-->

Senin, 11 September 2023

Tebing Longsor Akibatkan 3 Korban Meninggal Dunia Dan 1 Selamat


KARANGASEM --- Terjadi longsor di tebing Dusun Kemuning, Desa Linggasana, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Senin (11/9/2023) siang. Akibat kejadian itu sebanyak 3 orang meninggal dunia sementara 1 orang selamat dalam kondisi luka-luka. 

Kronologis awalnya yakni sekitar pukul 09.00 Wita korban ke lokasi untuk melaksanakan penggalian mencari batu tabas dengan membuat goa di tebing. Menurut pengakuan korban selamat, setelah 2 jam bekerja, goa yang dibuat sudah berkisar 2 meter. Pada pukul 11.00 Wita tanah di atas lokasi (bukan di dalam goa) tiba-tiba longsor menimpa korban.

"Informasi itu kami terima dari BPBD Karangasem sekitar pukul 12.05 Wita, melaporkan bahwa akibat longsor masih ada 2 orang belum ditemukan, sementara itu warga setempat telah mengevakuasi 1 orang meninggal dunia dan 1 orang selamat," jelas I Nyoman Sidakarya, S.H., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali). Seorang korban yang selamat atas nama I Kadek Berata (34) dan meninggal atas nama I Ketut Sueca (40), selanjutnya jenasahnya langsung dibawa menuju RSUD Karangasem. 

Segera setelah menerima laporan, diberangkatkan 5 personil Pos SAR Karangasem menuju lokasi. Setibanya di lokasi, mereka berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya. "Melakukan pencarian dengan dibantu alat berat atas koordinasi dari bapak Kepala Desa langsung," terang koordinator lapangan Pos SAR Karangasem, Putu Agus Andika Bhayangkara 

Pukul 13.15 Wita tim SAR gabungan menemukan 1 orang dalam kondisi meninggal dunia atas nama I Kadek Berata (44). Berselang 15 menit kemudian, korban terkahir ditemukan juga dalam kondisi tak bernyawa atas nama I Kadek Pasek (37). "Evakuasi korban diinfokan dari Pak Kades langsung dievakuasi ke rumah duka masing-masing yaitu Dusun Kemuning," tutupnya. 

Selama operasi SAR berlangsung turut melibatkan unsur SAR dari Pos SAR Karangasem (Basarnas Bali), Polsek Bebandem, Polres  Karangasem, Kodim 1623 Karangasem, Koramil Bebandem, PMI Kab Karangasem, BPBD Kab Karangasem, Puskesmas Bebandem, staf kecamatan bebandem, pihak keluarga korban dan masyarakat setempat. (ay/hmsdps)

TP PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali Berpartisipasi dalam Kegiatan Rakornas di Jakarta


DENPASAR - Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. drg. Ida Setiawati bersama Ketua TP Kabupaten/Kota se-Bali menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang berlangsung di Hotel Bidakara Jakarta, Senin (11/9/2023). Kegiatan yang mengusung tema 'Kader PKK dan 10 Program Pokok Melaju Menuju Indonesia Maju' ini melibatkan 900 peserta dari TP PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia.

Ketua Umum TP PKK Ny. Tri Tito Karnavian dalam sambutannya memberi apresiasi atas antusiasme yang ditunjukkan pengurus TP PKK dari seluruh negeri dalam menghadiri Rakornas. Ia menyebut Ketua TP PKK sebagai 'hero' (pahlawan,red) dari daerah masing-masing dan merasa tersanjung bisa bertemu dengan mereka. "Ketua TP PKK di tiap daerah adalah hero, karena di tangan ibu-ibu, program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat bisa terlaksana dengan baik," ujarnya. Menurutnya, TP PKK punya andil yang besar dalam mengawal program pemerintah di tiap daerah. Oleh sebab itu, ia mengingatkan agar TP PKK di tiap daerah bekerja secara terarah dengan konsep jelas mengacu pada Rencana Strategis yang sudah dirancang. "Buat program mengacu rencana induk. Berdayakan masyarakat agar program tereksekusi dengan baik," ucapnya sembari mengarahkan agar program prioritas disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing. 

Masih dalam sambutannya, secara khusus ia memberi perhatian pada Pj. Ketua PKK di 10 provinsi yang baru beberapa waktu dilantik, termasuk Bali. Para penjabat diminta melanjutkan kegiatan ketua definitif yang menjabat sebelumnya. “Banyak Ketua TP PKK yang meninggalkan prestasi baik dan itu harus dilanjutkan oleh para penjabat. Walaupun Pj, bukan berarti ibunya tak kerja melanjutkan kegiatan PKK. Sebab bagaimanapun, ketua harus jadi motor dan ibu-ibu diberi amanah untuk menggerakkan kegiatan," urainya.

Rakornas kali ini juga diisi dengan pengukuhan Ketua Umum TP PKK pusat dan provinsi sebagai Ketua Umum Pembina Posyandu. Tri Tito Karnavian menyebut, PKK dan Posyandu merupakan dua lembaga yang berbeda tapi dalam implementasi di lapangan, kegiatan Posyandu dikerjakan oleh kader PKK. Agar selaras dan kegiatan berjalan optimal, maka mulai saat ini Ketua TP PKK ex officio sebagai Pembina Posyandu. 

Rakornas juga diisi paparan dari sejumlah narasumber antara lain Menteri Kesehatan RI Budi Gunawan Sadikin. Dalam paparannya, Menkes Budi Gunawan menyampaikan rasa bangga terhadap penggerak PKK di seluruh tanah air. Menurutnya, Kader PKK mempunyai peran penting dalam menjaga masyarakat tetap sehat. Meneruskan arahan Presiden RI Joko Widodo, Menkes menekankan pentingnya upaya preventif untuk menekan angka stunting. "Jangan sampai stunting, karena itu artinya sudah terlambat. Yang paling dibutuhkan adalah upaya pencegahan," cetusnya. Selain dalam upaya penurunan angka stunting, ia juga sangat berharap peran TP PKK dalam upaya pencegahan penyakit yang menjadi penyumbang terbesar angka kematian yaitu stroke, jantung dan kanker. Kata Menkes, semuanya bisa dicegah dengan menjaga tekanan darah, kadar kolesterol dan gula tetap stabil. "Caranya dengan mengatur pola makan dan rutin melakukan kegiatan fisik minimal 30 menit, rutin setiap hari.  Di sinilah pentingnya peran para ibu," urainya.

Minggu, 10 September 2023

Bupati Tabanan Hadiri Ngaben Kolektif Warga Adat Kembang Merta, Baturiti


Tabanan - Momen bersejarah bagi Desa Adat Kembang Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan saat diselenggarakan acara Karya Pelebon Ngewangun lan Ngasti Kolektif menghiasi kawasan Bale Peyadnyan Desa Adat Kembang Merta, yang dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama tokoh-tokoh penting lainnya mampu menjadikan peristiwa ini sebagai upacara sakral yang sangat berarti bagi masyarakat setempat, Sabtu (9/9).
Tradisi Karya Pelebon Ngewangun lan Ngasti Kolektif ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan adat setempat, dan diadakan setiap lima tahun sekali. Karya Agung yang telah masuk dalam perarem adat ini menjadi wujud penghormatan dan pengabdian kepada leluhur serta sebagai bentuk kebersamaan dan gotong-royong yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Desa Adat Kembang Merta, Candikuning. 

Nampak hadir sore hari itu, Sekda Tabanan, Anggota DPRD, Asisten III, Para Kepala OPD di lingkungan Pemkab, Para Kepala Bagian di lingkungan Setda Tabanan dan instansi vertikal, Camat, perbekel dan bendesa adat setempat, karya dipuput oleh Ida Pedanda Ratu Made Ketewel Griya Kembang Merta.

Bupati Sanjaya dalam sambutannya meberikan apresiasi yang tulus kepada masyarakat yang telah melestarian dan menjalankan tradisi ini dengan penuh rasa hormat dan kekompakan. Karya ini adalah bukti nyata kebersamaan dan kecintaan kita pada leluhur serta telah menjadi bagian integral dari visi Tabanan untuk membangun sat kerthi loka Bali dalam pelestarian adat, agama, dan budaya. Tradisi ini telah menjadi salah satu bentuk nyata pelestarian nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur Bali.

Dalam pelebon ini, sebanyak 35 sawa akan diaben, dan 16 diri tercatat ikut ngelangkir. Selain itu, terdaftar juga 104 diri turut berpartisipasi dalam prosesi metatah, nglungah 9 orang dan ngasti 1 orang. Dengan biaya urunan masing-masing sawa untuk ngaben sebesar 10 juta rupiah per sawa, di mana karya yang telah dimulai sejak 30 Agustus silam ini, puncak acaranya akan digelar pada 10 September 2023 mendatang.. 

Karya yang dilakukan, bagi Sanjaya selaku orang nomor satu di Tabanan, sudah termasuk dalam karya satwika yadnya utamaning utama karena didasari oleh tri upa saksi. Esensi kehadiran Pemerintah saat itu, mampu menyempurnakan Tri Upa Saksi yang termasuk di dalamnya dilaksanakan oleh krama dengan sikap tulus dan ikhlas, kepuput oleh sang sulinggih dan kaupa saksi oleh murdaning jagat. Ini menjadikan upacara menjadi salah satu upacara yang paling dihormati dalam konteks adat dan agama Bali.

“Tri upa saksi hadir di tengah kalangan, maka begitu penting yadnya yang dibangn oleh Desa Adat kita yang ada di Bali ini, perlu upasaksi. Apalagi ngaben, ngeteg linggih dan lain-lain inilah yang saya sering turun di tengah-tengah masyarakat, bagaimana kita selalu gotong royong, terbukti hari ini saya berikan apresaisi kepada jro bendesa adat, ketika yadnya ini sudah terkonsep dengan baik dari 1 bulan lalu” Ucap Sanjaya.

Ketua Panitia di kesempatan itu, mengucapkan terima kasih kepada murdaning jagat Tabanan, Bapak Bupati, karena telah nyaksi dan mengawal keberlangsungan acara. “Matur suksema banget pisan, Bapak Bupati sampun nyarengan ring desa adat, santukan bapak bupati Tabanan, desa adat ini selau diutamakan oleh murdaning jagat, dalam pembangunan apapun, baik yang sekala maupun niskala. Memajukan desa adat kembang merta, dalam bidang pertanian dan perkebunan, serta peternakan. Desa adat sangat diutamakan oleh bapak bupati Tabanan, untuk itu kami sangat berterima kasih” sebutnya. 

Tingkatkan Keselamatan Olahraga, Bupati Suwirta Buka Seminar dan Workshop Manajemen Cedera Olahraga


KLUNGKUNG - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta didampingi Ketua Koni Klungkung, I Wayan Subamia membuka Seminar dan Workshop Manajemen Cedera Olahraga KONI Kabupaten Klungkung di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Minggu (10/9).

Bupati Suwirta mengucapkan terimakasih kepada Koni Klungkung terus meningkatkan kualitas dan kuantitas para atlet. "Atlet tidak cukup diberikan bonus, atlet tidak cukup diberikan pekerjaan tetapi mereka harus kita lindungii dengan melalukan proteksi dini upaya melindungi suatu hal dari suatu risiko," ujar Bupati Suwirta.

Lebih lanjut dengan workshop ini adalah salah satu bagian dari penangan dini masalah cedera pada atlet. Bupati Suwirta juga meminta kepada para atlet dan pelatih untuk mengikuti seminar ini dengan baik sehingga nantinya masalah penanganan cedera dari pencegahan sampai mengatasi cedera bisa ditangani dengan baik. "Ikuti seminar ini dengan baik, sehingga kedepannya bisa menangani cedera yang terjadi pada atlet," tandasnya.

Laporan Ketua Panitia, I Ketut Budiarta mengatakan, workshop dan seminar ini diselenggarakan untuk memberikan wawasan mengenai penanganan serta pencegahan ceder pada atlet serta pemahaman yang lebih mendalam pada cabang olahraga atletik serta pengembangan keterampilan dan pengetahuan pelatih pada cabang olahraga atletik.

Selain itu, meningkatkan kesadaran akan pentingnya penanganan pertama yang tepat saat atlet mengalami cedera selama berlatih atau bertanding. " peserta seminar dan workshop diikuti dari perwakilan cabor dibawah naungan koni sejumlah 80 orang peserta yang terdiri dari 40 orang petalih dan 40 orang atlet," ujar Ketut Budiarta.(klk/yande)

Pelangi Denpasar Dorong Kawasan Pantai Mertasari dan Padanggalak Jadi Kawasan Konservasi Atraksi Layang-Layang


Denpasar, Persatuan Pelayang Indonesia (Pelangi) Kota Denpasar mendorong pemerintah baik itu Kota Denpasar dan Provinsi Bali menjamin ketersediaan lahan untuk atraksi layang-layang atau menaikan layang-layang. Dimana, dua lokasi yang direkomendasikan adalah Kawasan Pantai Mertasari, Sanur dan Kawasan Pantai Padanggalak, Kesiman. Hal ini lantaran keduanya dinilai ideal untuk menggelar beragam kegiatan atau lomba berbasis layang-layang di Kota Denpasar. Demikian diungkapkan Ketua Pelangi Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira disela Pembukaan Denpasar Kita Festival Tahun 2023 di Pantai Padanggalak Denpasar, Sabtu (9/9). 

Lebih lanjut dijelaskan, pelestarian kesenian tradisi melayangan penting untuk dilaksanakan. Hal ini lantaran ayang-layang tradisional merupakan salah satu potensi budaya masyarakat yang memiliki ciri dan keunikan tersendiri, dan mendorong munculnya kreativitas serta inovasi baru. 

“Kalau untuk pembuatan, saya kira di banjar/banjar atau sekehe-sekehe sudah banyak, kita ini terkendala dengan tempat melayangan, yang mana di Kota Denpasar ini Pantai Mertasari dan Padanggalak yang sering dimanfaatkan,” ujarnya 

Dikatakan Wandhira, pihaknya mendorong agar dua lokasi tersebut dipatenkan menjadi sebuah kawasan konservasi untuk masyarakat bermain layang-layang, selain juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lainya sepanjang tidak mengubah bentuk kawasan yang identik dengan tanah lapang yang luas. 

“Dua lokasi itu, yakni Kawasan Pantai Mertasari dan Padanggalak ini sangat ideal, kami mendorong teman-teman baik ekeskutif dan legislatif agar satu visi untuk menetapkan dua kawasan ini, sehingga bisa dipatenkan untuk kawasan melayangan atau konsrvasi budaya melayangan sebagai permainan tradisional Bali yang memiliki nilai yang adi luhung,” harapnya

Wandhira menambahkan, hingga saat ini banyak pelayang atau rare angon Bali yang kebingungan mencari lokasi bermain layang-layang, khususnya yang berukuran besar. Nantinya, jika sudah dipatenkan, kedua kawasan ini dapat terus dikembangkan menjadi kawasan pariwisata berbasis layang-layang tradisional Bali. Hal ini juga secara jangka panjang mampu mendukung daya tarik wisata baru di Kota Denpasar. 

“Semoga keinginan baik ini untuk menjaga kebuayaan Bali, khususnya Layang-layang mendapat dukungan semua pihak, utamanya pemangku kepentingan baik di Pemerintah Kota Denpasar maupun Pemerintah Provinsi Bali,” ujar Wandhira. (*).

Pelangi Denpasar Dorong Kawasan Pantai Mertasari dan Padanggalak Jadi Kawasan Konservasi Atraksi Layang-Layang


Denpasar, Persatuan Pelayang Indonesia (Pelangi) Kota Denpasar mendorong pemerintah baik itu Kota Denpasar dan Provinsi Bali menjamin ketersediaan lahan untuk atraksi layang-layang atau menaikan layang-layang. Dimana, dua lokasi yang direkomendasikan adalah Kawasan Pantai Mertasari, Sanur dan Kawasan Pantai Padanggalak, Kesiman. Hal ini lantaran keduanya dinilai ideal untuk menggelar beragam kegiatan atau lomba berbasis layang-layang di Kota Denpasar. Demikian diungkapkan Ketua Pelangi Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira disela Pembukaan Denpasar Kita Festival Tahun 2023 di Pantai Padanggalak Denpasar, Sabtu (9/9). 

Lebih lanjut dijelaskan, pelestarian kesenian tradisi melayangan penting untuk dilaksanakan. Hal ini lantaran ayang-layang tradisional merupakan salah satu potensi budaya masyarakat yang memiliki ciri dan keunikan tersendiri, dan mendorong munculnya kreativitas serta inovasi baru. 

“Kalau untuk pembuatan, saya kira di banjar/banjar atau sekehe-sekehe sudah banyak, kita ini terkendala dengan tempat melayangan, yang mana di Kota Denpasar ini Pantai Mertasari dan Padanggalak yang sering dimanfaatkan,” ujarnya 

Dikatakan Wandhira, pihaknya mendorong agar dua lokasi tersebut dipatenkan menjadi sebuah kawasan konservasi untuk masyarakat bermain layang-layang, selain juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lainya sepanjang tidak mengubah bentuk kawasan yang identik dengan tanah lapang yang luas. 

“Dua lokasi itu, yakni Kawasan Pantai Mertasari dan Padanggalak ini sangat ideal, kami mendorong teman-teman baik ekeskutif dan legislatif agar satu visi untuk menetapkan dua kawasan ini, sehingga bisa dipatenkan untuk kawasan melayangan atau konsrvasi budaya melayangan sebagai permainan tradisional Bali yang memiliki nilai yang adi luhung,” harapnya

Wandhira menambahkan, hingga saat ini banyak pelayang atau rare angon Bali yang kebingungan mencari lokasi bermain layang-layang, khususnya yang berukuran besar. Nantinya, jika sudah dipatenkan, kedua kawasan ini dapat terus dikembangkan menjadi kawasan pariwisata berbasis layang-layang tradisional Bali. Hal ini juga secara jangka panjang mampu mendukung daya tarik wisata baru di Kota Denpasar. 

“Semoga keinginan baik ini untuk menjaga kebuayaan Bali, khususnya Layang-layang mendapat dukungan semua pihak, utamanya pemangku kepentingan baik di Pemerintah Kota Denpasar maupun Pemerintah Provinsi Bali,” ujar Wandhira. (*).

Pemkot Denpasar Upayakan Seluruh Petani Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan


Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian Kota Denpasar terus mengupayakan agar seluruh petani di Kota Denpasar terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini guna memastikan keamanan dan kenyamanan, termasuk asuransi jiwa petani saat bekerja. Hal tersebut sesuai dengan salah satu kewajiban dan tanggung jawab negara untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada masyarakat yang disesuaikan dengan kondisi kemampuan keuangan Negara.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar,  A.A. Gde Bayu Brahmasta mengatakan, jumlah petani yang ada di Kota Denpasar yakni 3.058 petani, data sementara secara usia 66% petani di bawah usia 65 tahun, sisanya diatas 65 tahun. Jadi peserta yang akan terdaftar adalah petani yang berusia kurang dari usia 65 tahun. 

"Jumlah petani di Kota Denpasar yakni 3.058 petani, data sementara secara usia 66% petani di bawah usia 65 tahun, sisanya ada di atas 65 tahun. Jadi peserta yang akan terdaftar adalah petani yang berusia kurang dari usia 65 tahun," ungkapnya. 

Untuk sementara ini, para petani difasilitasi dengan asuransi usaha tani, dimana asuransi tersebut dibayarkan oleh Pemerintah Kota Denpasar. Untuk asuransi usaha tani apabila terjadi kegagalan panen dapat diklaim sejumlah 6 juta per hektar are.

"Semoga dengan jaminan ini petani di Kota Denpasar terus semangat dan mampu mendukung ketahanan pangan di ibukota Provinsi Bali ini," ujarnya.

Bupati Bangli Meresmikan Kolam Pancing Sri Sari Sedana Di Desa Sulahan


BANGLI - Peresmian kolam pancing Pokdakan Sri Sari Sedana Desa Sulahan dilaksanakan pada hari Minggu 10/09/2023. Dihadiri Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kab.Bangli, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perwakilan Camat Susut, Kapolsek Susut, Danramil Susut, Perbekel Desa Sulahan, Bendesa Adat Sulahan, Ketua Kelompok Budaya Ikan Penerima bantuan dan Sahabat penghoby mancing mania.  

Ketua Kelompok Budidaya Ikan Sri Sari Sedana dalam laporannya menyampaikan kelompoknya terdiri dari 18 orang, budidaya ini sudah dirancang dari bulan Januari 2022, namun tahun ini baru bisa terealisasi, berkat pembinaan dari para Penyuluh Lapangan Dinas terkait dan juga dari stady tiru ke kelompok lompok lain dan Kolam pancing yang dimiliki oleh Pokdankan Sri Sari Sedana ini sebagai sarana pendukung dikelompok kami juga sebagai sarana rekreasi para penghoby mancing yang ada di Desa Sulahan dan Bahkan dari luar Desa Sulahan dan kami mengucapkan terimakasih banyak kepada Pihak terkait  atas bantuan dan bibit ikan yang sudah diberikan kepada kelompok kami.

Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli I Wayan Sarma dalam laporannya menyampaikan kegiatan budidaya ikan  seperti ini perlu dikembangkan karna sangat bermanfaat untuk meningkatkan produksi dan produktifitas budidaya ikan dan padi di lokasi budidaya serta dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat atau pembudidaya ikan serta Gerakan  Gemarikan. 

Dari kegiatan ini diharapkan dapat berdampak luas terhadap produksi perikanan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan terhadap pengembangan kawasan budidaya ikan  demi kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan dan kelompoknya.

Sementara itu dalam sambutannya Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta sangat mengapresiasi dan support dengan adanya Usaha pemberdayaan masyarakat melalui kolam pancing akan mendatangkan para  penghoby mancing sekaligus dapat memberdayakan masyarakat sekitar, yang akan berdampak pada pelaku UMKM  dengan demikian dinamika aktivitas ekonomi tersebut sudah barang tentu akan meningkatkan perekonomian diwilayah sekitarnya dengan pemandangan hamparan sawah yang begitu indah di Desa Sulahan.

Semoga kedepannya dapat berkembang dan sukses usaha pemancingan kolam ikan  yang dikelola oleh Pokdankan Sri Sari Sedana Desa Sulahan Kecamatan Susut serta bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Harapnya.

Pada kesempatan itu juga Bupati Bangli menyerahkan Bantuan  yang didampingi Kepala Dinas PKP bantuan berupa  Bantuan  Sarana Prasarana Perikanan Kepada : Pokdakan Sri Sari Sedana, Pokdakan Sri Arta Sedana, Pokdakan Mina Kerta Nadi, Pokdakan Merta Sari De Payuk. Dan meninjau Kolam Bioflok Lele di Pokdakan Sri Sari Sedana

Sabtu, 09 September 2023

Bupati Tabanan Buka LKD PW Fatayat NU Provinsi Bali, Tekankan Persatuan dan Harmonisasi


Tabanan – Sebagai wujud dukungan terhadap organisasi keagamaan, terlebih yang berfokus dalam memperhatikan keberagamaan dan kebhinekaan masyarakat Indonesia khususnya di Tabanan, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M menyatakan apresiasinya saat menghadiri Acara Seremonial Latihan Kader Dasar (LKD) Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Utama Provinsi Bali yang berlangsung di Pondok Pesantren Raudlatul Huffadz Kediri,  Abiantuwung, Tabanan, Sabtu (9/9).

Dengan didampingi oleh Sekda Tabanan, setibanya di Pondok Pesantren, kehadiran Bupati Sanjaya disambut dengan hangat juga dengan tari penyambutan. Nampak hadir, Ketua Tanfidziyah PWNU Bali beserta pimpinan banom, Rois Syuriah PCNU Tabanan, Ketua Tanfidziyah PWNU Tabanan beserta banom, Pimpinan dan pengasuh PP Raudlatul Huffadz, jajaran Forkopimda Tabanan, para OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan dan camat, perbekel dan kelian dinas setempat. 

Di dalam suatu organisasi, pastinya juga membutuhkan kader yang handal dan mumpuni sabagai motor penggerak organisasi. Dan kader tersebut tentunya juga dibentuk melalui ragam pendidikan dan latihan, sehingga dapat tercipta kader yang cakap, sigap dan militan. Eksistensi organisasi yang tegas dan kokoh ini mendapat perhatian langsung dari Bupati Tabanan. Pihaknya sampaikan kagum dan apresiasinya terhadap keberagaman yang sangat dirasakannya.

“Di hari yang baik ini, saya memberikan penghormatan dan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara, di mana NU sebagai salah satu organisasi terbesar di Indonesia, gerakannya sangat pancasilais, ini sangat mengagumkan dan luar biasa, bagaimana kita bersama-sama mempertahankan kebhinekaan ini” Ujar Sanjaya pagi itu. Hal tersebut tentunya berangkat dari nilai keberagaman antar umat yang terjalin dengan baik di bumi Tabanan. 

Keberagamaan tersebut juga telah dibuktikan atas diraihnya Harmoni Award dari Kementerian Agama Republik Indonesia untuk Kabupaten Tabanan beberapa waktu silam. Tabanan dinyatakan sebagai Kabupaten Terbaik dalam menjaga hubungan antar umat beragama di Bali. Oleh sebab itu, keharmonisan antar umat diharapkan Sanjaya bisa terus berjalan sampai di kemudian hari. Dan kebhinekaan serta sikap saling toleransi dalam hubungan masyarakat baik antar agama, suku dan ras, mampu menciptakan insan-insan manusia Indonesia yang pancasilais. 

“Saya atas nama Bupati Tabanan sekali lagi memberikan apresiasi terhadap kegiatan hari ini, mudah-mudahan pengkaderan ini bisa berjalan dengan baik dan kegiatan ini mampu melahirkan konsep-konsep penyelarasan, aktualisasi dan interaksi antara pranata sosial dengan nilai-nilai modernitas, sehingga keduanya dapat seiring sejalan menuju harmonisasi, menjadi semakin strategis untuk turut mengawal, implementasi dari Visi Misi Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Bali Era Baru dan Tabanan Era Baru” Pungkas Sanjaya. 

Kehadiran Bupati beserta jajaran pada pagi hari itu, juga mendapat sambutan sangat baik dari para anggota organisasi. Wujud dukungan pemerintah saat itu dapat sangat dirasakan oleh seluruh undangan yang hadir. 

Ketua PW NU Bali, Kyai Abdul Azis yang saat itu memberikan sambutan, sampaikan terima kasihnya kepada Bapak Bupati dan seluruh perangkatnya, yang dengan kehadirannya ini secara langsung mendukung kebesaran keberadaan organisasi NU. Pihaknya menerangkan, kehadiran Bapak Bupati tidak hanya memberikan makna bagi fatayat saja tapi seluruh keluarga besar NU Kabupaten Tabanan dan Muslimat di Kabupaten Tabanan. 

“Ini adalah bentuk perhatian yang besar dari Bapak Bupati kepada keluarga besar NU, semoga senantiasa kami doakan, hajat-hajat beliau di dalam menjalankan amanat sebagai Bupati berjalan dengan baik dan tentunya kami berharap, kita terus bisa bersinergi, khususnya warga NU di Kabupaten Tabanan ini” Ujar Kyai Abdul Azis. @prokopimtabanan. 

Eksekutif dan Legislatif Tabanan, Sepakati Bersama 2 Ranperda Pada Paripurna Ke-12 Masa Persidangan III


Tabanan – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tabanan, Ke -12 Masa Persidangan III Tahun 2023 yang dihadiri oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M menjadi momen penting atas disetujuinya 2 Buah Rancangan Peraturan Daerah setelah melalui kajian dan pembahasan, sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Rapat berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Tabanan, Sabtu (9/9).

Paripurna yang digelar di penghujung minggu tersebut, membahas terkait persetujuan bersama terhadap Ranperda tentang perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 11 Tahun 2022 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023 dan Ranperda tentang penyelenggaraan bangunan gedung. 

Rapat dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Tabanan dan Para Wakil Ketua DPRD, Wakil Bupati Tabanan, Jajaran Forkopimda Tabanan, Seluruh anggota Dewan, Sekda, Sekwan DPRD Tabanan, Para Asisten dan Kepala OPD, Para Camat Se-Kabupaten Tabanan, Kepala Instansi Vertikal dan BUMD. 

Dalam rapat paripurna tersebut, Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa Pembahasan 2 (dua) buah Ranperda telah dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar, sesuai dengan mekanisme yang berlaku serta tidak terlepas dari tanggung jawab, komitmen, kesungguhan serta kerjasama yang baik dari pimpinan dan seluruh anggota dewan. Dan sesuai dengan ketentuan, setelah disetujui bersama ke-2 (kedua) buah Ranperda akan melalui tahapan berikutnya untuk dievaluasi oleh Gubernur. 

Adapun gambaran besar terkait Ranperda tentang perubahan atas peraturan daerah Kabupaten Tabanan nomor 11 tahun 2022 tentang APBD TA 2023 disampaikan Bupati Sanjaya sebagai berikut; Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp. 2,109 Trilyun lebih yang meliputi Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp. 590,369 Milyar lebih, Pendapatan Transfer sebesar Rp. 1,518 Trilyun Lebih dan lain-lain. Pendapatan daerah yang sah sebesar Rp. 1 Milyar. 

Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp. 2,136 Trilyun lebih yang meliputi, Belanja Operasi sebesar Rp. 1,614 Trilyun lebih, belanja modal sebesar Rp. 267,560 Milyar lebih, belanja tidak terduga sebesar Rp. 5,261 Milyar lebih serta belanja transfer sebesar Rp. 249,156 milyar lebih. Yang berarti dalam RAPBD-P Tahun 2023 terdapat defisit sebesar Rp. 27,523 Milyar lebih yang ditutupi dari pembiayaan daerah. 

“Kami menyadari bahwa selama ini masih terdapat kesenjangan kemampuan fiskal daerah dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan pelaksanaan program pembangunan, namun demikian kami tetap berupaya dengan sumber daya yang ada untuk mewujudkan Visi Kabupaten Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Di Kabupaten Tabanan Menuju Tabanan Era Baru Yang Aman, Unggul, Dan Madani (Aum)”, Sanjaya menyampaikan dalam pendapatnya. 

Pihaknya juga menekankan, agar eksekutif dan legislatif Tabanan dapat terus mempertahankan kekompakan, semangat kerjasama dan suasana saling pengertian semua pihak, demi suksesnya pelaksanaan program pembangunan di tahun 2023.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved