-->

Jumat, 06 Maret 2026

Bupati I Made Satria Sambut Rencana Investasi PT Satria Karsa Mandiri untuk Optimalkan PDAM Klungkung

Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana, menerima audiensi dari jajaran direksi PT Satria Karsa Mandiri di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung pada Jumat (6/3). 

Pertemuan ini membahas rencana investasi strategis guna memperkuat performa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Klungkung. Dalam pertemuan tersebut, Bupati I Made Satria menyatakan dukungannya terhadap rencana kerja sama ini. Beliau menilai keterlibatan sektor swasta merupakan langkah positif untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan publik, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Investasi ini diprioritaskan untuk memperbaiki dan memperbarui infrastruktur pipa induk yang sudah tua. Langkah ini krusial untuk meminimalkan tingkat kebocoran air yang selama ini menjadi kendala teknis dan finansial bagi PDAM. Selain fokus pada distribusi, kerja sama ini juga membidik potensi bisnis baru berupa pengembangan unit usaha air minum dalam kemasan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat brand lokal Klungkung di pasar yang lebih luas.

"Kami menyambut baik niat investasi ini. Melalui revitalisasi pipa induk, kita berharap kehilangan air dapat ditekan secara signifikan, sehingga distribusi ke rumah warga lebih lancar. Di sisi lain, diversifikasi ke air kemasan adalah peluang bisnis yang menjanjikan bagi daerah," ujar Bupati I Made Satria.

Menindaklanjuti audiensi ini, Sekda Anak Agung Gede Lesmana akan mengoordinasikan jajaran terkait untuk mengkaji skema kerja sama secara lebih mendalam agar memberikan manfaat maksimal bagi Pemerintah Kabupaten Klungkung dan masyarakat.

Optimalkan PAD, Bupati Satria Sampaikan Pendapat Akhir Terkait Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra  menghadiri Rapat Paripurna II terkait Pendapat Akhir Bupati terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah di Gedung Sabha Nawa Natya Kantor DPRD Kabupaten Klungkung, Jumat (6/3). Rapat Paripurna ini dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom dan dihadiri Wakil Ketua DPRD, I Wayan Baru, Sekda Anak Agung Lesmana Putra serta OPD dilingkungan Pemkab Klungkung

Dalam pidatonya, Bupati I Made Satria memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh fraksi di DPRD Klungkung yang telah memberikan saran, koreksi, serta masukan konstruktif selama proses pembahasan. Ia menegaskan bahwa seluruh fraksi telah menyatakan setuju untuk menetapkan Ranperda tersebut menjadi Peraturan Daerah (Perda). “Perubahan ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk mengoptimalkan sektor Pajak dan Retribusi Daerah sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang vital. Dengan regulasi baru ini nantinya diharapkan mampu memberikan kepastian hukum dan mendukung pembangunan daerah yang inklusif serta berkelanjutan di Kabupaten Klungkung,” harapnya.

Selain itu, Bupati Satria juga menambahkan bahwa Pemerintah Daerah terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui optimalisasi jenis layanan dengan memperhatikan indeks harga yang terus mengalami perubahan, menggali potensi retribusi yang dapat dikembangkan melalui penyesuaian struktur dan tarif beberapa jenis retribusi daerah agar lebih profesional, berkeadilan dan sebagai upaya akselerasi peningkatan PAD. “Ranperda yang kita sepakati ini sebagai wujud nyata bagaimana komitmen dan konsistensi kita selaku penyelenggara pemerintah yang mempunyai peran strategis untuk melaksanakan pembangunan untuk kemajuan Kabupaten Klungkung,” imbuhnya. 

Sinergi Lintas Sektoral Klungkung: Menjaga Kekhusyukan Nyepi dan Kelancaran Idulfitri 2026

Klungkung, Bali Kini - Menghadapi momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan, Bupati Klungkung, I Made Satria, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka “Operasi Ketupat Agung Tahun 2026”. yang berlangsung di Aula Jalaga Dharma Pandhapa, Polres Klungkung, Jumat (6/3) 

Rakor ini menjadi langkah krusial untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idulfitri 1447 H. Ada beberapa poin utama yang dibahas meliputi: Pengamanan rangkaian Nyepi, mulai dari prosesi Melasti hingga pawai Ogoh-ogoh, guna memastikan ketertiban di setiap desa adat. Persiapan jalur transportasi dan pelabuhan (seperti Pelabuhan Tribuana dan Banjar Nyuh) untuk menyambut lonjakan pemudik serta wisatawan menjelang Lebaran. Pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar lokal agar tetap terjangkau bagi masyarakat yang merayakan. Serta Memperkuat komunikasi antar-tokoh agama demi menjaga semangat moderasi beragama di tengah padatnya jadwal hari raya.

"Sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, dan tokoh masyarakat adalah kunci. Kita ingin memastikan umat Hindu dapat melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan khidmat, dan umat Muslim dapat menyambut kemenangan Idulfitri dengan aman dan lancar," ujar Bupati I Made Satria dalam arahannya

Ditambakhkannya dengan koordinasi yang matang ini, diharapkan Kabupaten Klungkung tetap menjadi barometer wilayah yang kondusif, aman, dan penuh toleransi 


Pererat Silaturahmi, Bupati Bangli Gelar Buka Puasa Bersama Umat Islam di Halaman Kantor Bupati

BANGLI, BALI KINI – Halaman Kantor Bupati Bangli berubah menjadi ruang penuh kehangatan pada Kamis (5/3/2026) sore. Pemerintah Kabupaten Bangli secara khusus menggelar acara buka puasa bersama umat Islam se-Kabupaten Bangli sebagai langkah nyata mempererat tali silaturahmi serta merawat kerukunan antarumat beragama di "Bumi Sekala Beken" tersebut.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Ny. Sariasih Sedana Arta, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar didampingi Ny. Suciati Diar, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bangli, Sekretaris Daerah (Sekda) serta pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Bangli serta tokoh masyarakat lain nya. 

Perwakilan tokoh Islam Kabupaten Bangli, Haji Nasrudin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah daerah. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bukti otentik kuatnya toleransi di Bangli.

"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati dan jajaran. Momen ini bukti nyata bahwa di Bangli, kita semua adalah saudara yang saling menghormati dalam bingkai moderasi beragama," ungkap Haji Nasrudin.

Bupati  Sedana Arta menekankan bahwa keharmonisan yang telah terbangun merupakan fondasi utama kemajuan daerah. Beliau berharap momentum puasa tahun ini menjadi sarana bagi umat Muslim untuk meraih kemenangan melawan diri sendiri.

Di tengah tantangan masa pancaroba dan situasi global yang dinamis, Bupati menyerukan agar masyarakat tidak terpecah belah.

"Hanya satu yang bisa kita harapkan, yaitu saling bergandengan tangan dan menjaga jaringan silaturahmi. Pada hakikatnya, hidup ini memiliki tujuan yang sama, yaitu menuju kesempurnaan," tutur Bupati Sedana Arta.

Pemerintah Kabupaten Bangli memberikan apresiasi tinggi atas peran aktif warga Muslim dalam pembangunan daerah. Sinergi ini dianggap sebagai kunci utama agar Bangli mampu bersaing dengan daerah lainnya.

Bupati menegaskan komitmennya untuk selalu berdiri bersama seluruh komponen masyarakat tanpa terkecuali. Beliau optimis dengan persatuan yang solid, Bangli akan mampu "melompat lebih tinggi" demi kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.

Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan ini ditutup dengan doa bersama. Saat azan Maghrib berkumandang, suasana semakin akrab ketika jajaran pejabat pemerintah dan warga duduk bersama menikmati hidangan buka puasa, menghapus sekat antara pemimpin dan rakyat.

Di Balik Kesibukan Mengurus Infrastruktur, Kepala Dinas PUPR Karangasem Wedasmara Simpan Cinta Besar pada Musik

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 
KARANGASEM, Bali Kini - Di balik kesibukannya mengurus pembangunan infrastruktur dan penataan kawasan permukiman di Kabupaten Karangasem, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Karangasem, I Wayan Wedasmara, ternyata memiliki sisi lain yang jarang diketahui publik. Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki kecintaan mendalam pada dunia musik.

Pria kelahiran Tangerang, 1 April 1974 itu telah menekuni dunia musik sejak masih duduk di bangku SMA. Saat itu, ia aktif bermain band bersama teman-temannya dengan membawakan lagu-lagu beraliran pop.

Kecintaan terhadap musik terus ia bawa hingga menjalani karier sebagai ASN. Bahkan, band yang pernah dibentuknya sempat beberapa kali tampil mengisi hiburan musik di sejumlah cafe. Tak hanya cafe di Bali, namun juga cafe di wilayah luar Bali.

Seiring perkembangan tren musik, Pria yang berusia 52 tahun ini mengaku belakangan lebih menyukai lagu-lagu pop/folk bernuansa “musik senja” yang kini cukup digemari kalangan kaula muda, gen Z. 

Namun, di tengah tuntutan pekerjaan sebagai kepala dinas yang mengemban tanggung jawab besar dalam pembangunan infrastruktur daerah, aktivitas bermusiknya kini harus untuk sementara waktu terhenti. Band yang pernah ia bangun bersama rekan-rekannya pun kini tengah beristirahat. Wedasmara menegaskan bahwa tanggung jawab sebagai kepala dinas tetap menjadi prioritas utama.

“Saya berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya,” tegasnya, Jumat (26/3/2026).

Wedasmara mengakui bahwa aktivitas bermusik selama ini menjadi cara baginya untuk melepas penat dari rutinitas pekerjaan yang cukup padat.

Ke depan, ia berharap dapat kembali menemukan waktu untuk menghidupkan kembali aktivitas bermusik bersama bandnya.

“Kalau ada waktu, tentu ingin kembali membangun lagi band yang sempat vakum,” ujarnya. Pihaknya juga telah menyiapkan beberapa lagu yang akan dirilis untuk kesempatan "Come back"nya nanti. "

Kesibukan sebagai kepala dinas sekaligus kecintaannya pada musik menunjukkan bagaimana Wedasmara berusaha menjaga keseimbangan antara tanggung jawab sebagai abdi negara dan tidak mematahkan kecintaannya di dunia tarik suara. (Ami)

NELAYAN TAK KUNJUNGBKEMBALI DI PERAIRAN SELATAN NUSA PENIDA

Denpasar, Bali Kini - Seorang nelayan dari kelompok Pelindo Abua, dikabarkan belum kembali dari melaut di perairan selatan Nusa Penida, Jumat (6/3/2026). Menurut keterangan dari pelapor atas nama Wayan Suteja, perkiraan lokasi jatuhnya korban berada sejauh 3 Nm. 

Mulanya I Wayan Suta mulai melaut pagi tadi sekitar pukul 05.00 Wita. Jukungnya  ditemukan oleh kapal Rayfish Fins (Arjuna 2) kemudian ditarik ke arah Sanur. "Laporan kami terima pada pukul 16.20 Wita, menurut informasi ciri-ciri korban mengenakan pakaian motif army," terang I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Dari kartu identitasnya, I Wayan Suta merupakan warga Sanur, beralamat di Jalan Warmadewa, Lingkungan Semawang. 

Menindaklanjuti laporan, diberangkatkan 3 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar yang bertugas di KN SAR Arjuna 229 dengan menggunakan RBB. Mereka bertolak dari Pelabuhan Benoa pada pukul 16.40 Wita. Petugas siaga juga berkoordinasi dengan KUPP Nusa Penida, Kelompok Nelayan Pelindo Abu, dan Instansi terkait. 

Saat penyisiran kondisi angin dari arah timur dan kecepatan hingga 15 knots. Hingga pukul 19.00 Wita tim SAR gabungan tak kunjung menemukan korban. Rencananya operasi SAR akan kembali dilanjutkan besok pagi. (ay)

Sambangi Kediaman 2 Lansia di Tibu Tanggang, Wabup Ipat Serahkan Bantuan Kursi Roda

Jembrana, Bali Kini – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga lanjut usia dan penyandang disabilitas. Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, turun langsung menyerahkan bantuan alat bantu kesehatan berupa kursi roda kepada dua warga di Banjar Tibu Tanggang, Desa Penyaringan, Jumat (6/3).

Penyerahan bantuan ini menyasar dua lansia dengan kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus diantaranya Ida Ayu Ngurah (76 th) yang mengalami keterbatasan mobilitas setelah menjalani prosedur amputasi kaki akibat penyumbatan pembuluh darah dan Ni Ketut Lipung (94 th) yang kehilangan kemampuan berjalan akibat cidera fisik setelah terjatuh.

 Wakil Bupati yang akrab disapa Ipat ini menyampaikan bahwa bantuan ini bukan sekadar penyerahan barang, melainkan bentuk empati pemerintah terhadap kemandirian warganya. Ia menekankan pentingnya akses mobilitas bagi lansia agar tetap memiliki kualitas hidup yang baik.

"Bantuan ini kami tujukan bagi warga Jembrana yang sedang berjuang dengan keterbatasan fisik. Kami ingin memastikan bahwa meski dalam kondisi sakit atau lanjut usia, mereka tetap bisa beraktivitas dan merasakan kehadiran pemerintah," ucapnya.

Wabup Ipat berharap, dengan diberikannya alat bantu ini, masyarakat dapat kembali bersemangat untuk menjalankan keseharian terutama untuk melakukan aktivitas sehari-hari di rumah.

"Harapan kami, kursi roda ini dapat meringankan beban keluarga dan membangkitkan semangat para penerima untuk tetap produktif di lingkungan rumah," imbuh Wabup Ipat.

Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Jembrana, dr. I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, menjelaskan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan telah melalui proses verifikasi yang ketat guna memastikan ketepatan sasaran dan menentukan jenis alat bantu yang paling sesuai dengan kondisi medis pemohon.

"Prosesnya dimulai dari usulan desa atau kelurahan yang masuk ke dinas kami. Setelah itu, tim teknis melakukan asesmen lapangan untuk menilai kelayakan. Hal ini penting agar alat yang diberikan benar-benar bermanfaat secara fungsional," jelasnya.

Dilain sisi, I Ketut Widana, yang merupakan keluarga dari Ni Ketut Lipung menyampaikan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Jembrana kepada keluarganya.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana yang telah memberikan bantuan kepada keluarga saya berupa kursi roda ini," ungkapnya.

Dengan adanya program pemberian alat bantu ini, menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Jembrana dalam memperkuat jaring pengaman sosial dan memastikan tidak ada warga yang terabaikan dalam aspek kesehatan dan kesejahteraan. (*)

Walikota Jaya Negara Sebut Jadi Wahana Kreativitas dan Penguatan Budaya Bali, Siapkan Waste Management Pengolahan Sampah Selama Festival Berlangsung.

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede serta Forkopimda Kota Denpasar saat menyuarakan kulkul sebagai pembuka gelaran Kasanga Festival Caka 1948 Tahun 2026 di Kawasan Catus Pata Patung Catur Muka Denpasar pada Jumat (6/3).

Diawali Pawai 16 Ogoh-Ogoh Terbaik STT, Kasanga Festival Denpasar Caka 1948 Resmi Dibuka.  

Denpasar, Bali Kini - Gelaran tahunan bertajuk Kasanga Festival Caka 1948 Tahun 2026 secara resmi dibuka. Pembukaan dilaksanakan langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede serta Forkopimda Kota Denpasar yang ditandai dengan menyuarakan kulkul sebagai pembuka gelaran Kasanga Festival Caka 1948 Tahun 2026 di Kawasan Catus Pata Patung Catur Muka Denpasar pada Jumat (6/3) dan akan berlangsung hingga 8 Maret 2025 mendatang.

Setelah resmi dibuka, penampilan 16 karya ogoh-ogoh terbaik STT se-Kota Denpasar menjadi awal pelaksanaan kegiatan tersebut. Adapun 16 ogoh-ogoh yang tampil merupakan karya dari ST. Cantika, Br. Sedana Merta, ST. Yowana Sawitra, Br. Abiantimbul, ST. Eka Dharma, Br. Saih Peguyangan Kaja, ST. Sukarela, Br. Kepisah Pedungan, ST. Satya Dharma, Br. Pekandelan Sanur Kaja, ST. Yowana Kerta Yoga, Br. Panti Gede, ST. Dharma Cita, Br. Abiankapas Tengah. 

Selanjutnya, ST. Swastika, Br. Pekambingan, ST. Dharma Santika, Br. Tembawu Kelod, ST. Eka Cita, Br. Abiankapas Kaja, ST. Taruna Dharma Castra, Br. Tengah Sidakarya, ST. Swadharmita, Br. Ceramcam Kesiman, ST. Dwi Tunggal, Br. Antap Panjer, ST. Bineka, Br. Binoh Kelod, ST. Semadhi Dharma Putra, Br. Poh Gading dan ST. Mekar Sari, Banjar Kesambi, Kesiman Kertalangu.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa disela kegiatan mengaku bahagia lantaran dengan sinergitas lintas sektor antara Pemerintah Kota Denpasar bersama Pasikian Yowana Kota Denpasar serta pihak terkait lainya ini dapat melaksanakan Kasanga Festival di Tahun 2026 ini. Tentunya hal ini dapat menjadi dasar dan tolak ukur pengembangan kretivitas, dalam usaha memperkuat budaya Bali. Kasanga Festival merupakan wahana  kreatifitas tanpa batas Yowana Kota Denpasar yang bernafaskan Vasudhaiva Kutumbakam. 

“Kegiatan ini dilaksanakan agar kreator ogoh-ogoh di Kota Denpasar mempunyai ruang berkompetisi yang produktif dengan berpedoman pada konsep Satyam Siwam Sundharam (Etika, Logika Dan Estetika). Sasaran kedepan dari Kasanga Festival ini memberi kontribusi terhadap pembangunan di Kota Denpasar Yang Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju, dan yang terbaru, Kasanga Fest hadir dengan sistem pengolahan sampah berbasis sumber,” ujarnya

Lebih lanjut dijelaskan, jika bersama dicermati, Kasanga Festival merupakan wahana strategis untuk dilaksanakan berkelanjutan. Hal ini lantaran kegiatan ini merupakan sarana interaksi dan komonikasi guna menumbuh kembangkan kreativitas di kalangan Yowana, Agama, Adat Dan Budaya Bali yang berkesinambungan. Pihaknya juga memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang luar biasa. Hal ini terlihat dari membludaknya penonton yang hadir. 

“Mudah-mudahan dengan pelaksanaan Kasanga Festival ini, bisa menjadi tuntunan membuat ketentraman, sebagai sarana meningkatkan aktifitas dan kreatifitas, Guna, Gina, Pragina dan Guna Kaya. Oleh sebab itu menjadi tanggungjawab kita sebagai warga masyarakat Denpasar, untuk menjaga keamanan dan ketertiban pelaksanaan Kasanga Festival ini,” ujar Jaya Negara sembari mengajak seluruh masyarakat untuk memeriahkan serta mengikuti Kasanga Fest ini dengan tertib dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan.

Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, AA Made Angga Harta Yana saat diwawancarai menjelaskan, Kesanga Festival yang tetap berpedoman pada sepirit Vasudhaiva Kutumbakam ini mempertemukan beragam bidang. Kasanga Festival tahun ini, selain menghadirkan 16 ogoh-ogoh terbaik karya STT se-Kota Denpasar yang pada seleksi sebelumnya diikuti sebanyak 223 peserta dari STT se-Kota Denpasar. Selain itu, terdapat pula sebanyak 10 ogoh-ogoh TK/PAUD se-Kota Denpasar, sebanyak 43 karya ogoh-ogoh mini, sebanyak 33 peserta lomba seketsa dan sebanyak 35 peserta lomba tapel. Terdapat pula sebanyak 16 peserta lomba barong, sebanyak 6 peserta lomba baleganjur ogoh-ogoh serta sebanyak 43 stand UMKM yang dapat menjadi pilihan warga kota untuk berbelanja dan kulineran. 

“Sesuai dengan ide besar Pak Walikota dan Wakil Walikota melalui Kesanga Festival ini diharapkan mempertemukan serta menggabungkan beragam kreatifitas yang ada, yang tentunya berkaitan dengan Hari Suci Nyepi dengan tetap memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal yang ada,” ujar Gung Angga.

Selain itu, kata Gung Angga, Kasanga Fest kali ini menghadirkan skema baru. Yang pertama adalah pengolahan sampah festival berbasis sumber dengan sistem waste management bekerjasama dengan komunitas. Kedua, format penilaian tahun ini dikemas dengan pawai atau peed, dan pada saat inaugurasi pembukaan turut dimeriahkan dengan penampilan perwakilan kecamatan yang diawali dengan pementasan Barong Barung sebagai penyucian. 

“Kami berharap Kasanga Festival ini dapat menguatkan seni budaya Bali yang dikolaborasikan dengan teknologi. Dan tahun ini kami menghadirkan format baru, dimana Kasanga Fest juga ikut andil dalam mengurangi sampah dengan mengolah sendiri sampah festival dengan waste management,” ujarnya. 

Untuk diketahui, pada perhelatan kali ini, 16 besar ogoh-ogoh terbaik karya STT se-Kota Denpasar akan diberikan pembinaan sebesar Rp. 30 Juta untuk masing-masing sekehe. Selanjutnya, mereka akan menampilkan pawai atau peed dengan sajian terbaik untuk memperebutkan Juara I dengan hadiah sebesar Rp. 50 Juta, Juara II dengan hadiah Rp. 40 Juta, Juara III dengan hadiah Rp. 30 Juta, Harapan I dengan hadiah Rp. 20 Juta, Harapan II dengan hadiah Rp. 15 Juta dan Harapan III dengan hadiah Rp. 10 Juta dengan masing-masing hadiah dipotong pajak. 

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Inpektur Daerah Kodam IX Udayana, Dandim 1611 Badung, Kolonel Inf. Putu Tangkas Wiratawan, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar, Pimpinan OPD serta undangan lainya. (Ags).

Berbagi Kebahagiaan di Bulan Suci Ramadan, Koramil Kokonao dan Koramil Timika Bagikan Takjil kepada Pengguna Jalan


Timika , Bali Kini
- Berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan, Koramil 1710-01/Kokonao dan Koramil 1710-02/Timika melaksanakan kegiatan pembagian takjil kepada pengguna jalan dan masyarakat yang melintas. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Yos Sudarso, Timika, Jumat (6/3/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, khususnya bagi para pengguna jalan yang belum sempat menyiapkan hidangan berbuka. Personel Koramil dan Persit turun langsung ke jalan untuk membagikan paket takjil kepada pengendara maupun warga sekitar yang melintas.

Pada kegiatan tersebut, Koramil 1710-01/Kokonao dan Koramil 1710-02/Timika membagikan sebanyak 300 paket takjil kepada masyarakat. Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat menerima takjil yang dibagikan oleh para prajurit TNI.

Kegiatan berbagi takjil ini juga menjadi salah satu bentuk kedekatan TNI dengan masyarakat serta upaya mempererat hubungan silaturahmi di wilayah binaan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Pembagian takjil tersebut akan terus dilaksanakan secara rutin selama bulan suci Ramadan sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama ( tim Lpt)

Dinas Sosial Laksanakan Pelatihan Membuat Makanan Frozen


 Tingkatkan Ekonomi Keluarga Penerima Manfaat


Denpasar , Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial Kota Denpasar melaksankan pelatihan membuat makanan bagi 100 orang perwakilan keluarga penerima manfaat (KPM) untuk empat kecamatan, Kota Denpasar. Pelatihan yang berlangsung dua hari dari hari Kamis (5/3) sampai Jumat, (6/3) di buka secara resmi oleh Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty yang didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminanan Sosial, I Gusti Ketut Sudiatmika.


Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty dalam arahannya pada peserta pelatihan menyampaikan pelatihan yang berkerja sama dengan Sugatu Bali sebagai narasumber dan melibatkan Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Denpasar bertujuan untuk meningkatkan ekonomi keluara KPM. Adapun jenis makanan yang dilatih seperti pembuatan risoles, nugget talas dan siomay. “Jenis makanan-makanan yang dilatih kali ini Saya kira bisa langsung di buat dirumah dan jual di sekitar lingkungan rumah dulu,” harapnya. Disamping diberikan praktek cara membuat dari awal juga diberikan teori pemasaran termasuk juga cara pengkemasan secara sederhana. Semua ini menurut Laxmy Saraswati sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kota Denpasar dalam mengentaskan masalah kemiskinan melalui peningkatan keterampilan KPM. Sehingga KPM tidak lagi tergantung sebagai penerima manfaat program PKH.


Untuk itu pelatihan yang diberikan dapat dipraktekan di masing-masing keluarga yang mengikuti palatihan karena materi pelatihan kali ini membuat makanan.  Laxmy Saraswati juga menambahkan dipilihnya produk makanan ini dalam pelatihan selain bahannya mudah didapat juga sebagai strategi sederhadana dalam memasarkan produk. Mengingat jenis makanan dilatih saat ini bisa dijual dalam kemasan dingin ( frozen) maupun siap saji. “Saya yakin bila ini dapat dilaksanakan di rumah KPM yang mengikuti pelatihan akan membantu sedikit tidaknya ekonomi keluarga,” ujarnya.


Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminanan Sosial, I Gusti Ketut Sudiatmika menambahkan apa yang didapat dalam pelatihan harus diperaktikan dirumah lagi minimal dibuat untuk keluarga. Karena untuk menjadi berhasil teruma menjadi sebagai wirausaha makanan harus melalui prososes dan konsistan. Disamping itu Sudiatmika juga berharap melalui pendamping PKH Kota Denpasar membuat WA Grup bagi masing-masing kelompok yang mengikuti pelatihan. Selalin sebagai ajang komunikasi juga saling memotivasi bagi peserta pelatihan. “Saya harap para peserta membuat WA Grup dikoordinir pendamping PKH masing-masing. Selain sebagai alat komunikasi juga untuktukar pengalaman, “ harapnya.


Salah seorang narasumber Eka Sudarmawan dalam peparannya menyampaikan untuk melaksanakan suatu usaha harus konsisten dan jangan libur terus. Ini juga mempengaruhi proses penjualan pada konsumen. Disamping juga peserta harus mampu menhitung harga bahan yang digunakan sehingga produk yang dijual tidak merugi.


Salah seorang peserta Kadek Sri Muliantari dari Denpasar Utara menyampaikan pelatihan ini sangat bermanfaat, mengingat jenis pelatihannya makanan yang sederhana dan disukai masyarakat. Ia mengaku akan langsung mempraktekan di rumah mungkin minimal bisa dititip di warung-warung.  (Gst-Kabid Linjamsos)

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved