-->

Minggu, 22 Februari 2026

AGUNG RUN 2026, Setahun Kepemimpinan Bupati–Wabup Karangasem Dirayakan Lewat Semangat Sehat dan Kebersamaan

L
Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasy, Bali Kini – Pemerintah Kabupaten Karangasem menggelar AGUNG RUN 2026, Minggu (22/2/2026), sebagai rangkaian peringatan satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Karangasem. Kegiatan olahraga yang dipusatkan di Amlapura ini menjadi simbol semangat sehat, kebersamaan, dan gerak maju masyarakat Karangasem.

Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, dalam sambutannya menyampaikan bahwa satu tahun kepemimpinan merupakan amanah besar yang dijalankan dengan komitmen tulus, lurus, dan fokus pada kepentingan masyarakat. Ia menegaskan, momentum ini bukan ajang berpuas diri, melainkan refleksi untuk bekerja lebih baik, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran.

“AGUNG RUN kita maknai sebagai simbol gerak bersama. Selama setahun ini, kami berupaya mendorong peningkatan infrastruktur, penguatan pelayanan publik, pengembangan sektor pariwisata, pertanian, perikanan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Meski demikian, Bupati mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah penanganan sampah. Menurutnya, kolaborasi antara desa adat, desa dinas, dan Pemerintah Kabupaten Karangasem menjadi kunci dalam menuntaskan persoalan tersebut.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan, responsif, dan berpihak kepada rakyat. Kritik dan masukan masyarakat disebut sebagai energi untuk terus berbenah.

Dalam suasana penuh semangat, kegiatan AGUNG RUN turut dimeriahkan oleh panitia, sponsor, dan artis lokal. Ribuan peserta dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti jalur lari yang telah disiapkan.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan semangat gotong royong demi mewujudkan Karangasem yang lebih maju, tangguh, dan sejahtera.

“Bersama kita bisa, bersama kita kuat, dan bersama kita wujudkan Karangasem Agung Gemah Ripah Loh Jinawi,” tegasnya.

Peringatan satu tahun kepemimpinan ini diharapkan menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh dalam membangun Karangasem yang Agung. (Ami)

Resmikan PW Paramartha Widya Kumara, Bupati Kembang: Tanamkan Adat dan Budaya Dresta Bali Sejak Dini

Jembrana , Bali Kini  - Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, didampingi Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, serta Bunda PAUD Jembrana, Ny. drg. Ani Setiawarini Kembang Hartawan meresmikan Pratama Widyalaya (PW) Paramartha Widya Kumara yang berlokasi di Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo, pada Sabtu (21/2). 

Pratama Widyalaya (PW) merupakan satuan pendidikan formal setingkat Pendidikan Anak Usia Dini PAUD atau TK yang berciri khas agama Hindu di bawah naungan Kementerian Agama yang merupakan bagian dari sistem pendidikan Widyalaya dengan memadukan kurikulum umum dan pendidikan agama Hindu secara berjenjang. 

Bupati Kembang Hartawan menekankan bahwa pembangunan fisik sekolah hanyalah sarana. Fokus utamanya adalah investasi jangka panjang pada sumber daya manusia.

"Jadi kita belajar tidak hanya membaca dan menghitung, tetapi juga belajar bagaimana menanamkan karakter jati diri pada anak-anak kita. Dan kita mulai dari taman kanak-kanak," ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas semangat gotong royong masyarakat Desa Yeh Sumbul dan Yayasan Dwi Jnana Paramartha yang bergerak cepat dalam mewujudkan fasilitas pendidikan ini.

"Mudah-mudahan apa yang kita canangkan, pendidikan di Jembrana ini ke depan jauh lebih baik. Tentu kita ingin punya generasi emas, generasi masa depan, generasi pemimpin yang punya budi pekerti yang baik, punya karakter yang baik, juga untuk bisa mempertahankan adat, tradisi, budaya, agama Dresta Bali," harap Bupati Kembang.

Sementara itu, Ketua Yayasan Dwi Jnana Paramartha, Ni Sayu Putu Eni Ernawati, mengungkapkan bahwa berdirinya TK ini berawal dari semangat ngayah dan aspirasi krama Desa Adat Yeh Sumbul akan pentingnya pendidikan usia dini berbasis agama Hindu.

"Harapan kami, pilar pendidikan agama Hindu dapat berkolaborasi dengan perkembangan teknologi. Ini adalah upaya menyiasati gempuran zaman dengan menanamkan nilai-nilai positif berdasarkan Dharma sejak dini," jelas Eni Ernawati.

Kehadiran Pratama Widyalaya Paramartha Widya Kumara mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat setempat. Hal ini terbukti dari jumlah pendaftar yang melampaui prediksi awal. 

"Awalnya kita sediakan hanya 32 kursi, tapi ternyata pendaftar mencapai 45 anak. Untuk memfasilitasi semua anak, kita gunakan ruang guru sebagai ruang kelas," tutupnya. (* )

Bupati Kembang Hartawan Pastikan Pemkab Jembrana Siap Berkolaborasi Pembangunan RSU Adhyaksa Pekutatan

JEMBRANA, BALI KINI  – Pemerintah Kabupaten Jembrana menegaskan komitmennya untuk terus mendukung  setiap tahapan pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Adhyaksa Bali di Kecamatan Pekutatan. 


Dalam berbagai kesempatan saat kordinasi via zoom meeting hingga pertemuan tindak
lanjut, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyatakan sikap sangat terbuka dan menyambut hangat realisasi pembangunan Rumah Sakit Adhyaksa di Kecamatan Pekutatan. 

Menurutnya, pemilihan lokasi di Pekutatan sangat strategis dan tepat sasaran mengingat kawasan tersebut diproyeksikan sebagai pusat pengembangan pariwisata masa depan di Jembrana. 

" Saya meyakini RSU Adhyaksa akan menjadi pilar kesehatan penting yang tidak hanya melayani warga Jembrana, tetapi juga menjangkau saudara-saudara kita di penyangga kabupaten lain, seperti Tabanan Barat hingga Buleleng bagian Selatan. 
Ini  juga penting demi terwujudnya pemerataan akses kesehatan yang nyata di Bali Barat," ujar Bupati I Made Kembang Hartawan dihubungi sabtu (21/2)


Dalam proses perencanaannya, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan secara aktif memberikan masukan strategis guna memastikan pembangunan RSU Adhyaksa Bali memenuhi standar pelayanan publik yang tinggi. 

Bupati Kembang memberikan penekanan khusus pada aspek kenyamanan pasien serta pengaturan tata ruang yang fungsional, termasuk ketersediaan kantong parkir yang memadai. Hal ini dianggap krusial mengingat lokasi rumah sakit berada tepat di sisi jalan nasional Denpasar-Gilimanuk .

" jalur ini cukup ramai  sebagai jalur utama logistik dan transportasi padat. Sehingga perencanaan akses keluar-masuk yang matang perlu diperhitungkan demi keamanan bersama, " ucap Kembang Hartawan. 


Lebih lanjut, Kembang Hartawan menegaskan bahwa pembangunan  rumah sakit ini merupakan motor penggerak ekonomi yang akan memberikan daya dukung besar bagi penyerapan tenaga kerja lokal. Ia  berharap RSU Adhyaksa menjadi motor penggerak penyerapan tenaga kerja bagi putra-putri Jembrana, baik di bidang medis maupun administratif.

" Kami mendorong percepatan pembangunan agar rumah sakit ini segera beroperasi dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta penguatan infrastruktur penunjang pariwisata daerah, " terangnya . 

Dengan luas bangunan mencapai 16.945,7 m² yang terdiri dari 5 lantai dan 1 lantai semi-basement, RSU Adhyaksa akan menjadi pusat layanan medis lengkap sekaligus Penyangga Kesehatan 
di wilayah Timur Jembrana. Fasilitas ini mencakup layanan IGD, Rawat Jalan, Rawat Inap, serta penunjang seperti Laboratorium dan Radiologi.

"Kedepan rumah sakit ini menjadi 'oase' kesehatan bagi warga Pekutatan dan Mendoyo. Kami akan terus mendampingi agar standar pelayanannya nanti selaras dengan visi Jembrana dalam meningkatkan derajat kesehatan dan pelayanan bagi masyarakat," pungkas Kembang Hartawan . ( * )

Satu Tahun Kepemimpinan Kembang-Ipat: Menembus Batas Keterbatasan Fiskal , Hadirkan 20 capaian strategis untuk rakyat

Jembrana , Bali Kini - Tepat satu tahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, duet kepemimpinan Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Kembang-Ipat) memaparkan capaian kinerja setahun pertama. Mengusung semangat "Ikrar Pengabdian", kepemimpinan ini berhasil menghadirkan 20 program unggulan beserta capaian strategis  di tengah tantangan efisiensi anggaran dan pengurangan dana transfer pusat.

Bupati Kembang Hartawan menegaskan bahwa keterbatasan ruang fiskal tidak menjadi penghalang, melainkan pijakan untuk menyusun postur belanja yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

"Satu tahun ini adalah ruang pembuktian. Di tengah tantangan infrastruktur dan kebencanaan, kami memilih bergerak dengan perencanaan matang. Astungkara, beberapa program prioritas mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai jawaban atas janji yang kami emban," ujar Bupati Kembang didampingi Wabup Patriana  pada jumat malam (20/2) di Gedung Kesenian Bung Karno .


Dalam kurun waktu satu tahun (2025–2026), berikut adalah poin-poin capaian strategis  yang telah direalisasikan:
1. Kesehatan & Sosial yang Humanis
 * Layanan Antar-Jemput Pasien: Mobil khusus bagi pasien rawat jalan yang berobat ke luar Jembrana guna menekan biaya transportasi warga kurang mampu.
 * Rumah Singgah Denpasar: Fasilitas tempat tinggal layak bagi keluarga penunggu  pasien di dekat RSUP Sanglah.
 * Penyerahan 70 unit kendaraan pick-up untuk desa adat dan kelurahan 4 guna menunjang kegiatan sosial-budaya.
 * Layanan Massal Gratis: Penyelenggaraan Ngaben, Metatah, dan Sunatan massal bagi masyarakat.
2. Pendidikan & Masa Depan Generasi Muda
 * Peningkatan Beasiswa: Kenaikan nilai beasiswa mahasiswa berprestasi dari Rp3.000.000 menjadi Rp4.500.000 per semester. Tahun ini juga diberikan beasiswa bagi mahasiswa Universitas Terbuka dan mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi di Jembrana. 

 * Rehabilitasi Sekolah secara bertahap : Perbaikan intensif di tingkat TK (1 sekolah), SD (18 sekolah melalui APBD/APBN), dan SMP (4 sekolah).
 * Inovasi Pendidikan: Tes psikologi gratis bagi siswa SMP untuk pemetaan minat dan bakat sejak dini.
3. Penguatan Ekonomi Lokal & UMKM
 * Ketahanan Petani: Penyaluran dana talangan bagi koperasi kakao dan KUD untuk stabilitas harga gabah dan kakao serta kesejahteraan petani. Serta penyaluran bantuan kepada kelompok ternak Jembrana. 
 * Akses Permodalan PMI: Skema kredit tanpa agunan, tanpa bunga, dan tanpa biaya provisi bagi Pekerja Migran Indonesia asal Jembrana.
 * Revitalisasi UMKM: Bedah 20 unit warung, penyediaan dua unit food truck, hingga kemitraan strategis dengan ritel modern.
 * Relokasi Humanis: Penataan PKL Dauhwaru ke lokasi yang lebih representatif.
4. Infrastruktur & Digitalisasi
 * Perbaikan Jalan: Peningkatan 31,51 km jalan kabupaten (20 ruas) dan 4,01 km jalan desa, serta pembangunan jembatan gantung. Termasuk sumur pertanian , bendungan mendukung keberlanjutan produksi pertanian. 

 * Digitalisasi Parkir: Penerapan sistem e-money di Terminal Manuver Gilimanuk untuk transparansi PAD mulai tahun 2026.
 * Kemudahan Perizinan: Penyediaan Tenaga Arsitek Tersertifikasi di Mall Pelayanan Publik (MPP) untuk membantu warga menyusun gambar teknik PBG secara gratis.


Sementara , Komitmen terhadap pelestarian budaya turut dibuktikan melalui penyelenggaraan Jegog Spirit Festival serta tetap digelarnya event mekepung , sebuah ruang ekspresi dan apresiasi bagi para seniman lokal untuk memperkuat identitas tradisi dan kesenian asli Jembrana di tengah masyarakat.



Memasuki tahun kedua, Kembang-Ipat telah menyiapkan langkah strategis yang lebih berani. Fokus utama tahun 2026 meliputi:
 * Penataan Kawasan Kota: Transformasi Jalan Ngurah Rai menjadi area pedestrian yang estetik, nyaman, dan membanggakan.
 * Jembrana Creative Hub: Pembangunan pusat kolaborasi bagi generasi milenial dan Gen-Z untuk mengembangkan 17 subsektor ekonomi kreatif.
 * Pengawalan Proyek Strategis Nasional (PSN): Memastikan kelancaran PSN Pengambengan, Lapangan Golf, RS Internasional Pekutatan, hingga pembangunan sekolah berbasis Hindu (Widyalaya) di Penyaringan.

Pasangan Kembang-Ipat menegaskan bahwa percepatan pembangunan Jembrana hanya dapat terwujud melalui sinergi dan kerja kolektif dari seluruh lapisan elemen masyarakat.

"Apa yang diraih hari ini bukanlah garis akhir. Kami mengajak seluruh elemen—tokoh adat, pemuda, hingga pelaku usaha—untuk menyatukan langkah. 

Pembangunan Jembrana bukan hanya soal beton dan aspal, tapi soal penguatan karakter dan gotong royong," tutupnya. ( *)

Satu Tahun Memimpin, Gus Par–Guru Pandu Percepat Laju Karangasem AGUNG

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

​Karangasem, Bali Kini - Genap satu tahun sudah pasangan Bupati I Gusti Putu Parwata, SE (Gus Par) dan Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, SH., MH (Guru Pandu) menakhodai Kabupaten Karangasem sejak dilantik serentak oleh Presiden RI pada 20 Februari 2025 lalu. 

​Refleksi perjalanan satu tahun kepemimpinan bertajuk "Satu Tahun Karangasem AGUNG" ini dipaparkan secara transparan kepada publik di Taman Jagat Karana, Sabtu (21/2). Acara yang berlangsung meriah ini tidak hanya menjadi ajang pertanggungjawaban pemerintah, tetapi juga pesta rakyat yang menghadirkan hiburan artis kenamaan Bali serta atraksi seni tradisional yang memukau ribuan warga.

Kepemimpinan Gus Par–Guru Pandu berlandaskan visi “Nangun Satkerthi Loka Bali Menuju Karangasem yang AGUNG (Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, Gemah Ripah Loh Jinawi)” yang dijabarkan dalam tiga misi, 17 Program Prioritas Agung, serta delapan bidang prioritas pembangunan daerah dalam RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Karangasem Tahun 2025–2029 sebagai arah kebijakan pembangunan daerah. Memasuki satu tahun pemerintahan, berbagai program strategis mulai menunjukkan hasil nyata di berbagai sektor pembangunan.

*​Infrastruktur: Membangun dari Pinggiran dan Terus Berjuang*

​Dalam setahun terakhir, wajah infrastruktur Karangasem mengalami perubahan signifikan. Fokus pada aksesibilitas, Gus Par – Guru Pandu telah berhasil melaksanakan peningkatan dan pemeliharaan jalan sepanjang 68,5 kilometer yang tersebar di berbagai kecamatan untuk memperlancar aksesibilitas ekonomi. Pembangunan ini didukung oleh alokasi anggaran infrastruktur yang mencapai lebih dari Rp150 miliar, yang tidak hanya menyasar jalan, namun juga menyentuh sektor vital lainnya seperti perbaikan sarana prasarana pendidikan serta optimalisasi infrastruktur dasar termasuk jaringan air bersih dan drainase perkotaan.

Tak hanya jalan, keselamatan warga menjadi prioritas dengan pemasangan marka jalan dan tambahan 18 unit Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di kawasan ekonomi dan pariwisata.

​Mengenai keluhan masyarakat terhadap sejumlah ruas jalan yang rusak namun belum tersentuh perbaikan, Bupati I Gusti Putu Parwata memberikan penjelasan jujur dan optimis. Ia mengakui masih banyak infrastruktur yang belum bisa ditangani langsung karena statusnya merupakan Jalan Provinsi atau Jalan Nasional.

​"Kami mendengar dan merasakan langsung keluhan warga soal jalan rusak. Meski statusnya kewenangan pusat atau provinsi, pemerintah kabupaten tidak tinggal diam. Kami terus menjemput bola, berkoordinasi intensif, dan memperjuangkan agar ruas-ruas jalan tersebut segera mendapatkan penanganan dari pemerintah atasan. Intinya, kita perjuangkan semua demi kenyamanan masyarakat Karangasem," tegas Bupati Gus Par.

*Pemenuhan Kebutuhan Dasar Akses Air Bersih*

Pemenuhan kebutuhan air bersih di Kabupaten Karangasem menjadi perhatian serius melalui Perumda Tirta Tohlangkir. Modernisasi sistem pompa, pembangunan reservoar, revitalisasi jaringan distribusi dan transmisi, serta perluasan jaringan pipa sepanjang ±9 kilometer kini mampu menjangkau wilayah rawan air, khususnya Kecamatan Kubu hingga desa-desa yang sebelumnya sulit terlayani. Bersama Bank BPD Bali, Pemkab Karangasem juga merealisasikan bantuan pipanisasi air bersih senilai Rp712 juta serta menyerahkan SK Bupati kepada 9 Banjar Adat sebagai penguatan legalitas lembaga adat.

Kepemimpinan Bupati I Gusti Putu Parwata (Gus Par) dan Wakil Bupati I Pandu Prapanca Lagosa (Guru Pandu) menegaskan komitmen pembangunan yang seimbang antara infrastruktur modern dan pelestarian adat sejalan visi Karangasem AGUNG. Program ini akan terus dikawal agar manfaatnya dirasakan hingga generasi mendatang.

*​Kesehatan dan Pendidikan: Memanusiakan Manusia*

​Sektor kesehatan mencatat sejarah melalui peluncuran Ambulans AGUNG, layanan respons cepat darurat yang kini menjadi andalan warga. Keberhasilan mencapai Universal Health Coverage (UHC) bagi 200.278 jiwa dan penurunan angka stunting hingga ke posisi 3,47% menjadi bukti tangan dingin pasangan ini dalam mengelola kesehatan masyarakat. 

Tak ketinggalan rehabilitasi puskesmas dan pustu, pemeriksaan kesehatan gratis bagi puluhan ribu warga, penanganan TBC, pelayanan kesehatan ibu dan anak, percepatan penurunan stunting, serta penguatan fasilitas rumah sakit seperti ruang NICU, ruang cytotoxic. RSUD Karangasem pun kini semakin canggih dengan kehadiran alat CT Scan 64 Slice bantuan Kemenkes RI. 

Pemerintah juga melakukan pembenahan manajemen RSUD, peningkatan disiplin tenaga kesehatan, serta mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kebutuhan 42 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), di mana 13 SPPG telah beroperasi hingga akhir 2025.

Bidang pendidikan difokuskan pada peningkatan kualitas infrastruktur dan sarana prasarana sekolah melalui revitalisasi berbagai fasilitas sekolah, terutama yang terdampak bencana dan sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan. 

Revitalisasi pembangunan mencangkup ruang guru, rehabilitasi ruang kelas dan laboratorium, pengadaan 1.530 unit mebel sekolah, hingga pembangunan ruang kelas baru.

Pemerintah Kabupaten Karangasem juga mendukung penuh program nasional Merdeka Belajar dan program Presiden, memastikan bahwa guru dan siswa mendapatkan ruang untuk berkembang, berinovasi, dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Termasuk pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Bali yang telah memasuki tahap peletakan batu pertama pada 23 Desember 2025.
*​Ekonomi Kerakyatan: Dari  Nelayan, Petani hingga UMKM*

​Gus Par – Guru Pandu benar-benar menyentuh sektor akar rumput. Di pesisir, puluhan nelayan mendapat bantuan jukung fiber glass dan mesin tempel. Di ladang, para petani kini tersenyum dengan hadirnya jalan usaha tani, hingga rehabilitasi 14 jaringan irigasi. Sementara sektor peternakan diperkuat melalui pengadaan 60 ekor bibit sapi.

Karangasem juga terus memperkuat sektor pertanian. Salak Sibetan, komoditas kebanggaan Karangasem kembali mengharumkan nama daerah dengan mendapatkan penghargaan GHIAS. Pemerintah hadir mendampingi petani, termasuk melalui panen raya dan program-program pemberdayaan.

Dukungan terhadap UMKM diwujudkan melalui kegiatan Karangasem Akhir Pekan, promosi melalui videotron, operasi pasar murah, pelatihan industri kecil menengah, dan percepatan pembentukan 78 Koperasi Desa Merah Putih.

*​Penguatan Lingkungan Hidup dan Ketangguhan Bencana*

​Menjawab tantangan lingkungan, Gus Par melakukan langkah progresif dengan meninggalkan metode pembakaran sampah (insinerator) dan beralih ke teknologi Mesin Gibrig dan Teba Modern. Karangasem kini menjadi pionir dalam mengolah residu plastik menjadi bahan campuran aspal dan paving block.

Selain itu, Optimalisasi TPA dilakukan melalui proses pengayakan sampah untuk menghasilkan tanah urug dan kompos, yang bertujuan mereduksi volume tumpukan lama sehingga lahan dapat kembali menampung residu hasil pengolahan serta pencacahan sampah baru secara berkelanjutan. Pemerintah juga menyediakan armada angkut sampah, kontainer, hingga mesin pengolah sampah guna mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Sementara itu, penanganan berbagai kejadian bencana seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, disertai penguatan sarana prasarana kebencanaan.

Salah satu bukti kesigapan ditunjukan pada 23 Desember 2025, Bupati Gus Par menyalurkan Bantuan Tidak Terencana (BTT) senilai Rp335,1 juta kepada warga terdampak bencana. Proses birokrasi yang sebelumnya memakan waktu hingga empat bulan kini dipangkas menjadi maksimal tiga minggu, sebagai wujud nyata kehadiran negara saat masyarakat membutuhkan.


*​Pariwisata dan Pelayanan Publik*

​Sektor pariwisata kembali bergairah lewat ajang Tulamben Festival dan Travel Mart. Di sisi administrasi, pelayanan publik semakin kilat dengan terbitnya puluhan ribu dokumen kependudukan (akta kelahiran, kematian, hingga perkawinan) yang kini jauh lebih mudah dan transparan.

*Perhatian pada Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Sosial*

Pemerintah daerah memfasilitasi 1.214 pencari kerja, menyelenggarakan pelatihan tenaga kerja berbasis kompetensi, serta menyalurkan bantuan sosial, bedah rumah, dan rehabilitasi rumah bagi masyarakat kurang mampu sebagai bagian dari penguatan perlindungan sosial. Sekaligus diperkuat dengan keberpihakan sosial melalui fasilitasi perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi ratusan buruh pasar dan pekerja sektor informal di puluhan pasar rakyat, mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian sebagai upaya memperkuat jaring pengaman sosial dan pengentasan kemiskinan.

*Pelestarian Adat, Agama, Seni, dan Budaya*

Komitmen menjaga identitas Karangasem diwujudkan melalui rehabilitasi dan penataan pura, dukungan terhadap pelaksanaan upacara keagamaan, serta pelestarian seni, tradisi, dan budaya sebagai fondasi kehidupan masyarakat Bali yang harmonis dan berkelanjutan.

​Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menegaskan bahwa satu tahun pertama kepemimpinan merupakan fondasi penting menuju pembangunan berkelanjutan.

“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh masyarakat Karangasem. Ke depan, kami akan terus mempercepat pembangunan, memperkuat pelayanan publik, dan memastikan kesejahteraan masyarakat meningkat secara merata,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen daerah.

“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita optimis Karangasem akan terus bergerak maju menuju daerah yang aman, unggul, dan sejahtera sesuai visi Karangasem AGUNG,” katanya.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Pemerintah Kabupaten Karangasem berkomitmen melanjutkan program prioritas secara terarah, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat, demi terwujudnya Karangasem yang AGUNG Gemah Ripah Loh Jinawi. (ami/rls)

Sabtu, 21 Februari 2026

10 Pengedar Sabu Digulung, 79 Paket Diamankan Satresnarkoba Polres Karangasem

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Peredaran narkotika di wilayah Karangasem kembali diguncang. Selama Januari hingga Februari 2026, Satuan Reserse Narkoba Polres Karangasem berhasil mengungkap 10 kasus penyalahgunaan narkotika dengan total 10 tersangka yang diamankan.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 79 paket narkotika jenis sabu dengan berat total netto 14,67 gram dan brutto 25,23 gram. Para tersangka terdiri dari 9 orang berstatus pengedar dan 1 orang pemakai. Penangkapan dilakukan di wilayah Kecamatan Manggis, Karangasem, Selat hingga Gianyar.

Kasat Resnarkoba AKP I Nengah Sunia, S.H., didampingi jajaran, menegaskan pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran sabu di sejumlah titik, termasuk di jalur sopir truk material galian C.

“Selama Januari sampai Februari 2026 kami berhasil mengamankan 10 tersangka dengan total 79 paket sabu. Ini komitmen kami menekan peredaran narkotika di Karangasem,” tegas AKP I Nengah Sunia saat menggelar Pers rilis, Jumat, 20 Februari 2026.

Pengungkapan pertama dilakukan pada 16 Januari 2026 di Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis. Tersangka IWS (52) diamankan di rumahnya dengan barang bukti 6 paket sabu yang disimpan di pekarangan. Ia diketahui merupakan residivis kasus perjudian.

Selanjutnya pada 20 Januari 2026, dua tersangka PSL dan IKA diciduk di Simpang 3 Pertima, Kecamatan Karangasem, usai mengambil paket sabu. Dari pengembangan, polisi menetapkan seorang narapidana di Lapas Kelas IIB Karangasem berinisial IKAF sebagai pemasok.

Kasus kembali berkembang pada 9 Februari 2026 di wilayah Galian C Kecamatan Selat. IWYK (28), sopir truk, diamankan dengan 32 paket sabu di dalam kendaraannya. Dari hasil pengembangan, tiga tersangka lain yakni IKWA, IKBS dan IGDS ditangkap di gudang truk Desa Amerta Bhuana.

“Modusnya memanfaatkan aktivitas sopir material sebagai kedok. Mereka nyambi mengedarkan sabu di jalur proyek,” ungkap AKP I Nengah Sunia.

Rantai peredaran kemudian mengarah ke tersangka KWW (23), sopir asal Ungasan, Badung. Dari tangan tersangka ini disita total 5,67 gram sabu setelah dilakukan penggeledahan di truk dan rumahnya. Polisi juga mengamankan tersangka SAM (23), mekanik asal Banyuwangi, di By Pass Ida Bagus Mantra, Gianyar, dengan 3 paket sabu di dalam mobilnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Khusus tersangka KWW disangkakan Pasal 114 ayat (2) dengan ancaman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran narkoba di Karangasem. Pengembangan masih terus kami lakukan untuk membongkar jaringan di atasnya,” tandas AKP I Nengah Sunia.

Seluruh tersangka kini ditahan di Rutan Polres Karangasem untuk proses penyidikan lebih lanjut. (Ami)

Emas Hari Ini Tembus Rp2,9 Juta per Gram, Ini Rincian Harga Terbarunya

Laporan Reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Harga emas per hari ini tercatat di angka Rp28.410 per 0,01 gram untuk harga jual. Sementara harga beli kembali (buyback) berada di posisi Rp29.450 per 0,01 gram. Hal ini berdasarkan kurva di Klik Emas Pegadaian, pertanggal 21 Ferbruari 2026.

Jika dikonversi, maka: Harga jual per 1 gram: Rp2.841.000, sedangkan Harga beli per 1 gram: Rp2.945.000.

Selisih harga yang cukup signifikan ini menjadi perhatian bagi investor, terutama yang bermain jangka pendek. Spread antara harga jual dan beli masih memberi ruang margin bagi pelaku pasar, namun tetap perlu perhitungan matang sebelum transaksi.

Emas masih menjadi pilihan instrumen lindung nilai yang diminati masyarakat, khususnya di tengah dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Untuk investor jangka panjang, fluktuasi harian seperti ini biasanya bukan masalah besar. Sementara para investor di salah satu platform sosial media membuat kesempat kenaikan ini untuk mendapat profit dengan menjual emas mereka baik yang berbentuk batangan maupun perhiasan. (Ami)

Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Satria-Wabup Tjok Surya

Klungkung , Bali Kini - Kepemimpinan Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati, Tjokorda Gde Surya Putra genap memasuki satu tahun masa pengabdian pada 20 Februari 2026. Dalam kurun waktu tersebut, berbagai program pembangunan sebagai penjabaran visi dan misi yang telah dicanangkan mulai direalisasikan secara bertahap. Meski belum mencakup seluruh target yang direncanakan, pelaksanaan pembangunan difokuskan pada program-program prioritas yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Klungkung. 
Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Klungkung merealisasikan sejumlah pembangunan infrastruktur strategis. Seperti penanganan rehabilitasi sejumlah ruas jalan di Klungkung daratan, perbaikan saluran irigasi subak, dan penanganan infrastruktur lainnya. Sementara di wilayah kepulauan Nusa Penida, perbaikan dilakukan pada sebagian ruas jalan utama Sebunibus, senderan jalan menuju Kristal Bay yang sebelumnya jebol sekaligus pelebaran pada tanjakan, serta pembuatan badan jalan menuju Broken Beach yang direncanakan akan diaspal pada tahun 2026.
Selain itu, perbaikan juga menyasar sejumlah akses vital lainnya, di antaranya sebagian jalan menuju Kelingking, Penutuk, Banjar Buluh, ruas Sedehing–Sekartaji, serta sebagian jalan menuju Atuh, termasuk pemeliharaan rutin pada sejumlah jalan berlubang lainnya. Infrastruktur penting lainnya yang turut diperbaiki adalah Jembatan Kuning penghubung Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. 
Di bidang kesehatan, pembangunan difokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana pelayanan, antara lain pembangunan gedung ruang VIP dan Kelas I di RSUD Gema Santi, pembangunan ruang bersalin di Puskesmas II Jungut Batu, serta pembangunan gedung Pustu di Desa Lembongan sebagai upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Ada juga pembangunan Gedung untuk rumah duka dan penambahan ruang hermodialisis (HD) di RSUD Klungkung dan penambahan sejumlah alat kesehatan, serta melakukan kerjasama dengan BPJS untuk kesinambungan program UHC, dalam meberikan jaminan layanan kesehatan masyarakat Klungkung. 
Selain infrastruktur jalan dan kesehatan, pembangunan pada tahun 2025 juga menyasar sektor Pendidikan, seperti pembangunan sejumlah Gedung TK Negeri dan perbaikan ruang kelas atau ruang belajar di beberapa sekolah guna menunjang kenyamanan dan kualitas proses belajar mengajar.
Di bidang persampahan, pemerintah mengoptimalkan TOSS Center Karangdadi dan merealisasikan pembangunan TPST Jungut Batu beserta mesin pengolahan sampah serta pembangunan TPST Biaung lengkap dengan mesin pengolahan sampah sebagai upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu di wilayah kepulauan.
Sementara itu, pada sektor layanan air bersih dilakukan pemasangan jaringan sambungan rumah di Desa Tanglad serta pembangunan gedung dan jaringan air bersih berteknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Desa Jungut Batu untuk mengolah air laut menjadi air bersih.
Di bidang pemeliharaan dan pelestarian kearifan lokal, adat, tradisi, dan budaya, Pemerintah Kabupaten Klungkung juga telah meluncurkan sejumlah program strategis sebagai bentuk keberpihakan terhadap nilai-nilai budaya Bali yang hidup di tengah masyarakat. Program tersebut antara lain meningkatkan santunan program Pitra Bakti dari Rp1.000.000 menjadi Rp2.000.000. Selain itu, diluncurkan pula Program Ngaben Massal dengan bantuan Rp5.000.000 per sawa, maksimal untuk 30 sawa dalam satu kegiatan. Apabila jumlah peserta melebihi 30 sawa, bantuan tetap dihitung untuk 30 sawa dengan total maksimal Rp150.000.000 per kegiatan.
Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Klungkung juga meluncurkan program bantuan pembuatan ogoh-ogoh bagi Sekaa Teruna sebesar Rp5.000.000 per Sekaa Teruna yang berpartisipasi dalam pembuatan ogoh-ogoh pada perayaan Pengerupukan menjelang Hari Raya Nyepi. Program ini diharapkan dapat mendorong kreativitas generasi muda sekaligus menjaga kelestarian tradisi budaya di Kabupaten Klungkung.
“Berbagai program pembangunan yang telah direalisasikan merupakan wujud nyata komitmen kami, dalam menghadirkan pembangunan yang menyeluruh dan berkeadilan. Melalui sinergi pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pelestarian adat dan budaya, kami terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga jati diri budaya Klungkung secara berkelanjutan.” ujar Bupati Satria. (*)


Bupati Klungkung Pimpin Refreshment Kepala OPD, Perkuat Kolaborasi Menuju Klungkung Mahottama

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung I Made Satria  memimpin kegiatan Refreshment Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang digelar di Kintamani, Sabtu (21/2). Kegiatan ini diikuti para Asisten Bupati, Staf Ahli, seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung, serta para istri.

Mengusung tema “Penguatan Kolaborasi Antar Perangkat Daerah Menuju Klungkung Mahottama. Satu Tim, Satu Tujuan, Banyak Aksi”, kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi, komunikasi, serta efektivitas kerja tim dalam mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Klungkung.
Dalam arahannya, Bupati Satria menekankan pentingnya membangun semangat kebersamaan dan menghilangkan ego sektoral di antara perangkat daerah.

“Mari kita menjadi keluarga besar Pemerintah Kabupaten Klungkung. Jangan menonjolkan ego sektoral. Tingkatkan rasa memiliki terhadap daerah, sehingga kita dapat bekerja secara maksimal. Setiap OPD wajib menyukseskan program pemerintah daerah demi kesejahteraan masyarakat Klungkung,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Satria mengingatkan seluruh jajaran agar bekerja lebih cepat dan responsif, mengingat pada tahun ini akan terdapat banyak paket pekerjaan yang harus dilaksanakan. OPD yang memperoleh alokasi pendanaan besar diminta untuk mempersiapkan proses tender sejak dini agar pelaksanaan program berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

Melalui kegiatan ini pula, diharapkan seluruh peserta mampu meningkatkan kerja sama tim, memperkuat komunikasi, serta menumbuhkan motivasi dan inovasi dalam bekerja. Hal tersebut pada akhirnya diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan refreshment diisi dengan berbagai aktivitas, antara lain tracking di kawasan hutan, sesi motivasi bagi Kepala OPD dengan narasumber Made Muku, serta kegiatan team building untuk memperkuat solidaritas dan kekompakan. Sementara itu, para istri Kepala Perangkat Daerah mengikuti kegiatan yoga bersama dan permainan interaktif yang berlangsung penuh keakraban.

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, KOPMEN Rejeki Gelar RAT dan Festival UMKM Tahun Buku 2025

Klungkung , Bali Kini - Koperasi Konsumen (KOPMEN) Rejeki secara resmi menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang dirangkaikan dengan Festival KOPMEN Rejeki di Halaman Belakang RSUD Klungkung, Sabtu (21/2). Hadir Langsung Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom dan Direktur Rumah Sakit Umum Klungkung, I Nengah Winata.

Acara yang dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali ini menjadi momentum penting bagi penguatan tata kelola koperasi yang transparan, akuntabel, dan profesional. RAT merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi, di mana pelaksanaannya yang tepat waktu mencerminkan kesehatan organisasi dan sinergi yang kuat antara pengurus, pengawas, serta anggota.

Dalam sambutannya Bupati Satria menekankan bahwa Festival KOPMEN Rejeki tahun ini bukan sekadar perayaan, melainkan strategi nyata dalam memperkuat branding produk-produk milik anggota koperasi, Membuka peluang usaha baru bagi para pelaku usaha lokal, Mendorong percepatan teknologi agar layanan koperasi menjadi lebih cepat, mudah, dan terpercaya tanpa meninggalkan jati diri koperasi (dari, oleh, dan 
untuk anggota).

“Koperasi memiliki peran strategis. Maju dalam pengelolaan, harmonis dalam kebersamaan, tentram melalui tata kelola yang transparan, dan makmur dengan meningkatnya kesejahteraan anggota," ujar Bupati Satria

Pihaknya juga menambahkan KOPMEN Rejeki diharapkan terus berinovasi dan menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif, memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya, serta berkontribusi positif bagi kemajuan daerah Klungkung.


© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved