-->

Minggu, 17 September 2023

Dari Jembrana Menuju Dunia, Kakao Jembrana Didukung Pemerintah Pusat


Jembrana - Kabupaten Jembrana menjadi tujuan pelaksanaan Field Trip Kakao dalam peringatan Hari Kakao Indonesia Tahun 2023. Hal tersebut karena kualitas biji kakao fermentasi Jembrana yang telah diakui oleh dunia serta telah mendapat penghargaan secara nasional pada lomba Biji Kakao Nasional Tahun 2022.

Field Trip Kakao yang dilaksanakan di kebun kakao milik Kelompok Tani Kakao Merta Abadi di Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Sabtu (16/9) dihadiri oleh sejumlah pejabat kementerian dan asosiasi dibidang pengembangan produksi kakao.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyambut kedatangan para tamu diantaranya Musdalifah Machmud selaku Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Bidang Perekonomian, Yuli Sri Wilantari selaku National Project Director Proyek FOLUR dan Assisten Deputi Pengembangan Agribisnis Holtikultura Kemenko Perekonomian, Ihsan Nugraha dari Badan Karantina Pangan dan Soesanto Abdoellah selaku Ketua Umum Dewan Kakao Indonesia serta undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tamba mengajak seluruh undangan untuk memetik secara langsung buah kakao hasil kelompok tani Merta Abadi serta melihat proses pengolahan biji kakao mentah yang melalui fermentasi hingga menjadi produk kakao setengah jadi.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Bidang Perekonomian, Musdalifah Machmud mengatakan kakao secara nasional adalah kebanggaan negara Indonesia karena kakao bukan hanya sebagai sumber ekonomi tetapi juga masuk dalam budaya. Dirinya meyakini bahwa kakao bisa menciptakan banyak kreatifitas yang mendukung budaya-budaya nasional.

Musdalifah sangat mengapresiasi pengembangan berbagai komoditas pertanian yang ada di kabupaten Jembrana salahsatunya adalah komoditas kakao. Sektor pertanian, menurutnya sangat penting untuk dijaga sebagai sumber ekonomi masyarakat diluar sektor formal maupun pariwisata yang umumnya ada di Bali.

"Saya bangga dengan Jembrana karena bisa  membangun peremajaan-peremajaan untuk komoditas. Saya yakin komoditas-komoditas yang ada di Jembrana ini juga selalu dilihat keberlangsungan produk-produk ekonomi kerakyatannya," ucapnya.

Pihaknya menyampaikan, Kemenko Bidang Perekonomian akan selalu mendukung pengembangan komoditas kakao melalui program-program komprehensif untuk pengembangan kakao agar kembali menjadi salah satu sumber ekonomi utama negara Indonesia.

"Kita harapkan, kita akan menjadi paling tidak nomor 3 di dunia, dan kita mengusung supaya Jembrana menjadi salah satu tempat untuk maju lebih cepat dan menjadi contoh memajukan kakao lebih baik dan lebih cepat," ujarnya.

Pihaknya menilai, produk kakao Jembrana telah menjadi salah satu kakao unggulan di Indonesia tidak terlepas dari usaha dan kerja keras semua sektor, baik itu oleh petani sendiri maupun dukungan penuh dari pemerintah.

"Yang pasti dukungan Pemerintah Daerah itu yang paling utama, sebenarnya kalau kita ingin mewujudkan kakao sebagai salah satu sentra ekonomi di daerah dan dengan dukungan bapak bupati yang sedemikian signifikan, insya Allah program-program yang ada di pusat akan terutama mensupport Jembrana," kata Musdalifah.

Dirinya pun mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung pengembangan produksi kakao di kabupaten Jembrana. Karena dengan keterlibatan semua pihak, produksi kakao di Jembrana akan berkembang semakin pesat dan menjadi yang terbaik.

"Tentu saja kita mengajak stakeholder lainnya karena kita tidak bisa bertumpu hanya dari APBN dan APBD, kita juga mengharapkan peran serta seluruh stakeholder untuk mendorong terwujudnya Jembrana sebagai sentra kota kakao," harapnya.

Sementara, Bupati Tamba sangat menyambut baik acara field trip kakao bagian daripada peringatan Hari Kakao Indonesia yang dilaksanakan di Jembrana. Terutama, dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat serta berbagai asosiasi dibidang kakao untuk pengembangan produksi kakao Jembrana.

"Saya tentu semangat sekali, bahkan ini merupakan bagian daripada pilihan kita untuk menyejahterakan masyarakat Jembrana di bidang agrobisnis. Dan kemudian juga, kita mendapatkan tagline acara hari ini yang sungguh luar biasa dari Jembrana menuju dunia, artinya kakao Jembrana menjadi contoh pilihan kakao dunia," ujarnya.
  
Bupati Tamba pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, ia pun langsung mengusulkan untuk mendapat bantuan 300.000 bibit kakao untuk dapat meningkatkan produksi kakao petani. Hal tersebut, juga sebagai upaya menciptakan siklus produksi kakao dari hulu hingga ke hilir.

"Saya berpikir bahwa kita sudah punya program dari hulu ke hilir, di hilir kita sudah mendapat major project oleh pemerintah pusat berupa Factory Sharing Kakao, tetapi saya khawatir untuk mensuplai bahan bakunya itu kekurangan, maka itulah bagaimana caranya agar produksi kakao pada petani dapat ditingkatkan," ucapnya.

Pihaknya menyebutkan, hingga saat ini kelompok petani kakao yang sudah terdaftar baru belasan kelompok. Namun diluar itu, masih banyak kelompok petani yang belum mendaftar dirinya dan sebagian petani juga masih bekerja secara sendiri-sendiri.

"Kelompok tani kakao yang sudah terdaftar secara resmi mungkin antara 11 sampai 12 kelompok, tetapi kelompok-kelompok yang belum terdaftar secara resmi baik yang baru membentuk kelompok maupun yang baru belajar bertani kakao hampir 30-an kelompok," tutupnya. (Ngr/humas)

Revitalisasi Pasar Umum Negara Dimulai, Bupati Jembrana Target Rampung Juli 2024


Jembrana – Tahapan revitalisasi  gedung baru Pasar Umum Negara (PUN) telah dimulai dengan prosesi Pengeruakan (upacara memulai pembangunan baru) yang dipuput oleh Ida pedanda Gede Ketut Putra Kemenuh, Griya Kemenuh Suka Taman Ketugtug, Loloan Timur pada rahina Redite Umanis Merakih, Minggu (17/9).

Diawali dengan pecaruan, kemudian persembahyangan bersama dan berlanjut mendem citak dasar (peletakan batu pertama) oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba bersama jajaran Forkopimda Jembrana serta Bendesa Adat Pendem dan perwakilan pegadang PUN.

Bupati I Nengah Tamba mengatakan bahwa hari ini merupakan momentum yang luar biasa, mengingat sebelum sampai tahap yang sekarang, banyak gejolak yang harus dilalui. Menurutnya, pro dan kontra adalah hal biasa, namun berkat kesabaran dan fokus akhirnya itu semua bisa dilewati dengan baik.

“Sekali lagi, pembangunan PUN yang baru ini untuk kebaikan kita bersama yang dimana berperan besar terhadap roda perekonomian Kota Negara kususnya dan Kabupaten Jembrana pada umumnya. Astungkara, sesuai dengan yang ditargetkan yakni rampung pada Juli 2024, segera kita bisa resmikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati menuturkan bahwa apa yang menjadi tugas Pemkab hari ini sudah selesai, yakni menyediakan lahan untuk dibangun.
Selanjutnya akan menjadi tanggung jawab pihakBalai Prasarana Permukiman Wilayah Bali untuk menyelesaikan.

“Kepada perwakilan balai dan kontraktor yang hadir dikesempatan ini, Saya berharap selama jalannya pembangunan ini agar diawasi dengan baik sehingga sesuai dengan desain atau rancangan perencanaan yang sudah ada. Nanti kita juga awasi secara bersama-sama,” harapnya.

Terakhir, Bupati mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder khususnya Forkopimda Jembrana selama 3 bulan kebelakang ini kompak dalam meyakinkan para pedagang dan masyarakat sehingga jalannya revitalisasi PUN sukses. 

“Ini adalah hasil kerja keras kita bersama, untuk kemajuan di Kabupaten Jembrana. Terimakasih atas bantuan semua pihak dari awal ,semoga berjalan lancar dan  tepat waktu,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pembanguan gedung baru PUN menelan anggaran sebesar Rp. 143,5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2023-2024 (MYC) dengan jangka waktu pelaksanaan selama 300 (tiga ratus) hari kalender.  Adapun pemenang tender sendiri yakni PT. Adhi Persada Gedung yang merupakan anak perusahaan PT. Adhi Karya. 

Dengan luasan lahan Pasar Umum Negara adalah 24.146 m2 dan luas gedung 17.652 m2. Pasarnya terbagi menjadi dua gedung yaitu Gedung A dan Gedung B dengan masing-masing dua lantai. (Ari/Humas)

Bupati Tamba Sebut Peran ORARI Penting Majukan Daerah


Jembrana - Bupati Jembrana Membuka acara Musyawarah Lokal Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Jembrana ke -XI Tahun 2023 yang dilaksanakan di Gedung Kesenian Bung Karno. (17/9)

Kegiatan Musyawarah tersebut dihadiri oleh Perwakilan Dandim 16/17 Jembrana, Kapolsek Jembrana, Ketua ORARI Daerah Bali,  Ketua ORARI kabupaten Kota Sebali, Ketua ORARI Lokal Jembrana.

Bupati Jembrana memberikan apresiasi atas peran  ORARI  dalam membantu pembangunan dan kemajuan daerah  . Khususnya , dalam menyampaikan informasi atau kejadian yang ada diwilayah masing-masing sehingga tersampaikan  ke seluruh masyarakat Jembrana.

"Kami merasa bangga dan tertolong berkat peran ORARI selama ini informasi yang ada dapat didengar oleh seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Jembrana, "ucap Bupati Tamba.

Bupati Tamba juga menyampaikan terima kasih atas peran ORARI yang dengan cepat menyampaikan informasi saat terjadi bencana seperti badai, longsor dan banjir di Kabupaten Jembrana sehingga dapat diambil tindakan cepat untuk penanganan hal-hal tersebut.


“Kami begitu bangga dengan peran ORARI di Kabupaten Jembrana yang sebagai perpanjangan lidah saat terjadi musibah terutama di desa-desa yang tidak dapat kami pantau semuanya," jelasnya.

Sementara Ketua Panitia, I Wayan Sujana menjelaskan penyelenggaraan Musyawarah ORARI Lokal Jembrana Tahun 2023 ini sebagai agenda yang telah direncanakan sebagaimana tertuang dalam AD/ART ORARI Kabupaten Jembrana.

"Ini adalah amanat anggaran dasar dan anggaran rumah tangga ORARI pada Pasal 18, 19, dan 20, Peraturan Perundang-undangan yang berlaku serta surat keputusan Ketua ORARI Lokal Jembrana tentang Pembentukan Panitia Musyawarah ke XI ORARI Lokal Jembrana Tahun 2023," jelas Sujana.

Pihaknya mengatakan pelaksanaan Musyawarah ORARI Lokal Jembrana Tahun 2023 dilaksanakan dengan dukungan berbagai pihak baik dari anggota sendiri maupun para donatur.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam 1 hari penuh. Anggaran kegiatan ini didapat dari kas ORARI Lokal Jembrana, partisipasi anggota ORARI, dan dari Donatur di Wilayah Kabupaten Jembrana,” tandasnya. (Gusadi/humas).

Desa Tegal Harum Sabet Juara 1 Lomba Kreasi Pangan Jagadhita Culture Week IV Tahun 2023


Denpasar, Pelaksanaan Bali Jagadhita Culture Week (BJCW) Tahun 2023 yang diinisasi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menghadirkan Lomba Kreasi Pangan Lokal Bali se Desa/Kelurahan di Denpasar, di Mall Living World, Denpasar, Minggu (17/10). Dimana Desa Tegal Harum, Kecamatan Denpasar Barat berhasil menyabet Juara I Lomba Kreasi Pangan Lokal dan menyisihkan 20 peserta lainy

Hadir langsung untuk memberikan dukungan pada kegiatan itu, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dan Kadis Perindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari.

Pada ajang perlombaan ini, beberapa menu turut ditampilkan oleh Duta Kota Denpasar. Mulai dari menu keluarga, menu balita dan juga menu kudapan. Dimana, seluruhnya harus menggunakan bahan lokal dan juga bahan bahan yang sehat dan memiliki gizi.
Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara mengaku bangga atas prestasi yang diraih oleh TP PKK Kecamatan Denpasar. Pihaknya juga mengajak seluruh PKK se-Kotq Denpasar untuk mengaplikasikan menu dengan olahan produk lokal ini. Hal ini dapat menjadi kampanye positif untuk mendukung kesehatan keluarga, dan UMKM lokal di Denpasa

"Terima kasih kepada para semua Ibu-Ibu PKK Kota Denpasar yang telah berupaya semaksimal mungkin dalam mengikuti perlombaan ini. Selamat atas prestasi yang telah diraih. Mudah mudahan kedepannya bisa kita pertahankan dan tingkatkan lagi," tutur Ny. Antari Jaya Negara.

Sementara Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, G.A Diah Utari menjelaskan Bali Jagadhita Culture Week Tahun ini telah mencapai pelaksanaan tahun ke empat. Dimana, event tahunan yang dilaksanakan sejak tahun 2020 ini merupakan upaya pemberdayaan sektor riil khususnya melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan tujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan yang didukung dengan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

"Untuk itu, Bank Indonesia bersinergi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam berbagai event untuk mendukung pengembangan UMKM termasuk Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Gerakan Bangga Berwisata #DilndonesiaAja (BWI) dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi nasional," ujarnya

Adapun data pemenang lomba Juara Kreasi Pangan yakni, Juara 1 diraih Desa Tegal Harum, Denpasar Barat, Juara 2 diraih Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat, Juara 3 diraih Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, untuk juara Harapan 1 diraih Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, Harapan 2 diraih Sumerta Kelod, Denpasar Timur dan untuk Harapan 3 diraih Dangin Puri Kelod, Denpasar Timur. (ays/prokopim.dps).

KMP Gerbang Samudra 2 Kandas Di Selat Bali, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi


JEMBRANA -- KMP Gerbang Samudra 2 mengalami mati mesin saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Gilimanuk Bali. Akibatnya kapal yang mengangkut penumpang sebanyak 132 orang itu Kandas sekitar 700 m dari Dermaga Pelabuhan Gilimanuk, pada Minggu, 17 September 2023 sekitar pukul 11.00 Wita.

Dari Informasi yang dihimpun Koordinator Pos SAR Jembrana, Dewa Hendri Gunawan, kapal yang mengangkut kendaraan jenis truck, roda 4 dan juga roda 2 itu berangkat dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi pukul 10.00 WIB.

"Ketika mendekati Dermaga Gilimanuk, kapal mati mesin dan terbawa arus. Kapal hendak lego jangkar, namun akibat arus yang kuat kapal KMP Gerbang Samudra 2 akhirnya kandas. Kapal itu mengangkut 132 orang diantara 114 orang WNA dan WNI serta 18 Orang ABK," terang Dewa Hendri

"Kami terima laporan pukul 12.50 Wita dan langsung mengerahkan personil menuju lokasi, saat proses evakuasi dengan Tim SAR Gabungan posisi kapal masih stabil, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan 6 kali penjemputan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas dan Speed Boat Polair," imbuhnya.

Disisi lain, Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya mengatakan seluruh proses evakuasi berjalan dengan lancar.

"Pukul 14.30 Wita, Semua penumpang yaitu, 27 Orang Dewasa (WNA), 76 Orang Dewasa (WNI) dan 11 Orang Anak - anak (WNI) berhasil dievakuasi dan dibawa menuju VIP Pelabuhan Gilimanuk untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya. 

"Hingga saat ini, posisi kapal masih kandas menunggu air pasang untuk penarikan menuju dermaga LCT," Tutupnya.

ALSA UNUD Gelar Aksi Kebersihan di Tukad Rangda


Denpasar, Bali Kini -
Asian Law Students Association (ALSA) Universitas Udayana melakukan aksi kebersihan di Tukad Rangda Minggu (17/9). Kegiatan ini merupakan bagian dari program ALSA Clean Day 2023 yang mengakat tema, "One Small Step for the Future, Together Conserve Nature".


Lurah Panjer, I Putu Budi Ari Wibawa, menyampaikan Tukad Rangda merupakan  perbatasan antara Kelurahan Panjer dan Kelurahan Sesetan. Dimana Tukad Rangda adalah pusat aliran sungai di Kelurahan Panjer yang menghadapi masalah serius dalam beberapa tahun terakhir. Sidimentasi dan penumpukan sampah telah menyempitkan aliran sungai ini, menyebabkan masalah banjir yang sering terjadi saat musim hujan.


Untuk mengatasi permasalahan ini, ALSA Unud bekerjasama dengan Sungai Watch, Dinas PUPR Kota Denpasar, dan DLHK Kota Denpasar bergabung dalam aksi bersih sungai ini. 


"Mereka bersemangat untuk membersihkan sampah-sampah yang menghalangi aliran sungai, sebagai langkah awal menuju pelestarian alam yang lebih baik," ungkap Ari Budi.


Lebih Lanjut dikatakan, aksi kebersihan ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi masyarakat, organisasi mahasiswa, dan pemerintah setempat dapat bersatu demi menjaga lingkungan hidup yang lebih bersih dan sehat. Semoga aksi seperti ini dapat menginspirasi langkah serupa di tempat lain demi kesejahteraan lingkungan kita.


Ari Budi menambahkan, selaku lurah pihaknya  selalu menghimbau masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah dan limbah yang akibat mengakibatkan pencemaran. 


"Seluruh pihak harus ikut berpartisipasi untuk senantiasa menghimbau masyarakat," ucapnya.


Salah satu warga, Wayan Santun, mengucapkan terima kasih atas partisipasinya semua pihak dalam aksi kebersihan ini. Ia menyatakan rasa terima kasihnya kepada ALSA Unud, Sungai Watch, Dinas PUPR Kota Denpasar, dan DLHK Kota Denpasar atas usaha bersama mereka dalam membersihkan sungai yang sangat dibutuhkan. 


"Semangat gotong royong seperti ini adalah contoh baik bagaimana komunitas lokal dapat bersatu untuk menjaga lingkungan mereka dan menciptakan perubahan positif," ujarnya. (ayu/r4)

Sekda Alit Wiradana Buka Festival Layang-Layang Fly Renon Ke-1 Tahun 2023

 


Ket foto : Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IB Alit Wiradana saat membuka secara resmi Festival Layang-Layang Fly Renon Ke-1 Tahun 2023, yang ditandai dengan menaikan layang-layang di Pantai Padang Galak, pada Minggu (17/9).

Denpasar , Bali Kini - Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IB Alit Wiradana membuka secara resmi Festival Layang-Layang Fly Renon Ke-1 Tahun 2023, yang ditandai dengan menaikan layang-layang di Pantai Padang Galak, pada Minggu (17/9). Pelaksanaan kegiatan diharapkan mampu mewadahi kreatifitas budaya bagi para pelayang atau rare angon. 


Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IB Alit Wiradana turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Dimana, dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan dapat memberi ruang bagi anak muda dan para penghobi layang-layang tradisional bali untuk mengembangkan kreatifitasnya dalam berkarya.


“Terlebih visi misi Kota Denpasar yaitu sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar Maju, sehingga pelaksanaan ini sangat sejalan dengan visi misi tersebut dan kami berharap kedepannya agar pelaksanaan ini dilaksanakn secara berkelanjutan untuk meningkatkan kreatifitas para rare angon dan anak muda di Kota Denpasar," pungkasnya.


Sementara Ketua Umum Renon Fest 2023, I Wayan Sukarsa saat ditemui mengatakan, Festival Layang-layang Fly Renon 2023 ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan. Dimana, pelaksanan ini merupakan rangkaian dari pergelaran Renon Festival yang diselenggarakan dari bulan September hingga bulan Desember 2023 mendatang.


Lebih lanjut dikatakannya, adapun lomba layang-layang ini dilaksanakan selama dua hari yang dimulai dari Sabtu 16 – Minggu 17 September 2023, dan total peserta yang terhitung sebanyak 919 layang-layang.


“Berharap kedepannya terutama kepada seluruh pelayang agar terus semangat untuk melastarikan budaya bali ini serta terus berinovasi dan meningkatkan kreativitas dalam membuat layang-layang tradisional,” pungkas Wayan Sukarsa.[rls]

Bupati Sanjaya Buka Festival Layang-Layang II Desa Pangkung Karung


Tabanan , Bali Kini
- Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, didampingi Asisten III dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, membuka secara resmi Festival Layang - Layang II Desa Pangkung Karung. Event tahunan ini, digelar oleh Karang Taruna Desa Pangkung Karung di Subak Serongo, Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan Tabanan, Minggu, (17/9) pagi. 


Sekitar ratusan layang-layang berbagai kategori dari beberapa daerah di Bali, ikut meramaiakan festival ini. Setidaknya, 351 peserta layang-layang dari kategori tradisional Be-bean, Janggan, serta layangan kreasi mengikuti ajang ini. Nampak juga hadir saat itu, anggota DPR RI I Made Urip, Ketua DPRD Tabanan, beberapa anggota DPRD Tabanan, Camat dan unsur Forkopimcam Kerambitan, Perbekel, Bendesa Adat dan tokoh masyarakat setempat. 


Bupati Sanjaya mengungkapkan kebanggaannya karena lomba layang-layang ini mampu menghadirkan begitu banyak peserta. Tidak hanya itu, animo masyarakat yang menonton pun sangat terlihat, dimana festival layang-layang ini mampu menyedot ribuan penonton yang memadati area Subak Seronggo dan tentunya memberikan dampak positif bagi penyelenggara begitu juga dengan perekonomian di masyarakat setempat. 


"Kami di Pemkab Tabanan patut berbangga karena bisa melanjutkan apa yang digagas oleh tokoh kita di Desa Pangkung Karung. Festival yang pertama tiang juga hadir, yang artinya juga tokoh tiang disini konsisten melaksanakan sebuah event. Sudah barang tentu apa yang digagas ini memberikan banyak manfaat positif, baik untuk pertanian serta perekonomian masyarakat setempat," ujarnya. 


Disamping itu, dengan lokasi event di hamparan sawah yang sangat luas, Bupati Sanjaya mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada seluruh Pekaseh, petani dan pihak terkait lainnya yang turut andil menjaga kelestarian alam sawah di Tabanan. Dikatakannya, layang-layang ini merupakan sebuah tradisi terdahulu sebagai wujud syukur atas panen yang diberikan melimpah dan ini harus terus dilestarikan. 


"Selain sebagai wujud syukur, event ini juga kita bisa jadikan sebagai ajang sliturahmi khususnya bagi para sekaa layang-layang. Dari seluruh Tabanan turut andil dalam festival ini untuk bersilaturahmi juga ajang kreasi melihat keindahan alam di Desa setempat yqng sangat indah. Luar biasa alamnya disini dan patut dijadikan objek nantinya dengan event-event serupa lainnya, sehingga bukan hanya sebagai ajang penggalian dana, juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," imbuh Sanjaya. 


Di kesempatan yang sama, I Wayan Subawa selaku Perbekel Desa Pangkung Karung, mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati atas dukungan dan partisifasinya, bisa memberikan motivasi, semangat buat masyarakat Desa Pangkung Karung dalam acara Festival Layang-Layang ini. Dijelaskan juga bahwa tujuan acara ini adalah sebagai ajang seni kreatifitas anak muda serta menghormati seni budaya leluhur yang ada. 


"Yang mana secara sekala niskala tujuan dari festival layang-layang ini adalah membentuk seni kreativitas, kemudian selanjutnya secara literatur, bahwa kepercayaan kita yang ada di Bali ini adalah sifatnya rare anggonan. Menurut cerita leluhur dulu, adanya layang-layang bisa mengusir wabah penyakit yang ada di bidang pertanian. Serta semoga dengan adanya festival ini, semoga persatuan dan kesatuan pemuda kami bisa tetap ajeg, kita jaga demi kemajuan Desa Pangkung Karung," unggahnya. [rl/r4]

Sabtu, 16 September 2023

Pemkot Denpasar Apresiasi Gelaran BJCW Tahun 2023, Jadi Wahana Meningkatkan Kapasitas dan Akses UMKM


Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar memberikan apresiasi pelaksanaan Bali Jagadhita Culture Week (BJCW) Tahun 2023 yang diinisasi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali. Kegiatan tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kapasitas dan akses UMKM di Bali, khusnya Kota Denpasar. Hal tersebut diungkapkan Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana bersama saat menghadiri pembukaan Bali Jagadhita Culture Week Tahun 2023 oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Dharmawati Puspayoga di Mall Living World, Denpasar, Jumat (15/9) dan akan berlangsung selama tiga hari hingga 17 September mendatang. 

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua TP. PKK Kota Denpasar yang juga Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, dan Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Widnyani Wiradana. 

Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana mengucapkan terimakasih atas dipilihnya Kota Denpasar sebagai lokasi pelaksanaan Bali Jagadhita Culture Week Tahun 2023 ini. Dimana, kegiatan ini merupakan gayung bersambut bagi upaya mendukung pengembangan UMKM di Kota Denpasar. 

"Tentu kami mengucapkan terimakasih atas dipilihnya Kota Denpasar sebagai lokasi pelaksanaan Bali Jagadhita Culture Week, dimana melalui kegiatan ini diharapkan mampu mendukung kemajuan UMKM di Bali, khususnya Kota Denpasar," ujarnya

Hal senada disampaikan Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara. Dimana pihaknya sangat mendukung pelaksanaan kegiatan Bali Jagadhita Culture Week Tahun 2023 ini. Hal ini lantaran mampu memberikan ruang sekaligus fasilitasi dalam bingkai kolaborasi untuk mendukung kemajuan UMKM. 

"Tentu kami mengucapkan terimakasih atas berbagai upaya Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dalam mendukung kemajuan UMKM, bahkan hingga menjadi prospek ekspor," ujarnya

"Dan bagi UMKM agar memanfaatkan momentum ini menjadi wahana promosi untuk meningkatkan kapasitas UMKM, memperluas akses UMKM ke pasar domestik dan global, meningkatkan pemanfaatan digitalisasi, serta memfasilitasi pembiayaan oleh lembaga formal," imbuhnya 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, R. Erwin Soeriadimadja dalam laporannya menjelaskan, Bali Jagadhita Culture Week Tahun ini telah mencapai pelaksanaan tahun ke empat. Dimana, event tahunan yang dilaksanakan sejak tahun 2020 ini merupakan upaya pemberdayaan sektor riil khususnya melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan tujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan yang didukung dengan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. 

"Untuk itu, Bank Indonesia bersinergi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam berbagai event untuk mendukung pengembangan UMKM termasuk Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Gerakan Bangga Berwisata #DilndonesiaAja (BWI) dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi nasional," ujarnya

Dikatakannya, kegiatan tahun ini mengangkat tema utama yakni Amerta Bhuana Lestari Bagia. Dimana, tema ini mengandung makna menjaga alam lestari sebagai sumber kehidupan manusia. Karena itu adalah visi dalam mewujudkan kebahagiaan hidup manusia. Sebanyak 69 UMKM turut dilibatkan dalam BJCW tahun ini. 

"Selain UMKM, kegiatan Bali Jagadhita Culture Week tahun ini menghadirkan Workshop, Talk Show, Pasar Murah, Fashion Show dan beragam lomba-lomba, semoga kegiatan ini dapat mendukung UMKM tumbuh lebih cepat dan terus melaju," ujarnya

Tampak hadir pula Deputi Gubernur Bank Indoenesia, Doni Primanto Joewono, Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya, Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, dan Ketua PHRI Provinsi Bali, Prof. Dr. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati serta undangan lainya. 

Maknai Tumpek Krulut, Bupati Sanjaya Berbagi Tali Kasih


Tabanan - Perayaan rahina Tumpek Krulut di Kabupaten Tabanan dimaknai dengan hal sederhana namun bermakna. Selain melaksanakan persembahyangan bersama, Bupati Tabanan melakukan aksi sosial berbagi tali kasih dengan puluhan masyarakat Tabanan serta megibung (makan bersama) bersama jajaran dan staf di depan Padmasana Kantor Bupati Tabanan, Sabtu, (16/9).

Di sela-sela kegiatan, Bupati Sanjaya menyerahkan secara simbolis tali kasih kepada masing-masing10 Orang Tukang Suun, Tukang Parkir dan Petugas Kebersihan di Kabupaten Tabanan. Turut hadir, perwakilan jajaran Forkopimda Tabanan, para Asisten, Inspektur dan para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, Kepala BUMD dan Instansi Vertikal di Tabanan, Camat se-Kabupaten Tabanan, Perbekel dan Bendesa Adat Tabanan, hingga ASN di lingkungan Pemkab Tabanan.

Tumpek Krulut dimaknai sebagai hari kasih sayang menurut tradisi Hindu di Bali. Kegiatan ini, juga merupakan implementasi dari Surat Edaran Gubernur Bali Nomor : 04 Tahun 2022 tentang Tata-Titi kehidupan masyarakat Bali berdasarkan kearifan lokal, melalui upacara Jana Kerthi sesuai dengan instruksi Gubernur Bali Nomor 2 tahun 2023 tentang perayaan rahina tumpek krulut dengan upacara jana kethi.

"Hari ini kita maknai rahina Tumpek Klurut dengan berbagai kegiatan dan tadi kita sudah melakukan doa bersama, sembahyang bersama, apalagi tadi kita memberikan tali kasih kepada 30 masyarakat kita. Tadi kepada tukang suun 10 Orang kita sudah berikan tali kasih berupa sembako, juga kepada tukang parkir 10 Orang dan ada tenaga kebersihan juga 10 Orang," ujar Sanjaya usai melaksanakan persembahyangan bersama.

Disamping itu, Sanjaya juga menyampaikan, bahwa rahina suci Tumpek Klurut ini sangat perlu dimaknai dengan sebaik-baiknya. Apalagi Tumpek Klurut merupakan hari kasih sayang dalam tradisi Hindu Bali, alangkah baiknya tidak kalah dengan hari kasih sayang dari negara lain yang harus dirayakan dengan berbagi tali kasih atau kasih sayang dengan sesama dan alam semesta beserta isinya guna menjaga keharmonisan sekala dan niskala.

"Apalagi dalam visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali ada bagian Jana Kerthi. Jana yang berarti manusia, Kerthi, menjaga alam lingkungan kita agar harmonis sekala dan niskala. Hari kasih sayang terhadap sesama ada dalam visi misi Jana Kerthi ini. Patutlah kita di Kabupaten Tabanan merayakan dan mengimplementasikan visi misi besar kita di Pemerintah Kabupaten Tabanan," tegas Sanjaya.

Dimana, inti sari dari visi misi tersebut adalah Tri Hita Karana, yakni selalu menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan, dengan sesama dan dengan alam beserta isinya. Oleh sebab itu, rahina Tumpek Klurut yang merupakan warisan kearifan lokal yang luhur dari para leluhur terdahulu dikatakan Sanjaya sangat relevan untuk dijabarkan dalam masyarakat luas serta patut dibanggakan sebagai jati diri, khususnya umat Hindu di Bali.

Dikesempatan itu, puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa juga disampaikan Sanjaya karena Pemkab Tabanan bisa melaksanakan rahina Tumpek Klurut ini bersama-sama. Sebagai bentuk ungkapan syukur dan juga menjaga keharmonisan antar jajaran dan staf, kegiatan tersebut diakhiri dengan makan bersama (megibung). Suasana kekeluargaan pun terpancar dalam megibung tersebut yang diharapkan juga mampu meningkatkan kekompakan.

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved