-->

Jumat, 30 Juni 2023

Warga Geger Temukan Mayat Tergeletak Di Samping Jalan Raya, Diperkirakan Sudah Ada Sejak Dua Hari Lalu


Karangasem, Bali Kini - Warga Banjar Dinas Pengalon, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, dihebohkan dengan penemuan sesosok jasad laki-laki yang tergeletak di semak-semak di pinggir jalan raya Amlapura -Denpasar, Jumat (30/6/2023).

Mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut masih menggunakan helm, dimana disampingnya juga terdapat sepeda motor miliknya bernopol DK 2349 TU. Jarak dari jalan raya dengan lokasi ditemukannya mayat tersebut kurang lebih sekitar 2 meter.

Kelian Banjar Dinas Pengalon I Made Widia mengatakan mayat tersebut ditemukan oleh warga saat hendak pergi ke pantai. Ketika warga tersebut melintas di lokasi, ia melihat ada sepeda motor di semak-semak yang rimbun. karena penasaran warga itupun lalu mengecek ke dalam semak-semak,dan betapa terkejutnya ternyata di samping sepeda motor tersebut ada sosok laki-laki yang tengah terbaring dan ternyata sudah menjadi mayat.

Warga menduga, sesosok jasad tersebut sudah ada di sana sejak 2 hari berlalu. Hal tersebut diperkuat kesaksian salah seorang warga yakni I Nyoman Sumita yang mengatakan mendengar ada suara keras seperti orang kecelakaan di jam 00.30 WITA dini hari. "Itu jam setengah 1 malam dua hari lalu saya dengar ada yang suara keras seperti ada kecelakaan, tapi pas saya buka pintu saya cari kanan kiri malah tidak ada orang ataupun orang jatuh. Nah tadi pagi baru ada warga, perempuan yang teriak-teriak ada motor lalu kemudian menemukan itu (jasad tersebut) nah baru saya simpulkan bahwa itu pasti yang kecelakaan dua hari yang lalu," tandasnya.

Beberapa warga kemudian berinisiatif membersihkan semak-semak sehingga motor dan mayat laki-laki tersebut dapat terlihat dengan jelas. 

Widia menuturkan warga kemudian melaporkan penemuan mayat tersebut ke Polsek Manggis, Basarnas, dan pihak terkait. Saat ini, petugas langsung ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan.

"Untuk penyebab pasti kenapa mayat tersebut bisa masuk ke semak-semak masih belum diketahui apakah karena tabrak lari atau kecelakaan tunggal atau mungkin ada penyebab lain. Karena saat ini masih dilakukan proses evakuasi oleh pihak-pihak terkait," pungkas Widia.

Menurut informasi yang didapat, mayat tersebut merupakan seorang yang berasal dari Banjar Dukuh, Desa Budakeling, kecamatan Bebandem yang diperkirakan akan menuju Gianyar. "Itu anak Kadus saya (Kadus Dukuh) dia mau jalan training sekolah di Gianyar. Berangkatnya malam-malam. Saya belum tau kejadiannya bagaimana yang jelas mayatnya saat ini masih diautopsi di RSUD Karangasem," tandas salah satu warga yang mengenali. (Ami)

Kamis, 29 Juni 2023

Idul Adha 1444 H, Bupati Tamba Serahkan Hewan Qurban


Jembrana - Memperingati Hari Raya Idul Adha 1444 H, Bupati  Jembrana I Nengah Tamba didampingi Wabup I GDN Patriana Krisna menyerahkan hewan qurban kepada umat muslim di Jembrana. Mengawali penyerahan tersebut secara roadshow dilakukan di sejumlah Masjid kecamatan Melaya dan Negara, Rabu (28/6). Turut hadir perwakilan Forkopimda, Sekda Jembrana, para Asisten, serta sejumlah pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Jembrana.

Hewan Qurban yang diserahkan itu terdiri dari 6 ekor sapi dan 28 ekor kambing, dengan anggaran sebesar 191 juta rupiah. Adapun rinciannya; kecamatan Melaya 9 hewan qurban, kecamatan Negara 12 hewan qurban, kecamatan Jembrana 4 hewan qurban, kecamatan Mendoyo 4 hewan qurban dan kecamatan Pekutatan 5 hewan qurban.

Bupati I Nengah Tamba menjelaskan bahwa anggaran untuk hewan qurban nilainya tetap tidak dikurangi. Meskipun belum bisa mengcover seluruh masjid yang ada di kabupaten Jembrana. "Mudah mudah tahun depan bisa kita ditingkatkan lagi. Sekarang bergilir dulu, harus maklum karena anggaran kita tidak cukup memenuhi seluruh tempat ibadah yang ada di kabupaten Jembrana,"ujarnya.

Disamping itu, Ia mengajak semua umat untuk tetap menjaga kerukunan antar umat beragama yang selama ini telah terjalin baik di Jembrana serta senantiasa mendukung program- program pemerintah kabupaten Jembrana. "Dihari yang penuh berkah ini mari kita bersama-sama saling mendoakan agar semuanya diberikan kelancaran. Selalu berbuat baik antar sesama dan menjaga toleransi antar umat beragama,"ucapnya.

Terakhir dirinya juga mengucapkan selamat merayakan hari Idul Adha kepada seluruh umat muslim khususnya di kabupaten Jembrana. "Melalui momen Idul Adha yang penuh berkah ini, semoga senantiasa dapat meningkatkan iman dan taqwa,"tandasnya.(yogi/hmsj)

Jamin Kesehatan Hewan Korban, Pemkot Denpasar Terjunkan Petugas Periksa Postmortem Hewan Kurban di 145 Lokasi


DENPASAR - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian melakukan pengecekan postmortem di 145 lokasi di 4 kecamatan di Kota Denpasar, untuk memantau proses pemotongan hewan kurban pada Idul Adha 1444 Hijriyah, Kamis (29/6). 

Kepala UPT Puskeswan Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh. Ketut Ayu Meidiyanti menjelaskan, kegiatan pemeriksaan ini 
bertujuan agar masyarakat menerima daging kurban yang aman dan sehat untuk dikonsumsi. 

Adapun petugas yang diterjunkan terdiri dari lebih dari 8 orang Dokter Hewan, 150 orang mahasiswa dan juga 6 orang dosen atau tenaga pegajar FKH Univrsitas Udayana.

“Petugas hari ini melakukan  pemeriksaan postmortem hewan kurban di 145 lokasi.   penyembelihan. Untuk pemeriksaan antemortem pada hewan kurban sendiri telah kami lakukan kemarin (Rabu, 28 Juni)," jelasnya.

drh. Meidiyanti menambahkan pemeriksaan antemortem bertujuan mencegah pemotongan hewan yang secara nyata menunjukkan gejala klinis penyakit hewan menular dan zoonosis atau tanda-tanda yang menyimpang.

Selain itu, untuk pemeriksaan antermotem dilakukan guna mencegah kontaminasi dari hewan atau bagian dari hewan yang menderita penyakit kepada para petugas, peralatan dan lingkungan sekitarnya. 

Sedangkan pemeriksaan postmortem, lanjut drh. Meidiyanti adalah pemeriksaan kesehatan  pada bagian jeroan dan karkas hewan yang telah disembelih. 

"Petugas melakukan pemeriksaan setelah hewan kurban selesai disembelih. Dimana, proses pemeriksaan meliputi kepala, karkas dan jeroan. Hal ini untuk mengetahui apakah hewan kurban aman dan layak konsumsi," imbuh drh. Meidiyanti.

Minimalisasi Pencemaran Danau Buyan, Akademisi Unwar Rekomendasikan Bioflok


Denpasar, Akademisi Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (FP-Unwar) Dr. Dra. Sang Ayu Made Putri Suryani, M.Si merekomendasikan teknologi bioflok kepada pembudidaya ikan nilai di Danau Buyan, Pancasari-Buleleng. Budidaya system Bioflok adalah teknologi budidaya ikan untuk memperbaiki kualitas air dengan memanfaatkan bakteri heterotroph untuk mengubah N organik dan anorganik yang bersumber dari feses dan sisa pakan ikan menjadi biomassa (flok) yang dapat menjadi pakan alami bagi ikan. Teknologi Bioflok ini menjadi salah satu alternatif pemecah masalah limbah budidaya intensif, teknologi ini yang paling menguntungkan karena selain dapat menurunkan limbah nitrogen anorganik dari sisa pakan dan kotoran, teknologi ini juga dapat menyediakan pakan tambahan berprotein untuk hewan budidaya sehingga dapat menaikkan pertumbuhan dan efisiensi pakan.

Sang Ayu menyatakan teknologi dapat menjadi alternatif menyusul adanya larangan penggunaan keramba jaring apung (KJA), karena telah berkontribusi bagi peningkatan pencemaran air danau. “Intensifnya perkembangan budidaya ikan dalam keramba jaring apung berpotensi meningkatkan akumulasi beban pencemar di perairan danau. Pertumbuhan KJA yang tak terkendali umumnya disertai dengan pemberian pakan yang berlebihan (over feeding) sehingga banyak sisa pakan yang terbuang ke perairan dan mengakibatkan pengkayaan unsur” kata Sang Ayu saat dikonfirmasi di Denpasar pada Kamis (29/6).

Menurutnya, Sisa pakan yang mengendap di dasar perairan berpotensi menjadi sumber racun bagi ikan-ikan di permukaan ketika terjadi umbalan atau upwelling. Lahan pekarangan dapat berpotensi besar jika dikelola dengan baik. Salah satunya dengan melakukan budidaya ikan nila pada kolam terpal dengan sistem bioflok.

Sang Ayu mengungkapkan bahwa pemanfaatan teknologi Bioflok telah banyak dikaji dan diaplikasikan pada budidaya udang, ikan air tawar jenis lele, nila yang menunjukkan hasil pertumbuhan dan kelangsungan hidup serta nilai rasio konversi pakan lebih baik dibandingkan dengan pemeliharaan yang umum digunakan. Penerapan teknologi kolam bundar dan bioflok mampu menyelesaikan permasalahan dengan meningkatkan kepadatan tebar ikan, menekan kebutuhan pakan komersil, meningkatkan keseragaman ikan, meningkatkan produktivitas dengan berkurangnya kematian serta pemerataan pertumbuhan ikan.

Ia mengakui upaya sosialisasi dan pelatihan terkait penerapan teknologi bioflok telah diberikan kepada Kelompok Budidaya Bulian Sari, di Desa Pancasari-Buleleng pada 26 Juni 2023. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilakukan serangkaian kegiatan pengabdian berskala internasional yang merupakan kerjasama antara Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa dengan The Central Bicol State University Of Agriculture- Philippines.

Tolak Exploitasi Kawasan Suci Pura Gumang, Warga Bugbug 'Gerudug' Gedung DPRD


Karangasem Bali Kini - Usai melakukan orasi di depan Kantor Pemkab Karangasem, ratusan Krama pengempon Pura Gumang dan Masyarakat Bugbug berjalan kaki menuju Gedung DPRD Karangasem untuk menemui para dewan wakil rakyat, Selasa (27/6/2023).

Masih dengan teriakan dan orasi panjangnya menolak pembangunan resort di kawasan Suci Dang Kahyangan Pura Gumang, warga Desa Bugbug Kecamatan dan Kabupaten Karangasem ini ramai-ramai 'gerudug' aula dan halaman kantor DPRD Karangasem.  

Menerima aspirasi tersebut, Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika didampingi Ketua Komisi I, I Nengah Suparta dan Ketua Komisi III, I Komang Mustika Jaya mengatakan bahwa pihaknya segera akan mengambil langkah utamanya terkait masalah perijinan dalam pembangunan resort tersebut. 

"Secepatnya kami akan berkordinasi dengan Pemkab Karangasem terkait persoalan ini. Kami lembaga dewan juga sebagai pengawas akan memastikan terkait proses perijinannya seperti apa, kami tidak main - main, kami mendorong investor namun agar selalu mematuhi ketentuan dan aturan yang berlaku, " kata Suastika. 

Warga yang datang diminta untuk bisa bersabar, pihaknya memastikan dalam melakukan pengawasan akan berjalan lurus sesuai dengan aturan yang berlaku. Oleh karenanya, warga diminta tidak terprovokasi oleh isu isu yang belum jelas kebenarannya. 

"Rencananya, tidak lanjut akan langsung dilakukan begitu selesai libur bersama serangakaian Hari raya Idul Adha ini, kita akan langsung gelar rapat interen untuk menentukan langkah, baru kemudian berkordinasi dengan pihak eksekutif, " kata Suastika. (Ami)

Culinary Journey Di 3 Kota Besar Indonesia, Cheff Ternama Asal Qatar diajak "Megibung" di Karangasem Bali


Karangasem Bali Kini - Dari sekian banyak kota di Indonesia, Karangasem Bali menjadi salah satu dari 3 kota di Indonesia yang dipilih Dua Chef ternama asal Qatar, Hassan Abdullah Alibrahim dan Chef, Noof Almarri untuk acara Culinary Journey.

Mereka diajak untuk "megibung" hingga jajal olahan tradisional khas Karangasem seperti lawar, sate hingga sayur ares dijamu langsung Ketua Pengelola Taman Soekasada Ujung, A.A Made Dewandra Jelantik, pada Rabu (28/6/2023) sambil menikmati keindahan Istana Air Karangasem yang kental akan sejarahnya tersebut.

Dalam jamuannya, A.A Made Dewandra Jelantik memperkenalkan tradisi megibung dan kuliner tradisional Karangasem berikut cara memasaknya kepada dua Cheff ternama tersebut.

Rangkaian acara Culinary Journey yang merupakan acara program Qatar Museums(QM) dalam mengembangkan inisiatif tahunan “Years of Culture“ sebagai pertukaran budaya internasional guna memperdalam pemahaman antar negara dan masyarakatnya, dilaksanakan di (tiga) kota besar se Indonesia yaitu kota Jayapura, kota Medan dan Bali. Dimana, Qatar Museums bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Tahun 2023 ditetapkan sebagai tahun kerja sama budaya Qatar dan Indonesia bertajuk Qatar-Indonesia 2023 Years Of Culture.

Sementara, masakan yang disajikan yakni Sate, beberapa jenis lawar hingga sayur Ares.

Menurut Dewandra, setelah mencicipi masakan tersebut, para Chef ini mengaku sangat senang karena bisa merasakan sesuatu masakan yang baru dan ini merupakan pertama kali bagi mereka setelah berkelana di 175 kota di dunia.

Diakui Hassan Abdullah Alibrahim dari semua masakan tradisional yang disuguhkan, pihaknya justru tertarik dengan garam yang disajikan dalam pelengkap sajian gibungan tersebut. 

"Bagi mereka garam tersebut dikatakan sebagai surprise, kemungkinan karena kualitas garam yang berbeda dengan garam dinegara mereka," katanya. Dewantara menjelaskan pada para Cheff jika garam tersebut merupakan produksi garam berkualitas yang berasal dari Amed.

"Tanggapan mereka senang sekali karena merasakan sesuatu yang baru, namun dari sekian masakan, ternyata garam yang dicampur cabai menarik perhatian mereka, baginya itu surprise mungkin karena kualitas garamnya," kata Dewandra.

Usai Megibung, Dewandra mengajak para chef untuk berkeliling dan menjelajah sembari menjelaskan sejarah Taman Soekasada Ujung. (Ami)

Rabu, 28 Juni 2023

Rampung Di Restorasi, Walikota Jaya Negara Mendem Pedagingan Gedong Pura Dalem Kebon Desa Adat Sumerta


Denpasar, Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara melaksanakan upacara mendem pedagingan dan pemelaspasan mengingat telah rampungnya restorasi Gedong Ratu Pura Dalem Kebon, Banjar Sima Desa Adat Sumerta, Rabu (28/6). 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar, IB Alit Surya Antara, Camat Denpasar Timur, Made Tirana, Bendesa serta tokoh masyarakat setempat. 

Walikota Jaya Negara mengatakan, selain untuk meninngkatkan keharmonisan masyarakat, pelaksanaan upacara  ini juga diharapkan mampu memancarkan energi positif di wilayah setempat dan di Kota Denpasar pada umumnya. 

“Ini merupakan salah satu penerapan dari dharmaning agama dan dharmaning negara. Tentu kami berharap kedepannya dengan dilaksanakannya Karya Pemelaspas dan Mendem Pedagingan ini dapat memberikan manfaat yang positif bagi masyarakat, ” kata Jaya Negara.

Sementara Kelihan Pengempon Pura Dalem Kebon, I Wayan Mandra mengatakan dengan rampungnya restorasi Gedong Ratu di Pura Dalem Kebon diadakan pemelaspasan serta mendem pedagingan yang dipuput Ida Pedanda Gede Putra Keniten Griya Tengah Banjar Ujung Kesiman. Pelaksanaan restorasi ini telah dimulai beberapa bulan lalu kurang lebih selama 3 bulan mengingat Gedong ini merupakan salah satu cagar budaya di Kota Denpasar. 

“Kami sangat berterimakasih kepada Pemkot Denpasar. Dan kami berharap dengan pelaksanaan upacara ini agar dapat terus mempertahankan tradisi, adat, dan budaya serta keharmonisan umat di Kota Denpasar," katanya

Roadshow di Dua Kecamatan, Bupati Tabanan Menyapa Masyarakat dan Dukung Pembangunan Sekala Niskala


Tabanan - Komitmen Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya., SE.,MM dalam mewujudkan pembangunan baik secara sekala maupun niskala terus dilakukan guna mempercepat terwujudnya Visi Misi Tabanan Era Baru. Kali ini Bupati Tabanan menghadiri serta menyapa masyarakat di dua Kecamatan di Kabupaten Tabanan yakni Kecamatan Marga dan Pupuan, Rabu (28/6). Bupati Sanjaya nyaksi Karya Pitra Yadnya Atma Wedana terhadap 55 sawa secara massal dan berlangsung di Bale Desa Adat Pinge, Desa Baru, Kecamatan Marga. 

Kemudian dilanjutkan dengan nyaksi di lokasi kedua, yakni uleman upacara PItra Yadnya Sapta Pranawa, warga Pasek Bendesa Dadia Batur Kikik, Desa Pujungan yang digelar di Ashram Manik Gni (Griya Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda), Banjar Dinas Taman Sari, Desa Pujungan Kecamatan Pupuan. Bupati Sanjaya didampingi oleh Sekda, Anggota DPRD Tabanan, Asisten I dan III, Para Kepala OPD Terkait di lingkungan Pemkab Tabanan dan Para Kepala Bagian di lingkungan Setda, berikut Camat dan Perbekel setempat. 

Pentingnya karya Pitra Yadnya Ngaben dalam perwujudan Visi dan Misi Provinsi dan Kabupaten Tabanan, menjadi salah satu tujuan utama kehadiran Bupati beserta jajaran siang itu. Tertuang dalam Sad Kerthi yakni Atma dan Jana Kertih, pelaksanaan karya ini merupakan perwujudan dari pelestarian adat, agama dan budaya, selaras dengan seimbangnya pembangunan alam jagat bali yang harmonis, secara sekala dan niskala. 

Dalam karya yang pertama didatangi Bupati Sanjaya pagi itu, sebanyak 55 sawa akan diabenkan secara masal, yang mana pelaksanaan upacara telah berlangsung sejak 18 juni lalu. Pengabenan massal yang biasa disebut dengan “kinembulan” ini sudah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan sekiranya setiap 10 tahun sekali, tercantum dalam perarem dan awig-awig milik Desa Adat Pinge. Di mana, setiap pengemong dikenakan biaya sebesar 5 juta rupiah/sawa. Untuk pelengkap dana yang lain, warga Desa Adat Pinge berhasil mengumpulkannya dari iuran per-KK sebesar 300 ribu rupiah dari 165 kk dan sisanya dari hasil dana punia masyarakat. 

Sementara dalam karya yang kedua, yakni di Desa Pujungan, Pitra Yadnya dirangkaikan dengan pengabenan massal dan metatah massal. Di mana jumlah yang terdaftar yakni 19 sawa dan 38 orang peserta metatah. Jika Desa Adat Pinge memiilki perarem pengabenan setiap 10 tahun sekali, di Desa Pujungan menetapkan karya ini dilangsungkan setiap 5 tahun sekali. Yang mana di kedua Desa puncak acaranya ditetapkan pada tanggal 30 juni medatang. Pendanaan pun sebagian besar berasal dari masyarakat. untuk pengabenan diambil dari Dana abadi dan dana punia, dan untuk peserta metatah dikenakan biaya 150 ribu rupiah setiap peserta. 

Dengan biaya yang relative terjangkau ini, Bupati Sanjaya tentunya sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan setingginya bagi kedua desa. Sebab dengan bantuan warga setempat, secara bergotong-royong, Karya Pitra Yadnya bisa berjalan dengan baik lan memargi antar. Di kesempatan itu, Sanjaya juga nyatakan komitmennya untuk terus bisa turun ke masyarakat, menyaksi karya-karya yang diselenggarakan, guna menjadikan upacara menjadi karya yang Satwika. 

“Kenapa saya hadir mengupa saksi, tujuannya agar mangda karya ida dane sane kewangun, mangda memargi antar, labda karya sida sidaning don, mangda satwika, utamaning utama” tutur lembut Sanjaya siang itu saat memberikan sambutan di Desa adat Pinge. Baginya, karya yang utamaning utama, parameternya tidak mesti diukur oleh sarana upacara yang mewah. “Yang disebut dengan karya satwika, hanya 3 hal yang hadir, yaitu Tri upa Saksi. Jika didasari rasa tulus ikhlas oleh masyarakat, kepuput oleh Sang Sulinggih dan keupasaksi oleh murdaning jagat, itu masuk dalam karya yang satwika. Nah, upa saksi sudah hadir, maka di sanalah esensinya” tambahnya. 

Lebih lanjut, Sanjaya juga sampaikan bahwa saat ini, pengabenan masal justru telah menjadi tren. Sebuah inovasi dan terobosan dalam menunaikan kewajiban dengan biaya dan sarana upacara yang terjangkau namun tetap tidak kehilangan esensi dan makna penting dari pengabenan itu sendiri. “Dahulu banyak pertentangan, astungkara sekarang ini, ngaben masal menjadi tren yang sangat diminati. Kalau bisa dilakukan dengan mudah dan murah kenapa harus mahal-mahal. Maka dari itu, saya, ritatkala wenten upacara-upacara ini selalu hadir di tengah masyarakat, dengan tujuan memberikan esensi makna hakikat pengabenan itu apa sih sebenarnya” tandas Sanjaya. 

Sesuai dengan tujuan kehadirannya, siang itu Sanjaya dan jajaran disambut hangat oleh masing-masing desa. Tak ketinggalan, ungkapan syukur dan rasa terima kasih atas kehadiran orang nomor satu di Tabanan untuk nyaksi di upacara pun disampaikan oleh para perbekel dan tokoh masyarakat. “Kami selaku warga Desa adat, sekaligus pengemong, menghaturkan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah berkenan hadir, nyaksiang, nodya, acara nangun Pitra Yadnya yang kami laksanakan” Ungkap I Made Jadrayasa selaku Bendesa Adat Pinge siang itu.

Adaptasi Kebutuhan Pasar, Prodi Agroteknologi Unwar Lokakarya Peningkatan Kurikulum


Denpasar, Dalam upaya mengadaptasi kebutuhan pasar, terutama para pengguna lulusan di sektor pertanian, Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (FP-Unwar) menggelar lokakarya peningkatan kualitas kurikulum. Harapannya nantinya para lulusan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pengguna terkait pertanian berkelanjutan untuk pengembangan ekowisata. 

“Peninjauan bisa dilakukan setiap waktu, sesuai kebutuhan masyarakat dunia usaha di bidang industri, sehingga tentu kurikulum kita bisa berjalan dengan efektif-efisien sesuai dengan kebutuhan dan pengembangan iptek kita saat ini “ kata Dekan Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa Ir. Dewa Nyoman Sadguna, M.Agb saat membuka lokakarya di Kampus Unwar-Denpasar pada Selasa (28/6).

Dewa Sadguna menyampaikan melalui lokakarya para pengguna lulusan dapat memberikan masukan-masukan mengenai mata kuliah yang sesuai dan tidak sesuai. Masukkan tersebut nantinya akan menjadi evaluasi bagi penyempurnaan kurikulum di Prodi Agroteknologi.

Lokakarya menghadirkan dua guru besar dari Universitas Warmadewa yaitu Prof. Dr. Drh. Nyoman Sadra Dharmawan, MS. Dan Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai, MS. Kedua narasumber memberikan pemaparan terkait penyusunan kurikulum dan adaptasinya dengan program merdeka belajar-kampus merdeka (MBKM).

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana-Bali Prof. Dr. Drh. Nyoman Sadra Dharmawan, MS menegaskan bahwa kurikulum sebagai perangkat rencana pembelajaran memang seharusnya dievaluasi. Namun peninjauan atau evaluasi kurikulum tidak harus melakukan perubahan, tetapi bisa untuk menyempurnakan dan melengkapi

Wayan Sunanjaya sebagai alumni Angkatan tahun 1993 mengakui bahwa ilmu yang sebelumnya didapatkan sangat bermanfaat terutama terkait tanaman dan media tanam. Beberapa hal kedepan yang harus diadopsi dalam pembelajaran yaitu terkait  ilmu klimatologi dan pengembangan inovasi atau kreativitas.

Bupati Suwirta Buka Bhayangkara Klungkung Festival


KLUNGKUNG -- Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta membuka Bhayangkara Klungkung Festival dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke-77 di depan Monumen Puputan Klungkung, Rabu (28/6). Hadir Langsung Ida Dalem Semaraputra, Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom, bersama Forum Kordinasi Pimpunan Daerah (Fokompinda) Kabupaten Klungkung.

Bupati Suwirta dalam sambutanya mengatakan, Polri sudah mulai kreatif, tidak hanya menjaga keamanan saja, tetapi Polri bisa menjaga keamanan dari sisi ekonominya. Dari Presisinya polri bisa melihat situasi untuk memberikan ruang kepada UMKM untuk ikut berpartisipasi dalam festival ini. "terimakasi polri semuanya dan selamat Hari Bhayangkara ke 77  polri presisi untuk negeri, pemilu damai menuju indonesia emas," ucap Bupati Suwirta

Kapolres Klungkung AKBP I Nengah Sudiarta, mengatakan Bhayangkara Klungkung Festival ini tiada lain untuk mendekatkan polri kepada masyarakat dan generasi muda kita. Festival ini juga diharapkan memberikan manfaat untuk UMKM berpatisipasi untuk meningkatan perekonomiannya.

Diisi dengan Free FLY Burung Macaw, Fitriani X-Factor, Safety Reading,  Peran UMKM, Freestyle, dan malam harinya diisi dengan Baleganjur, Topeng Keras, dan Sendratari "Bhayangkara Wilwatikta". Sebelumnya juga diisi dengan berbagai kegaiatan seperti pelepasan tukik, penanaman manggrove, dan penaman terumbu karang. "Kegiatan ini tiada lain untuk meningkatkan kecintaan kita kepada alam semesta, nilai luhur dan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Klungkung," ujar AKBP I Nengah Sudiarta. (yande)

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved