-->

Senin, 06 April 2026

Wabup Ipat: Desa Adalah Subjek Strategis, OPD Wajib Perkuat Integrasi Program

Jembrana , Bali Kini - Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), menegaskan bahwa desa dan kelurahan merupakan ujung tombak sekaligus subjek strategis dalam menentukan kemajuan daerah. Hal tersebut disampaikan Wabup Ipat saat memimpin Apel Rutin di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana, Senin (6/4), bertempat di depan Kantor Bupati Jembrana.

Dalam arahannya, Wabup Ipat menginstruksikan seluruh Perangkat Daerah untuk mengubah paradigma dalam melihat desa. Menurutnya, desa bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan aktor utama yang memiliki peran vital dalam mencapai target-target daerah.
"Desa dan kelurahan adalah subjek strategis. Saya minta seluruh Perangkat Daerah melakukan konvergensi program yang menyasar langsung ke sana. Pastikan pembangunan desa berbasis pada data dan potensi lokal guna menciptakan kemandirian wilayah," tegas Wabup Ipat di hadapan para peserta apel.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penguatan peran desa harus dibarengi dengan sinkronisasi program antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa. Fokus pada potensi lokal dianggap sebagai solusi jitu untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah di Kabupaten Jembrana.

Wabup Ipat berharap, dengan menjadikan desa sebagai basis pembangunan, setiap intervensi program pemerintah akan jauh lebih tepat sasaran karena menyentuh akar rumput secara langsung.


Di sisi lain, menyikapi kondisi fiskal daerah yang terbatas akibat dampak ekonomi global, Wabup Ipat mengajak seluruh jajaran ASN untuk menerapkan prinsip 
Empati Fiskal, Efisiensi anggaran diperintahkan melalui penghematan operasional, seperti penggunaan daya listrik dan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih terukur.

"Di tengah keterbatasan ini, inovasi adalah kunci. Jangan terjebak pada kegiatan rutinitas tanpa dampak nyata. Gunakan setiap rupiah anggaran dengan orientasi pada hasil yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Menutup arahannya, Wabup Ipat mengingatkan seluruh Perangkat Daerah untuk tetap bekerja optimal sesuai target RPJMD. Ia menuntut adanya peningkatan akuntabilitas dan transparansi agar setiap program yang digulirkan benar-benar memberikan manfaat konkret bagi masyarakat Jembrana. (  * )

HENDAK SELAMATKAN REKANNYA YANG HANYUT, AGUS SUARSA HILANG TERSERET ARUS DI PANTAI PURNAMA

GIANYAR , Bali Kini -  Nasib naas dialami seorang pria bernama Agus Suarsa Dharma (27) asal Banjar Telabah, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Dirinya terseret arus Pantai Purnama saat melaksanakan prosesi Banyu Pinaruh pada Minggu, (5/4/2026).

Kepala Seksi Operasi dan Siaga, I Wayan Juni Antara yang terun langsung ke lokasi kejadian menerangkan kejadian berlangsung sekitar pukul 07 30 Wita.

"Awal mula kejadiaan, Kadek Raditya (18), Agus Suarsa dan rekannya mandi di Pantai Purnama, tak berselang lama kemudian ombak besar datang, Kadek Raditya tergulung ombak dan hanyut," terang Juni Antara.

Melihat rekannya yang terseret ombak, agus suarsa kemudian melakukan pertolongan, Raditya kemudian berhasil diselamatkan, namun tiba - tiba ombak besar kembali datang menarik tubuh Agus Suarsa hingga tenggelam.

"kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke  kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar pukul 08.00 Wita, sesuai arahan pimpinan Tim Rescue beserta peralatan SAR laut kemudian dikerahkan menuju lokasi," imbuhnya.

Hingga saat ini upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan masih terus dilaksanakan. Pencarian di laut dilakukan dengan menurunkan satu unit perahu karet dengan luas area pencarian mencapai 1,5 NM sedangkan penyisiran darat dilakukan menuju arah timur dan barat dari kolasi kejadian.

"Saat ini kondisi gelombang laut di lokasi cukup tinggi, namun masih bisa diantisipasi oleh Tim Rescue, semoga korban cepat ditemukan," tutupnya

Pencarian oleh Tim SAR Gabungan turut melibatkan Basarnas, TNI AL, Polairud Polres Gianyar, BPBD Kabupaten Gianyar, Balawista Kabupaten Gianyar, Polsek Sukawati, Koramil 1616 Sukawati, Potensi SAR 115, BRC, Surf Rescue, Bali Rescue, Orari dan Keluarga Korban.

Sebagian ASN Pemkab Karangasem Mulai WFH Setiap Jumat, Berlaku 6 April 2026

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 
KARANGASEM, Bali Kini — Pemerintah Kabupaten Karangasem resmi menerapkan kebijakan kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui kombinasi Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH). Kebijakan ini mulai berlaku pada 6 April 2026.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 2234 Tahun 2026 tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di lingkungan Pemkab Karangasem. Dalam aturan itu, ASN diwajibkan melaksanakan tugas kedinasan secara WFH selama satu hari kerja dalam satu minggu, yakni setiap hari Jumat.

Sekretaris Daerah Karangasem, I Ketut Sedana Merta, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja, sekaligus menindaklanjuti arahan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali.

“Penerapan WFH ini untuk mendorong transformasi budaya kerja ASN agar lebih fleksibel, adaptif, dan tetap produktif dengan memanfaatkan sistem digital,” ujarnya.

Ia menegaskan, meskipun bekerja dari rumah, ASN tetap wajib menjalankan tugas secara optimal dengan memaksimalkan penggunaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), termasuk absensi online, tanda tangan elektronik, hingga pelaporan kinerja harian.

Selain itu, ASN juga dituntut tetap responsif terhadap komunikasi kedinasan melalui berbagai platform seperti WhatsApp maupun telepon.

Dalam pelaksanaannya, Kepala Perangkat Daerah diminta melakukan pengawasan ketat, termasuk memastikan efisiensi energi di kantor. ASN yang menjalankan WFH diwajibkan mematikan perangkat listrik seperti AC, lampu, dan peralatan lainnya sebelum meninggalkan kantor.

Namun, kebijakan WFH ini tidak berlaku bagi sejumlah pejabat dan unit layanan publik yang bersifat esensial. Di antaranya Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, pejabat administrator, camat, hingga unit layanan seperti kesehatan, pemadam kebakaran, kebencanaan, kebersihan, perizinan, serta pendidikan yang tetap menjalankan tugas secara WFO.

Sedana Merta menambahkan, kebijakan ini juga diharapkan mampu menekan belanja operasional daerah, seperti penggunaan listrik, air, bahan bakar minyak (BBM), hingga perjalanan dinas.

“Penghematan anggaran dari kebijakan ini nantinya akan dialokasikan kembali untuk program prioritas pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.

Pemkab Karangasem juga mewajibkan seluruh perangkat daerah untuk melaporkan pelaksanaan serta dampak efisiensi dari kebijakan ini setiap bulan kepada Sekretaris Daerah sebagai bahan evaluasi dan pelaporan ke pemerintah pusat. (Ami)

Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Penganyar Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih.

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede serta jajaran Pemkot Denpasar saat ngaturang Bhakti Penganyar serangkaian Karya Tawur Tabuh Gentuh dan Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, bertepatan dengan Soma Pon Wuku Sinta, Senin (6/4). 

 

Denpasar, Bali Kini - Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Penganyar serangkaian Karya Tawur Tabuh Gentuh dan Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih bertepatan dengan Soma Pon Wuku Sinta, Senin (6/4). Pelaksanaan Bhakti Penganyar dipimpin Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede beserta Anggota DPRD Kota Denpasar. 

Turut hadir Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali, IGN Gede Marhaendra Jaya, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra dan Made Okq Cahyadi Wiguna, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.  

Silih berganti pemedek datang di kawasan Penataran Pura Agung Besakih untuk ngaturang bhakti sejak Puncak Karya pada Purnama Kedasa, Kamis (2/4) lalu. Pelaksanaan Bhakti Penganyar Pemkot Denpasar diawali dengan pengilen Tari Rejang Renteng, Tari Rejang Rwa Bhineda, Wayang Lemah dan Topeng Wali. Merdu suara tetabuhan Gong Gede, kekidungan serta denting genta menambah khidmat suasana. Rangkaian prosesi diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Talikup, Griya Kawolu Biau Muncan. 

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih ini merupakan momentum bagi seluruh umat Hindu untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Selain itu, momen ini juga baik dimanfaatkan sebagai ajang mulatsarira. Sehingga keseimbangan alam semesta beserta isinya dapat tercipta. 

"Tentu ini merupakan momentum bagi kita bersama untuk meningkatkan sradha dan bhakti umat, serta memohon asung kertha wara nugraha Ida Sang Hyang Widi Wasa," jelasnya

Jaya Negara menambahkan, pelaksanaan Bhakti Penganyar juga bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur Pemerintah Kota Denpasar atas kelancaran dalam menjalankan swadharma membangun daerah. Dimana, rasa persatuan (menyama braya) umat Hindu harus terus dipupuk agar yadnya sebagai wujud syukur dapat terus kita laksanakan guna meningkatkan sradha dan bakti umat sesuai dengan swadarma menuju keseimbangan alam semesta. 

"Melalui Bhakti Penganyar ini diharapkan mampu memberikan energi Dharma yang dapat memberikan hal positif bagi jagat Bali untuk membersihkan dan menetralisir hal-hal negatif yang tidak diinginkan demi terciptanya keseimbangan jagat beserta isinya," imbuhnya.

Untuk diketahui, rangkaian untuk pelaksanaan upacara Ida Batara Turun Kabeh, berlangsung selama 21 hari. Untuk puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh jatuh pada Purnama Sasih Kedasa pada 2 April lalu. Setelahnya, pada tanggal 3 April sampai dengan 2 Mei dilaksanakan upacara penganyar dari seluruh kabupaten/kota se-Bali, dan juga dari panitia karya upacara Pura Agung Besakih. Untuk panyineban karya akan dilaksanakan pada 23 Mei 2026. (Ags).

Nganyarin Rangkaian IBTK 2026 di Besakih Berlangsung Hingga 23 April

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini — Rangkaian upacara Nganyarin dalam karya agung Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih berlangsung mulai 3 April 2026 hingga 23 April 2026. Pelaksanaan Nganyarin dimulai sehari setelah puncak karya IBTK dan menjadi bagian penting dalam keseluruhan rangkaian upacara suci tersebut.

Nganyarin merupakan tradisi persembahyangan yang bertujuan memperbarui makna spiritual piodalan, menjaga keharmonisan, serta sebagai wujud rasa syukur umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kegiatan ini juga menjadi momen mempererat kebersamaan antarumat dalam suasana religius.

Pelaksanaan Nganyarin dilakukan secara bergiliran oleh pemerintah daerah maupun umat dari berbagai wilayah di Bali. Peserta yang terlibat terdiri dari perwakilan pemerintah daerah, instansi terkait, serta krama yang datang sesuai jadwal penganyar masing-masing. Seperti pada hari ini, Senin (6/4/2026) penganyar merupakan perwakilan dari Kota Denpasar.

Seluruh prosesi dipusatkan di Pura Penataran Agung Besakih sebagai pusat utama persembahyangan di kawasan Besakih. Upacara berlangsung khidmat dengan rangkaian persembahyangan bersama yang dilengkapi sarana upakara.

Pemangku Pura Agung Besakih, Jro Gede Anglurah Bendesa, menegaskan bahwa Nganyarin bukan sekadar rutinitas upacara, melainkan momentum memperkuat sraddha dan bhakti umat.

“Nganyarin ini adalah wujud rasa syukur sekaligus menjaga keseimbangan sekala dan niskala. Dengan kebersamaan umat dari berbagai daerah, kita harapkan keharmonisan tetap terjaga,” ujarnya.

Selain itu, pelaksanaan Nganyarin juga kerap diiringi pementasan tari wali sebagai bagian dari pelengkap upacara, yang menambah kekhidmatan sekaligus memperkuat nilai budaya dalam setiap rangkaian kegiatan.

Melalui Nganyarin dalam rangka IBTK ini, umat Hindu Bali kembali menunjukkan komitmen menjaga kesucian pura serta memperkuat harmoni spiritual secara bersama-sama. (Ami)

Minggu, 05 April 2026

Ribuan Manusia Jalani Ritual "Banyu Pinaruh" di Pantai Sanur

Laporan Reporter : Jero Ari
Denpasar , Bali Kini  - Hari Banyu Pinaruh adalah ritual penyucian diri umat Hindu di Bali yang dilakukan sehari setelah Hari Raya Saraswati dengan melakukan melukat (mandi) di sumber air suci atau laut, Minggu (5/4). Pantai Sanur jadi tujuan utama umat warga Denpasar dengan ritual ini bermakna memohon pembersihan diri. 
Beberapa tempat yang sering digunakan untuk melukat saat Banyu Pinaruh meliputi Pantai Padanggala dan Pantai Mertasari yang jadi lautan manusia saat Banyu Pinaruh ini. Pengunjung, termasuk keluarga, melakukan persembahyangan dan mandi untuk membersihkan diri. 
Salah satu pengunjung asal Panjer datang bersama istri dan anak mengaku selain melaksanakan Banyu Pinaruh juga berwisata di Pantai Sanur. "Sarana yang kami bawa cuma canang sesari dan Canang Saraswati yang kita larung. Kami datang ke Pantai Sanur sejak pagi sekitar jam delapan tadi," ujar Yadi di Pantai Sanur. 
Suasana Pantai Sanur yang cukup panas pagi ini menambah semangat warga menikmati mandi dilaut, termasuk  Sudaji dan keluarga  menggelar prosesi Banyu Pinaruh. Menurutnya, dalam melakukan Banyu Pinaruh, sarana upacara yang digunakan cukup sederhana, seperti canang sari hingga dupa. Sebab, bagi dia hal itu merupakan kewajiban yang dilakukan seusai persembahyangan Hari Raya Saraswati. 
Suasana bagaikan lautan manusia di Pantai Sanur, tampak juga penyewaan pelampung ramai berjejer yang disukai pengunjung anak anak. Dengan 15 ribu rupiah penyewaan pelampung bentuk bebek maupun lainnya laris manis dibandingkan hari libur biasanya. Dagang lumpia pun tampak ada disetiap sudut pantai,  juga ramai dikunjungi pengunjung. Biasanya habis mandi di laut terasa lapar. 
Para pengelola kawasan Sanur menghimbau, kepada para pengunjung maupun para pedagang pun telah dihimbau agar tak membuang sampah atau meninggalkan sampah di Pantai. Bagi pedagang yang tahu ada sampah yang ditinggal pengunjung untuk segera mengambilnya, terutama sampah plastik agar diambil dan dikumpul ditempat sampah khusus.
Himbauan ini guna menjaga kebersihan pantai dari sampah plastik yang kerap ditinggal pengunjung walau telah ada sejumlah tempat sampah yang tersedia. Sementara untuk sampah canang yang ada di pantai nantinya akan dikelola sebagai sampah organik, dimasukan ke Tebe Modern atau di buang ke TPS3R setempat untuk diolah sebagai kompos

Sabtu, 04 April 2026

Persembahyangan Bersama Hari SaraswatiJaya Negara Dorong Penguatan Pendidikan dan Daya Saing SDM

Ket. Foto : Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. I Putu Tangkas W., S.I.P., serta jajaran Forkopimda Kota Denpasar, dalam pelaksanaan persembahyangan bersama Hari Suci Saraswati, Sabtu (4/4) di Pura Agung Jagatnatha.

Denpasar, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar menggelar persembahyangan bersama dalam rangka Hari Raya Saraswati, Sabtu (4/4), di Pura Agung Jagatnatha.

Persembahyangan yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Tunjung Kuning dari Griya Bungsu Tunjung Kuning, Pemogan ini dihadiri langsung oleh Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. I Putu Tangkas W., S.I.P., jajaran Forkopimda Kota Denpasar, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.

Lantunan doa dan kidung suci mengalun khidmat, mengiringi umat yang memenuhi areal pura. Tampak pula para siswa sekolah turut hadir, khusyuk memohon tuntunan ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, serta keselamatan bagi kehidupan masyarakat Kota Denpasar.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan bahwa Denpasar patut bersyukur memiliki warisan pemikiran dari sastrawan besar seperti Ida Pedanda Made Sidemen yang menekankan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai bekal kehidupan.

“Pesan yang dapat kita maknai adalah, meskipun tidak memiliki sumber daya, kita harus membekali diri dengan ilmu pengetahuan agar dapat bermanfaat bagi masyarakat. Ilmu pengetahuan adalah sumber kehidupan sekaligus jalan pengabdian,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara menegaskan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun infrastruktur pendukung.
“Pendidikan menjadi prioritas pembangunan. Hal ini tercermin dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Kota Denpasar. Kami berkomitmen mencetak generasi yang berkualitas dan memiliki daya saing,” imbuh Jaya Negara.

Selain itu, pihaknya juga mendorong keterlibatan dunia pendidikan dalam penguatan kesadaran lingkungan, khususnya pengelolaan sampah berbasis sumber.

“Kami telah melibatkan civitas akademika dan satuan pendidikan untuk mengedukasi masyarakat dalam memilah sampah. Sekolah-sekolah di Denpasar juga telah mulai melaksanakan dengan baik,” tambah Jaya Negara 

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, menyampaikan bahwa persembahyangan bersama ini diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan dan nilai spiritual masyarakat.

“Melalui persembahyangan bersama ini, semangat kebersamaan dan nilai spiritual diharapkan terus tumbuh, seiring komitmen menjadikan Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, rangkaian persembahyangan berlangsung dari pagi hingga malam hari guna memberikan kesempatan bagi seluruh pemedek untuk bersembahyang dengan tertib. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak membawa plastik sekali pakai serta tetap menjaga kebersihan dan kesucian area pura. (Pur)

Pemkot Denpasar Laksanakan Bhakti Penyineban Pujawali Pura Agung Lokanatha

Ket. Foto : Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua Komisi II DPRD Denpasar I Wayan Sutama, jajaran Forkopimda, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar dalam kesempatan pelaksanaan 
Bhakti Penyineban Pujawali di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar, Jumat (3/4). 


Denpasar, Bali Kini -  Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Penyineban Pujawali di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar, Jumat (3/4). Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pujawali yang bertepatan dengan Purnama Sasih Kadasa, sekaligus menjadi momentum memperkuat sradha bhakti umat.

Bhakti penyineban tersebut dihadiri Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua Komisi II DPRD Denpasar I Wayan Sutama, jajaran Forkopimda, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. 

Di sela-sela persembahyangan, Walikota Jaya Negara menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian pujawali. Jaya Negara menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan upacara tidak terlepas dari semangat gotong royong serta ketulusan umat dalam ngayah.

“Pelaksanaan pujawali ini berjalan lancar. Ini menjadi momentum bagi kita semua untuk terus meningkatkan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa,” ujar Jaya Negara.

Pada akhir kegiatan, Walikota bersama seluruh undangan dan masyarakat melaksanakan persembahyangan bersama sebagai penutup rangkaian pujawali. Dalam prosesi penyineban tersebut, Walikota Jaya Negara dan Wakil Walikota Arya Wibawa juga tampak mengikuti prosesi mundut pratima bersama pemangku dan para pengayah di Pura Agung Lokanatha.

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, menjelaskan bahwa Karya Pedudusan Alit sekaligus pujawali di Pura Agung Lokanatha dilaksanakan bertepatan dengan Purnama Sasih Kadasa. Dalam rangkaian tersebut, Ida Bhatara nyejer selama satu hari sebelum dilanjutkan dengan prosesi Penganyar dan Penyineban.

Prosesi Bhakti Penganyar dan Penyineban yang dilaksanakan pada Sukra Watugunung, 3 April 2026 pukul 09.00 Wita dipuput oleh Ida Pedanda Gede Oka Karang dari Griya Tegeh Karang Lumintang. Rangkaian upacara turut didukung oleh pengayah dari unsur pemangku, Kesra, penyuluh Bahasa Bali, TPLAH Denpasar Utara, pengenter, Sekaa Santhi TPLAH Kota Denpasar, serta Sekaa Gong Paguh Swara Kencana Banjar Pemalukan, Denpasar Utara.

Alit Surya Antara mengaku bersyukur seluruh tahapan piodalan telah berjalan lancar dan penuh makna. Ia berharap, pelaksanaan pujawali ini dapat memberikan energi positif dalam menjaga keharmonisan alam semesta.

“Kami berharap momentum pujawali ini menjadi wahana untuk meningkatkan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa serta mendukung terciptanya keseimbangan alam semesta beserta isinya,” ujarnya. (Pur)

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Melaspas dan Padudusan Alit Pura Kawitan Batur Panti Tembawu

Ket. Foto: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Melaspas dan Pedudusan Alit Pura Batur Panti Kawitan Arya Wang Bang Pinatih, Desa Adat Tembawu, Jumat (3/4). 

Denpasar, Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Melaspas dan Pedudusan Alit Pura Batur Panti Kawitan Arya Wang Bang Pinatih, Desa Adat Tembawu, Jumat (3/4). Pada kesempatan itu, Walikota Jaya Negara juga sekaligus melaksanakan mendem pedagingan di Gedong Pura Kawitan dan ngaturang Punia.

Tampak hadir juga dalam kesempatan ini, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Ketut Budha, Kadis Perkim Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Antara, beserta tokoh setempat.

Di sela kegiatan berlangsung, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas semangat gotong-royong dan kebersamaan masyarakat pengempon dalam mendukung pembangunan di Pura Kawitan Batur Panti, Desa Adat Tembawu pasca musibah tumbangnya sebuah pohon beringin besar yang menimpa pelingih-pelingih di Pura ini pada dua tahun lalu tepatnya pada tanggal 7 April 2024 silam.

Pihaknya juga mengatakan bahwa upacara pemelaspasan serangkaian rampungnya Pembangunan Gedong, Tajuk, Pelinggih Betara dan  Padma ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, sehingga dapat menjadi momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

"Dengan pelaksanaan upacara pemelaspasan ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana," ujarnya.

Sementara Panitia Karya, I Wayan Kaler mengatakan dengan rampungnya pembangunan Gedong, Tajuk, Pelinggih Betara hingga Padma ini usai musibah pohon tumbang yang menimpa pura, maka diadakan pemelaspasan serta mendem pedagingan.

 Pelaksanaan pembangunan ini telah dilaksanakan kurang lebih satu tahunan. Dimana karya ini di Puput oleh Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Gandha Kusuma, dari Griya Tegeh Gandha Buawana.

"Kami sangat berterimakasih kepada Pemkot Denpasar karena telah memberikan bantuan dalam renovasi pembagunan Pura Batur Panti Tembawu ini. Dan kami berharap dengan pelaksanaan upacara ini agar dapat terus mempertahankan tradisi, adat, dan budaya serta keharmonisan umat di Kota Denpasar," katanya. (Ays).

Jumat, 03 April 2026

Gerindra Bali Bersihkan Danau Yeh Malet, Dorong Jadi Destinasi Wisata Baru

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini — Ketua DPD Partai Gerindra Bali, I Gede Mulyawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah, memimpin kegiatan bersih-bersih Danau Yeh Malet di Kabupaten Karangasem, Kecamatan Manggis pada Jumat (3/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra, dengan melibatkan seluruh kader partai, mulai dari tingkat DPC, DPD, anggota legislatif fraksi Gerindra, hingga masyarakat setempat.

De Gadjah mengaku baru mengetahui keberadaan danau tersebut dan menilai Danau Yeh Malet memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik. Ia menegaskan bahwa kegiatan bersih-bersih ini bukan sekadar seremonial, melainkan aksi nyata yang akan dilakukan secara berkelanjutan.

“Hari ini kita bersih-bersih danau di Yeh Malet Karangasem. Kita berbuat untuk masyarakat Karangasem dan Bali. Kegiatan ini tidak bersifat seremonial, tapi aksi nyata dan akan berkelanjutan. Ini juga merupakan instruksi dari Presiden,” ujar De Gadjah.

Ia juga memastikan pihaknya akan berupaya maksimal untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Danau Yeh Malet ke depannya.

Senada dengan itu, anggota DPRD Provinsi Bali dari Fraksi Gerindra, I Nyoman Suyasa, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kondisi danau saat ini sudah mengalami peningkatan kebersihan hingga sekitar 80 persen, meskipun masih perlu penanganan lanjutan terhadap gulma seperti eceng gondok.

“Kami sangat mendukung. Sekarang danau sudah hampir 80 persen bersih dan selanjutnya  diharapkan akan terus dibersihkan dari gulma. Harapannya ke depan semakin bersih dan ada pihak yang benar-benar menjaga,” ujarnya.

Suyasa menambahkan, jika pemeliharaan dilakukan secara konsisten, Danau Yeh Malet berpotensi menjadi destinasi wisata baru di Karangasem. Ia menekankan pentingnya perawatan berkelanjutan, mulai dari pembersihan gulma hingga penataan kawasan pinggir danau agar terlihat rapi dan menarik bagi pengunjung.

“Kuncinya di pemeliharaan. Kalau sudah bersih, harus ada yang menjaga. Gulma tumbuh dibersihkan, rumput dirapikan, pinggiran ditata. Kalau ini konsisten, bisa jadi destinasi wisata baru,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan bersih lingkungan ini merupakan bagian dari instruksi Presiden agar menjaga kebersihan lingkungan di berbagai lokasi seperti pantai, danau, hingga pasar, demi kesehatan masyarakat sekaligus mendorong promosi daerah.

Dengan begitu, adanya Danau Yeh Malet diharapkan dapat berkembang menjadi ikon wisata baru di Karangasem. (Ami)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved