-->

Jumat, 20 Februari 2026

Tingkatkan Layanan Kesehatan Masyarakat, Pemkot Denpasar Gandeng TP PKK Laksanakan Pembukaan Posyandu Paripurna dan Posyandu 6 SPM

Ket. Foto : 
Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara dan Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat meninjau pelaksanaan Posyandu Paripurna dan Posyandu 6 SPM ini di Banjar Celagi Gendong, Kelurahan Pemecutan, dan Banjar Panti, Kelurahan Sanur, Jumat (20/2). 

Denpasar, Bali Kini  - Upaya peningkatan layanan kesehatan dan juga pencegahan stunting untuk masyarakat terus diupayakan di Kota Denpasar. Untuk itu, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas PMD menggandeng TP PKK Kota Denpasar menggelar kegiatan Posyandu Paripurna dan Posyandu 6 SPM.

Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat meninjau pelaksanaan Posyandu Paripurna dan Posyandu 6 SPM ini di Banjar Celagi Gendong, Kelurahan Pemecutan, Jumat (20/2). 

Pada kesempatan itu, Sagung Antari kemudian menyebut, selain digelar sebagai layanan kesehatan, acara ini juga mencakup intervensi dalam beberapa layanan lainnya yang terintegrasi, yakni Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketenteraman dan Ketertiban Umum, serta Sosial.

Dalam arahannya Sagung Antari mengatakan, Posyandu di masa kini tidak lagi hanya melayani layanan deteksi kesehatan pada bayi dan balita semata, namun terus berkembang dan membentuk sinergitas program yang berintegrasi. Posyandu mulai mengintegrasikan pola layanan kesehatan yang semakin kompleks dengan memberikan layanan yang selanjutnya mampu memberikan pola pelayanan yang melayani seluruh siklus hidup.


"Posyandu kini tidak hanya sebagai layanan kesehatan semata, namun semakin kompleks dengan pola integrasi layanan lainnya bagi masyarakat," kata Sagung Antari di sela kegiatan itu. 

Di lokasi berbeda, yakni Banjar Panti, Kelurahan Sanur, Sekretaris I TP PKK, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, berucap hal senada. Ayu Kristi juga menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan juga asupan gizi para lansia dan balita serta ibu hamil dapat terpenuhi dengan optimal melalui pemberian PMT pada Posyandu Paripurna ini.



 "Pemberian PMT bagi balita, ibu hamil dan warga lansia ini adalah salah satu usaha  untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, dimana dalam pelaksanaannya dirangkaikan dengan  pelaksanaan posyandu paripurna untuk memberikan pelayanan kesehatan," ujar Ayu Kristi.


Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kota Denpasar, I Wayan Budha menyampaikan, pada gelaran Posyandu kali ini, juga turut dilibatkan beberapa OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, guna mensosialisasikan tentang program Posyandu 6 SPM di masyarakat.

"Masing-masing OPD terkait menyampaikan edukasi dan informasi kepada masyarakat. Peran kader Posyandu juga dalam hal ini menjadi penting, sebagai edukator bagi para peserta Posyandu," katanya. (Win-Esa)

Apresiasi Prestasi Porprov Bali XVI 2025: Pemkab Jembrana Serahkan Bonus kepada Atlet dan Pelatih Juara

​JEMBRANA , BALI KINI – Pemerintah Kabupaten Jembrana secara resmi menyerahkan bonus bagi para atlet dan pelatih yang berhasil mengharumkan nama daerah pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI tahun 2025. Penyerahan bonus secara simbolis ini berlangsung khidmat di Ballroom Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Jumat (20/2/2026).

​Bonus diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), didampingi jajaran terkait kepada perwakilan atlet dan pelatih dari berbagai cabang olahraga.

​Dalam sambutannya, Wabup Ipat menegaskan bahwa pemberian bonus ini merupakan simbol pengakuan atas dedikasi luar biasa para atlet. Menurutnya, Porprov bukan sekadar ajang tanding, melainkan tolak ukur kemajuan olahraga Jembrana.

​"Pemberian bonus ini adalah bentuk nyata komitmen kami menghargai setiap tetes keringat atlet. Ini bukan sekadar materi, tapi simbol pengakuan bahwa perjuangan kalian sangat berarti bagi kemajuan olahraga dan nama baik Kabupaten Jembrana," ujar Wabup Ipat.

​Wabup Ipat juga memberikan pesan khusus kepada para atlet muda agar tidak cepat berpuas diri.

"Prestasi tidak lahir semalam. Ia buah dari latihan konsisten dan pengorbanan ikhlas. Teruslah bermimpi hingga tingkat internasional," imbuhnya.

Sementara, Ketua Kontingen Porprov Jembrana, I Komang Adiyasa, melaporkan bahwa sebanyak 318 atlet dari 38 cabang olahraga telah berjuang maksimal dan berhasil membawa pulang 85 medali (8 emas, 24 perak, dan 53 perunggu). 

" Besaran bonus pun telah ditetapkan, di mana peraih emas mendapatkan antara Rp50–80 juta, peraih perak sebesar Rp20–40 juta, dan peraih perunggu sebesar Rp7,5–25 juta tergantung kategori perorangan hingga tim, "jelasnya

​Adiyasa menjelaskan bahwa apresiasi ini merupakan wujud sinergi yang solid antara pemerintah dan KONI Jembrana dalam membina prestasi atlet daerah. Ia pun menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.

​"Kami ucapkan selamat kepada atlet peraih medali serta terima kasih kepada semua pihak yang telah berjuang, sehingga Porprov Bali XVI Tahun 2025 dapat terlaksana dengan sukses dan aman," pungkasnya. (*)

Jascha Ririhena Rilis Single "Sudah" di Hari Kasih Sayang

Laporan Reporter: Jero Ari 
DENPASAR , BALI KINI  - Nyong Ambon, Jascha Ririhena kembali membuktikan konsistensinya di ranah musik. Tumbuh dan berkarir di Pulau Dewata, pria yang akrab disapa Riri ini melepas single terbarunya berjudul "Sudah". Single ketiga ini dirilis di sejumlah platform musik digital, bertepatan dengan Hari Kasih Sayang, 14 Februari 2026.

Single "Sudah" ini sekaligus menjadi pintu gerbang untuk Riri melangkah menuju album perdana. Ada alasan tersendiri, bagi Riri melepas karya terbarunya tersebut di Hari Kasih Sayang.

"Lagu “Sudah” ini sebenarnya lagu cinta yang sedih. Kenapa saya memilih rilis di Hari Kasih Sayang, karena tidak menutup kemungkinan juga di hari tersebut banyak juga insan di luar sana yang merasakan kesedihan, bahkan gagal dalam percintaan. "Saya ingin memberikan warna baru di Hari Kasih Sayang melalui lagu ini," tuturnya.

Diproduseri oleh Bam George yang juga gitaris Soulfood, single "Sudah" ini lahir dari kisah romansa orang lain, bukan pribadi Riri sendiri. Riri mencoba berbagi sudut pandang dalam menyikapi kandasnya sebuah hubungan percintaan.

"Lagu ini berdasarkan kisah teman saya. Dia mengalami kegagalan menjalin hubungan pacaran yang cukup lama. Saya tertarik, mencoba menulis lagu berdasarkan cerita dan keadaan yang dialaminya. Pesan dalam lagu ini adalah, kita belajar untuk merelakan hal-hal yang sudah terjadi, baik itu hal baik maupun hal buruk," terangnya.

Sebelumnya di tahun 2025, Riri telah melepas dua single berjudul "Let You Go" dan "Best Friend". Menariknya, single "Sudah" justru menjadi penengah atau jembatan antar kedua single yang telah dirilis tersebut. Hadirnya single "Sudah" merupakan trilogi, di mana setiap lagu memiliki transisi antar lagu. Terdengar seperti satu lagu bersambung.

Secara penulisan, lagu "Let You Go" dan "Sudah" memiliki latar belakang kisah yang sama, baik dialami oleh orang lain atau dialami oleh Riri sendiri. "Oleh karena itu saya akhirnya memutuskan untuk menjadikan 3 lagu dari 3 kisah yang berbeda menjadi sebuah trilogi," sambung Riri.

Di single ketiganya ini, solois yang terpengaruh banyak musisi macam Daniel Caesar dan Frank Ocean ini mencoba lebih bereksplorasi dari sisi musik. "Sudah" kental dengan unsur Pop dipadu sentuhan R&B dan Soul. Lirik yang catchy dengan pilihan sound dramatis namun mudah dinikmati memperkuat identitas musik seorang Riri.

Lebih jauh, pasca merilis single "Sudah" Riri pun tengah ancang-ancang menyiapkan beberapa materi baru. Tentunya album perdana yang menjadi targetnya di tahun 2026.

"Ya, bisa dikatakan lagu "Sudah" ini sebagai pembuka untuk project single dan album di tahun 2026 ini. Dimana nanti masih ada 2 atau 3 single lagi sebelum menuju album," tutupnya.

PN Denpasar Gelar Sidang Setempat di Rumah Guru Master Limbad

Laporan Reporter : Jero Ari 

Denpasar , Bali Kini - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar menggelar persidangan setempat guna meninjau langsung objek sengketa tanah yang berlokasi di Jalan Batas Dukuh Sari, Gang Merak, Denpasar Selatan, Jumat (20/02). 

Sidang Pemeriksaan Setempat oleh PN Denpasar ini dihadiri lengkap Majelis Hakim fan panitera. Dalam agenda sidang lapangan ini bertujuan untuk melakukan verifikasi faktual terhadap batas-batas wilayah serta penguasaan fisik lahan yang menjadi sumber perselisihan antara pihak penggugat dan tergugat. 

Persidangan yang berlangsung di lokasi tersebut justru mengungkap sejumlah perbedaan data yang sangat mencolok serta memicu keraguan mendalam atas klaim pihak penggugat.

"Para penggugat tidak mampu membuktikan batas wilayah secara akurat serta gagal menunjukkan siapa sebenarnya sosok yang menguasai fisik bangunan di lokasi ini," ujar kuasa hukum tergugat, Agus Sujoko dari ARJK Law Firm.

Persidangan setempat menunjukkan bahwa pihak penggugat melalui kuasanya menyebut batas selatan objek sengketa sebagai tanah kosong yang tidak berpenghuni. Fakta di lapangan justru membuktikan bahwa pada sisi selatan lahan tersebut telah berdiri kokoh bangunan rumah tinggal milik warga setempat. 

Pihak tergugat juga menyayangkan kekeliruan fatal penggugat yang menyebut Joko Sugianto sebagai penghuni lokasi, padahal rumah tersebut ditempati oleh Eyang Ratih yang merupakan salah satu sepuh spiritual Nusantara dan guru dari Master Limbad.

"Fakta di persidangan membuktikan bahwa Eyang Ratih merupakan pihak yang membangun dan tinggal di sini sejak tahun 2010 silam," kata Agus Sujoko saat menjelaskan kekeliruan subjek hukum dalam materi gugatan tersebut.

Kubu tergugat juga menduga adanya indikasi penggunaan dokumen palsu berupa kuitansi transaksi jual beli yang terjadi pada tahun sembilan puluhan silam. Kuitansi tersebut terlihat mencurigakan karena menggunakan meterai seharga enam ribu rupiah yang notabene baru diterbitkan oleh pemerintah beberapa dekade setelah tahun transaksi. 

Perselisihan ini semakin meruncing karena pihak Ketut Gede Pujiyama sebagai penjual awal sempat memiliki konflik pembagian hak waris bersama Ni Putu Sari adik angkatnya sebelum tanah tersebut beralih fungsi.

"Kami menduga kuat bahwa kuitansi yang kita ajukan sebagai alat bukti merupakan dokumen palsu karena penggunaan meterai yang tidak sesuai zaman," tutur Agus Sujoko.

Keabsahan sertifikat yang dipegang pihak penggugat turut menjadi sorotan tajam karena proses penerbitannya diduga tanpa melalui verifikasi lapangan yang benar dan jujur. Pembeli yang beriktikad baik seharusnya mengetahui secara pasti siapa individu yang menguasai lahan sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi peralihan hak tanah. 

Saksi-saksi di lokasi kejadian memberikan keterangan bahwa rumah tersebut pernah mengalami perusakan secara paksa oleh pihak-pihak yang mengeklaim sebagai pemilik lahan yang sah.

"Mereka mengeklaim sebagai pemilik tetapi justru melakukan pembobolan rumah yang mana tindakan tersebut sudah kami laporkan secara resmi ke kepolisian," ucapnya.

Penyidik kepolisian sebelumnya sempat menangani laporan dugaan pemalsuan dokumen ini namun harus menghentikan perkara karena pihak terlapor telah meninggal dunia secara alami. Meskipun demikian, pihak tergugat telah menyiapkan saksi-saksi kunci termasuk tetangga sekitar dan wartawan yang mengetahui sejarah pembagian hak tanah sejak awal pembangunan. 

Persidangan setempat ini menjadi poin penting bagi majelis hakim untuk menilai kejujuran para pihak dalam mempertahankan hak atas tanah yang bernilai ekonomi sangat tinggi tersebut.

"Sidang lapangan hari ini menjadi bukti nyata bahwa gugatan mereka kurang pihak dan tidak sesuai dengan realitas fisik di lokasi Dukuh Sari," pungkas Agus Sujoko.

PHDI Gelar Maha Gangga Tirta Gamana, Parade Budaya dari Candi Kedulan hingga Candi Prambanan


 Laporan Reporter ' : Devy Astriani 

Yogyakarta, Bali Kini - 
Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menggelar Maha Gangga Tirta Gamana sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Prambanan Shiva Festival yang digelar bertepatan dengan perayaan Mahasivaratri di Candi Prambanan, Minggu (15/2/2026). 

Prosesi Maha Gangga Tirta Gamana merupakan ritual melukat atau penyucian diri dan alam semesta dengan menggunakan 33 tirta suci yang berasal dari 33 provinsi di Indonesia. Ritual ini dipuput oleh 33 sulinggih, sebagai simbol penyatuan energi spiritual Nusantara dalam satu ruang suci peradaban.

Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat menyampaikan bahwa Maha Gangga Tirta Gamana tidak hanya menjadi prosesi keagamaan, tetapi juga merupakan manifestasi filosofi kesucian air sebagai sumber kehidupan dan pemersatu bangsa.

“Maha Gangga Tirta Gamana adalah simbol penyucian lahir dan batin, sekaligus pesan ekologis bahwa air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

“Arak-arakan tirta dari 33 provinsi ini merupakan wujud nyata harmoni antara spiritualitas, budaya, dan nasionalisme,” demikian Wisnu Bawa Tenaya.

Acara dimulai dari Candi Kedulan dimana 33 kendi yang berisi tirta dari 33 Provinsi disimpan. 33 kendi ini kemudian diarak dengan parade sejauh kurang lebih 5 km menuju Candi Prambanan, diikuti ribuan umat Hindu dari berbagai daerah. Prosesi berlangsung khidmat dengan diiringi pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter sebagai lambang persatuan bangsa.

Sebagai rangkaian utama Prambanan Shiva Festival, Maha Gangga Tirta Gamana kemudian dilaksanakan dengan prosesi penglukatan massal dengan tirta dari 33 Provinsi dipimpin langsung oleh 33 Sulinggih dari seluruh Nusantara. Prosesi ini menegaskan posisi Candi Prambanan tidak hanya sebagai warisan budaya dunia, tetapi juga sebagai ruang hidup spiritual yang menyatukan nilai ketuhanan, kebudayaan, dan kebangsaan.

Prambanan Shiva Festival diselenggarakan oleh PHDI Pusat bekerja sama dengan Tim Kerja Candi Prambanan, dengan tujuan menghadirkan perayaan Mahasivaratri yang khidmat, inklusif, serta berakar pada nilai-nilai luhur Nusantara. 

Rangkaian acara dihadiri oleh Wamen ….. Giring Ganesha, dan Wamen…. Isyana Bagoes Oka. Hadir Pula Dharma Adhayksa PHDI Pusat Ida Pedanda Gde Bang Buruan Manuaba, Ketua Sabha Walaka Kol Inf (Purn) I Nengah Dana, Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Tim Kerja Candi Prambanan I Nyoman Ariawan Atmaja, Ketua Panitia Nasional Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 Marsda (Purn) I Made Susila dan tokoh-tokoh lainnya.

Kamis, 19 Februari 2026

BBPOM Terjun ke Pasar Takjil Kampung Jawa

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini - Balai Besar POM (BBPOM) di Denpasar secara rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pengujian sampel takjil di kawasan Pasar Ramadhan Kampung Jawa (Kampung Wanasari), Denpasar, Kamis (19/2).
Uji Sempel makanan pun dilakukan pada Laboratorium berjalan (mobil lab)  yang mana uji Sempel makanan yang dibeli dari para pedagang. 

Puluhan sampel takjil (seperti es, jajan pasar, sate susu, dan lauk pauk). Dalam pengujian di laboratorium berjalan yang menyasar bahan Rhodamin B (pewarna merah), Metanil Yellow (pewarna kuning), Boraks, dan Formalin, petugas tidak menemukan penggunaan bahan berbahaya tersebut pada takjil di Kampung Jawa Wanasari. 

Sebagian besar pedagang (sekitar 70 UMKM) di kawasan Kampung Jawa sudah mengerti keamanan pangan, sehingga produk yang dijual memenuhi syarat. Pengawasan difokuskan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman, Kampung Wanasari, yang terkenal sebagai pusat kuliner takjil terbesar di Denpasar.

"Tinjauan kami dari BBPOM terus berkelanjutan. Dari pemeriksaan di awal bulan puasa ini, untuk makanan dan minuman yang sudah diuji hasilnya aman," Aku salah seorang petugas dalan boks lab saat usai memeriksa takjil di Kampung Jawa, Denbar.

Dari Nyepi Hingga Idul Fitri, Siswa Libur 2 Minggu

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini  - Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar resmi mengeluarkan edaran terkait panduan kegiatan belajar mengajar menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 800/426/Disdikpora yang ditujukan kepada seluruh kepala satuan pendidikan mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, hingga SKB/PKBM di seluruh Kota Denpasar. 

Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, menyampaikan bahwa penyesuaian ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bersama tiga menteri guna memberikan ruang bagi siswa dalam menjalankan ibadah di bulan suci.
Wiratama menjelaskan bahwa pada awal Ramadan (bulan Puasa) tepatnya tanggal 18 hingga 21 Februari 2026, siswa akan melaksanakan pembelajaran secara mandiri. "Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari sekolah masing-masing," ujar Agung Gede Wiratama. 
Setelah masa belajar mandiri tersebut, siswa akan kembali mengikuti aktivitas belajar di sekolah mulai tanggal 23 Februari hingga 14 Maret 2026. Adapun libur panjang dalam rangka hari Nyepi hingga Idul Fitri akan berlangsung selama dua pekan, yakni pada 16-20 Maret dan berlanjut pada 23-27 Maret 2026. 
Seluruh aktivitas pendidikan akan normal kembali pada 30 Maret 2026, pihaknya menekankan agar sekolah tidak memberikan beban akademis yang berat selama masa belajar mandiri. 
Berharap para guru memberikan penugasan yang menyenangkan dan tidak memberatkan finansial orang tua, seperti kewajiban penggunaan kuota internet yang intensif. 
Selain itu, selama pembelajaran di sekolah, satuan pendidikan diminta melakukan penyesuaian. Pertama, sekolah diminta mengurangi intensitas mata pelajaran yang menguras fisik seperti PJOK dan kepanduan.
"Guru juga didorong melakukan asesmen formatif untuk memantau perkembangan belajar tanpa tekanan berlebih. Perhatian khusus wajib diberikan kepada anak berkebutuhan khusus atau siswa yang berpotensi tertinggal dalam pelajaran," paparnya.

Uji Coba Mesin EBT di TPS3R Pemecutan Kaja Denpasar

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini - Untuk mempercepat pencacahan sampah organik, TPS3R Sari Sedana, Desa Pemecutan Kaja Denpasar melakukan uji coba mesin EBT (Energi Baru Terbarukan) untuk mencacah sampah organik. Uji coba tersebut dimulai sejak Selasa, 17 Februari 2026 hingga kini, Rabu (18/2).
Perbekel Desa Pemecutan Kaja, AA Ngurah Arwatha memaparkan, mesin EBT ini lebih cepat dalam mencacah sampah ketimbang menggunakan pencacah biasa. Dalam sehari, saat uji coba ini mampu mencacah sebanyak 5 ton sampah. "Jumlah ini sesuai dengan kapasitas mesin tersebut yakni 5 ton.Kalau mesin gibrik-nya agak lambatan, paling kisaran satu hari itu 3 sampai 4 ton-an," Terang Jik Arwatha. 
Mesin EBT yang diujicobakan ini merupakan kolaborasi dengan salah satu komunitas peduli lingkungan. "Hasil yang kemarin kita uji coba langsung lumayan itu, artinya proses pencacahannya cepat sekali itu untuk ukuran kita skala desa 5 ton per hari. Cuma masih kendalanya tadi residunya. Tapi tadi ada opsi residunya akan diolah oleh komunitasnya itu," ungkapnya.
Dalam sehari, sampah yang masuk ke TPS3R tersebut sebanyak 24,5 ton, sementara untuk timbulan sampah di Desa Pemecutan Kaja kurang lebih 50 ton.  Dan ketersediaan TPS3R hanya ada satu dengan satu mesin gibrig. Dengan adanya uji coba mesin EBT, dalam sehari total bisa mengolah 9 ton. "Kalau memang nanti kita merasa cocok (dengan mesin EBT) mungkin kita komunikasikan dengan kota. Siapa tahu kota yang mengadakan kita menerima hibah," Akunya.
Ada 10 orang pekerja yang dilibatkan dalam operasional di TPS3R, untuk pengangkutan sampah dilakukan di lima titik termasuk di TPS3R dan warga diimbau untuk memilah sampah. "Kami ada TPS3R dan ada empat titik lagi di beberapa Banjar untuk pengumpulan sampah. Kita memang harapkan semua terpilah. Kalau tidak terpilah, kita tidak terima," Jelasnya.
Terkait dengan kompos hasil pencacahan, pihaknya menggandeng PKK melalui arisan PKK. Nantinya kompos tersebut akan dikemas dan dibagikan secara gratis kepada anggota PKK untuk bercocok tanam. Sementara sisa sampah yang tak bisa dikelola di desa dibuang ke TPA Suwung, dalam sehari, pihaknya membuang 6 truk sampah ke TPA Suwung dengan menggunakan 3 armada dan dua kali pembuangan.

Bupati Satria Hadiri Rakor Forkopimda se-Bali, Kawal Lima Poin Penekanan Strategis Arahan Presiden RI

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria, menghadiri Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Diperluas Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (19/2).

Rapat ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan instruksi Presiden RI guna memastikan Bali tetap menjadi destinasi dunia yang aman, asri, dan teratur. Terdapat lima poin penekanan utama yang menjadi mandat bagi seluruh kepala daerah di Bali untuk segera diimplementasikan yakni : 
1. Gerakan Bersih Sampah (Sungai, Laut, dan Danau): pentingnya aksi nyata pembersihan sampah di sungai, laut dan danau
2. Penertiban Estetika Kota (Iklan & Baliho): Melakukan pembersihan dan penataan ulang terhadap iklan reklame serta baliho yang tidak berizin, rusak, atau dipasang secara semrawut. 
3. Manajemen Kemacetan: Mendorong pemerintah daerah untuk melakukan rekayasa lalu lintas dan optimalisasi infrastruktur jalan di titik-titik rawan macet.
4. Keamanan dan Ketertiban Wilayah: Memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan TNI/Polri dalam menjaga kondusivitas wilayah. Stabilitas keamanan adalah kunci utama Bali sebagai pusat kegiatan internasional dan destinasi pariwisata dunia. 
5. Pengendalian Izin Alih Fungsi Lahan: Melakukan pengawasan ketat terhadap perizinan alih fungsi lahan, terutama lahan pertanian produktif (Sawah) dan kawasan hijau. Pembangunan harus berjalan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) demi menjaga kelestarian alam Bali di masa depan. 

Bupati Klungkung, I Made Satria, menyatakan komitmen penuh untuk menjalankan kelima poin penekanan tersebut di wilayah Kabupaten Klungkung. Beliau menegaskan bahwa langkah-langkah penertiban dan pembersihan akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Bali, para Kepala Daerah se-Bali, serta pimpinan instansi vertikal terkait.


Bupati Satria Audiensi dengan Ditjen SDA Kementerian PU, Bahas Penanganan Abrasi Pantai yang Kian Mendesak

Jakarta, Bali Kini  — Bupati Klungkung I Made Satria bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung Anak Agung Gede Lesmana dan Kepala Dinas PUPRPKPK melaksanakan silaturahmi sekaligus audiensi dengan Direktur Sistem dan Strategi Pengelolaan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Fikri Abdurrachman, di Jakarta.
Audiensi tersebut membahas penanganan pengaman pantai di wilayah Kabupaten Klungkung yang saat ini mengalami abrasi dan kemunduran garis pantai cukup parah. Kondisi ini telah mengakibatkan kerusakan pada lahan pertanian garam, badan jalan, jaringan listrik, serta permukiman warga di sejumlah titik.
Beberapa lokasi yang terdampak serius di antaranya Pantai Monggalan, Desa Kusamba, serta ruas jalan kabupaten dan fasilitas pejalan kaki menuju Pelabuhan Banjar Nyuh, Desa Ped. Ruas jalan tersebut merupakan bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Nusa Penida yang kini terabrasi dan nyaris terputus.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Satria menyampaikan bahwa dampak abrasi tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Fasilitas umum yang terdampak merupakan akses vital dan koridor distribusi untuk pengangkutan logistik serta hasil pangan, sekaligus menjadi jalur utama penunjang sektor pariwisata di Nusa Penida.
“Penanganan abrasi ini sangat mendesak mengingat infrastruktur yang rusak merupakan akses utama masyarakat dan jalur distribusi logistik serta pariwisata. Kami berharap pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dapat melakukan penanganan sesuai kewenangannya secara berkelanjutan,” ujar Bupati Satria.
Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bupati Satria juga telah menyampaikan secara langsung proposal usulan penanganan abrasi pantai di Kabupaten Klungkung kepada pihak Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU.
Melalui audiensi ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam upaya mitigasi serta penanganan abrasi pantai secara terencana dan berkelanjutan, guna melindungi masyarakat, menjaga infrastruktur vital, serta mendukung keberlanjutan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Dalam pertemuan tersebut turut pula hadir kepala BWS Bali Penida Gunawan Suntoro beserta jajaran.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved