-->

Sabtu, 28 Februari 2026

Pemerintah Kabupaten Klungkung tambah 3 (tiga) Unit kerja/Satker peraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian PAN-RB.

Klungkung , Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung di tahun 2025 menambah unit kerja peraih predikat Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian PAN-RB ketiga unit kerja/satker tersebut adalah UPTD. Puskesmas Klungkung I, UPTD. Puskesmas Klungkung II dan UPTD. Nusa Penida I, penghargaan ini menyusul 5 unit kerja/OPD yang sudah terlebih dahulu meraih predikat WBK yaitu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Penanaman Modal, Perizinan & PTSP, RSUD Kab. Klungkung, UPTD. Puskesmas Banjarangkan I dan UPTD. Puskesmas Dawan I. Jadi total keseluruhan OPD/Unit kerja peraih predikat WBK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung sampai saat ini ada 8 (delapan) unit/satker.
Predikat WBK ini adalah penghargaan dari Kementerian PAN-RB kepada Unit kerja/OPD yang berhasil membangun Zona Integritas (ZI) menuju birokrasi yang bersih dan melayani, predikat ini juga menandakan bahwa unit kerja tersebut telah memenuhi indikator dalam reformasi birokrasi, khususnya dalam upaya pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. 
Bupati Klungkung, I Made Satria, didampingi Inspektur Daerah, I Made Sumiarta, sangat mengapresiasi keberhasilan yang sudah diraih, seraya menambahkan agar prestasi ini bisa dipertahankan dan terus ditingkatkan untuk kedepannya, penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, namun merupakan pelecut semangat kita untuk semakin meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat dengan tetap selalu menjaga integritas.

Bupati I Made Satria Tutup Spensapura Art Festival VI 2026, Dorong Generasi Muda Terus Berkarya dan Lestarikan Budaya

KLUNGKUNG , Bali Kini -Bupati Klungkung I Made Satria secara resmi menutup kegiatan Spensapura Art Festival (SAF) VI Tahun 2026 yang digelar di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Jumat (27/2). Penutupan festival ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba dari berbagai cabang seni yang dipertandingkan.

Dalam sambutannya, Bupati Satria menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar SMP Negeri 1 Semarapura atas konsistensinya menyelenggarakan festival seni hingga tahun keenam.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar SMP Negeri 1 Semarapura. Konsistensi dalam menyelenggarakan festival seni hingga tahun keenam ini membuktikan bahwa semangat pelestarian budaya telah mengakar kuat di sekolah ini. Jadikanlah panggung Balai Budaya ini sebagai tempat kalian mengekspresikan diri secara positif. Jangan takut berkarya, karena seni adalah bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan,” ujar Bupati Satria.

Spensapura Art Festival VI Tahun 2026 mengusung tema “Ngrembaka Citta Lango” yang bermakna tumbuh dan berkembangnya hati serta kesadaran yang indah. Tema ini merefleksikan semangat generasi muda untuk terus bertumbuh dalam kreativitas, kepekaan rasa, serta kecintaan terhadap seni dan budaya.

Festival ini menjadi wadah ekspresi dan pengembangan bakat siswa di berbagai bidang, seperti seni tari, tabuh, musik, teater, sastra, hingga seni rupa. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya mampu menunjukkan potensi terbaiknya, tetapi juga memperkuat karakter, rasa percaya diri, serta komitmen dalam melestarikan warisan budaya daerah.

Dengan terselenggaranya Spensapura Art Festival secara berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap lahir generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan bangga terhadap seni budaya Bali sebagai identitas dan jati diri daerah.

Wakil Bupati Klungkung Pimpin Aksi Bersih-Bersih Pasca Kebakaran di Banjar Budaga

Klungkung , Bali Kini - Sebagai wujud kepedulian dan respon cepat terhadap musibah yang menimpa warga, Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya, turun langsung memimpin aksi gotong royong pembersihan puing-puing sisa kebakaran di kediaman I Wayan Suteja Buana, Banjar Budaga, Kelurahan Semarapura Kauh, pada Jumat (27/2/2026).

Rumah milik Wayan Suteja tersebut ludes terbakar pada Kamis (26/2) kemarin. Tak ingin membiarkan warga berjuang sendirian di tengah musibah, Wakil Bupati menggerakkan sinergi lintas sektor untuk mempercepat proses pemulihan di lokasi kejadian.

Aksi kemanusiaan ini melibatkan puluhan personel dari berbagai instansi, di antaranya, BPBD Klungkung, TNI/Polri, Dinas Sosial, Tagana, dan PMI Klungkung. Hadir juga Ketua TPPKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria bersama jajaran TP PKK Kabupaten Klungkung. 

Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga Wayan Suteja. Beliau menegaskan bahwa kehadiran pemerintah adalah untuk meringankan beban masyarakat secara moril maupun materiil.

"Kami hadir untuk memastikan warga tidak merasa sendiri dalam menghadapi cobaan ini. Namun, kami juga mengimbau seluruh masyarakat Klungkung untuk tetap waspada. Mari kita tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan masing-masing demi kebaikan kita bersama," ujar Wabup Tjokorda Gde Surya.

Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui instansi terkait juga tengah melakukan pendataan lebih lanjut dan memberikan bantuan sosial dan logistik yang diperlukan oleh korban untuk masa pemulihan pasca bencana.


Aksi Penanaman 1.000 Bibit Pohon Kelapa Daksina Di Embung Tulad Unda,

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung I Made Satria mendampingi Gubernur Bali I Wayan Koster memimpin aksi penanaman 1.000 bibit pohon kelapa daksina di Embung Tulad Unda, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Jumat (27/2).

Kegiatan yang diprakarsai oleh DPD Perbarindo Bali ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari BPR-BPRS Nasional Tahun 2026.

Ketua BPR Bali, I Ketut Komplit, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian BPR-BPRS terhadap pelestarian budaya dan lingkungan, sejalan dengan program yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Bali. Ia berharap, melalui kelestarian budaya dan lingkungan yang terjaga, sektor pariwisata Bali dapat terus tumbuh dan berkembang, sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala OJK Provinsi Bali, Kepala Dinas LHP Kabupaten Klungkung, serta Kepala Dinas PUPRPKPK Kabupaten Klungkung.

Permudah Pembayaran Pajak, Wakil Bupati Bangli Resmikan Layanan Samsat Drive Thru

​Bangli , Bali Kini – Pemerintah Kabupaten Bangli secara resmi meluncurkan layanan Samsat Drive Thru guna meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi pemilik kendaraan. Peresmian ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, bertempat di area Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Bangli Jumat, 27/2/2026.

​Hadir dalam acara tersebut Jajaran Forkopimda Kabupaten Bangli, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali, Dirlantas Polda Bali, serta para pimpinan perangkat daerah (PD) dan direksi BUMD di lingkungan Pemda Bangli.
​Dalam sambutannya, Kepala Bapenda Provinsi Bali, I Dewa Tagel Wirasa, menekankan bahwa kehadiran Samsat Drive Thru merupakan langkah strategis untuk menjawab tuntutan masyarakat akan pelayanan yang efektif dan efisien.
​"Transformasi pelayanan menjadi sebuah keniscayaan. Inovasi ini hadir untuk memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan bagi masyarakat Bangli dalam memenuhi kewajiban perpajakannya tanpa harus turun dari kendaraan," ujar Dewa Tagel. ​Ia juga menambahkan bahwa optimalisasi pendapatan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) akan berdampak langsung pada kapasitas fiskal daerah untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publik di Bali. 

Sejalan dengan semangat tata kelola pemerintahan yang bersih, UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Bali di Kabupaten Bangli menegaskan komitmen integritasnya, Seluruh proses pelayanan di Samsat Drive Thru dipastikan transparan dan tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun (gratifikasi), baik kepada perorangan maupun lembaga.
​Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, dalam sambutannya mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali, Kepolisian, dan Pemkab Bangli. Beliau menegaskan bahwa layanan ini adalah bagian dari reformasi birokrasi yang adaptif terhadap mobilitas masyarakat yang tinggi.
​"Acara ini bukan sekedar seremonial, melainkan tonggak penting untuk memangkas waktu pelayanan dan mengurangi antrean. Pajak yang dihimpun akan kembali ke masyarakat dalam bentuk infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan," ungkap Wayan Diar.

​Wabup juga mengajak seluruh masyarakat Bangli untuk memanfaatkan fasilitas ini secara optimal sebagai bentuk gotong royong dalam membangun daerah melalui ketaatan membayar pajak tepat waktu.

Bupati Kembang Jamin Lomba Ogoh-ogoh Jembrana Bebas ‘Titipan’, 218 STT Terima Subsidi

JEMBRANA , BALI KINI – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan transparansi dalam pelaksanaan lomba ogoh-ogoh tahun 2026. 

Ia menginstruksikan seluruh jajaran dinas dan tim penilai untuk bekerja secara profesional tanpa adanya intervensi atau praktik "titipan" pemenang.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Kembang saat menyerahkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Adat, subsidi pembuatan ogoh-ogoh, serta insentif Kelian Subak di Wantilan Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Jumat (27/2/2026).



Dalam arahannya, Bupati yang didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna mengingatkan bahwa ketidakjujuran dalam penilaian hanya akan mematikan kreativitas Sekaa Teruna Teruni (STT).

“Jangan sampai ada titipan. Jangan bikin saya malu karena saya tidak pernah menitip. Tim penilai harus kredibel, ahli di bidangnya, dan netral,” tegas Bupati Kembang.

Ia menambahkan bahwa sekali kepercayaan anak muda cedera akibat dugaan permainan nilai, mereka akan enggan untuk kembali berkarya di masa depan. Oleh karena itu, kriteria penilaian harus dibuka secara transparan kepada seluruh peserta.


Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana, A.A. Komang Sapta Negara, memaparkan bahwa tahun ini sebanyak 218 STT di seluruh Kabupaten Jembrana menerima subsidi pembuatan ogoh-ogoh sebesar Rp 2,5 juta per STT, dengan total anggaran mencapai Rp 600 juta.

Berikut adalah rincian persebaran STT penerima subsidi:
 * Kecamatan Mendoyo: 72 STT
 * Kecamatan Negara: 44 STT
 * Kecamatan Jembrana: 37 STT
 * Kecamatan Melaya: 36 STT
 * Kecamatan Pekutatan: 29 STT

Proses seleksi telah dimulai dengan penilaian tingkat kecamatan pada 25-26 Februari. Selanjutnya, 15 besar terbaik tingkat kabupaten akan dipilih pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026.

Para finalis 15 besar ini masing-masing akan mendapatkan dana pementasan sebesar Rp 10 juta dan berhak tampil dalam parade di Masikian Festival Yowana pada 12 Maret 2026 di Gedung Kesenian Ir. Soekarno. Untuk juara pertama, Pemkab Jembrana telah menyiapkan hadiah uang tunai sebesar Rp 20 juta.


Selain urusan seni, Pemkab Jembrana juga mengucurkan anggaran fantastis untuk penguatan adat dan pertanian melalui BKK Desa Adat senilai Rp 13,3 miliar.

Dana tersebut mencakup insentif bulanan bagi Bendesa (Rp 1,7 juta), Kelian Adat (Rp 1,2 juta), hingga penghargaan bagi Sulinggih (Rp 1 juta). Tak ketinggalan, 231 Kelian Subak juga menerima insentif sebesar Rp 1 juta per bulan sebagai bentuk apresiasi atas penjagaan lahan pertanian tradisional.

Di akhir acara, Bupati Kembang juga berpesan kepada para Bendesa Adat agar dalam setiap pembangunan fisik di desa, seperti pura, selalu melibatkan arsitek lokal Bali. 

"Arsitek Bali paham konsep Asta Kosala Kosali. Libatkan mereka agar bangunan kita tidak hanya kokoh, tapi memiliki nilai estetika dan filosofi yang benar," pungkasnya. ( * )

Nyepi dan Idul Fitri 2026 Beririsan, Bupati Kembang Ajak Masyarakat Jembrana Perkuat Tenun Harmoni

Jembrana , Bali Kini - Momentum langka terjadi pada tahun 2026, di mana perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 H berlangsung dalam waktu yang hampir bersamaan. Menanggapi hal tersebut, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menekankan pentingnya menjaga toleransi dan menjadikan perbedaan keyakinan sebagai perekat persatuan bangsa.

Hal ini ditegaskan Bupati Kembang saat memberikan sambutan dalam acara Safari Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali di MAN 1 Negara, Kamis malam (26/2). 

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh lintas agama, serta pimpinan organisasi masyarakat Islam di Kabupaten Jembrana.

“Momentum Nyepi dan Idul Fitri yang beririsan ini adalah cerminan indahnya keberagaman kita. Ini bukan soal siapa yang merayakan lebih dulu, tapi bagaimana kita saling menghormati dan menjaga kenyamanan bersama,” ujar Bupati Kembang Hartawan di hadapan para undangan.

Bupati yang dikenal dekat dengan masyarakat ini menilai bahwa Jembrana selama ini telah menjadi role model atau contoh nyata kerukunan antarumat beragama di Bali. Ia meminta semangat tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti menjaga ketertiban umum dan saling mendukung kelancaran ibadah masing-masing umat.

Senada dengan Bupati, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, menyampaikan bahwa kerukunan adalah fondasi utama pembangunan. “Kita patut bersyukur, masyarakat Jembrana sudah terbiasa hidup rukun dalam keberagaman. Ini modal sosial yang harus terus kita rawat demi suasana daerah yang kondusif,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Jembrana memastikan akan terus berkoordinasi dengan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), Kepolisian, dan TNI untuk mengawal rangkaian perayaan kedua hari besar ini agar berjalan aman, khidmat, dan lancar.

Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, dan perwakilan Kodim 1617/Jembrana juga tampak hadir memberikan dukungan penuh terhadap terciptanya situasi kamtibmas yang stabil selama masa perayaan.

Kegiatan Safari Ramadhan ini ditutup dengan aksi sosial berupa penyerahan bantuan sembako kepada warga kurang mampu dan diakhiri dengan buka puasa bersama, yang semakin mempererat tali silaturahmi antar-elemen masyarakat di Jembrana. ( * )

Wawali Arya Wibawa Hadiri Buka Puasa Bersama di Masjid Al-Amanah.

Ket foto : Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama Sekda Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya saat menghadiri Buka Puasa Bersama di Masjid Al-Amanah, Gedung Keuangan Negara, Desa Sumerta Kelod, Jumat (27/2) petang. 



Denpasar, Bali Kini - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Buka Puasa Bersama di Masjid Al-Amanah, Gedung Keuangan Negara, Desa Sunerta Kelod, Jumat (27/2) petang. Kegiatan rutin saat bulan Ramadhan ini dilaksanakan untuk memperkuat silaturahmi, rasa toleransi serta menjaga kerukunan antar umat beragama dengan turut serta dalam tradisi dan kebudayaan berbagai agama yang ada di Kota Denpasar.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan Kemenkeu Bali, Sudarsono, Kajari Denpasar, Trimo, Perwakilan Forkopimda Kota Denpasar, Sekda Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, FKUB Kota Denpasar, Ketua MUI Kota Denpasar, H. Khoeron, Ketua DMI Kota Denpasar, H. Mardi Soemitro, Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati serta warga muslim Masjid Al-Amanah, Gedung Keuangan Negara.  

Sejak menjelang waktu buka puasa, ratusan umat muslim silih berganti memasuki Masjid Raya Baiturrahmah. Sembari menunggu waktu berbuka tiba, tampak anak-anak asik bermain, para tetua bercerita serta tak jarang ada yang memilih saling bersalaman yang menambah khidmat suasana bulan Ramadhan.

Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa saat menyampaikan sekapur sirihnya mengatakan bahwa momentum buka puasa bersama ini merupakan wujud harmonisnya hubungan antar umat beragama di Kota Denpasar. Hal ini lantaran hubungan baik dengan asas menyama braya antar semua elemen bangsa harus tercipta dalam rangka menunjang kelancaran pembangunan nasional khususnya di Kota Denpasar.

Lebih lanjut Arya Wibawa mengajak seluruh umat beragama yang ada di Denpasar agar menjaga persatuan dan kesatuan serta saling toleransi antar umat beragama. Sehingga kerukunan antar dan internal umat beragama di Kota Denpasar dapat terus tercipta. Hal ini juga sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna kita semua bersaudara. 

"Semoga kita semua diberkati dan bertambah iman di bulan suci ini, dengan ketakwaan dan iman yang kuat sehingga kerukunan antar dan internal umat beragama dapat tercipta serta dapat ikut serta dalam berbagai program pembangunan khususnya di Kota Denpasar," ujar Arya Wibawa.

Sementara, Kepala Perwakilan Kemenkeu Bali, Sudarsono dalam kesempatan tersebut menekankan kehadiran Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa beserta jajarannya dalam buka puasa bersama ini sebagai momentum untuk lebih merekatkan hubungan silaturahmi antara umat beragama dengan jajaran pemerintah. Pihaknya mengatakan bahwa hubungan harmonis umat Muslim dan masyarakat lokal Bali yang mayoritas beragama Hindu hingga saat ini masih tetap terjaga.

"Terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kota Denpasar, yang sudah berkenan hadir dalam acara berbuka puasa bersama ini, sehingga rasa menyama braya dan spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang berkembang di Bali dapat kita ciptakan dalam berbagai kegiatan sebagai cerminan budaya lokal," ungkapnya. (Ags).

Inaugurasi "Surya Candra Jagaditha" Warnai Puncak HUT ke-238 Kota Denpasar

Ket Foto:

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Sekretaris Daerah Kota, I Gusti Ngurah Eddy Mulya dan seluruh jajaran tamu undangan lainnya berfoto bersama para seniman usai inaugurasi Surya Candra Jagaditha, di Gedung DNA, Jumat (27/2)


Refleksi Harapan Untuk Keseimbangan dan Kesejahteraan Bersama di Kota Denpasar 


Denpasar, Bali Kini - Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar berlangsung di kawasan Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Jumat (27/2) siang. 

Garapan inaugurasi kesenian kolosal bertajuk Surya Candra Jagaditha yang dirangkaikan juga dengan pembukaan DTIK Festival saat itu turut memeriahkan peringatan peringatan HUT Ibu Kota Provinsi Bali ini. Penampilan inaugurasi tersebut tampil gemerlap dan memukau para penonton. 

Dari tempat duduk penonton, turut menyaksikan penampilan inaugurasi tersebut, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, dan Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya.

Selain itu, tampak pula Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya dan tamu undangan lainnya.
 

Surya Candra Jagaditha menjadi sebuah refleksi mendalam atas tanggung jawab manusia sebagai penjaga jagat, yang dituntut untuk menata kehidupan berdasarkan keseimbangan kosmik demi keberlangsungan semesta.

Dalam kaitannya dengan perayaan HUT ke-238 Kota Denpasar kali ini, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan, garapan Surya Candra Jagaditha pada inaugurasi ini sejalan dengan tema HUT yang digelorakan yakni Samasta Bhuwana Jagaditha, atau jika diartikan memiliki makna Harmoni Denpasar Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Bersama. 


Secara umum, filosofi ini sendiri menekankan pada komitmen Kota Denpasar dalam menciptakan kesejahteraan dan keharmonisan yang tidak hanya dirasakan oleh masyarakat lokal, tetapi juga berdampak secara global.

Untuk itu, Wawali Arya Wibawa mengatakan, pada perayaan tahun ini, Pemerintah Kota Denpasar sangat berfokus pada peningkatan beberapa sektor yang utamanya dapat meningkatkan kesejahteraan bersama masyarakat Kota Denpasar. 


"Pada HUT ke-238 kali ini, harapannya Kota Denpasar akan berbenah semakin baik lagi. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Walikota usai apel tadi, prioritas utama di Kota Denpasar saat ini adalah penanganan sampah, tata kelola pemerintahan, keamanan dan ketertiban, infrastruktur dan lainnya. Hal ini bisa terwujud dengan kolaborasi yang baik antara seluruh komponen," kata Arya Wibawa. 

Saat disinggung soal pelaksanaan DTIK Festival tahun ini, Arya Wibawa mengungkapkan Pemerintah Kota Denpasar membuka ruang seluas-luasnya untuk berbagai hasil karya inovatif dalam bidang teknologi informasi dan digitalisasi. 

"Tadi saya dan Bapak Wali meninjau pelaksanaan DTIK Festival, dan Bapak Wali sangat mengapresiasi sekali hasil karya anak muda Kita Denpasar. Semoga ini bisa diaplikasikan juga untuk menunjang pembangunan Kota Denpasar," kata Arya Wibawa. 


Selain inaugurasi dan DTIK Festival, beberapa kegiatan lainnya juga turut dilaksanakan di kawasan yang sama. Antara lain, pelaksanaan Job Fair yang menyediakan 2.602 lowongan pekerjaan, parade Lomba Ngelawar, dan kegiatan lainnya. (Win)

Wali Kota Jaya Negara Hadiri Karya Agung di Pura Dalem Laplap.

Denpasar, Bali Kini- Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri pelaksanaan Karya Agung Ngenteg Linggih, Mamunggah, Mupuk Pedagingan Padudusan Agung Menawa Ratna, Tawur Walik Sumpah Agung di Pura Dalem Laplap, Desa Penatih Dangin Puri, Jumat (27/2). Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara turut menandatangani prasasti sekaligus menyerahkan dana Punia dan bantuan hibah sebesar Rp. 1 Miliar. 

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya SH,  Anggota DPRD Kota Denpasar Ir. I Ketut Budha ,M.T, Camat Denpasar Timur Ketut Sri Karyawati dan tokoh masyarakat setempat.

Rangkaian acara berlangsung khidmat dan semarak dengan iringan Gong Kebyar, Gong Baleganjur, serta pementasan tari Baris Gede, tari Rejang Dewa, Topeng Wali, dan Wayang Lemah yang menambah suasana sakral upacara.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara memberikan apresiasi atas antusiasme dan kekompakan krama Desa Adat Laplap dalam melaksanakan karya agung ini. Menurutnya, karya tersebut merupakan wujud sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa sebagai Tuhan Yang Maha Esa dalam ajaran Hindu.

“Karya ini tidak hanya sebagai bentuk persembahan suci, tetapi juga sebagai upaya memohon anugerah dan tuntunan agar diberikan keselamatan, kesejahteraan, serta kerahayuan jagat, khususnya bagi Desa Adat Laplap,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pelaksanaan karya ini juga sejalan dengan konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga keseimbangan dan harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.

Sementara itu, Bendesa Adat Laplap I Wayan Agus Purnawirawan menyampaikan terima kasih atas bantuan hibah dari Pemerintah Kota Denpasar, khususnya kepada Wali Kota Denpasar.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Bantuan ini tentu sangat bermanfaat untuk mendukung jalannya upacara, terlebih karya ini dilaksanakan setiap 25 tahun sekali,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan petunjuk para nak lingsir dan rajamana karya agung ini dapat dilaksanakan setiap 25 hingga 30 tahun sekali, dan di Desa Adat Laplap secara rutin digelar setiap 25 tahun.

Adapun pengempon Pura Dalem Laplap terdiri dari empat banjar, yakni Banjar Laplap Arya, Laplap Tengah, Laplap Kauh, dan Sengguan. Selain bantuan dana dari Pemerintah Kota Denpasar, pembiayaan karya juga bersumber dari swadaya masyarakat serta dukungan berbagai elemen dan tokoh sebagai wujud bhakti umat.

Karya telah dimulai sejak 24 Desember 2025 dengan rangkaian matur piuning, maguru piduhka, dan mejaya-jaya panitia karya. Puncak karya akan dilaksanakan pada Buda Kliwon Ugu, 4 Maret 2026, dilanjutkan nyineb pada Saniscara Pon Ugu, 7 Maret 2026, serta prosesi nyegara gunung pada Redite Wage Wayang, 8 Maret 2026.

Untuk pelaksanaan Tawur Walik Sumpah Agung hari ini dipuput oleh Ida Pedanda Made Taman Swija Putra (Sira MPU Dharma Siddhi, Ida Bhagawan Wajrasattwa Dwijananda) di jeroan Pura Dalem. Sementara di jaba tengah Kahyangan dipuput oleh Ida Ari Bhujangga Wisnawan Gandha Kusuma dan Ida Pandita Mpu Jaya Ananda Yoga.

Dengan dilaksanakannya karya agung ini, masyarakat berharap jagat Laplap khususnya, serta Denpasar dan Bali pada umumnya, senantiasa diberikan kerahayuan, kesuburan, dan kemakmuran, serta semakin mempererat persatuan dalam semangat segilik, saguluk, sagulung sabayantaka. (Ayu).
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved