-->

Sabtu, 22 Agustus 2026

Tekan APBD , HUT Kota Negara ke-131 tetap meriah berkat Kolaborasi donatur


Jembrana , Bali Kini – Keterbatasan anggaran tak menyurutkan semangat Kabupaten Jembrana untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Negara ke-131. Berkat kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, termasuk para donatur, rangkaian perayaan tetap berlangsung semarak dengan mengusung perpaduan musik, seni tradisional, serta kreativitas masyarakat Jembrana.
Malam puncak HUT Kota Negara ke-131 digelar di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Sabtu (15/8). Beragam pertunjukan disuguhkan untuk masyarakat, sekaligus menjadi ruang untuk menampilkan kekayaan seni dan budaya yang menjadi bagian dari identitas Jembrana.

Panggung hiburan malam itu dimeriahkan sejumlah penampilan artis Pop Bali diantaranya Leeyonk Sinatra dan Dek Ulik. Suasana semakin meriah dengan aksi Bondres BBQ serta Hantu Project yang berhasil menghibur masyarakat yang hadir.

Tidak hanya menghadirkan hiburan musik modern, perayaan HUT Kota Negara juga memberi ruang bagi seni tradisional khas Jembrana. Ghora Yowana Budaya dari Paguyuban Jegog Pring Agung tampil membawakan kesenian Jegog, salah satu warisan budaya yang hingga kini tetap hidup dan menjadi identitas masyarakat Jembrana.
Pertunjukan seni juga disuguhkan Jelana Dance Company melalui karya bertajuk Taman Sari Bhinneka Tunggal Ika. Karya tersebut memadukan seni pertunjukan dengan pesan keberagaman dan persatuan, sekaligus merefleksikan kehidupan masyarakat Jembrana yang tumbuh dalam keberagaman.


Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut mendukung terselenggaranya rangkaian perayaan HUT Kota Negara ke-131.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada para donatur yang telah memberikan dukungan di tengah keterbatasan anggaran daerah. 

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting sehingga perayaan hari jadi Kota Negara tetap dapat dilaksanakan dengan baik dan dirasakan masyarakat.
“Terima kasih kepada para donatur yang ikut membantu pelaksanaan kegiatan HUT Kota Negara. Terima kasih juga kepada masyarakat Jembrana yang sudah memeriahkan HUT Kota Negara, kota yang kita cintai,” ujar Bupati Kembang.

Selain kepada para donatur dan masyarakat, Bupati Kembang juga memberikan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan hingga malam puncak.
Antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian perayaan turut menjadi bagian penting dari semarak HUT Kota Negara tahun ini. 

Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang Kota Negara sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap daerah. Perpaduan musik, seni tradisional dan kreativitas masyarakat dalam satu panggung menjadi gambaran semangat warga Jembrana dalam merayakan hari jadi daerahnya. Kehadiran kesenian Jegog dan karya tari yang mengangkat nilai keberagaman juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

Malam puncak HUT Kota Negara ke-131 pada akhirnya bukan sekadar perayaan seremonial. Momentum tersebut menjadi ruang bersama untuk merawat sejarah, budaya dan kebersamaan, sekaligus meneguhkan kebanggaan masyarakat terhadap Kota Negara dan Jembrana. (*)

Bupati Kembang Serahkan Remisi HUT RI ke-81 di Rutan Negara, Satu Warga Binaan Langsung Bebas


​Jembrana , Bali Kini – Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 123 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Negara menerima Remisi Umum (RU), Senin (17/8). 

Penyerahan remisi tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan.
​Dari total penerima remisi tersebut, satu orang warga binaan dipastikan langsung bebas setelah mendapatkan pemotongan masa tahanan.

​Bupati Kembang berharap para warga binaan yang telah selesai menjalani masa hukumannya maupun yang mendapatkan pengurangan masa pidana dapat kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan positif.

​"Harapan kami bagi warga binaan yang hari ini mendapat remisi dan bebas, tentu bisa kembali ke masyarakat dengan perilaku yang positif. Saya juga berharap masyarakat dapat menerima mereka kembali, karena mereka telah dibina dan dididik di sini agar menjadi pribadi yang lebih baik serta siap berkontribusi membangun desa dan membangun Jembrana," ujarnya

​Sementara itu, Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Negara, I Gusti Agus Putra Mahendra, mengungkapkan bahwa seluruh usulan remisi dari pihaknya telah disetujui berdasarkan Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor: PAS-1453.PK.05.03 TAHUN 2026.

​"Kami mengusulkan total 123 napi untuk menerima remisi kemerdekaan dan seluruhnya disetujui. Rinciannya, 122 orang penerima RU I dan 1 orang penerima RU II yang langsung bebas," ungkapnya

Warga binaan yang memperoleh RU II hingga langsung bebas merupakan terpidana kasus pencurian dengan pemotongan masa tahanan selama 2 bulan. 

"Karena sisa masa pidananya kurang dari 2 bulan, maka tepat pada momentum kemerdekaan ini yang bersangkutan dapat langsung menghirup udara bebas, "pungkasnya

Indeks Reformasi Hukum Jembrana Sabet Peringkat II se-Bali

Jembrana , Bali Kini — Pemerintah Kabupaten Jembrana sukses meraih Penghargaan Penilaian Indeks Reformasi Hukum (IRH) Tahun 2026 dengan raihan nilai 98,2 menempati posisi kedua di Bali setelah Kota Denpasar (100) . 

Penghargaan atas komitmen dan kerja keras dalam memperkuat tata kelola serta reformasi regulasi hukum tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa, bertempat di halaman depan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali pada Rabu (19/8/2026).

Capaian ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam menciptakan regulasi hukum yang harmonis, berkualitas, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Keberhasilan Pemkab Jembrana juga tidak lepas dari pendampingan intensif yang diberikan secara berkelanjutan oleh tim Kanwil Kemenkum Bali dalam mengawal setiap tahapan penilaian dan penyelarasan produk hukum daerah.

Dalam kesempatannya usai menerima penghargaan, Sekda Jembrana I Made Budiasa mengunggkapkan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi lintas instansi yang berjalan dengan sangat baik.
"Penghargaan ini merupakan wujud nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam mewujudkan kualitas pelayanan dan reformasi regulasi hukum yang baik. Capaian skor tinggi ini berkat kerja keras seluruh jajaran dan pendampingan intensif dari Kanwil Kemenkum Bali," ujar Budiasa.

Ia menambahkan bahwa reformasi regulasi hukum bukan sekadar pemenuhan aspek administratif semata, melainkan pilar penting dalam memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Jembrana.
"Pendampingan dari Kanwil Kemenkum Bali sangat membantu kami dalam menyelaraskan seluruh rancangan peraturan daerah agar tidak berbenturan dengan aturan di tingkat nasional. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas tata kelola hukum ini," tegasnya.

Dengan raihan penghargaan IRH Tahun 2026 ini, Pemkab Jembrana semakin mempertegas posisinya sebagai daerah yang responsif dan akuntabel dalam mengawal agenda reformasi birokrasi dan hukum di Provinsi Bali. 

Seniman Cilik Jembrana, Adu Kreativitas di Lomba Gong Kebyar Anak-Anak


Jembrana , Bali Kini – Panggung Arda Candra Pura Jagatnatha menjadi saksi unjuk kebolehan para seniman cilik Jembrana dalam Lomba Gong Kebyar Anak-Anak yang berlangsung pada 16–19 Agustus 2026. Digelar untuk memeriahkan HUT Kota Negara ke-131 dan HUT ke-81 RI, ajang ini menampilkan kepiawaian generasi muda dalam memadukan irama tabuh dan tarian tradisional Bali.

Perlombaan ini diikuti oleh perwakilan sekaa dari lima kecamatan di Kabupaten Jembrana. Para peserta cilik tampil percaya diri memamerkan kreativitas memainkan irama gong kebyar dan tarian Bali di atas panggung megah. Aksi memukau para peserta dinilai langsung oleh tim dewan juri profesional yang terdiri dari tiga seniman tabuh dan tari asal Jembrana, Tabanan, serta Gianyar.

Antusiasme masyarakat Bumi Mekepung pun sangat tinggi. Panggung terbuka Pura Jagatnatha dipadati warga yang hadir untuk memberikan dukungan langsung kepada sekaa gong kebyar anak-anak andalan mereka. 

Suasana semakin semarak dengan tidak pernah absennya Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, bersama Forkopimda dan pejabat Pemkab Jembrana yang setia menyaksikan jalannya perlombaan dan menyuntikkan semangat bagi para peserta.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat para generasi muda dalam menjaga warisan budaya.

"Saya sangat bangga melihat semangat serta kreativitas anak-anak yang tampil luar biasa di panggung ini. Semoga melalui ajang ini, lahir bakat-bakat seniman muda yang handal dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Jembrana di masa depan," ujar Bupati Kembang Hartawan.

Pemenang dari Lomba Gong Kebyar Anak-Anak ini nantinya akan diumumkan secara resmi pada malam penutupan Festival Semarak Jembrana 2026, bersamaan dengan pengumuman pemenang berbagai cabang perlombaan lainnya.

Bawa Tenun Khas Daerah Jadi Lifestyle Gen Z, Duta Tenun Jembrana 2026 Terpilih

Jembrana , Bali Kini  – Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menggelar Pemilihan Duta Tenun Jembrana 2026 di Panggung Pameran Semarak Jembrana, Area Parkir Pemkab Jembrana, Jumat (21/8). Ajang ini diselenggarakan untuk membangkitkan semangat generasi muda dalam melestarikan, mempromosikan, serta mempopulerkan tenun khas Jembrana agar kian diminati anak muda.

Persaingan ketat menyajikan aksi luar biasa dari 10 finalis yang dinilai berdasarkan unjuk bakat, kerapian busana, catwalk, hingga performa panggung. Setelah melalui sesi tanya jawab tahap awal, empat finalis terbaik berhasil melaju ke babak puncak. Pada babak akhir ini, para finalis diuji wawasannya seputar dunia tenun oleh dewan juri serta Ketua Dekranasda Kabupaten Jembrana, drg. Ani Setiawarini Kembang Hartawan.

Dari hasil penilaian menyeluruh, Anak Agung Istri Canakya Kusuma Dewi dari SMA Negeri 1 Negara resmi dinobatkan sebagai Duta Tenun Jembrana 2026. Tropi dan uang pembinaan diserahkan langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana, didampingi Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda Jembrana.

Ketua Dekranasda Kabupaten Jembrana, drg. Ani Setiawarini Kembang Hartawan, menegaskan pentingnya regenerasi pencinta tenun. Pihaknya berharap Duta Tenun terpilih mampu membawa Tenun Jembrana melampaui batas penggunaan busana adat semata, hingga menjadi bagian dari gaya hidup Gen Z dan Generasi Alpha.

"Kami berharap dengan adanya kegiatan Duta Tenun Jembrana ini akan lebih membangkitkan semangat anak-anak kita, khususnya mereka yang akan menjadi duta untuk memperkenalkan, mempromosikan, dan mengangkat tenunan Jembrana," ucapnya.

Sementara itu, Duta Tenun Jembrana 2026 terpilih, Anak Agung Istri Canakya Kusuma Dewi, mengungkapkan rasa bangga sekaligus kesiapannya mengemban amanah tersebut. Sebagai langkah nyata, ia menyiapkan program untuk mengajak anak muda bangga mengenakan karya tenun lokal sebagai warisan budaya bangsa.

"Yang kami akan lakukan adalah memperkenalkan tenun kepada para generasi muda, agar semakin cinta  dan bangga menggunakan kain tenun selaku warisan dari budaya Kabupaten Jembrana", pungkasnya.

Jukung Race Meriahkan HUT RI ke-81 di Amed, Diikuti 23 Peserta hingga dari Lombok

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini — Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah di Banjar Adat Jemeluk, Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali, Senin (17/8/2026). Masyarakat setempat menggelar lomba Jukung Race yang menjadi salah satu atraksi menarik bagi warga maupun wisatawan mancanegara.

Lomba diawali dengan tembakan kembang api sebagai tanda dimulainya perlombaan. Sebanyak 23 peserta ambil bagian dalam ajang tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari kawasan Amed dan sekitarnya, tetapi juga dari Lean, Kubu, Jemeluk, hingga peserta dari Lombok.

Dalam perlombaan ini, peserta diwajibkan menggunakan life jacket atau jaket pengaman. Peserta yang tidak mengenakan perlengkapan keselamatan tersebut akan didiskualifikasi.

Para peserta kemudian berlomba mengarungi perairan dengan melewati rumpon ikan pertama dan kedua hingga mencapai rumpon ikan terjauh, sebelum kembali menuju garis finis. Peserta yang paling cepat mencapai garis finis dinyatakan sebagai pemenang.

Jukung Race kali ini terbagi menjadi dua kategori, yakni jukung kayu dan jukung fiber. Panitia juga telah menyiapkan hadiah bagi para pemenang, mulai dari juara satu, dua, tiga hingga juara harapan, yang dilengkapi dengan hadiah uang tunai.

Ketua Panitia Amed Jukung Race, I Wayan Suanda, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT RI, tetapi juga menjadi hiburan bagi wisatawan yang berada di kawasan Amed.

Selain memeriahkan suasana perayaan kemerdekaan, kegiatan ini turut memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM lokal. Ramainya masyarakat dan wisatawan yang menyaksikan perlombaan turut menghidupkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi.

“Jukung Race ini menjadi hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, sekaligus membantu menghidupkan UMKM lokal,” ujar I Wayan Suanda.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus digelar dan menjadi agenda tahunan, sekaligus memperkenalkan tradisi serta potensi bahari Amed kepada wisatawan yang berkunjung ke Karangasem. (Ami)

Reses Ketua DPRD Karangasem Serap Aspirasi Infrastruktur hingga Penguatan Ekonomi Warga


Karangasem, Bali Kini — Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika melaksanakan kegiatan reses masa persidangan II dengan turun langsung ke sejumlah wilayah di Kecamatan Selat untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, berbagai persoalan dan kebutuhan warga disampaikan, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, dukungan terhadap sektor pertanian, sarana pengembangan usaha, hingga rehabilitasi tempat suci.

Kegiatan reses menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai kebutuhan di wilayahnya kepada wakil rakyat, sehingga aspirasi tersebut nantinya dapat diperjuangkan melalui pembahasan program pembangunan di Kabupaten Karangasem.

Salah satu lokasi yang menjadi tempat pertemuan yakni Banjar Adat Tangkas Kori Agung, Desa Adat Sukaluwih, Desa Amerta Buana, Kecamatan Selat. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan perbaikan jalan yang menghubungkan Sukaluwih menuju Geriana Kangin, Kecamatan Selat.

Ruas jalan tersebut memiliki panjang kurang lebih satu kilometer dan dinilai menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat. Perbaikan jalan diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas sosial maupun perekonomian masyarakat.

Aspirasi serupa juga disampaikan masyarakat di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Nanda, Banjar Lusuh Kauh, Desa Pering Sari. Kelompok wanita tani tersebut mengusulkan bantuan sarana tempat usaha untuk mendukung kegiatan produksi keripik yang selama ini dijalankan.

Dukungan sarana usaha dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mendorong pengembangan usaha kelompok. Dengan semakin berkembangnya kegiatan produksi, diharapkan mampu memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan perekonomian masyarakat.

Selain bantuan sarana usaha, masyarakat di wilayah tersebut juga mengusulkan perbaikan ruas jalan Palemadon menuju Amerta Buana, Kecamatan Selat. Jalan tersebut menjadi salah satu akses penting masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas, termasuk mendukung kegiatan perekonomian.

Reses juga dilaksanakan di Sekretariat Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kecamatan Selat. Dalam pertemuan tersebut, I Wayan Suastika mendengarkan langsung berbagai aspirasi serta kebutuhan yang disampaikan anggota RAPI sebagai bagian dari organisasi komunikasi masyarakat.

Sementara di Pura Panti Tukad Sabuh, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, masyarakat menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan rehabilitasi pura. Rehabilitasi tersebut diharapkan dapat menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan keagamaan sekaligus menjaga keberadaan tempat suci yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.

Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika mengatakan, dari sejumlah pertemuan yang dilaksanakan, aspirasi masyarakat sebagian besar berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur. Selain perbaikan jalan, masyarakat juga menyampaikan usulan bantuan Lampu Penerangan Jalan (LPJ) serta dukungan untuk kegiatan upacara adat.

“Sebagian besar aspirasi yang disampaikan masyarakat adalah terkait infrastruktur jalan, LPJ, maupun bantuan untuk kegiatan upacara adat,” ujar Suastika.

Menurutnya, di bidang infrastruktur, masyarakat tidak hanya mengusulkan perbaikan jalan, tetapi juga perbaikan maupun pembangunan irigasi untuk mendukung sektor pertanian. Warga juga menyampaikan kebutuhan bantuan alat-alat pertanian yang dapat menunjang aktivitas petani dalam menggarap lahan.

Hal tersebut dinilai cukup relevan mengingat sebagian besar masyarakat di Kecamatan Selat masih menggantungkan perekonomian pada sektor pertanian.

“Apalagi wilayah Kecamatan Selat juga sebagian besar masyarakatnya sebagai petani. Jadi saya kira usulan masyarakat tersebut perlu untuk ditindaklanjuti,” kata Suastika.

Ia menegaskan, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses tidak berhenti pada forum pertemuan. Seluruh hasil penyerapan aspirasi tersebut nantinya akan dihimpun dan dituangkan dalam pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD.

Hasil reses tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dalam pembahasan APBD untuk tahun anggaran 2027. Aspirasi yang telah dihimpun akan disampaikan kepada pihak eksekutif untuk dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kemampuan anggaran serta prioritas pembangunan daerah.

“Hasil reses nanti kita kumpulkan dalam bentuk pokir. Setelah itu kita serahkan kepada eksekutif untuk ditindaklanjuti sebagai aspirasi anggota DPRD,” jelasnya.

Suastika menambahkan, kegiatan reses merupakan agenda rutin anggota DPRD sebagai salah satu upaya memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dengan masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.

Melalui pertemuan secara langsung, anggota DPRD dapat mengetahui kondisi riil yang dihadapi masyarakat sekaligus mendapatkan masukan mengenai kebutuhan pembangunan yang dianggap paling mendesak di masing-masing wilayah.

“Reses ini merupakan kegiatan rutin yang kita laksanakan dengan harapan anggota DPRD bisa lebih banyak bertatap muka sekaligus menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Karangasem,” ungkapnya.

Reses masa persidangan II tersebut tidak hanya dilakukan oleh Ketua DPRD Karangasem. Seluruh anggota DPRD Karangasem juga melaksanakan kegiatan serupa dengan turun langsung ke masing-masing daerah pemilihan (dapil).

“Reses sudah kita laksanakan sejak 1 sampai 3 Maret oleh seluruh anggota di masing-masing dapil,” terang Suastika.

Dengan adanya kegiatan tersebut, aspirasi masyarakat dari berbagai wilayah di Karangasem diharapkan dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah. Terutama menyangkut kebutuhan dasar seperti infrastruktur jalan dan irigasi, penguatan sektor pertanian, pengembangan usaha masyarakat, penerangan jalan, hingga dukungan terhadap kegiatan sosial dan keagamaan.

Penyerapan aspirasi melalui reses juga diharapkan dapat memastikan pembangunan yang direncanakan pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan, sekaligus menjadi bahan bagi DPRD dalam menjalankan fungsi penganggaran dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Kabupaten Karangasem. (Ami)

HUT ke-81 RI, Bupati Karangasem Ajak Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Inovasi

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 
Karangsem, Bali Kini — Upacara bendera memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Karangasem berlangsung khidmat di Lapangan Tanah Aron, Senin (17/8/2026). Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata bertindak sebagai inspektur upacara.

Rangkaian peringatan diawali dengan kedatangan ratusan peserta pelacaran rute perjuangan pahlawan I Gusti Ngurah Rai. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pembacaan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai.

Upacara kemudian dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Karangasem. Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata membacakan Teks Pancasila, sementara detik-detik Proklamasi dibacakan Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika.

Dalam amanatnya, Bupati Parwata mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan dengan mengisi pembangunan. Menurutnya, kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang harus dilanjutkan oleh generasi penerus.

“Pada momen peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 ini, kami mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk terus berjuang dengan mengisi kemerdekaan melalui pembangunan, pendidikan dan terus berinovasi untuk kemajuan bangsa, utamanya pembangunan di Karangasem,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Par.

Selain itu, Gus Par menekankan pentingnya pemerataan pembangunan dan keadilan bagi masyarakat. Dia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap Karangasem, khususnya dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya, pemerataan pembangunan diperlukan agar masyarakat di seluruh daerah, termasuk Karangasem, dapat merasakan manfaat pembangunan secara berkeadilan.

Upacara tersebut turut dihadiri para mantan Bupati Karangasem, mantan Ketua DPRD Karangasem, jajaran Forkopimda, para veteran, serta pejabat di lingkungan Pemkab Karangasem.

Dalam kesempatan tersebut juga digelar doa bersama untuk seorang siswa SMA Negeri 2 Karangasem yang meninggal dunia setelah mengikuti lomba gerak jalan beberapa waktu lalu. (Ami)

82 Galian C di Karangasem Jadi Temuan Tim MBLB, 3 Beroperasi Diluar Zona Pertambangan, 2 Disebut Tak Kantongi IUP

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 
Karangasem, Bali Kini — Sebanyak 82 titik kegiatan pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) di Kabupaten Karangasem menjadi temuan dalam pengawasan tim gabungan Pemerintah Provinsi Bali.

Dari 82 titik tersebut, sebanyak 37 titik berada di Kecamatan Bebandem. Dalam pengawasan itu, ditemukan tiga kegiatan usaha galian C yang beririsan dengan zona yang bukan merupakan kawasan pertambangan.

Ketiga usaha tersebut yakni CV Dewata Timur Abadi, CV MAS Hitam, dan CV Janu Yusra Manggala.

Kabid Penegakan Perundang-undangan (Gakum) Satpol PP Kabupaten Karangasem, I Nengah Sudana Wiryawan, SE., MAP, mengatakan berdasarkan data yang ditemukan, CV Dewata Timur Abadi tercatat memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP). Sementara CV MAS Hitam dan CV Janu Yusra Manggala tidak tercatat memiliki IUP.

Meski demikian, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan ketiga kegiatan usaha tersebut masih beroperasi.

“Fakta di lapangan semuanya masih beroperasi. Tim provinsi sudah melakukan upaya dengan menyarankan agar seluruh kelengkapan perizinan yang dibutuhkan terkait kegiatan pertambangan segera diurus,” ujar Sudana.

Untuk sementara, terhadap ketiga pelaku usaha tersebut belum dilakukan penutupan aktivitas. Satpol PP memberikan arahan agar pengusaha segera melengkapi dokumen dan mengurus seluruh perizinan yang dipersyaratkan.

Namun, proses tersebut tidak berhenti pada pemberian arahan. Para pengusaha nantinya akan kembali dipanggil ke Provinsi untuk menjalani klarifikasi terkait aktivitas pertambangan yang dilakukan.

“Untuk sementara tidak sampai ditutup. Disarankan segera membuat dan melengkapi surat perizinan yang dibutuhkan. Nanti akan dipanggil kembali untuk melakukan klarifikasi di provinsi,” jelasnya.

Pengawasan tersebut dilakukan pada Kamis (21/8/2026) oleh tim gabungan MBLB yang melibatkan Kementerian ESDM, Pemerintah Provinsi Bali, PUPR Provinsi Bali, instansi perizinan Provinsi Bali, Biro Hukum Provinsi Bali, Satpol PP Provinsi Bali serta instansi terkait lainnya.

Dari Kabupaten Karangasem, unsur Satpol PP, perizinan, PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup turut hadir dalam mendampingi pengawasan kegiatan pertambangan MBLB tersebut.

Pengawasan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penertiban aktivitas pertambangan MBLB di Karangasem, terutama terhadap kegiatan yang belum memenuhi seluruh persyaratan perizinan maupun kegiatan yang berada di luar kawasan pertambangan. (Ami)

OPERASI GABUNGAN UNGKAP 2,6 TON CAIRAN MENGANDUNG METAMFETAMIN DI KAPAL MV OCEAN PORTER BERBENDERA TANZANIA


Bali Kini - BNN bersama Ditjen Bea dan Cukai serta Polda Kepulauan Riau berhasil mengamankan 2,6 ton narkotika golongan 1 jenis Metamfetamin Cair yang dibawa oleh kapal MV OCEAN PORTER berbendera Tanzania. Pengungkapan di Perairan Karimun Kepulauan Riau pada Senin (17/8) dilakukan setelah tim memperoleh informasi *pergerakan kapal yang mencurigakan dan diketahui beberapa kali berganti nama, yakni HONG RUN 2, RACE WIND, RAIN MAKER, dan MV OCEAN PORTER.*

*Tim Gabungan yang terdiri dari BNN RI, Ditjen Bea dan Cukai, Polda Kepri, Kanwil Bea dan Cukai Kepri, BNNP Kepri, serta PSO Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun*, pada sekitar pukul 18.30 wib berhasil melakukan intercept di Perairan Karimun Kepri terhadap Kapal MV OCEAN PORTER dan selanjutnya kapal tersebut dibawa ke Dermaga PSO Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun untuk dilakukan pemeriksaan menggunakan Back Scatter dan K9 serta pemeriksaan atas awak kapal dan penggeledahan beberapa kompartemen.

Hasil penggeledahan terhadap 4 (empat) kontainer diketahui ada dua kontainer di antaranya kosong, satu kontainer sudah terbuka berisi barang-barang perkakas seperti tali, sparepart, plastic wrap, dan lain-lain, sementara satu kontainer yang masih tergembok dan baru dilas setelah dibongkar berisikan bungkusan-bungkusan rokok berlogo "GD" dengan gambar daun berbahasa China.

Berdasarkan keterangan salah seorang awak kapal, pemeriksaan kemudian dikembangkan pada satu lokasi penyimpanan mencurigakan di atas kontainer. Dalam pemeriksaan tersebut tim gabungan menemukan 8 (delapan) drum berkapasitas masing-masing 200 liter dan satu Water Tank berkapasitas 1.000 liter berisi cairan yang setelah diperiksa menggunakan Narcotics Identification Kit ternyata positif mengandung Metamfetamin. Dengan demikian, total barang bukti yang diduga mengandung narkotika  Metamfetamin tersebut mencapai Berat Brutto 2,6 Ton

Selain barang bukti narkotika, tim juga menyita sejumlah barang bukti non narkotika berupa 157 box rokok ilegal asal China merek GD, dengan total 1.570.000 batang, serta mengamankan 10 orang crew kapal yang seluruhnya berkewarganegaraan asing berinisial AT, ST, YY, KZ, PP, TK, KM, HT, SM, dan TH.

Sebelumnya Kapal MV OCEAN PORTER, menurut pengakuan sang Kapten AT, tiba di Pelabuhan Rajang Sibu, Sarawak, Malaysia, pada 18 Mei 2026 untuk menjalani reparasi. Kapal kemudian berangkat dari Rajang Sibu pada 30 Juli 2026 dengan tujuan Chittagong, Bangladesh, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Port Kaohsiung, Taiwan. Pada 14 Agustus 2026, kapal melakukan pengisian bahan bakar di perairan Langkawi dari kapal Jupmari (IMO 8626513) dengan jumlah sekitar 40 ton sebelum akhirnya diamankan tim gabungan.

Melalui pengungkapan kasus besar ini, tim gabungan berhasil mencegah peredaran narkotika jenis metamfetamin cair yang memiliki valuasi ekonomi mencapai hampir Rp 8,5 Triliun. Selain itu, langkah tegas ini juga berhasil menyelamatkan 14,13 juta jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika. (Ami)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved