-->

Rabu, 09 November 2022

Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Kunjungi Sidoarjo Terkait Pengelolaan Sampah TPS3R


BALIKINI.NET | BANGLI — Ketua TP.PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta didampingi Ketua WHDI Kabupaten Bangli Ny. Suciati Diar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli Putu Ganda Wijaya, Kepala Dinas PMD Kabupaten Bangli A.A. Purnama, Kasat Pol.PP Bangli I Dewa Agung Surya Darma, beserta jajaran melaksanakan kunjungan ke TPS3R Kampus Sido Resik, Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa (8/11/22)

Kunjungan TP.PKK Kabupaten Bangli tersebut adalah dalam rangka study tiru tentang pengelolaan sampah berbasis sumber. Kunjungan diterima langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sidoarjo Dr.M. Bahrul Amig, S.Sos,M.M. beserta jajaran.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sidoarjo Dr.M. Bahrul Amig, S.Sos,M.M, menyambut baik kunjungan yang dilaksanakan oleh TP.PKK Kabupaten Bangli beserta jajaran. Ia menjelaskan, hampir semua daerah di Indonesia kinerjanya hanya memindah sampah, dan jarang sekali mengelola sampah, yang akhirnya adalah menambah persoalan. Pihaknya tidak merasa paling bagus dan paling baik dalam hal pengelolaan sampah namun kita harus sharing dan saling melengkapi satu sama lainnya.

Ia mengatakan, saat ini bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang bisa menghargai jasa pahlawannya, tetapi bangsa yang besar itu adalah bangsa yang bisa menyelesaikan permasalahan sampahnya. Kalau dilihat dari hukum kekekalan masa, segala sesuatu itu tidak ada yang hilang tetapi hanya berubah bentuk, seperti halnya dengan sampah, bagaimana kita bisa merubah bentuk sampah yang akhirnya bisa menjadi nilai ekonomis, yang mana saat ini trennya adalah bagaimana caranya pengelolaan sampah menjadi ekonomi serkural.  "Ujarnya"

Pihaknya optimis, terkait  pengelolaan sampah, apabila didorong dan didukung oleh Ibu-Ibu PKK maka kegiatan pengelolaan sampah akan menjadi lebih efektif, karena Ibu memiliki peran yang sangat penting didalam keluarga.

Bahrul Amig menambahkan, penduduk sidoarjo berjumlah 2,3 juta jiwa, memiliki 18 Kecamatan dan 353 Desa/Kelurahan dengan potensi sampaj 1.200 ton perhari yang mana saat ini dibawa ke TPA sebanyak 600 ton dan sisanya diselesaikan dengan cara pengelolaan berbasis sumber. Kota Sidoarjo adalah kota urban yang banyak pendatangnya, kota dagang, dan kota industri, kalau dibandingkan dengan Kabupaten Bangli masih sangat jauh kalau dilihat dari luas wilayan dan potensi sampahnya. "Imbuhnya".

Pihaknya siap sharing terkait pengelolaan sampah di Kabupaten Bangli, tentunya melalui inovasi yang telah dikembangkan dan metode pengembangannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli I Putu Ganda Wijaya dalam kesempatan tersebut menyampaikan, Kabupaten Bangli terdiri dari 4 Kecamatan dan 68 Desa, jumlah penduduk 256.000 jiwa dengan jumlah sampah perharinya 176 kubik, kalau dihitung dalam setahunnya sekitar 40 Ton. Saat ini Bangli baru memiliki 10 Unit TPS3R yang mana  9 Unit Bantuan dari pusat melalui dana DAK, dan 1 Unit Swadaya.

Ia menambahkan, selain 10 TPS3R Bangli juga memiliki 1 TPA dengam sistem sanitary renvil dan itupun keberadaannya sampai saat ini belum optimal terkait pengelolaannya yang berkaitan dengan beberapa sarana seperti wiloter, rodhool dan eskavator yang sering mengalami permasalahan, sehingga pihaknya harus meminta bantuan kepada Dinas PUPR Kabupaten Bangli untuk membantu. Dari sekian banyak permasalahan sampah yang harus dilayani, DLH Kabupaten Bangli baru bisa melaksanakan pengangkutan sampah sekali dalam sehari diwaktu pagi hari, namun Bangli juga memiliki sebuah program "Gemaripah Sadia Padu" yang berarti Gerakan Sampah Mewujudkan Bangli Trepti'', dengan cara melaksanakan penyisiran pengangkutan sampah menggunakan mobil viar selama 24 jam secara terjadwal. "Imbuhnya"

Melalui kunjungan ini pihaknya berharap, bagaimana nantinya  10 TPS3R ini mampu mengadopsi apa yang telah dilaksanakan oleh DLH Kabupaten Sidoarjo, untuk bisa dilaksanakan dan diterapkan di Kabupaten Bangli dalam Pengelolaan sampah. "Tutup Ganda".

Sementara Ketua TP.PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta dalam kesempatan tersebut menyampaiakan ucapan terimakasih atas diterimanya kunjungan rombongannya di Kabupaten Sidoarjo, sehingga pihaknya beserta jajaran pikirannya bisa terbuka tentang sampah, jadi jangan hanya berfikir kalau sampah itu kotor, tetapi dengan adanya pengelolaan sampah dengan sistem dan metode yang tepat, sampah akan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, karena sampah ini dapat dikelola kemudian dapat menjadi uang akhirnya.

Ny.Sariasih menambahkan yang paling menarik dari pengelolaan sampah di TPS3R tersebut adalah dapat mempekerjakan masyarakat dengan upah melebihi UMK, namun yang perlu diperhatikan adalah safety dari para pekerja. Pekerja harus mengggunakan masker dan sarung tangan, karena apapun regulasi yang kita lakukan pada akhirnya pekerja tersebut harus sehat dan terlindungi. Karena mereka akan kontak dengan keluarganya masing-masing, agar tidak membawa penyakit kerumah,"Imbuh Ny.Sariasih.

Selasa, 08 November 2022

Bupati Sanjaya Lantik 23 Pejabat Struktural di Lingkungan Pemkab Tabanan


BALIKINI.NET | TABANAN — Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, didampingi Sekda, para Asisten dan OPD terkait, melakukan pelantikan dan mengambil sumpah jabatan Pejabat Struktural di lingkungan Pemkab Tabanan yang dilakukan secara hybrid di ruang TCC kantor Bupati Tabanan, bertepatan dengan rahina Purnama Kalima, Rabu, (8/11).

Setidaknya sebanyak 23 Pejabat Struktural yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya, meliputi, Pejabat Administrator 13 Orang yang terdiri dari Eselon IIIa sebanyak 3 Orang dan Eselon IIIb sebanyak 10 Orang. Kemudian, Pejabat Pengawas 10 Orang yang terdiri dari Eselon IVa sebanyak 8 Orang dan Eselon IVb sebanyak 2 Orang.

Dikesempatan itu, Bupati Sanjaya mengatakan, bahwa mutasi atau rotasi jabatan ini dilakukan sesuai peraturan yang berlaku. Dimana bertujuan serta merta adalah untuk sebuah penyegaran dan juga bagian daripada optimalisasi pelayanan terhadap masyarakat.

“Jadi, apa yang sering saya sampaikan dalam sebuah organisasi di manapun, bukan hanya di Tabanan, ini adalah suatu hal yang sangat baik, sangat lumrah kita lakukan sebagai bagian dari suatu penyegaran,” ucap Sanjaya saat itu.

Disamping itu, Sanjaya juga mengungkapkan bahwa, sebuah rotasi atau promosi bukanlah suatu hal yang sangat menyeramkan atau sesuatu yang menimbulkan paradigma dan pemikiran yang negatif. Hal ini merupakan suatu hal yang biasa, setiap saat dan kapanpun jika diperlukan dalam sebuah organisasi dan dilakukan berpedoman pada peraturan yang berlaku.

“Maka dari itu, Saya sampaikan kepada Sekda dan jajaran juga khususnya Kepala BKPSDM, bahwa setiap saat, kapanpun dibutuhkan harus siap. Tidak mesti harus menunggu sekian orang baru kita melakukan roling, mutasi, penyegaran. Tidak. Setiap saat dan kapanpun itu kita harus siap, sehingga penyegaran betul-betul baik buat kita bersama,”  imbuh Sanjaya.

Politisi asal Dauh Pala Tabanan itu juga menegaskan, dalam tour of duty ataupun dalam sebuah tugas dan pengabdian, tidak ada yang namanya like and dislike. Hal ini dikatakan murni dilakukan serta merta untuk mewujudkan pelayanan yang lebih baik lagi, pelayanan yang lebih optimal di Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Diharapkan juga kepada 23 pejabat Administrator dan Pengawas yang dilantik hari ini, agar mampu menjawab kepercayaan yang telah diberikan dengan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Para pejabat yang dilantik mulai saat ini harus mampu berkolaborasi untuk bahu membahu bersama pimpinan dan staf, guna mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman Unggul Dan Madani.

“Saya memiliki sebuah tanggungjawab. Bagaimana mempercepat proses menuju Masyarakat Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani ini, kita harus berani melakukan sebuah lompatan-lompatan, terobosan-terobosan, berani melakukan sebuah kolaborasi. Sehingga kita, dalam rangka melaksanakan visi misi ini bisa mempercepat proses pembangunan di Kabupaten Tabanan,” tutup Sanjaya.

Audit Stunting, Desa Pengambengan Terbanyak Keluarga Beresiko di Kecamatan Negara


BALIKINI.NET | JEMBRANA — Pemkab Jembrana melalui tim percepatan penurunan stunting melaporkan hasil audit kasus stunting disemester II.

Kabid Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPA-PPKB) Kabupaten Jembrana, I Putu Suarnita mengatakan pelaporan itu  melalui  hasil audit masyarakat yang beresiko stunting yang berlokasi di Desa Pengambengan. Proses .Proses audit juga melibatkan tim BKKBN Provinsi Bali.

"Kami dari dinas (PPPA-PPKB) sudah melakukan audit stunting semester II yang berlokasi di Desa Pengambengan, jadi kami menyasar sasaran yang paling beresiko/urgen yang bisa kita intervensi ditiga bulan kedepan," paparnya usai memberi laporan kepada Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Jembrana yang juga Wakil Bupati I Gede Ngurah  Patriana Krisna, di Jembrana, Selasa (8/11).

Lanjut, I Putu Suarnita mengatakan terdapat beberapa temuan masyarakat yang beresiko stunting dari kreteria audit Calon Pengantin ( catin) , Ibu Hamil ( bumil) , Ibu Menyusui, Baduta ( bayi dibawah dua tahu  ) dan Balita yang sudah didata. Kemudian dari data itu akan  dikordinasikan dengan stakeholder terkait dengan harapan kasus  stunting dapat ditekan. Lokasi audit di pengambengan Karena dari data yang ada desa Pengambengan yg paling banyak terdapat keluarga beresiko dikecamatan Negara.

"Dari audit stunting itu kita tahu faktor faktor penyebab terjadi. Selanjutnya akan dikordinasikan dengan pihak pihak yang terkait untuk bisa menyelesaikan ataupun memberikan pendampingan ," ucapnya.

Hasil audit di Desa Pengambengan  terdapat 46 warga yang beresiko . Rinciannya , Catin 1 orang, Bumil 35  ,ibu menyusui 4 orang ,  baduta  4 orang, 
Serta Balita 2 orang.

Selain itu,  Suarnita menambahkan tidak lanjut audit warga beresiko stunting tersebut akan dilaporkan ke Provinsi dan tim pakar untuk dianalisa.
"Tim pakar nanti akan menganalisis kasus yang kita laporkan/ajukan dan tentu nanti setelah di analisis akan ada  rekomendasi dari tim pakar, lalu setelah rekomendasi nanti kita akan desiminasi di kabupaten," ujar Putu Suarnita.

Dilain sisi Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna  akan melakukan upaya upaya tindak lanjut atau pencegahan kasus stunting di Wilayah Kabupaten Jembrana.

"Akan ada (FGD) Focus Group Discussion dari pihak provinsi bersama pakar dan diseminasi hasil audit kasus untuk upaya pencegahan kejadian stunting pada kelompok berisiko, baik pada kelompok calon pengantin, calon pasangan usia subur (PUS), kelompok ibu hamil, ibu menyusui, kelompok baduta dan balita," pungkasnya. (kmg/hms)

Sekda Alit Wiradana Dampingi Presiden Joko Widodo Tinjau Lokasi KTT G20 di Tahura Ngurah Rai


BALIKINI.NET | DENPASAR — Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana mendampingi Kunjungan Presiden RI, Joko Widodo di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Kawasan Pura Candi Narmada, Denpasar, Selasa (8/11). Hal ini guna memastikan kesiapan lokasi tersebut dalam menyambut kedatangan delegasi negara-negera peserta G-20. Dalam kesempatan tersebut juga turut dilaksanakan simulasi dan gladi penyambutan dan kegiatan para delegasi di Tahura Ngurah Rai Denpasar.

Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Gubernur Bali I Wayan Koster.

Dihadapan para awak media, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Indonesia siap untuk menerima para tamu dan menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT G20) yang akan digelar pada 15-16 November 2022 mendatang di Provinsi Bali.

"Jadi ini sudah H-7, saya sudah cek dari pagi tadi sampai titik-titik yang paling kecil sudah kita cek semuanya dan saya ingin menyatakan kita siap menerima tamu-tamu G20," ujar Presiden Jokowi

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menjelaskan bahwa hingga saat ini sudah ada 17 kepala negara/kepala pemerintahan yang menyatakan hadir pada KTT G20 di Bali mendatang. Di antaranya adalah Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping.

"Sudah, itu yang sudah pasti 17," ungkap Presiden.

Presiden pun kembali menegaskan bahwa kehadiran para kepala negara maupun kepala pemerintahan pada KTT G20 di Bali kali ini merupakan suatu kehormatan, mengingat kondisi dunia yang sedang tidak kondusif.

"Saya kira dalam posisi normal itu biasa yang hadir juga 17-18, ini posisi yang tidak normal, dunia sangat sulit, semua negara sangat sulit, kalau kehadirannya sampai sejumlah itu saya kira juga sangat bagus," ucap Presiden.

Sementara Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana menekankan bahwa Pemkot Denpasar bersama seluruh jajaran siap mensukseskan pelaksanaan KTT G20. Dimana, hal ini menjadi momentum kebangkitan pariwisata di Bali. Sehingga secara berkelanjutan perekonomian Bali pasca Pandemi Covid-19 kembali bangkit.

“Pada prinsipnya Pemkot Denpasar bersama seluruh jajaran siap mensukseskan pelakasanaan KTT G20 di Bali, terutama terkait dengan kebersihan dan ketertiban. Kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan pariwisata dan perekonomian Bali, dengan segala persiapan yang sudah optimal ini, semoga pelaksanaanya nanti bisa berjalan lancar, serta memberikan kesan positif bagi seluruh delegasi negara peserta G20,” jelasnya.

Dana APBDes Diduga Digunakan Biaya Nikah dan Kuliah Anak, Mantan Kades Menara Indah Kini Meringkuk di Rutan Selayar


BALIKINI.NET | SELAYAR — Mantan Kepala Desa (Kades) Menara Indah, Mustafa dan Bendaharanya, Andi Rosi kini sudah satu setengah bulan meringkuk di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Benteng, Kepulauan Selayar. Saat ini perkaranya sudah memasuki sidang perdana di Pengadilan Tipikor Makassar Sulawesi Selatan. 

Mustafa dan Andi Rosi dijebloskan ke penjara sebagai akibat dari ulah dan perbuatan melawan hukum dengan melakukan tindak pidana korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2017-2019 senilai Rp 574.869.773,-. Dari hasil dugaan korupsi itu, sebagian ditengarai digunakan untuk biaya kuliah anaknya dan sebagian pula dimanfaatkan membiayai pernikahan anaknya.
         
Pernyataan itu dikemukakan oleh Hubungan Masyarakat (Humas) Kejari Kepulauan Selayar yang juga Kepala Seksi Intelijen, La Ode Fariadin, SH melalui WhatsApp kepada media ini, Selasa 08 Nopember 2022 siang tadi.
         
Berkas perkara kedua terdakwa dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Makassar sejak Senin 01 November 2022 dan kemarin 08 November 2022 sudah memasuki sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syakir Syarifuddin, SH MH. 

"Adapun modus operandi yang dilakukan oleh terdakwa Mustafa adalah modus berulang dengan tidak melibatkan Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Pembangunan dan Pemberdayaan dalam pelaksanaan kegiatan di Desa Menara Indah Kecamatan Bontomate'ne," ungkap La Ode.
         
Kegiatan itu cuma dikerjakan oleh mantan Kades Menara Indah dengan melibatkan bendahara, Andi Rosi untuk mencairkan 100 persen tahun 2017-2019. Ironisnya, sebab dalam pelaksanaan kegiatan itu ternyata terdapat pekerjaan yang tidak sesuai dengan volume. 

Untuk tahun 2017, lanjut La Ode Fariadin, pembangunan jalan tani yang terletak di Dusun Pasi' Barat dengan nilai anggaran Rp 188.595.900,-. Kemudian, pembangunan tanggul penahan ombak dengan anggaran Rp 195.000.000,-, pembangunan rehabilitasi pagar TK senilai Rp 31.156.000,-, dan pembangunan lapangan futsal Rp 118.129.446,-, berdasarkan fakta terdapat kekurangan volume pada belanja bahan material yang tidak sebenarnya.
        
Selanjutnya untuk tahun anggaran 2018 terdapat pembangunan tanggul penahan ombak dengan anggaran Rp 88.370.387,-, pembangunan jalan menuju menara mercusuar sepanjang 500 meter dengan anggaran Rp 98.219.069,-, pembangunan sarana dan prasarana masyarakat berupa gedung gazebo 4 unit dengan anggaran Rp 82.518.317,50 juga terdapat kekurangan volume pada belanja bahan material yang tidak sesuai dengan Laporan Pertanggungjawaban pengeluaran.
         
Demikian pula di tahun 2019 terdapat pembangunan alur masuk pinggir pantai dengan anggaran Rp 17.788.000,- yang tidak terlaksana, pembangunan alur masuk ke pinggir pantai dengan dana senilai Rp 150 juta juga tidak terealisasi. 

"Pemeliharaan jalan menuju menara mercusuar sepanjang 600 meter dengan anggaran Rp 154.557.000,- juga faktanya terdapat kekurangan volume pada belanja bahan material serta honor TPK yang tidak terbayarkan. Sehingga pada LPJ pengeluaran belanja bahan material dan pembayaran honor TPK lebih besar dari yang sesungguhnya," La Ode menambahkan.
         
Ada beberapa kegiatan di Desa Menara Indah di tahun 2017, 2018 dan 2019 yang tidak sesuai akan tetapi anggarannya tetap dicairkan 100 persen yang dibuatkan LPJnya oleh Bendahara, Andi Rosi. Sehingga peranan Andi Rosi selaku Bendahara Desa Menara Indah adalah membuat nota serta bukti pertanggungjawaban pengeluaran yang tidak sesuai yang sebenarnya dan diketahui oleh Mustafa.
       
Selain itu, Andi Rosi juga membuat kuitansi pembelian dan pembayaran dengan mengikuti harga yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya kegiatan APBDes tidak berdasarkan realisasi yang ada dan disetujui oleh Mustafa selaku Kepala Desa Menara Indah.
        
"Juga diketahui bahwa Mustafa telah menggunakan Anggaran Desa Menara Indah untuk kepentingan pribadi. Diantaranya untuk biaya pernikahan dan kuliah anaknya. Perbuatan ini dilakukan Mustafa bersama Andi Rosi dalam pelaksanaan Anggaran Dana Desa (DDS), Anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Penerimaan Bagi Hasil Pajak (PBHP) Desa Menara Indah sejak tahun 2017 hingga 2019," ungkapnya.
         
"Akibat perbuatannya, kedua terdakwa diancam pidana dalam pasal 2 ayat (1) subsidair pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang RI Nomor : 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor : 20 Tahun 2001 mengenai Perubahan atas UU Nomor : 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHPidana) dengan ancaman paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar," kunci dia. (mdsn)

BAWA Bali, Barking Lot Canggu, dan ATLAS Beach Fest Rayakan Hari Satwa Nasional


BALIKINI.NET | DENPASAR — ATLAS Beach Fest bersama dengan BAWA (Bali Animal Welfare Association) serta Barking Lot Canggu Bali merayakan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional.Perayaan kali ini bertemakan dog’s day. Dalam kegiatan tersebut dilakukan pemberian materi edukasi yang membahas tips trik aman berada di sekitar anjing. Materi edukasi lainnya yakni mengungkap 5 kesejahteraan hewan, serta tips trik apa saja langkah yang perlu dilakukan ketika digigit anjing. 
 
Selain pemberian materi, BAWA Bali & Barking Lot Canggu menggelar perlombaan kepatuhan hewan peliharaan serta perlombaan makan yang terbuka untuk umum. ATLAS Beach Fest sangat mendukung kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan komitmen bahwa lingkungan tempat wisata berkelas internasional itu merupakan areal ramah dan aman untuk hewan peliharaan. 
 
Pada kesempatan tersebut, ATLAS Beach Fest juga merayakan hari satwa bersama anak - anak disabilitas dari kitaoneus.asia dengan melepaskan bayi tukik. Acara digelar setelah melakukan bersih bersih pantai berawa yang berlokasi tepat di depan ATLAS Beach Club. 
 
Dilansir dari website www.atlasbeachfest.com,  ATLAS Beach Club juga memberikan akses gratis kepada penyandang disabilitas. “Bentuk perhatian dan dukungan dari ATLAS kepada teman - teman disabilitas sangat luar biasa, ” sebut Maria, pengelola kitaoneus.asia
 
Maria mengatakan sangat menghargai pelayanan dan ketulusan staff ketika pihaknya mengakses lokasi ATLAS Beach Club. “Kami sangat menghargai. Apalagi sekarang digratiskan masuk ke beach club. Teman-teman disabilitas senang sekali,” imbuhnya.

 

Tak Ada Tanda Perusakan, Pelaku Pencurian Uang ATM Diduga Menggunakan Sistem Peretas


BALIKINI.NET | KARANGASEM — Uang senilai ratusan juta lenyap dari dalam mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bank BPD Bali Capem Bebandem, Karangasem yang diketahui pada Jumat, (4/11/2022). Kasus ini cukup menyita perhatian. Apalagi kerugian uang cukup besar yakni mencapai Rp 138.000.000,- (seratus tiga puluh delapan juta rupiah). 

Modus kasus pembobolan mesin inipun terbilang tak biasa karena pelaku menutupi pantauan kamera CCTV dengan menyemprotkan suatu cairan sehingga kamera CCTV Kabur. Aksi tersebutpun terbilang mulus karena pelaku tidak merusak atau mengganjal mesin ATM seperti kebanyakan kasus pembobolan ATM lainnya.

Hal ini diakui oleh Kapolsek Bebandem, AKP. I Wayan Gede Wirya saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait perkembangan kasus pencurian uang dalam mesin ATM tersebut pada Selasa (8/11/2022). 

"Kauss ini masih dalam penyelidikan. Kami sudah amankan barang bukti. Kondisi mesin ATM saat ituhanya mati dan tidak ada bekas pencongkelan atau dibongkar, fisik ATM pun masih utuh," Tandasnya. Pelaku diduga menggunakan semacam perangkat untuk meretas sistem pada mesin ATM tersebut sehingga uang bisa keluar dari ATM tanpa harus membongkar atau merusak mesin ATM itu sendiri. 

Sebelumnya, kasus pembobolan mesin ATM ini heboh oleh masyarakat khususnya  wilayah Bank BPD Bali Capem Bebandem. Awalnya kasus diketahui karena sejumlah nasabah melapor bahwa mesin atm BPD Capem Bebandem tak bisa dipergunakan untuk transaksi. 

"Ada dua orang nasabah saat itu melapor kepada pegawai mengaku tidak bisa melakukan transaksi di mesin ATM tersebut, kemudian setelah di cek ternyata mesin ATM mati, karena dikira ada gangguan maka pegawai tersebut memasang tanda bahwa ATM sedang gangguan," Jelas AKP. I Wayan Gede Wirya. Kemudian hal tersebut ditangani teknisi mesin ATM, dimana teknisi melalui sambungan telpon memberitahukan petugas lainnya untuk melihat bagian layar ATM dan didapati muncul tulisan Cassete MT (Kosong). 

Selanjutnya, pihak BPD langsung membuka kunci ATM dengan maksud untuk melakukan pengisian uang bersama salah satu staf teller. Ketika di buka, petugas lalu mengambil 3 Cassete dan membawa ke ruang Teller untuk mengecek sisa uang yang ada didalam Cassete tersebut. Namun, setelah dibuka, dua Cassete Besar didapati dalam keadaan kosong (uang tdk ada), sedangkan 1 buah Cassete kecil masih berisi uang sebesar Rp.8,7 juta.

Sebelum mengisi uang kembali, petugas terlebih dahulu melakukan pencocokan data sisa saldo yang ada di komputer dengan data riil yang ada didalam Cassete. Dalam proses pengisian buka Cassete diketahui data sisa saldo di komputer tidak sesuai dengan jumlah riil di Cassete, dimana data di komputer menunjukkan sisa saldo sekitar Rp 146.000.000,- namun yg tersisa didalam Cassete hanya Rp.8.700.000 dan sisa uang tersebut merupakan uang lusuh/rejek yang tidak bisa keluar dan tersimpan dalam kotak tersendiri didalam bagian Cassete mesin ATM.

Merasa ada yang tidak beres, pihak BPD kemudian mengecek rekaman CCTV, benar saja ada keanehan yang ditemukan dimana rekaman sekitar pukul 01.00 wita, layar cctv terlihat blur, yang terlihat hanya warna putih. Hal tersebut kemudian dilaporkan ke kantor polisi setempat. (Ami)


Tujuh Kali WTP, Pemkab Karangasem Terima Reward DID Dari Pemerintah Pusat


BALIKINI.NET | KARANGASEM — Prestasi predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih selama tujuh kali berturut-turut oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem, mendapat apresiasi dan perhatian dari Pemerintah Pusat. Atas prestasi WTP Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) selama tujuh kali berturut-turut dari Tahun 2015-2021, Pemerintah Republik Indonesia menganugrahkan penghargaan dalam bentuk sertifikat dan plakat. 

Penghargaan tersebut merupakan apresiasi dari Kementerian Keuangan atas terjaganya kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2021. Dimana Plakat diserahkan kepada Pemda yang meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima kali berturut-turut, tujuh kali hingga sepuluh tahun berturut-turut. 

Terjaganya kualitas laporan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai bukti komitmen para Kepala Daerah dan seluruh pengelola keuangan daerah, dalam menjalankan tata kelola keuangan yang baik. Hal ini berlangsung dalam kondisi tekanan Pandemi Covid-19 di sepanjang tahun 2021. 

Pemerintah Kabupaten Karangasem telah mendapat opini WTP tujuh tahun berturut-turut sejak 2015 hingga tahun 2021. Prestasi ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen untuk terus memperbaiki tata kelola dan kualitas pengelolaan keuangan daerah yang menjadi tanggungjawabnya. Hal ini menunjukkan adanya proses akuntabilitas transaksi keuangan kepada masyarakat, sehingga bisa memunculkan kepercayaan kepada institusi publik terutama Pemerintah Daerah 

Perkembangan pelaksanaan APBN tahun 2022 di Kabupaten Karangasem per 31 Oktober 2022 untuk Realisasi belanja negara atas Belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp. 206,86 Miliar merupakan 79,48% dari pagu Rp.260,25 Miliar. Realisasi Dana Transfer ke Daerah Kabupaten Karangasem sebesar Rp.940,97 Miliar (85,63%) dari total pagu sebesar Rp.1.098,92 Miliar. 

Bupati Karangasem, I Gede Dana Senin (7/11/2022) menyampaikan, walaupun dalam kondisi menghadapi pandemi Covid-19 namun pencatatan dan tata kelola  keuangan daerah dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik atau good governance dari tahun ke tahun terus mengalami perbaikan. Sehingga Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Karangasem Tahun 2021 masih mampu mempertahankan kembali opini Wajar Tanpa Pengecualian. 

Opini WTP tersebut adalah suatu wujud  komitmen pimpinan daerah serta jajarannya dalam pengelolaan keuangan daerah yang semaksimal mungkin, yang sudah dilakukan oleh seluruh stakeholder di dalam rangka untuk selalu mematuhi peraturan dan perundang undangan dengan prinsip  menjaga kehati-hatian, dan dalam rangka proses akuntabilitas kepada masyarakat sehingga bisa memunculkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik terutama pemerintah daerah. 

“Kami menyadari betul untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian adalah tidak mudah. Hal ini sangat memerlukan kerja keras dan kerja sama kita, baik dijajaran eksekutif maupun dukungan dan kontrol dari lembaga legislatif,” sebut Gede Dana. Selain itu juga komitmen  dalam membangun Sistem Pengendalian Intern, bekerja sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku, bekerja dengan prinsip kehati-hatian, menindaklanjuti temuan-temuan hasil audit baik eksternal maupun internal serta melakukan penataan aset-aset Pemerintah Daerah secara bertahap dan berkelanjutan. 

Dikatakannya, apresiasi dan reward pemerintah pusat atas opini WTP yang sudah diraih berupa Luncuran Dana Insentif Daerah (DID) sangatlah besar manfaatnya bagi pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Karangasem. Walaupun DID perolehannya fluktuatif seperti tahun ini. “Untuk itu kami mengucapkan terimakasih atas alokasi dana tersebut dan besar harapan kami untuk tahun-tahun mendatang opini WTP bisa kami pertahankan sehingga pembangunan di Kabupaten Karangasem semakin bisa ditingkatkan,” tutupnya.(Ami)

Senin, 07 November 2022

Sebanyak 28 Pasien Covid-19 di Kota Denpasar Sembuh


BALIKINI.NET | DENPASAR — Kasus sembuh Covid-19 di Kota Denpasar terus bertambah. Berdasarkan data resmi harian penanganan Covid-19 Kota Denpasar pada Senin (7/11) diketahui kasus meninggal dunia bertambah 1 orang. Kondisi ini dibarengi dengan penambahan kasus sembuh sebanyak 28 orang. Sementara itu, kasus positif  bertambah sebanyak 23 orang. 

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 54.851 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 53.529 orang  (97,59 persen), meninggal dunia sebanyak 1.130 orang (2,06 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 192 orang (0,35 persen). 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini penularan virus covid 19 di Kota Denpasar sudah melandai, namun demikian masyarakat tetap diimbau agar tetap  menerapkan protokol kesehatan dan  jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan. 

"Walaupun kasus sudah menurun tetapi  harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus covid akan kembali meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM," ujar Dewa Rai

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 1 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan sub varian baru yang disebut dengan varian Omicron.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.  Hal ini dilaksanakan dengan sosialisasi dan edukasi berkelanjutan.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi  menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun serta usia 6-11 tahun,  ibu hamil dan disabilitas. Selain itu, Kota Denpasar juga telah memulai pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau booster.

Tak hanya itu, Satgas Covid-19 Kota Denpasar telah merancang 6 langkah strategis mengatasi lonjakan kasus covid 19, mulai dari peningkatan kapasitas 3 T ( tracing, testing, treatment), mengencarkan pelaksanaan vaksinasi termasuk booster, mewajibkan penerapan aplikasi Peduli Lindungi,  Optimalisasi Rumah Sakit Rujukan mulai dari ketersediaan Bad, Oksigen dan Obat obatan.

“Mohon kepada masyarakat untuk  melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19," ajak Dewa Rai   

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

"Hindari kerumunan,  gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 5M," kata Dewa Rai. (HDps).


Puskesmas II Denut Fogging Ratusan Rumah Warga di Jalan Buluh Indah


BALIKINI.NET | DENPASAR — Untuk mencegah meningkatnya perkembangbiakan di nyamuk musim penghujan, Dinas Kesehatan Kota Denpasar melalui Puskesmas Denpasar II Utara, menggelar kegiatan Fogging Focus pada Senin (7/11) pagi. Setidaknya 100 an rumah warga di seputaran Jalan Buluh Indah, lingkungan Banjar Kertasari dikunjungi petugas untuk dilakukan fogging di seputaran rumahnya. 

Koordinator Penanganan DBD Puskesmas Denut II, Dewa Gede Juli Sarjana menyebut, kasus DBD di  wilayah cakupan Puskesmas Denut II periode Januari - Oktobet 2022 mencapai 144 kasus. Pelaksanaan fogging focus ini sendiri, ditujukan untuk mencegah kian merebaknya perkembangbiakan nyamuk dewasa. 

"Melihat pergerakan musim kemarau ke musim penghujan, dimana nyamuk makin banyak muncul, mendasari kami melakukan pelaksanaan fogging ini. Fogging Focus ini untuk membunuh makin banyak nyamuk dewasa," jelas Dewa Gede Juli. 


Selain Fogging Focus, Puskesmas 2 Denut  dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus DBD di wilayahnya juga memberikan edukasi berkala kepada masyarakat. 

"Edukasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) juga kami berikan berkala kepada masyarakat, dimana kami menghimbau agar setiap saat selalu membersihkan lingkungan, membuang botol dan wadah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk," tambah Dewa Gede Juli.

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved