Selasa, 22 November 2022
BaliKini.Net
Pemkot Denpasar Rutin Gelar Operasi Pasar Murah
BaliKini.Net
Tuntaskan Masalah Sampah di Desa, Bupati Suwirta Resmikan TPS3R Desa Jumpai dan Desa Dawan Kelod
BaliKini.Net
Ratusan Perwira Militer Dari 85 Negara Ikuti Workshop SWIRMO di Bali
BaliKini.Net
Bupati Suwirta Apresiasi Prestasi Chika Peraih Runner Up 2 Puteri Batik Remaja Indonesia
Senin, 21 November 2022
BaliKini.Net
Antisipasi Demam Berdarah, Kelurahan Padangsambian Lakukan Foging Massal.
Denpasar , Bali Kini - Dalam upaya menurunkan terjadinya angka kasus demam berdarah, para jumantik Kelurahan Padangsambian fokus lakukan kegiatan foging yang berada di rumah warga, Senin (21/11)
Lurah Padangsambian Alit Artika mengungkapkan, kegiatan foging ini bertujuan untuk mengurangi berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti. Jajaran yang terlibat dalam kegiatan ini adalah seluruh jumantik Kelurahan Padangsambian, Kepala Lingkungan, Pokling dan Klian Adat.
"Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam mengantisipasi angka terjadinya penyakit demam berdarah. Kami pun juga bekerjasama dengan Prajuru Banjar Adat setempat," kata Alit Artika.
Dari kegiatan ini, sekitar 5075 rumah yang akan dilakukan foging dengan waktu 2 kali putaran selama 22 hari.
"Kami menghimbau masing-masing lingkungan untuk selalu gotong royong melakukan kebersihan lingkungan ,” katanya
Menghadapi tingkat kasus penyakit demam berdarah, Kelurahan Padangsambian mengambil langkah cepat supaya nyamuk tidak berkembang dengan selalu melakukan 3 M di masing-masing rumah serta jumantik yang selalu melakukan pemantauan ke rumah warga.
"Dalam pelaksanaan foging massal ini Kelurahan Padangsambian tidak menganggarkan Obat Foging (obat kimia) maka dari itu kami melakukan koordinasi dengan Kepala Lingkungan, Pokling dan Klian Adat untuk melakukan subsidi obat kimia sehingga foging masal ini bisa berjalan dengan lancar," tutupnya.[rls]
BaliKini.Net
Gempa M 5,6 Porak Porandakan Cianjur
Cianjur , Bali Kini -Gempa Bumi berkekuatan 5,6 Skala Ricter (Magnetudo) mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur, (21/10/2022), pukul 13:21:10 WIB.
BMKG dalam rilisnya menyebut, pusat gempa berada 84 Lintang Selatan dan 107.05 Bujur Timur dengan titik gempa di kedalaman darat 10 Km.
Berdasarkan informasi yang didapat dari tim BPBD setempat, guncangan gempa telah memporakporandakan sejumlah gedung dan bangunan dengan titik terparah yakni di wilayah Kecamatan Pacet dan perkotaan Kabupaten Cianjur.
Di wilayah Kecamatan Pacet misalnya. Ratusan rumah warga ambruk. Sementara di wilayah perkotaan, kuatnya gempa juga telah merubuhkan sejumlah bangunan bahkan dinding Pendopo Bupati pun retak retak dan plaponnya berjatuhan.
TIdak hanya itu, bahkan menurut informasi lainnya empa tersubut juga mengakibatkan sedikitnya 40 orang meninggal dunia, namun yang tercatat di RSUD Cianjur terdapat 20 orang yang meninggal dunia.
"Dari informasi yang kami terima, sampai saat ini ada 20 orang yang meninggal dunia," ujar Dirut RSUD Cianjur dr Darmawan kepada wartawan di RSUD Cianjur.
Sementara dari hasil pantauan di beberapa rumah sakit, RSUD Cianjur juga RS Sayang saat ini tengah disibukan dengan membludaknya jumlah pasien korban gempa. Saking banyaknya, para pasien terpaksa dirawat di slasar juga halaman rumah sakit.(Goen)
BaliKini.Net
Nyawan Dinding Ai Serang Warga Bukit Dan Ternak Sapi Hingga Lumpuh
Karangasem, Bali Kini - Damkar Karangasem berhasil halau lebah berukuran raksasa yang menyerang warga Banjar Dinas Bukit Kaler, Desa Bukit Karangasem. Tak sembarangan, lebah tersebut merupakan jenis lebah yang cukup berbahaya yang sering disebut Nyawan Dinding Ai.
2 orang warga telah menjadi korban sengatan lebah orang warga. Selain itu lebah tersebut juga menyengat 5 ekor hewan ternak berupa sapi milik warga, hingga akibatkan ternak mereka lumpuh. Sementara, 1 warga yang menjadi korban sengatan yang merupakan pekerja tukang, alami bengkak yang cukup parah di areal wajah dan tidak dapat bekerja karena harus menunggu proses penyembuhan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah mengatakan, ancaman serangan serangga lebah dengan ukuran besar tersebut sudah terjadi sejak dua hari lalu.
"Awalnya memang ada sarang lebah yang diserang oleh burung, sehingga para lebah terancam dan membabi buta menyerang warga dan ternak. Kebetulan, di dekat areal tersebut ada tinggal warga 2 KK jadinya ada 2 orang disana disengat namanya I Nyoman Mahendra dan I Made Mandra, selain itu ada 5 ekor sapi juga di sengat,"ujar Siki Ngurah, Senin (21/11/2022).
Pihak damkar Karangasem kemudian berupaya menghentikan ancaman serangan lebah dengan membuat api unggun untuk menghalau sisa lebah yang masih berkeliaran.
"Kasihan juga itu sapi jantan yang harganya 16 jutaan semoga saja tidak kenapa-napa. Dari pihak petugas juga sudah mengamankan sarang utama lebahnya biar berkurang lebahnya berkeliaran. Penanganan dilaksanakan oleh Regu 2 pos pemadam karangasem di pimpin langsung oleh Kasi PKPE dan hadir di lokasi Kadis Damkar, Kabid PPSP, Bapak JF, Kasi SSIP di bantu oleh masyarakat sekitar," Sambungnya.[ami]
BaliKini.Net
Dukung Pemulihan Pariwisata Pasca Pandemi, Pemkot Denpasar Gelar Virtual Sales Mission
BaliKini.Net








FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram