-->

Kamis, 21 Mei 2026

Harkitnas ke-118 di Bangli: Bupati Sedana Arta Tekankan Kedaulatan Digital dan Program Prioritas Nasional.


BANGLI, BALI KINI – Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Bangli pada Rabu (20/5/2026).

Upacara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, jajaran Forkopimda, Sekda Bangli, Pimpinan Perangkat Daerah, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bangli.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sedana Arta membacakan amanat tertulis dari Menteri Komunikasi Digital RI, Meutya Viada Hafid, yang menyoroti pergeseran tantangan bangsa di era modern.

Pidato Menkomdigi mengingatkan bahwa momentum 20 Mei merupakan refleksi berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908, yang menjadi awal transformasi perjuangan fisik menjadi perjuangan intelektual. Namun di tahun 2026, medan perjuangan telah berubah.

"Kebangkitan Nasional merupakan proses dinamis. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital," ujar Sedana Arta saat membacakan pidato tersebut.

Sejalan dengan tantangan ini, Harkitnas 2026 mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara" sebagai simbol komitmen melindungi generasi muda sekaligus menegaskan kemandirian nasional.

Upacara ini juga menjadi momentum untuk menegaskan dukungan terhadap langkah taktis Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, ada empat program prioritas yang tengah berjalan masif untuk membangun kesejahteraan masyarakat meliputi Makan Bergizi Gratis, Pemerataan Pendidikan, Cek Kesehatan Gratis, Serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Salah satu poin paling krusial dalam amanat tersebut adalah ketegasan pemerintah dalam melindungi anak-anak di dunia maya. Pemerintah kini memberlakukan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).

"Per 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. Kebijakan ini memastikan anak-anak kita mengakses ruang digital yang sehat dan sesuai usia tumbuh kembangnya," tegas Bupati Bangli.

Menutup sambutannya, Bupati Sedana Arta mengajak seluruh elemen masyarakat Bangli mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda untuk menyalakan kembali api semangat Boedi Oetomo. Ia menekankan pentingnya menjadikan Asta Cita (delapan misi besar pemerintah) sebagai kompas utama pembangunan.

"Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama," pungkas Sedana Arta (*)

Bunda Rai Tekankan Peran Strategis Bunda PAUD Wujudkan Generasi Emas Tabanan


Tabanan , Bali Kinin– Komitmen memperkuat pendidikan anak usia dini terus digaungkan di Kabupaten Tabanan. Kamis (21/5), Bunda PAUD Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, membuka langsung kegiatan Penguatan Peran Bunda PAUD dalam Pelaksanaan Program Wajib Belajar 13 Tahun yang dilaksanakan di Kantor Camat Marga. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan dan masyarakat dalam menyukseskan wajib belajar 1 tahun prasekolah sebelum anak memasuki jenjang sekolah dasar.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri narasumber dari BPMP (Balai Penjaminan Mutu Pendidikan) Provinsi Bali, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, Camat Marga beserta jajaran, Bunda PAUD Kecamatan Marga hingga Bunda PAUD Desa se-Kecamatan Marga. Program ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029 yang menempatkan percepatan implementasi wajib belajar 13 tahun sebagai salah satu prioritas nasional.

 

Dalam arahannya, Bunda Rai menegaskan, bahwa program wajib belajar 13 tahun, termasuk di dalamnya wajib belajar 1 tahun prasekolah, merupakan langkah nyata dalam menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas dan berkarakter sejak usia dini. Ia menilai masa prasekolah sebagai fase emas yang sangat menentukan pembentukan karakter anak sebelum memasuki pendidikan dasar.

 

Dengan penuh semangat, sosok yang dikenal sebagai Srikandi Tabanan itu mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama memberikan perhatian serius terhadap pendidikan anak usia dini. Menurutnya, pendidikan prasekolah tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter, kebiasaan baik dan kesiapan sosial anak melalui metode pembelajaran yang menyenangkan.

 

Program wajib belajar 1 tahun prasekolah ini luar biasa bagi saya. Ini langkah nyata untuk mempersiapkan generasi emas sebelum masuk sekolah dasar. Usia dini adalah masa keemasan, sehingga anak-anak harus diberikan pendidikan yang mengarah pada pembentukan budi pekerti dan karakter dengan cara yang menyenangkan,” ujar Bunda Rai.

 

Ia juga menekankan pentingnya peran Bunda PAUD sebagai penggerak dan motivator di tengah masyarakat. Menurutnya, Bunda PAUD tidak hanya menjadi simbol, melainkan memiliki tanggung jawab besar dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah, satuan PAUD dan para orang tua agar semakin sadar akan pentingnya pendidikan prasekolah.

 

Tugas kita sebagai Bunda PAUD adalah mendorong dan memberikan semangat kepada para orang tua agar anak-anaknya mengikuti pendidikan prasekolah terlebih dahulu sebelum masuk SD. Di usia emas ini, anak-anak harus dibiasakan dengan kebiasaan baik untuk membentuk kemampuan sosial dan kesiapan belajar mereka,” imbuh Bunda Rai.

 

Ia juga mengajak seluruh Bunda PAUD dari tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga Desa untuk bergerak bersama memperkuat kolaborasi demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, ceria dan berkarakter. Dikatakannya juga, keberadaan 133 Bunda PAUD Desa di Tabanan adalah kekuatan besar dalam menyukseskan program tersebut secara berjenjang.

 

Selain itu, Bunda Rai juga berharap agar para orang tua dapat menjadi contoh dalam mendukung pendidikan anak usia dini sebelum mengajak masyarakat lainnya melakukan hal yang sama. Menurutnya, kesadaran keluarga menjadi pondasi utama dalam keberhasilan program wajib belajar 1 tahun prasekolah.

 

Jangan sampai ada lagi anak yang langsung masuk SD tanpa mendapatkan layanan PAUD terlebih dahulu. Investasi terbaik bagi anak bangsa dimulai dari pendidikan sejak usia dini. Mari bergerak bersama, saling mendukung dan menjadi penguat bagi keluarga di lingkungan masing-masing agar semakin sadar pentingnya pendidikan anak prasekolah,” tegas Bunda Rai.

 

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut diisi dengan berbagai materi penguatan dari para narasumber, di antaranya disiplin positif dalam mewujudkan budaya sekolah aman dan nyaman, strategi implementasi wajib belajar 1 tahun prasekolah, penggunaan Portal Pijar Bunda PAUD, penguatan 7 KAIH hingga strategi rencana tindak lanjut penguatan wajib belajar 13 tahun (*)1

Bupati Sanjaya Dorong SDM Tabanan Siap Bersaing Global

Tabanan , Bali Kinin– Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M., menghadiri sekaligus meresmikan Gedung Baru dan Grand Opening ACC Café & Resto milik LPK American Cruise College (ACC) yang berlokasi di Jl. Yeh Ho Sanggulan, Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, Kamis, (21/5). Kehadiran gedung baru dengan fasilitas pelatihan dan praktik industri yang representatif tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) Tabanan dan mampu bersaing di industri pariwisata dan perkapalan internasional.

 

Dalam kegiatan yang juga dirangkaikan dengan pelaksanaan ACC Fest 2026, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi tinggi kepada manajemen LPK American Cruise College atas kontribusinya dalam mencetak SDM unggul dan kompeten. Ia menilai, kehadiran gedung representatif tersebut menjadi bukti nyata dukungan dunia pendidikan dan pelatihan terhadap program pembangunan Pemerintah Kabupaten Tabanan. 

 

Bupati Sanjaya yang saat itu turut didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan, jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Kediri, Direktur American Cruise College, pimpinan partner hotel dan asosiasi, kepala SMA/SMK se-Kabupaten Tabanan dan Singaraja, tokoh masyarakat serta undangan lainnya, menyampaikan pembangunan di Tabanan harus berjalan dalam satu garis perjuangan melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

 

Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap manajemen LPK American Cruise College atas segala upaya selama ini dalam mencetak SDM yang memiliki kompetensi unggul. Kehadiran gedung ini dengan fasilitas representatif menjadi bukti nyata komitmen dalam mendukung program pemerintah, khususnya menyiapkan SDM yang siap bertarung di industri pariwisata dan perkapalan internasional,” ujar Sanjaya.

 

Keberadaan lembaga pelatihan kerja berkualitas dikatakannya juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, melalui pendidikan dan pelatihan yang baik, pihaknya berharap generasi muda Tabanan akan memiliki peluang kerja lebih luas, sehingga mampu menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

 

Saya melihat generasi muda yang berangkat ke kapal pesiar ini sebagai pejuang devisa bagi Kabupaten Tabanan. Yang mereka dapat bukan hanya dollar atau pendapatan saja, tetapi juga ilmu pengetahuan dan wawasan. Ketika pulang ke daerah, mereka akan ikut membangun masyarakat, membesarkan UMKM dan berkontribusi untuk kemajuan Tabanan,” tegasnya.

 

Sanjaya juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran ACC Café & Resto yang dinilai turut membantu membuka lapangan pekerjaan baru di Kabupaten Tabanan. Ia juga berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat menjadi tempat menempa ilmu pengetahuan, dedikasi dan keterampilan generasi muda sebelum terjun ke dunia kerja internasional.

 

Direktur LPK American Cruise College, Putu Deddy Paryana di kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Tabanan beserta jajaran pemerintah daerah, para kepala sekolah dan seluruh undangan yang hadir dan turut mensukseskan kegiatan ini. Ia juga berharap keberadaan gedung baru dan ACC Café & Resto mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan praktik mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas, kompetensi dan semangat berkompetisi generasi muda, khususnya di bidang hospitality, service dan kreativitas pelajar maupun mahasiswa. (*)

Rabu, 20 Mei 2026

Semarak Hari Posyandu 2026, Bunda Rai Pantau Transformasi Posyandu 6 SPM di Desa Mambang, Selemadeg Timur


Tabanan , Bali Kini – Semarak Hari Posyandu Tahun 2026 di Kabupaten Tabanan berlangsung penuh antusias melalui pelaksanaan pelayanan Posyandu 6 SPM serentak yang digelar di tingkat desa/kelurahan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, turun langsung meninjau pelaksanaan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (6 SPM) di Desa Adat Dukuh Pulu, Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Selasa (19/5).

 

Kehadiran Bunda Rai sekaligus memastikan transformasi Posyandu 6 SPM di Kabupaten Tabanan berjalan optimal, tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, namun berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih terpadu dan menyentuh berbagai kebutuhan dasar warga.

 

Dalam kunjungan tersebut, Bunda Rai didampingi jajaran pengurus Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Selemadeg Timur beserta jajaran, Perbekel, kader Posyandu, hingga pengurus desa setempat.

 

Hari Posyandu Nasional Tahun 2026 sendiri mengusung tema Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (6SPM): Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat. Tema tersebut menegaskan perubahan peran Posyandu sebagai pusat pelayanan enam bidang SPM yang mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial, dan diperingati setiap tanggal 29 April. 

 

Transformasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan terintegrasi langsung di tengah masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pun tetap mengedepankan asas efisiensi dengan fokus pada optimalisasi pelayanan enam bidang SPM.

 

Dalam kesempatan itu, Bunda Rai memberikan apresiasi kepada Tim Pembina Posyandu desa dan kelurahan yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program Posyandu 6 bidang SPM di tingkat masyarakat.

 

Berdasarkan hasil pemantauan, pelaksanaan Posyandu di Desa Mambang dinilai berjalan aktif dan inovatif. Salah satu program yang mendapat perhatian khusus yakni inovasi Serdadu Balok” atau Serentak Datang ke Posyandu Hijau dengan Bahan Pangan Lokal. Program tersebut dinilai efektif meningkatkan partisipasi masyarakat hadir ke Posyandu sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga melalui pemanfaatan pangan lokal.

 

Dalam sambutannya, Bunda Rai menegaskan bahwa penerapan Posyandu 6 SPM merupakan bentuk penguatan pelayanan masyarakat di desa secara menyeluruh. Selain pelayanan kesehatan, Posyandu kini juga menjadi ruang penyelesaian berbagai persoalan masyarakat mulai dari pendidikan, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum hingga pengaduan masyarakat.

 

Ia menyampaikan, dari hasil pemantauan di Desa Mambang, implementasi Posyandu 6 SPM sudah mulai dimanfaatkan masyarakat dan mampu membantu penyelesaian sejumlah persoalan warga secara langsung di tingkat desa.

 

Posyandu dengan 6 SPM ini tujuannya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan bagaimana setiap aduan masyarakat bisa kita selesaikan bersama. Tadi ada persoalan pendidikan, perumahan rakyat hingga tantibmas yang sudah mulai ditangani. Artinya program ini sudah berjalan dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Bunda Rai.

 

Bunda Rai juga mengapresiasi sinergi kader Posyandu bersama perangkat desa yang dinilai menjadi garda terdepan keberhasilan pelayanan terpadu tersebut. Ia menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat mengingat program Posyandu 6 SPM masih tergolong baru.

 

Ini sebenarnya tidak sulit, hanya menambah meja pelayanan dan kader untuk mencatat. Yang terpenting masyarakat tahu bahwa Posyandu sekarang sudah bertransformasi, tidak hanya melayani balita dan ibu hamil saja, tetapi juga pelayanan masyarakat lainnya,” imbuhnya.

 

Dalam kesempatan itu, Bunda Rai turut menyoroti pentingnya inovasi berkelanjutan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya menekan angka stunting di Kabupaten Tabanan. Menurutnya, capaian penurunan stunting harus terus dijaga melalui gerakan bersama yang diperkuat lewat sinergi program Pemerintah Kabupaten Tabanan seperti Bupati Ngantor di Desa dan program Semara Ratih yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

 

Saya targetkan stunting di Tabanan bisa mencapai 5 persen tahun ini dan jangan sampai naik lagi. Ini harus menjadi gerakan bersama. Saya sebagai Duta Orang Tua Hebat akan terus memotivasi dan memantau agar penanganan stunting berjalan maksimal,” tegasnya.

 

Transformasi Posyandu 6 SPM di Desa Mambang sendiri telah menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Sejumlah pengaduan warga mulai dari perbaikan got, penerangan jalan hingga infrastruktur lingkungan diketahui telah berhasil ditindaklanjuti langsung di tingkat desa. Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa Posyandu kini hadir sebagai pusat pelayanan masyarakat yang lebih cepat, dekat, dan terintegrasi. 


Bupati Sanjaya Hadiri Lepas Sambut Dandim 1619/Tabanan


Tabanan , Bali Kini
  — Suasana penuh kehangatan dan penghormatan mewarnai Acara Lepas Sambut Komandan Kodim 1619/Tabanan dari Letnan Kolonel Inf. Trijuang Danarjati, S.A.P., M.I.P., kepada Letnan Kolonel Inf. Muhamad Arifianto, S.I.P., yang berlangsung di Graha Yadnya Jayaning Singasana, Delod Peken, Tabanan, Selasa (19/5). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Cokorda Anglurah Tabanan, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, beserta Pimpinan Perangkat Daerah terkait dan undangan terkait lainnya..

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dedikasi Letkol Inf. Trijuang Danarjati selama menjalankan tugas di Kabupaten Tabanan sejak Juni 2025. Menurutnya, sosok Dandim lama telah menunjukkan pengabdian yang tulus, ramah, dan penuh semangat dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga kondusivitas wilayah. “Ini merupakan sebuah prestasi, saya atas nama Bupati Tabanan dan masyarakat Tabanan mengucapkan banyak terima kasih atas dedikasi perjuangan yang sama-sama saya ajak membangun Tabanan Era Baru yang aman unggul dan madani.”ujar Sanjaya.

Kepada Letkol Inf. Muhamad Arifianto, S.I.P., Sanjaya turut menyampaikan ucapan selamat datang dan berharap koordinasi serta komunikasi antar unsur Forkopimda dapat terus diperkuat. “Mari kita bangun koordinasi dan komunikasi ini dengan baik, karena pada hakikatnya kita sama-sama mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat sesuai tupoksi masing-masing,” tegasnya. Pihaknya juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan semangat gotong royong seluruh elemen pemerintahan dan institusi negara.

Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan komitmennya dalam mendukung sinergi bersama Forkopimda dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah. Ia juga memperkenalkan potensi alam, budaya, dan karakteristik masyarakat Tabanan sebagai daerah agraris yang kaya sumber daya. “Tidak mungkin pembangunan berhasil dikerjakan sendiri sebagai aparatur negara. Kita harus bergotong royong mewujudkan visi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Tabanan,” pungkas Sanjaya.

Sementara itu, Dandim 1619/Tabanan yang baru, Letkol Inf. Muhamad Arifianto, S.I.P., yang merupakan putra asli Magelang, Jawa Tengah, menyampaikan kesiapan dirinya untuk bersinergi bersama seluruh jajaran Forkopimda dan masyarakat Kabupaten Tabanan. Pihaknya juga memohon dukungan, arahan, serta bimbingan dalam menjalankan amanah dan tugas sebagai Dandim 1619/Tabanan guna mendukung pembangunan dan menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Tabanan. 

Pada kesempatan yang sama, Letkol Inf. Trijuang Danarjati juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati, jajaran Forkopimda, dan seluruh masyarakat Tabanan atas dukungan selama dirinya menjabat sebagai Dandim 1619/Tabanan. Pihaknya juga memohon maaf apabila selama bertugas terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Menurutnya, Tabanan merupakan daerah yang memiliki ciri khas dan kesan tersendiri baginya. Di akhir sambutannya, ia memohon doa restu untuk melanjutkan penugasan berikutnya di Jakarta.

Pembangunan PSEL di Pesanggaran Dapat Penolakan Warga

Laporan Reporter Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini - Masyarakat Pesanggaran Denpasar melakukan penolakan terhadap pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dilakukan di lahan milik Pelindo. Hal ini dibuktikan dengan terpampang Baliho penolakan yang terpasang di dua tempat tepat di depan lahan pembangunan PSEL milik Pelindo ini, Rabu (20/5).

Dengan adanya penolakan tersebut, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan jika perkembangan PSEL cukup dinamis. Hal itu bukanlah penolakan, tetapi masyarakat ingin pendalaman dan sosialisasi.

"PSEL ini masih dinamis. Nah itu artinya bukan penolakan. Tetapi PSEL ini adalah program atau proproyek yang baru pertama kali di Indonesia. Masyarakat kita yang ada di sekitar ingin melakukan pendalaman apa sih itu PSEL. Sehingga ke depannya jangan sampai program besar tidak berjalan, tetapi permasalahan yang kita hadapi tidak terselesaikan khususnya sampah, itu yang disampaikan oleh masyarakat khususnya warga sekitar," paparnya.

Bukan penolakan, tapi perkembangan yang dinamis ingin pendalaman seperti apa PSEL ini. Menurutnya, kalau saja PSEL ini sudah ada di Indonesia, mungkin saja sudah ada patokan atau tolok ukurnya. Namun karena ini program priorotas pemerintah pusat dan pertama kali yang akan dilakukan di Indonesia inilah perlu pendalaman-pendalaman yang dilakukan oleh masyarakat. Sehingga, saat proyek tersebut berjalan, dampak-dampak atau ekses-ekses negatif untuk masyarakat itu bisa diminimalisir. 

Terkait adanya keinginan PSEL dibangun di lokasi TPA Suwung saat ini, ia menyebut tidak dimungkinkan. "Pemkot Denpasar sudah sampaikan dan masyarakat sudah mengetahui pada saat konsultasi publik yang dilaksanakan oleh calon investor pemenang dari Weiming itu," paparnya.

Saat konsultasi publik itulah muncul beberapa saran masyarakat karena mereka ingin pendalaman. "Mereka menyampaikan kepada kita di pemerintah bahwa kalau sudah ada program atau proyek ini di Indonesia, tidak perlu didalami, tetapi karena ini barang baru, proyek yang cukup besar, permasalahan yang diselesaikan akan cukup strategis sekali, inilah diperlukan pendalaman-pendalaman," Bebernya.

Untuk pelaksanaan groundbreaking akan, ditegaskan Wawali Arya Wibawa, akan dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2026. "Kita targetnya PSEL akan selesai akhir tahun 2027," Tutup Arya Wibawa.

Bikin Ladang Ganja, Suami Dituntut 9 Tahun dan Istrinya Delapan Bulan


Denpasar , Bali Kini  - Kasus clandestine ganja hidroponik yang menyeret pasutri WNA, oeh JPU Lovi Pusnawan, terdakwa lelaki yakni Nirul Rashim Abdoelrazak asal Belanda dituntut 9 tahun pidana penjara. Sedangkan istrinya asal Rusia, hanya selama delapan bulan. 

Nirul Rashim Abdoelrazak oleh JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Iman Luqmanul Hakim, terdakwa yang didampingi tim kuasa hukumnya dari Todung Mulya Lubis dkk., selain dituntut pidana penjara juga dikenakan pidana denda Rp 1 miliar, subsider 140 hari. 

Terdakwa disebut terbukti bersalah dalam menanam, memelihara dan menguasai ganja. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111 UU Narkotika. 
Sedangkan yang perempuan, yakni Kseniia Varlamova asal Rusia dituntut delapan bulan, denda Rp 50 juta subsider kurungan 50 hari. 

Mereka sebelumnya dibekuk atas perkara clandestine ganja hidroponik pada Rabu 01 Oktober 2025 sekitar Pukul 12.30 WITA, pasutri ini berada di rumah Ubung Kaja, Denpasar Utara, langsung didatangi pihak Polda Bali.

Petugas mengamankan keseluruhan biji kering, daun warna hijau dan daun kering narkotika jenis ganja adalah 278,2 gram brutto atau 130,06 gram netto. Sebuah pot besar berisi media tanam dan tanaman ganja dengan tinggi 40 cm (1 batang pohon ganja). 

Juga tiga buah pot kecil berwarna putih masing-masing berisi media tanam dan tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 15 cm. Juga ada 4 buah polybag masing-masing berisi media tanam dan tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 35 cm.

"Serta dalam kontener ditemukan ada 67 pot kecil masing-masing berisi bibit tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 5 cm. Serta, 24  pot kecil masing-masing berisi bibit tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 10 cm,"tulis dakwaan dan menyebut bahwa di kontener itu juga ada 6 buah pot besar masing-masing berisi tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 100 cm. 

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 610 Ayat (2) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP Jo Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana," Sebut Jaksa Lovi dalam amar tuntutannya di PN Denpasar.

Wujudkan Satu Data Indonesia, Pemkab Bangli Canangkan Program Desa Cantik 2026.

Bangli , Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Bangli memperkuat fondasi pembangunan berbasis data dengan meluncurkan program Desa Cinta Statistik atau “Desa Cantik” 2026. Pencanangan dilakukan secara hybrid di Ruang Rapat Krisna Setda Bangli, Selasa (19/5/2026).

Program ini menjadi langkah strategis Pemkab Bangli untuk memastikan data dari tingkat desa tersaji akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan, sejalan dengan kebijakan Satu Data Indonesia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, menegaskan bahwa data desa merupakan fondasi utama seluruh kebijakan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional. 

“Pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 menempatkan kawasan perdesaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ini sejalan dengan RPJMN 2025-2029 yang memprioritaskan pembangunan dari desa untuk memerangi kemiskinan dan menciptakan pemerataan,” ujarnya.

Sekda menyoroti lonjakan permintaan data ke desa oleh kementerian dan lembaga sejak disahkannya UU Desa hingga perubahan kedua melalui UU No. 3 Tahun 2024. Menurutnya, peningkatan Dana Desa harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas SDM perangkat desa dalam pengelolaan statistik.

“Pembangunan tanpa data yang berkualitas adalah pemborosan. Sebaliknya, data desa yang kuat akan menghasilkan pembangunan yang tepat dan merata. Kebijakan yang berkualitas lahir dari data yang berkualitas,” tegasnya.

Kepala BPS Kabupaten Bangli, I Dewa Ayu Kadek Satrini, menjelaskan Desa Cantik merupakan pembinaan statistik sektoral agar desa tidak lagi menjadi objek, melainkan subjek pembangunan. 

“Peran desa sebagai satuan wilayah terkecil sangat penting dalam menyediakan data yang akurat,” katanya.

Pada pencanangan ini, Pemkab Bangli juga mengukuhkan Agen Statistik dari tiga desa percontohan, yakni Desa Abuan, Desa Bangbang, dan Desa Belancan. Pemilihan ketiganya berdasarkan rekomendasi Dinas PMDPPKB Bangli.

Selaku Narasumber, Kadis Kominfosan Bangli, I Nyoman Murditha, memaparkan materi “Digitalisasi Data Desa dalam Mendukung Pengelolaan Data yang Modern dan Efisien”. Ia menekankan pentingnya digitalisasi agar data desa terhubung, terbarui, dan siap digunakan untuk pengambilan keputusan.

“Pembangunan saat ini tidak bisa lagi berbasis asumsi, tetapi harus berbasis data. Tantangannya, banyak data desa masih tersebar di berbagai aplikasi seperti Prodeskel, SDG Desa, dan DTSEN sehingga tidak sinkron,” jelasnya.

Melalui Desa Cantik, Dinas Kominfosan bersama Dinas PMD dan BPS berkomitmen melakukan transformasi digital yang memenuhi prinsip Satu Data Indonesia, yakni standar data baku, metadata jelas, interoperabilitas, dan hak akses yang tepat.

Di akhir acara, Sekda Bangli mengajak seluruh kepala desa, lurah, dan agen statistik menyajikan data sesuai kebutuhan, valid, aktual, mudah dipahami, mudah diakses, dan terintegrasi. 

Dengan data desa yang berkualitas, Pemkab Bangli menargetkan program strategis berjalan tepat sasaran, bantuan sosial tidak salah target, anggaran lebih efisien, dan keputusan publik dapat diambil lebih cepat.

Sapi Milik Nyoman Rauh Terpilih Jadi Bantuan Presiden untuk Iduladha di Karangasem, Seharga 54 Juta Rupiah

Laporan  reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini - Satu ekor sapi milik peternak asal Banjar Pura Gai, Kecamatan Rendang, Nyoman Rauh, terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden RI untuk masyarakat Muslim di Kabupaten Karangasem pada Hari Raya Iduladha 2026.

Sapi dengan bobot sekitar 750 kilogram tersebut dinilai memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat, meski ketentuan maksimal berat sapi bantuan Presiden mencapai 1 ton.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, I Made Sugiartha mengatakan proses pencarian sapi dilakukan di sejumlah wilayah sebelum akhirnya sapi milik Nyoman Rauh dipilih.

“Ketentuan dari pusat maksimal berat sapi 1 ton. Karena di Karangasem belum ditemukan sapi dengan berat mencapai 1 ton, maka dipilih sapi dengan berat sekitar 750 kilogram yang sudah memenuhi kriteria,” ujar Sugiartha.

Ia menjelaskan, sapi tersebut dibeli pemerintah dengan harga sekitar Rp54 juta dan nantinya akan disalurkan untuk kegiatan kurban yang dipusatkan di wilayah Tiying Jangkrik, Desa Bukit, Karangasem.

Selain bobot dan kondisi fisik, kesehatan hewan juga menjadi syarat utama dalam proses seleksi. Pemeriksaan kesehatan sapi dilakukan petugas puskeswan untuk memastikan ternak dalam kondisi sehat dan layak dijadikan hewan kurban.

Petugas Puskeswan Karangasem, I Wayan Gunawan, mengatakan pemeriksaan kesehatan telah dilakukan sebelum sapi ditetapkan sebagai bantuan Presiden.

“Dari hasil pemeriksaan, kondisi sapi sehat dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban,” kata Gunawan, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, pengawasan kesehatan hewan kurban tidak hanya dilakukan terhadap sapi bantuan Presiden, namun juga menyasar pasar dan sentra penjualan ternak di wilayah Karangasem menjelang Hari Raya Iduladha. (Ami)2

Selasa, 19 Mei 2026

Diikuti 13 Kota, Denpasar Siap Jadi Tuan Rumah Rakerkomvil IV ke-21 APEKSI

Ket. Foto : Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya dalam kesempatan Rapat Koordinasi persiapan APEKSI Rakerkomwil IV ke-21 beberapa waktu lalu.

Jadi Wahana Promosi Wisata, Tukar Inovasi Wujudkan Kemajuan Bersama.
 
Denpasar, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar didapuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV ke-21 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026. Kegiatan yang akan diikuti 13 pemerintah kota anggota Komisariat Wilayah IV tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 23 Mei mendatang dengan mengusung tema ‘Kolaborasi Kota Harmoni Nusantara’. Sebagai ibu kota Provinsi Bali, Denpasar pun menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan yang dipusatkan di sejumlah lokasi strategis di wilayah kota.
 
Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menjelaskan bahwa pelaksanaan Rakerkomwil IV APEKSI menjadi momentum penting bagi Kota Denpasar, tidak hanya sebagai ajang pertemuan antar pemerintah kota, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi untuk membahas berbagai isu strategis perkotaan. Menurutnya, forum tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai gagasan dan inovasi baru dalam mendukung pembangunan kota yang lebih maju dan berkelanjutan.
 
“Poin utamanya adalah bagaimana Rakerkomwil ini membahas isu strategis perkotaan untuk mencari solusi bersama dan berkelanjutan, serta sebagai wahana tukar inovasi untuk kemajuan bersama,” ujar Eddy Mulya saat diwawancarai di sela tugas dinasnya pada Senin (18/5).
 
Ia menambahkan, momentum pelaksanaan Rakerkomwil juga menjadi kesempatan emas bagi Kota Denpasar untuk memperkenalkan potensi pariwisata daerah kepada seluruh peserta yang hadir. Berbagai destinasi unggulan, mulai dari wisata bahari, city tour, hingga wisata seni dan budaya akan diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memperkuat citra Denpasar sebagai kota kreatif dan berbudaya.
 
“Sebagai tuan rumah, momentum ini menjadi waktu yang baik untuk promosi wisata, baik wisata bahari, city tour hingga wisata budaya. Kami ingin para peserta tidak hanya mengikuti rapat kerja, tetapi juga merasakan langsung keramahan dan kekayaan budaya Kota Denpasar,” tambahnya.
 
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan akan dikemas secara komprehensif selama tiga hari pelaksanaan. Beberapa agenda yang telah disiapkan di antaranya Sunset Cruise Dinner untuk memperkenalkan wisata bahari Kota Denpasar, Denpasar City Expo, rapat kerja pembahasan isu strategis perkotaan, hingga pentas seni budaya yang menampilkan kekayaan tradisi lokal Bali. Selain itu, kegiatan juga akan ditutup dengan yoga bersama, jalan santai, dan penyebaran tukik di kawasan Pantai Sanur sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan dan pelestarian alam pesisir.
 
“Pelaksanaan Rakerkomwil IV kali ini dikemas secara komprehensif dan menukik pada isu strategis perkotaan. Tentunya sebagai tuan rumah kami berharap pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan lancar, mempererat sinergi antarkota, sekaligus mendongkrak kunjungan wisatawan yang bermuara pada peningkatan pendapatan asli daerah,” ujar Hendaryana. (HumasDps)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved