-->

Jumat, 24 Februari 2023

Pemkot Denpasar Gelar Safari Kesehatan di Banjar Pulugambang Kelurahan Peguyangan



BALIKINI.NET | DENPASAR — Menyambut HUT ke 235 Kota Denpasar, Dinas Kesehatan Kota Denpasar bersinergi dengan Rumah Sakit Daerah Wangaya Kota Denpasar melaksanalan Safari Kesehatan di Wantilan Taman Dukuh Banjar Pulugambang Kelurahan Peguyangan, Jumat (24/2)

Lurah Peguyangan I Gede Sudi Arcana mengatakan, Safari Kesehatan ini bisa dilaksanakan karena pihaknya memohon agar pelaksanaan bisa dilasanakan di wilayahnya. Karena pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan oleh masyatakat. "Atas terselenggaranya safari kesehatan ini, kami mengucapkan terima kasih karena kesehatan masyarakat Kelurahan Peguyangan sangat diperhatikan Pemerintah Kota Denlasar," ucap Arcana.

Adapun pelayanan kesehatan dalam Safari Kesehatan ini meliputi screening penyakit tidak menular,  vaksinasi booster covid-19, pemeriksaan fisioterapi, pemeriksaan mata, dan pemerikasaan kesehatan  lainnya.

Menurutnya dengan adanya kegiatan Safari Kesehatan ini dapat memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan, serta juga menambah pengetahuan masyarakat akan pentingnya arti kesehatan, dan lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Untuk itu pihaknya berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan ini menurut Sudi Arcana mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat. (ayu/humas)

Pemkab Klungkung Terima Bantuan Rumah Deret Pemberdayaan Masyarakat KK Miskin Dari Pemerintah Pusat


BALIKINI.NET | KLUNGKUNG — Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menerima bantuan dana Rumah Deret Pemberdayaan Masyarakat Sosial Dalam Pengentasan Kemiskinan dari Plt Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Faisal di ruang rapat Kantor Bupati Klungkung, Jumat (24/2). Rencananya bantuan rumah deret senilai Rp. 3.060.000.000 dengan luas lahan 22.470 m2 akan dibangun di Desa Sulang, Kecamatan Dawan dengan 36 unit dan diprioritaskan kepada masyarakat KK miskin yang termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Bupati Suwirta mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan bantuan ini. Bupati berharap proses pembangunannya nanti berjalan dengan lancar dan tentunya dikerjakan tidak asal-asalan. "Terimakasih pemerintah pusat atas bentuk perhatian kepada masyarakat Klungkung terutama masyarakat KK miskin, semoga proses pembangunannya nanti berjalan dengan baik dan lancar," harap Bupati Suwirta.

Bupati Suwirta juga meninjau langsung lahan rumah deret tersebut. Saat tiba dilokasi, Bupati melihat tempat ini sangat strategis. Bupati meminta setelah nantinya di bangun agar kebersihan bisa dijaga dengan sebaik-baiknya. "Jadi sarana prasarana fasilitas juga dirawat dan dijaga. Kemudian apapun komponen pemberdayaan yang diberikan harus diikuti dan ditekuni dengan baik sehingga nantinya bisa cepat keluar dari garis kemiskinan," harap Bupati Suwirta.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya mengatakan bahwa bantuan rumah deret ini nantinya akan dilengkapi dengan berbagai komponen pemberdayaan seperti kerajinan, peternakan, perkebunan hingga pemasaran produk UMKM. Selanjutnya bisa dimanfaatkan warga untuk dikelola secara individu maupun berkelompok. "Melalui kegiatan terus diharapakan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat serta mampu mengeluarkan mereka dari garis kemiskinan," harapnya.

Diguyur Hujan, Tanah Longsor di Desa Adat Sega Gerus Rumah Warga dan Bale Banjar


BALIKINI.NET | KARANGASEM — Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Karangasem, Bali akhir-akhir ini mengakibatkan terjadinya bencana alam. Salah satu daerah terdampak ialah di Desa Adat Sega, Desa Bunutan, Kecamatan Abang Karangasem dimana diwilayah ini terdapat 2 titik lokasi yang tergerus tanah longsor.

Peristiwa longsoran tanah menimpa rumah Salah satu warga, bernama I Ketut Merta yang berdiri di atas tanah setinggi kurang lebih 5 meter dari sisi samping atas jalan raya. Hujan yang terjadi pada Kamis (23/2/2023) sore menyebabkan longsoran tanah menggerus bangunan dapur yang juga di pakai sebagai lumbung jagung oleh Ketut Merta, hingga rebah dan hancur. Letak rumahnya yang berada tepat di samping jalan raya menyebabkan material longsor menutup badan jalan. 

Akibatnya, tak hanya mengalami kerusakan parah, material juga menutup akses jalan di jalan raya milik Kabupaten tersebut, sehingga hanya kendaraan roda dua saja yang dapat melewati jalanan tersebut. "Mobil belum bisa melintas, hanya motor saja," kata Made Pasek, kakak kandung korban, Jumat (24/2/2023).

Tak hanya itu, hujan juga mengakibatkan tanah longsor di Bale Banjar adat Sega, Desa Adat Sega, Bunutan, Karangasem. Dimana tembok pembatas bale Banjar tersebut hancur dan materialnya jatuh ke bawah jurang yang ada di sampingnya, dan bangunan bale Banjar tersebut terancam ikut amblas.

Perkebel Desa Adat Sega, I Komang Kariana mengatakan jika bangunan bale Banjar tersebut mulai tergerus longsor sudah sejak dua pekan terakhir, sedikit demi sedikit tanah di tempat tersebut tergerus dan diperparah dengan adanya hujan yang terjadi pada Kamis (23/2/2023) kemarin. Akibatnya, atap seng bangunan bale Banjar yang hampir roboh disangga menggunakan bambu seadanya.

"Sementara untuk antisipasi agar tidak membahayakan warga, maka Warga dilarang untuk mendekati wilayah yang rawan di sini," tandasnya pada Jumat (24/2/2023). (Ami)

Yodi Kristianto : Somasi Unhas ke Dewan Pers Tidak Substansial, Konstitusi Kita Menjamin Kebebasan Pers

 

BALIKINI.NET | MAKASSAR —  Menanggapi pemberitaan sejumlah media terkait ancaman somasi yang hendak dilayangkan pihak Universitas Hasanuddin (Unhas) ke Dewan Pers, pengacara Yodi Kristianto, SH, MH selaku kuasa hukum keluarga almarhum Virendy Marjefy Wehantouw pun langsung bereaksi keras dan angkat bicara saat dimintai komentarnya oleh sejumlah awak media, Kamis (23/02/2023).

Menurut Direktur Kantor Advokat dan Konsultan Hukum YK & Partners ini, pihak Unhas mungkin awam soal 'investigation journalism' atau jurnalisme investigasi. Sebagian besar dari teman-teman media yang menghubungi dirinya secara intens adalah wartawan kriminal, yang sudah berpengalaman selama berpuluh-puluh tahun meliput atau menguak fakta tentang tindak pidana atau kejahatan yang didalangi oleh orang-orang berkuasa, ataupun berbagai kejahatan yang secara sengaja disembunyikan kebenarannya dari publik secara luas. 

"Maka tidak mengherankan bagi saya jika kasus kematian Virendy ini menarik bagi mereka untuk diliput secara khusus, sebab kasus ini simpang siur, banyak kejanggalan, yang bahkan pihak berwajib sekalipun sampai saat ini belum menemukan titik terangnya," tukasnya.

"Sederhananya, jurnalisme investigasi sejatinya bukan hal baru dalam dunia pers, hanya saja bagi orang awam mungkin tergolong baru untuk mengenalnya," lanjut Yodi Kristianto.

Yodi menerangkan lagi, sejak awal keterlibatan wartawan cukup berdampak terhadap pengembangan perkara almarhum Virendy. "Saya tidak tahu apakah ada yang akan peduli terhadap kasus ini jika tidak diekspose ke publik oleh teman-teman media ?," ujarnya.

"Kita tahu kasus Virendy ini hanya pengulangan dan bukan untuk yang pertama kali dalam sejarah kampus di Tanah Air. Hanya mungkin sekali ini pihak kampus tidak akan menduga akan ada perlawanan dan tuntutan untuk mengusut tuntas persoalan ini," paparnya.

Saat merespons pertanyaan tentang bagaimana nasib beberapa media yang akan disomasi pihak Kampus Merah, Yodi mengemukakan, "Saya kira somasi yang demikian itu tidak substansial dan tidak akan ditanggapi secara serius oleh Dewan Pers. Konstitusi kita menjamin kebebasan Pers. Mencari dan menghimpun serta menyebarluaskan informasi adalah hak konstitusional warga negara". 

Lagipula, ungkap Yodi, jika memang benar adanya pelanggaran etik, ada mekanismenya, ada aturannya yang dijamin dalam Undang-Undang Pers. "Ada hak jawab dan hak koreksi. Siapapun yang merasa dirugikan dengan sebuah pemberitaaan, silahkan menggunakan mekanismenya untuk menyelesaikan itu," tegasnya.

Kasus kematian Virendy yang sampai hari ini, kata Yodi, sudah 40 (empat puluh hari) tanpa kejelasan duduk persoalannya, bahkan pihak yang seharusnya bertanggungjawab malahan sibuk melakukan pencitraan dan pemulihan nama baik di media alih alih mencari solusi terbaik bagi semua pihak.

"Kami selaku kuasa hukum akan tetap menuntaskan kasus ini terlepas siapapun yang terlibat di dalamnya. Tidak ada organisasi seharga nyawa, institusi sebesar Unhas seharusnya dapat menjadi contoh tentang bagaimana menangani kasus-kasus seperti ini, bukan malahan berusaha membungkamnya," lantangnya.

Yodi menerangkan, orang yang masih waras pikirannya hampir pasti heran dengan sumber daya yang dimiliki Unhas. Jangankan mengungkapkan secara transparan mengenai investigasinya, meminta maaf secara langsung atau dengan rendah hati mengakui kelalaiannya pun tidak !

"Saya merasa malu melihat sikap arogan seperti ini. Ini persoalan mental dan harusnya lembaga pendidikan yang terdepan memberi contoh untuk itu. Bahwa bagaimanapun kita wajib memiliki empati dan menghargai bahwa ada nyawa yang hilang disini yang lebih berharga daripada kedudukan atau jabatan," kunci Yodi.

Kelembagaan dan Personal ?

Sementara menyikapi bantahan dan pernyataan yang dikemukakan pihak Unhas melalui pemberitaan beberapa media edisi Selasa-Rabu (21-22/02/2023), keluarga almarhum pun merasa perlu melakukan klarifikasi terhadap apa yang disuarakan oleh Kabag Humas Unhas Ahmad Bahar dan Ketua LBH Unhas Prof Anwar Borahima.

Setidaknya ada sekitar 5-6 media yang mengekspose bantahan dan pernyataan pihak Unhas, seperti media herald.id, rri.co.id, sulsel.hallo.id, dan newsurban.id. Bahkan media milik kampus yakni identitasunhas.com juga turut memuat berita tersebut meski umurnya mungkin hanya beberapa menit saja sudah ditarik kembali ?

James Wehantouw selaku ayah almarhum Virendy mempertanyakan, apakah pihak Unhas memahami definisi dari kalimat 'secara kelembagaan' dan 'secara personal' ? "Silahkan baca dan simak kembali narasi dalam berita-berita di media-media yang menyuarakan curahan hati maupun komentar-komentar keluarga, dan kuasa hukum," tuturnya.

Menurut James yang juga seorang wartawan senior, tudingan keluarga yang menyatakan pihak Unhas belum pernah sekalipun datang secara kelembagaan menemui orang tua atau keluarga almarhum untuk membahas segala hal yang diinginkan pihak keluarga sebagai bentuk pertanggung jawaban Unhas, itu benar adanya. 

"Kan pihak Unhas sendiri yang berkoar-koar di media-media (edisi 15-16/01/2023) yang menyatakan dan menjanjikan akan datang secara kelembagaan menemui orang tua atau keluarga almarhum untuk membahas segala hal yang diinginkan pihak keluarga sebagai bentuk pertanggung jawaban Unhas !!! Lantas apakah hal itu sudah pernah direalisasikan pihak Unhas ?," tanya James.

Dia mengakui ada beberapa petinggi Unhas yang tak diketahuinya nama dan apa jabatannya yang datang melayat ke rumah duka saat jelang ibadah pelepasan jenazah almarhum pada Senin (16/01/2023) pagi.  "Mereka itu kan kami anggap datang secara personal untuk melihat jenazah, mengucapkan dukacita dan menyalami keluarga yang berdiri atau duduk disekeliling peti jenazah, setelah itu pergi tanpa ada pembicaraan lain," tukasnya.

Soal kehadiran Direktur Kemahasiswaan Unhas yang datang memberikan sepatahkata tanda dukacita pihak Unhas, itu benar adanya tetapi kehadiran beliau bukan datang secara kelembagaan dengan tujuan menyelesaikan masalah dan membahas segala hal seperti yang diumbar-umbarkan pihak Unhas di pemberitaan media-media.

James mengisahkan pula, ketika beberapa petinggi Unhas datang menengok jenazah almarhum saat hendak dimandikan dan disuntik formalin di Rumah Duka Kasih RS Grestelina, toh kehadiran mereka yang sempat bersitegang dengan sejumlah wartawan justru semakin menambah luka dan kepedihan bagi keluarga almarhum. 

Pasalnya, ketegangan yang terjadi dalam kegiatan wawancara yang dilakukan sejumlah wartawan, berawal dari adanya pernyataan salah seorang petinggi Unhas yang menyebutkan jika kegiatan yang diikuti almarhum adalah kegiatan di luar kampus sehingga bukan menjadi tanggung jawab pihak Unhas. 

Pernyataan inilah yang sempat membuat situasi memanas karena para wartawan menilai pihak Unhas terkesan hendak cuci tangan atau melepaskan tanggung jawab terhadap dampak dari kegiatan Diksar yang keberangkatan rombongan peserta tersebut dilepas secara resmi oleh pejabat kampus.

Selain apa yang diuraikannya itu, James juga mempertanyakan maksud pernyataan Ahmad Bahar di pemberitaan media yang menyebutkan "Direktur Kemahasiswaan dan Dekan Fakuktas Teknik datang ke rumah duka dan bertemu langsung orang tua korban saat akan dimakamkan, dan tidak mungkinlah datang begitu saja". 

Kalimat "tidaklah mungkin datang begitu saja" ini bisa menimbulkan opini negatif bagi keluarga, namun sebaliknya suatu bentuk pencitraan terbaik bagi pihak Unhas. Orang awam sekalipun akan menafsirkan bahwa seolah-olah kedua petinggi Unhas itu datang bertemu orang tua almarhum dan memberikan sesuatu sebagai tanda dukacita ataupun bentuk pertanggung jawaban.

Selanjutnya pernyataan Ketua LBH Unhas di pemberitaan media-media yang menyebutkan "Setelah acara penguburan jenazah, Direktur Kemahasiswaan mengirimkan konsumsi untuk pelaksanaan acara", ini juga suatu bentuk pencitraan yang tidak didasarkan fakta dan hanya bertujuan menggiring opini publik.  

Perlu diketahui untuk acara ibadah pelepasan jenazah dan setelah selesai penguburan, pihak keluarga telah menyiapkan konsumsi. Sebanyak 400 kotak kue dibagikan setelah ibadah pelepasan jenazah, kemudian 400 kotak nasi dibagikan usai ibadah sesudah kembali dari pekuburan. Jadi tidak benar jika pihak Unhas telah mengirim konsumsi untuk rangkaian acara ibadah pada Senin (16/01/2023) itu.

Meski demikian, James mengakui pada sore harinya melihat di lantai sebuah ruangan rumah ada 50 kotak kue yang setiap kotaknya berisi 3 potong kue dan 1 air mineral kemasan gelas. Sebanyak 50 kotak kue yang berlabel Hotel Unhas dan tidak diketahuinya siapa yang mengirim atau membawanya, hanya tersimpan begitu saja dan bukan menjadi konsumsi acara saat itu.

"Jadi sekali lagi saya mewakili keluarga menegaskan bahwa tidak benar jika disebutkan Direktur Kemahasiswaan ataupun pihak Unhas mengirim konsumsi untuk kebutuhan pelaksanaan rangkaian ibadah pelepasan jenazah maupun setelah selesai penguburan. Namun demikian, kami tetap menghargai dan mengucapkan terima kasih atas kiriman 50 kotak kue tersebut," kunci Anggota Dewan Penasehat PWI Sulsel ini. (*)

Kamis, 23 Februari 2023

Kembali Gelar Pasar Murah, Komitmen Pemkot Denpasar Kendalikan Inflasi


BALIKINI.NET | DENPASAR — Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, dan Perumda Pasar Sewakadarma terus berupaya dalam mengendalikan laju inflasi. Salah satunya adalah dengan rutin menggelar pasar murah. Kali ini pasar murah digelar di kawasan Pertokoan Kerta Wijaya, Kelurahan Dauh Puri, Denpasar Barat, pada Kamis (23/2).

Pasar murah ini juga digelar sebagai rangkaian HUT Kota Denpasar Ke-235. Sejak pagi ratusan masyarakat telah memadati pasar murah untuk membeli sembako yang dijual. Kegiatan ini dipantau langsung oleh Sekretaris Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, didampingi Asisten II, A.A Gde Risnawan,  Kasatpol PP Kota Denpasar, A.A Ngurah Bawa Nendra, dan Lurah Dauh Puri, I Gusti Ngurah Arnawa.

Gelaran pasar murah yang digelar ini telah sesuai dengan instruksi Bapak Presiden dalam mengendalikan laju inflasi. " Dengan rutin mengadakan pasar murah seperti ini, diharapkan harga-harga komoditas pangan dapat terkendali, sehingga kami berharap, gelaran pasar murah ini  dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan harga bahan pangan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Alit Wiradana

Dalam kesempatan ini juga dibagikan sepuluh paket sembako kepada pihak yang membutuhkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dalam rangka peringatan HUT Satpol PP yang ke-73 dan HUT Perlindungan Masyarakat yang Ke-61. “Kami berharap, dengan pemberian bantuan sembako ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, serta dapat lebih mendekatkan Satpol PP ke masyarakat," kata Alit Wiradana.

TP PKK Kota Denpasar Serahkan Bantuan PMT kepada 86 Balita


BALIKINI.NET | DENPASAR — Menyambut HUT Ke 235 Kota Denpasar Tim Penggerak PKK Kota Denpasar menyerahkan  bantuan berupa  paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 86 balita se Kota Denpasar.

Penyerahan bantuan ini diberikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara di dampingi Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa di empat Kantor Kecamatan se Kota Denpasar Kamis (23/2).

Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan penyerahan bantuan PMT ini di juga untuk mencegah dan menekan angka stunting di Kota Denpasar. Untuk itu bantuan PMT ini diberikan kepada balita terindikasi kurang gizi. 

Menurut Ny. Sagung Antari Jaya Negara stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.

"Untuk itu kami mengharapkan agar ibu hamil dan yang memiliki balita untuk memperhatikan gizi  dan sering memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat. Karena masalah stunting dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan," ujar Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Terutama anak perempuan harus diperhatikan gizinya agar ketika dewasa tidak menderita anemia, dan  ketika dewasa sudah siap untuk bereproduksi. Karena mereka generasi penurus bangsa.

Semoga  bantuan ini  dapat bermanfaat  dan untuk selanjutnya  diharapkan bisa dilanjutkan  secara mandiri.

Salah satu warga,  Nanik Indriyati mengucapkan terima kasih kepada  Pemerintah Kota Denpasar khususnya Tim Penggerak PKK Kota Denpasar atas bantuan PMT yang diberikan kepada anaknya  Nabiahan Sofyan Yogantara yang baru berusia 16 bulan. Menurutnya bantuan yang diberikan sangat bermanfaat selain itu pihaknya juga bisa mendapat informasi  tentang pentingnya gizi untuk mencegah stunting dan tentang kesehatan anak. "Semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan sehingga kami juga bisa   mendapat informasi tentang kesehatan," harapnya.

Bupati Tamba Resmikan Vihara Sasana Dharma Melaya


BALIKINI.NET | JEMBRANA — Pemugarana Vihara Sasana Dharma, Banjar Pangkung Tanah Kangin, Melaya yang berlangsung sejak 2020, kini telah menyelesaikan tahap pertama. Menandai hal tersebut, digelar rangkaian Abhiseka Buddha Rupang atau menempatkan arca Buddha pada ruang dhammasala Vihara. 

Bersamaan dengan itu, dilaksanakan peresmian bangunan Vihara yang tandai dengan penandatangan prasasti dan pemotongan pita oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba didampingi Ketua Umum  Sangha Therevada Indonesia Bhikkhu Subhapanno Mahathera, Kamis (23/2).

Bupati I Nengah Tamba pada kesepatan itu menyampaikan selamat atas diresmikannya vihara ini, apalagi dibangun secara swadaya oleh seluruh umat Buddha yang ada di Kecamatan Melaya.

"Dengan semangat persatuan dan gotong royong sehingga dapat mewujudkan tempat ibadah yang besar dan representatif. Semoga dengan ini bisa memancarkan atmosfer positif bagi keberagaman dan ketentraman antar umat beragama di Jembrana," ucapnya.

Lebih lanjut, terkait beberapa item yang belum lengkap, Pihaknya akan membantu dengan memberikan hibah kepada Vihara Sasana Dhrma.

"Terkait dengan prasarana untuk melengkapi keberadaan vihara ini, nanti kita bantu diperubahan sesuai dengan proposal yang  diajukan oleh pengurus Viraha Sasana Dharma. Karena sejak awal menjabat, Saya berkomitmen tidak menghalangi umat agama dalam membangun tempat ibadah, justru akan mendukungnya demi menjaga toleransi antar umat beragama," ujarnya.

Terakhir, Ia turut memohon doa restu kepada seluruh umat Buddha dalam mewujudkan Jembrana Emas 2026.

"Jembrana Emas 2026 adalah Jembrana yang maju dengan masyarakatnya yang sejahtera dan bahagia. Tentu untuk mewujudkan itu perlu dukungan dari seluruh masyarakat dan semoga cita-cita ini dapat tercapai dengan baik," ungkapnya

Sementara itu, Ketua panitia Abhiseka Buddha Rupang dan Presmian Vihara Sasana Dharma, Drs. Bagio menuturkan bahwa sejarah keberadaan Vihara Sasana Dharma diawali dari adanya Cetiya yang dibangun pada tahun 1976 dengan jumlah umat Buddha saat itu hanya 12 kk.

"Seiring waktu, semakin berkembang, Cetiya ini berubah menjadi Vihara. Lambat laun, melihat keadaan Virahaya yang sudah tidak memadai, perlu kiranya dibangun yang lebih besar sehingga representatif bagi umat dalam menjalankan ibadah," tuturnya.

Atas nama seluruh umat Buddha, Bagio menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam hal ini Bupati Jembrana atas kesediaan hadir dalam acara ini.

"Terima kasih kepada Pak Bupati atas kehadiran sekaligus bantuannya. Semoga senantiasa diberkati dalam setiap langkah mewujudkan Jembrana kearah yang lebih maju lagi," pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Pade Sanayaka STI Bali dan Jawa Timur, perwakilan forkopimda, Camat Melaya, Prebekel serta seluruh umat Buddha di Kecamatan Melaya. 


Bupati Sanjaya Hadiri dan Apresiasi Ngaben Bersama Krama Desa Adat Sembung Gede


BALIKINI.NET | TABANAN — Selain mampu menghemat biaya, Ngaben Bersama juga merupakan cerminan kebersamaan krama/masyarakat yang mengutamakan semangat gotong-royong dalam melaksanakan pembangunan. Sebab itu, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, selalu berkomitmen dan selalu berupaya hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai wujud apresiasi pemerintah terhadap persatuan masyarakat.

Seperti halnya kali ini, Kamis, (23/2) dengan mengajak jajaran terkait, Orang Nomor satu di Tabanan menghadiri sekaligus mengapresiasi upacara Ngaben Bersama yang dilaksanakan krama Desa Adat Sembung Gede, Kerambitan. Turut hadir saat itu, anggota Komisi IV DPR RI I Made Urip, Sekda, Kepala OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam Kerambitan, Perbekel, Bendesa Adat serta tokoh masyarakat setempat.

Dihadapan masyarakat, Bupati Sanjaya mengaku berbahagia bisa menghadiri undangan Ngaben Bersama Desa Adat Sembung Gede. "Saya merasa sangat bahagia sekali bisa bertatap muka dengan masyarakat semua dikala titiang mendapat undangan Nyaksi upacara/upakara Pengabenan Bersama ini. Pengabenan bersama sering disebut dengan berbagai istilah, namun tujuannya tetap satu, yakni guna membayar hutang kepada leluhur," ujar Sanjaya.

Disamping itu, dalam membangun karya tidak dapat diukur dari besar kecilnya biaya ataupun jenis upakara. Namun yang terpenting menurut Sanjaya adalah bagaimana masyarakat bisa dengan tulus ikhlas melaksanakan karya serta mengedepankan kebersamaan dan semangat gotong-royong. "Selaku Bupati Tabanan, secara khusus saya datang kesini bersama jajaran memberikan doa restu. Semoga apa yang dibangun semeton disini berjalan lancar sesuai dengan harapan bersama," tegas Sanjaya.

Dimana sesuai keterangan I Gusti Putu Subawa selaku Ketua Panitia Karya, Pengabenan Bersama yang dipusatkan di Balai Banjar Desa Adat Sembung Gede ini diikuti 34 Sawa, 1 Sawa Ngelangkir dan 24 Sawa Ngerorasin. Dengan biaya masing-masing sawa secara berurutan yakni 2 juta rupiah, 500 ribu dan 1 juta rupiah. Adapun sawa Nyekah yang juga turut serta dikenai biaya sebesar 1 juta rupiah dan Ngeruron sebesar 250 ribu rupiah. Pemuput Karya adalah Ida Pedanda Grya Jumpung Sembung Gede.

Selaku Panitia Karya dan mewakili seluruh masyarakat Desa Adat Sembung Gede, pihaknya mengucapkan terimakasih atas apresiasi dan dukungan dari Bupati beserta jajaran. Pihaknya berharap dukungan ini terus berlanjut guna meningkatkan semangat gotong-royong krama, sehingga segala pembangunan yang dilakukan pihaknya bisa berjalan dengan lancar, khususnya dalam pelaksanaan Pengabenan Bersama ini.

Melihat ketulusan krama yang sekaligus mampu meringankan beban masyarakat, Politisi asal Dauh Pala Tabanan itu menyebut inilah yang dinamakan dengan Karya yang Satwika. Dimana dilandasi oleh semangat gotong-royong krama yang tulus ikhlas, dipuput oleh Sulinggih yang medwijati serta disaksikan langsung oleh Murdaning Jagat/Bupati. Ini yang dikatakan Sanjaya yang terpenting adalah Tri Upasaksi, bukan hanya dilihat dari besar kecilnya biaya ataupun upakara.

Selain itu, Sanjaya juga berharap kedepannya agar krama di Desa Adat Sembung Gede selalu bersatu dengan pemerintah. "Mari kita selalu bersama-sama mewujudkan pembangunan Tabanan Era Baru ini menuju masyarakat yang Aman, Unggul dan Madani. Mari rekatkan diri kita dengan pemerintah, bangun hubungan baik dengan pemerintah. Mari kita kompak bersatu membangun Tabanan yang kita cintai ini," pinta Sanjaya.

Pemkot Denpasar Gerak Cepat Tangani Sampah Menumpuk di TPS Lumintang


BALIKINI.NET | DENPASAR — Pemkot Denpasar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) langsung bergerak cepat menangani tumpukan sampah di TPS Lumintang Pada Kamis (23/2). Penanganan tersebut pun mendapat perhatian serius Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara serta Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana yang turun langsung meninjau penanganan. 

Hal ini lantaran sampah sempat menumpuk karena  volume sampah mengalami peningkatan. Disamping juga adanya kendala di TPA Suwung yakni lahan pembuangan yang makin menyempit, akses jalan di TPA mengalami kerusakan juga adanya kerusakan alat berat.

Sekda Kota Denpasar IB. Alit Wiradana didampingi Kadis DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa dan Kabag Prokopim  Dewa Gede Rai saat di lokasi mengatakan, saat ini petugas dari DLHK Kota Denpasar sedang melaksanakan penanganan pengangkutan sampah. Sehingga seluruh sampah yang ada di lokasi TPS Lumintang dapat ditangani termasuk juga di TPS TPS lainnya.

"Target kami hari ini tuntas dilaksanakan pengangkutan, sehingga lokasi tersebut kembali bersih," jelasnya

Lebih Lanjut IB. Alit Wiradana menjelaskan, adapun sampah rumah tangga yang masih mendominasi. Sehingga saat ini pihaknya menerjunkan Alat Berat serta Armada Truk pengangkut guna mempercepat penanganan.

Lebih lanjut Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana menekankan agar seluruh jajaran DLHK bekerja optimal guna mengatasi penumpukan sampah yang pengangkutan sempat terganggu karena kondisi cuaca dan kondisi di TPA Sarbagita Suwung . 

"Seluruh jajaran  DLHK dan OPD yang menjadi bapak angkat kebersihan di masing masing desa kelurahan  harus intens memantau penumpukan sampah yang ada di TPS serta melakukan kordinasi dengan Desa/Kelurahan. Pihaknya berharap, penanganan ini dapat tuntas secepat mungkin. Sehingga tidak mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar. Untuk mengatasi permasalahan sampah ini Pemkot Denpasar juga sudah menambah alat berat baik dengan membeli yang baru maupun sewa alat berat. "Jadi jajaran kami siang malam menangani sampah yang tiap hari volumenya juga meningkat," katanya.

Selain itu Alit Wiradana juga meminta agar DLHK lebih intens berkordinasi dengan Desa atau Kelurahan yang mempunyai TPS3R agar memaksimalkan pengolahan sampah berbasis sumber serta melakukan  pemilahan sampah.

“Sesuai arahan Bapak Walikota, agar segera tertangani penumpukan sampah ini, dan kami juga sudah intruksikan agar semua TPS dipantau, diantisipasi dan dioptimalkan pengangkutanya secara berkala, sehingga sampah tidak meluber dan menumpuk,” kata Alit Wiradana.

Rabu, 22 Februari 2023

Bunda Paud Kota Bandung Belajar Sistem Pendidikam Paud di Kota Denpasar


BALIKINI.NET | DENPASAR Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, Bunda Paud Kota Bandung Dra. Hj Yunimar Mulyana belajar tentang penerapan sistem  Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) di Kota Denpasar

Kunjungan Bunda Paud Kota Bandung ini diterima langsung Bunda Paud Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara  di Aula SPNF SKB Kota Denpasar Rabu (22/2).

Dalam kesempatan itu Dra. Hj Yunimar Mulyana mengatakan, penerapan sistem pendidikan Paud Kota Denpasar sangat bagus, karena itu pihaknya ingin belajar di Kota Denpasar.  Tidak hanya itu pihaknya juga ingin mengetahui implementasi tentang wajib Paud satu tahun sebelum masuk sekolah dasar. Apakah ada sistem pengawasannya atau kolaborasi dengan OPD terkait.
"Dari hasil kunjungan ini kami berharap bisa diterapkan di Kota Bandung," kata Dra. Hj Yunimar Mulyana.

Bunda Paud Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bunda Paud Kota Bandung bersama rombongan. Menurut Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Kota Denpasar yang terdiri dari 4 kecamatan dan 43 desa/kelurahan dimana paud telah tersebar di semua desa kelurahan. Sehingga program 1 desa satu paud telah terpenuhi 

Lebih lanjut dikatakan, satuan Paud aktif di Kota Denpasar meliputi TK sebanyak 298 lembaga, Kelompok Bermain (KB)  49 lembaga, Taman Penitipan Anak (TPA) 20 dan  SPS  3 lembaga. 

Sementara dari jumlah satuan pendidikan yang ada di Kota Denpasar, sebanyak 3 satuan pendidikan TK lulus mengikuti program sekolah penggerak angkatan 1, kemudian 10 satuan Paud lulus PSP  angkatan kedua dan 7 satuan Paud lulus PSP  angkatan ketiga. Saat ini seluruh satuan Paud PSP  sedang berproses untuk meningkatkan kualitas lembaga dengan berbagai intervensi yang diberikan pemerintah. "Sementara itu 211 Paud di Kota Denpasar sudah mengikuti implementasi kurikulum merdeka (IKM) dan sebagian lagi sedang berproses melakukan pendaftaran IKM," ujarnya. 

Ny. Sagung Antari Jaya Negara menambahkan sejak dikukuhkan, Pokja Bunda Paud Kota Denpasar telah melakukan berbagai kegiatan diantaranya, Pengukuhan Bunda Paud Kecamatan / desa/kelurahan. Bimtek bagi Bunda Paud Kecamatan dan Desa/Kelurahan se Kota Denpasar. Pembentukan Pokja Bunda Paud tingkat kecamatan/dan desa/ kelurahan, bimtek lingkungan belajar berkualitas, diklat dasar berjenjang paud  pencegahan stunting. 

Terkait Paud HI, Bunda Paud Kota Denpasar telah melakukan pembinaan kepada 12 Paud yang tersebar di 4 kecamatan untuk dapat menjadi acuan standar penyelenggaraan Paud HI di Kota Denpasar.  

Seluruh Pokja Bunda Paud se-Kota Denpasar saling kerkolaborasi dalam rangka mewujudkan paud berkualitas di Kota Denpasar.

Dengan kunjunhan ini semoga dapat saling berbagi informasi untuk kemajuan Paud di Indonesia menuju Paud berkualitas. 

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved