi drainase. Infrastruktur yang sudah dibangun dan diperbaiki tidak akan berfungsi optimal apabila masih terdapat kebiasaan membuang sampah sembarangan," ungkapnya.
 
Wawali Arya Wibawa mengajak seluruh perangkat kecamatan, desa, lurah, serta masyarakat untuk menjaga dan merawat infrastruktur jalan dan drainase yang telah dibangun, meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan Menumbuhkan budaya tertib membuang sampah dan menjaga fasilitas umum serta Mengoptimalkan pengelolaan 
TPS3R, teba modern dan komposter. Memberikan edukasi dalam memilah dan mengelola sampah rumah tangga.
 
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta musrenbang kecamatan atas partisipasi aktif dan pemikirannya. Semoga hasil musrenbang ini dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati dalam laporannya mengatakan, Musrenbang Kecamatan Denpasar Timur ini
dilaksanakan di Tempat Wisata Edukasi Subak Teba Majelangu dengan pertimbangan bahwa tempat ini adalah UMKM di wilayah Kecamatan Denpasar Timur milik Desa Kesiman Kertalangu yang di kelola oleh BUMdes Kerta Sari Utama dan sekaligus dengan kegiatan ini kami berkeinginan untuk memperkenalkan bahwa tempat ini dapat menjadi ruang publik yang
representatif untuk kegiatan berskala kecamatan.

Dimana Musrenbang kali ini memiliki 98 usulan kegiatan pada tahun 2027 dengan kegiatan antara lain, Pembangunan infrastruktur jalan sejumlah 51 Usulan, Peningkatan Saluran Drainase Gorong-gorong sejumlah 17 Usulan, Pembangunan Gedung sejumlah 7 Usulan, Pembangunan/perbaikan Trotoar sejumlah 5 Usulan, Pembangunan Jembatan sejumlah 1 Usulan, Pembangunan/perbaikan Senderan Sungai sejumlah 10 Usulan, Perbaikan dan Pemeliharaan Cermin Cembung sejumlah 2 Usulan, Penataan Taman sejumlah 2 Usulan, Penataan tempat tutup Dam sejumlah 1 Usulan, Pengadaan Rambu sejumlah 1 Usulan dan Pengadaan Lampu Penerangan Jalan sejumlah 1
Usulan.

“Pada kesempatan yang sama, kami selaku panitia pelaksana menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dan memberikan dukungan sehingga kegiatan Musrenbang ini dapat terselenggara dengan baik dan lancar," ucapnya. (ays)

Terima Audiensi Duta Besar Republik Slovakia, Gubernur Wayan Koster Perluas Jejaring Kerjasama Strategis Internasional

Denpasar , Bali Kini -  Komitmen Bali untuk terus memperluas jejaring kerja sama internasional kembali ditegaskan. Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Duta Besar Republik Slovakia untuk Indonesia, Tomas Ferko dalam sebuah pertemuan hangat dan penuh makna di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, pada Senin (19/1).

Pertemuan tersebut menjadi momentum perkenalan resmi Duta Besar Republik Slovakia untuk Indonesia, yang hadir didampingi Konsul Kehormatan Republik Slovakia untuk Indonesia, khususnya yang membawahi wilayah Provinsi Bali. Dalam suasana akrab namun tetap konstruktif, kedua belah pihak terlibat dalam dialog terbuka yang sarat visi dan harapan bersama.

Gubernur Wayan Koster menyambut baik audiensi tersebut sebagai langkah awal mempererat hubungan Bali dengan Republik Slovakia. Percakapan difokuskan pada penjajakan peluang kerja sama bilateral, termasuk wacana pengembangan program sister city yang dinilai strategis untuk mempertemukan potensi Bali dengan wilayah-wilayah di Slovakia, baik di bidang budaya, pendidikan, ekonomi kreatif, hingga pariwisata berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Duta Besar Slovakia bersama Konsul Kehormatan secara resmi menyampaikan undangan kepada Gubernur Bali untuk menghadiri peresmian Kantor Konsulat Republik Slovakia di Bali yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Februari 2026. Peresmian ini direncanakan akan dihadiri langsung oleh Menteri Luar Negeri Republik Slovakia, menandai penguatan hubungan diplomatik kedua pihak di tingkat regional.

Lebih jauh, pertemuan juga membahas peluang kerja sama di sektor ketenagakerjaan, khususnya terkait pengadaan dan penempatan tenaga kerja migran Indonesia di Republik Slovakia. Topik ini membuka harapan baru bagi masyarakat Bali dan Indonesia untuk memperoleh kesempatan kerja dan penghidupan yang layak di kancah internasional, dengan tetap mengedepankan perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja.

Sebagai bentuk nyata promosi potensi daerah, Gubernur Bali turut memperkenalkan hasil produksi UKM dan UMKM Bali. Diselimuti suasana keakraban, Gubernur Bali mengajak para tamu kehormatan untuk bersulang dengan sajian khas Pulau Dewata. Arak Bali yang diracik sederhana, dipadukan dengan kopi Bali murni tanpa gula, menjadi simbol persahabatan dan keterbukaan Bali dalam menyambut kerjasama lintas negara. Sekaligus memperkenalkan hasil petani lokal Bali ke mancanegara.

Sebagai penutup pertemuan, Momen tersebut tidak sekadar seremoni, melainkan refleksi nilai-nilai lokal Bali yang menjunjung kejujuran, kesederhanaan, dan keseimbangan. Di balik tegukan arak dan kopi tanpa pemanis itu, tersirat pesan kuat tentang karakter Bali yang apa adanya, hangat, namun berprinsip sekaligus menjadi penanda bahwa kerja sama yang dibangun diharapkan berlandaskan kepercayaan, kesetaraan, dan saling menghormati.(*)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved