BALIKINI.NET | KARANGASEM — Kabupaten Karangasem masih alami kekurangan tenaga pendidik yakni guru SD dan SMP. Jumlahnya tak main-main, Kabupaten Karangasem butuh total sebanyak 1.050 tenaga pendidik lagi.
Dijelaskan Kepala Bidang PTK (Pendidikan dan Tenaga Kependidikan) Disdikpora Karangasem, I Gusti Parnawa pada Sabtu (5/10/2022) guru yang kurang yakni untuk SD ada 475 sementara di jenjang SMP kekurangan sebanyak 575 tenaga pendidik. Hal tersebut tentu menjadi perhatian khusus oleh pemerintah daerah.
Meski pada beberapa bulan lalu, pengangkatan tenaga pengajar dari yang berstatus honorer atau kontrak ke PPPK atau ASN sudah dilaksanakan, namun jumlah tenaga pengajar masih kurang. "Ya kemarin ada sebanyak 528 guru yang diangkat jadi ASN, " Jelas Gusti Parnawa.
Sementara ditanya terkait upaya, pihaknya mengatakan masih dalam masa pembahasan dan belum mencapai final kesepakatan. "Jika bicara upaya, kami sedang dalam tahap pembahasan ya, ini rencananya sekolah SD dan SMP akan kami recroping artinya jika memungkinkan sekolah SD atau SMP yang sedikit mendapat murid akan kita gabung menjadi satu," Katanya.
"Namun hal ini masih dalam pertimbangan, kami juga memikirkan banyak faktor, seperti letak geografis misalnya. Kan jika terlalu jauh kasihan juga murid-muridnya, " Sambungnya.
Sementara, Bupati Gede Dana ditemui di lapangan Tanah Aron ketika membuka acara Jalan Santai STKIP Agama Hindu Amlapura mengatakan jika pihaknya tak tinggal diam. "Memang kendalanya ada edaran dari Kemendikbud tidak boleh mengangkat guru kontrak lagi, tapi kita karena kekurangan, pemerintah juga tidak membiarkan anak-anak kita tidak mendapat pendidikan. Tenaga kontrak di tahun 2022 sudah habis anggaran yang lulus pase gradenya hanya sedikit yang lulus," Terangnya. Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan kampus Perguruan bidang pendidik untuk dapat praktek mengajar di sekolah-sekolah dengan cara bergilir setiap 6 bulan sekali diganti dengan yang lain. Selain itu untuk tamatan-tamatan tenaga pendidik atau guru yang belum bekerja juga akan diajak bekerjasama dengan sekolah melalui kerjasama dengan kepala sekolah.
Tak hanya itu, pihaknya mengatakan masih menyusun regulasi upaya mengatasi masalah tersebut, yakni dengan menggabungkan sekolah-sekolah yang mendapatkan murid sedikit. "Tapi, dengan catatan letak sekolah satu dengan yang lain berdekatan," Terangnya. (Ami)
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram