-->

Minggu, 05 Februari 2023

PC KMHDI Karangasem Salurkan 10 Paket Sembako Bagi Lansia Dan Disabilitas Di Desa Bugbug


BALIKINI.NET | KARANGASEM — PC KMHDI Karangasem melakukan kegiatan penyaluran bansos di Desa Bugbug Karangasem yang diberikan kepada 10 warga lansia dan penyandang disabilitas, Pada Minggu (5/3/2023).

Penyaluran ini dirancang oleh Kabid Sosmas PC KMHDI Karangasem I Wayan Adi Subagiarta sebagai realisasi program kerja KMHDI Peduli.  Ketua PC KMHDI Karangasem datang ke lokasi bersama anggota Kader PC KMHDI Karangasem, didampingi oleh Prebekel Desa Bugbug beserta para kawilnya.

Ketua PC KMHDI Karangasem I Ketut Suardana menerangkan bahwa kegiatan itu adalah salah satu bentuk pendidikan sesuai nilai humanis kader. Diharapkan agar kader KMHDI memiliki jiwa sosial dan kepedulian terhadap sesama sesuai ajaran Tat Twam Asi. " Karena bertepatan dengan hari suci Purnama kami yakin, di hari suci ini dapat melakukan perbuatan baik maka akan mendapatkan hasil yang berlimpah," katanya.

“Saya selalu mendorong agar kegiatan ini tetap terlaksana secara berkala melalui Kabid Sosmas dengan menggandeng beberapa donatur. Melalui kegiatan ini saya berharap Kader KMHDI mendapatkan suatu pendidikan tentang arti kehidupan sekaligus untuk membentuk jiwa sosial rasa peduli terhadap sesama sesuai ajaran Tat Twam Asi, sehingga dapat membentuk karakter mahasiswa Hindu yang Budi luhur” sambungnya.

"Bantuan yang disalurkan memang tak seberapa tetapi bukan itu yg menjadi tolak ukur melainkan sikap kesediaan kader untuk rela berkorban berbesar hati meluangkan waktu dan tenaganya terjun ke masyarakat menyalurkan bantuan dan juga merasa bangga dan haru ketika penerima bantuan mengucapkan terimakasih dengan suka cita. Bertepatan pula dengn hari suci purnama diyakini pada hari ini jika perbuatan baik yang dapat kita lakukan dengan tulus maka hasilnya akan berlimpah," ucapnya.

Sementara,Prebekel Desa Bugbug, I Gede Diatmaja mengucapkan terimakasih kepada Kader KMHDI atas kepeduliannya terhadap sesama.  Pihaknya berharap kegiatan semacam ini agar dapat terus dilaksanakan untuk mendidik pemuda Hindu agar memiliki kepekaan sosial dan rasa empati kepada sesama untuk membangun hubungan harmonis sesuai ajaran Tri Hita Karana.

“Terimakasih atas kepedulian adik-adik KMHDI Karangasem. Saya berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan karena dari langkah ini bisa membentuk karakter mahasiswa yang memiliki satu umat, satu rasa yang bisa bersinergi terhadap keadaan di sekitar lingkungannya. Semoga dengan penyaluran bansos dilakukan dapat meringankan sedikit beban warga yang kurang mampu, "Terang I Gede Diatmaja.

Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik dan memberikan kesan kepada kader juga warga Desa Bugbug. (Ami)


Festival Cap Go Meh di Sentra Tenun Jembrana Berlangsung Semarak


BALIKINI.NET | JEMBRANA — Berbagai atraksi budaya Tionghoa meramaikan Festival Imlek dan Cap Go Meh ke 2574 yang dilaksanakan di Sentra Tenun Jembrana, Sabtu (4/2). Festival tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba didampingi Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna dan Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa.
 
Festival Imlek dan Cap Go Meh juga sebagai sarana melestarikan budaya Tionghoa. Hal tersebut dikatakan Made Budi Darma selaku ketua Panitia Festival tersebut.

"Festival ini juga turut melestarikan tradisi Tionghoa kepada generasi muda Jembrana dan mengembangkan semangat kreativitas seni bagi kita semua. Ada berbagai hiburan seperti Barongsai, Wushu, Naga Liong, tari-tarian dan hiburan lainnya yang semuanya tergabung dalam suatu komunitas," ucapnya.

Budi Darma mengatakan selain atraksi budaya Tionghoa, turut dibagikan juga 1.000 lontong Cap Go Meh yang dimaknai sebagai akulturasi budaya antara budaya Tionghoa dan budaya lokal. Selain itu juga ada pembagian sembako yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu dari lintas agama. "Kami menyediakan 1.000 lontong Cap Go Meh yang dibagikan gratis kepada masyarakat untuk dinikmati," ujarnya.

Pihaknya mengungkapkan, perayaan Imlek dan Cap Go Meh sempat tertunda karena adanya pandemi Covid-19. Di Tahun 2023 ini kembali dapat dilaksanakan dengan mengusung tema pelestarian budaya dan saling mengasihi.

"Perayaan Imlek dan Cap Go Meh sempat terhenti sementara karena pandemi Covid-19. Tagline yang panitia usung dalam perayaan kali ini adalah melestarikan budaya dengan merajut kebersamaan, menyehatkan masyarakat serta berbagi kasih," ujarnya.

Ia menyatakan pelaksanaan Festival ini juga bertujuan sebagai wahana menjaga kerukunan antar umat beragama, karena di Jembrana sendiri memiliki budaya dan kepercayaan yang beragam.

"Tujuannya untuk menunjukkan kepedulian kita sebagai warga negara terhadap budaya bangsa dan mempererat tali persaudaraan baik antar umat Tionghoa di Jembrana maupun masyarakat Jembrana sendiri, karena kita ketahui masyarakat di Jembrana sangat beragam baik dari suku, budaya, agama dan tradisi," ungkapnya.

Sementara Bupati Tamba mengucapkan selamat merayakan Imlek dan Cap Go Meh kepada semua umat yang merayakan, dan juga apreasiasi atas terselenggaranya Festival Imlek dan Cap Go Meh ke 2574 dengan baik.

"Saya ucapkan selamat merayakan hari yang sangat berbahagia, hari Imlek dan Cap Go Meh. Saya atas nama pemerintah Kabupaten Jembrana mengucapkan selamat karena rekan-rekan sudah dapat merayakannya dengan hikmat," ucapnya.

Pihaknya berharap perayaan Imlek dan Cap Go Meh berikutnya dapat dilaksanakan dengan lebih meriah. "Saya berharap di tahun depan perayaan akan lebih besar dan bagus lagi," pungkasnya. 

Bupati Suwirta hadiri Peringatan Satu Abad Nadhatul Ulama


BALIKINI.NET | KLUNGKUNG — "Selamat memperingati Satu Abad Nahdatul Ulama, semoga Jamiyah Nahdatul Ulama dapat ikut memberikan kontribusi positif untuk mengingkatkan kualitas diri masyarakat dan pada pembangunan di Kabupaten Klungkung", harap Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menghadiri Peringatan Satu Abad Nahdatul Ulama bertempat di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Minggu (5/2). 

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam sambutannya berpesan agar para tokoh NU dapat memberikan dakwah/ceramah yang isinya mengenai ajakan untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan yang ada di Indonesia. 

"Mari Jaga dan merawat Alam Klungkung, supaya menjadi indah, dan mari tingkatkan rasa tenggang rasa yang kita miliki, agar kita semua dapat beribadah dan menjalankan tugas dengan baik dan dalam keadaan kondusif," ajak Bupati Suwirta. 

Ketua PCNU Muhammad Choirun dalam sambutannya mengajak umat Nahdatul Ulama untuk menjadikan peringatan satu abad ini sebagai motivasi dalam membangun kebersamaan antara umat beragama, dan menjalin hubungan kerjasama yang baik kepada Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat. 

"Semoga NU di Kabupaten Klungkung dapat berkiprah dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi umat islam jamiyah Nadhatul Ulama khususnya dan kepada masyarakat Klungkung pada Umumnya," harap Muhammad Choirun. 

Ketua Panitia Wahidullah menambahkan dalam rangka memperingati Satu Abad Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama Kabupaten Klungkung melaksanakan beberapa kegiatan diantaranya donor darah, pemberian santunan anak yatim, lomba model anak-anak, lomba mewarnai dan pemberian bantuan sosial bertempat di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya.  Adapun tema yang digunakan pada Kegiatan Peringatan, yakni Merawat Jagad Membangun Peradaban.

Turut hadir pada Kegiatan tersebut, Kapolres Klungkung AKBP I Nengah Sadiarta, S.I.K., S.H., dan Dandim 1610/Klungkung, Letkol Inf Armen, serta undangan terkait lainnya. 


TKP Kematian Virendy Ditengarai Bukan di Tompobulu, Pengurus Mapala Diduga Lakukan Pengkaburan Fakta


BALIKINI.NET | MAKASSAR — Tidak terasa sudah sekitar 3 pekan berlalu peristiwa kematian Virendy Marjefy Wehantouw (18), mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Arsitektur Universitas Hasanuddin (Unhas) saat mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar dan Orientasi Medan (Diksar & Ormed) XXVII UKM Mapala 09 Senat Mahasiswa FT Unhas. Namun kepergian almarhum yang begitu tragis masih meninggalkan misteri yang belum dapat terkuak secara transparan hingga saat ini.

Hal itu dikemukakan tim kuasa hukum keluarga almarhum Virendy yang terdiri dari Yodi Kristianto, SH, MH, Lusin Tammu, SH dan Cesar Depaska Kulape, SH, Minggu (05/02/2023) ketika menjawab pertanyaan awak media terkait perkembangan penanganan kasus yang masih dalam penyelidikan aparat Kepolisian Resor (Polres) Maros maupun pihak Tim Investigasi Internal Fakultas Teknik Unhas yang diketuai Dr. Ir. Samsuddin Amin, MT.

Menurut ketiga pengacara muda ini, ditengah simpang siurnya informasi dan belum jelasnya motif atau penyebab pasti kematian Virendy, belakangan muncul kabar dan temuan baru yang diharapkan bisa menjadi petunjuk bagi aparat kepolisian dalam melakukan penyelidikan untuk mengungkap dan membuat kasus tewasnya mahasiswa Arsitektur Unhas itu menjadi terang benderang.

"Kabar terbaru yang diterima pihak keluarga almarhum Virendy dan langsung ditindaklanjuti dengan melakukan investigasi di lapangan, hasil awalnya semakin menimbulkan kecurigaan dan dugaan adanya skenario dan pengaburan fakta terkait tempat kejadian perkara (TKP) yang ditengarai dilakukan pihak Mapala 09 FT Unhas untuk berusaha menutup-nutupi kasus ini agar bisa lepas dari jeratan hukum," kata Yodi.

Dia menerangkan, peristiwa kematian Virendy saat mengikuti kegiatan Diksar & Ormed XXVII UKM Mapala 09 Senat Mahasiswa FT Unhas pertama kali disampaikan oleh Ibrahim (Ketua Mapala 09 FT Unhas) kepada keluarga almarhum pada Sabtu (14/01/2023) pagi di RS Grestelina Makassar dengan menyebutkan TKP adalah daerah perbukitan di wilayah Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros. 

"Keterangan Ibrahim soal TKP dan menyebutkan Virendy meninggal dunia pada Jumat (13/01/2023) malam sekitar pukul 23.00 Wita inilah yang kemudian menjadi dasar bagi keluarga sewaktu melapor ke aparat penegak hukum di Polres Maros. Penyidik pun melakukan penyelidikan dengan mengacu kepada 'locus delicti' adalah daerah yang berada di wilayah Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros," sambungnya.

Namun belakangan, Selasa (31/01/2023) sore sekira pukul 16.59 Wita, seorang kerabat keluarga menelpon menyampaikan informasi bahwa melihat adanya rombongan mahasiswa peserta diksar dengan jumlah berkisar 10 orang mengenakan kostum seragam merah bersama puluhan panitia dan seniornya melintas di jalan poros Kota Malino depan obyek wisata Hutan Pinus (Jl Karaeng Pado) pada Jumat (13/01/2023) malam sekitar pukul 20.00-21.00 Wita.

Informasi via telepon inilah yang selanjutnya dianalisa dan ditindaklanjuti pihak keluarga dengan melakukan investigasi sampai ke Malino Kabupaten Gowa serta mengambil keterangan sejumlah warga yang mengaku melihat langsung adanya rombongan mahasiswa peserta diksar mengenakan kostum seragam warna merah yang melintas di depan mereka pada Jumat (13/01/2023) malam.

"Pengakuan sejumlah warga itu yang juga menerangkan bagaimana suasana saat peserta diksar melintas dengan mengalami perlakuan dari senior-seniornya yang terlihat bersikap arogan dan bahkan terkesan 'kejam', semakin membuat pihak keluarga pun curiga dan menimbulkan dugaan bahwa Virendy meninggal bukan di Tompobulu tetapi di Malino," ungkapnya.

Dengan begitu, tambah Yodi, jika kelak informasi tersebut benar maka patut diduga pula oknum-oknum pengurus Mapala 09 FT Unhas, Panitia dan Peserta Diksar, pihak Unhas serta unsur terkait lainnya, telah dengan sengaja secara bersama-sama melakukan pengaburan fakta, menyusun skenario kebohongan, menghalang-halangi penyelidikan/penyidikan, pembohongan publik lewat keterangan di sejumlah media, dan memberi keterangan palsu kepada keluarga almarhum maupun aparat kepolisian.

Dugaan melakukan pengaburan fakta, nilai Yodi, cukup beralasan karena jika dilaporkan TKPnya di hutan-hutan atau daerah perbukitan di wilayah Tompobulu, Maros, maka saksi-saksinya hanya sesama mereka saja. Sementara kalo benar TKPnya di daerah Malino, maka banyak warga yang menyaksikan dan bisa memberikan kesaksian tentang kejadian sebenarnya sehingga sangat mudah bagi aparat kepolisian dalam mengungkap kasus ini secara terang benderang.

"Karena muncul dugaan 'locus delicti' bukan di wilayah Tompobulu, Kabupaten Maros, tetapi kemungkinannya di daerah Malino, Kabupaten Gowa, maka kami kuasa hukum akan mendampingi keluarga almarhum Virendy untuk membuat laporan baru di Polda Sulsel dan mengharapkan aparat kepolisian dengan slogan PRESISI-nya dapat mengungkap tuntas kasus ini secara transparan, obyektif, independen dan penuh rasa keadilan," tegas Yodi.

Warga Saksikan Peserta Tersungkur

Dihubungi terpisah, James Wehantouw, ayah almarhum Virendy mengisahkan kembali kronologis ketika dihubungi via telepon oleh Nanang, seorang kerabatnya yang berprofesi jurnalis pada Selasa (31/01/2023) sore. Dalam percakapan telepon, Nanang menyampaikan melihat langsung adanya rombongan mahasiswa peserta diksar yang melintas berjalan kaki di jalan poros Kota Malino dalam suasana yang terkesan diwarnai adanya unsur 'kekerasan/penyiksaan'.

"Kanda, anakda dikabarkan meninggal pada Jumat (13/01/2023) malam sekira pukul 23.00 Wita di daerah Tompobulu, Maros ? Nah pada hari dan tanggal yang sama, sekitar pukul 20.00-21.00 Wita, saya dan banyak warga di Malino melihat rombongan mahasiswa pencinta alam peserta diksar melintas berjalan kaki hingga berlari saling berpegangan tangan di jalan poros yang menanjak di depan obyek wisata Hutan Pinus Malino," tukas Nanang dari balik telepon selularnya.

Dikemukakannya, peserta diksar yang dilihatnya melintas, mengenakan kostum seragam warna merah, sama atau mirip dengan pakaian yang dipakai rombongan almarhum Virendy. "Saya tidak tahu pasti rombongan Mapala dari institusi mana yang melintas malam itu. Yang jelas peserta diksar tidak banyak, berkisar 10 orang saja. Tapi panitia dan senior-seniornya banyak sekali. Peserta diksar mengenakan kostum seragam warna merah, sama dengan kostum rombongan anakta' yang saya lihat pada foto di sejumlah media," bebernya.

Nanang menceritakan lagi, puluhan panitia dan seniornya terlihat sangat arogan dalam bersikap dan bahkan ada yang perilakunya terkesan 'kejam' terhadap peserta. Ada seorang peserta pria yang sudah berapa kali rubuh tersungkur di aspal tapi tetap ditarik paksa untuk berdiri dan terus berlari di jalan aspal yang menanjak. 

"Saya sampai emosi dan ngomel-ngomel melihat perilaku senior-senior kepada peserta diksar yang terkesan melebihi pendidikan militer. Saya sampai berteriak, kalau saja terjadi apa-apa sama anaknya orang, maka saya paling duluan wawancara dan beritakan kalian. Bukan hanya saya yang menyaksikan, tapi banyak warga melihat langsung kejadian tersebut," tuturnya.

Ditanyakan oleh James apakah ada peserta, panitia atau senior yang sempat dikenalinya saat melintas, Nanang mengaku ada seorang senior wanita dengan gestur tubuh agak gemuk pendek yang terlihat paling menonjol menunjukkan sikap arogan dan terkesan 'kejam' kepada peserta diksar. Sepanjang jalan, senior wanita itu paling ribut suaranya dengan berteriak-teriak keras membentak dan memaksa peserta terus berjalan meski sudah kelelahan ataupun jatuh tersungkur di aspal jalan. 

Saat James mengirimkan via WA foto salah seorang senior wanita yang ikut dalam rombongan diksar Mapala 09 FT Unhas, meski tak memastikan 100 persen namun Nanang pun memperkirakan kemungkinan besar senior wanita di foto itulah yang dilihatnya melintas di hadapannya pada Jumat (13/01/2023) malam sekitar pukul 20.00-21.00 Wita. Ia juga tak melihat jelas wajah peserta pria yang beberapa kali tersungkur tapi masih dipaksa bangkit dan berlari. Hanya gestur tubuhnya yang tinggi dan kulit putih.

Periksa CCTV di Beberapa Titik

Menanggapi serius informasi yang diberikan kerabatnya Nanang dan juga seorang jurnalis lainnya, Muh. Amir Dg Gassing yang berdomisili di Jl Karaeng Pado, Malino, keluarga Virendy beserta tim kuasa hukumnya sepakat berangkat ke Malino untuk melakukan investigasi. Selama 2 hari pada Kamis (02/02/2023) dan Sabtu (04/02/2023), keluarga dan kuasa hukum mengambil keterangan sejumlah warga.

Menurut James, sejumlah warga yang ditemui memberikan keterangan yang sama, seperti kaos seragam warna merah yang dikenakan oleh sekitar 10 orang peserta diksar, kemudian dikawal puluhan panitia dan senior-senior, serta suasana yang terkesan diwarnai unsur 'kekerasan/penyiksaan' terhadap peserta. Sejumlah warga juga mengakui hanya mengenali salah seorang senior wanita yang ketika itu terlihat sangat arogan dan kejam serta berteriak-teriak sepanjang jalan.

Ciri-ciri wanita yang disebutkan sejumlah warga itu, sama dengan pengakuan Nanang maupun Muh. Amir Dg Gassing. Bahkan ada seorang wanita berusia remaja sehabis menceritakan apa yang dilihatnya terjadi sewaktu rombongan mahasiswa peserta diksar bersama panitia dan senior-seniornya melintas di hadapannya, ketika James memperlihatkan foto seorang senior wanita di Mapala 09 FT Unhas, dia secara spontan menunjuk dan memastikan jika wanita di foto itulah yang dilihatnya.

Mengacu kepada kesaksian sejumlah warga itu, keluarga pun berupaya meminta bantuan beberapa warga yang rumah atau tempat usahanya dilengkapi perangkat CCTV. Sayangnya, meski semua warga mempersilahkan melihat hasil rekaman CCTV, tapi kemampuan perangkat mereka dalam menyimpan hasil rekaman hanya paling lama 14 hari. Sehingga untuk data rekaman tanggal 13 Januari 2023 sudah hilang dari perangkat CCTV tersebut karena sudah sekitar 21 hari hari (3 pekan) berlalu.

Selain mengambil keterangan sejumlah warga dan berusaha melihat rekaman CCTV, keluarga almarhum juga mendatangi Kantor Polsek Tinggimoncong dan menanyakan perihal kegiatan diksar mahasiswa pencinta alam yang melintas di jalan poros depan Hutan Pinus Malino (Jl Karaeng Pado) dan banyak warga yang menyaksikan pada Jumat (13/01/2023) malam. Namun dari penelusuran pihak Polsek Tinggimoncong, sama sekali tidak ada laporan atau penyampaian terkait kegiatan diksar yang dilakukan Mapala 09 FT Unhas pada hari dan tanggal yang diinformasikan warga. (  *)


Sabtu, 04 Februari 2023

Terbaik Se-Indonesia, Komisi I DPR RI Panja Kebocoran Data Minta Masukan Pemprov Bali Soal Keamanan Data


BALIKINI.NET | DENPASAR — Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali I Wayan Serinah menyampaikan Pemprov Bali selalu konsisten mengikuti perkembangan teknologi informasi, terutama dalam menghadirkan layanan publik yang bersih, akuntabel, efektif, efisien, dan berkualitas bagi masyarakat. 

“Ini merupakan prioritas dan sejalan dengan visi pembangunan kami, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru,” kata Serinah saat membacakan sambutan Gubernur Bali Wayan Koster dalam acara Kunjungan Kerja Panja Kebocoran Data Komisi I DPR RI di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (3/2) pagi. 

Serinah menerangkan, dalam rangka mempermudah akses dan layanan informasi kepada masyarakat pihaknya telah mendorong penggunaan teknologi informasi yakni melalui pemasangan Wi-fi gratis Bali Smart Island di 1.834 titik di Bali. Bahkan di tahun 2023, fasilitas yang menyasar tempat umum, balai desa/balai banjar hingga tempat wisata tersebut akan ditambah sebanyak 469 titik serta diberikan penambahan kecepatan akses hingga 30 Mbps.

“Hal ini guna memberikan rasa keadilan, sebuah usaha untuk berikan akses informasi tanpa halangan ketiadaan internet kepada masyarakat Bali, agar akses kepada info publik dan informasi lain bisa diperoleh dengan cepat,” tandasnya. 

Di sisi lain, Serinah juga menekankan pesatnya perkembangan teknologi juga menghadirkan sisi negatif seperti hujatan, Hoax hingga praktek penipuan atau kriminalitas berbasis siber yang tentu harus direspon bijak semua pihak. 

"Kami sadar tidak ada yang bisa menjamin 100 persen keamanannya, namun kami juga terus memberikan usaha-usaha literasi kepada masyarakat agar masyarakat Bali mampu menjadi netizen yang cerdas dengan UU ITE sebagai acuan dasarnya. Saya apresiasi pula  kunjungan ini yang merupakan bukti keseriusan DPR dalam peningkatan keamanan data masyarakat,” imbuh Serinah.  

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI yang juga pimpinan rombongan Utut Adianto menjelaskan maksud dan tujuan Kunjungan Kerja Panja Kebocoran Data Komisi I DPR RI ke Pulau Dewata adalah melihat dan mendapatkan masukan di lapangan mengenai faktor dan kasus kebocoran data. Terlebih setelah dikeluarkannya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang baru disahkan yakni  Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022. 

"UU ini cukup panjang prosesnya dan kita ingin lihat praktik di lapangan seperti apa, karena kita pembuat sistem atau Undang-Undangnya bukan pemakainya,” kata Utut. "Kita buat sistem yang bisa melindungi setiap warga negara, keterbukaan adalah keniscayaan namun sekarang bagaimana kita melindungi data-data pribadi kita,” imbuhnya lagi. 

Utut mengakui sebelum disahkannya UU tersebut, Indonesia termasuk negara yang banyak mengemuka kasus kebocoran datanya. Bahkan hingga ke tingkat instansi pemerintah seperti Kementerian yang tidak luput dari kebobolan data. 

“Jadi kami perlu mendengar langkah (Pemprov, red) Bali untuk menangkis hal tersebut. Kami ingin dapat saran dan kalau boleh dibilang derajat rapat ini sama dengan rapat-rapat di senayan karena derajat Pemprov Bali sama dengan mitra kami di DPR RI. Pemprov Bali sangat responsif dan Bali termasuk sangat baik di Indonesia soal ini,” tukas Utut. 

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana, menjabarkan langkah strategis keamanan data di Pemprov Bali yang dilakukan berupa Confidentiality atau data hanya bagi yang berhak dan bukan akses siapa saja. Lalu Integrity, yakni isi data tidak rusak dan tidak kurang atau terbaca jelas serta availability yakni data bisa diakses kapanpun bagi yang membutuhkan plus dipastikan keaslian dan kenirsangkalan data/dokumen tersebut. 

“Selain itu kami juga memasang antivirus terpusat di Diskominfos sehingga bisa mendeteksi komputer mana yang terserang. Sistem ini kedepan akan kami aplikasikan ke semua OPD,” jelasnya. 

Lalu Pramana juga menjelaskan upaya sosialisasi terus dilaksanakan dengan literasi-literasi ke sekolah, anak-anak muda hingga kalangan ibu-ibu PKK. “Juga melalui Sosialisasi cyber awareness lewat video, komik dan sebagainya serta penguatan - penguatan agen perubahan,” tandasnya. 

Pramana juga menekankan pihaknya terus bersinergi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI dan menjalankan landasan berupa Peraturan Gubernur Bali Nomor 44 Tahun 2021 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Pemerintah Provinsi Bali. Hasilnya, Pemerintah Provinsi Bali mendapatkan penilaian dengan indeks tertinggi (3,68) se-Indonesia dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Tahun 2021. Capaian itu sebagai upaya melaksanakan akselerasi transformasi digital, khususnya di sektor pemerintahan digital.

Pegawai Dishub Karangasem Meninggal Dunia Disengat Nyawan Dinding Ai


BALIKINI.NET | KARANGASEM — Petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Karangasem meninggal dunia akibat terserang serangga berbahaya jenis Tawon (Nyawan) Dinding Ai, pada Sabtu (4/2/2023).

Berdasarkan informasi, korban yang bernama I Gede Parwata asal Banjar Dinas Batumadeg, Desa Besakih, Rendang, Karangasem ini sempat diserang tawon Dinding Ai saat tengah menjalankan tugasnya di kawasan Pura Tunggul Besi Temukus Besakih, Rendang.

Warga yang mengetahui, sempat menggotong korban yang sudah dalam kondisi tak sadarkan diri, kemudian korban dilarikan ke Puskesmas Rendang untuk mendapatkan pertolongan. Namun naasnya, tim medis menyatakan korban sudah tidak bernyawa.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Puskesmas Redang, dr. I Made Sudarma Yasa.  

Ia mengatakan, penyebab kematian korban, berdasarkan laporan dari tim medis dan dokter jaga Puskesmas Rendang, memang benar penyebabnya ialah diduga karena mengalami shok anapilatik atau reaksi alergi berat terhadap toksin atau sengatan Nyawan Dinding Ai yang memang notabene nya sangat berbahaya ini. 

"Penyebabnya diduga karena korban mengalami alergi berat terhadap gigitan tawon, beberapa gejalanya seperti tensi menurun drastis, denyut nadi melemah, lemas hingga gagal pernafasan," katanya. (Ami)

Walikota Jaya Negara Dampingi Kunker Mendag, Zulkifli Hasan di Pasar Kereneng

 

BALIKINI.NET | DENPASAR —  Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan melaksanakan kunjungan kerja di Pasar Kereneng, Denpasar, Sabtu (4/2) pagi. Kunjungan ini dilaksanakan untuk meninjau serta memastikan stabilitas harga bahan pokok penyebab inflasi. Kedatangan Mendag, Zulkifli Hasan disambut Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata, Kadisperindag Nyoman Sri Utari serta OPD terkait lainya. 

Sejak tiba, rombongan langsung meninjau pedagang pasar. Ditengah hiruk pikuk suasana pasar, tak jarang, Mendag, Zulkifli Hasan berdialog langsung kepada pedagang terkait harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Kereneng. Sembari mengecek, pihaknya turut berbelanja beragam komoditi yang dijual di pasar Kereneng.

Dalam kesempatan tersebut Mendag, Zulkifli Hasan mengatakan, kunjungan kerja di pasar rakyat merupakan agenda rutin dalam rangka memantau perkembangan harga bahan pokok. Dimana, berdasarkan pemantauan di Pasar Kereneng Kota Denpasar ini diketahui harga bahan pokok tergolong stabil.

“Tadi kami berbelanja, dan juga langsung memantau, jadi di Pasar Kereneng ini tergolong stabil, untuk stok saya kira aman, sekarang kita akan atur terkait minyak goreng  agar bisa stoknya  ditambah untuk pasar rakyat,” ujarnya sembari mengingatkan semua pihak agar tidak mempermainkan harga bahan pokok lantaran diawasi oleh Satgas Pangan. 

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengucapkan terimakasih atas kunjungan Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan di Pasar Kereneng Kota Denpasar. Dimana, kunjungan ini dilaksanakan guna meninjau dan memastikan stabilitas harga bahan pokok yang menjadi indikator inflasi. 

Terkait inflasi, Jaya Negara menjelaskan, dalam rangka percepatan pengendalian inflasi daerah, Pemkot Denpasar bersama TPID Kota Denpasar akan menggencarkan beragam langkah strategis. Yakni melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan akan menggelar Bazar Pangan, Pemantauan Stok, Pasokan dan Harga Pangan, Gerakan Menanam (April – Mei 2023), Bantuan Sarana dan Prasarana Budidaya Ikan (Mei – Juni 2023) dan Bantuan Pakan Ikan (Juli – Agustus 2023). 

Selanjutnya Jaya Negara menambahakan, melalui Dinas Pertanian akan melaksanakan kegiatan pengawasan penggunaan sarana pendukung pertanian, sesuai dengan komoditas, teknologi dan spesifik lokasi. Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan melaksanakan Operasi Pasar/ Pasar Murah, Pemantauan Harga di 5 Pasar Yaitu  Pasar Ketapean, Pasar Badung, Pasar Kereneng, Pasar Agung , dan Pasar Nyanggelan (Setiap Hari) Dan Kegiatan Rutin Monev Informasi Harga Bahan Makanan Pokok dan Strategis lainnya di Pasar Tradisional Setiap Senin dan Kamis. 

“Saat ini kita sudah memiliki Sewaka Jaya Mart, dengan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dengan memberikan subsidi bagi pedagang, sehingga masyarakat tetap membeli dengan harga yang terjangkau, selain juga turut menggelar Operasi Pasar, Subsidi bagi Pedagang Pasar, Bazar Pangan, serta kerjasama lintas daerah untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi stok pangan,” ujarnya.

“Sinergitas antar OPD akan terus digencarkan, termasuk Perumda Pasar Sewakadarma yang akan menggencarkan  Operasi Pasar, Pasar Murah, Pasar Rakyat, dan menjalin Kerjasama Bisnis Dengan Penyedia Barang Kebutuhan Pokok, semoga upaya pengendalian inflasi bisa kita wujudkan bersama,” imbuhnya. (*)

Buka Turnamen Futsal Antar Pelajar Bupati Suwirta Minta Junjung Semangat dan Sportivitas


BALIKINI.NET | KLUNGKUNG — Tolong junjung sportivitas dan tetap semangat dalam mengikuti turnamen ini. Motivasi tersebut disampaikan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta saat membuka turnamen futsal serangkaian memperingati HUT Sekolah Sepak Bola (SSB) ke-10 di GOR Swecapura Gelgel, Kecamatan Klungkung, Sabtu (4/2). Turut hadir mendampingi Bupati, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Klungkung, I Ketut Sujana, Ketua KONI Klungkung, I Wayan Subamia dan Camat Klungkung I Putu Arnawa.

Bupati Suwirta juga mengucapkan selamat HUT ke-10 untuk SSB Semarapura. Bupati berharap semoga kedepan semakin berkiprah dan berkontribusi untuk event sepak bola khususnya di Kabupaten Klungkung. Wasit juga diminta agar sportif disaat memimpin jalannya pertandingan. "Jadi para atlet ikuti kegiatan turnamen ini dengan sebaik-baiknya agar nanti bisa melahirkan atlet yang handal sehingga bisa mewakili Klungkung di ajang event yang lebih tinggi," ujar Bupati Suwirta.

Ketua Panitia Turnamen Futsal, I Dewa Gede Aditya mengatakan bahwa kegiatan turnamen futsal ini dilaksanakan selama dua hari dalam rangka memperingati HUT SSB Semarapura. Kegiatan ini juga diikuti sebanyak 29 tim futsal dengan katagori 12 tim SD, 5 tim SMP dan 12 tim SMA yang ada di Kabupaten Klungkung. Selain itu, turnamen ini digelar sebagai arena untuk mengasah bakat-bakat muda dan sebagai ajang penyaluran kreativitas sekaligus mengarahkan semangat jiwa muda untuk berolahraga. "Jagalah kejujuran dan sportivitas dalam pertandingan," pesannya.

Bupati Suwirta Buka Acara EKS Fest ST Eka Satya Kumara Desa Paksebali


BALIKINI.NET | KLUNGKUNG — Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta membuka acara EKS Fest ST Eka Satya Kumara Banjar Bucu Desa Paksebali di Lapangan Umum Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Sabtu (4/2). "Jadi kegiatan ini sangat saya apresiasi karena sudah berani melompat dan membuat event seperti ini," ucap Bupati Suwirta didampingi Camat Dawan Dewa Widiantara dan Perbekel Desa Paksebali Putu Ariadi.

Bupati Suwirta berharap kekompakan dan persatuan Sekaa Teruna harus dijaga dengan sebaik-baiknya agar nantinya kegiatan ini dapat berjalan lancar. Setelah mengadakan acara seperti ini, Bupati meminta management harus evaluasi apapun yang menjadi kekurangan sehingga bisa diperbaiki untuk membuat kegiatan selanjutnya. "Jaga kekompakan dan persatuan Sekaa Teruna, semoga kegiatan ini berjalan lancar," harap Bupati Suwirta.

Ketua Panitia, Wayan Melon Ogik Saputra mengatakan acara ini berlangsung selama dua hari, dimulai dari tanggal 4-5 Februari 2023. Dalam kegiatan ini juga diisi berbagai stand kuliner diantaranya sate seafood bakar, pondok bakso, dapur ceria dan menu makanan lainnya. Selain itu juga menampilkan beberapa artis hiburan diantaranya Bagus Wirata, Leyonk Sinarta, Grup Band Kuman Laut, Grup Band White Swan dan artis lainnya.

Wujudkan Desa Ekowisata, Mahasiswa KKN Unwar Ajak Warga Kelusa Payangan Ubah Sampah Jadi Berkah


BALIKINI.NET | GIANYAR — Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran pemberdayaan masyarakat (KKN-PPM) Universitas Warmadewa (Unwar) mengajak warga Desa Kelusa untuk mulai mengolah sampah yang dihasilkan menjadi bahan yang lebih berguna dan bernilai ekonomi sehingga menjadi berkah. Pengelolaan sampah desa menjadi penting dalam upaya mewujudkan Desa Kelusa, Payangan, Gianyar sebagai desa ekowisata. 

Mahasiswa KKN-PPM Unwar dalam mendorong pengolahan sampah desa, memberikan pelatihan pengolahan sampah menjadi kompos dan eco-enzyme. Pelatihan ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan SDM pengolah sampah di tempat pengolahan sampah sementara atau TPS 3R yang dimiliki oleh desa.

“Pelatihan pengomposan dan pembuatan eco-enzyme menjadi penting dalam upaya melatih masyarakat bertanggungjawab dalam mengolah sampah yang dihasilkan, sehingga ini menjadi langkah awal dalam mengimplementasikan konsep zero waste di tingkat rumah tangga,” kata akademisi Fakultas Pertanian-Unwar, Dr. I Nengah Muliarta, S.Si., M.Si yang juga dosen pembimbing lapangan di sele-sela pelatihan pengomposan di Payangan, Gianyar pada Sabtu (4/2). 

Menurut Muliarta yang juga mantan reporter radio VOA Washington ini, pelatihan pengomposan dan pembuatan eco-enzyme ini sejalan dengan Peraturan Guberbernur Nomor  47  tahun  2019 Tentang Pengelolaan sampah berbasis sumber. 

“Pelatihan di tingkat desa ini menjadi penting dilakukan agar masyarakat mengetahui, sampahnya bisa diolah jadi apa? Jika pelatihan seperti ini tidak dilakukan secara berkesinambungan, aturan yang ada hanya akan jadi aturan ompong,” ujarnya. 

Muliarta berharap para peserta pelatihan nantinya dapat menularkan pengetahuannya kepada masyarakat lainnya, sehingga pengelolaan sampah desa dapat dilakukan secara maksimal. Apabila sampah dapat dikelola dengan baik, maka upaya untuk mewujudkan desa ekowisata akan menjadi lebih mudah.

Sekretaris Desa Kelusa, Ngakan Nyoman Rai Adiputra menyatakan pelatihan pengomposan yang diberikan sangat bermanfaat, karena diberikan lebih awal sebelum pengoperasian TPS 3R yang ada di Desa Kelusa. Para peserta juga sangat senang mendapatkan pengetahuan baru, karena selama ini tidak ada warga yang melakukan pengomposan sampah.

“Selama ini tidak ada yang melakukan pengomposan, yak arena tidak tahu bagaimana cara pengomposan. Belum lagi malas mengomposkan sampah dengan alasan keterbatasan waktu dan kesibukan. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal yang baik” ungkap Ngakan Nyoman Rai Adiputra.

Sedangkan Koordinator Desa (Kordes) KKN PPM Unwar di Desa Kelusa, Anak Agung Sagung Putri Jesica Agustini menyatakan program pelatihan pengolahan sampah desa ini merupakan program awal. Program ini dipilih berdasarkan tingkat prioritas permasalahan desa yang harus segera mendapatkan penanganan sehingga tidak menghambat pembangunan desa. (*)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved