-->

Kamis, 05 Maret 2026

Reses Ketua DPRD Karangasem, Serap Aspirasi Adat dan Infrastruktur

 
Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini  – Untuk menyerap aspirasi di masing-masing daerah pemilihan (Dapil), Ketua DPRD Karangasem bersama anggota kembali menggelar reses masa persidangan II. Sejumlah aspirasi diterima dan diharapkan dapat diperjuangkan kepada pihak eksekutif.

Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika, saat menggelar reses di Kecamatan Selat mengatakan, kegiatan menyerap aspirasi merupakan agenda rutin agar anggota DPRD dapat lebih banyak bertatap muka langsung dengan masyarakat sekaligus menampung usulan yang nantinya disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Karangasem.

“Reses sudah kita laksanakan sejak 1 sampai 3 Maret oleh seluruh anggota di masing-masing dapil,” ujarnya.

Dalam reses di Kecamatan Selat, aspirasi yang mencuat didominasi permintaan agar pemerintah daerah hadir saat masyarakat menggelar upacara yadnya, seperti ngaben massal, karya di dadia maupun desa adat, serta kegiatan keagamaan lainnya.

“Masyarakat sangat berharap kehadiran pemerintah saat menggelar upacara ngaben massal maupun upacara keagamaan lainnya,” jelasnya

Selain itu, warga juga menyampaikan aspirasi di bidang infrastruktur, meliputi perbaikan jalan, irigasi pertanian, bantuan alat pertanian, hingga pemasangan lampu penerangan jalan. Mengingat sebagian besar masyarakat Kecamatan Selat berprofesi sebagai petani, dukungan infrastruktur pertanian dinilai sangat penting.

Hasil reses tersebut, lanjutnya, akan diparipurnakan dalam bentuk pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD dalam pembahasan APBD 2026 untuk Tahun Anggaran 2027.

“Hasil reses nanti kita kumpulkan dalam bentuk pokir, setelah itu kita serahkan kepada eksekutif untuk ditindaklanjuti,” tegasnya

Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Selat, I Wayan Sudarma, menyampaikan aspirasi terkait rencana rehabilitasi pura serta pelaksanaan upacara di pura tersebut. Ia berharap usulan tersebut dapat benar-benar ditindaklanjuti pemerintah melalui Ketua DPRD.
“Saya berharap apa yang menjadi hasil reses ini benar-benar ditindaklanjuti,” ujarnya. (Ami)

Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri Rapat Paripurna DPRD

Klungkung , Bali Kini - Kabupaten Klungkung, Masa Persidangan Il (kedua) Tahun Sidang 2026 dengan agenda Pembahasan 3 (tiga) Ranperda Kabupaten Klungkung dan Penetapan Ranperda Kabupaten KIungkung tentang Perubahan atas Perda Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Rapat yang pimpin oleh wakil Ketua I , I Wayan Baru ini bertempat di ruang rapat Sabha Nawa Natya Kantor DPRD Klungkung,  Kamis (5/3).

Tiga Ranperda yang di bahas diantaranya :
1. Ranperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; 2. Ranperda tentang Penyelenggaraan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman; miwah
3. Ranperda tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat serta Pelindungan Masyarakat.

Diawali dengan Penjelasan Kepala Daerah mengenai 3 (tiga) Ranperda Kabupaten Klungkung. Kemudian dilanjutkan dengan Rapat Paripurna I, Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap penjelasan Kepala Daerah mengenai 3 (tiga) Ranperda Kabupaten Klungkung. Dan diakhiri dengan Rapat Paripurna I jawaban Kepala Daerah terhadap Pemandangan Umum Fraksi.

Turut hadir dalam rapat ini Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Klungkung,  para Asisten dan staf Ahli Bupati,  sertapara kepala OPD dilingkungan Pemkab Klungkung.

Bupati Klungkung Serahkan Bantuan Sarana Belajar untuk Dukung Pembelajaran Berbasis Teknologi

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Ketut Sujana dan Anggota DPRD Klungkung dapil Banjarangkan I Wayan Widiana menyerahkan bantuan sarana belajar kepada sejumlah sekolah di Kabupaten Klungkung, Kamis (5/3).
Bantuan yang diserahkan masing masing berupa 18 unit laptop, 1 unit konektor, 1 unit proyektor, dan 1 unit wireless router. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada beberapa sekolah penerima, di antaranya SDN 3 Nyalian, SDN 1 Bakas, SMPN 2 Banjarangkan, dan SMPN 4 Banjarangkan.

Program bantuan ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan asesmen, tes, serta kegiatan pembelajaran di masing-masing sekolah, sekaligus memperkuat pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Klungkung I Made Satria mengatakan bahwa pemerintah daerah terus berupaya melengkapi fasilitas pembelajaran agar proses belajar mengajar semakin berkualitas dan tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.
“Teknologi sudah menjadi kebutuhan dalam dunia pendidikan saat ini. Saya berharap bantuan yang diberikan pemerintah dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga generasi penerus kita tidak lagi buta teknologi,” ujar Bupati Satria.

Ia juga mengingatkan agar perkembangan teknologi dimanfaatkan secara bijak, terutama di era digitalisasi saat ini. Menurutnya, teknologi harus digunakan untuk hal-hal positif yang dapat menunjang peningkatan kualitas pendidikan.
“Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, bahkan tidak menunggu tahun, tetapi dalam hitungan bulan sudah berubah. Karena itu kita tidak boleh tertinggal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Satria juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Klungkung.
Ia mengajak para siswa untuk terus belajar setinggi-tingginya, meskipun nantinya sudah memasuki dunia kerja.
“Dengan teknologi, banyak hal yang sebelumnya tidak mungkin dapat menjadi mungkin. Mari kita manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baik dan sebijak-bijaknya agar benar-benar memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Perkuat Silaturahmi Jaga Keharmonisan Dalam Keberagaman.

Ket foto : Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Buka Puasa Bersama di Masjid Al-Falah, Buana Indah, Kelurahan Padangsambian, Kamis (5/3) petang. 

Wawali Arya Wibawa Hadiri Buka Puasa Bersama di Masjid Al-Falah

Denpasar, Bali Kini - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Buka Puasa Bersama di Masjid Al-Falah, Buana Indah, Kelurahan Padangsambian, Kamis (5/3) petang. Kegiatan rutin saat bulan Ramadhan ini dilaksanakan untuk memperkuat silaturahmi, rasa toleransi serta menjaga kerukunan antar umat beragama dengan turut serta dalam tradisi dan kebudayaan berbagai agama yang ada di Kota Denpasar. Hal ini tentu meneguhkan Denpasar sebagai kota yang harmoni dalam keberagaman. 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Made Oka Cahyadi Wiguna, Ketua MUI Kota Denpasar, H. Khoeron, Ketua DMI Kota Denpasar, H. Mardi Soemitro, Camat Denpasar Barat, I Wayan Yusswara, serta warga muslim Masjid Al-Falah, Buana Indah, Kelurahan Padangsambian. 

Sejak menjelang waktu buka puasa, ratusan umat muslim silih berganti memasuki Masjid Masjid Al-Falah, Buana Indah, Kelurahan Padangsambian. Sembari menunggu waktu berbuka tiba, tampak anak-anak asik bermain, para tetua bercerita serta tak jarang ada yang memilih saling bersalaman dan bersalawat yang menambah khidmat suasana bulan Ramadhan.

Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa saat menyampaikan sekapur sirihnya mengatakan bahwa momentum buka puasa bersama ini merupakan wujud harmonisnya hubungan antar umat beragama di Kota Denpasar. Hal ini lantaran hubungan baik dengan asas menyama braya antar semua elemen bangsa harus tercipta dalam rangka menunjang kelancaran pembangunan nasional khususnya di Kota Denpasar.

Lebih lanjut Arya Wibawa mengajak seluruh umat beragama yang ada di Denpasar agar menjaga persatuan dan kesatuan serta saling toleransi antar umat beragama. Sehingga kerukunan antar dan internal umat beragama di Kota Denpasar dapat terus tercipta. Hal ini juga sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna kita semua bersaudara. 

"Semoga kita semua diberkati dan bertambah iman di bulan suci ini, dengan ketakwaan dan iman yang kuat sehingga kerukunan antar dan internal umat beragama dapat tercipta serta dapat ikut serta dalam berbagai program pembangunan khususnya di Kota Denpasar," ujar Arya Wibawa.

Sementara, Pembina Yayasan Al-Falah, Buana Indah, H. Oktan Hidayat dalam kesempatan tersebut menekankan kehadiran Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa beserta jajarannya Pemerintah Kota Denpasar dalam buka puasa bersama ini sebagai momentum untuk lebih merekatkan hubungan silaturahmi antara umat beragama dengan jajaran pemerintah. Pihaknya mengatakan bahwa hubungan harmonis umat Muslim dan masyarakat lokal Bali yang mayoritas beragama Hindu hingga saat ini masih tetap terjaga.

"Terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kota Denpasar, yang sudah berkenan hadir dalam acara berbuka puasa bersama ini, sehingga rasa menyama braya dan spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang berkembang di Bali dapat kita ciptakan dalam berbagai kegiatan sebagai cerminan harmoni budaya lokal," ungkapnya. (Ags).

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak Festival Literasi Ke-6 Kota Denpasar Tahun 2026,

Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Puncak Festival Literasi Denpasar ke-6 tahun 2026 yang diselenggarakan  Nyalanesia, bertempat di Gedung Dharma Negara Alaya, Kamis (5/3).

Sampaikan Apresiasi, Dorong Anak Muda Semakin Berkreativitas Dalam Literasi. 

Denpasar, , Bali Kini - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, memberikan apresiasi terhadap kegiatan Puncak Festival Literasi Denpasar ke-6 tahun 2026 yang diselenggarakan  Nyalanesia, bertempat di Gedung Dharma Negara Alaya, Kamis (5/3). Dimana, kegiatan tersebut merupakan wabana positif dalam merangsang anak muda untuk berkreativitas dalam literasi. 

Turut hadir pada Puncak Festival Literasi Denpasar ke-6 ini, Anggota DPD RI, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, dan tamu undangan lainnya untuk mengikuti acara tersebut.

Saat membacakan sambutan tertulis Walikota Denpasar, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, saat ini, dunia tengah berpacu melahirkan inovasi. Kemajuan inovasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui dedikasi panjang pada penguatan literasi sejak dini. Di tengah perubahan global tersebut, Denpasar melangkah menuju kota literasi berbasis budaya, dengan menghadirkan perpustakaan, pojok baca, serta ruang-ruang kreatif di ruang publik. Denpasar menegaskan komitmennya membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dikatakannya, literasi hari ini bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi Juga kecakapan memahami informasi, Memilah kebenaran, serta mengubah Pengetahuan menjadi inovasi. Dari ruang-ruang literasi inilah akan tumbuh ide-ide besar, lahir kreativitas, dan terbentuk sumber daya manusia unggul yang siap membawa denpasar bersaing di tingkat Nasional maupun global.

Arya Wibawa menjelaskan, keberadaan perpustakaan memiliki Peran yang sangat strategis dalam menumbuhkan budaya gemar membaca dan semangat long life learning. Sejalan dengan visi perpustakaan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, mencerdaskan tidak hanya dimaknai sebagai menghadirkan pendidikan berkualitas, tetapi juga membangun ekosistem yang mendorong pengembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan keterampilan dan
Kompetensi, penguatan karakter dan moral, serta menghadirkan ruang pemberdayaan bagi masyarakat. 

"Keberadaan perpustakaan juga perlu didukung oleh berbagai inovasi pengembangan literasi berbasis masyarakat dan juga dalam lingkup sekolah," ujarnya. 

Lebih lanjut dikatakan, gerakan pembudayaan gemar Membaca dan literasi di kota Denpasar saat ini sudah semakin diminati oleh masyarakat. Karenanya, perlu ada upaya Kolaboratif yang semakin masif dan konsisten agar misi gerakan ini dapat Dijalankan secara berkesinambungan.

“Terima kasih saya sampaikan kepada
Nyalanesia karena telah turut mendorong gerakan pembudayaan gemar membaca dan literasi di Kota Denpasar, dengan menyediakan ruang kreatif bagi siswa/siswi sekolah untuk menuangkan ide dan gagasan mereka. Harapan saya di masa depan, festival literasi ini dapat semakin luas menjaring serta mewadahi kreativitas siswa/siswi sekolah di Kota Denpasar, dan juga memberikan apresiasi Kepada mereka yang berprestasi," ungkapnya.

Sementara itu Duta Literasi Denpasar, Jemima Mulyandari dalam laporannya mengatakan, bahwa Festival Literasi Denpasar tahun ini sudah menginjak tahun ke 6. Sebuah umur yang
menunjukkan bukan usia balita lagi. Dalam perkembangannya, kegiatan Festival Literasi Denpasar juga selalu meningkat partisipasi pesertanya dari tahun ke tahun. Di tahun ke 6 ini, Festival Literasi Denpasar diikuti oleh 161 sekolah dengan total 10.150 peserta terdiri dari 9.306 siswa dan 844 guru. 

Dikatakannya, pada pelaksanaan tahun ini, Festival ini dengan bangga mempersembahkan 10.150 karya puisi, cerita pengalaman pribadi, cerpen dan esai menjadi kebanggaan bagi denpasar. Semua sudah dibukukan menjadi legacy abadi yang tak terbantahkan bahwa 10 ribu lebih siswa dan guru di Kota Denpasar berani berkarya membangun bangsa dalam bentuk tulisan-tulisan yang mencerdaskan bangsa.

“Sekalipun sudah 6 tahun saya mengkoordinir kegiatan ini, dalam kenyataannya setiap tahun selalu ada tantangan dan kesulitan berbeda yang harus saya hadapi. Tapi di setiap tahun itu jugalah kesimpulan saya tetap sama. Tuhan itu baik. Selalu ada pertolongan dan jalan keluar yang Tuhan berikan kepada saya melalui seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang sangat mensupport kegiatan ini. Di mana ada rintangan yang harus saya lewati, di situlah segenap jajaran Pemerintah Kota Denpasar dengan sigap memberikan solusi. Untuk itu saya mengucapkan banyak terima kasih atas semua doa, support dan pertolongan nyata yang sudah saya terima dari Bapak dan Ibu Walikota Denpasar bersama seluruh jajarannya sehingga kegiatan Festival Literasi Denpasar#6 bisa berjalan dengan baik dan lancar," ungkapnya.

Lebih lanjut ditambahkan, keberadaan Festival Literasi Denpasar harus bisa menginspirası para siswa dan guru untuk berani menulis, berkarya dan menyuarakan nilai-nilai lokal lewat media kreatif baik buku, digital maupun seni. Karena itulah tahun ini Nyalanesia tanpa ragu menambah kategori perlombaannya yaitu Nyalakreasi yang adalah lomba video kreasi pertunjukan seni, Nyalagames yang adalah lomba olimpiade literasi numerasi, dan lomba Website Literasi Tingkat kota. Ketiga kategori baru ini nanti akan kita saksikan juga penganugerahan juaranya. Terima kasih Nyalanesia. (ays).

Kasanga Festival 2026 Siap Digelar16 Besar Ogoh-Ogoh Akan Ikuti Pawai dan Suguhkan Penampilan Kesenian

Denpasar, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar kembali akan menggelar Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6 - 8 Maret 2026 di kawasan Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung. Tak seperti tahun lalu, pelaksanaan parade ogoh-ogoh dilakukan dengan sistem parade seperti peed aye saat Pesta Kesenian Bali (PKB). Selain itu, Kasanga Festival tahun ini difokuskan pada penampilan seni, tanpa ada konser musik.


Hal ini disampaikan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam konferensi pers Kasanga Festival yang diadakan di Graha Yowana Suci, Rabu.(4/3).

Dalam kesempatan itu, Wawali Arya Wibawa juga mengatakan, ogoh-ogoh yang akan ikut pawai adalah seluruh nominasi 16 besar Kasanga Festival yang berasal dari 4 kecamatan di Kota Denpasar. Pada tahun ini, atraksi penampilan peserta akan dimulai dari garis start hingga finish. Jadi dengan kata lain, seluruh penampilan peserta tidak akan tersentralisasi di Catur Muka saja. Hal ini kata Arya Wibawa, untuk mengurai penonton agar tak numplek di kawasan Catur Muka.


Adapun alur pawai sendiri akan mengambil titik start di depan Jayasabha atau rumah jabatan Gubernur Bali, berkeliling satu kali di kawasan Catur Muka, lalu terus bergerak ke arah selatan hingga berakhir di Jalan Gajah Mada ujung selatan Lapangan Puputan Badung. 


"Sebagai gantinya, sistem karnaval atau mepeed akan diterapkan agar penonton tersebar di berbagai titik sepanjang rute parade, sehingga tidak terjadi penumpukan massa seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Arya Wibawa.

Untuk menjamin kelancaran, jalur di sepanjang Jalan Udayana akan dipasangi pembatas atau barrier guna memastikan tidak ada penonton atau orang di luar regu yang masuk ke barisan belakang ogoh-ogoh saat atraksi berlangsung.

"Untuk stan kuliner semuanya kuliner tradisional bali yang dikelola oleh STT yang akan menyajikan makanan tradisional Bali yang dikelola oleh para STT, serta diperkuat dengan penerapan manajemen sampah untuk memilah limbah selama acara berlangsung dari tanggal 6 hingga 8 Maret," ungkapnya lagi.

Wakil Ketua Panitia Kasangafest, I Gede Yogi Pramana menyampaikan, 16 besar ogoh-ogoh akan memasuki kawasan acara sejak 6 Maret dini hari.

"Proses loading di hari H hingga batas waktu jam dua siang. Seluruh ogoh-ogoh tersebut akan terparkir rapi mulai dari depan Jayasabha hingga Jalan Kaliasem sebelum memulai pawai pada jam lima sore," ungkapnya.

Selain parade utama, festival ini juga dimeriahkan dengan lomba ogoh-ogoh mini, sketsa, tapel, hingga pertunjukan barong, bleganjur, dan parade ogoh-ogoh IGTKI. 

Dalam aspek penilaian, perwakilan juri I Gede Anom Ranuara menegaskan bahwa kedisiplinan dan kerapian menjadi poin krusial.  Lima orang juri akan melakukan tinjauan langsung untuk memastikan apakah peserta telah merealisasikan revisi sesuai catatan sebelumnya. 

"Penilaian dilakukan sepanjang rute dari start hingga finish layaknya sistem Peed Aye di PKB. Juri tidak segan-segan untuk langsung mengeluarkan orang di luar regu atau melakukan pemotongan nilai demi menjaga integritas kreativitas dan keutuhan penampilan," ungkapnya. 

Kabid Tradisi Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Denpasar, Ni Made Suniastari mengatakan setiap ogoh-ogoh di 16 besar akan menerima uang pembinaan masing-masing Rp 30 juta, sementara enam terbaik akan memperoleh hadiah tambahan.
Selain itu, untuk juara I mendapat hadiah Rp 50 juta, juara II Rp 40 juta, dan juara III Rp 30 juta. Sementara untuk juara harapan masing-masing, juara harapan I Rp 20 juta, harapan II Rp 15 juta, dan harapan III Rp 10 juta.

Lalu untuk lomba ogoh-ogoh mini mesin, juara pertama berhak atas 10 juta rupiah, diikuti juara kedua 8 juta, dan juara ketiga 6 juta. Pada kategori non-mesin, hadiah yang diberikan adalah 8 juta, 6 juta, dan 4 juta rupiah. Sementara itu, untuk lomba sketsa ogoh-ogoh, pemenang akan mendapatkan 5 juta, 4 juta, hingga 3 juta rupiah. (Win)

Wawali Arya Wibawa Tinjau Nominasi 16 Besar Ogoh-Ogoh Kota Denpasar,

Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat mengunjungi banjar-banjar di wilayah Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar untuk melihat hasil karya ogoh-ogoh Sekehe Teruna Teruni (STT) se-Kota Denpasar yang menjadi nominasi 16 Besar Kasanga Festival Icaka Warsa 1948 Tahun 2026 pada Senin (3/2) malam. 

Apresiasi Pengembangan Kreatifitas, Pastikan Kesiapan Menuju Kasanga Fest 2026. 

Denpasar, Bali Kini - Wakil Walikota, I Kadek Agus Arya Wibawa mengunjungi banjar-banjar di wilayah Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar untuk melihat hasil karya ogoh-ogoh Sekehe Teruna Teruni (STT) se-Kota Denpasar yang menjadi nominasi 16 Besar Kasanga Festival Icaka Warsa 1948 Tahun 2026 pada Senin (3/2) malam. Sebanyak empat lokasi di wilayah Denpasar Selatan menjadi titik kunjungan, yakni Banjar Pekandelan, Desa Sanur Kaja, Banjar Tengah, Desa Sidakarya, Banjar Antap, Kelurahan Panjer dan Banjar Kepisah, Kelurahan Pedungan. 

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Bali Dapil Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, AA Gede Agung Suyoga serta Ni Wayan Sari Galung. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Nyoman Darsa dan AA Gede Wirawan, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, serta Camat Denpasar Selatan, IB Made Purwanasara. 

Wakil Walikota, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, kunjungan ini dilaksanakan untuk memastikan kesiapan para nominasi dalam mengikuti Kesanga Fest Tahun 2026 yang akan berlangsung pada 6-8 Maret mendatang. Sehingga dapat menampilkan karya maksimal saat pawai nanti. Pihaknya turut mengapresiasi karya STT se-Kota Denpasar yang telah menampilkan kreatifitas yang maksimal dan tentunya lebih baik dari tahun sebelumnya. 

"Ini karya STT Denpasar semuanya bagus, tapi dalam perlombaan tentu ada yang terbaik, ini merupakan wujud perkembangan kreatifitas yang terus tumbuh di Kota Denpasar. Kunjungan ini merupakan bentuk dukungan sekaligus semangat untuk menampilkan yanh terbaik, serta memastikan kesiapan dalam mengikuti Kesanga Fest Tahun 2026 ini," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, kunjungan ini sebagai bentuk dukungan serta mempererat tali silaturahmi antara Pemkot Denpasar dengan yowana atau sekehe teruna di Kota Denpasar. Pihaknya juga memberikan apresiasi atas dukungan yowana dalam pembangunan Denpasar. Termasuk juga masukan, usul dan saran yowana akan menjadi atensi Pemkot Denpasar kedepannya. 

"Selain memberikan semangat, motivasi dan dukungan, tadi kita banyak berdiskusi tentang kreatifitas anak muda, kedepan akan menjadi atensi dalam setiap program kerja pembangunan Kota Denpasar, tetap semangat berkreatifitas," ujarnya

Salah satu perwakilan Sekehe Teruna, Ketua
ST. Satya Dharma Banjar Pekandelan Sanur Kaja, I Wayan Suyuda Adhipraman mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengunjungi STT di wilayah Kota Denpasar. Tentunya ini menjadi pemantik semangat untuk terus berkreatifitas dan berkarya sebaik mungkin untuk kelestarian tradisi dan budaya Bali. 

“Terima kasih atas kunjungan serta motivasinya, ini menjadi pemantik semangat untuk terus berkarya dan berkreatifitas,” ujarnya. 

Usai berdiksusi, Wawali Arya Wibawa disetiap lokasi kunjungan turut menikmati makan malam Nasi Jinggo bersama STT, Sekehe Gong, Klian, Pecalang hingga tokoh masyarakat setempat. Acara berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan. Tak jarang candaan hingga gelak tawa mengiringi diskusi santai penuh makna tersebut. (Ags).

Enggan Melaut, Pasokan Ikan Dipasaran Terbatas

Laporan Reporter : Jero Ari 

Kedonganan , Bali Kini - Pasar Ikan Kedonganan masih menjadi salah satu pilihan untuk mencari ikan segar. Namun cuca buruk yang terjadi beberapa hari ini pengaruhi pasokan para pedagang ikan di pesisir pantai pasar  Kedonganan, Kamis (5/2). 

Cuca ekstrim membuat jenis tangkapan yang dijual tidak beragam dan jumlahnya pun terbatas. Sejumlah nelayan memilih tidak melaut karena faktor keselamatan. Angin barat yang membawa tumpukan sampah serta gelombang tinggi turut mempengaruhi hasil tangkapan. 

Sejumlah nelayan Kedonganan yang berani melaut mengaku hanya sekali saja, itu pun jaraknya tidak sampai jauh. "Hanya diperairan Uluwatu sana, biasanya sampai ke wilayah timur," ungkapnya. 

Para pedagang berharap kondisi cuaca segera membaik agar aktivitas melaut kembali normal dan ketersediaan ikan di Pasar Ikan Kedonganan dapat kembali stabil seperti biasa. Dimana jumlah permintaan banyak namun stok ikan segar sulit didapat nelayan. Sehingga harga per kilo ikan pun relatif mahal tidak seperti hari biasanya.

Rabu, 04 Maret 2026

SMANSA Cup XV Resmi Digelar, 30 Tim Basket Pelajar Jembrana Berlaga

Jembrana , Bali Kini – Sebanyak 30 tim basket dari berbagai jenjang pendidikan ambil bagian dalam turnamen basket SMANSA Cup XV/2026 yang digelar di GOR Krsna Jvara, Dauhwaru, Jembrana, Rabu (4/3). Turnamen antar pelajar se-Kabupaten Jembrana ini diselenggarakan SMAN 1 Negara (SMANSA) dan resmi dibuka Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat).
Turnamen yang berlangsung mulai 4 hingga 14 Maret 2026 ini diikuti tim basket tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Jembrana. Ajang tahunan ini menjadi salah satu wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet muda potensial di cabang olahraga bola basket.

Kepala SMAN 1 Negara, I Wayan Putra Adnyana, mengatakan turnamen SMANSA Cup secara konsisten digelar setiap tahun sebagai upaya menjaring atlet-atlet basket muda di Jembrana. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan minat dan kecintaan pelajar terhadap olahraga.
“Turnamen ini juga untuk mempererat rasa persaudaraan, persahabatan, dan kekeluargaan di kalangan pelajar. Semoga melalui upaya-upaya serius yang telah, sedang dan kita lakukan, serta dukungan sepenuhnya dari seluruh masyarakat pecinta olahraga bola basket yang ada di wilayah Kabupaten Jembrana ini,“ ucapnya

Sementara itu, Wabup Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna yang akrab disapa Ipat, menyambut baik penyelenggaraan SMANSA Cup XV/2026. Menurutnya, turnamen ini menjadi momentum penting dalam memikat dan menstimulus generasi muda Jembrana agar membudayakan olahraga, khususnya bola basket.

Ia menegaskan, kegiatan positif seperti ini sangat penting bagi kalangan remaja untuk membatasi ruang gerak terhadap hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Terlebih, olahraga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. 
“Tidak hanya sekadar hiburan, tetapi ada makna yang bisa kita ambil seperti belajar berkompetisi, berkomunikasi, bersosialisasi, berbudaya, dan membangun karakter,” tegasnya. (*)

Pemkot Denpasar Gelar Pra Musrenbang Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting 2026

Denpasar, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar melalui Bappeda Kota Denpasar menggelar Pra Musrenbang Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Kota Denpasar Tahun 2026, bertempat di Ruang Mahottama Lantai III Graha Sewaka Dharma, Rabu (4/3). 


Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama Pra Musren Penurunan Prevalensi Stunting.


Dalam kesempatan tersebut, Arya Wibawa menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah. Stunting berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, kemampuan kognitif, produktivitas hingga daya saing bangsa.

Dalam konteks pembangunan Kota Denpasar sebagaimana tertuang dalam visi “Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju dengan Berlandaskan Nilai-Nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, penurunan stunting merupakan bagian integral dari upaya meningkatkan kemakmuran masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan secara berkeadilan.

Dalam beberapa tahun terakhir, angka prevalensi stunting Kota Denpasar menunjukkan perkembangan yang fluktuatif. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2024, prevalensi stunting berada pada angka 10,8 persen. Sementara itu, berdasarkan Survei Status Gizi Tahun 2024, angka tersebut menurun menjadi 10,4 persen.


“Capaian ini tentu belum sesuai dengan ekspektasi kita bersama. Kita masih menghadapi tantangan pada beberapa indikator layanan, khususnya intervensi yang menyasar remaja putri, pasangan calon pengantin, pencegahan anemia, pendampingan keluarga berisiko stunting serta layanan spesifik bagi baduta dan balita,” ujarnya.


Ia menambahkan, hal tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama agar intervensi yang dilakukan semakin tepat sasaran dan efektif. Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Denpasar telah diperkuat melalui Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 69 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang terintegrasi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah serta selaras dengan tema pembangunan Kota Denpasar Tahun 2027, yakni “Peningkatan Kualitas Daya Saing SDM serta Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Budaya melalui Transformasi Digital Menuju Denpasar Maju”.


Adapun strategi yang akan diperkuat ke depan meliputi, pertama, penguatan intervensi promotif dan preventif khususnya pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Kedua, peningkatan kualitas dan keterjangkauan layanan kesehatan dasar di puskesmas dan jaringannya, termasuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader pendamping keluarga.
Ketiga, penguatan konvergensi lintas sektor melalui aksi konvergensi yang mencakup analisis situasi berbasis data, penguatan perencanaan, pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi secara berkala.

 Keempat, penguatan perencanaan dan penganggaran melalui penandaan program dan kegiatan stunting. Kelima, peningkatan kemitraan dengan dunia usaha, akademisi, desa adat serta partisipasi masyarakat.


“Saya juga menekankan pentingnya peran kecamatan, desa dan kelurahan sebagai garda terdepan dalam memastikan layanan benar-benar menjangkau sasaran. Konvergensi harus nyata di lapangan, bukan hanya dalam dokumen perencanaan,” tegasnya.

Melalui Pra Musrenbang ini, Arya Wibawa berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menyepakati langkah-langkah strategis yang akan diintegrasikan dalam RKPD dan Renja Perangkat Daerah Tahun 2027 dengan pendekatan yang sehat, cerdas dan berdaya saing.


Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kota Denpasar, Ni Luh Putu Sari Dewi, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Pra Musrenbang ini berlandaskan sejumlah regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan, Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, serta Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 8 Tahun 2025 tentang APBD Tahun Anggaran 2026.

Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini meliputi evaluasi kinerja perangkat daerah dalam percepatan penurunan stunting, perumusan usulan program dan kegiatan intervensi, pemilahan dan penandaan program dalam kategori fisik prasarana, sosial, budaya dan ekonomi, serta deklarasi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan.


Kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari secara luring ini diikuti sebanyak 100 peserta yang terdiri dari unsur perangkat daerah, instansi vertikal, Tim Penggerak PKK, WHDI, UPTD Puskesmas se-Kota Denpasar, BPS, Kantor Kementerian Agama, camat, perbekel/lurah, Majelis Madya Desa Adat, tenaga ahli, perguruan tinggi, Ikatan Bidan Indonesia, serta DPD KNPI Kota Denpasar.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan paparan dari Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali mengenai keberlanjutan regulasi percepatan penurunan stunting, Kepala Bappeda Provinsi Bali terkait sinkronisasi program percepatan penurunan stunting tingkat provinsi, serta Kepala Bappeda Kota Denpasar mengenai rencana penanganan stunting Kota Denpasar Tahun 2027.


Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pemberian masukan dari seluruh peserta sebagai bahan penyempurnaan program. Melalui Pra Musrenbang ini diharapkan konvergensi percepatan penurunan stunting benar-benar terimplementasi di lapangan, sehingga mampu mewujudkan generasi Denpasar yang sehat, cerdas dan berdaya saing. (Ayu)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved