-->

Senin, 19 Januari 2026

Shivaratri di Prambanan, Ribuan Umat Hindu Hadiri Pembukaan Prambanan Shiva Festival 2026


Laporan Reporter : Asrinidevy 
Yogyakarta , Bali Kini — Perayaan Hari Suci Shivaratri yang digelar di kompleks Candi Prambanan, Sabtu (17/1/2026), menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali posisi Candi Prambanan sebagai mercusuar spiritual Hindu Nusantara dan dunia, sekaligus penggerak ekonomi berbasis wisata budaya.

Rangkaian kegiatan yang menjadi pembuka Prambanan Shiva Festival 2026 ini melibatkan ribuan umat Hindu dari berbagai daerah. Persembahyangan akbar berlangsung khidmat di Lapangan Garuda, Taman Wisata Candi Prambanan, ditandai dengan pelantunan sloka Sanskerta, Dharmagita, hingga ritual pemujaan Siwa dengan 1.008 mantra.

Ketua Tim Kerja Pemanfaatan Candi Prambanan, Nyoman Ariawan Atmaja, menegaskan bahwa pelaksanaan Shivaratri di Prambanan memiliki landasan historis yang kuat. Menurutnya, kegiatan ini selaras dengan bukti sejarah yang tercatat dalam Prasasti Wantil tahun 778 Åšaka atau 856 Masehi.

“Prasasti Wantil tahun 778 Åšaka (856 Masehi) menyebutkan kelompok candi agung yang dipersembahkan untuk Dewa Shiva atau disebut Shivagrha. Jadi Shivagrha adalah nama asli dari Candi Prambanan sebagai pusat pengagungan Dewa Shiva. Itulah salah satu alasan mendasar mengapa puja Shiva kita lakukan malam ini di Candi Prambanan,” jelas Nyoman.

Ia menekankan bahwa perayaan ini bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum spiritual untuk melakukan perenungan mendalam. “Ini menjadi momentum yang tepat untuk melakukan kontemplasi dan perenungan diri dengan melepaskan semua ikatan dunia dan fokus memuliakan nama Shiva,” tambahnya.

Nyoman juga menyoroti bahwa Prambanan Shiva Festival tidak hanya berisi kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang ekspresi seni. Dalam pembukaan festival, ditampilkan pameran lukisan dari 150 seniman berbagai daerah yang merepresentasikan keindahan dan kemegahan Candi Prambanan. “Ragam ekspresi, gaya, dan gagasan visual para perupa berpadu dengan atmosfer sakral candi, menciptakan dialog artistik yang memperkaya pengalaman seni dan budaya,” ujarnya.

Dari sisi pariwisata, Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa menilai perayaan Shivaratri di Prambanan merupakan contoh konkret bagaimana nilai spiritual dapat menjadi fondasi pengembangan pariwisata berkarakter. “Mari kita bersama-sama merenungkan makna dari perayaan Hari Suci Shivaratri ini untuk memperdalam kebijaksanaan, meningkatkan kesadaran spiritual, dan memperbaiki kualitas diri,” ungkapnya.

Ia berharap momen sakral ini mampu memperkuat karakter pariwisata Indonesia yang tidak semata mengejar kunjungan, tetapi juga kualitas pengalaman. “Semoga kita bisa lebih mendekatkan diri pada Hyang Widi, memperkuat ketenangan batin, serta membangun karakter, sehingga mampu menciptakan pariwisata yang memberikan kontribusi positif pada masyarakat dan lingkungan sekitar,” jelas Wamenpar.

Ni Luh Puspa menambahkan bahwa aktivitas Shivaratri di Prambanan menjadi landasan penting dalam mewujudkan konsep pariwisata yang lebih bermakna. “Pariwisata berorientasi pada spiritualitas tidak hanya berfokus pada eksplorasi fisik suatu destinasi, tapi juga ada di dalamnya soal perenungan diri, keseimbangan batin, dan hubungan yang lebih harmonis dengan lingkungan dan budaya setempat,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha Djumaryo menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghidupkan kembali fungsi Candi Prambanan, tidak hanya sebagai situs sejarah, tetapi juga ruang budaya yang hidup.

Menurutnya, festival ini menjadi bukti bahwa warisan budaya dapat dikelola secara kreatif untuk kepentingan spiritual sekaligus ekonomi. “Perayaan Shivaratri dan rangkaian Prambanan Shiva Festival menunjukkan bagaimana kebudayaan bisa menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan. Prambanan tidak lagi sekadar monumen, tetapi ruang hidup yang mempersatukan nilai agama, seni, dan pariwisata,” ujar Giring.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan ratusan seniman dalam festival ini sebagai wujud nyata bahwa kebudayaan harus terus diberi ruang berkembang. “Melalui seni dan kreativitas, warisan leluhur kita tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dihidupkan kembali agar relevan bagi generasi masa kini,” tambahnya.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. I Nengah Duija menekankan bahwa kebangkitan spiritual di Prambanan harus berjalan seiring dengan kebangkitan ekonomi berbasis budaya. "“Sudah saatnya kita tunjukkan bahwa umat Hindu siap menjadikan Candi Prambanan bukan hanya sebagai situs sejarah, tetapi juga sebagai gerbang kebangkitan spiritual dan ekonomi umat,” jelasnya.

Sebagai informasi rangkaian festival akan berlangsung selama satu bulan penuh hingga puncak perayaan Mahashivaratri pada 15 Februari 2026.

ALAMI MASALAH KESEHATAN, TIM SAR EVAKUASI CREW KAPAL LC ASTROLABE DI PERAIRAN SELAT BADUNG

Laporan Reporter : Ayu 
Denpasar , Bali Kini - Tim SAR gabungan melakukan evakuasi medis terhadap crew Kapal LC Astrolabe yang mengalami masalah kesehatan di Perairan Selat Badung pada Senin pagi (19/1/2026). Laporan pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melalui PT. Bayu Cipta Samudra selaku agen kapal.

"Informasi awal, kapal rencananya akan berlayar dari Australia menuju pulau Batam, namun mendekati perairan Bali salah satu crew mengalami masalah kesehatan," terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya. 

Dari data yang dihimpun, crew kapal tersebut berinisial, Sriram Veeramani Krishnan (L/43) merupakan WNA Asal India yang mengalami gangguan kesehatan saat berlayar. Tim SAR gabungan dan agen kapal sepakat untuk melaksanakan intercept pada koordinat 8°46'11.99"S - 115°14'37.17"E  di Parairan Selat Badung. "Setelah kita laksanakan plotting koordinat, jarak intercept mencapai 3.08 NM dengan heading 139⁰ dengan waktu tempuh sekitar 30 menit," imbuhnya.

Ditambahkanya, sekitar pukul 08.00 Wita sebanyak 10 orang tim SAR gabungan dari berbagai unsur telah menjangkau kapal dan selanjutnya melaksanan proses evakuasi. Sebelum dibawa ke Rumah Sakit, tim medis dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar dan Clinik Nusa Medica melakukan pemeriksaan awal kondisi kesehatannya. Mereka menyatakan kondisi masih stabil dan tidak memerlukan penanganan khusus saat proses mobilisasi. 

"Proses evakuasi memakan waktu sekitar 40 menit, target selanjutnya dibawa menuju RS. Siloam guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut." tutup Nyoman.

Pelaksanaan evakuasi medis turut melibatkan unsur SAR gabungan yaitu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Lanal Denpasar, Ditpolairud Polda Bali, Imigrasi, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, Polairud Mabes Polri, VTS Pelabuhan Benoa, Klinik Nusa Medica, Polsek Kawasan Benoa dan Agen Kapal. 

Bersitegang Usai Gigitan Anjing, Kasus Berakhir Damai Namun Janji Mediasi Belum Dipenuhi Anjing Masih Dibiarkan

Laporan reporter: I Made Arnawa

Karangasem, Bali Kini — Peristiwa gigitan anjing di Banjar Dinas Subagan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Sabtu (17/1/2026), sempat memicu ketegangan antarwarga sebelum akhirnya dimediasi oleh Polsek Bebandem.

Insiden bermula ketika seekor anjing milik salah satu warga menggigit korban berinisial KA. Keluarga korban yang emosi spontan melempar batu ke arah anjing tersebut. Lemparan itu mengarah ke rumah pemilik anjing, sehingga memicu keberatan dan laporan ke Polsek Bebandem.

Polsek Bebandem bergerak cepat dengan mempertemukan kedua belah pihak dalam proses mediasi. Hasilnya, disepakati beberapa poin perdamaian:
1. Pemilik anjing berkomitmen menanggung biaya pengobatan korban serta menyetujui prosedur eliminasi hewan oleh pihak terkait.
2. Kesalahpahaman terkait pelemparan batu diselesaikan secara kekeluargaan.
3. Korban telah mendapat perawatan dan vaksinasi di Puskesmas Bebandem.

Kapolsek Bebandem, AKP I G.N.B. Suastawan, S.H., M.H., mengimbau warga agar mengutamakan komunikasi dan kepala dingin dalam menyelesaikan masalah serupa.

Namun pada Minggu (18/1/2026), upaya eliminasi anjing gagal dilakukan. Petugas Keswan, drh, Agus Prenawa, menjelaskan pihaknya sudah mendatangi rumah pemilik anjing, tetapi pemilik keberatan dengan tindakan eliminasi karena masih merasa kasihan.
“Saya siap melakukan eliminasi, tapi karena pemilik keberatan, kami menunggu penyelesaian di tingkat desa dulu. Hasilnya nanti kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Sejumlah warga mengaku resah karena anjing tersebut diketahui sudah beberapa kali menggigit orang lain. Menurut warga, pemilik sempat berjanji mengurung atau mengikat anjingnya, tetapi komitmen itu tidak bertahan lama sehingga kejadian gigitan kembali terulang.

Sementara itu, keluarga korban KA menyatakan hingga kini belum menerima tanggung jawab biaya pengobatan sebagaimana disepakati saat mediasi.
“Terkait ganti rugi seperti janjinya saat mediasi, kami belum menerima apa-apa. Ya sudah, biarkan saja,” kata IKJ, kakak korban, dengan nada pasrah. Meski demikian, keluarga berharap anjing tersebut segera dieliminasi demi keselamatan warga.

Saat ini anjing masih berada di rumah pemiliknya dan sedang menjalani masa observasi 10 hari untuk tes rabies. Kepastian nasib hewan tersebut masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pihak desa dan dinas terkait. (Ami)

Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir di Manggis, Sejumlah Rumah dan Pura Rusak

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini— Hujan dengan intensitas tinggi pada Minggu (18/1/2026) menyebabkan sejumlah titik di Kecamatan Manggis terdampak banjir dan longsor. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Karangasem turun melakukan asesmen sejak Senin (19/1) pukul 09.00 Wita hingga 14.00 Wita dengan dukungan satu unit armada dan sarana prasarana.

Di Desa Padangbai, lima lokasi terdampak. Di Br. Dinas Mimba, air sempat menggenangi laundry milik I Kadek Suwirta namun telah surut tanpa kerugian material. Di lokasi yang sama, rumah Jero Mangku Komang Sulatra juga sempat terendam, menyisakan material di area kamar mandi.

Dampak terberat terjadi di Br. Dinas Melanting. Rumah I Made Suasta Gik mengalami longsor dengan kerusakan berat pada bangunan berukuran 20 x 20 meter, ditaksir rugi sekitar Rp200 juta. Satu anggota keluarga, I Kadek Yoga Astawa (26), mengalami luka ringan akibat terkena batu saat menyelamatkan diri dan mendapat 9 jahitan di Klinik Penta Medika. Keluarga korban sementara mengungsi ke rumah kerabat di Br. Dinas Mimba.

Masih di Melanting, tembok samping rumah I Nyoman Sari jebol sepanjang 2 x 2,5 meter. Dua tabung gas dan 50 kg beras hanyut, sementara sejumlah peralatan elektronik rusak terendam air dengan kerugian sekitar Rp50 juta. Rumah I Kadek Suartana juga terdampak; halaman sempat tergenang dan fasilitas WC rusak, kerugian ditaksir Rp20 juta.

Di Desa Antiga Kelod, kerusakan terjadi pada sejumlah penyengker pura dan tembok rumah warga. Senderan Pura Luhur Gedong Pingit jebol sepanjang 7 meter dengan tinggi 2,5 meter (kerugian ± Rp30 juta). Di Pura Paibon Jeroan Jeruk Madya, tembok jebol sepanjang 25 meter dengan tinggi 2,5 meter. Dampaknya juga merusak kamar mandi milik I Gede Raka (kerugian ± Rp5 juta). Penyengker rumah I Ketut Satra Gapar di tepi Tukad Betel roboh sepanjang 15 meter (kerugian ± Rp10 juta). Di Br. Dinas Bengkel, penyengker rumah I Ketut Lanus roboh sepanjang 15 meter.

Selain itu, jalan lintas Yeh Malet menuju Pakel Gegelang masih terendam air setinggi sekitar 50 cm di area sekitar Danau Yeh Malet.

Di Desa Manggis, Br. Dinas Buitan, penyengker sanggah milik I Made Kardiasa roboh sepanjang 10 meter (kerugian ± Rp10 juta).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, menyatakan bahwa kondisi sudah terpetakan dan penanganan akan diprioritaskan pada lokasi dengan risiko tinggi.

“Tim kami sudah menyelesaikan asesmen lapangan dan data kerusakan telah kami rekap. Prioritas berikutnya adalah koordinasi dengan desa, kecamatan, dan pihak terkait untuk penanganan darurat serta langkah pemulihan, terutama pada rumah warga yang rusak berat dan infrastruktur yang berpotensi membahayakan,” tegasnya.

BPBD Karangasem mengimbau warga di wilayah rawan longsor dan banjir untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

KEBOCORAN PUNGUTAN PARIWISATA DI BANGLI

Bangli, Bali Kini -  Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli, I Wayan Dirga Yusa, menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait "kebocoran" pungutan pariwisata di Bangli. Menurut Dirga Yusa, "kebocoran" yang dimaksud adalah kebocoran potensi, bukan hilangnya uang yang sudah dipungut diungkapkan Senin 18/1/26.

"Kami ingin meluruskan bahwa pemungutan retribusi di Kintamani sudah memiliki dasar hukum yang kuat, yaitu UU No. 1 Tahun 2022, UU No. 23 Tahun 2014, UU No. 18 Tahun 2025, Perda No. 5 Tahun 2023, dan SK Bupati No. 556/803/2018," jelas Dirga Yusa.

Dirga Yusa juga menjelaskan bahwa survei Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menunjukkan adanya pengunjung yang masuk lewat jalur alternatif atau di luar jam jaga petugas, sehingga menyebabkan kebocoran potensi pendapatan.

"Kami berkomitmen untuk memperketat pengawasan dan menambah digitalisasi (E-Ticketing) untuk menutup celah jalur alternatif dan meningkatkan PAD. Kami juga mengajak seluruh stakeholder untuk membantu meningkatkan PAD dari sektor retribusi pariwisata dan melaporkan ke APH jika ada oknum petugas yang melakukan hal-hal yang merugikan," tambah Dirga Yusa.

Pemerintah Kabupaten Bangli terus berupaya untuk berbenah memperbaiki sistem dan sumber daya manusia agar Pariwisata Bangli semakin berkualitas.(*)

Minggu, 18 Januari 2026

Tingkatkan Kualitas Ruang Publik, Pemkab Tabanan Launching Kereta Anak dan Tribun Lapangan Basket di Lapangan Alit Saputra



Laporan : Tim Lpt 

Tabanan , Bali Kini  – Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas ruang publik serta menyediakan fasilitas ramah anak melalui kegiatan Jumat Sehat yang dirangkaikan dengan Launching Kereta Anak dan Tribun Lapangan Basket. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Alit Saputra, Dangin Carik, Tabanan, Jumat (16/1) dan disambut antusias oleh masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda yang turut memanfaatkan fasilitas baru tersebut.

Kegiatan yang diawali dengan senam zumba ini dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. bersama Bunda PAUD Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga beserta istri Ny. Budiasih Dirga, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta jajaran, Sekretaris Daerah, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah terkait, serta para guru dan siswa dari sejumlah TK di Kabupaten Tabanan. 

Usai senam bersama, kegiatan dilanjutkan dengan Launching Kereta Anak, yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, didampingi Bunda PAUD Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya dan jajaran. Terdapat dua unit kereta anak dengan panjang lintasan sekitar 300 meter, yang diharapkan menjadi wahana hiburan edukatif bagi anak-anak, sekaligus sarana rekreasi keluarga di kawasan Lapangan Alit Saputra. Kehadiran fasilitas ini sangat sejalan dengan membangun Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani.


Selaku Bupati, Sanjaya memberikan apresiasi atas terwujudnya fasilitas tersebut, yang dinilainya mampu mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau sebagai pusat aktivitas dan rekreasi masyarakat. “Keberadaan kereta anak ini merupakan wujud perhatian kita terhadap tumbuh kembang anak-anak di Tabanan. Saya berharap fasilitas ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan dijaga bersama,” ujarnya. 


Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya menghadirkan fasilitas publik yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga bermanfaat, fungsional, serta berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat fungsi ruang publik sebagai pusat aktivitas sosial, olahraga, dan rekreasi. “Ruang publik seperti ini harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak-anak,” imbuh Sanjaya.


Sementara itu, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Bunda PAUD Kabupaten Tabanan juga menyampaikan apresiasi serta harapannya agar kehadiran fasilitas tersebut mampu meningkatkan minat para ibu untuk mengajak anak-anak beraktivitas di luar rumah, sehingga dapat menunjang tumbuh kembang anak secara sehat dan optimal. “Bersama kita membuka dan kita operasikan kereta anak ini, semoga dengan bertambahnya fasilitas kereta ini, bisa membuat ibu-ibu bersemangat membawa anak-anaknya dan anak-anak juga lebih senang berada di sini,” pungkasnya. 


Ia menambahkan, keberadaan fasilitas bermain yang aman dan nyaman sangat penting dalam mendukung perkembangan anak usia dini, baik dari aspek motorik, sosial, maupun emosional. Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan lingkungan yang lebih ramah anak di Kabupaten Tabanan. Diharapkan juga fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan menjadi inspirasi bagi pengembangan ruang publik lainnya.


Selain itu, Bupati Sanjaya beserta jajaran juga meresmikan Tribun Lapangan Basket, yang ditandai dengan pengguntingan pita. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyaksikan langsung Pertandingan Basket 3 on 3 yang berlangsung penuh semangat. Sorak sorai penonton dan dukungan dari keluarga dan para undangan yang hadir menambah semarak suasana, sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan bakat dan prestasinya di bidang olahraga.

Bupati Sanjaya Buka Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas (PBMM) Tabanan


Laporan : Tim Lpt 

Tabanan , Bali Kini  – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., secara resmi membuka Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas (PBMM) Kabupaten Tabanan. Kegiatan dilaksanakan di Wantilan Pura Dalem Purwa Kubontingguh, Tabanan, Jumat, (16/1), dan turut dihadiri oleh Para Sulinggih, anggota DPRD Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah beserta jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait, Ketua Pusat dan Penglingsir PBMM, serta pengurus dan anggota PBMM dan tokoh masyarakat.


Lokasabha kali ini diikuti oleh sekitar 1.500 peserta yang terdiri dari krama Pratisentana Bendesa Manik Mas dari berbagai wilayah di Kabupaten Tabanan. Dimana, Lokasabha VI PBMM Kabupaten Tabanan diselenggarakan sebagai forum musyawarah organisasi untuk menyusun program kerja lima tahun ke depan, sekaligus melaksanakan regenerasi kepengurusan organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).


Bupati Sanjaya mengapresiasi pelaksanaan Lokasabha sebagai momentum penting dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai luhur warisan leluhur Bali. Ia mengatakan, bahwa pesemetonan memiliki peran strategis dalam melestarikan adat, budaya, serta keharmonisan kehidupan masyarakat Bali, terutama di tengah tantangan globalisasi. “Lokasabha ini bukan sekadar forum organisasi, tetapi momentum penting untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya dan sejarah yang diwariskan oleh para leluhur kita. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, pesemetonan harus tetap menjadi benteng kekuatan adat dan budaya Bali,” tegasnya.


Lebih lanjut, Bupati Sanjaya menekankan pentingnya implementasi konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali sebagai arah pembangunan Bali hingga 100 tahun ke depan, sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, konsep ini mengandung makna menjaga keharmonisan jagat Bali secara sekala dan niskala, yang mencakup manusia, budaya, dan alam lingkungan. “Di dalam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, ada enam kerthi yang wajib kita jaga bersama, yaitu Wana Kerthi, Danu Kerthi, Segara Kerthi, Jana Kerthi, Atma Kerthi, dan Buana Kerthi. Semua ini harus kita rawat agar Bali tetap lestari hingga generasi mendatang,” pintanya.


Saat itu, Bupati Sanjaya juga menyampaikan pandangannya terkait tantangan demografi Bali ke depan, khususnya dalam menjaga keberlanjutan generasi krama Bali. Ia mengingatkan pentingnya peran keluarga dan pesemetonan dalam melestarikan adat dan budaya, agar tidak kehilangan pelaku dan penerus di masa depan. “Bali ini kecil, jumlah umat Hindu juga terbatas. Kalau bukan kita yang menjaga keberlanjutan generasi, adat, dan budaya kita, siapa lagi?. Pesemetonan memiliki peran besar dalam menjaga persatuan dan kesinambungan krama Bali,” tegasnya. 


Selain itu, Bupati Sanjaya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas kekompakan dan soliditas Pratisentana Bendesa Manik Mas, yang dinilainya mampu menjadi contoh organisasi pesemetonan yang guyub dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah. “Pesemetonan Bendesa Manik Mas ini luar biasa guyub dan solid. Pemerintah Kabupaten Tabanan akan selalu hadir dan mendukung kegiatan adat, keagamaan, dan budaya, karena hal ini sejalan dengan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” imbuh Sanjaya.


Sementara dalam kesempatan yang sama, Ketua PBMM Pusat, I Wayan Sunarya dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Maha Sabha VI PBMM di tingkat pusat. Ia juga menjelaskan, Lokasabha menjadi wadah konsolidasi organisasi dalam menjaga eksistensi Pratisentana Bendesa Manik Mas sebagai organisasi sosial, budaya, dan religius yang berlandaskan dresta Bali. “Lokasabha ini bertujuan memperkuat persaudaraan, menyusun arah program kerja organisasi lima tahun ke depan, serta melaksanakan regenerasi kepengurusan sesuai AD/ART Pratisentana Bendesa Manik Mas,” tuturnya. 

Tabanan Raih Prestasi Nasional di Lomba Desa Ekspor 2025


Laporan : Tim Lpt 

Tabanan , Bali Kini  – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Kabupaten Tabanan. CV Tanteri yang berlokasi di Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, berhasil meraih Juara II Lomba Desa Ekspor Tahun 2025. Penghargaan tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Nomor 74 Tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI dalam kegiatan Hari Desa Nasional yang dilangsungkan di Boyolali, Kamis, (15/1).

Capaian ini menjadi bukti komitmen dan keberhasilan pelaku usaha desa di Tabanan dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal hingga mampu bersaing di tingkat nasional, khususnya dalam mendorong desa sebagai pusat kegiatan ekspor. Dimana Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh perwakilan dari 37 provinsi di seluruh Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap desa dan pelaku usaha yang berhasil mengembangkan produk unggulan hingga menembus pasar global. 

Pada kesempatan tersebut, Menteri Dalam Negeri RI juga memberika penghargaan kepada Desa Kukuh, Marga, Tabanan sebagai Desa Berprestasi Binaan Kementerian/Lembaga. Sontak keberhasilan CV Tanteri dan Desa Kukuh menjadi bukti nyata bahwa potensi desa, khususnya Desa mampu bersaing di tingkat nasional. Hal ini sekaligus menegaskan, pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat desa dalam mendorong pembangunan ekonomi dan peningkatan daya saing desa secara berkelanjutan.

Prestasi ini tentunya, tidak hanya mengharumkan nama Desa Pejaten dan Desa Kukuh, tetapi juga membawa kebanggaan bagi Kabupaten Tabanan secara keseluruhan. Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain dan para pelaku usaha untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas jaringan pemasaran demi mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan. 

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi yang diraih CV Tanteri dan Desa Kukuh. Menurutnya, capaian ini menunjukkan besarnya potensi industri kreatif dan Desa di Kabupaten Tabanan dalam mengembangkan produk unggulan berbasis kearifan lokal yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. "Keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi desa dan pelaku usaha lainnya di Tabanan untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas jejaring pemasaran demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan," ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, turut menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya. Ia menegaskan komitmen Dekranasda Kabupaten Tabanan untuk terus memberikan dukungan berkelanjutan kepada para pelaku usaha melalui pembinaan kualitas, inovasi produk, serta fasilitasi promosi dan pemasaran hingga ke tingkat internasional.

Pihaknya juga menegaskan, Dekranasda akan terus hadir sebagai mitra strategis bagi para perajin dan UMKM lokal, tidak hanya dalam penguatan kapasitas produksi, tetapi juga dalam membangun daya saing dan identitas produk berbasis kearifan lokal. “Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan produk unggulan Tabanan mampu menembus pasar yang lebih luas serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Bunda Rai

Gubernur Koster Dorong Penguatan Produk Asli Bali

DENPASAR , BALI KINI – Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Koperasi Bina Usaha Kerthi Bali di Jayasabha, Denpasar, Jumat (16/1). Audiensi membahas penguatan koperasi multipihak yang beranggotakan koperasi-koperasi eksisting di Bali, sekaligus mempertegas arah pembangunan ekonomi Bali berbasis kearifan lokal.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Koster menegaskan pentingnya koperasi mengedepankan produk asli Bali dengan identitas dan branding Bali yang kuat. Hal tersebut, menurutnya, merupakan pengejawantahan dari konsep Ekonomi Kerthi Bali yang telah dicanangkan sebelumnya, yakni sistem ekonomi yang berpihak pada masyarakat, berkelanjutan, dan berlandaskan budaya Bali.

“Koperasi harus menjadi penggerak utama ekonomi Bali yang berbasis potensi lokal. Produk pertanian, peternakan, dan seluruh turunannya harus menjadi kekuatan utama kita,” tegas Gubernur Koster.

Gubernur juga menekankan fokus pengembangan usaha pada sektor pertanian dan peternakan sebagai pilar penting ketahanan pangan dan ekonomi daerah. 
Ia menilai Bali memiliki banyak potensi UMKM sektor pangan yang mungkin tidak besar dari sisi luasan, namun jumlahnya banyak dan memiliki keunggulan kualitas untuk dikembangkan secara serius.

“UMKM pangan kita ini kecil-kecil, tetapi banyak. Kalau ditata dengan baik, bisa kita dorong agar bergaung di level nasional,” ujarnya.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian khusus adalah peternakan babi.  Bali memiliki sumber daya manusia peternak babi yang unggul dan berpengalaman. Dengan pengelolaan yang lebih terencana dan intensif, Bali berpeluang mengambil peran strategis dalam pasar babi nasional.

*Pemprov Bali akan Memperkuat Regulasi dan Infrastruktur*


 Pemprov Bali akan memperkuat regulasi dan infrastruktur, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Selain itu, pengembangan peternakan babi akan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni pemurnian dan penguatan plasma nutfah babi lokal Bali yang diintensifkan di lokasi tertentu, serta pengembangan babi ras guna memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

Selain sektor peternakan, juga melalui pengembangan komoditas pertanian unggulan, salah satunya padi Sudaji. Berdasarkan hasil riset, padi Sudaji memiliki masa panen relatif singkat, yakni sekitar 105 hari, dengan hasil yang menjanjikan per hektare. Menjadikan Komoditas ini dinilai potensial untuk mendukung kemandirian pangan Bali.

Lebih jauh, Gubernur Koster menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut bertujuan memperkuat ekosistem Ekonomi Kerthi Bali yang berkeadilan dan berkelanjutan, serta menjauhkan sistem ekonomi daerah dari dominasi kapitalisme yang tidak berpihak pada rakyat.

“Kita ingin ekonomi Bali tumbuh kuat, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai lokal, koperasi, dan kebersamaan. Inilah Ekonomi Kerthi Bali,” pungkasnya.(*)

BUPATI BANGLI HADIRI PERSEMBAHYANGAN SIWA RATRI.

Laporan Reporter : Tim Lpt 
Bangli , Bali Kini - Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta bersama Ny. Sariasih Sedana Arta hadiri persembahyangan serangkaian Hari Raya Siwa Ratri di Pura Kehen, Sabtu (17/1/26). Persembahyangan ini, dihadiri oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar bersama Ny. Suciati Diar, Ketua DPRD Kabupaten Bangli, Sekda Bangli, unsur Forkopimda Kabupaten Bangli Serta Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Bangli. Adapun tujuan dari acara ini yakni untuk memohon keselamatan dan kerahayuan bagi masyarakat Bangli.

Di sela prosesi persembahyangan, Ketua PHDI Kabupaten Bangli I Nyoman Sukra menyampaikan makna dan filosofi Siwa Ratri yang sering disebut sebagai "Malam Penebusan Dosa". Namun, secara mendalam, Siwa Ratri dijelaskan sebagai momentum "Jagra" atau kesadaran diri.
​"Siwa Ratri bukanlah sekadar begadang semalam suntuk, melainkan upaya manusia untuk melepaskan kegelapan pikiran (Avidya) menuju terang pengetahuan. Ini adalah waktu bagi kita untuk melakukan mulat sarira atau introspeksi total atas segala perbuatan yang telah dilakukan," ungkap Nyoman Sukra. 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sedana Arta juga mengungkapkan bahwa semangat Siwa Ratri dapat membawa kejernihan pikiran dalam membangun Bangli ke arah yang lebih baik. "Melalui Siwa Ratri, kita dapat meningkatkan kesadaran diri dan memperkuat hubungan dengan Tuhan. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki diri dan membangun Bangli yang lebih baik", ujarnya.

Bupati Sedana Arta juga menekankan pentingnya introspeksi diri dan pengendalian diri dari hawa nafsu keduniawian. "Mari kita jadikan Siwa Ratri sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas hidup kita," tambahnya. 

Untuk diketahui bahwa, Tri Brata utama dalam Siwa Ratri, yakni Upawasa (tidak makan/minum), Monabrata (tidak berbicara), dan Jagra (tidak tidur), dimaknai sebagai simbol pengendalian diri dari hawa nafsu keduniawian demi mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Dewa Siwa.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved