-->

Kamis, 24 November 2022

Bupati Karangasem Launching Pelayanan Rekam Cetak KTP Dan KIA Di Kecamatan Tahun 2022


BALIKINI.NET | KARANGASEM — Dari awal masa kepemimpinan Bupati Karangasem I Gede Dana dan Wabup I Wayan Artha Dipa, berbagai terobosan dalam hal pelayanan telah dilaksanakan dan langsung tepat sasaran menyentuh ke lapisan masyarakat bawah. Program terobosan yang telah dinikmati masyarakat diantaranya, pogram unggulan Atma Kerthi, sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 58 Thaun 2021 tentang Pemberian Penghargaan Atas Pengurusan Pencatatan Kematian, dari mulai tanggal 24 Pebruari sampai dengan tanggal 21 Nopember 2022 sudah dimohon sebanyak 1.444 pemohon disamping program-program Inovatif lainnya.

Kamis (24/11/2022) Bupati Karangasem, I Gede Dana melaunching secara resmi Pelayanan Rekam Cetak KTP dan KIA di Kecamatan, Tahun 2022. Ini sesuai apa yang tertuang dalam RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Karangasem dengan Visi Nangun Sat Kethi Loka Bali di Kabupaoten Karangasem, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, menuju Karangasem Era Baru yang Pradnyan, Kertha, Shanti dan Nadi (Prakerthi Nadi).

Bupati Gede Dana dalam kesempatan itu menyampaikan, sebelumnya telah diluncurkan enam program inovasi pelayanan administrasi kependudukan, yakni Jana Kerthi, Beladana, Si Dana, Prakerti Yowana, Bhisma Dana dan terakhir Pelayanan Inovasi Administrasi Kependudukan Atma Kerthi. 

“Semua inovasi pelayanan administrasi kependudukan  tersebut telah di loncing pada tanggal 21 Maret 2022 yang lalu dan pada hari ini saya lengkapi dengan meloncing Pelayanan Cetak Rekam KTP dan KIA di Kecamatan,” ujar Gede Dana. 

Artinya pelayanan administrasi kependudukan tidak hanya dilaksanakan di Kabupaten atau di Mall Lelayanan Publik (MPP) namun pelayanan cetak rekam KTP dan KIA sekarang ini sudah bisa dilaksanakan di masing-masing Kecamatan di Karangasem. Pelayanan ini bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. 

“Dengan pelayanan Rekam Cetak KTP dan KIA di Kecamatan masyarakat dapat menghemat biaya transport dan waktu yang digunakan untuk datang ke Mall Pelayanan Publik dan kini cukup datang ke Kantor Camat. Pada intinya inovasi-inovasi yang telah dilakukan bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam pengurusan dokumen administrasi kependudukan,” lontarnya. 

Launching Pelayanan Rekam Cetak KTP dan KIA di Kecamatan hari ini tidak terlepas dari terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identisa Anak. Secara filosofis pemberian KIA pada anak menunjukan negara hadir memuliakan dan mendorong kemandirian anak serta memberikan perlakuan non diskriminatif bahwa anak memiliki identitasnya sendiri sebagai seorang WNI.

Kegunaan kartu Indentitas Anak atau KIA perlu diketahui para orang tua, hal ini lantaran KIA menjadi identitas resmi bagi anak-anak yang belum dapat KTP. Tak hanya sebagai data penduduk, KIA juga punya banyak manfaat bagi anak salah satunya bisa digunakan untuk keperluan persyaratan mendaftar sekolah, sebagai syarat mengurus perbankan, yaitu ketika anak ingin memiliki tabungan sendiri. KIA juga digunakan sebagai syarat mendaftar BPJS, serta mengurus klaim asuransi. 

“Hal ini dalam kasus jika si anak mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, KIA adalah alat untuk mengidentifikasi dan juga mengurus klaim kesehatan. Selain itu, KIA digunakan dalam pengurusan imigrasi dan juga untuk mencegah perdagangan anak,” tuntasnya, sembari meminta kepada para Camat, Perbekel/Lurah untuk mendukung pelaksanaan program ini guna Bersama sama memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan saya minta dinas Capil terus melakukan peningkatan dan perbaikan layanan.(ami)

Kota Denpasar Kembali Raih Dua Penghargaan Tingkat Nasional di Ajang ISNA 2022


BALIKINI.NET | DENPASAR – Kota Denpasar kembali  meraih prestasi gemilang pada gelaran ajang Indonesia Smart National Award (ISNA) 2022 yang diprakarsai Citiasia. Membawa tema "Smart City Innovation for Post - Pandemic Economic Recovery", Kota Denpasar berhasil masuk dalam Kategori Best Smart Branding untuk program "D'Youth Festival" dan Kategori Best Smart City untuk program "Pandemic Incubation Program". 

ISNA 2022 yang berlangsung di kawasan ICE BSD, Kamis (17/11) lalu itu, difokuskan pada pemerintah daerah yang berhasil mengimplementasikan dua pilar utama dari smart city, yaitu smart branding dan smart economy. 

Dalam penilaiannya, Citiasia memiliki empat parameter yang menjadi acuan dalam menentukan Pemda pemenang. Yakni, Pasca Implementasi, Implementasi, Perencanaan dan Profil Inovasi.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Dezire Mulyani mengatakan Pemkot Denpasar berterima kasih  atas penghargaan  ini. 

"Kami mendapatkan penghargaan di dua kategori, yakni Best Smart Branding untuk program D'Youth Festival dan Best Smart City untuk program Pandemic Incubation Program. Tentu  hal ini menggembirakan bagi kita semua dan penghargaan ini apresiasi bagi kerja keras jajaran Pemkot Denpasar dalam berupaya mewujudkan Smart City," ungkapnya. 

CEO Citiasia, Fitrah R. Kautsar selaku pihak penyelenggara gelaran ISNA 2022 mengatakan, di tahun kelima penyelenggaraan ISNA, pihaknya telah secara konsisten mengumpulkan inovasi dan pembelajaran dalam rangka mewujudkan Smart City. 

"Kami ingin memberikan pembelajaran yang cerdas bagi Indonesia melalui program program unggulan untuk mewujudkan Smart City, Smart Regency nantinya Smart Province hingga Smart Nation," jelasnya.

Adapun ISNA 2022 ini menjadi salah satu rangkaian di acara Indobuildtech Expo 2022 yang diisi dengan Talkshow dan juga kegiatan Awarding.


Wawali Arya Wibawa Pastikan Pemilihan Peserta UMKM Denfest 2022 Berjalan Transparan

 

BALIKINI.NET | DENPASAR – Wawali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa pimpin Technical Meeting yang di gelar oleh Dinas Pariwisata Kota Denpasar dalam persiapan peserta stand UMKM Denpasar Festival (DENFEST) Ke-15 tahun 2022, meliputi agenda pelaksanaan, penataan tempat, fasilitas, hingga tata tertib peserta stand, pada Kamis (24/11).

Berlokasi di Gedung Santi Graha, Technical Meeting ini diikuti oleh seluruh peserta stand UMKM yang telah terdaftar sejumlah 161 stand yang terdiri dari jalur Pendaftaran Umum, Komunitas Kreatif, Binaan Kecamatan, Binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA), dan Disabilitas Kota Denpasar.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani didampingi Koordinator UMKM, Event Organizer Deva Communication, Rama menyampaikan perihal posisi stand dikelompokan bedasarkan kategori produk yang dijual dan posisi masing-masing stand diundi secara acak agar adil, serta lokasi stand UMKM dimulai dari Inna Bali Hotel, Jalan Veteran, sampai pelataran Pasar Badung di jalan Gajah Mada.

Sementara Wawali Arya Wibawa mengatakan terkait peserta yang terpilih saat ini telah melalui seleksi yang dilakukan oleh tim kurasi. Peserta yang tidak terpilih itu dikarenakan ada beberapa faktor, seperti peserta tidak memiliki NPWP, Surat Ijin Usaha, maupun tidak sesuai kategori UMKM yang telah ditetapkan yakni, Kuliner Heritage, Kuliner Fushion, Kuliner Urban, Kopi, Fashion, dan Kriya, dan pihaknya pun menegaskan jika pemilihan dilakukan secara transparan oleh tim kurasi sesuai aturan, tanpa unsur teman dekat, saudara, atau lain sebagainya, namun data peserta tidak terpilih yang telah terhimpun akan dijadikan bahan untuk melakukan pedampingan nantinya oleh Dinas terkait.

Pihaknya pun menambahkan telah membentuk tim internal untuk melakukan pengawasan tata tertib, salah satunya yakni perihal menjaga kebersihan, terutama untuk stand makanan dan minuman, dan apabila ada peserta yang tidak dapat mengikuti tata tertib yang telah ditentukan, panitia akan mengingatkan hingga tidak dapat mengikuti kembali Denfest berikutnya, karena kami berharap Denfest Ke-15 ini bisa berjalan tertib, adil, dan transparan sesuai arahan Bapak Walikota Denpasar.

Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara tampak hadir didampingi Kadis Perindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, dan Kadis Pariwisata Kota Denpasar, Dezire Mulyani, untuk mengkoordinir peserta stand binaan Dekranasda serta Binaan Kecamatan.

Menyapa dan Berbagi, Sariasih Sedana Arta Dampingi Putri Koster Dalam Aksi Sosial di Bangli


BALIKINI.NET | BANGLI —  Ketua TIM Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster Menyapa dan Berbagi pada Lansia, Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), Penyandang Difabel, Kader PKK, dan Balita Gizi Buruk di Kabupaten Bangli, pada Kamis,( 24/11/22)

Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi, yang pertama dilaksanakan di Desa Abang Batudinding Kintamani kemudian dilanjutkan di Balai Banjar Lumbuan, Desa Sulahan Kecamatan Susut. Ketua TIM Penggerak PKK Provinsi Bali melakukan kunjungan kerja yang dikemas dalam Kegiatan "Menyapa dan Berbagi". Ia hadir di dampingi oleh ketua TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta, Ketua GOW Kabupaten Bangli Ny. Suciati Diar, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Direktur Rumah Sakit Mata Bali Mandara Provinsi Bali, OPD terkait dilingkungan Pemprov Bali dan Pemkab Bangli, serta di tengah-tengah kegiatan hadir juga  Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta bersama Anggota DPRD Kabupaten Bangli Gusti Nyoman B. Triyana Putra. 

Dalam kegiatan tersebut sebanyak 50 orang warga Desa Abang Batudinding Kecamatan Kintamani dan 50 orang warga  Desa Sulahan Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, menerima bantuan dari Ketua TP.PKK Provinsi Bali. Bantuan berupa 20 kg beras untuk masing-masing orang, dengan rincian penerima terdiri dari 10 orang balita gizi buruk/kurang gizi, 10 orang ibu hamil kekurangan gizi kronis (KEK), 10 orang lansia, 10 orang disabilitas dan 10 orang Kader PKK. Selain itu diserahkan pula bantuan susu dengan jumlah variatif, yaitu susu untuk balita gizi buruk/kurang gizi, dan untuk masing-masing difabel, ibu hamil KEK dan Lansia, serta seluruh penerima bantuan juga memperoleh bantuan 1 krat telor. Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan Pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan mata gratis, pembagian 150 pcs kaca mata kepada warga setempat, dan pembagian 150 bibit pohon alpokat, durian dan bunga cempaka.

Ketua TP.PKK  Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster dalam sambutannya menyampaikan bahwa Acara Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi ini merupakan kegiatan yang sengaja kami rancang menjadi kegiatan yang lebih bermanfaat dan lebih banyak menyentuh kepentingan masyarakat yang paling bawah, baik untuk yang terdampak Pandemi Covid-19 maupun yang sedang menghadapi permasalahan kebutuhan pokok, situasi kekurangan asupan gizi yang baik, maupun dampak bencana alam. Aksi Sosial sebagai bentuk perhatian langsung kepada masyarakat utamanya sebagaimana kita harus bersama-sama mengatasi dan berjuang untuk penurunan angka stunting, menjaga kesehatan lansia dan Ibu hamil. "Ujar Putri Koster".

Ditambahkannya pihaknya senantiasa untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan Sosial berkolaborasi dengan OPD (Dinas Sosial, Kehutanan dan Lingkungan Hidup, RSBM) atau pihak terkait lainnya seperti IBI Provinsi Bali. Walaupun sasaran Aksi Sosial yang dilaksanakan pada saat turun hari ini di Kabupaten Bangli pada 2 (dua) Kecamatan masih relatif kecil yakni hanya 100 orang dengan jumlah bantuan beras sebanyak 2 (dua) ton, 100 krat telur, Susu untuk Balita 160 kotak dan Susu untuk Lansia, Ibu Hamil KEK, penyandang disabilitas dan Kader PKK sebanyak 160 kotak, namun kegiatan ini tidak semata- mata hanya bertujuan memberikan bantuan tetapi yang lebih penting lagi bahwa aksi sosial ini yang langsung turun ke lapangan, bertujuan untuk melihat langsung kondisi masyarakat, menyapa dan berbagi, menyentuh masyarakat langsung seperti Lansia, Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), Penyandang Disabilitas, Kader PKK dan Balita Gizi Buruk/Gizi Kurang, yang semuanya bertujuan untuk membantu dan meringankan beban masyarakat. "Imbuhnya".

Sementara itu Bupati Sedana Arta dalam kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih kepada Ketua TP.PKK Provinsi Bali yang tidak henti-hentinya melaksanakan kegiatan sosial menyapa dan berbagi kepada warga masyarakat Bali khususnya di Kabupaten Bangli.Semoga Bantuan tersebut dapat berguna dalam keberlangsungan hidup masyarakat yang membutuhkan.

Sedana Arta juga mengajak segenap masyarakat Bangli untuk selalu mendukung program Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan Nangun Sat Kerti Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana kita wujudkan Bali Era Baru. “Menjaga Kesucian dan Keharmonisan Alam Bali Beserta Isinya, Untuk Mewujudkan Kehidupan Krama Bali Yang Sejahtera dan Bahagia, Sakala-Niskala Menuju Kehidupan Krama dan Gumi Bali Sesuai Dengan Prinsip Trisakti Bung Karno, Berdaulat secara Politik, Berdikari Secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan Melalui Pembangunan Secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila 1 Juni 1945.”

Atlet Angkat Besi Putri Tambah Medali Emas Dalam Ajang Porprov Bali XV 2022


BALIKINI.NET | KLUNGKUNG – Kontingen atlet Kabupaten Klungkung Putu Okta Via asal Nusa Penida berhasil menyumbangkan medali emas saat mengikuti pertandingan Cabang Olahraga (cabor) Angkat Besi Putri kelas 49 kg dalam rangka Pekan Olahraga Provinsi Bali (Porprov) XV Tahun 2022 di Balai Budaya Ida Dewa Istri Kania, Kamis (24/11). Medali emas yang diraih Putu Okta Via ini diserahkan langsung Bupati Klungkung I Nyaman Suwirta didampingi Ketua Koni Klungkung I Wayan Subamia.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Suwirta sangat mengapresiasi baik atas prestasi yang diraih Putu Okta Via. Selain memberikan apresiasi, Bupati juga mengaku selalu mensupport tinggi atlet di Kabupaten Klungkung yang mengikuti masing-masing cabor lainnya. "Selamat Putu Okta Via atas prestasi yang telah dicapai ini. Untuk atlet lainnya ayo tingkatkan terus semangat dan junjung tinggi sportivitas untuk meraih juara," harap Bupati Suwirta.

Sementara Ketua Koni Klungkung I Wayan Subamia mengatakan bahwa kontingen atlet Kabupaten Klungkung Putu Okta Via ini berhasil menyumbangkan medali emas dari Cabang Olahraga (cabor) Angkat Besi Putri kelas 49 kg, dengan total angkatan 77 kg. Subamia juga menambahkan sampai saat ini Kabupaten Klungkung sudah memperoleh sebanyak 14 emas dari berbagai cabor yang sudah di pertandingan. "Mudah-mudahan atlet Kabupaten Klungkung tetap tampil maksimal sehingga prestasi ini bisa terus bertambah," ujarnya

Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 40 Orang


BALIKINI.NET | DENPASAR – Kota Denpasar kembali mencatatkan nihil kasus meninggal dunia. Berdasarkan data resmi harian penanganan Covid-19 Kota Denpasar pada Kamis (24/11) diketahui kasus meninggal dunia nihil penambahan. Kondisi ini dibarengi dengan penambahan kasus sembuh sebanyak 40 orang. Sementara itu, kasus positif  bertambah sebanyak 22 orang. 

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 55.443 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 53.994 orang  (97,39 persen), meninggal dunia sebanyak 1.138 orang (2,05 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 311 orang (0,56 persen). 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini penularan virus covid 19 di Kota Denpasar sudah melandai, namun demikian masyarakat tetap diimbau agar tetap  menerapkan protokol kesehatan dan  jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan. 

"Walaupun kasus sudah menurun tetapi  harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus covid akan kembali meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM," ujar Dewa Rai

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 1 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan sub varian baru yang disebut dengan varian Omicron.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.  Hal ini dilaksanakan dengan sosialisasi dan edukasi berkelanjutan.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi  menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun serta usia 6-11 tahun,  ibu hamil dan disabilitas. Selain itu, Kota Denpasar juga telah memulai pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau booster.

Tak hanya itu, Satgas Covid-19 Kota Denpasar telah merancang 6 langkah strategis mengatasi lonjakan kasus covid 19, mulai dari peningkatan kapasitas 3 T ( tracing, testing, treatment), mengencarkan pelaksanaan vaksinasi termasuk booster, mewajibkan penerapan aplikasi Peduli Lindungi,  Optimalisasi Rumah Sakit Rujukan mulai dari ketersediaan Bad, Oksigen dan Obat obatan.

“Mohon kepada masyarakat untuk  melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19," ajak Dewa Rai   

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

"Hindari kerumunan,  gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 5M," kata Dewa Rai.

Sekda Alit Wiradana Hadiri Tawur Ngusaba Desa dan Nangluk Merana Desa Adat Intaran


BALIKINI.NET | DENPASAR – Desa Adat Intaran menggelar Karya Padudusan Agung, Tawur, Ngusaba Desa dan Nangluk Merana Kota Denpasar di Catus Pata Bale Pesamuan Pura Bale Agung, Desa Adat Intaran, Sanur, bertepatan dengan Tilem Sasih Kalima, Rabu (23/11). Kegiatan yang bertujuan menjaga keseimbangan alam semesta ini turut dihadiri Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana bersama Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira, serta Pekaseh se-Kota Denpasar.

Rangkaian upacara diawali dengan Melasti ke Segara, dilanjutkan dengan Ngaturang Tawur. Diiringi Tetabuhan Gong dan suara Kidung, tampak beragam pengilen dipentaskan. Mulai dari Rejang Dewa, Tari Baris Gede, Tari Rejang Nawa Sanga dan pementasan lainya. Seluruh rangkaian upacara dipuput Ida Pedanda Mas Bluwangan, Griya Delod Pasar, Sanur dan Ida Pedanda Budha Saraswati, Griya Saraswati, Sukawati.

Ditemui disela kegiatan, Bendesa Adat Intaran, AA Alit Kencana  menjelaskan, pelaksanaan upacara ini merupakan upaya menjaga keseimbangan hubungan antara Tuhan, Manusia dan Alam Semesta. Hal ini lantaran saat ini Bali memasuki Sasih Kelima, yaitu memasuki musim pancaroba dengan segala penyakit dan hama merajalela yang menyebabkan pertanian gagal panen.

Dalam sejarahnya diceritakan Alit Kencana, pada Sasih Kelima dan Kaenem, Ida Ratu Dalem Ped akan melaksanakan perjalanan ke tanah Bali. Dimana, menurut cerita para tetua, perjalanan inilah yang menyababkan terjadinya penyakit, hama dan cuaca yang tidak menentu. Sehingga, dengan pelaksanaan upacara Tawur Ngusaba Desa dan Nangluk Merana ini diharapkan mampu memberikan laba atau tetadahan guna menciptakan keseimbangan alam semesta beserta isinya.

“Dengan upacara ini masyarakat memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar terhindarkan dari segala mara bahaya,” jelasnya

Lebih lanjut dijelaskan, selain masyarakat Desa Intaran, Ngusaba Desa dan Nangluk Merana ini juga diikuti oleh Pekaseh Subak dan Bendega se-Kota Denpasar untuk kemudian Tirtanya akan dipercikkan di area lahan pertanian. Tujuanya agar sawah-sawah terhindar dari hama, dan untuk masyarakat dipercikkan di pekarangan rumah sehingga terhindar dari penyakit.

“Tentu harapan kami dengan pelaksanaan Upacara Tawur Ngusaba Desa Lan Nangluk Merana ini dapat menjaga keseimbangan alam semesta, serta masyarakat terhindar dari penyakit, termasuk lahan pertanian kembali produktif dengan hasil panen yang baik,” ujar Alit Kencana

Sementara, Skkda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana mengatakan bahwa upacara ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat Desa Adat Intaran dan Kota Denpasar untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Karya ini juga menjadi sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan Karya Padudusan Agung Tawur Ngusaba Desa Lan Nangluk Merana Kota Denpasar  ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana, serta seluruh masyarakat dan alam semesta beserta isinya terhindar dari penyakit dan marabahaya,” ujar Alit Wiradana.

Ganggu Ketertiban Lalu Lintas, Satpol PP Denpasar Tertibkan Pengamen

 

BALIKINI.NET | DENPASAR — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar tertibkan pengamen yang beroperasi di Simpang Jalan Cokroaminoto-Jalan Gatot Subroto Rabu (23/11)

Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Denpasar Nyoman Sudarsana mengatakan, penertiban ini dilakukan karena ada laporan dari masyarakat bahwa ada pengamen  yang mengamen setiap hari di Simpang Jalan Cokroaminoto-Jalan Gatot Subroto. Untuk menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan Kota Denpasar maka pihaknya melakukan penertiban.

Menurutnya mengamen merupakan pelanggaran Peraturan Daerah  Kota Denpasar. "Maka dari itu  pengamen tersebut kami amankan dan langsung dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Denpasar untuk diberikan pembinaan," ungkap Sudarsana.

Dari hasil pemeriksaan anak tersebut diketahui masih dibawah umur dan berasal dari luar Bali. Untuk tindak lanjut  Satpol PP akan menyerahkan ke Dinas Sosial Kota Denpasar kemudian ke Dinas Sosial Provinsi Bali untuk dikembalikan ke daerah asalnya.

Supaya kejadian ini tidak di ulang kembali dalam kesempatan tersebut pihaknya juga memberikan pembinaan. Bahwa mengamen itu tidak baik dan melanggar Perda.

Untuk kenyamanan di Kota Denpasar  selanjutnya pihaknya akan terus melakukan pengawasan untuk mengantisipasi para pengamen kembali mangkal dan mengganggu ketertiban lalu lintas dan  kenyamanan masyarakat. (ayu--

Bupati Gede Dana Laksanakan Peletakkan Batu Pertama Bantuan Empat Bedah Rumah UntuK Warga Kurang Mampu


BALIKINI.NET | KARANGASEM — Mewujudkan impian dan harapan masyarakat Kabupaten Karangasem berpenghasilan rendah untuk memiliki sebuah rumah layak huni, perlahan namun pasti berhasil diwujudkan oleh Bupati Karangasem, I Gede Dana dengan perjuangan melobi pemerintah pusat, provinsi dan menggandeng BUMN dalam penyaluran CSR untuk bantuan bedah rumah. 

Ini menjadi komitmen Bupati Karangasem dalam menuntaskan visi-misi dan program pembangunan Pakerti Nadhi Bupati-Wakil Bupati Karangasem, untuk pembangunan rumah layak huini bagi masyarakat kurang mampu dan berpenghasilan rendah, diantaranya dengan program bantuan bedah rumah dan rumah bersubsidi. 

Rabu (23/11/2022) bertepatan dengan Tilem Sasih Kelima atau bulan kelima dalam penanggalan Umat Hindu Bali, Guntur Umah atu Graha yang merupakan hari baik atau dewasaning ayu untuk membangun atau memindahkan rumah, Bupati Karangasem, I Gede Dana didampingi Sekda Karangasem, yang juga Ketua Korpri Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta, melaksanakan ritual peletakkan batu pertama untuk pembangunan bantuan empat unit bedah rumah bagi warga di tiga lokasi di Karangasem.

Lebih rinci, empat unit bedah rumah tersebut masing-masing, di Kecamatan Selat sebanyak dua unit yang diterima oleh Ni Nengah Siti warga Banjar Dinas Peringsari, Desa Duda Utara dan I Gusti Ngurah Suparta  warga Banjar Dinas Santi, Desa Selat, Kecamatan Selat Karangasem. Di Kecamatan Bebandem sebanyak satu unit yang diterima oleh I Wayan Subadra, warga Banjar Dinas Karanganyar, Desa Sibetan, Bebadem, dan satu unit lainnya di Kecamatan Abang yang diterima oleh I Wayan Sudiarsa, warga Banjar Dinas Purwayu, Desa Tribuana, Abang Karangasem. 

Bupati Karangasem, I Gede Dana, usai peletakkan batu pertama pembangunan bantuan bedah rumah tersebut menyampaikan jika bantuan bedah rumah tersebut merupakan kolaborasi dari Bank BPD Bali yang menyaliurkan dana CSR sebesar Rp. 25 Juta dan bantuan dari Korpri dalam rangka HUT Korpri senilai Rp. 15 Juta, sehingga total bantuan seluruhnya sebesar Ro. 40 Juta. 

“Ini komitmen kami untuk membantu masyarakat kurang mampu di Karangasem yang tinggal di rumah tak layak huni, agar bisa memiliki rumah yang bersih, aman dari sisi kontruksi, nyaman dan layak untuk ditempati,” ujar Bupati Gede Dana. 

Sesuai data yang dimilikinya, memang masih banyak warganya yang tinggal di rumah tak layak huni. Untuk itu pihaknya akan terus berjuang agar seliuruh masyarakat di Karangasem yang tinggal dirumah tak layak huni bisa mendapatkan bantuan bedah rumah dan atau bantuan rehab rumah. 

Belum lama ini, dari perjuangan Bupati Gede  Dana bersama Gubernur Bali I Wayan Koster, Pemkab Karangasem mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) National Affordablle Housing Program (NAHP) Tahun Anggaran 2022 dari Pemerintah Pusat senilai 4,7 Milyar.

Tidak hanya itu, untuk mempercepat penuntasan program bantuan bedah rumah sebagai upaya penyediaan rumah yang layak huni, yang sehat, aman dan nyaman untuk warga kurang mampu atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kabupaten Karangasem, Bupati juga menggandeng BUMN yang memiliki dana CSR dan pihak swasta. Dengan demikian pihaknya optimis warga yang tinggal di rumah tak layak huni sesuai data yang dimilikinya bisa segera entaskan dengan bantuan bedah rumah tersebut. (Ami)

Rabu, 23 November 2022

Tertarik Kembangkan Industri Kapas, Pemkab Karangasem Kunjungi Klaten


BALIKINI.NET | KARANGASEM –  Kepala Dinas Perindag Kabupaten Karangasem, I Wayan Loka Santika menggantikan Bupati Karangasem berkunjung ke Kabupaten Klaten dalam rangka studi tiru, Selasa (22/11/2022) terkait rencana Bupati Karangasem untuk mengembangkan produksi kapas di Kabupaten Karangasem, demi meningkatkan perekonomian masyarakat utamanya para petani. 

Kepala Dinas Perindag Kabupaten Karangasem, I Wayan Loka Santika yang juga didampingi para awak media disambut kedatangannya oleh Asisten 3 Pemkab Klaten, Surti Hartini yang juga selaku Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Klaten. Hadir juga pemilik pabrik kapas, PT. Kapas Indah Karya, Joko Sapto. 

Pemkab Karangasem menanyakan perihal bagaimana cara mengembang kapas di Kabupaten Karangasem, entah itu dari segi penanaman, pengolahan serta penjualan nantinya. 

Terkait bagaimana cara menyokong pengrajin kapas UMKM di Kabupaten Klaten, utamanya pada produksi Kain tradisional. Salah satunya ialah adanya aturan baku, pemerintah Kabupaten Klaten mewajibkan para ASN nya untuk mengenakan baju batik lurik di hari Selasa. 

Sementara, Joko Sapto selaku pemilik PT mengungkapkan jika pengembangan kapas perlu diperhatikan dari berbagai segi, baik itu faktor kecocokan Kadar tanah, geografis dan sosial masyarakat. 

"Menurut saya, kapas ini, jika langsung ditenun dari kapas murni maka sia sia. Harga akan menjadi lebih mahal. Jika di kelola yakni mencapai Rp. 30.000/ kilo. Karena kapas industri tradisional kalah dengan kapas industri textile," Katanya. Untuk kapas yang diproduksi di Kabupaten Karangasem, dapat dibuat sebagai kapas kecantikan, kapas facial dan kapas medis agar lebih menjanjikan. 

Kemudian, Joko Sapto menjelaskan jika pihaknya memiliki 10 orang Karyawan dengan 6 buah mesin. Sementara kapas yang diproduksi dijadikan sebagai produk cotton boad. Kapasitas produksi ialah mencapai 60-70 kg/1 sin nya. dengan jam kerja perhari ialah 6-7 jam.

Sementara untuk pengembangan produksi kapas di Kabupaten Karangasem, Joko Sapto menyarankan agar Pemkab Karangasem hendaknya menggandeng BLK Karangasem, utamanya dalam pengembangan SDM juga untuk modal bisa menggunakan biaya CSR terlebih dahulu. Pemerintah juga dapat memfasilitasi langsung penyediaan lahan dan pupuk.

 "Untuk penjualannya, bisa melalui atau membentuk koperasi, sehingga kapas ini terkumpul di sana dan di ambil perusahaan. Dalam kapas peluang memang besar namun tidak mudah untuk menerbitkan," Tandasnya.

Selanjutnya, pihak Kabupaten Klaten mengaku siap untuk menerima jika produksi kapas melimpah dari Kabupaten Karangasem.(LE-ami)

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved