-->

Jumat, 08 April 2022

Penyineban di Pura Agung Besakih, Bupati Bangli Mundut Ida Bhatara Batumadeg Mewali ke Pura Batumadeg


BANGLI, Serangkaian Upacara Tawur Tabuh Gentuh dan  Karya Ida Bhatara turun kabeh tahun 2022 di Pura Agung Besakih telah usai dilaksanakan, yang mana Puncak Karya dilaksanakan pada hari purnama kedasa 17 maret 2022 lalu. Upacara yang dilaksanakan   selama 22 hari tersebut berakhir atau mesineb hari ini kamis (7/4/22).

Sebelum dilaksanakan upacara penyineban terlebih dahulu dilaksanakan persembahyangan bersama di pura Penataran Agung Besakih yang dihadiri oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Ardana Sukawati (Cok Ace), Sekda Bali Dewa Indra, Bupati/Walikota se Bali atau yang mewakili, serta masyarakat Bali yang turut hadir melaksanakan persembahyangan

Dalam pelaksanaan upacara tersebut Pemerintah Kabupaten Bangli mendapat tanggung jawab Nyanggra Ida Betara Batumadeg dari ngemedalang hingga upacara penyineban. 

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta, Ketua WHDI Kabupaten Bangli Ny.Suciati Diar, serta Pimpinan OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli Ngayah mundut Ida Betara Batumadeg mewali (kembali) dari Pura Penataran Agung Besakih menuju Pura Batumadeg, selanjutnya rangkaian upacara penyineban  diakhiri dengan persembahyangan bersama di Pura Batumadeg.

Pesona dan Taksu Keris Bali Dibahas dalam Sarasehan dan Pameran Keris di Karangasem


Karangasem, Bali Kini - Kali pertama Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) gelar kegiatan budaya yang dibalut dalam sarasehan dan pameran keris, Minggu (10/4/2022) mendatang di wantilan Kantor Bupati Karangasem secara tatap muka atau  langsung. 

Tema sarasehan Pesona dan Taksu Keris Bali, menampilkan dua orang pembicara yakni Ida I Dewa Gede Catra, tokoh penekun lontar di Karangasem yang telah meraih Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan judul materi Konsep dan Makna dalam Keris Pusaka. Pembicara lainnya tokoh dalang wayang kulit di Karangasem, Ida Nyoman Sugata dengan judul materi Keris Pusaka, Material dan. Bahan dan Basis Teknologi dalam pembuatan dan perawatan. 

Kepala Disbudpar, Drs. I Wayan Astika, MSi ditemui pada Jumat (8/4/2022) mengatakan jika kegiatan tersebut juga akan menampilkan stand hasil karya dari produk pande besi meliputi emas, perak, Buku-buku Hindu dan kerajinan lainnya. Dalam kesempatan itu akan diagendakan pemberian piagam penghargaan oleh Pemkab Karangasem kepada tiga orang perajin teknologi tradisional di Kabupaten Karangasem yang tekun dalam pembuat keris, yakni atas nama I Ketut Kota dari Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, I Ketut Ruma dari Desa Jasri, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem, dan Jero Mangku Made Wardika dari Banjar Pande Tunggak, Desa Bebandem, Kecamatan Bebandem. 

 “Puluhan keris yang berkualitas akan ditampilkan berasal dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Karangasem. Sedangkan peserta sarasehan dari unsur budayawan, kolektor keris, perajin keris, OPD dan masyarakat”, kata Astika. 

Diterangkan Astika mantan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karangasem, aktivitas budaya tersebut terkait dengan rangkaian hari suci Hindu Tumpek Landep pada Sukra Wage Landep, Sabtu (8/4/2022) besok, juga implementasi upacara Jana Kerthi (pemuliaan dan penyucian manusia) sesuai visi-misi Gubernur Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali Era Baru. Kegiatan ini sekaligus sebagai aktualisasi sinergitas visi-misi antara Pemerintah Provinsi Bali dan Karangasem mewujudkan Karangasem Era Baru yang Prakerti Nadhi. Menurut rencana pameran dan sarasehan keris akan dibuka langsung oleh Bupati Karangasem, I Gede Dana. 

Dijelaskan Astika, esensi pameran dan sarasehan keris untuk meningkatkan pemahaman tentang makna dan peranan hari suci Tumpek Landep sebagai motor penggerak teknologi di Bali yang tercipta dari ketajaman adnyana/pikiran.

 Ditambahkan Astika, untuk mengetahui secara holistik aspek sejarah, keragaman keris, taksu dan nilai spiritual, karakter dan keluhuran keris sebagai representasi peradaban bangsa serta pendalaman tentang keragaman, nilai multikultural dan nilai universal, filosofi serta aspek spiritual, yang berpeluang mengangkat keris sebagai representasi spiritual dalam peradaban Bangsa. 

 “Untuk memberikan manfaat dan kontribusi tentang pengembangan keris pusaka budaya dalam triple dimensi nilai budaya, teknologi dan nilai ekonomi dalam ranah lokal Bali, nasional, dan universal”, terangnya. 

Dan yang tidak kalah penting kata Astika, untuk nemotivasi para perajin khususnya oerajin pande besi dan emas perak di Kabupaten Karangasem  dapat meningkatkan produktifitas dan kreatifitasnya dengan bertukar pikiran dengan sesama perajin dan masyarakat.(ami)

Ratusan Warga Antusias Ikuti Vaksinasi Booster Tite Hena, Dapat Minyak Goreng Gratis


DENPASAR, Bali Kini - Ratusan masyarakat Bali tampak datang silih berganti, satu per satu ke pelataran timur Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB), Denpasar, Kamis (7/4) pagi. 

Rupanya kedatangan masyarakat yang antusias itu untuk mengikuti vaksinasi booster massal yang digelar Forum Komunikasi Masyarakat Flores Timur dan Lembata, Forkom Tite Hena bekerjasama dengan Puskesmas IV Denpasar Selatan. 

Tak hanya vaksin gratis, mereka yang telah disuntik juga mendapatkan minyak goreng setengah liter yang dibagikan secara percuma.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Made Rentin mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas kegiatan percepatan vaksinasi yang digelar forkom ini. 

"Saya harap semakin banyak organisasi masyarakat yang turut menyukseskan percepatan vaksinasi booster ini, sehingga mempercepat herd immunity masyarakat. Karena, ini sebagai upaya untuk membangkitkan kembali perekonomian masyarakat yang terpuruk akibat mewabahnya SARS-CoV-2 ini," kata Rentin. 

Apresiasi juga terlontar dari Kepala Ombudsman Provinsi Bali, Umar Ibnu Alkhatab. Kata dia, vaksinasi ini merupakan bentuk partisipasi public dalam mendiring capaian vaksinasi di Bali. Dia berharap, pemerintah memberikan dukungan agar partisipasi ini semakin meluas, sehingga capaian target vaksinasi cepat terpenuhi.

“Saya kira adanya organisasi ini juga ikut berperan penting, dan memikirkan untuk membangkitkan Bali dari pandemi ini. Saya harap, Forkom Tite Hena ini tak hanya terhenti sampai vaksinasi ini saja, akan tetapi ada kegiatan lain khususnya dalam membangkitkan pariwisata Bali yang merupakan roda penggerak perekonomian Bali,” harapnya.

Sekjen Forkom Tite Hena, Abdullah Taib menyampaikan, vaksinasi bekerjasama dengan Puskesmas IV Denpasar Selatan ini menyasar masyarakat umum. “Sebelumnya, mereka yang mengikuti vaksinasi ini telah mendaftar secara online dengan mengisi google form. Namun ada juga yang mendaftar langsung,” tuturnya.

Dikatakan, persyaratan pun cukup mudah mengacu kepada peraturan yang telah ditentukan pihak Puskesmas. Yakni membawa fotokopi KTP dan surat keterangan vaksinasi terakhir.
“Selain vaksinasi, kami juga memberikan minyak goreng. Jumlah minyak goreng yang kami sediakan sebanyak 275 botol isian setengah liter,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Rima Kerans mengungkapkan vaksinasi ini menyasar masyarakat yang belum tervaksinasi hingga vaksinasi tahap III alias booster. Dalam kegiatan ini, menyediakan 250 vial vaksin jenis Astrazeneca. “Yang sudah mendaftar secara online sebanyak 290 orang,” ungkapnya.

Dia menambahkan, jika ada keluhan setelah mengikuti vaksinasi, telah ada di surat keterangan vaksinasi arahan untuk menanganinya. “Kalau gejalanya ringan cukup minum paracetamol. Selain itu, juga sudah tertera kontak person tenaga medis jika masyarakat mengalami gejala lanjut,” tandasnya.**

6 WNA Diamankan Karena Memaksa Tinggal di Villa Warga


DENPASAR, Bali Kini - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar bersama dengan Polsek Mengwi dan anggota Babinsa Kodim 1611/Badung serta Satpol PP mengamankan enam orang WNA yang tanpa ijin memaksa menetap dalam villa milik salah seorang warga di Mengwi, Badung.

Ke enam WNA ini terdiri dari 2 pria dewasa, 2 wanita dewasa, serta 2 anak kecil. Sekelompok WNA tersebut bersikap tidak kooperatif dengan petugas karena tidak merespon pertanyaan petugas dan tidak mau menunjukkan paspor serta izin tinggalnya. 

Seluruhnya langsung diamankan petugas dan ditempatkan sementara di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar. Diketahui bahwa sekelompok WNA tersebut adalah 5  orang Warga Negara Moldova pemegang Izin Tinggal Kunjungan dan 1 orang wanita dewasa asal Rusia pemegang Izin Tinggal Terbatas Investor. Seluruhnya saat ini terancam untuk dideportasi meninggalkan wilayah Indonesia.

Pihak imigrasi memberikan ruang untuk memfasilitasi berkomunikasi dengan pihak Kedutaan Besar Negara Moldova yang berada di Tokyo untuk membantu mencari solusi. "Untuk WN Rusia sedang dalam proses koordinasi dengan kedutaan Rusia untuk tindaklanjut," ujar Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Jamaruli Manihuruk.

Pihaknya juga mengapresiasi kerja sama dan sinergi dengan instansi terkait seperti TNI, Polri dan Satpol PP. Diharapkan sinergitas ini terus berjalan untuk menjaga ketertiban wilayah Bali dari WNA yang tidak menghormati peraturan yang berlaku.

Kamis, 07 April 2022

Bupati Suwirta Jalin Kerjasama Tiga Instansi, Tidak Ingin Ada Kesan Diskriminatif Layanan Kependudukan

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta tanda tangani Nota Kesepakatan antara Pengadilan Agama Klungkung dengan Kementerian Agama Kabupaten Klungkung dan Pemerintah Kabupaten Klungkung bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Kamis (7/4). Maksud Nota Kesepakatan ini adalah sebagai dasar kerjasama dan koordinasi para pihak dalam pelaksanaan akselerasi Pelayanan Instansi Terintegrasi melalui sistem Inovasi PENDAWA SAKTI (Perubahan Elemen Data Warga secara Akurat Kolaborasi Tiga Instansi).

Dengan kerjasama ini, pihak terkait dapat memberikan layanan yang cepat, sederhana, dan gratis. Serta memberikan kemudahan bagi masyarakat  untuk mendapatkan dokumen administrasi kependudukan dengan status baru setelah terjadinya perceraian dan menerbitkan dokumen administrasi kependudukan lain,  serta Kutipan Akta Nikah (KAN) berdasarkan Putusan dan/atau Penetapan Pengadilan Agama Klungkung. 

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan agar melalui nota kesepakatan ini dapat memanfaatkan data yang ada di Disdukcapil Klungkung dengan baik, sehingga inovasi yang dibuat oleh Kementerian Agama  yang sudah dilaunching pada (21/3) lalu dapat berjalan dengan baik.

"Inovasi sebenarnya bukan untuk branding, terpenting adalah manfaatnya bagi masyarakat, memberikan kemudahan layanan dan fungsi nyata", Ujar Bupati Suwirta.

Bupati Suwirta memberikan arahan kepada Kepala Dinas Dukcapil agar kerjasama yang sudah terjalin dapat ditindaklanjuti dengan baik. Data dan informasi kependudukan diberikan sesuai peraturan yang berlaku. Inovasi ini agar dapat menyelesaikan masalah administrasi kependudukan dengan cepat. Masyarakat Klungkung juga memperoleh pelayanan yang sama.

"Saya tidak ingin ada diskriminasi dalam layanan kependudukan, apapun agamanya mendapat perlakuan yang sama,” imbuh Bupati Suwirta.   

Ketua Pengadilan Agama Klungkung Drs. H. Mohammad Agus Sofwan Hadi menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama ini. Kegiatan penandatanganan ini merupakan salah satu upaya untuk membangun kebijakan yang akuntabel dan bertanggung jawab dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Klungkung. Inovasi Pendawa Sakti itu sendiri sejalan dengan tagline Pemkab Klungkung yakni Gerakan Masyarakat Santun dan Inovatif (Gema Santi).

“Semoga dengan penandatangan nota kesepakatan kerjasama Pendawa Sakti ini, manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Kabupaten Klungkung,” harap  Mohammad Agus Sofwan Hadi.

Proses Penandatanganan dilaksanakan antara Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dengan Ketua Pengadilan Agama Klungkung Drs. H. Mohammad Agus Sofwan Hadi dan Pelaksanan Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung Ida Ayu Putu SriAstuti, SH., M.SI. Turut hadir Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Klungkung  I Komang Dharma Suyasa dan instansi terkait lainnya. (Hsklk

Jembrana Tutup Pujawali Ida Bhatara Turun Kabeh Di Pura Besakih


Jembrana - Pemkab Jembrana menutup rangkaian penganyar kabupaten dalam pelaksanaan serangkaian karya pujawali Ida Bhatara turun kabeh di Pura Penataran Agung Besakih, Kamis (7/4).   Rombongan yang dipimpin langsung Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Wakil Bupati IGN Patriana Krisna, menyertakan para pimpinan OPD termasuk para camat se-Kabupaten Jembrana diterima Jro Bendesa Desa Pekraman Besakih yang notabene Ketua Umum Karya Pujawali Ida Bhatara turun kabeh, Jro Mangku Widiarta.  Sebelum melakukan persembahyangan dipura penataran agung, rombongan penganyar pemkab Jembrana juga menggelar persembahyangan  di padharman masing-masing.

Rangkaian bhakti penganyar diawali dengan persembahyangan kramaning sembah dituntun oleh Ida Rsi Agung Sogta Supranhu Karang Saking Griya Buduk Kabupaten Badung dengan tingkatan upakara Bebangkit pregembal caru manca sanak.   Usai persembahyangan Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyerahkan punia untuk upakara yang diterima oleh panitia karya Jro Mangku Widiarta

Dalam kesempatannya, Bendesa Pekraman Besakih Jro Mangku Widiarta mengatakan bhakti penganyar ini merupakan kewajiban rutin oleh se-kabupaten di Bali termasuk Kabupaten Jembrana.

 “ Penganyar saat ini bertepatan dengan pujawali Ida Bhatara Turun Kabeh. Umat diseluruh kabupaten bahkan diluar Bali sejak prosesi karya,  menghaturkan sembah bhakti kehadapan Ida Hyang Bhatara di Prahyangan Besakih , itu menunjukkan bahwa umat senantiasa menginginkan dan berdoa agar Ida Bhatara senantiasa memberikan tuntunan kepada umatnya sehingga alam beserta isinya dapat memberikan kehidupan dan penghidupan,”ujarnya.

Sementara Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan bhakti pengayar yang dilakukan itu merupakan kewajiban rutin pemerintah Kabupaten Jembrana. 

“Ini merupakan bentuk sujud bhakti masyarakat dan pemerintah Kabupaten Jembrana pada khususnya. Kita harapkan melalui Karya Pujawali Ida Bhatara Turun Kabeh dan Bhakti Penganyar ini masyarakat diberikan keteduhan dan kedamaian serta Ida Bhatara selalu memberikan perlindungannya kepada kami dalammengabdi dan membangun kabupaten Jembrana,” pungkasnya (Komang Adi).

Tim DLHK Denpasar Gerak Cepat Tertibkan Usaha Sablon Yang Mencemari Sungai



Denpasar, Kondisi Sungai di kawasan Jalan Mahendradata dan Jalan Gunung Gede terlihat berubah warna menjadi kemerahan sejak Kamis (7/4) pagi. Mengetahui kondisi tersebut, Tim Satgas DLHK Kota Denpasar bersama  mengambil langkah cepat dengan menyusuri kawasan sekitar sungai. Tidak sia-sia, pembuang limbah pun berhasil diamankan yang dibuktikan dengan barang bukti dan saluran air yang bermuara ke sungai tersebut.

Kadis DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa yang didampingi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi membenarkan adanya penertiban usaha sablon di kawasan sekitar sungai. Dimana, usaha tersebut diketahui menjadi sumber limbah sablon dan menyebabkan sungai  menjadi tercemar dan berubah warna menjadi kemerahan.

“Iya kami sudah tertibkan, penyebabnya adalah usaha sablon atau pencelupan yang membuang limbah sembarangan,” kata pria yang akrab disapa Gustra

Tentunya setelah dilaksanakan penertiban ini akses pembuangan limbah pun turut ditertibkan sehingga tidak lagi melakukan pembuangan limbah sembarangan. Penertiban ini dilaksanakan sebagai upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Denpasar. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut atas laporan dan informasi dari masyarakat sekitar. 

"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Kota Denpasar yang tertib, aman dan nyaman," paparnya.

Pihaknya menjelaskan bahwa pelaksanaan sidak  telah sesuai dengan Perda No. 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Karenanya, bagi yang melanggar ini  akan digiring dan dikenakan sanksi berupa Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Denpasar 

Gustra berharap kepada masyarakat dan pengusaha agar senantiasa melengkapi dan membentengi diri dengan aturan serta melengkapi segala jenis administrasi ijin usaha serta identitas diri, serta bagi usaha yang menimbulkan limbah harus dilengkapi dengan pengolahan limbah. Sehingga dalam pelaksanaan usaha dan pekerjaan dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan.

"Kegiatan ini bukan untuk mencari kesalahan masyarakat, melainkan menanamkan pentingnya tertib administrasi bagi masyarakat baik dalam bekerja dan melaksanakan usahanya,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, masih adanya laporan dari masyarakat akan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di bidang lingkungan menjadikan Tim DLHK Kota Denpasar gencar malaksanakan sidak. Hal ini juga guna memastikan tidak adanya aktivitas yang justru dapat merugikan dan mengganggu orang lain.

“Sidak ini akan terus kami lakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan, terutama dalam menjaga lingkungan,” ujarnya. (Ags/Hps)

 



Satpol PP Kota Denpasar Amankan Dua Pengamen di Wilayah Sesetan


Denpasar-Satpol PP Kota Denpasar kembali mengamankan dua orang pengamen di Simpang Dukuh Sari Jalan Raya Sesetan Kelurahan Sesetan Denpasar Selatan Kamis (7/4). Dua pengamen tersebut diketahui berasal dari Karangasem yang mengaku tinggal di wilayah Kuta Badung.

Kabid  Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Denpasar Nyoman Sudarsana saat di wawancarai mengatakan, awalnya petugas melihat salah satu pengamen tersebut tidak menggunakan masker. Setelah didekati ternyata dua orang  merupakan pengamen yang sering mangkal di beberapa perempatan jalan di Kota Denpasar maupun di pasar.
Keberadaan mereka ini sering dikeluhkan oleh masyarakat karena mengganggu dan menggedor gedor kendaraan masyarakat yang kebetulan berhenti di lampu merah.
 

Mengingat dalam peraturan daerah pengamen melanggar Perda No 1 Tahun 2015 tentang ketertiban umum. Maka dua pengamen tersebut diminta mengisi  berita acara pemeriksaan untuk di proses tipiring pada tanggal 12 April mendatang. “Kami harus melakukan sidang tipiring untuk mereka, karena mengamen merupakan kegiatan yang  melanggar perda,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, sebagai penegak Perda pihaknya berkewajiban untuk menertibkan para pengamen agar wajah Kota Denpasar tetap asri, aman dan indah. Dalam hal ini pihaknya tidak melarang orang untuk mencari rejeki, namun mencari rejeki tidak melanggar peraturan. 

Untuk menjaga waja kota agar tetap aman, indah dan asri pihaknya secara berkelanjutan akan terus melakukan penertiban. (ayu/has)

Dwijendra University “Hadiahi” PKK Kota Denpasar Bibit Tanaman


Denpasar - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menerima penyerahan sejumlah bibit tanaman dari Dwijendra University dan Dinas Pertanian Kota Denpasar, Kamis (7/4).

Dalam kegiatan yang diselenggarakan di Rumah Lokus (Lokasi Fokus) Br. Pembungan, Kelurahan Sesetan ini, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Ibu Wakil Walikota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, dan Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana. 

Kegiatan yang diawali penyerahan bibit dari Dwijendra University kepada Ny.Sagung Antari,  kemudian dilanjutkan kepada Tim Penggerak PKK Kecamatan  Denpasar Selatan Ny. Gawatri Sumarsana dan Tim Penggerak PKK Kelurahan   Sesetan Ny.  Dresniati Wardana .  Selaku tuan rumah, Ny.  Dresniati Wardana, mengaku bangga dan senang serta berterima kasih  menerima  sejumlah bantuan  sejumlah  bibit tanaman antara lain  jahe merah, kunyit putih, terong dan beberapa jenis bibit tanaman obat dan holtikultura lainnya.

Ny. Sagung Antari Jaya Negara  menyambut baik kegiatan penyerahan  bantuan bibit tanaman ini. Selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, dirinya berharap penyerahan bibit ini dapat mensukseskan terwujudnya program “Hatinya PKK”. Didampingi  Ny. Ayu Kristi  Arya Wibawa dan  Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, Ny. Sagung Antari  juga menyempatkan diri menanam beberapa bibit di Rumah Lokus tersebut. “Saya berharap kegiatan hari ini bisa menjadi pancingan agar kegiatan bermanfaat ini dapat merata di seluruh rumah lokus di kota Denpasar, sehingga program Hatinya PKK dapat terwujud,”  kata Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Di lain pihak, Dwijendra University yang diwakili Dekan Fakultas Pertanian dan Bisnis Dr. Ir. Ni Ketut Karyati, M.P  mengaku, semenjak Pandemi Covid 19 melanda, pihak Dwijendra University gencar melakukan kegiatan semacam ini. Terutama menyasar para ibu rumah tangga agar memiliki kegiatan yang bermanfaat. “ Kami memang berupaya  agar sasaran akhir kegiatan seperti ini, bisa menjadikan para ibu rumah tangga sebagai penyokong perekonomian rumah tangga dari segi ketahanan pangan. Misalnya tanaman obat  obatan ini nantinya dapat diolah menjadi jamu atau produk minuman lainnya agar dapat dipasarkan,” katanya.

Tingkatkan Pengetahuan Petani Melalui Workshop Nasional Kakao


Jembrana - Guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani dalam pengelolaan usaha tani kakao, Pemerintah Kabupaten Jembrana bekerjasama dengan Konsorsium (Rainforest Alliance, Rikolto, Valrhona, dan Kalimajari) menyelenggarakan Workshop Konsolidasi Nasional untuk Fermentasi Biji Kakao bertempat di Hotel Puri Dajuma Desa Pekutatan, Kamis (7/4).

Acara workshop dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Pangan I Wayan Sutama mewakili Bupati Jembrana, Ketua Komisi II I Ketut Suastika Yasa mewakili Ketua DPRD Jembrana, Direktur Rainforest Alliance, Perwakilan Rikolto dari Belgia International NGO (non governmental organization), Perwakilan Valrhona sebagai pembeli biji kakao permentasi dan produsen coklat bermutu tinggi, Direktur NGO Kalimajari Bali, serta utusan Pemerintah Daerah dari Kabupaten Sikka, Ende, Kolaka Timur, Luwu Utara dan Poso.

Kabupaten Jembrana telah berhasil melakukan ekspor biji kakao permentasi yang bermutu sangat baik, upaya-upaya yang telah dilakukan petani kakao Jembrana tersebut akan disharing kepada utusan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawasi yang hadir. Harapannya, apa yang telah dinikmati petani kakao Jembrana saat ini dengan harga jual yang bagus dan mutu yang sangat baik juga bisa dinikmati oleh petani kakao di NTT dan Sulawesi. 

Pemerintah Kabupaten Jembrana menjadi keterwakilan Pemerintah Indonesia dalam keseriusan meningkatkan mutu biji kakao, tidak hanya berkomitmen tapi juga memberikan dukungan nyata bagaimana pengembangan kakao yang ada di Jembrana. Ditarget 13.600 petani dan keluarganya yang di wilayah NTT dan Sulawesi dapat ditingkatkan pendapatannya yang bisa diperoleh dari peningkatan produksi, peningkatan harga dengan juga peningkatan mutu. Dari hasil workshop ini, diharapkan nantinya akan banyak varian kakao yang unik rasanya muncul menjadi produk kakao spesial hanya diproduksi dari daerah tersebut. Sehingga, semua buyer (pembeli) kakao berburu dan ketika buyer berburu artinya harga akan semakin bersaing.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan I Wayan Sutama menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya kegiatan ini dan dukungan intensif kepada petani kakao Jembrana, “Kami ingin menyampaikan rasa syukur kami, bahwa saudara-saudara semuanya tetap berkomitmen untuk memberikan dukungan dalam bentuk bimbingan dan pendampingan secara intensif terkait dengan budidaya komoditi kakao di Kabupaten Jembrana,” terang Sutama.

Dijelaskan, melalui workshop ini, dapat dijadikan moment strategis dalam pengembangan sektor perkebunan dalam arti luas berdasarkan masalah yang dihadapi oleh petani kecil. “Kami harapkan benar-benar dapat dijadikan moment strategis bahwa kita tidak berjuang sendiri. Kita berjuang bersama-sama agar tujuan kegiatan ini adalah untuk menyampaikan pesan dan alih teknologi informasi kepada pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya memahami dengan baik implementasi dan strategi dalam pengembangan sektor perkebunan dalam arti luas berdasarkan masalah yang dihadapi oleh petani kecil, dapat terlaksana dengan baik dan mampu memberikan manfaat kepada kita semua.” kata Sutama.

Sementara Country Director Rainforest Alliance Putra Agung ditemui seusai acara pembukaan menyampaikan fokus dalam kegiatan ini adalah belajar bersama antar daerah daeri berbagai macam pengalaman yang dihadapi di lapangan dan mendorong permentasi biji kakao. “Sebenarnya fokus dalam kegiatan hari ini itu cross learning (belajar bersama) karena kita punya areal berbeda-beda dari tiga provinsi ada di Bali, NTT dan Sulawesi, dan berbagai macam pengalaman yang ditemukan di lapangan dalam mendorong permentasi biji kakao,” ujar Putra.

Terkait harapan mengenai perkembangan produk kakao, Putra mengungkapkan harapannya tentang peningkatan mutu dengan upaya penerapan good agricultural practice yang bisa menekan biaya produksi sehingga keuntungan yang diperoleh petani semakin tinggi, “Harapan kami adanya peningkatan mutu sehingga kakao kita lebih dihargai lagi di pasar global. Untuk peningkatan mutu tentunya harus ada upaya, kita mendorong untuk bersama-sama berupaya bagaimana peningkatan mutu itu bisa terjadi dan bagaimana kemudian penerapan good agricultural practice itu bisa menekan biaya produksi sehingga margin keuntungan besar itu ada di petani dan yang paling penting adalah bagaimana nilai mutu dari biji kakao itu bisa ditingkatkan lewat fermentasi.” pungkasnya.(hmas)

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved