-->

Sabtu, 21 Februari 2026

10 Pengedar Sabu Digulung, 79 Paket Diamankan Satresnarkoba Polres Karangasem

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Peredaran narkotika di wilayah Karangasem kembali diguncang. Selama Januari hingga Februari 2026, Satuan Reserse Narkoba Polres Karangasem berhasil mengungkap 10 kasus penyalahgunaan narkotika dengan total 10 tersangka yang diamankan.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 79 paket narkotika jenis sabu dengan berat total netto 14,67 gram dan brutto 25,23 gram. Para tersangka terdiri dari 9 orang berstatus pengedar dan 1 orang pemakai. Penangkapan dilakukan di wilayah Kecamatan Manggis, Karangasem, Selat hingga Gianyar.

Kasat Resnarkoba AKP I Nengah Sunia, S.H., didampingi jajaran, menegaskan pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran sabu di sejumlah titik, termasuk di jalur sopir truk material galian C.

“Selama Januari sampai Februari 2026 kami berhasil mengamankan 10 tersangka dengan total 79 paket sabu. Ini komitmen kami menekan peredaran narkotika di Karangasem,” tegas AKP I Nengah Sunia saat menggelar Pers rilis, Jumat, 20 Februari 2026.

Pengungkapan pertama dilakukan pada 16 Januari 2026 di Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis. Tersangka IWS (52) diamankan di rumahnya dengan barang bukti 6 paket sabu yang disimpan di pekarangan. Ia diketahui merupakan residivis kasus perjudian.

Selanjutnya pada 20 Januari 2026, dua tersangka PSL dan IKA diciduk di Simpang 3 Pertima, Kecamatan Karangasem, usai mengambil paket sabu. Dari pengembangan, polisi menetapkan seorang narapidana di Lapas Kelas IIB Karangasem berinisial IKAF sebagai pemasok.

Kasus kembali berkembang pada 9 Februari 2026 di wilayah Galian C Kecamatan Selat. IWYK (28), sopir truk, diamankan dengan 32 paket sabu di dalam kendaraannya. Dari hasil pengembangan, tiga tersangka lain yakni IKWA, IKBS dan IGDS ditangkap di gudang truk Desa Amerta Bhuana.

“Modusnya memanfaatkan aktivitas sopir material sebagai kedok. Mereka nyambi mengedarkan sabu di jalur proyek,” ungkap AKP I Nengah Sunia.

Rantai peredaran kemudian mengarah ke tersangka KWW (23), sopir asal Ungasan, Badung. Dari tangan tersangka ini disita total 5,67 gram sabu setelah dilakukan penggeledahan di truk dan rumahnya. Polisi juga mengamankan tersangka SAM (23), mekanik asal Banyuwangi, di By Pass Ida Bagus Mantra, Gianyar, dengan 3 paket sabu di dalam mobilnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Khusus tersangka KWW disangkakan Pasal 114 ayat (2) dengan ancaman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran narkoba di Karangasem. Pengembangan masih terus kami lakukan untuk membongkar jaringan di atasnya,” tandas AKP I Nengah Sunia.

Seluruh tersangka kini ditahan di Rutan Polres Karangasem untuk proses penyidikan lebih lanjut. (Ami)

Emas Hari Ini Tembus Rp2,9 Juta per Gram, Ini Rincian Harga Terbarunya

Laporan Reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Harga emas per hari ini tercatat di angka Rp28.410 per 0,01 gram untuk harga jual. Sementara harga beli kembali (buyback) berada di posisi Rp29.450 per 0,01 gram. Hal ini berdasarkan kurva di Klik Emas Pegadaian, pertanggal 21 Ferbruari 2026.

Jika dikonversi, maka: Harga jual per 1 gram: Rp2.841.000, sedangkan Harga beli per 1 gram: Rp2.945.000.

Selisih harga yang cukup signifikan ini menjadi perhatian bagi investor, terutama yang bermain jangka pendek. Spread antara harga jual dan beli masih memberi ruang margin bagi pelaku pasar, namun tetap perlu perhitungan matang sebelum transaksi.

Emas masih menjadi pilihan instrumen lindung nilai yang diminati masyarakat, khususnya di tengah dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Untuk investor jangka panjang, fluktuasi harian seperti ini biasanya bukan masalah besar. Sementara para investor di salah satu platform sosial media membuat kesempat kenaikan ini untuk mendapat profit dengan menjual emas mereka baik yang berbentuk batangan maupun perhiasan. (Ami)

Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Satria-Wabup Tjok Surya

Klungkung , Bali Kini - Kepemimpinan Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati, Tjokorda Gde Surya Putra genap memasuki satu tahun masa pengabdian pada 20 Februari 2026. Dalam kurun waktu tersebut, berbagai program pembangunan sebagai penjabaran visi dan misi yang telah dicanangkan mulai direalisasikan secara bertahap. Meski belum mencakup seluruh target yang direncanakan, pelaksanaan pembangunan difokuskan pada program-program prioritas yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Klungkung. 
Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Klungkung merealisasikan sejumlah pembangunan infrastruktur strategis. Seperti penanganan rehabilitasi sejumlah ruas jalan di Klungkung daratan, perbaikan saluran irigasi subak, dan penanganan infrastruktur lainnya. Sementara di wilayah kepulauan Nusa Penida, perbaikan dilakukan pada sebagian ruas jalan utama Sebunibus, senderan jalan menuju Kristal Bay yang sebelumnya jebol sekaligus pelebaran pada tanjakan, serta pembuatan badan jalan menuju Broken Beach yang direncanakan akan diaspal pada tahun 2026.
Selain itu, perbaikan juga menyasar sejumlah akses vital lainnya, di antaranya sebagian jalan menuju Kelingking, Penutuk, Banjar Buluh, ruas Sedehing–Sekartaji, serta sebagian jalan menuju Atuh, termasuk pemeliharaan rutin pada sejumlah jalan berlubang lainnya. Infrastruktur penting lainnya yang turut diperbaiki adalah Jembatan Kuning penghubung Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. 
Di bidang kesehatan, pembangunan difokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana pelayanan, antara lain pembangunan gedung ruang VIP dan Kelas I di RSUD Gema Santi, pembangunan ruang bersalin di Puskesmas II Jungut Batu, serta pembangunan gedung Pustu di Desa Lembongan sebagai upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Ada juga pembangunan Gedung untuk rumah duka dan penambahan ruang hermodialisis (HD) di RSUD Klungkung dan penambahan sejumlah alat kesehatan, serta melakukan kerjasama dengan BPJS untuk kesinambungan program UHC, dalam meberikan jaminan layanan kesehatan masyarakat Klungkung. 
Selain infrastruktur jalan dan kesehatan, pembangunan pada tahun 2025 juga menyasar sektor Pendidikan, seperti pembangunan sejumlah Gedung TK Negeri dan perbaikan ruang kelas atau ruang belajar di beberapa sekolah guna menunjang kenyamanan dan kualitas proses belajar mengajar.
Di bidang persampahan, pemerintah mengoptimalkan TOSS Center Karangdadi dan merealisasikan pembangunan TPST Jungut Batu beserta mesin pengolahan sampah serta pembangunan TPST Biaung lengkap dengan mesin pengolahan sampah sebagai upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu di wilayah kepulauan.
Sementara itu, pada sektor layanan air bersih dilakukan pemasangan jaringan sambungan rumah di Desa Tanglad serta pembangunan gedung dan jaringan air bersih berteknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Desa Jungut Batu untuk mengolah air laut menjadi air bersih.
Di bidang pemeliharaan dan pelestarian kearifan lokal, adat, tradisi, dan budaya, Pemerintah Kabupaten Klungkung juga telah meluncurkan sejumlah program strategis sebagai bentuk keberpihakan terhadap nilai-nilai budaya Bali yang hidup di tengah masyarakat. Program tersebut antara lain meningkatkan santunan program Pitra Bakti dari Rp1.000.000 menjadi Rp2.000.000. Selain itu, diluncurkan pula Program Ngaben Massal dengan bantuan Rp5.000.000 per sawa, maksimal untuk 30 sawa dalam satu kegiatan. Apabila jumlah peserta melebihi 30 sawa, bantuan tetap dihitung untuk 30 sawa dengan total maksimal Rp150.000.000 per kegiatan.
Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Klungkung juga meluncurkan program bantuan pembuatan ogoh-ogoh bagi Sekaa Teruna sebesar Rp5.000.000 per Sekaa Teruna yang berpartisipasi dalam pembuatan ogoh-ogoh pada perayaan Pengerupukan menjelang Hari Raya Nyepi. Program ini diharapkan dapat mendorong kreativitas generasi muda sekaligus menjaga kelestarian tradisi budaya di Kabupaten Klungkung.
“Berbagai program pembangunan yang telah direalisasikan merupakan wujud nyata komitmen kami, dalam menghadirkan pembangunan yang menyeluruh dan berkeadilan. Melalui sinergi pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pelestarian adat dan budaya, kami terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga jati diri budaya Klungkung secara berkelanjutan.” ujar Bupati Satria. (*)


Bupati Klungkung Pimpin Refreshment Kepala OPD, Perkuat Kolaborasi Menuju Klungkung Mahottama

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung I Made Satria  memimpin kegiatan Refreshment Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang digelar di Kintamani, Sabtu (21/2). Kegiatan ini diikuti para Asisten Bupati, Staf Ahli, seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung, serta para istri.

Mengusung tema “Penguatan Kolaborasi Antar Perangkat Daerah Menuju Klungkung Mahottama. Satu Tim, Satu Tujuan, Banyak Aksi”, kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi, komunikasi, serta efektivitas kerja tim dalam mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Klungkung.
Dalam arahannya, Bupati Satria menekankan pentingnya membangun semangat kebersamaan dan menghilangkan ego sektoral di antara perangkat daerah.

“Mari kita menjadi keluarga besar Pemerintah Kabupaten Klungkung. Jangan menonjolkan ego sektoral. Tingkatkan rasa memiliki terhadap daerah, sehingga kita dapat bekerja secara maksimal. Setiap OPD wajib menyukseskan program pemerintah daerah demi kesejahteraan masyarakat Klungkung,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Satria mengingatkan seluruh jajaran agar bekerja lebih cepat dan responsif, mengingat pada tahun ini akan terdapat banyak paket pekerjaan yang harus dilaksanakan. OPD yang memperoleh alokasi pendanaan besar diminta untuk mempersiapkan proses tender sejak dini agar pelaksanaan program berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

Melalui kegiatan ini pula, diharapkan seluruh peserta mampu meningkatkan kerja sama tim, memperkuat komunikasi, serta menumbuhkan motivasi dan inovasi dalam bekerja. Hal tersebut pada akhirnya diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan refreshment diisi dengan berbagai aktivitas, antara lain tracking di kawasan hutan, sesi motivasi bagi Kepala OPD dengan narasumber Made Muku, serta kegiatan team building untuk memperkuat solidaritas dan kekompakan. Sementara itu, para istri Kepala Perangkat Daerah mengikuti kegiatan yoga bersama dan permainan interaktif yang berlangsung penuh keakraban.

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, KOPMEN Rejeki Gelar RAT dan Festival UMKM Tahun Buku 2025

Klungkung , Bali Kini - Koperasi Konsumen (KOPMEN) Rejeki secara resmi menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang dirangkaikan dengan Festival KOPMEN Rejeki di Halaman Belakang RSUD Klungkung, Sabtu (21/2). Hadir Langsung Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom dan Direktur Rumah Sakit Umum Klungkung, I Nengah Winata.

Acara yang dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali ini menjadi momentum penting bagi penguatan tata kelola koperasi yang transparan, akuntabel, dan profesional. RAT merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi, di mana pelaksanaannya yang tepat waktu mencerminkan kesehatan organisasi dan sinergi yang kuat antara pengurus, pengawas, serta anggota.

Dalam sambutannya Bupati Satria menekankan bahwa Festival KOPMEN Rejeki tahun ini bukan sekadar perayaan, melainkan strategi nyata dalam memperkuat branding produk-produk milik anggota koperasi, Membuka peluang usaha baru bagi para pelaku usaha lokal, Mendorong percepatan teknologi agar layanan koperasi menjadi lebih cepat, mudah, dan terpercaya tanpa meninggalkan jati diri koperasi (dari, oleh, dan 
untuk anggota).

“Koperasi memiliki peran strategis. Maju dalam pengelolaan, harmonis dalam kebersamaan, tentram melalui tata kelola yang transparan, dan makmur dengan meningkatnya kesejahteraan anggota," ujar Bupati Satria

Pihaknya juga menambahkan KOPMEN Rejeki diharapkan terus berinovasi dan menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif, memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya, serta berkontribusi positif bagi kemajuan daerah Klungkung.


Jumat, 20 Februari 2026

Tingkatkan Layanan Kesehatan Masyarakat, Pemkot Denpasar Gandeng TP PKK Laksanakan Pembukaan Posyandu Paripurna dan Posyandu 6 SPM

Ket. Foto : 
Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara dan Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat meninjau pelaksanaan Posyandu Paripurna dan Posyandu 6 SPM ini di Banjar Celagi Gendong, Kelurahan Pemecutan, dan Banjar Panti, Kelurahan Sanur, Jumat (20/2). 

Denpasar, Bali Kini  - Upaya peningkatan layanan kesehatan dan juga pencegahan stunting untuk masyarakat terus diupayakan di Kota Denpasar. Untuk itu, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas PMD menggandeng TP PKK Kota Denpasar menggelar kegiatan Posyandu Paripurna dan Posyandu 6 SPM.

Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat meninjau pelaksanaan Posyandu Paripurna dan Posyandu 6 SPM ini di Banjar Celagi Gendong, Kelurahan Pemecutan, Jumat (20/2). 

Pada kesempatan itu, Sagung Antari kemudian menyebut, selain digelar sebagai layanan kesehatan, acara ini juga mencakup intervensi dalam beberapa layanan lainnya yang terintegrasi, yakni Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketenteraman dan Ketertiban Umum, serta Sosial.

Dalam arahannya Sagung Antari mengatakan, Posyandu di masa kini tidak lagi hanya melayani layanan deteksi kesehatan pada bayi dan balita semata, namun terus berkembang dan membentuk sinergitas program yang berintegrasi. Posyandu mulai mengintegrasikan pola layanan kesehatan yang semakin kompleks dengan memberikan layanan yang selanjutnya mampu memberikan pola pelayanan yang melayani seluruh siklus hidup.


"Posyandu kini tidak hanya sebagai layanan kesehatan semata, namun semakin kompleks dengan pola integrasi layanan lainnya bagi masyarakat," kata Sagung Antari di sela kegiatan itu. 

Di lokasi berbeda, yakni Banjar Panti, Kelurahan Sanur, Sekretaris I TP PKK, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, berucap hal senada. Ayu Kristi juga menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan juga asupan gizi para lansia dan balita serta ibu hamil dapat terpenuhi dengan optimal melalui pemberian PMT pada Posyandu Paripurna ini.



 "Pemberian PMT bagi balita, ibu hamil dan warga lansia ini adalah salah satu usaha  untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, dimana dalam pelaksanaannya dirangkaikan dengan  pelaksanaan posyandu paripurna untuk memberikan pelayanan kesehatan," ujar Ayu Kristi.


Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kota Denpasar, I Wayan Budha menyampaikan, pada gelaran Posyandu kali ini, juga turut dilibatkan beberapa OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, guna mensosialisasikan tentang program Posyandu 6 SPM di masyarakat.

"Masing-masing OPD terkait menyampaikan edukasi dan informasi kepada masyarakat. Peran kader Posyandu juga dalam hal ini menjadi penting, sebagai edukator bagi para peserta Posyandu," katanya. (Win-Esa)

Apresiasi Prestasi Porprov Bali XVI 2025: Pemkab Jembrana Serahkan Bonus kepada Atlet dan Pelatih Juara

​JEMBRANA , BALI KINI – Pemerintah Kabupaten Jembrana secara resmi menyerahkan bonus bagi para atlet dan pelatih yang berhasil mengharumkan nama daerah pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI tahun 2025. Penyerahan bonus secara simbolis ini berlangsung khidmat di Ballroom Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Jumat (20/2/2026).

​Bonus diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), didampingi jajaran terkait kepada perwakilan atlet dan pelatih dari berbagai cabang olahraga.

​Dalam sambutannya, Wabup Ipat menegaskan bahwa pemberian bonus ini merupakan simbol pengakuan atas dedikasi luar biasa para atlet. Menurutnya, Porprov bukan sekadar ajang tanding, melainkan tolak ukur kemajuan olahraga Jembrana.

​"Pemberian bonus ini adalah bentuk nyata komitmen kami menghargai setiap tetes keringat atlet. Ini bukan sekadar materi, tapi simbol pengakuan bahwa perjuangan kalian sangat berarti bagi kemajuan olahraga dan nama baik Kabupaten Jembrana," ujar Wabup Ipat.

​Wabup Ipat juga memberikan pesan khusus kepada para atlet muda agar tidak cepat berpuas diri.

"Prestasi tidak lahir semalam. Ia buah dari latihan konsisten dan pengorbanan ikhlas. Teruslah bermimpi hingga tingkat internasional," imbuhnya.

Sementara, Ketua Kontingen Porprov Jembrana, I Komang Adiyasa, melaporkan bahwa sebanyak 318 atlet dari 38 cabang olahraga telah berjuang maksimal dan berhasil membawa pulang 85 medali (8 emas, 24 perak, dan 53 perunggu). 

" Besaran bonus pun telah ditetapkan, di mana peraih emas mendapatkan antara Rp50–80 juta, peraih perak sebesar Rp20–40 juta, dan peraih perunggu sebesar Rp7,5–25 juta tergantung kategori perorangan hingga tim, "jelasnya

​Adiyasa menjelaskan bahwa apresiasi ini merupakan wujud sinergi yang solid antara pemerintah dan KONI Jembrana dalam membina prestasi atlet daerah. Ia pun menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.

​"Kami ucapkan selamat kepada atlet peraih medali serta terima kasih kepada semua pihak yang telah berjuang, sehingga Porprov Bali XVI Tahun 2025 dapat terlaksana dengan sukses dan aman," pungkasnya. (*)

Jascha Ririhena Rilis Single "Sudah" di Hari Kasih Sayang

Laporan Reporter: Jero Ari 
DENPASAR , BALI KINI  - Nyong Ambon, Jascha Ririhena kembali membuktikan konsistensinya di ranah musik. Tumbuh dan berkarir di Pulau Dewata, pria yang akrab disapa Riri ini melepas single terbarunya berjudul "Sudah". Single ketiga ini dirilis di sejumlah platform musik digital, bertepatan dengan Hari Kasih Sayang, 14 Februari 2026.

Single "Sudah" ini sekaligus menjadi pintu gerbang untuk Riri melangkah menuju album perdana. Ada alasan tersendiri, bagi Riri melepas karya terbarunya tersebut di Hari Kasih Sayang.

"Lagu “Sudah” ini sebenarnya lagu cinta yang sedih. Kenapa saya memilih rilis di Hari Kasih Sayang, karena tidak menutup kemungkinan juga di hari tersebut banyak juga insan di luar sana yang merasakan kesedihan, bahkan gagal dalam percintaan. "Saya ingin memberikan warna baru di Hari Kasih Sayang melalui lagu ini," tuturnya.

Diproduseri oleh Bam George yang juga gitaris Soulfood, single "Sudah" ini lahir dari kisah romansa orang lain, bukan pribadi Riri sendiri. Riri mencoba berbagi sudut pandang dalam menyikapi kandasnya sebuah hubungan percintaan.

"Lagu ini berdasarkan kisah teman saya. Dia mengalami kegagalan menjalin hubungan pacaran yang cukup lama. Saya tertarik, mencoba menulis lagu berdasarkan cerita dan keadaan yang dialaminya. Pesan dalam lagu ini adalah, kita belajar untuk merelakan hal-hal yang sudah terjadi, baik itu hal baik maupun hal buruk," terangnya.

Sebelumnya di tahun 2025, Riri telah melepas dua single berjudul "Let You Go" dan "Best Friend". Menariknya, single "Sudah" justru menjadi penengah atau jembatan antar kedua single yang telah dirilis tersebut. Hadirnya single "Sudah" merupakan trilogi, di mana setiap lagu memiliki transisi antar lagu. Terdengar seperti satu lagu bersambung.

Secara penulisan, lagu "Let You Go" dan "Sudah" memiliki latar belakang kisah yang sama, baik dialami oleh orang lain atau dialami oleh Riri sendiri. "Oleh karena itu saya akhirnya memutuskan untuk menjadikan 3 lagu dari 3 kisah yang berbeda menjadi sebuah trilogi," sambung Riri.

Di single ketiganya ini, solois yang terpengaruh banyak musisi macam Daniel Caesar dan Frank Ocean ini mencoba lebih bereksplorasi dari sisi musik. "Sudah" kental dengan unsur Pop dipadu sentuhan R&B dan Soul. Lirik yang catchy dengan pilihan sound dramatis namun mudah dinikmati memperkuat identitas musik seorang Riri.

Lebih jauh, pasca merilis single "Sudah" Riri pun tengah ancang-ancang menyiapkan beberapa materi baru. Tentunya album perdana yang menjadi targetnya di tahun 2026.

"Ya, bisa dikatakan lagu "Sudah" ini sebagai pembuka untuk project single dan album di tahun 2026 ini. Dimana nanti masih ada 2 atau 3 single lagi sebelum menuju album," tutupnya.

PN Denpasar Gelar Sidang Setempat di Rumah Guru Master Limbad

Laporan Reporter : Jero Ari 

Denpasar , Bali Kini - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar menggelar persidangan setempat guna meninjau langsung objek sengketa tanah yang berlokasi di Jalan Batas Dukuh Sari, Gang Merak, Denpasar Selatan, Jumat (20/02). 

Sidang Pemeriksaan Setempat oleh PN Denpasar ini dihadiri lengkap Majelis Hakim fan panitera. Dalam agenda sidang lapangan ini bertujuan untuk melakukan verifikasi faktual terhadap batas-batas wilayah serta penguasaan fisik lahan yang menjadi sumber perselisihan antara pihak penggugat dan tergugat. 

Persidangan yang berlangsung di lokasi tersebut justru mengungkap sejumlah perbedaan data yang sangat mencolok serta memicu keraguan mendalam atas klaim pihak penggugat.

"Para penggugat tidak mampu membuktikan batas wilayah secara akurat serta gagal menunjukkan siapa sebenarnya sosok yang menguasai fisik bangunan di lokasi ini," ujar kuasa hukum tergugat, Agus Sujoko dari ARJK Law Firm.

Persidangan setempat menunjukkan bahwa pihak penggugat melalui kuasanya menyebut batas selatan objek sengketa sebagai tanah kosong yang tidak berpenghuni. Fakta di lapangan justru membuktikan bahwa pada sisi selatan lahan tersebut telah berdiri kokoh bangunan rumah tinggal milik warga setempat. 

Pihak tergugat juga menyayangkan kekeliruan fatal penggugat yang menyebut Joko Sugianto sebagai penghuni lokasi, padahal rumah tersebut ditempati oleh Eyang Ratih yang merupakan salah satu sepuh spiritual Nusantara dan guru dari Master Limbad.

"Fakta di persidangan membuktikan bahwa Eyang Ratih merupakan pihak yang membangun dan tinggal di sini sejak tahun 2010 silam," kata Agus Sujoko saat menjelaskan kekeliruan subjek hukum dalam materi gugatan tersebut.

Kubu tergugat juga menduga adanya indikasi penggunaan dokumen palsu berupa kuitansi transaksi jual beli yang terjadi pada tahun sembilan puluhan silam. Kuitansi tersebut terlihat mencurigakan karena menggunakan meterai seharga enam ribu rupiah yang notabene baru diterbitkan oleh pemerintah beberapa dekade setelah tahun transaksi. 

Perselisihan ini semakin meruncing karena pihak Ketut Gede Pujiyama sebagai penjual awal sempat memiliki konflik pembagian hak waris bersama Ni Putu Sari adik angkatnya sebelum tanah tersebut beralih fungsi.

"Kami menduga kuat bahwa kuitansi yang kita ajukan sebagai alat bukti merupakan dokumen palsu karena penggunaan meterai yang tidak sesuai zaman," tutur Agus Sujoko.

Keabsahan sertifikat yang dipegang pihak penggugat turut menjadi sorotan tajam karena proses penerbitannya diduga tanpa melalui verifikasi lapangan yang benar dan jujur. Pembeli yang beriktikad baik seharusnya mengetahui secara pasti siapa individu yang menguasai lahan sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi peralihan hak tanah. 

Saksi-saksi di lokasi kejadian memberikan keterangan bahwa rumah tersebut pernah mengalami perusakan secara paksa oleh pihak-pihak yang mengeklaim sebagai pemilik lahan yang sah.

"Mereka mengeklaim sebagai pemilik tetapi justru melakukan pembobolan rumah yang mana tindakan tersebut sudah kami laporkan secara resmi ke kepolisian," ucapnya.

Penyidik kepolisian sebelumnya sempat menangani laporan dugaan pemalsuan dokumen ini namun harus menghentikan perkara karena pihak terlapor telah meninggal dunia secara alami. Meskipun demikian, pihak tergugat telah menyiapkan saksi-saksi kunci termasuk tetangga sekitar dan wartawan yang mengetahui sejarah pembagian hak tanah sejak awal pembangunan. 

Persidangan setempat ini menjadi poin penting bagi majelis hakim untuk menilai kejujuran para pihak dalam mempertahankan hak atas tanah yang bernilai ekonomi sangat tinggi tersebut.

"Sidang lapangan hari ini menjadi bukti nyata bahwa gugatan mereka kurang pihak dan tidak sesuai dengan realitas fisik di lokasi Dukuh Sari," pungkas Agus Sujoko.

PHDI Gelar Maha Gangga Tirta Gamana, Parade Budaya dari Candi Kedulan hingga Candi Prambanan


 Laporan Reporter ' : Devy Astriani 

Yogyakarta, Bali Kini - 
Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menggelar Maha Gangga Tirta Gamana sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Prambanan Shiva Festival yang digelar bertepatan dengan perayaan Mahasivaratri di Candi Prambanan, Minggu (15/2/2026). 

Prosesi Maha Gangga Tirta Gamana merupakan ritual melukat atau penyucian diri dan alam semesta dengan menggunakan 33 tirta suci yang berasal dari 33 provinsi di Indonesia. Ritual ini dipuput oleh 33 sulinggih, sebagai simbol penyatuan energi spiritual Nusantara dalam satu ruang suci peradaban.

Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat menyampaikan bahwa Maha Gangga Tirta Gamana tidak hanya menjadi prosesi keagamaan, tetapi juga merupakan manifestasi filosofi kesucian air sebagai sumber kehidupan dan pemersatu bangsa.

“Maha Gangga Tirta Gamana adalah simbol penyucian lahir dan batin, sekaligus pesan ekologis bahwa air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

“Arak-arakan tirta dari 33 provinsi ini merupakan wujud nyata harmoni antara spiritualitas, budaya, dan nasionalisme,” demikian Wisnu Bawa Tenaya.

Acara dimulai dari Candi Kedulan dimana 33 kendi yang berisi tirta dari 33 Provinsi disimpan. 33 kendi ini kemudian diarak dengan parade sejauh kurang lebih 5 km menuju Candi Prambanan, diikuti ribuan umat Hindu dari berbagai daerah. Prosesi berlangsung khidmat dengan diiringi pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter sebagai lambang persatuan bangsa.

Sebagai rangkaian utama Prambanan Shiva Festival, Maha Gangga Tirta Gamana kemudian dilaksanakan dengan prosesi penglukatan massal dengan tirta dari 33 Provinsi dipimpin langsung oleh 33 Sulinggih dari seluruh Nusantara. Prosesi ini menegaskan posisi Candi Prambanan tidak hanya sebagai warisan budaya dunia, tetapi juga sebagai ruang hidup spiritual yang menyatukan nilai ketuhanan, kebudayaan, dan kebangsaan.

Prambanan Shiva Festival diselenggarakan oleh PHDI Pusat bekerja sama dengan Tim Kerja Candi Prambanan, dengan tujuan menghadirkan perayaan Mahasivaratri yang khidmat, inklusif, serta berakar pada nilai-nilai luhur Nusantara. 

Rangkaian acara dihadiri oleh Wamen ….. Giring Ganesha, dan Wamen…. Isyana Bagoes Oka. Hadir Pula Dharma Adhayksa PHDI Pusat Ida Pedanda Gde Bang Buruan Manuaba, Ketua Sabha Walaka Kol Inf (Purn) I Nengah Dana, Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Tim Kerja Candi Prambanan I Nyoman Ariawan Atmaja, Ketua Panitia Nasional Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 Marsda (Purn) I Made Susila dan tokoh-tokoh lainnya.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved