-->

Selasa, 10 Maret 2026

Sinergi Provinsi dan Kabupaten: Aksi "Membina dan Berbagi" di Pekutatan Fokus Tingkatkan Kapasitas Kader Posyandu dan Kesejahteraan Masyarakat

JEMBRANA ,BALI KINI  – Dalam upaya memperkuat garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali berkolaborasi dengan TP Posyandu Kabupaten Jembrana menggelar aksi sosial bertajuk “Membina dan Berbagi”. Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Pekutatan pada Senin (9/3) ini bertujuan utama untuk melakukan transformasi kelembagaan sekaligus memberikan dukungan nyata bagi para kader Posyandu di tingkat desa.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Jembrana, Ny. drg. Ani Setiawarini Kembang Hartawan, menyambut langsung kunjungan Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, di dua lokasi berbeda, yakni Wantilan Pura Puseh Lan Desa (Desa Pulukan) dan Wantilan Pura Dalem Desa Adat Medewi (Desa Medewi).


Kegiatan ini dirancang sebagai momentum strategis untuk membekali para kader dengan pemahaman mendalam mengenai standar pelayanan terbaru. Adapun tujuan utama dari aksi "Membina dan Berbagi" ini meliputi:Peningkatan Kapasitas Kader: dengan  tambahan wawasan dan motivasi kepada kader Posyandu agar mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, khususnya bagi ibu dan anak di tingkat desa dan banjar.

 kedua , Memaparkan materi terkait perubahan paradigma Posyandu yang kini mengacu pada enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

 
Ketiga , Mendorong penguatan struktur Posyandu mulai dari tingkat provinsi hingga unit terkecil di banjar agar berjalan lebih sistematis dan terintegrasi.

Terakhir , untuk Mengedukasi masyarakat melalui kader mengenai program lingkungan hidup, seperti Bali Bersih Sampah, pengelolaan sampah berbasis sumber, dan pengurangan plastik sekali pakai.

Dalam arahannya, Ny. Putri Suastini Koster menekankan pentingnya peran aktif kader PKK dan Posyandu. "Penataan kelembagaan sangat penting agar manfaat Posyandu dapat dirasakan langsung oleh masyarakat secara merata," tegasnya.

Dukungan Nyata dan Sinergi Lintas Sektor
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para kader, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako (beras 30 kg, telur, dan susu). Langkah ini diharapkan dapat menambah semangat para kader dalam menjalankan tugas sosialnya.

Acara ini menunjukkan sinergi kuat antarinstansi, dengan kehadiran perwakilan dari Dinas PMD serta Dinas Dukcapil Provinsi Bali, serta jajaran pimpinan perangkat daerah Kabupaten Jembrana, termasuk Dinas PPPA-PPKB, Dinas Sosial dan Kesehatan, serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga.

Di Desa Pulukan, kegiatan diikuti oleh 60 peserta dari enam banjar, sementara di Desa Medewi melibatkan 72 peserta dari tujuh banjar. Melalui penguatan sinergi ini, TP Posyandu Kabupaten Jembrana optimis kualitas kesehatan dan kesejahteraan keluarga di Jembrana akan terus meningkat secara berkelanjutan. ( * )

Kader Posyandu Kota Denpasar Ikuti Bimtek Bina Posyandu Tahun 2026 Provinsi Bali

Ket Foto: Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster dan Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat berinteraksi dengan para kader Posyandu peserta Bimtek Bina Posyandu Tahun 2026, di UPTD Bapelkesmas,Selasa (10/3).

Kuatkan Pemahaman dan Pengetahuan Terkait Posyandu 6 SPM

Denpasar, Bali Kini - Para kader Posyandu dari seluruh kecamatan di Kota Denpasar, mengikuti pembekalan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu tahun 2026 yang digelar Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, di Gedung UPTD Bapelkesmas, Kesiman Kertalangu, Selasa (10/3). 

Adapun tujuan dari pembekalan ini, adalah untuk menguatkan kapasitas dan juga pengetahuan para kader Posyandu terkait dengan pelaksanaan Posyandu 6 SPM yang kini sedang gencar dilakukan. 

Pada kesempatan itu, hadir langsung Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster dan Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster dalam arahannya mengatakan, kegiatan Bina Posyandu ini sengaja diinisiasi untuk semakin menguatkan para kader yang merupakan garda terdepan dalam program Posyandu 6 SPM ini. 

"Sebagai Tim Pembina, kami bertugas untuk melakukan pembinaan. Terutama para kader, agar bisa mengaplikasikan apa yang sudah didapatkan di sini, kepada masyarakat pada saat pelaksanaan Posyandu 6 SPM nanti di wilayah masing-masing," katanya. 

Putri Koster juga berharap seluruh Posyandu harus melakukan pembinaan sejalan dan melaporkannya secara berkelanjutan dan berkala kepada TP Posyandu Provinsi Bali, untuk kemudian diteruskan kepada Pemerintah Pusat. 

Pada kesempatan yang sama, Putri Koster juga menekankan dan mengajak seluruh kader Posyandu untuk ikut bersama-sama mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal ini lantaran, kebersihan lingkungan juga menjadi salah satu poin yang ada di dalam Posyandu 6 SPM. 

"Ngiring para kader mari kita sama-sama bergerak untuk kebersihan lingkungan ini. Salah satu upayanya adalah setiap bulannya, kita sudah melakukan gerakan Kulkul TP PKK dan Posyandu. Ini adalah sinergitas yang harus kita lakukan berkelanjutan," ujar Putri Koster.

Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, mengungkapkan, pelatihan Bina Posyandu 6 SPM ini sendiri diikuti oleh kurang lebih 111 orang kader dari masing-masing kecamatan di Kota Denpasar. Ratusan kader tersebut akan mengikuti pelatihan selama 3 hari 2 malam. 

"Hari ini kami kirim 111 orang kader Posyandu, dari 4 kecamatan. Harapannya para kader nanti bisa menjalankan dan mengaplikasikan pada program Posyandu 6 SPM," ujarnya. 

Sagung Antari juga mengemukakan, para kader Posyandu dari Kota Denpasar ini, hendaknya dapat memahami dengan baik seluruh materi terkait, antara lain akselerasi layanan Posyandu, pengelolaan Posyandu desa/lurah, serta layanan yang berkaitan dengan sosial, pendidikan, kesehatan dan lainnya.(Win)

Wawali Arya Wibawa Hadiri RUPS PT. Jamkrida Bali Mandara.

Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) Bali Tahun 2026 di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Selasa (10/3).

Denpasar, Bali Kini - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) Bali Tahun 2026 di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Selasa (10/3). RUPS ini dilaksanakan atas amanat AD/ART perseroan serta UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang RUPS tahunan yang wajib dilaksanakan paling lambat 6 bulan setelah tahun buku berakhir. 

Tampak hadir Gubernur Bali, Wayan Koster, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra serta undangan lainya. 


Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan tersebut, menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan perusahaan. Sehingga, PT. Jamkrida Bali Mandara dapat terus meningkatkan kinerjanya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"RUPS ini merupakan wadah untuk membahas kinerja perusahaan dan strategi kedepan," kata Arya Wibawa. 

Arya Wibawa juga berharap perusahaan dapat terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Terutama UMKM yang menjadi sektor penggerak ekonomi perkotaan. 

"Kami berharap PT. Jamkrida Bali Mandara dapat terus meningkatkan kinerjanya dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Direktur Utama PT. Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) Bali, AA Ngurah Adhi Ardhana, mengatakan bahwa perusahaan terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Pelaksanaan RUPS kali ini juga membahas tentang laporan pertanggungjawaban direksi, laporan pengawasan, hingga penyaluran TJSL. 

"Kami berkomitmen untuk meningkatkan kontribusi kepada PAD dan mendukung pembangunan daerah," ujarnya.

Adhi Ardhana menambahkan bahwa perusahaan siap mendukung program-program pemerintah daerah. Hal ini utamanya dalam mendukung kemajuan UMKM di Provinsi Bali. 

"Kami akan terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," tutupnya. (Ags).

Jelang Hari Besar Keagamaan, Pemkot dan TPID Kota Denpasar Gelar High Level Meeting.


Denpasar, Bali Kini
- Pemerintah Kota Denpasar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar melaksanakan High Level Meeting (HLM) di Ruang Rapat Praja Madya Kantor Walikota Denpasar pada Selasa (10/3) siang. Pelaksanaan High Level Meeting TPID ini dipimpin langsung Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya. Adapun kegiatan kali ini digelar menjelang menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di bulan Maret 2026, yakni Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri. 

Hadir pula Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Ronald D. Parluhutan, Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Denpasar, Made Juli Ariana, Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Kanwil Bali, Eko Yudi Miranto, pimpinan OPD Pemkot Denpasar serta unsur terkait lain yang tergabung dalam TPID Kota Denpasar. 

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa HLM TPID ini bertujuan mensinergikan program bersama dan dibarengi juga dengan kerja keras seluruh unsur terkait bagaimana upaya mengendalikan inflasi di Kota Denpasar terutama jelang HBKN di bulan Maret 2026.

“Kami juga menyambut baik arahan dari pihak BI, BPS dan Bulog sehingga dapat disinergikan sesegera mungkin dalam pelaksanaan program pengendalian Inflasi di Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut Sekda Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya juga menekankan dalam forum HLM ini agar peserta dapat menyampaikan apa yang selama ini jadi hambatan sehingga dapat diurai satu demi satu oleh mitra kerja Pemkot Denpasar sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam mengambil kebijakan lintas sektor. 

“Terutama yang menjadi perhatian yakni jenis komoditi penyebab inflasi di Kota Denpasar serta kelancaran pasokan dan kelancaran distribusi. Juga menyikapi tantangan dari pergerakan ekonomi global yang secara tidak langsung dapat berpengaruh terhadap rantai distribusi dan sebagainya,” ujar Eddy Mulya

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Ronald D. Parluhutan menyebut pelaksanaan HLM TPID Kota Denpasar ini adalah cerminan perhatian penuh Pemkot Denpasar terhadap pengendalian Inflasi. Pihaknya mengapresiasi semangat dan koordinasi TPID Kota Denpasar dan Pemkot Denapsar melalui OPD terkait dalam melaksanakan berbagai program pengendalian Inflasi terutama jelang HBKN di bulan Maret 2026 ini. 

"Kami melihat Kota Denpasar memiliki peran strategis dalam pengendalian inflasi di Provinsi Bali. Bagaimana pengendalian Inflasi juga berkaitan dengan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah. HLM TPID Kota Denpasar semoga dapat menjadi forum yang nantinya dapat memperkuat sinergi lintas instansi antara OPD, Perumda dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas harga,” ucapnya.

Sementara Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Denpasar, I Putu Agus Jayadi dalam pemaparannya menyampaikan High Level Meeting TPID dilaksanakan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) di bulan Maret ini. 

Dikatakannya, upaya Pemkot Denpasar dan TPID dalam pengendalian inflasi di Kota Denpasar diantaranya melalui pemantauan harga dan stok untuk memastikan ketersediaan kebutuhan, melaksanakan rapat teknis TPID, menjaga pasokan bahan pokok dan barang penting, pencanangan gerakan menanam, sidak pasar dan distributor untuk antisipasi terjadinya penahanan barang serta koordinasi dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan. 

Selain itu Agus Jayadi juga menjelaskan tentang berbagai rencana yang akan dilaksanakan sebagai upaya pengendalian inflasi jelang HBKN Tahun 2026. Diantaranya Operasi Pasar oleh Perumda Pasar di Pasar Badung dan Pasar Kereneng di bulan Maret ini sebanyak 10 kali dan 2 kali di Plaza Pasar Badung, Pasar Murah Disperindag sebanyak 4 kali, pemantauan SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok) setiap harinya di Pasar Badung, Pasar Nyanggelan dan Pasar Kereneng oleh Disperindag, Bazar Pangan oleh DPKP Denpasar sebanyak 1 kali, dan pemantauan pasar tradisional oleh DPKP jelang HBKN sebanyak 1 kali. 

“Untuk kelancaran distribusi dilaksanakan kerjasama Perumda Pasar Sewakadarma dengan Perumda Sanjayaning Singasana Kabupaten Tabanan, gerakan menanam oleh Dinas Pertanian, serta untuk jalannya komunikasi mengikuti Rakornas Kemendagri dan HLM TPID ini. Selain juga berbagai program kegiatan pengendalian Infasi Daerah lintas OPD lainnya,” jelasnya.(esa)

Eksekutor Penembakan di Villa Munggu Dihukum 16 dan 12 Tahun

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini  - Tiga terdakwa kasus penembakan di Villa Munggu, dibacakan putusan hukuman secara terpisah di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (09/03). Dua algojo, masing-masing terdakwa Mevlut Coskun dan Paea-i-middlemore Tupou dijatuhi hukuman selama 16 tahun penjara.
Sedangkan terdakwa Darcy Francesco Jenson yang disebut selaku pengantar rancana penembakan, hanya dihukum 12 tahun penjara.
Untuk diketahui tiga terdakwa merupakan WNA Australia dan yang menjadi sasaran korbannya juga berasal dari negeri Kangguru. Dalam berkas dakwaan, disebutkan bahwa peristiwa ini mengakibatkan korban tewas bernama Zivan Radmanovic dan korban luka-luka atas nama Sanar Ghanim. 
Penembakan itu terjadi di Vilia Casa Santisya 1, Jln. Pantai Munggu Seseh, Gang Maja, Br. Sedahan, Mengwi, Badung. Sebelumnya JPU menuntut terdakwa Darcy 17 tahun dan dua terdakwa eksekutor Mevlut serta Tupou, dengan 18 tahun penjara.
Tertulis bahwa persiapan penembakan dirancang oleh Darcy tanggal 09 Juni 2025 dengan menjemput terdakwa Mevlut  dan Paea di Surabaya. Ketiganya kemudian berangkat dari Jakarta-Surabaya menggunakan bus dan tiba di Bali pada tanggal 10 Juni 
2025.
Pada tanggal 14 Juni 2025, sekitar pukul 00.15 WITA,  Mevlut dan Paea tiba di Villa Casa Santisya 1. Kemudian  Paea langsung menjebol pintu gerbang Villa menggunakan palu yang yang dipersiapkannoleh Arcy.
Setelah berhasil masuk ke dalam Villa, kemudian Mevlut dan Paea langsung melakukan penembakan menggunakan senjata api kaliber 9 mm yang diarahkan ke kamar korban Zivan Radmanovic dan korban Sanar Ghanim. 
Mendengar suara tembakan, para korban yang terbangun langsung kabur ke kamar mandi. "Bahwa terdakwa Mevlut menembak beberapa kali terhadap Korban Sanar Ghanim sedangkan terdakwa Paea menembak beberapa kali terhadap korban Zivan," sebutnya yang tidak disebutkan  jumlah tembakan.
Atas perbuatannya, ketiganya dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana Pembunuhan Berencana, sebagaimana tertuang dalam Pasal 340 KUHP Jo. Pasal 56 Ayat (1) KUHP Subsidair Pasal 338 KUHP Jo. Pasal 56 Ayat (1) KUHP dan Pasal 340 KUHP Jo.Pasal 53 Ayat (1) KUHP Jo. Pasal 56 Ayat (1) KUHP Subsidair Pasal 338 KUHP Pasal 53 Ayat (1) KUHP Jo. Pasal 56 Ayat (1) KUHP dan Pasal 1 Ayat (1) UU No. 12 Tahun 1951 Tentang Undang-Undang Darurat Jo. Pasal 56 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Panglima Hukum" Togar Dituntut Hanya 2,5 Tahun Penjara

Denpasar , Bali Kini  – Pengacara Togar Situmorang yang terbisa duduk dikursi Penasehat Hukum. Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Hakim Isak Ulingnoha, di Ruang Candra PN Denpasar, nampak nyantai mendengarkan JPU membacakan Tuntutan Hukum terhadap dirinya. Ia pun terlihat lepas lega sambil mengudut rokok begitu ke luar dari ruang sidang, Selasa (10/03).
Bagimana tidak, Jaksa dari Kejati Bali itu mengajukan tuntutan hanya 2 tahun 6 bulan penjara, dalam kasus dugaan upaya penipuan. Terdakwa melakukan perbuatan tersebut terhadap kliennya untuk melobi sebuah kasus.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Isa Ulinnuha menggantikan Made Lovi Pusnawan dalam dakwaannya menyebut, pria 59 tahun itu, diduga menipu kliennya bernama Fanni Lauren Christie. 
Kasus ini bermula dari sengketa hukum antara Fanni dan warga negara Italia, Luca Simioni, terkait proyek properti Double View Mansions di kawasan Pererenan, Badung.
Dalam perkara tersebut, terdakwa menawarkan jasa hukum kepada Fanni dengan tarif Rp 550 juta. Pertemuan pertama antara keduanya terjadi pada 7 Agustus 2022 di kantor Togar di Jalan Gatot Subroto Timur, Denpasar. 
"Empat hari kemudian, pada 11 Agustus 2022, Fanni menyepakati tawaran itu dan menyerahkan uang muka Rp 300 juta secara tunai," tulis dalam dakwaan.
Namun, pembayaran tersebut tidak disertai kwitansi resmi. Selanjutnya, Fanni melakukan transfer lanjutan hingga total pembayaran mencapai Rp 550 juta ke rekening atas nama Ellen Mulyawati, yang disebut sebagai orang dekat terdakwa.
Setelah menerima pembayaran, Togar diduga mulai menjanjikan hal-hal yang tak masuk akal secara hukum. Ia disebut meyakinkan Fanni bahwa agar Luca Simioni bisa dijadikan tersangka di Bareskrim Polri, dibutuhkan dana tambahan sebesar Rp 1 miliar.
Dalam dakwaan disebutkan, peristiwa itu terjadi pada 26 Agustus 2022, ketika Fanni, Togar, Valerio Tocci, dan I Ketut Gede Swastika mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan Simioni. Seusai membuat laporan, mereka berkumpul di sebuah rumah makan di kawasan Melawai, Jakarta.
Di tempat itu, terdakwa mengatakan kepada kliennya, “Ini kan udah buat laporan, biar semua nanti diperiksa, tapi gini fan, ada yang perlu kamu siapkan untuk menjadikan Luca Simioni sebagai tersangka.”
Selanjutnya Christie menjawab, “apa yang harus disiapkan bang,” dan terdakwa berkata, “uang mu fan.” Saksi Christie bertanya lagi, “berapa bang,” dan terdakwa berkata, “sekitar satu miliar rupiah”
“Hah, sebanyak itu bang,” ujar Christie. Terdakwa menjawab, “kalau bisa kamu siapkan uang itu, pasti akan jadi tersangka si Luca Simioni itu.”
Masih dalam kesempatan yang sama, ketika ditanya mengenai jaminan, terdakwa berkata, “Garansinya pasti akan jadi tersangka dan ini orang harus dideportasi, nanti saya sampai di Bali, saya kabari kamu terkait dengan Imigrasi.”
Menurut jaksa, pernyataan itu sepenuhnya tidak benar. Proses penetapan tersangka tidak membutuhkan uang Rp 1 miliar, dan pihak penyidik Bareskrim tidak pernah meminta dana tersebut. 
“Terdakwa mengatakan hal tersebut hanya agar menyesatkan pemahaman saksi Fanni Lauren Christie sehingga tergerak hatinya mau menyerahkan uang kepada terdakwa,” terang jaksa.
Fanni pun akhirnya mentransfer dana secara bertahap hingga mencapai Rp 910 juta ke rekening yang sama. Dana tersebut, kata jaksa, digunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa.
Tak berhenti di situ, Togar juga mengaku memiliki hubungan keluarga dengan pejabat imigrasi, yakni Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali. Terdakwa menjanjikan deportasi Luca Simioni jika Fanni menyiapkan dana Rp 500 juta. 
Fanni mempercayai janji itu dan mengirimkan uang dalam dua kali transfer masing-masing Rp 250 juta. Namun, pejabat yang disebutkan tidak memiliki hubungan maupun kesepakatan apapun dengan terdakwa.
Pada Januari 2023, terdakwa kembali melancarkan tipu daya. Melalui pesan WhatsApp, ia menulis : “Kapolres Badung have final agree and instruction to him make gelar and close this case,” yang berarti “Kapolres Badung sudah akhirnya menyetujui dan menginstruksikan kepada timnya untuk melakukan gelar perkara dan menghentikan kasus ini.”
Saat Fanni menanyakan perkembangan kasus pada 22 Februari 2023, terdakwa menjawab, “After afternoon.” lalu melalui telepon menyebut bahwa untuk mendapatkan surat SP3 diperlukan uang Rp 200 juta.
“Padahal, penerbitan surat pemberitahuan penghentian penyelidikan tidak memerlukan uang sebesar itu dan Kapolres Badung tidak pernah meminta dana tersebut,” tegas jaksa. 
Akibat bujuk rayu itu, korban kembali mentransfer Rp 200 juta ke rekening atas nama Ellen Mulyawati. Total uang yang mengalir ke pihak terdakwa, menurut jaksa, mencapai sekitar Rp 1,6 miliar. 
Atas perbuatannya, Togar Situmorang didakwa melanggar Pasal 492 KUHP Undang-undang Baru, tentang Penipuan, menggunakan tipu muslihat dan rangkaian kebohongan untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Perkuat Daya Saing, Diskominfo Bangli Dorong Pelaku UMKM Melek Literasi Digital

​BANGLI , BALI KINI  – Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Bangli menekankan pentingnya strategi "bertahan hidup" (survival) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penguatan literasi digital. Hal ini disampaikan dalam pembukaan kegiatan Literasi Digital bagi pelaku UMKM di Kabupaten Bangli, Selasa (10/03).

​Kepala Dinas Komonikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bangli, I Nyoman Murditha, yang membuka langsung acara tersebut, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali atas prakarsa penyelenggaraan kegiatan ini di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli. 
​Dalam sambutannya, Nyoman Murditha menegaskan bahwa literasi digital bukan sekadar tren ikut-ikutan, melainkan strategi krusial agar UMKM bisa bersaing di kancah global.
​"Dunia bisnis saat ini tidak lagi bicara soal nanti atau besok. Pilihannya adalah sekarang. Literasi digital adalah strategi survival agar kita tidak tertinggal di belakang tembok teknologi, tetapi mampu berdiri sejajar dengan pelaku usaha lainnya," ujar Murditha.

​Ia menambahkan bahwa kemampuan literasi digital mencakup kecakapan dalam memahami, menganalisis, mengevaluasi, hingga menggunakan informasi digital secara bijak. Terutama bagi UMKM yang mulai merambah platform media sosial seperti TikTok dan Facebook, maupun platform e-commerce seperti Shopee dan Lazada.
​Selain aspek pemasaran, Murditha juga menyoroti pentingnya keamanan transaksi elektronik dan perlindungan data pribadi. Ia mengingatkan para pelaku usaha untuk berhati-hati dalam mengelola data sensitif pelanggan.
​"Pemerintah telah menyiapkan landasan hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan UU ITE dan UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (PDP). Kita harus bijak, misalnya tidak sembarangan meminta atau mengirim foto KTP dalam transaksi, karena itu berisiko disalahgunakan," tegasnya.
​Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Diskominfo Provinsi Bali, Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Bali, I Gede Putu Krisna Juliharta, dan I Wayan Adi Karnawa, yang bertindak sebagai narasunber beserta jajaran anggota. Sementara  Acara dipandu oleh moderator senior yang juga praktisi di bidang komunikasi Ida Bagus agung ketut Ludra. 

Sekitar 60 pelaku UMKM di Kabupaten Bangli hadir pada kegiatan hari ini. Melalui sinergi antara pemerintah, industri, dan komunitas (unsur pentahelix), diharapkan literasi digital di Kabupaten Bangli tidak hanya menyentuh satu sektor, tetapi mampu menciptakan ekosistem digital yang aman dan produktif bagi seluruh masyarakat.

Bupati Sedana Arta Pimpin Bhakti Penganyar di Pura Gunung Raung

GIANYAR , BALI KINI – Sebagai wujud bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta mempererat tali persaudaraan antarumat, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, bersama Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, melaksanakan prosesi Muspayang Bhakti Penganyar di Pura Kahyangan Jagat Gunung Raung, Desa Adat Taro Kaja, Desa Taro, Tegallalang, Gianyar, pada Selasa (10/3/2026).

Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Bangli ini disambut hangat oleh prajuru adat dan krama setempat. Suasana khidmat menyelimuti pelataran pura saat rombongan mengikuti seluruh rangkaian prosesi persembahyangan yang dipuput oleh Pamangku setempat. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sedana Arta menyampaikan bahwa kehadiran jajaran Pemkab Bangli bukan sekadar kewajiban formal, melainkan bentuk penghormatan spiritual terhadap nilai sejarah dan kesucian Pura Gunung Raung yang memiliki kaitan erat dengan perjalanan suci Rsi Markandeya.

"Bhakti Penganyar ini adalah momentum bagi kita semua untuk memohon kerahayuan bagi masyarakat Bangli khususnya, dan Bali pada umumnya. Selain itu, ini adalah cara kita menjaga sinergi dan hubungan harmonis antar-kabupaten melalui nilai-nilai spritual," ujar Bupati Sedana Arta.

Selain melakukan persembahyangan bersama, Bupati dan Wakil Bupati juga menyerahkan sejumlah punia (dana bantuan) sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran pujawali di Pura Kahyangan Jagat tersebut. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban krama dalam menyelenggarakan upacara yang berskala besar.

Turut hadir dalam rombongan tersebut Pimpinan Perangkat Daerah (OPD) dan perwakilan ASN di lingkungan Pemkab Bangli. 

untuk diketahui bahwa ujawali di Pura Agung Gunung Raung berlangsung selama 11 hari. Upacara dimulai Rabu (4/3) dengan nyejer hingga 13 Maret 2026, sebelum dilaksanakan nyineban Pujawali nyejer sampai 13 Maret 2026,

Hadiri Festival Imlek dan Cap Go Meh, Bupati Sanjaya Tegaskan Harmoni Tabanan

Tabanan , Bali Kini  – Senin, (9/3), Festival Imlek 2577 Kongzili dan Cap Go Meh di Tabanan dipadati ribuan warga yang tumpah ruah memadati Jalan Gajah Mada menuju Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana untuk merayakan Parade serta Pentas Seni Budaya Nusantara. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M, dan festival menampilkan budaya warga Tionghoa yang dipadukan dengan berbagai kesenian dari lintas etnis, suku, agama, sehingga menghadirkan nuansa selaras, harmonis serta penuh kebersamaan.

Suasana meriah penuh warna menjadi potret nyata keberagaman yang hidup berdampingan di Bumi Lumbung Pangannya Bali. Rangkaian kegiatan diawali dari Vihara Dharma Catta/Kong Co Bio Tabanan. Bupati Sanjaya memimpin langsung pelepasan parade, yang ditandai dengan pemukulan tambur. Ratusan peserta defile kemudian memadati Jalan Gajah Mada, menghadirkan atraksi budaya yang memukau mulai dari pembawa spanduk, bendera Merah Putih, drumband, iring-iringan Pelangi Harmoni enam agama dari FKUB Tabanan. 

Berbagai komunitas budaya dan kesenian seperti Paguyuban Sunda, Paguyuban Flobamora, Hadrah Tunggal Sari, drumband SD Immaculata Tabanan, iring-iringan Barong Landung, Barong Bangkung, barongsai, serta beragam cosplay menambah semarak perjalanan parade menuju lokasi utama acara di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana. Di sana, berbagai penampilan seni juga tampil, diantaranya Tari Kebesaran Jayaning Singasana AUM, pertunjukan angklung, pagelaran tari dan suara moderasi beragama “Padma Samarasya” oleh Koor WKRI, pertunjukan Wushu Tabanan, Tari Imlek “Yingjie Huanxi Nian Zhen Xingfu” dari Tim Angkasa Raya, fragment tari lokal, hingga hiburan bondres dan penampilan band Yan Srikandi.

Sejumlah tamu undangan turut hadir dalam petunjukan harmoni ini, yakni Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Jajaran Forkopimda Tabanan, salah satu anggota DPRD Provinsi Bali atau yang mewakili, beberapa anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Danrindam IX/Udayana atau yang mewakili, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tabanan, Sekda, para Asisten dan Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Kepala Kantor Kementerian Agama Tabanan, Perbekel, Bendesa Adat, hingga tokoh masyarakat setempat

Bupati Sanjaya menegaskan, bahwa festival ini menjadi bukti nyata keharmonisan masyarakat Tabanan yang hidup dalam keberagaman. “Sangat luar biasa. Dari awal kita mengikuti parade dan menyaksikan kesenian nusantara yang sangat mempesona. Ini membuktikan bahwa tidak salah Kementerian Agama mempredikatkan Tabanan sebagai kota harmoni di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sebelum acara puncak, Sanjaya didampingi Wabup Dirga dan salah satu anggota DPRD Tabanan, melakukan demo masak, yakni memasak nasi goreng. Selanjutnya, nasi goreng tersebut dibagikan kepada warga yang hadir di lokasi. “Kami di Pemerintah Kabupaten Tabanan tidak ingin harmoni hanya menjadi piagam atau slogan. Kami memberi ruang, waktu, dan kesempatan bagi saudara-saudara kita, termasuk warga Tionghoa yang telah lama menetap di Bali, untuk menampilkan seni dan budayanya. Sejak dahulu akulturasi budaya dan agama sudah hidup berdampingan,” tegasnya. 

Melalui cara sederhana memasak Nasi Goreng, Bupati Sanjaya menggambarkan toleransi antarumat beragama. Aksi tersebut dimaknai sebagai pesan, bahwa keberagaman masyarakat dapat berpadu seperti bahan-bahan nasi goreng yang dicampur menjadi satu hidangan. Keberagaman dapat menyatu menjadi kekuatan, seperti nasi, sayuran, telor dan bumbu ketika dipadukan dan diolah dengan baik, maka akan menghasilkan cita rasa yang lezat. "Memasak nasi goreng itu semua bahannya dicampur. Ada nasi, garam, telor dan sayur. Kalau semuanya bersatu rasanya jadi enak. Begitu juga dengan harmoni di Tabanan. Jika kita bersatu hasilnya pasti baik," ujarnya. 

Sanjaya juga menambahkan, kini tugas pemerintah adalah memastikan seluruh masyarakat merasa dilindungi dan dihargai dalam keberagaman, sehingga tercipta kehidupan yang rukun, damai, dan harmonis di tengah masyarakat. “Di mana kaki dipijak, di situ langit dijunjung. Kita semua bersaudara. Tugas saya sebagai Bupati adalah mengayomi semua umat agar hidup rukun dan damai. Inilah yang disebut harmoni,” imbuh politisi asal Dauh Pala tersebut. 

Di kesempatan yang sama, Ketua Panitia Liem Surya Adinata dalam laporannya menyampaikan, Festival Imlek dan Cap Go Meh telah tiga kali digelar secara berturut-turut di Tabanan sebagai bukti komitmen daerah dalam menjaga toleransi dan keharmonisan. “Festival ini bukan hanya tradisi milik warga Tionghoa, tetapi milik kita semua. Sesuai tema tahun ini, Harmoni Imlek Nusantara, ini adalah wujud nyata keragaman budaya yang kita miliki. Mari jadikan momentum ini untuk semakin mempererat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” ajaknya. 

Senin, 09 Maret 2026

Siswa Lulusan SD Ada 13.232, SMPN di Denpasar Hanya Menampung 5.960 Siswa


Denpasar , Bali Kini  - Untuk tahun ajaran 2026 ini, sebanyak 13.232 siswa akan menamatkan sekolah dari jenjang SD di Kota Denpasar. Mereka kemudian akan melanjutkan ke jenjang SMP melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Untuk SPMB SMP Negeri, Denpasar menyiapkan kuota sebanyak 5.960 siswa. Jumlah ini tersebar di 17 SMP Negeri yang ada di Denpasar, Senin (9/3).
Sehingga, setidaknya daya tampung 5.960 siswa tersebut akan diperebutkan oleh 13.232 lulusan SD untuk 4 jalur SPMB. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama mengungkapkan dari total siswa yang lulus SD tahun 2026, 8.686 siswa memiliki KK Denpasar. "Untuk 4.546 sisanya memiliki KK luar Denpasar," ungkapnya.
Kata Wiratama, keseluruhan siswa SD yang lulus di tahun 2026 ini berasal dari 257 sekolah. Terkait petunjuk teknis Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Kota Denpasar akan segera rampung.
Saat ini, draf Juknis SPMB baik untuk SMP maupun SD sudah dalam tahap finalisasi.
Ditembahkan Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Ida Bagus Suryadana, bahwa untuk juknis SPMB sekarang sudah dalam tahap finalisasi dan sudah di Bagian Hukum untuk difinalkan. Setelah tahap finalisasi akan dilanjutkan untuk mencari persetujuan Wali Kota Denpasar sekaligus untuk tandatangan. 
"Nantinya, setelah tahapan tersebut selesai barulah dilanjutkan dengan sosialisasi ke masyarakat dan sekolah," Imbuh Suryadana.
Lanjutnya, dalam pembahasan juknis ini melibatkan perwakilan BPMP Provinsi Bali, Dinas Sosial Kota Denpasar, UPTD Pusat Layanan Disabilitas Kota Denpasar, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar. Juga Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Denpasar, Bagian Hukum dan HAM Kota Denpasar, Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Denpasar, Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Denpasar.
Lalu Ketua Korwas Disdikpora Kota Denpasar, MKKS Kota Denpasar, K3S Kecamatan se-Kota Denpasar, serta Tim SPMB Disdikpora Kota Denpasar. Penyusunan Juknis SPMB ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 tentang Penerimaan Murid Baru, serta Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 0301/C/HK.04.01/2026 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027. 
"Dalam juknis tersebut, SPMB membuka empat jalur penerimaan. Sama seperti tahun lalu. Keempat jalur yakni Jalur Domisili yang diperuntukkan bagi calon murid yang berdomisili di wilayah penerimaan murid baru," bebernya.
Jalur Afirmasi diperuntukkan bagi calon murid dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas. Jalur Prestasi, bagi murid dengan prestasi akademik dan non-akademik. Terakhir adalah Jalur Mutasi diperuntukkan bagi murid yang berpindah domisili karena tugas orang tua/wali atau anak guru.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved