-->

Selasa, 03 Maret 2026

Atasi Polusi Visual, Sekda Bangli Instruksikan Penertiban Kabel provider Semrawut

Bangli , Bali Kini - Menindaklanjuti arahan tegas Bupati Bangli terkait penanganan polusi visual, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, bergerak cepat dengan memimpin rapat koordinasi penertiban kabel jaringan telekomunikasi dan PLN yang semrawut. Rapat yang berlangsung di Ruang Krisna Setda Bangli pada Senin (2/3/2026) ini menjadi langkah awal pembersihan kabel ilegal, rusak, maupun kadaluwarsa.

Sekda Bagus Riana Putra ​menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respons langsung atas instruksi Bupati Bangli saat Rakor bersama Forkopimda dan Perbekel se-Bangli pada Februari lalu. Pembersihan kabel semrawut ini bertujuan menghilangkan kesan merusak pemandangan (polusi visual) di wilayah Kabupaten Bangli. ​
"Kami berharap agar semua provider bekerja sama melalui asosiasi, baik itu Apjatel maupun APJII, sebagai wadah koordinasi agar pengerjaannya terintegrasi dan tidak tumpang tindih," ucap Riana Putra. 


​Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfosan) Bangli, I Nyoman Murditha, mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera menetapkan zona-zona prioritas untuk perapian jaringan.
Intinya, Diskominfosan akan menentukan zona wilayah perkotaan dan jalur pariwisata yang wajib diikuti oleh provider dan PLN untuk dirapikan. Kami berharap dengan koordinasi satu pintu ini, diharapkan seluruh pemilik izin jaringan di Bangli memiliki jadwal yang jelas mengenai kapan harus mulai bekerja dan kapan harus berkoordinasi, sehingga tidak menimbulkan kebingungan di lapangan, ungkap Murditha. 
​Salah satu poin krusial dalam rapat tersebut adalah rencana ambisius untuk memindahkan kabel udara ke bawah tanah, khususnya di jalur protokol.
​"Sesuai arahan Bapak Bupati, kami diminta berkoordinasi lintas sektor untuk menurunkan kabel jaringan di sepanjang Jalan Ngurah Rai, mulai dari pertigaan Patung Adipura hingga depan MPP. Harapannya, kabel-kabel tersebut ditanam di bawah tanah," imbuhnya.

​Rencana pembangunan infrastruktur bawah tanah (seperti manhole dan handhole) ini akan dikaji lebih lanjut melalui survei teknis. Murditha menegaskan bahwa pembiayaan direncanakan bersumber dari asosiasi, bukan dari Pemda, di mana nantinya para provider akan berbagi jalur di bawah tanah tersebut.

​Dukungan penuh datang dari para penyedia jasa internet yang dikoordinir oleh Korwil Apjatel Bali Dody Simanjuntak dan Ketua Dewan Direksi APJII Bali I Made Kartha Susila serta Perwakilan 13 Provider yang memiliki izin di Bangli. Dalam rapat tersebut hadir juga Kepala Dinas PUPR PERKIM, Kepala Dinas PMPTSP, Kasat Pol PP, Sekbam Bappeda Litbang dan Kabid Aset BKPAD Bangli. 
Semua pihak telah sepakat berkomitmen mendukung penataan ini secara bertahap, mulai dari pusat kota, jalur wisata, hingga merambah ke wilayah kecamatan dan desa.
​"Kami sangat berterima kasih atas komitmen teman-teman provider, ini adalah upaya kolektif untuk meningkatkan estetika dan kenyamanan wilayah Kabupaten Bangli," tutup Murditha.

Walikota Jaya Negara Hadiri Prosesi Majaya-Jaya Paruman Alitan Majelis Desa Adat Denpasar

Ket. Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, Ketua Pengurus Harian PHDI Kota Denpasar I Made Arka, Ketua Majelis Desa Adat Kota Denpasar I Ketut Wisna, dan Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar I Wayan Butuantara dalam kesempatan pelaksanaan upacara Majaya-Jaya Paruman Alitan MDA Kota Denpasar yang digelar di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar, Selasa (3/3).

Denpasar, Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri pelaksanaan upacara Majaya-Jaya Paruman Alitan Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar yang digelar di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar, Selasa (3/3).

Upacara ini bertepatan dengan Purnama Kasanga yang dilaksanakan sebagai rangkaian memohon restu dan kelancaran dalam menjalankan tugas-tugas Paruman Alitan MDA Kota Denpasar. Prosesi diawali dengan upacara Majaya-Jaya yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Gelgel Keniten, Griya Satya, dilanjutkan dengan persembahyangan bersama serta penyerahan Surat Keputusan (SK) secara simbolis oleh Walikota Jaya Negara.

Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, Ketua Pengurus Harian PHDI Kota Denpasar I Made Arka, Ketua Majelis Desa Adat Kota Denpasar I Ketut Wisna, Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar I Wayan Butuantara, para Jro Bendesa Adat se-Kota Denpasar, serta undangan lainnya yang turut mengikuti prosesi persembahyangan bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya upacara Majaya-Jaya Paruman Alitan MDA Denpasar sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan serta memperkuat peran lembaga adat dalam kehidupan masyarakat Bali, khususnya di Kota Denpasar.

Menurut Jaya Negara, keberadaan Majelis Desa Adat memiliki peran strategis dalam menjaga, melestarikan, serta menguatkan nilai-nilai adat, tradisi, dan budaya Bali di tengah dinamika perkembangan kota.
“Melalui pelaksanaan upacara ini kita berharap seluruh pengurus dan anggota Majelis Desa Adat diberikan kerahayuan, kekuatan, serta kelancaran dalam mengemban tugas menjaga adat, budaya, dan kearifan lokal Bali,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut disampaikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan desa adat menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan berbasis budaya di Kota Denpasar. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal tetap lestari sekaligus mampu mendukung terwujudnya Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya.

Sementara itu, Ketua Majelis Desa Adat Kota Denpasar I Ketut Wisna, menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara ini bertepatan dengan Purnama Kasanga sekaligus menjadi rangkaian pengukuhan Bendesa Alitan MDA Kota Denpasar yang berada di empat kecamatan.

Ia mengatakan, sebelumnya telah dilaksanakan paruman di tingkat kecamatan yang menetapkan Bendesa Alitan di masing-masing kecamatan. Selanjutnya, pengukuhan dilakukan melalui Surat Keputusan dari Majelis Desa Adat yang kemudian diserahkan secara simbolis pada pelaksanaan upacara Majaya-jaya oleh Walikota Denpasar.

“Kehadiran Bendesa Alitan ini diharapkan dapat memperkuat pendampingan serta penguatan desa adat di masing-masing kecamatan,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan Majelis Desa Adat juga diharapkan dapat bersinergi dan mendukung berbagai program Pemerintah Kota Denpasar, sekaligus terus ngayah dalam menjaga dan menguatkan desa adat.

“Semoga melalui pelaksanaan upacara ini seluruh pengurus dapat diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas. Mari bersama-sama mendukung program pembangunan Kota Denpasar melalui penguatan desa adat,” pungkasnya. (Pur)

Wawali Arya Wibawa Tinjau Nominasi 16 Besar Ogoh-Ogoh Kesanga Festival diKecamatan Denpasar Timur

Denpasar, Bali Kini-  Wakil Walikota, I Kadek Agus Arya Wibawa mengunjungi beberapa Banjar di wilayah Kecamatan Denpasar Timur, guna meninjau langsung hasil karya ogoh-ogoh Sekehe Teruna Teruni (STT) se-Kota Denpasar yang menjadi nominasi 16 Besar Kasanga Festival Icaka Warsa 1948 Tahun 2026, Senin (2/3) malam. 

Pada kesempatan itu, setidaknya terdapat 5 lokasi Banjar yang dikunjungi. Antara lain, Banjar Abian Kapas Tengah dan Banjar Abian Kapas Kaja, di wilayah Kelurahan Sumerta, kemudian dilanjutkan Banjar Ceramcam, Kelurahan Kesiman. Sementara lokasi berikutnya adalah Banjar Tembawu Kelod di Penatih, dan lokasi terakhir ada di Banjar Kesambi, Desa Kesiman Kertalangu.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut para Anggota DPRD Bali Dapil Kota Denpasar yakni I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya AA Istri Paramita Dewi, Hadir dan lainnya. Ada pula Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati dan undangan lainnnya. 


Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan, rangkaian kunjungan ini dilaksanakan guna mengecek kesiapan para peserta yang masuk nominasi 16 besar Kesanga Festival 2026.

Hal ini juga sekaligus, guna memberikan semangat dan dukungan kepada para anggota STT agar dapat mempersembahkan penampilan dan karya terbaik berlangsungnya pawai Kesanga Festival yang dijadwalkan akan terselenggara pada 6-8 Maret mendatang, agar dapat menampilkan karya maksimal saat pawai nanti. 

Dalam hal ini, pihaknya juga turut mengapresiasi karya STT se-Kota Denpasar yang telah menampilkan kreatifitas yang maksimal dan tentunya lebih baik dari tahun sebelumnya. 

"Seluruh karya yang dihasilkan STT Denpasar semuanya bagus-bagus. Namun, dalam setiap perlombaan ada yang terbaik. Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Denpasar agar adik-adik STT semakin siap menampilkan yang terbaik," ungkap Arya Wibawa.

Pada kesempatan itu, Arya Wibawa juga memberikan apresiasi atas dukungan yowana dalam pembangunan Denpasar. Termasuk juga di dalamnya masukan, usul dan saran yowana akan menjadi atensi Pemkot Denpasar kedepannya. 

"Selain memberikan semangat, motivasi dan dukungan, tadi kita banyak berdiskusi tentang kreatifitas anak muda, kedepan akan menjadi atensi dalam setiap program kerja pembangunan Kota Denpasar, tetap semangat berkreatifitas," ujarnya


Selebihnya, Arya Wibawa juga berpesan kepada seluruh STT dan komponen masyarakat Kota Denpasar agar pada penyelenggaraan Nyepi tahun ini, bersama-sama menjaga kebersihan, utamanya saat pawai Kesanga Festival maupun momen pengerupukan nanti. 

"Ngiring adik-adik pada Nyepi tahun ini kita bersama-sama untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan. Nanti pada saat pawai Kesanga Festival maupun saat penyelenggaraan pengerupukan," katanya. (Win)

Senin, 02 Maret 2026

Wujudkan Klungkung Asri, Bupati Satria Pimpin Aksi Gotong Royong Bersih Pantai di Pura Watu Klotok

Klungkung , Bali Kini - Guna mewujudkan Klungkung yang asri kolaborasi dan komitmen yang tinggi untuk menjaga kebersihan lingkungan harus diperkuat dengan sebaik-baik. Arahan tersebut disampaikan saat Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra memimpin bersih-bersih yang dipusatkan di area Pantai dan Pura Watu Klotok, Kecamatan Klungkung, Minggu (1/3). Turut hadir Sekda Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana.

Kegiatan yang melibatkan sebanyak 1.300 orang terdiri dari unsur TNI/Polri, jajaran OPD hingga siswa SD, SMP dan SMA ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Bali yang bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan serta menanamkan budaya kebersihan di seluruh lapisan masyarakat Bali. 

Bupati Satria sangat menyambut baik dan tentunya mengapresiasi tinggi atas semangat para siswa yang mengikuti kegiatan ini. Pura Watu Klotok merupakan salah satu kawasan suci di pesisir memiliki potensi wisata yang luar biasa. Selain itu Melalui aksi nyata ini, Bupati Satria berharap Gerakan Bali Bersih Sampah tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi pemicu kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di kawasan suci dan objek wisata pantai. 

“Kebersihan Klungkung adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga kesucian dan keindahan alam kita mulai dari aksi nyata bersih-bersih pantai ini." harapnya.


Dukung Aksi Bersih Serentak se-BaliWawali Arya Wibawa Pimpin Aksi di Kawasan Pantai Biaung

Denpasar , Bali Kini – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, memimpin langsung aksi bersih-bersih serentak se-Bali yang dipusatkan di kawasan Pantai Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, Minggu (1/3). Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, serta masyarakat setempat yang turut ambil bagian dalam gotong royong membersihkan area pantai.

Dalam kesempatan tersebut, Arya Wibawa menegaskan bahwa aksi bersih-bersih ini tidak hanya sebatas kegiatan seremonial semata, melainkan harus menjadi gerakan berkelanjutan. Ia berharap setelah pelaksanaan di Pantai Biaung, kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan di masing-masing wilayah.
“Aksi ini tidak hanya hari ini saja, namun harus berkelanjutan. Setelah dari sini, agar dapat dilanjutkan di wilayah masing-masing. Diharapkan para Perbekel dan Lurah bisa menggerakkan aksi serupa di wilayahnya masing masing,” tegasnya.

Sementara itu, Perbekel Kesiman Kertalangu, I Made Suena, menyampaikan apresiasinya atas dipusatkannya kegiatan bersih-bersih di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan ini sangat luar biasa karena menjadi bagian dari gerakan bersih lingkungan serentak di seluruh Bali, dan Desa Kesiman Kertalangu dipercaya sebagai salah satu lokasi pelaksanaan di Kota Denpasar.

Ia menambahkan, partisipasi masyarakat sangat tinggi dengan melibatkan seluruh desa adat yang ada di wilayah Kesiman Kertalangu, desa dinas, serta mendapat dukungan penuh dari OPD Kota Denpasar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, menjelaskan bahwa dalam aksi tersebut pihaknya menyiapkan tiga armada pengangkut sampah guna memastikan proses pengumpulan dan pengelolaan berjalan optimal.

Lebih lanjut dijelaskan, sampah yang terkumpul akan dipilah sesuai jenisnya. Sampah anorganik akan didaur ulang, sedangkan sampah organik akan dikelola menjadi kompos maupun bahan bakar, bahkan sebagian dapat dimanfaatkan untuk kerajinan oleh pihak yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir, semakin meningkat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Denpasar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Ayu)

Menjaga Semangat Gotong Royong Warga: Pemkab Jembrana Gelar Aksi Bersih Pantai Serentak Secara Rutin

JEMBRANA , BALI KINI - Mengimplementasikan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat persatuan dan semangat gotong royong, Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menggerakkan ribuan warga dalam Aksi Bersih Pantai dan lingkungan Serentak secara rutin. Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (1/3) ini menyasar wilayah sungai, laut, dan pesisir serta lingkungan masing masing di seluruh Kabupaten Jembrana . Gerakan ini ,  upaya nyata menjaga kelestarian alam melalui kekuatan kolektif masyarakat.

Aksi gotong royong massal kali ini dipusatkan di Pantai Delodberawah, Kecamatan Mendoyo, dan Pantai Samania, Kelurahan Gilimanuk. Kegiatan ini menjadi potret nyata sinergi antara TNI/Polri, Pemerintah Daerah, mahasiswa, siswa sekolah, perangkat desa, kelurahan, hingga komunitas lingkungan yang bahu-membahu menyisir sampah plastik dan organik.

Hadir langsung di Pantai Delodberawah, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme warga. Ia menegaskan bahwa aksi rutin ini adalah wadah untuk merawat semangat gotong royong yang menjadi fondasi ketahanan lingkungan.
"Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo untuk menjaga semangat gotong royong, kegiatan hari ini adalah bukti bahwa warga Jembrana memiliki rasa cinta dan tanggung jawab yang besar terhadap tanah airnya. Pantai ini adalah aset berharga untuk nelayan, pariwisata, hingga upacara adat kita," ujar Wabup Ipat.

Lebih dari sekedar  membersihkan , 
Wakil Bupati menambahkan bahwa agenda rutin ini bukan sekadar aktivitas fisik memungut sampah, melainkan sebuah gerakan edukasi berkelanjutan.

 
"Semangat gotong royong ini yang hendak kita jaga . Menanamkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum dan alam, sekaligus Mempererat silaturahmi earga , dan hubungan antar elemen masyarakat dan instansi pemerintah ,"terang Ipat. 


Aksi ini ditutup dengan pengangkutan seluruh sampah yang terkumpul ke tempat pembuangan akhir. Pemkab Jembrana berkomitmen untuk terus menjaga konsistensi gerakan ini guna memastikan ekosistem laut dan lingkungan tetap terjaga dan semangat gotong royong warga tetap menyala. ( * )

Wabup Ipat: Jadikan Kedekatan Perayaan Nyepi dan Idul Fitri Momentum Perkuat Toleransi di Jembrana

JEMBRANA , BALI KINI – Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk menjadikan perayaan Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri tahun 2026 yang jatuh berdekatan sebagai ajang pembuktian tingginya semangat toleransi di Kabupaten Jembrana.

Hal tersebut ditegaskan Wabup Ipat saat memimpin Apel Rutin di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana yang berlangsung di depan Kantor Bupati Jembrana, Senin (2/3/2026). Di hadapan ratusan pegawai, ia menyebut bahwa bulan Maret ini merupakan bulan yang istimewa bagi kerukunan umat beragama di Jembrana.

"Maret 2026 ini sangat spesial. Peringatan Tahun Baru Caka dan bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri jatuh pada waktu yang beririsan. Saya mengajak seluruh keluarga besar Pemkab Jembrana dan masyarakat luas untuk menjadikan momentum ini sebagai pembuktian bahwa Jembrana adalah barometer toleransi yang nyata," ujar Wabup Ipat.

Dalam sambutannya, Wabup Ipat secara khusus menyampaikan ucapan selamat bagi kedua umat beragama yang akan menyambut hari besarnya masing-masing. Ia berharap fenomena kalender yang unik ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi menjadi media untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama di Jembrana.

"Izinkan saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi umat Islam, dan selamat menyambut Hari Suci Nyepi bagi umat Hindu. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Jembrana adalah masyarakat yang saling menghormati dan memiliki kedewasaan dalam menjaga harmoni," imbuhnya.

Guna mendukung terciptanya suasana yang damai, Wabup Ipat juga menekankan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan dan ideologi Pancasila bagi seluruh pegawai, baik ASN maupun Non-ASN. Hal ini dinilai penting sebagai fondasi dasar dalam menyikapi keberagaman dan menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.

Wabup Ipat optimis, dengan mengedepankan sikap saling menghargai, rangkaian hari raya di Kabupaten Jembrana akan berjalan dengan aman, sejuk, dan kondusif.

"Dengan semangat toleransi yang kuat dan stabilitas sosial yang terjaga, kita wujudkan Jembrana yang aman dan makmur sesuai visi Jembrana Maju, Harmoni, dan Bermartabat," tutupnya. ( * )

Usulan Air Bersih Karangasem Jadi Prioritas, Nilai Anggaran mencapai Rp95 M

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Bupati Karangasem tengah mendorong pengusulan program penyediaan air bersih ke pemerintah pusat melalui Gubernur Bali dengan nilai mencapai Rp95 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem, Wedasmara, menyampaikan bahwa usulan tersebut merupakan bagian dari dorongan pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bersih, khususnya di wilayah Kubu yang selama ini kerap mengalami kesulitan air.

Menurutnya, program yang diusulkan mencakup pengembangan jaringan air minum yang bersumber dari Telaga Waja, termasuk rencana pembangunan sumur bor dan cubang sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan air masyarakat.

“Masih tahap usulan, tetapi menjadi prioritas Bapak Gubernur untuk direalisasikan,” ujar Wedasmara ketika dihubungi melalui pesan Whatsap, Senin (2/3/2026).

Ia berharap usulan tersebut dapat segera disetujui dan direalisasikan pada tahun 2026 guna membantu mengatasi krisis air bersih di wilayah rawan kekeringan di Karangasem, terutama di kawasan Kubu sekaligus memenuhi visi dan misi Bupati Karangasem

Selain fokus pada program air bersih, pemerintah daerah saat ini juga masih memproses sejumlah kegiatan pembangunan lainnya yang masih berada pada tahap tender.

Program penyediaan air bersih ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan dasar warga Karangasem di masa mendatang. (Ami)

Lautan Sampah' Hiasi Pantai Kedonganan

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini - Kondisi Pantai Kedonganan kembali dipenuhi sampah kiriman yang belum seluruhnya terangkut. Hingga Senin (2/3) lautan sampah masih memenuhi kawasan yang dikenal sebagai pusatnya pasar ikan. Petugas terus menguras, namun volume sampah yang terbawa arus dari barat ini tak terbendung. 
Angin barat yang menjadikan sampah kiriman di laut terdampar di pantai, dan ini sudah menjadi hal rutin setiap tahunnya. Pantauan di lokasi menunjukkan tumpukan sampah didominasi limbah plastik serta potongan kayu yang berserakan di sepanjang garis pantai. 
Kondisi ini membuat petugas kebersihan harus bekerja ekstra untuk menjaga kawasan wisata tersebut tetap bersih. Walau pengerjaan pembersihan serta pengangkutan sampah sudah dikerjakan setiap hari dengan melibatkan tentara, Polisi, DLHK Badung dan relawan lainnya. 
Petugas menyebutkan, peningkatan volume sampah kiriman kerap terjadi saat musim angin barat dan gelombang tinggi. Faktor tersebut menyebabkan sampah dari laut terbawa dan menumpuk di pesisir, Ujar Made Adi petugas yang biasa ikut membersihkan pantai dikawasan ini setiap harinya. 
Hingga kini, sampah yang telah terkumpul masih menunggu penanganan lanjutan untuk segera diangkut ke tempat pembuangan. "Selain diangkut, sebagian di bakar. Ada juga warga yang memanfaatkan sebagai bahan kayu bakar," Aku salah seorang nelayan setempat.

TPA Suwung Akhirnya Kembali Dibuka

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini  - Akhirnya koordinasi antara pihak pengelola sampah dari Provinsi Bali, Badung, dan Kota Denpasar, membuat TPA Suwung dibuka kembali, Senin (02/03). Itu setelah sebelumnya belasan truk sampah memilih memarkir truknya diarea masuk Desa Serangan, Densel. 
Nampak belasan truk membawa sampah yang sebumnya parkir mengekor sejak kemarin, secara bergantian memasuki areal TPA. Namun normalnya angkutan sampah swakelola, masih belum dirasakan warga yang halaman rumahnya penuh tumpukan sampah. 
Sesuai keputusan sebelumnya TPA Suwung berhenti beroperasi sejak tanggal 1 Maret 2026, merupakan tindak lanjut dari kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka menghentikan praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) di TPA Suwung.
Berdasarkan hasil koordinasi yang berlangsung sejak pukul 08.00 Wita di Kantor UPT Pengelolaan Sampah Provinsi Bali, Jalan TPA Suwung, Sesetan, operasional TPA akan dibuka lagi pukul 09.00 Wita.

Perwakilan UPT Pengelolaan Sampah Pemkab Badung, I Gede Sucipta, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan alat-alat operasional guna mendukung kelancaran aktivitas di lokasi. Sementara itu, Koordinator Shift Pagi UPT Pengelolaan Sampah Provinsi Bali, I Ketut Widana, menyebut sebelumnya ada kendala teknis berupa kerusakan alat berat (excavator) milik provinsi yang saat ini dalam tahap perbaikan dilapangan.
Sekitar pukul 09.00 Wita, truk-truk pengangkut sampah mulai memasuki area TPA secara bertahap. Sejumlah sopir mengakui hingga kini masih banyak sampah rumahan yang belum terangkut dijalanan.
Kapolsek Denpasar Selatan AKP Agus Adi Apriyoga, menyatakan bahwa situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Bersama anggota Polsek Denpasar Selatan terus melakukan pemantauan dan pengamanan guna memastikan aktivitas pembuangan sampah kembali berjalan dengan tertib.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved