-->

Jumat, 26 Mei 2023

Provinsi Sumbar Pelajari Penanganan Stunting Di Denpasar

  Provinsi Sumbar Pelajari Penanganan Stunting Di Denpasar


BALIKINI.NET | DENPASAR — Rombongan Provinsi Sumbar yang yang dipimpin  Wakil Gubernur, Audy Joinaldy bersama  Wakil Walikota dan Wakil Bupati se Sumatra Barat serta OPD terkait melakukan kunjungan kerja ke Kota Denpasar. Kunjungan ini  diterima  Wawali Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa di Gedung Sewaka Dharma Denpasar, Jumat (26/05). Hadir juga dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati  

Kunjungan dilakukan dalam rangka studi komparatif tentang cara Pencegahan Stunting dan penurunan prevalensi angka stunting untuk melahirkan generasi emas berkualitas.

Wakil Gubernur Sumatra Barat Audy Joinaldy menyampaikan, kunjungan ke Bali khususnya Denpasar dimaksudkan untuk melakukan studi komparatif terkait Penanganan Stunting dan penurunan prevalensi angka stunting . Bali khususnya Denpasar dipilih karena memiliki angka stunting yang rendah berada dibawah rata-rata nasional.

“Kami ingin mengetahui kiat-kiat Kota Denpasar dalam penanganan Stunting hingga menjadi yang terendah di Provinsi Bali. Kami ingin sharing program apa saja yang telah dilakukan,” ucapnya.

Terkait dengan hal tersebut, Wawali Denpasar , I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan selamat datang kepada rombongan Sumbar dan berterima kasih karena telah menjadikan Bali khususnya Denpasar sebagai objek kunjungan. Ia berharap, kunjungan ini dapat mempererat jalinan tali silaturahmi Bali dan Sumbar. 

Menyinggung tentang program penanganan Stunting di Kota Denpasar, Arya Wibawa menyampaikan, prevelensi angka stunting Denpasar tahun 2022 sebesar 5,5%dengan target kedepannya sebesar 4%. Denpasar dalam penanganan stunting melibatkan tim konvergensi multi sektor.

“Salah satu program prioritas yang dilakukan memberikan edukasi pengasuhan 1000 hari pertama kelahiran bagi ibu hamil dan keluarga serta peningkatan pelayanan posyandu dan pemberian makanan tambahan yang dipantau oleh TP PKK,” ujarnya.

Ditambahkan olehnya, penanganan stunting di Kota Denpasar juga melibatkan Dinas PUPR dalam pembangunan sanitasi serta air bersih bagi warga. Ada juga program Keluarga Harapan (PKH) dan BLT dari Dinas Sosial, serta pembinaan masyarakat terkait penganekaragaman dan pemanfaatan sumber daya lokal. 

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Denpasar, I Gusti Agung Sri Wetrawati menuturkan penanganan stunting memang memerlukan keterlibatan seluruh sektor. 

“Hal ini dilakukan agar angka stunting di Kota Denpasar semakin menurun dan ditargetkan  di bawah angka 4 persen. Sehingga nantinya dapat lahir generasi emas berkualitas di Kota Denpasar,” ujarnya

Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi dan diakhiri dengan tukar-menukar cenderamata.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved