-->

Minggu, 05 Maret 2023

Wawali Arya Wibawa Buka Musda Ke VI Muhammadiyah Kota Denpasar


BALIKINI.NET | DENPASAR — Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke VI Pimpinan Daerah Organisasi Muhammadiyah dan Aisiyah Kota Denpasar, pada Minggu (5/3). Digelar di Quest San Hotel, Musda kali ini mengusung tema "Menggembirakan Gerak Islam Berkemajuan Mencerahkan Denpasar". 

Selain Arya Wibawa, tampak hadir pula Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Denpasar (PDM), Ir. H. Husnul Fahmi, Wakil Ketua I DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariana Wandhira, Ketua Bapemperda DPRD Kota Denpasar, A.A Putu Gede Wibawa,  serta jajaran terkait lainnya. 

Arya Wibawa yang mewakili Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengungkapan Musda ke VI ini dapat dijadikan momentum untuk menguatkan tali silaturahmi dan bisa mewadahi proses bertukar pikiran antara pimpinan serta anggota. 

"Musda ke VI  ini merupakan sebuah momentum yang baik bagi kita semua untuk dapat berdiskusi untuk menentukan program dan isu strategis, guna mencapai tujuan dan cita cita yang ingin dicapai," ujarnya. 

Pemerintah Kota Denpasar, sebut Arya Wibawa siap untuk berkolaborasi dengan organisasi organisasi kemasyarakatan guna mewujudkan Denpasar Maju. 

"Kota Denpasar sendiri memiliki spirit Vasudhaiva Kutumbhakam, yang bermakna semangat 'menyama braya', bergotong royong dengan kebersamaan solidaritas yang tinggi. Sehingga, yang diharapkan adalah terdapat suatu pandangan dalam memperjuangkan berbagai tujuan mulia untuk kepentingan dan kebaikan bersama," kata Arya Wibawa. 

Pelaksanaan Musda Muhammadiyah dan Aisyiyah oleh pengurus Muhammadiyah beserta Aisyiyah Kota Denpasar sendiri, digelar dalam rangka memenuhi kebutuhan kepengurusan organisasi dan sekaligus upaya untuk menentukan program untuk tahun mendatang. 

Ketua PDM Kota Denpasar, Ir. H. Husnul Fahmi dalam  menyampaikan apresiasinya terhadap jajaran Pemkot Denpasar yang selama ini telah banyak memberikan dukungan atas sepak terjak organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kota Denpasar. 

"Mewakili kepengurusan PDM Kota Denpasar, saya mengucapkan terima kasih atas segala dukungan Bapak Wali Kota Denpasar dan jajaran, yang selama ini telah mendukung program program kami. Kedepannya kami siap untuk terus berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemkot Denpasar untuk dapat menjalankan program yang langsung menyentuh masyarakat," katanya.

Husnul Fahmi juga mengharapkan, melalui Musda VI ini nantinya akan terpilih regenerasi pimpinan yang amanah, berkualitas serta dapat menjalankan program yang ada di organisasi. 

"Kami harapkan Musda ini dapat berjalan lancar, sehingga sosok kepemimpinan akan muncul dari kader kader Muhammadiyah yang berkualitas dan berintegritas tinggi," pungkasnya.

Sabtu, 04 Maret 2023

Tekan Lonjakan Kasus DBD, Puskesmas IV Densel Gelar PSN di Rumah Warga


BALIKINI.NET | DENPASAR — Guna menekan lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan melalui Puskesmas IV Denpasar Selatan, menggelar  kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) pada Sabtu (4/3) pagi. Dari hasil penyusuran petugas di seputaran Jalan Kawe, setidaknya ditemukan 6 titik rumah warga yang positif terdapat jentik nyamuk DBD.

Para petugas yang terlibat antara lain terdiri dari Jumantik dan Pelaksana program DBD, yang dikomandoi Koordinator Jumantik setempat.

Kepala UPTD Puskesmas IV Densel, drg. Made Saraswati mengungkapkan, usai mendapati jentik nyamuk di area rumah warga, para petugas selanjutnya menindaklanjuti dengan menaburkan bubuk Abate, seperti pada kolam ikan dan juga ember.

"Dari hasil pantauan, jentik nyamuk banyak tersebar di kolam dan juga ember. Jadi tadi para petugas langsung menindaklanjuti temuan ini," jelasnya. 

drg. Saraswati selebihnya menuturkan, selain tindakan penaburan abate, petugas juga melakukan penyuluhan untuk warga. Secara intensif, para warga disosialisasikan soal PSN dengan metode 3M. 

"Kami menekankan sekali agar para warga sadar untuk menutup penampungan air, menimbun barang bekas, dan terpenting menggunakan lotion anti nyamuk," lanjutnya. 

Penyusuran kediaman warga untuk mengecek jentik nyamuk ini akan dilakukan secara konsisten atau berkelanjutan, agar lonjakan kasus DBD dapat dicegah. Untuk itu, drg. Saras berharap, warga juga dapat proaktif untuk selalu rutin mengontrol lingkungan sekitarnya agar tindakan pencegahan dapat segera ditempuh.

Cegak BDB Puskesmas III Denpasar Utara Rutin Lakukan Gertak PNS

 

BALIKINI.NET | DENPASAR — Dalam upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin meluas, Puskesmas III  Denpasar Utara  secara rutin  melaksanakan  Gertak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di wilayahnya. 

Kali ini Gertak PSN berlangsung di Banjar Ambengan Desa Peguyangan Kangin dan  Br. Mekar Sari Desa Dauh Puri Kaja, Puskesmas III Denpasar Utara,  Sabtu (4/3). Hal ini disampaikan 
Kepala UPTD Puskesmas III  Denpasar Utara dr. Ida Bagus Jelantik Manuaba.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam upaya menekan penularan DBD. Menurutnya Gertak PNS ini dilakukan oleh Tim Jumantik yang ada di setiap banjar. 

Edukasi yang diberikan dalam PSN adalah  cara   mengatasi DBD  dengan 3M (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang) dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Memasuki pergantian cuaca, maka pihaknya mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan penyakit DBD dan meningkatkan kebersihan lingkungan masing-masing.

Mengingat pada musim hujan ada beberapa tempat yang jadi sarang nyamuk di antaranya penampungan air hujan dan sumber genangan di sekeliling rumah, seperti ban, kaleng, botol bekas, cekungan batang kayu, tempurung kelapa, ataupun talang yang tersumbat. "Untuk itu masyarakat harus ikut memperhatikan tempat tinggalnya masing masing dan ikut melaksanakan PSN," jelas dr. Ida Bagus Jelantik Manuaba.

Ia menambahkan Nyamuk Aedes Agypti dapat menggigit manusia saat beraktivitas di dalam rumah, gedung, sekolah, atau di ruang tertutup lainnya. Nyamuk akan suka di tempat yang lembab, gelap, gantungan pakaian, serta tumpukan barang lainnya.

Meningkatnya populasi nyamuk Aedes Aegypti menurut  dr. Ida Bagus Jelantik Manuaba upaya paling efektif untuk mencegah DBD dengan melakukan gerakan 3M untuk bak mandi, barang-barang bekas dan lainnya secara serentak. 

Upaya pencegahan lainnya antara lain dengan menanam tanaman pengusir nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, memasang kasa nyamuk, menggunakan kelambu, menggunakan lotion anti nyamuk, menghindari menumpuk barang-barang dan menggantung pakaian karena akan menjadi sarang nyamuk.

Untuk terus menguatkan pencegahan dan pengendalian penyakit DBD pihaknya akan terus menggiatkan penyuluhan  melalui Jumantik di masing masing banjar. (ayu/humas)

Sinergi dengan Provinsi, Tim Penggerak PKK Jembrana Turun Menyapa


BALIKINI.NET | JEMBRANA —  Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana Ny. Candrawati Tamba mendampingi Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster melanjutkan kegiatan Aksi Sosial  yang bertajuk “Aksi Sosial Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Menyapa dan Berbagi” di empat desa diantaranya di Desa Delod Brawah, Kecamatan Mendoyo, Desa Adat Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo, Desa Asahduren, Kecamatan Pekutatan dan Desa Adat Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Sabtu (4/3).

Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana Ny. Candrawati Tamba mengucapkan terimakasih kepada Ketua TP PKK Provinsi Bali atas pelaksanaan kegiatan aksi sosial ini. Apapun motivasi yang telah diberikan oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali agar dimaknai bersama-sama, hal yang paling penting jaga kesehatan dengan baik.

Selain itu, Pihaknya berharap kepada masyarakat agar bantuan ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

“Kami ucapkan terimakasih banyak atas segala bantuan - bantuannya ini kepada masyarakat Kabupaten Jembrana, semoga nantinya bisa meringankan beban masyarakat dan tentunya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,”ucapnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menjelaskan bahwa acara aksi Sosial Menyapa dan Berbagi ini memang dirancang menjadi kegiatan yang lebih bermanfaat dan lebih menyentuh kepentingan masyarakat yang paling bawah, terutama yang sedang menghadapi permasalahan kebutuhan pokok maupun dalam situasi kekurangan asupan gizi yang baik, serta sebagai evaluasi Pemerintah dalam pemulihan masa pandemi Covid-19.

Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan bahwasannya PKK dalam pergerakannya di tengah masyarakat memiliki dua kegiatan yaitu aksi sosial dan sosialisasi.

Kegiatan aksi sosial yang dilakukan bertujuan meringankan beban masyarakat yang terdampak dari pandemi Covid-19, serta meningkatkan gizi bagi para balita, lansia, difabel serta ibu hamil sehingga kualitas kesehatan masyarakat meningkat.

Sedangkan dalam sosialisasi, kader PKK secara berkesinambungan terus melakukan sosialisasi di tengah masyarakat baik melalui media cetak, elektronik maupun turun langsung ke tengah masyarakat.

“Aksi sosial sebagai bentuk perhatian langsung kepada masyarakat utamanya sebagaimana kita harus bersama-sama mengatasi dan berjuang untuk penurunan angka stunting, menjaga kesehatan lansia dan Ibu hamil dan juga mensosialisasikan bahaya rabies,” jelasnya

Ditambahkannya, stunting yang dapat diartikan sebagai gagal tumbuh kembang di mana tinggi dan berat badan anak tak sesuai dengan usianya, jika hal ini tidak diatasi dapat mempengaruhi perkembangan otak anak.

Oleh karena itu, ia meminta agar kader posyandu proaktif terhadap potensi stunting yang ada di lingkungan masing-masing dan segera melakukan koordinasi serta upaya pencegahan dengan menggandeng stakeholder terkait.

Aksi sosial yang digelar TP PKK Prov Bali kali ini menggandeng berbagai pihak untuk turut menyerahkan bantuan kepada 50 orang masyarakat kurang mampu, yang terdiri dari masing-masing 10 orang lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, kader PKK dan balita.

Berupa 1 ton beras masing-masing 20 kg, 50 krat telur masing-masing 1 krat, 80 Kotak susu untuk balita masing-masing 8 kotak, dan 80 kotak susu untuk lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas dan kader PKK masing-masing dua kotak.

Diserahkan juga bantuan berupa bibit tanaman 50 pohon dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali serta bibit ayam 70 ekor dan pakan 70 kg serta bibit tanaman sayur 500 pohon dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Bali.

Selain itu Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis pada setiap lokasi dan pemeriksaan IVA Test di Puskesmas II Negara dan Puskesmas I Pekutatan. 

Kasus Gigitan Anjing Meningkat, Dinas Pertanian, Pangan Dan Perikanan Karangasem Segera Laksanakan Vaksinasi Rabies Sasar 17 Wilayah


BALIKINI.NET | KARANGASEM — Kasus gigitan anjing di Wilayah Kabupaten Karangasem terus bertambah. Dari informasi yang dihimpun media ini, terdapat puluhan warga yang telah menjadi korban gigitan anjing, sebagian anjing bahkan dinyatakan positif rabies.

Seperti di wilayah Desa Bungaya Kecamatan Bebandem, Karangasem salah satu warga yang tengah beristirahat usai bekerja diladang tiba-tiba di gigit oleh anjing milik tetangganya. "Saya mau duduk, tiba-tiba saja ada anjing yang datang dan menggigit paha bagian dalam saya, saya tidak tau apakah anjing tersebut rabies atau tidak, tapi saya lihat ekornya turun dan anjing itu tidak banyak mengeluarkan suara (menggonggong)," kata I Ketut Kerti, warga yang menjadi korban gigitan anjing.

Begitu usai di gigit, Ketut Kerti langsung dibawa ke UGD RSUD Karangasem untuk mendapat penanganan. Setelah diobservasi, pihaknya dipersilahkan untuk pulang dan dirujuk di Puskesmas setempat untuk mendapat vaksinasi rabies, demi mencegah hal yang tidak diinginkan. 

"Ya, hari ini saya sudah mendapat vaksin rabies jenis Verorab," sambungnya, Rabu (1/3/2023).

Dari informasi yang didapat, anjing tersebut sudah menggigit hingga 5 orang. Namun sampai saat ini, anjing tersebut masih dalam pantauan.

Sementara, pada Jumat (3/3/2023) salah seorang warga yang bekerja di sebuah rumah pembuatan roti di Desa Seraya juga mengaku terkena gigitan anjing yang positif rabies dan sudah mendapat vaksinasi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem I Nyoman Siki Ngurah mengaku akan segera melakukan tindakan. "Ya kami sudah koordinasikan, terkait hal ini. Kami dari Dinas bekerjasama dengan Dinas Peternakan Provinsi akan mengadakan vaksinasi serentak pada Senin (6/3/2023) mendatang dengan menyasar ke 17 wilayah di Kabupaten Karangasem," tandasnya ketika dikonfirmasi pada Sabtu (4/3/2023).

"Kami akan mengajak sebanyak 50 petugas yang diantaranya juga terdapat dokter hewan untuk turun kelapangan," katanya. Selain memberikan imbauan pihaknya mengatakan juga akan melaksanakan vaksinasi rabies untuk anjing, menyasar pada sekitar lebih dari 13.000 anjing.

"Vaksin ini kami dapat sekitar 15.000, namun tidak semua kami keluarkan, biar ada stok," lanjutnya.

Untuk mencegah meluasnya penyakit rabies, Siki Ngurah berharap agar masyarakat secara sadar membawa anjing, kucing ataupun kera peliharaannya agar segera mendapatkan vaksinasi. (Ami)

Disambut Hangat, Bupati Tamba Beri Semangat Umat Hindu di Kabupaten Blitar


BALIKINI.NET | JEMBRANA —  Bupati Jembrana I Nengah Tamba tangkil melaksanakan persembyangan di Pura Sapto Argo Sido Langgeng desa Tulungrejo Kabupaten Blitar  jumat ( 3/3).

Kehadiran Bupati disambut hangat puluhan umat hindu dikabupaten Blitar  bersama  Kapolsek Gandusari , Sekcam Kecamatan Gandusari serta jajaran pengurus PHDI Kabupaten Blitar. 

Pura Sapto Argo Sido Langgeng sendiri satu dari sembilan pura ada diBlitar , saat ini  diempon oleh 35KK.
Kehadiran bupati sekaligus memberikan semangat bagi umat hindu di Kabupaten Blitar yang senantiasa memberikan contoh dalam penerapan toleransi antar umat beragama.

"Terimakasih atas sambutan hangat umat sedharma , pada hari baik ini  kami diberikan kesempatan bersilaturahmi.
Semoga bisa menjadi  motivasi kepada umat hindu disini dalam menjalankan swadarmanya  serta srada bhakti masing masing," ucap Bupati Tamba.

Bupati juga memuji nilai nilai toleransi serta kerukunan umat di Blitar . Hal itu juga  Ia terapkan di Kabupaten Jembrana, sebagai pimpinan daerah senantiasa  bersikap adil dan mengayomi semua umat. 

"Tentu saya sebagai bupati berharap pemerintah yang ada di blitar ini bisa berlaku sama dan senantiasa menjaga toleransi serta kerukunan antar umat beragama yang sudah terjalin baik.
 
Apa yang audah baik ini bisa dijaga , sehingga umat dapat menjalankan persembahyangan dengan khusuk dalam suasana damai ," sambungnya.

Sedangkan, Lestari selaku  Ketua PHDI kabupaten Blitar menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jembrana dan jajarannya yang memberi perhatian kepada kegiatan keagamaan umat Hindu. "Terima kasih kepada Bapak Bupati karena sudah berkenan hadir dan atas apa yang sudah diberikan kepada kami. Terharu rasanya bisa jauh jauh dikunjungi kesini ,ini bekal semangat umat sedharma ," ucapnya.

Dijelaskannya ,pembangunan pura dimulai sejak tahun  2013 . Saat ini sedang mengupayakan penyelesaian penataan di  madya mandala serta bale gong .

" Pembangunan selama ini kami lakukan dengan dengan gotong royong juga mendapat uluran  dari umat sedharma termasuk semeton kita dari Bali," tandasnya.

Tingkatkan Mitigasi Bencana, Jembrana Terima 150 Rambu Evakuasi dari BNPB


BALIKINI.NET | JEMBRANA —  Guna mengurangi resiko dampak bencana di Kabupaten Jembrana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan 150 rambu jalur evakuasi yang akan dipasang di enam desa yang berada daerah pesisir.

Hal tersebut diungkapkan saat Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna didampingi Kalaksa BPBD Jembrana menyambangi Kantor BNPB di Jakarta, Jumat (3/3) yang diterima oleh Direktur Mitigasi Bencana, Taufik Kartiko.

Kalaksa BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra mengatakan 150 rambu jalur evakuasi nantinya akan dipasang di enam desa yang telah diverifikasi oleh BNPB.

"Keenam desa yang akan dipasangi rambu jalur evakuasi tersebut telah melalui hasil survey dari tim BNPB. Keenam desa tersebut diantaranya desa Penyaringan, Delodbrawah, Perancak, Pengambengan, Banyubiru dan Tuwed," jelasnya.

Selain itu, Agus mengatakan pihaknya juga selalu menyampaikan informasi kemungkinan terjadi bencana kepada masyarakat, seperti perubahan cuaca extreme misalnya hujan lebat yang akhir-akhir ini sering terjadi di Jembrana.

"Saat kita mendapat informasi dari BMKG, kita langsung share melalui Pusdalops dan semua media sosial kita, selain itu juga melalui grup WA kepada Perbekel/Lurah, OPD dan para relawan," kata Agus.

Dilanjutkannya, masyarakat dapat dengan mudah memberikan laporan kepada BPBD baik melalui aplikasi maupun melalui para relawan yang adak di setiap Desa/Kelurahan. 

"Masyarakat dapat melaporkan kejadian bencana melalui aplikasi Jembrana Emergency Service (JES), melalui aplikasi ini segera kita ketahui laporan kejadian bencana dan titik koordinat lokasi kejadian juga bisa kita ketahui, selain itu juga laporan dari para relawan," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Ipat juga menyampaikan bencana yang beberapa kali melanda Jembrana sangat berdampak pada perekonomian. Tidak hanya untuk warga Jembrana, namun juga masyarakat luar Jembrana juga merasakan dampaknya.

"Kebanjiran dan tanah longsor cukup sering terjadi di Jembrana akhir-akhir ini. Kejadian banjir bandang terakhir sangat berdampak pada ekonomi Jembrana dan Bali, karena Jembrana merupakan lintasan jalur nasional," ucapnya.

Pihaknya berharap beberapa wilayah yang sering dilanda banjir yang bukan kewenangan Pemerintah Kabupaten terutama yang berada di jalur nasional agar segera mendapat penanganan.

"Kita harapkan Jembatan Bilukpoh segera mendapat penanganan dengan menambah ketinggian jembatan. Selain itu juga gorong-gorong di Sumbersari semoga bisa segera ditangani, gorong-gorong itu sangat sempit dan sebagian ditutupi oleh sedimen, dan itu perlu penanganan dua Balai yang berbeda," ungkapnya.

Direktur Mitigasi Bencana BNPB, Taufik Kartiko mengatakan BNPB akan terus meningkatkan mitigasi bencana di daerah-daerah, selain itu juga tetap memerlukan adanya dukungan dari Pemerintah Daerah agar kegiatan dapat terlaksana.

"Kami siap membantu melalui program-program di BNPB, namun tetap memerlukan pendampingan dari BPBD," ujarnya.

Jumat, 03 Maret 2023

Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem Gandeng 50 Dokter Hewan Atasi Rabies


BALIKINI.NET | KARANGASEM — Kasus gigitan anjing di Kabupaten Karangasem terus bertambah. Dari informasi yang didapat media ini, hingga 1 Maret 2023, terdapat puluhan kasus warga digigit anjing, dan sebagian anjing yang menggigit ada yang positif rabies.

Seperti di wilayah Desa Bungaya Kecamatan Bebandem, Karangasem salah satu warga yang tengah beristirahat usai bekerja diladang tiba-tiba di gigit oleh anjing milik tetangganya. "Saya mau duduk, tiba-tiba saja ada anjing yang datang dan menggigit paha bagian dalam saya, saya tidak tau apakah anjing tersebut rabies atau tidak, tapi saya lihat ekornya turun dan anjing itu tidak banyak mengeluarkan suara (menggonggong)," kata I Ketut Kerti, warga yang menjadi korban gigitan anjing.

Begitu usai di gigit, Ketut Kerti langsung dibawa ke UGD RSUD Karangasem untuk mendapat penanganan. Setelah diobservasi, pihaknya dipersilahkan untuk pulang dan dirujuk di Puskesmas setempat untuk mendapat vaksinasi rabies, demi mencegah hal yang tidak diinginkan. 

"Ya, hari ini saya sudah mendapat vaksin rabies jenis Verorab," sambungnya, Rabu (1/3/2023).

Dari informasi yang didapat, anjing tersebut sudah menggigit lebih dari satu orang, namun sampai saat ini, anjing tersebut masih tetap di pantau.

Sementara, pada Jumat (3/3/2023) salah seorang warga yang bekerja di sebuah rumah pembuatan roti di Desa Seraya juga mengaku terkena gigitan anjing yang positif rabies dan sudah mendapat vaksinasi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem I Nyoman Siki Ngurah mengaku akan segera melakukan tindakan. "Ya kami sudah koordinasikan, nanti pada hari Senin mendatang kami akan mengajak sebanyak 50  dokter hewan untuk turun kelapangan, menyebar ke seluruh wilayah Karangasem. Disana nanti, selain memberikan imbauan kami juga akan mengeluarkan vaksin untuk anjing sebanyak 15.000 lebih," katanya, Jumat (3/3/2023). (Ami)

Wawali Arya Wibawa Hadiri Peluncuran Buku dan Film Pendek Purwa Carita Campuhan


BALIKINI.NET | DENPASAR — Peluncuran tiga seri buku serta film pendek Purwa Carita Campuhan oleh Yayasan Puri Kauhan Ubud dilangsungkan di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar pada Jumat (3/3).

Peluncuran buku yang merangkum pemikiran para akademisi dari tiga universitas Hindu (Universitas Hindu Negeri  I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Universitas Hindu Indonesia dan STAHN Mpu Kuturan) dan satu komunitas lingkungan (Komunitas Lingkar Studi Batur) dibantu tim ahli lainnya ini mengenai air, pemuliaan air, dan nilai pentingnya dalam kehidupan masyarakat di Bali dihadiri sejumlah tokoh diantaranya Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, Jero Gede Batur Duwuran, Koordinator Staf Khusus Kepresidenan, AA.Gede Ngurah Ari Dwipayana yang juga Ketua Yayasan  Puri Kauhan Ubud serta undangan lainnya diantaranya para tokoh adat di wilayah yang menjadi topik dalam buku dan film dokumenter ini.

Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa  mengatakan Peluncuran buku dan film pendek ini sangat penting sebagai sarana interaksi dan komunikasi dalam usaha menumbuh kembangkan kreativitas di kalangan anak-anak dan remaja terkait agama, adat dan budaya Bali yang berkesinambungan. “Gerakan ini bisa dipakai sarana menyebarluaskan sastra-sastra agama yang kita miliki sebagai penunjang pembangunan daerah yang terencana. Kegiatan Sastra Saraswati Sewana ini mempunyai tujuan mengeksistensi konsep Tri Angga, Hulu, Madya dan Teben sebagai simbolisasinya di tiga zona yakni Hulu/Tukad Oos (Batur), Madya/Campuhan (Ubud) dan Teben/Pesisir Ketewel).

Acara ini juga sarat edukasi tentang kosep Tri Hita Karana agar konsep ini tetap eksis sebagai bentuk pelestarian budaya Bali. Sebagaimana kita ketahui Tri Hita Karana adalah edukasi bagaimana kita menjaga keseimbangan, keserasian dan keselarasan guna mendapatkan keharmonisan di tiga hal yakni, hubungan  manusia dengan tuhan, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan alam lingkungannya. Acara ini juga diharapkan bisa memberikan wawasan konsep Ulu-Teben dan Segara Gunung yang terealisasikan dari lokasi kegiatan Ulu/Parhyangan Batur dan Teben/Segara Ketewel” jelas Arya Wibawa.

Sementara AA. Gede Ngurah Ari Dwipayana selaku Ketua Yayasan  Puri Kauhan Ubud mengatakan Peluncuran tiga seri buku dan Film Pendek Purwa Carita Campuhan oleh Yayasan Puri Kauhan Ubud ini sebelumnya telah dilakukan di Jakarta dan dihadiri oleh sejumlah tokoh diantaranya Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.

"Beliau sempat memberikan pesan bahwa warisan tradisional selama ini belum bisa dilogikakan lebih karena kita belum bisa melogikakannya. Tujuan kita menemukan kembali warisan leluhur berupa kitab garing (kering) berupa lontar tertulis maupun kitab teles (basah) berupa lontar tak tertulis. Kitab kering ini selama ratusan ribu tahun tersimpan di seluruh Bali  seperti di Puri dan Griya bahkan sampai ada di luar negeri yang mencakup berbagai tema. Kitab ini sangat berfungsi sebagai acuan kita untuk menjawab persoalan kedepan.

Bali merupakan lumbung  sastra namun belum semua kitab dan lontar itu kita baca. Kabar baiknya sudah ada upaya pengumpulannya oleh berbagai pihak. Apalagi berkat kemajuan teknologi di masa kini kita dapat membuat adanya pusat dan lontar , digitalkan agar tercipta simpul jejaring dan bisa kita sadur isinya dengan konteks kekinian dan manfaatkan isinya untuk masa depan.

"Program Saraswati Sewana adalah bagian gerakan literasi guna mengkonservasi  bahkan kedepan scientifikasi atau mengilmukannya. 3 buku dan 1 film pendek diluncurkan oleh gerakan literasi yang  kami bangun ini diantaranya buku Toya Uriping Bhuwana, Usadhaning Sangaskara, air sumber kehidupan, penyembuh peradaban, buku Nyapuh Tirah Campuhan tentang Aliran Sungai Oos, buku Jaladhi Smerthi terkait menelusuri Pelabuhan Kuno di Ketewel dalam ingatan masyarakat dan catatan kolonial serta satu Film Pendek Purwa Carita Campuhan," katanya. 

Antisipasi Penyebaran Flu Burung Clade Baru, Distan Kota Denpasar Gencarkan KIE dan Biosecurity Sasar Pasar Unggas


BALIKINI.NET | DENPASAR — Pemkot Denpasar melalui Dinas Pertanian terus menggencarkan upaya Pencegahan Penularan Virus Influenza A (H5N1) clade baru 2.3.4.4b yang dikenal sebagai Penyakit Flu Burung. Hal ini dilaksanakan dengan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) serta Penyemprotan Biosecurity dengan menyasar unggas di Kota Denpasar. Upaya pencegahan kali ini menyasar Pasar Burung Satria dan Pasar Kumbasari, Jumat (3/3). 

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, AA Bayu Brahmasta didampingi Kabid PKH, I Made Ngurah Sugiri saat dikonfirmasi Jumat (3/3) menjelaskan, langkah antisipasi pencegahan Virus Flu Burung ini dilaksanakan sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Kesehatan  Republik Indonesia Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tentang Kewaspadaan Kejadian Luar Biasa Flu Burung Clade Baru. Sehingga Distan Kota Denpasar melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan hewan mengambil langkah cepat dengan menggelar KIE serta Penyemprotan Biosecurity dengan menyasar unggas di Kota Denpasar. 

“Menindaklanjuti SE Kemenkes kami mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi penularan Virus Flu Burung di Kota Denpasar, dua lokasi sudah disasar yakni Pasar Burung Satria dan Pasar Kumbasari,” ujarnya

Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan KIE serta Penyemprotan Biosecurity akan digelar secara rutin dengan menyasar peternak, pengepul dan pedagang unggas baik itu ayam, bebek, dan burung. Selain itu, turut diserahkan bantuan bahan biosecurity kepada para peternak, pengepul dan pedagang. Sehingga diharapkan secara berkelanjutan dapat mencegah penyakit pada unggas secara mandiri. 

“Kami imbau kepada peternak, pengepul dan pedagang agar senantiasa mengawasi unggasnya, serta rutin melaksanakan penyemprotan biosecurity, sehingga kesehatan hewan terjamin,” ujarnya 

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat, peternak, pengepul dan pedagang agar senantiasa melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tak hanya itu, masyarakat diimbau melaporkan kepada Dinas Pertanian, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan bila ada kematian unggas secara mendadak dan dalam jumlah yang banyak di lingkungannya.

“Mari bersama-sama kita lakukan pencegahan serta selalu membudayakan PHBS, sehingga secara berkelanjutan dapat mencegah penularan Kasus Flu Burung,” harapnya. 


© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved