-->

Selasa, 05 Mei 2026

Sidak Komisi IV DPRD Karangasem, Pastikan Siswa SMP Ikuti Ujian Sekolah

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Ketua Komisi IV DPRD Karangasem, I Wayan Sudira bersama rombongan melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Kota Amlapura, Selasa (5/5/2025). Sidak ini bertujuan memastikan seluruh siswa, khususnya kelas IX, dapat mengikuti ujian sekolah tanpa kendala.

Tiga sekolah yang menjadi sasaran sidak yakni SMP Negeri 1 Amlapura, SMP Negeri 2 Amlapura, dan SMP Negeri 5 Amlapura. Dalam kunjungan tersebut, rombongan berdiskusi langsung dengan kepala sekolah dan para guru terkait pelaksanaan ujian serta berbagai kendala di lapangan.

Ketua Komisi IV, I Wayan Sudira menegaskan bahwa sidak ini merupakan bagian dari pengawasan terhadap sektor pendidikan, khususnya dalam mendukung program wajib belajar 12 tahun.

“Kami dari Komisi IV yang membidangi pendidikan melakukan peninjauan. Dengan adanya ujian ini, kami ingin memastikan tidak ada siswa kelas IX yang tidak bisa mengikuti ujian, baik karena kendala jarak maupun keterbatasan biaya. Jika ada permasalahan, kami siap membantu mencarikan solusi bersama,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran guru dalam memastikan siswa tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA setelah lulus SMP.

Terkait pelaksanaan ujian sekolah, disampaikan bahwa saat ini mekanisme penyusunan soal dan penilaian diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing sekolah. Hal tersebut menyebabkan perbedaan jadwal ujian antar sekolah.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Amlapura, Kadek Wirawan, menyambut baik kunjungan DPRD tersebut. Ia menyebut sidak ini menjadi kesempatan bagi pihak sekolah untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

“Kami sangat terbantu dengan adanya kunjungan ini. Saat ini sekolah kami masih kekurangan ruang kelas. Dari 21 ruang yang tersedia, idealnya kami membutuhkan 33 ruang kelas. Selain itu, kami juga masih kekurangan guru di beberapa mata pelajaran,” jelasnya.

Pihaknya berharap aspirasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti guna menunjang proses belajar mengajar yang lebih optimal.

Melalui sidak ini, Komisi IV DPRD Karangasem menegaskan komitmennya untuk terus mengawal sektor pendidikan agar berjalan merata dan tidak ada siswa yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan.

Pansus TRAP DPRD Bali Jadwal Ulang Panggil BTID, Terkait Tukar Guling Mangrove

Denpasar   Bali Kini - Ketua Pansus TRAP (Tata Ruang, Aset dan Perizinan) DPRD Bali I Made Supartha,S.H.,M.H.

menjadwalkan pemanggilan ulang pihak BTID (Bali Turtle Island Development) karena tidak hadir pada RDP (Rapat Dengar Pendapat), Senin (4/5).

Sedianya RDP akan memperdalam persoalan tukar guling mangrove oleh BTID di wilayah Karangasem dan Jembrana. “Namun karena pihak BTID tidak hadir maka kita akan jadwal ulang RDP ini,” ujar Supartha.

RDP sempat digelar di Ruang Rapat Gabungan Kantor DPRD Bali dipimpin langsung Ketua Pansus TRAP I Made Supartha,S.H.,M.H. dan dihadiri anggota pansus lintas fraksi serta pihak terkait. Namun setelah ditunggu cukup lama perwakilan BTID tidak hadir sehingga RDP ditunda.

Agenda RDP ini bertujuan untuk memperdalam persoalan tukar guling mangrove oleh BTID di wilayah Karangasem dan Jembrana guna memastikan seluruh persoalan dapat dibahas secara terbuka, transparan, dan tuntas.

Dari informasi, ketidakhadiran pihak PT BTID pada RDP karena hari itu juga menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI.

Pansus TRAP menilai kehadiran BTID dalam RDP sangat penting untuk memberikan penjelasan terkait berbagai isu, termasuk mekanisme tukar guling lahan mangrove.

Menurut Supartha, Pansus ingin melihat secara fisik dokumen perizinan itu. “Kalau memang ada maka harus ditunjukkan,” tegasnya.

Supartha mengungkapkan, berdasarkan hasil sidak dan laporan masyarakat, ditemukan indikasi adanya pemotongan mangrove di kawasan proyek.

Supartha yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali ini berharap temuan di lapangan tersebut perlu didalami lebih lanjut oleh aparat penegak hukum (APH) untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran lingkungan.

Pada kesempatan tersebut, Pansus TRAP menyerahkan berkas terkait temuan di lapangan kepada Kejaksaan Tinggi Bali untuk ditindaklanjuti.

Sementara itu Kasatpol PP Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi, menegaskan pihaknya telah mengingatkan manajemen BTID agar menghormati keputusan dan rekomendasi Pansus TRAP DPRD Bali.

Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan BTID untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan serta kejelasan status penggunaan lahan, khususnya di kawasan mangrove. (*)


HUT SMK 5 Negara ke-13, Bupati Kembang Dorong Lahirkan SDM Pariwisata Berdaya Saing Global

Jembrana , Bali Kini – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 SMK 5 Pariwisata Negara berlangsung penuh semangat dan kebanggaan, Selasa (5/5), di Pekutatan. Momentum ini sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan Graduation siswa kelas XII.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi sekaligus harapannya terhadap perkembangan sekolah yang dinilai semakin pesat.
“Selamat ulang tahun untuk SMK 5 Pariwisata. Semoga semakin maju, semakin keren, dan terus melahirkan generasi pariwisata yang siap bersaing, tidak hanya di Bali, tetapi juga di tingkat nasional hingga internasional,” ujarnya.

Bupati Kembang juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan sekolah tersebut. Ia menuturkan bahwa SMK 5 Pariwisata berdiri saat dirinya masih menjabat sebagai Wakil Bupati Jembrana.
“Saya bisa dibilang ikut menyaksikan perjalanan sekolah ini dari awal. Dari kondisi yang masih sederhana, hingga kini berkembang dan menjadi kebanggaan kita bersama,” kenangnya.

Menurutnya, perkembangan SMK 5 Pariwisata saat ini menjadi bukti nyata dari kerja keras semua pihak, sekaligus kontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang berkualitas.
Lebih lanjut, ia berpesan kepada para siswa agar terus meningkatkan kapasitas diri di tengah dinamika dunia pariwisata yang kian kompetitif.
“Dunia pariwisata tidak hanya soal pelayanan, tetapi juga attitude, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi. Orang pintar banyak, tetapi yang berkarakter kuat, disiplin, dan mau terus belajar, itulah yang akan unggul,” tegasnya.

Ia juga mendorong para siswa untuk tidak cepat puas, terus belajar, meningkatkan keterampilan, serta menguasai bahasa asing. Di sisi lain, pelestarian budaya lokal tetap menjadi hal utama yang harus dijaga.
“Keunggulan Bali, termasuk Jembrana, ada pada budayanya. Itu yang harus kita jaga bersama,” imbuhnya.

Tak lupa, apresiasi disampaikan kepada para guru yang dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.
“Terima kasih kepada para guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dan membentuk karakter siswa,” ucapnya.

Ke depan, Bupati Kembang berharap SMK 5 Pariwisata terus berinovasi dan memperkuat sinergi dengan dunia industri. Ia juga mendorong agar sekolah mampu mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berwirausaha bahkan menciptakan lapangan pekerjaan.
“Jadikan SMK 5 Pariwisata sebagai sekolah yang benar-benar siap kerja, siap usaha, dan siap menciptakan lapangan kerja,” pungkasnya. (Humas Jembrana)

Lepas 10 Calon Paskibraka ke Seleksi Nasional, Bupati Kembang Tekankan Seleksi Bersih dan Disiplin

Jembrana , Bali Kini – Sebanyak sepuluh putra-putri terbaik Kabupaten Jembrana siap berlaga mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional di Provinsi Bali. Mereka merupakan perwakilan siswa-siswi pilihan dari berbagai SMA/SMK se-Kabupaten Jembrana.

Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan di Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Senin (4/5). Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan harapan besar agar Jembrana kembali menorehkan prestasi di kancah nasional.
“Dulu kita berturut-turut pernah mewakili ke tingkat nasional. Sekarang saya ingin mengembalikan kejayaan itu. Bahkan kita pernah menjadi kabupaten dengan jumlah terbanyak yang lolos ke tingkat nasional. Tunjukkan itu,” tegasnya.

Didampingi Dandim 1617/Jembrana dan Danyonif 741/Garuda, Bupati menekankan pentingnya proses seleksi yang bersih dan tanpa titipan. Ia mengaku telah mencermati langsung para peserta dan memastikan seluruhnya lolos melalui proses yang transparan.
“Saya berkomitmen seluruh kegiatan, apalagi yang menyangkut generasi muda, harus lebih baik. Jangan sampai ada titipan. Saya perhatikan satu per satu, dan ini betul-betul lahir dari proses yang clear. Ini membuktikan keseriusan kita bahwa semua punya kesempatan yang sama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati juga mengingatkan agar kerja keras para peserta selama proses seleksi diimbangi dengan pembinaan dan apresiasi yang baik di lapangan. Ia berharap para calon Paskibraka mampu menjaga sikap rendah hati meskipun telah meraih prestasi.
“Jangan sombong baru jadi paskib. Tetap rendah hati dan tahu menempatkan diri. Yang paling penting, saat latihan nanti harus benar-benar serius. Saya ingin ada yang bisa lolos ke tingkat nasional,” pesannya.

Momentum pelepasan ini, menurut Bupati, bukan sekadar seremoni, melainkan penanda bahwa para peserta telah naik ke level yang lebih tinggi. Ia mengingatkan bahwa tidak semua pelajar memiliki kesempatan tersebut.
“Adik-adik ini adalah orang pilihan. Banyak yang ikut, tetapi tidak semua bisa lolos. Ini membuktikan komitmen yang kuat. Jaga disiplin dan jaga nama baik daerah,” imbuhnya.

Adapun sepuluh calon Paskibraka asal Jembrana yang mengikuti seleksi tingkat nasional terdiri dari lima putra dan lima putri. Untuk putra yakni Kadek Pandu Ari Capriano (SMAN 1 Melaya), Andito Galih Anugrah (MAN 1 Jembrana), I Nyoman Bagus Raditya Vaikuntha (SMAN 1 Negara), I Kade Ari Smedi Astawa (SMKN 4 Negara), dan I Putu Agus Wiguna Swiryatama (SMAN 1 Mendoyo).
Sementara itu, lima calon putri yakni Ni Kadek Alvina Calista Putri (SMAN 1 Negara), Muna Camelia Tunggadewi (MAN 1 Jembrana), Ni Putu Listiantari (SMKN 1 Negara), Ni Putu Yudia Astarani (SMAN 3 Negara), serta Ni Komang Cantika Putri Astiti (SMAN 2 Negara). (* )

Melali Sambil Berbagi, Sahabat Hardtop Negaroa Berbagi Paket Sembako di Gilimanuk

Jembrana , Bali Kini - Kawasan wisata Karang Sewu mendadak semarak dengan kehadiran puluhan Toyota Hardtop dalam tajuk acara "Melali dan Berbagi", Minggu (3/5). Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Sahabat Hardtop Negaroa ini menjadi strategi unik untuk mengangkat potensi wisata lokal Jembrana sambil tetap mengedepankan sisi kemanusiaan melalui aksi bakti sosial.

Sebanyak 24 unit Toyota Hardtop yang tergabung dalam komunitas Sahabat Hardtop Negaroa melakukan konvoi menyusuri jalanan Jembrana dalam agenda "Melali dan Berbagi."

​Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer kendaraan ikonik, melainkan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat kurang mampu di sekitar objek wisata tersebut melalui pembagian paket sembako.

​Turut hadir di tengah rombongan, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang juga merupakan anggota aktif komunitas ini. Kembang  menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi ganda, mempererat silaturahmi sekaligus mengangkat potensi wisata lokal.
"Jalan-jalan ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata yang kita miliki di Jembrana, salah satunya Karang Sewu. Sembari menikmati alam, kami juga ingin hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial pembagian sembako," ujar Bupati Kembang Hartawan.

​Senada dengan hal tersebut, dr. Putu Gilang Iswara , salah satu anggota komunitas, menjelaskan bahwa Sahabat Hardtop Negaroa ingin menghidupkan kembali "aura" mobil klasik di Bumi Makepung.

"Kita Sahabat Hardtop Negaroa ingin membangkitkan kembali aura Mobil legenda di Jembrana dengan menjaga eksistensi mobil Hardtop agar tetap relevan di era modern," ungkap dr. Gilang

​Bagi para anggotanya, Toyota Hardtop bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol gaya hidup yang memegang teguh prinsip 5B (Bermanfaat, Berkarya, Bersatu, Bersaudara, dan Bersahaja).

Aksi di Karang Sewu ini membuktikan bahwa di balik eksteriornya yang kokoh dan gahar, komunitas Sahabat Hardtop Negaroa memiliki kepedulian yang lembut terhadap sesama, menjaga harmoni antara hobi, promosi daerah, dan jiwa sosial. ( * )

Ny. Antari Jaya Negara Ikuti Bina Posyandu Angkatan IV Tahun 2026 di Bapelkesmas Bali

Ket. Foto : Ketua TP Posyandu Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara Ikuti Bina Posyandu Angkatan IV Tahun 2026 di Bapelkesmas Bali

Denpasar, Bali Kini - Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara bersama Seketaris I  Tim Pembina Posyandu Ayu Kristi Arya Wibawa mengikuti kegiatan Bina Posyandu Angkatan IV Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 5–7 Mei 2026, bertempat di UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Acara ini sendiri secara resmi dibuka oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, Selasa (5/5). 


Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa kegiatan bina posyandu ini bertujuan menyamakan pemahaman seluruh Tim Pembina Posyandu terkait peran dan fungsi posyandu ke depan.


Menurutnya, berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, posyandu kini tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, namun telah bertransformasi melayani enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial. Transformasi ini sekaligus menegaskan posisi posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan (LKD).

Ia juga menekankan pentingnya peran kader sebagai ujung tombak pembangunan di tingkat masyarakat. Para kader diharapkan mengikuti kegiatan dengan serius serta mampu menyerap aspirasi masyarakat di tingkat banjar/desa untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah desa agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.


“Jika kader bergerak cepat dan terkoordinasi dengan baik, maka kebutuhan masyarakat juga akan lebih cepat terpenuhi,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kompetensi Ketua TP Posyandu, pengarah, serta pengurus di tingkat kota/kabupaten, kecamatan hingga desa/kelurahan dalam memberikan pembinaan kepada kader posyandu.


Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali atas pelaksanaan kegiatan tersebut.


Menurutnya, pembinaan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam memahami regulasi baru terkait transformasi posyandu menjadi posyandu berbasis enam bidang SPM.


“Melalui kegiatan ini, kami semakin memahami pentingnya penguatan kelembagaan, koordinasi lintas sektor, serta pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa optimalisasi peran posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa menjadi kunci dalam mendukung pembangunan berbasis masyarakat. Untuk itu dalam kegiatan ini peserta dari Kota Denpasar sebanyak 44 peserta.  


Ketua Panitia, Ni Komang Sriani menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti sebanyak 112 peserta yang berasal dari Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini berasal dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, antara lain Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali. Selain itu turut hadir Putu Anom Agustina sebagai pengarah kegiatan.


Materi yang diberikan meliputi transformasi posyandu berbasis enam bidang SPM sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, isu strategis dan kebijakan, percepatan implementasi program, serta materi teknis di masing-masing bidang SPM, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, ketenteraman dan ketertiban umum, hingga pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Kegiatan juga dilengkapi dengan penyusunan Rencana Kerja dan Tindak Lanjut (RKTL) sebagai bentuk implementasi di daerah masing-masing. (Ayu)

Sudah 62 WNA Nakal Digasak Imigrasi Bali, Tapi Banyak Dipulangkan

Laporan Reporter: Jero Ari 

Denpasar , Bali Kini - Petugas Imigrasi Bali berhasil menjaring 62 Warga Negara Asing (WNA) yang terdeteksi melakukan berbagai pelanggaran keimigrasian di wilayah Bali dalam "Patroli Keimigrasian Dharma Dewata" selama dua puluh hari terakhir.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, menjelaskan “Patroli ini menyasar titik rawan di wilayah kerja Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Denpasar, dan Singaraja. Fokus patroli meliputi pengawasan terhadap WNA yangmelampaui batas izin tinggal (overstay), pemberian data palsu untuk perolehan visa, hingga perlindungan izin tinggal untuk aktivitas ilegal seperti bekerja tanpa izin, keterlibatan dalam investasi fiktif, serta gangguan keamanan dan perlindungan masyarakat lainnya,” paparnya.
Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, memberikan peringatan keras kepada seluruh warga asing yang berada di wilayah Indonesia, khususnya Provinsi Bali. Hendarsam menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi orang asing yang terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian yang menimbulkan gangguan stabilitas nasional.
“Saya memerintahkan seluruh jajaran untuk bertindak tegas tanpa kompromi. Kita akan menyambut baik wisatawan dan investor orang asing yang berkualitas, namun bagi mereka yang meremehkan hukum Indonesia, pilihannya hanya dua: tunduk pada aturan kami atau segera keluar dari wilayah Indonesia,” jelas Hendarsam.
Lebih lanjut Hendarsam menambahkan “Bali sebagai etalase Indonesia di mata dunia adalah cerminan martabat bangsa, dan kami tidak akan membiarkan oknum asing merusak tatanan sosial maupun ekonomi masyarakat lokal. Hal ini tentunya sejalan dengan semangat Imigrasi untuk Rakyat yang kami usung”.
Dirjen Imigrasi juga menyebutkan bahwa pengawasan yang dilakukan Direktorat Jenderal Imigrasi semakin ketat melalui integrasi data digital dan patroli lapangan yang dilakukan secara masif di seluruh Indonesia.
Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Yuldi Yusman, turut menegaskan komitmen jajarannya dalam memperkuat operasi penegakan hukum di lapangan. "Kami terus memperkuat fungsi pengawasan dan penindakan untuk mendeteksi potensi pelanggaran sedini mungkin. Penertiban ini adalah bukti nyata bahwa Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian tidak memberikan ruang bagi WNA yang melanggar hukum dan mengganggu ketertiban," ujar Yuldi.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna menambahkan bahwa upaya ini merupakan salah satu bentuk perlindungan terhadap marwah pariwisata di Provinsi Bali.
“Patroli Dharma Dewata adalah komitmen kami untuk memastikan bahwa hanya orang asing yang memberikan manfaat dan menghormati nilai-nilai lokal yang diizinkan tinggal dan menetap. Keberadaan orang asing yang bekerja secara ilegal harus ditindak untuk menjaga ekosistem perekonomian warga setempat dan iklim investasi yang sehat,” ujar Felucia.
Ia menyebut bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh untuk menjaga stabilitas keamanan. “Petugas di lapangan telah kami instruksikan untuk bertindak secara persuasif dengan mengedepankan profesionalitas. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali akan mendukung penuh kebijakan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk penegakan hukum terhadap warga negara asing yang melakukan pelanggaran keimigrasian" imbuhnya.
Saat ini, para WNA yang terjaring tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik keimigrasian. Sanksi administratif berat telah dipersiapkan, mulai dari pendetensian, pendeportasian, hingga penangkalan masuk kembali ke wilayah Indonesia dalam jangka waktu tertentu.
“Kami imbau masyarakat untuk tetap proaktif melaporkan setiap aktivitas orang asing yang mencurigakan melalui kanal pengaduan resmi guna menjaga keamanan dan kenyamanan bersama masyarakat di Bali,” tutup Felucia.

Senin, 04 Mei 2026

Buka Prostitusi Online, Tiga Gadis Bule Diciduk Imigrasi Denpasar


DENPASAR , BALI KINI  - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar melalui Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim)  berhasil mengamankan tiga WNA yang diduga melakukan aktivitas tidak sesuai dengan izin tinggal, yaitu melakukan praktik prostitusi online.

Operasi ini berawal dari pemantauan terhadap sebuah situs web yang mengindikasikan adanya WNA yang menawarkan jasa pekerja seks komersial (PSK). Berdasarkan informasi tersebut, tim Inteldakim segera melakukan penyelidikan dan operasi di dua lokasi berbeda.

Di lokasi pertama, menyasar sebuah vila di wilayah Mengwi. tim mengamankan dua wanita WNA. Mereka berinisial EJN (21) asal Nigeria dan ED (22) asal Rusia. Keduanya masuk ke Indonesia dengan Izin Tinggal Kunjungan (ITK).

Keduanya diduga menyalahgunakan izin tinggal untuk kegiatan ilegal. EJN tercatat masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 21 Maret 2026. Sementara itu, ED masuk melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada10 Maret 2026.

Selanjutnya, di lokasi kedua yang berada di sebuah hotel di wilayah Renon, tim mengamankan seorang perempuan berinisial AR (27) asal Rusia. Ia masuk ke Indonesia pada 22 April 2026 dan juga memegang Izin Tinggal Kunjungan. AR saat diamankan di dalam kamar hotel bersama seorang pria.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, R. Haryo Sakti, menyatakan bahwa ketiga WNA tersebut telah dibawa ke kantor imigrasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Kami tidak akan mentolerir bagi warga negara asing yang mealkukan penyalahgunaan izin tinggal untuk kegiatan yang melanggar hukum dan norma di Indonesia," kata Haryo Sakti, dalam keterangannya Senin (04/05).
Senada dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali menyampaikan bahwa imigrasi tidak hanya memberikan kemudahan layanan bagi wisatawan asing, tetapi juga memastikan bahwa setiap WNA yang berada di Indonesia mematuhi aturan dan memberikan dampak positif.

Deretan Pejabat Hadir, Perayaan HUT ke-75 Tokoh GMT I Gusti Made Tusan Berlangsung Meriah di Jro Subagan


Laporan Reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

Karangasem, Bali Kini — Perayaan ulang tahun ke-75 tokoh GMT (Gerakan Masyarakat Terpadu), I Gusti Made Tusan, berlangsung meriah dan penuh kehangatan di kediamannya di Jro Subagan, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Subagan, Amlapura, Sabtu (2/5/2026). Ribuan undangan memadati lokasi acara, termasuk jajaran pejabat penting di Karangasem.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika, Kapolres Karangasem, Dandim 1623, Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta, serta anggota Forkopimda dan pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Karangasem.

Tokoh GMT lainnya, I Gede Krisna Adi Widana mengungkapkan, sekitar 1.200 undangan hadir dalam perayaan tersebut. Ia menjelaskan, pada sore hari acara difokuskan untuk tim pemenangan GMT mulai dari koordinator desa hingga koordinator kecamatan, sebagai ajang ramah tamah sekaligus temu wirasa menyongsong agenda ke depan. Sementara pada malam hari, kegiatan dilanjutkan bersama seluruh karyawan perusahaan.

Suasana haru sempat terasa saat Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata yang merupakan putra sulung I Gusti Made Tusan, tiba di lokasi dan langsung melakukan sungkem kepada sang ayah, sembari menyerahkan kado istimewa.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Guspar tersebut menyampaikan rasa syukur atas anugerah kesehatan yang diberikan kepada ayahnya hingga memasuki usia 75 tahun atau yang dikenal sebagai Jubilieum Berlian (Diamond Jubilee).

“Ajik adalah guru dan panutan bagi saya. Saya belajar banyak dari pengalaman panjang beliau,” ujarnya, seraya mengucapkan selamat ulang tahun.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi tiup lilin dan pemotongan tumpeng. Potongan pertama diberikan kepada Bupati Karangasem, disusul Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, Ketua DPRD I Wayan Suastika, serta Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta.

Sementara itu, I Gusti Made Tusan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Karangasem.

“Terima kasih atas kehadiran dan doa dari semua pihak. Ini menjadi semangat bagi saya untuk terus berbuat lebih banyak bagi masyarakat,” ujarnya kepada awak media.

Acara ini juga dihadiri pimpinan maupun perwakilan dari berbagai partai politik, menambah semarak perayaan yang berlangsung penuh kebersamaan tersebut. (Ami)

Dari Aksi Sosial Tim Posyandu ProvinsiTim Posyandu Denpasar Siap Bersinergi dan Bergerak Bersama Wujudkan Posyandu Era Baru

Ket. Foto : Pelaksanaan Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” yang digelar Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali di dua lokasi di Kota Denpasar, yang dipimpin Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster didampingi Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Senin (4/5).

Denpasar , Bali Kini - Semangat kolaborasi dan kepedulian sosial mewarnai pelaksanaan Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” yang digelar Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali di Kota Denpasar, Senin (4/5).

Kegiatan yang dipimpin Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster ini berlangsung di dua lokasi, yakni Kelurahan Pemecutan dan Kelurahan Peguyangan, sebagai upaya memperkuat pelayanan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tengah masyarakat. Kehadiran Ny. Putri Koster bersama jajaran OPD Provinsi Bali disambut Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa yang mewakili Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan berkelanjutan dari Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali kepada kader Posyandu di Kota Denpasar. Ayu Kristi menegaskan bahwa Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar siap mendukung program provinsi melalui sinergi dan aksi nyata yang menyentuh langsung masyarakat. "Penguatan Posyandu menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat," ujar Ayu Kristi.

Selebihnya Ny. Ayu Kristi juga melaporkan bahwa sasaran penerima pembinaan dan bantuan pada kegiatan ini melibatkan para kader Posyandu 6 SPM yang bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketertiban dan keamanan. Sebanyak 98 kader berasal dari Kelurahan Pemecutan dan 78 kader dari Kelurahan Peguyangan. Selain itu, Kelurahan Pemecutan memiliki 14 kelompok Posyandu dan Kelurahan Peguyangan memiliki 13 kelompok Posyandu 6 SPM yang seluruhnya telah melaksanakan transformasi layanan menuju Posyandu era baru.

Lebih lanjut dijelaskan, Kota Denpasar saat ini memiliki 459 kelompok Posyandu yang tersebar di 27 desa dan 16 kelurahan dengan total 4.011 kader. Seluruh kelompok tersebut telah melaksanakan layanan Posyandu 6 SPM dan telah memiliki Surat Keputusan dari masing-masing perbekel maupun lurah. "Selain itu, terdapat empat Tim Pembina Posyandu Kecamatan, 27 Tim Pembina Posyandu Desa, dan 16 Tim Pembina Posyandu Kelurahan yang terus bersinergi dengan OPD pengarah dalam memperkuat pelayanan berbasis masyarakat," ujar Ayu Kristi.

Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menjelaskan bahwa program “Membina dan Berbagi” merupakan agenda berkelanjutan Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali yang dilaksanakan sepanjang tahun. Program ini tidak hanya memberikan pembinaan kepada kader Posyandu, namun juga bantuan sosial berupa beras, telur, dan susu bagi kader. Selain penguatan kapasitas kader, Ny. Putri Koster juga mengajak seluruh kader Posyandu untuk ikut bergerak dalam penanganan sampah berbasis sumber melalui gerakan Palemahan Kedas (Padas). 

"Perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga dan lingkungan desa guna mewujudkan pola hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan," ujar Putri Koster. (Pur)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved