-->

Selasa, 19 September 2023

Termasuk WBD, Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi


GIANYAR - Situasi miris dihadapi petani di Subak Kulub Atas di Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Pekaseh Subak Kulub Atas I Wayan Perasi menyatakan kendati subaknya merupakan bagian dari situs warisan budaya dunia (WBD) namun kekeringan akibat bendungan rusak diterjang air bah akhir tahun 2022 hingga kini tanpa solusi. 

“Bagaimana melestarikan subak, jika bendungan rusak sudah setahun tidak ada yang memperbaiki? Subak itu kan terdiri dari tiga unsur sawah, air dan pura. Nah ini, Subak Kulub Atas yang katanya bagian dari WBD tidak mendapat perhatian dari pihak terkait,” ujar Pekaseh Wayan Perasi saat bertatap muka dengan akademisi Universitas Udayana dan pimpinan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV di Balai Subak Pulagan, Desa Tampaksiring, Selasa (19/9) kemaren.

Wayan Perasi mempertanyakan kepada pihak terkait di tingkat Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali maupun pemerintah pusat di Jakarta. 

“Sebenarnya siapa yang patut menerima dan menanggapi keluhan kami dari Subak Kulub Atas? Dinas Pertanian. Dinas PUPR, atau Dinas Kebudayaan karena kami bagian dari WBD?” tanya pensiunan dari Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan itu. 

Dijelaskan, sebelumnya segala permasalahan subak ditangani oleh Pasedahan Agung yang ada di Dinas Pendapatan di tingkat kabupaten. Hanya saja, katanya, lembaga tersebut sudah tidak eksis lagi sehingga para pekaseh seperti anak ayam kehilangan induknya. Menurut Wayan Perasi, gagasan pelestarian subak tidak dapat diimplementasikan manakala air irigasi tidak mengalir ke sawah. 

Dia berharap keluhannya terkait kerusakan bendungan untuk Subak Kulub Atas segera mendapat perhatian dan diperbaiki pihak terkait baik kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV Abi Kusno menjelaskan pihaknya mengundang para kelian subak di situs WBD tersebut dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemetaan dan monitoring subak di lanskap subak DAS Pakerisan. “Kami mengundang peneliti dari Unit Subak Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk memberikan masukan mengenai konsep pengembangan potensi ekowisata berbasis subak,” kata Abi Kusno. 

Ketua Unit Subak LPPM Unud Prof. Dr. Ir. Ketut Suamba, MP., menjelaskan pihaknya memang digandeng Balai Pelestari Kebudayaan untuk mengembangkan inovasi dalam upaya pelestarian subak. 

“Sebulan lalu saya menggugah pekaseh melakukan penguatan kelembagaan, kali ini Dr. I Made Sarjana, hadir untuk mendiskusikan langkah-langkah strategis mengelola potensi pariwisata dalam subak,” papar Guru Besar FP Unud itu. Prof. Suamba menjelaskan di DAS Pakerisan ada tiga subak jadi situs WBD yakni Subak Pulagan-Kumba, Subak Kulub Atas dan Subak Kulub Bawah.

Sementara itu, Dr. I Made Sarjana, SP., M.Sc. akademisi Unud yang fokus melakukan kajian integrasi pertanian dan pariwisata mengakui bahwa ketersediaan air irigasi menjadi kebutuhan dasar bagi subak. “Subak sebagai organisasi petani lahan basah tidak akan menjalankan fungsi sebagaimana mestinya, ketika pasokan air irigasi ke sawah-sawah di wilayah subak terhenti,” ujar peneliti yang juga menjadi anggota Subak Giri Merta Yoga di Desa Mengani, Kabupaten Bangli itu. Dr. I Made Sarjana berharap pemegang kebijakan terkait pertanian dan ketahanan pangan, atau penyedia infrastruktur maupun pelestari subak sebagai WBD tergerak hatinya berkoordinasi untuk memberikan solusi mengatasi kekeringan di Subak Kulub Atas.

Terkait pengembangan potensi pariwisata dalam subak, penulis Buku “Agrowisata: Pariwisata Berbasis Pertanian” yang terbit tahun 2020 itu menyatakan mengaku lebih tepat menggunakan istilah pengembangan agrowisata ketimbang ekowisata. Pengembangan ekowisata persyaratannya sangat rigid dan petani atau pengurus subak sulit memenuhi persyaratan tersebut. 

“Agrowisata pengertiannya sederhana bagaimana mengembangkan aktivitas kepariwisataan di dalam subak atau areal pertanian,” jelas Dr. I Made Sarjana. Peneliti Pusat Unggulan Pariwisata Unud ini menekankan dalam pengembangkan agrowisata dalam subak harus mengidentifikasi potensi daya tarik wisata (DTW) yang ada, baik DTW alam, budaya dan buatan. 

Disamping itu, subak sebagai pengelola agrowisata harus memperhatikan 4A (attraction, Accessibilities, Amenities, dan Ancillaries). 

“Yang terpenting harus ada perencanaan kawasan yang memuat zonasi, di mana zone subak tidak boleh disentuh alih fungsi, dimana zone yang bisa membangun fasilitas pariwisata berskala kecil, atau zonasi untuk pengembangan fasilitas pariwisata sesuai kebutuhan dan kesepakatan warga setempat,” tegas Dr. I Made Sarjana. 

Dosen Mata Kuliah Pengembangan Agrowisata di Prodi Agribisnis FP Unud itu mengajak petani bersabar dan menahan diri memasuki ranah pengembangan pariwisata dalam subak. Petani, lanjutnya, Ketika diberi kesempatan mengembangkan wisata di subak sepatutnya tidak terlalu bersemangat menangkap peluang yang ada dan berlomba-lomba mengalihfungsikan sawahnya. Jika alih fungsi secara besar-besaran dan tidak terkendali dapat dipastikan pelestarian subak melalui WBD tidak optimal bahkan gagal. (*)

Posko Kampung Tangguh Bebas Narkoba Polres Karangasem Dipantau Team Penilai Polda Bali


Karangasem, Bali Kini - Team Penilai dari Polda Bali datang ke Posko Kampung Tangguh Bebas Narkoba Polres Karangasem untuk melakukan pantauan, dalam agenda lomba Kampung tangguh Bebas Narkoba yakni meliputi; Administrasi, Sop, Mou, Rencana kerja, Struktur tim terpadu dan melakukan kegiatan preventif, Selasa (19/9/2023) 

Rombongan dari Team Penilai Polda Bali mendatangi Kantor Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Karangasem tepat Pukul 11.30 Wita yang merupakan pusat tempat diadakannya kegiatan tersebut.

Kegiatan ini juga diadakan di masing-masing Pos yang berlokasi di 4 titik wilayah, diantaranya; Pos 1 berada di Br Dinas Abiansoan , Desa Bungaya Kangin, Pos 2 berada di Br Dinas Kecicang Islam , Desa Bungaya Kangin, Pos 3 berada Di Br Dinas Kecicang Bali, Desa Bungaya Kangin dan Pos 4 berada di Br Dinas Triwangsa , Desa Bungaya Kangin. 

Adapun yang hadir dalam giat yakni Wadir Narkoba Polda  Bali selaku Katim AKBP Ponco Indrio S.I.K, M.H., KBO Narkoba Polda Bali AKBP I Made Joni Antara Putra, Kasubdit II AKBP Abdul Salim S sos., Kasubbidsunluhkum Bid Kum Polda Bali AKBP I WAYAN Darmika Suputra, Kasubdit Bintipsos ditminmas Polda Bali AKBP M taupiq, Parik 1 Itbid Itwasda Polda Bali  Kompol I Gede Sukadana S.H., Wakapolres Karangasem Fachmi Hamdani,S.Psi, S.I.K., Kasat Narkoba Ketut Wiwin Wirahadi ,S.H,M.H., Kapolsek Bebandem AKP I Nengah Sunia,S.H., Wakapolsek Bebandem IpdaI Ketut Arga Sutana, BNN Provinsi Bali Agus Purwadi, Provam Polda Bali Iptu I Putu Somartono dan Humas Polda Bali Beserta Unit Narkoba Polres Karangasem.
 
“Tujuan dari pendirian posko Kampung Tangguh Bebas Narkoba ini, di harapkan melalui kegiatan tersebut dapat menekan peredaran dan penyalahgunaan Narkotika”, ungkap Wakapolres Karangasem. (Ami)

Jalankan Judi Online Dari Bali, Tiga Pria Ini Dituntut 3 Tahun


Denpasar - Hingga kini pemilik atau bandar judi online untuk website perjudian AXES777 dengan alamat URL : https:/www.axes777.net. masih jadi buruan Mabes Polri. Namun tiga orang 'kacung' nya berhasil didudukkan di PN Denpasar dan dituntut hukuman pidana penjara selama tiga tahun.

Padahal omset yang dihasilkan dari transaksi judi online ini mencapai hingga ratusan juta rupiah. Namun, ketiga terdakwa masing-masing Dedi Bagus Suhendri (27), Jery Lionardo (20), Steven Renaldy (19), hanya menerima upah untuk kerjanya setiap bulan tidak lebih dari 9 juta rupiah.

Sebagaimana tertuang dalam dakwaan, ketiga pria asal Pangkalpinang, Bangka Belitung ini diamankan berawal dari Bareskrim Polri pada bagian Tindak Pidana Siber yang melakukan patroli pelacakan pada online, Rabu 12 April 2023.

Saat itu ditemukan adanya website judi online. Dari penelusuran didapat lokasi di Bali hingga mengerucut di jalan Toya Ning, Ungasan Kuta Selatan, Badung. Kemudian dilakukan penelusuran selama hampir 4 bulan untuk menemukan lokasi rumah tempat tinggal terdakwa. 

Ternyata alamat yang dituju di Desa Ungasan sudah dalam keadaan kosong. Dimana penghuninya sudah berpindah ke Denpasar. Ditelusuri kembali, diketahui masih aktif dalam transaksi judi online. 

"Dari penelusuran petugas Mabes Polri diketahui buruan tinggal di Penginapan Vrindavan Residence, Jl. Pulau Indah no. 05, Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat," tulis dalam dakwaan.

Selanjutnya tim melakukan penyelidikan secara online di kantor Direktorat Tindak Pidana Siber untuk mengecek pada website perjudian AXES777 dengan alamat URL : https:/www.axes777.net secara berkala dan website tersebut terpantau  masih aktif. 

Bahwa selanjutnya tim melakukan pengecekan di penginapan Vrindavan Residence, tersebut dan akhirnya  ditemukan dan diamankan ke tiga terdakwa saat sedang asik memantau pergerakan transaksi judi online.

Dari interogasi terhadap masing-masing terdakwa, diakui mereka hanya sebagai operator perjudian pada website perjudian AXES777 dengan alamat URL : https:/www.axes777.net tersebut, dan jenis judi Online yang ditawarkan dalam perjudian website https:/www.axes777.net. yaitu SLOT, CASINO, JUDI BOLA, TOGEL, SABUNG AYAM dan Tembak Ikan.

Mereka bekerja sebagai operator  sejak tanggal 20 Nopember 2022, bekerja pada seseorang yang bernama RUDIANTO als RUDI  (belum tertangkap / DPO)  selaku pemilik website perjudian AXESS777 dengan alamat URL  https:/www.axes777.net.  

Bahwa cara / modus yang dilakukan oleh para terdakwa adalah menawarkan atau memasarkan judi online kepada pemain melalui admin atau telemarketing untuk bermain judi di website tersebut.

Untuk pekerjaannya ini, terdakwa Dedi mendapat upah Rp. 8.750.000,- sedangkan terdakwa Jery dan Steven, masing-masing diberikn Rp. 7.500.000. Seluruhnya mengakui telah menerima sekali bonus tahunan di awal tahun 2023.

Jaksa Eddy Artha Wijaya dari Kejati Bali, menjerat masing-masing terdakwa dengan Tindak Pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang mengandung muatan judi sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) UU RI No.19 tahun 2016.

"Menuntut agar masing-masing terdakwa dihukum pidana penjara selama 3 Tahun dan denda sebesar Rp. 5.000.000, Subsider 6 bulan," tuntut Jaksa Eddy, Selasa (19/09) di Ruang Candra PN Denpasar.

Raker Staf Ahli se- Bali Digelar Di Jembrana


JEMBRANA -  Rapat Kerja (Raker) staf ahli seprovinsi Bali Tahun 2023, digelar di Kabupaten Jembrana dibuka Asisten III Adminitrasi Umum  Jembrana I Made Dwi Maharimbawa mewakili Bupati Jembrana ,  di Gedung Sentra Tenun ,  Selasa (19/9).

Raker kali ini mengambil  tema "Implementasi Program Prioritas Angkutan Siswa Gratis Untuk Meningkatkan Kualitas SDM Menuju Jembrana Emas 2026" sekaligus sebagai salah satu program unggulan di Kabupaten Jembrana yang akan diluncurkan  pada triwulan IV tahun 2023.

Sementara turut juga dibahas yang menjadi isu strategis ditingkat  Provinsi Bali yaitu  "Eksistensi Kerajinan Jembrana Dalam Mendukung Terwujudnya Bali Sebagai Pusat Kerajinan Dunia".

Asisten III Adminitrasi Umum Sekretaris Daerah Jembrana I Made Dwi Maharimbawa membacakan sambutan Bupati Jembrana menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan .

" Tema yang dipilih sangat relevan  merupakan program implementasi dari misi Jana Kerthi dan salah satu dari 13 program unggulan pemerintah kabupaten Jembrana," ucapnya

Lebih lanjut, Ia berharap pelaksanaan  Raker itu  dapat memberikan inspirasi dan semangat menambah rasa optimisme yang tinggi dalam menjalankan tugas sebagai Pelayan Masyarakat Jembrana. Terlebih dengan dipilihnya Gedung Sentra Tenun sebagai ruang penyelenggaraan diharapkan  menggairahkan pengerajin.

"Gedung Sentra Tenun ini merupakan bukti keseriusan kami dalam mendukung terwujudnya Bali sebagai pusat kerajinan dunia. Harapan kita dapat  menambah kembali gairah para pengerajin untuk berproduksi dan akhirnya akan berdampak pula terhadap akselerasi pergerakan perekonomian di Bali pada umumnya dan di Jembrana pada khususnya" tegasnya. 

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Jembrana Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Ni Nengah Wartini menjelaskan bahwa Rapat Kerja Sahlikada se Bali secara rutin dilaksanakan setiap bulan bergilir di masing-masing kabupaten/Kota dan setiap 6 bulan sekali dilaksanakan rapat Koordinasi Daerah.

"Raker atau Rakorda merupakan program kerja terkoordinasi Sahlikada se Bali yang bertujuan untuk sharing informasi dalam menyusun Telaah Staf/Kajian/Pertimbangan untuk Kepala Daerah terhadap isu isu strategis yang sedang terjadi. Juga untuk  mendukung  pencapaian Visi Misi Kepala Daerah," pungkasnya. ( Aribisma)
 

Bupati Suwirta Minta OPD Tingkatkan Pelayanan dan Sarana Prasarana


KLUNGKUNG - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menghadiri rapat Pemaparan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Klungkung tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah di ruang rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Selasa (19/9). Turut hadir Kepala OPD di lingkungan Pemkab Klungkung.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Suwirta mengatakan terkait retribusi pariwisata harus kita genjot bersama dengan sebaik-baiknya. Hal yang paling penting masing-masing OPD tingkatkan pelayanan dan fasilitas sarana prasarana sebagai pendukung untuk meningkatkan retribusi.

“One gate one destination sangat diharapkan bisa memberikan dampak positif untuk mendukung perkembangan pariwisata di Nusa Penida. Mohon dukungan masyarakat semua dan kerjasama dari masing-masing OPD agar program ini berjalan dengan sebaik-baiknya,” ujar Bupati Suwirta.

Bupati juga menambahkan pelayanan di rumah sakit juga harus terus ditingkatkan. Hal hal apa yang selama ini masyarakat minta tolong harus disikapi dengan baik agar nantinya bisa membantu sesuai kebutuhan yang diminta masyarakat. “Mari bersama-sama jalin kerjasama untuk meningkatkan pelayanan. Mudah-mudahan Perda ini segera selesai agar nantinya bisa memberikan dampak positif untuk kesejahteraan masyarakat,” harap Bupati Suwirta.(humasklk/puspa).

Bupati Suwirta Ikuti Entry Meeting Evaluasi dan Perencanaan Penganggaran Pemerintah Daerah Tahun 2023


KLUNGKUNG - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengikuti Entry Meeting Evaluasi dan Perencanaan Penganggaran (Ervan) Pemerintah Daerah Tahun 2023 melalui video conference di ruang Vicon Kantor Bupati Klungkung, Selasa (19/9). Acara yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Bali ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara umum terkait perencanaan pembangunan di masing-masing daerah. Kegiatan ini dipimpin Kepala Perencanaan BPKP Bali, Muhammad Masykur dan dihadiri Kepala OPD terkait lainnya di Pemkab Klungkung.

Pada kesempatan tersebut Bupati Suwirta menjelaskan secara singkat diantaranya terkait penanganan stunting, intervensi stunting sudah terus dilakukan. Bupati berharap agar Puskesmas maupun kelompok masyarakat ikut membantu penanganan stunting ini kedepan. Kemudian terkait data kemiskinan diharapkan masyarakat tidak menutupi data-data KK miskin.

Terkait dari segitu pertumbuhan pariwisata saat ini di Kabupaten Klungkung sangat tinggi, bahkan no 2 setelah Kabupaten Badung. Bupati juga berharap agar pemerintah pusat bisa membantu pelebaran akses jalan di Nusa Penida sebagai pendukung pembangunan Pariwisata kedepan.(humasklk/puspa).

Bawa Pesanan Inek, Dua Remaja Lombok ini Dituntut 7 Tahun


Denpasar - Dua ramaja asal Lombok Tengah, Hambali (26) dan Hidayat (24) tertunduk lesu saat JPU dari Kejari Denpasar menuntutnya bersalah dengan pidana penjara selama 7 tahun, Selasa (19/09) di Pengadilan Negeri Denpasar.

Jaksa Ni Komang Swastini, dihadapan ketua majelis hakim Gde Astawa, menyatakan terdakwa tanpa hak telah melawan hukum sebagaimana tertuang dalam Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009, tentang narkotika.

Mendengar tuntutan jaksa, terdakwa Hidayat terlihat keberatan lantaran dalam perkara ini dirinya hanya berperan mengikuti terdakwa Hambali. "Kami minta pengajuan pembelaan yang mulia," singkatnya dalam ruang sidang Candra, PN Denpasar.

Sebagaimana dalam dakwaan, kedua terdakwa diamankan pada Sabtu, 11 Maret sekira pukul 15.20 Wita. Saat itu mereka membawa 10 butir tablet ineks warna merah.
Berawal dari Agus Gde Sudarsana als Gus Kambing (Dalam Berkas Terpisah) sekitar pukul 08.00 Wita memesan inek kepada terdakwa Hambali, Jumat (10/03). Seharga 4,8 juta rupiah.

Saat itu baru di transfer Rp4,6 juta. Dimana sisanya baru akan diberikan langsung saat pesanan inek sudah diterima Gus Kambing. Selanjutnya Hambali mengajak Hidayat untuk mengambil tempelan pesanan inek. 

Untuk pesanan ini, Hambali memberikan upah sebesar 50 ribu rupiah kepada Hidayat. Namun naas, saat dalam perjalanan pulang ke kos di Jalan Drupadi, tepatnya di Jalan Hyam Wuruk di wilayah Banjar Bengkel, Dentim langsung dipepet petugas.

Dari apa yang tertuang dalam dakwaan, Jaksa Swastini menyatakan keduanya bersalah. "Menuntut kepada masing-masing terdakwa pidana penjara selama 7 tahun dan denda sebesar Rp.1 M, Subsider penjara selama tiga bulan," tuntut Jaksa.
 

Produksi Garam Amed Meningkat, Capai 1 Ton Perhari


Karangasem, Bali Kini - Wilayah Amed, Desa Purwakerti, Abang Karangasem yang terkenal dengan produksi garam dengan kualitas jempolan, sumringah karena hasil garam produksinya melimpah, bahkan produksi garam lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. 

Peningkatan saat ini, sekitar dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Dikatakan, hasil produksi mengalami peningkatan secara bertahap sejak awal Agustus. Perbekel Purwakerti I Nengah Suanda mengatakan, jika peningkatan produksi dikarenakan cuaca yang mulai cerah. 

"Selama cuaca masih cerah musim panas ini saya kira peningkatan ini akan terus terjadi sampai di bulan Oktober mendatang. Karena pertanian garam di Amed tergantung dari cuaca," katanya, Selasa (19/9/2023).

Dalam sehari, petani garam dapat menghasilkan produksi garam hingga 1 ton banyaknya. "Nantinya itu akan dikumpulkan di koperasi. Sehingga penjualan dilakukan satu pintu, supaya tidak merusak pasaran. Jadi kami tidak terpengaruh harga meskipun musim panen karena penjualan satu pintu," tandasnya. 

Hal ini dikarenakan jangka waktu penyimpanan garam yang dapat bertahan sangat lama.

Proses penyortiran garam dilakukan di rumah kaca. Sedangkan, harga tergantung kualitas. 1kg garam yang biasa dihargai Rp. 75.000 sedangkan yang kualitas medium dihargai Rp.150.000,- (Ami)

Galakan Sosialisasi Anti Korupsi , Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta Membuka Secara Resmi

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta membuka Sosialisasi Anti Korupsi (Gratifikasi dan Pengaduan Masyarakat) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung. Acara tersebut berlangsung di Ruang Rapat Praja Mandala Lantor Bupati Klungkung, Senin (18/9). Turut hadir Kepala Kejaksaan Negeri Klungkung, Dr Lapatawe B Hamka, Wakil Ketua DPRD Tjokorda Gde Agung dan undangan terkait lainnya.


Bupati Suwirta dalam arahanya mengatakan, sosialisasi sangat penting dilakukan guna mencegah terjadinya korupsi. Dimana pengendalian gratifikasi sebagai bagian dari upaya pembangunan sistem pencegahan korupsi.


Bupati Suwirta juga berharap ada kerjasama yang baik antar seluruh aparatur di Lingkungan Pemkab Klungkung sehingga dapat secara bersama-sama menjalankan pengendalian gratifikasi di lingkungan masing-masing. Dengan demikian menjadi bersih dan terbebas dari tindakan yang koruptif, kolusi dan nepotisme. "Jangan kita ngambil yang bukan hak kita. Kurupsi ini bukan urusan orang lain melainkan urusan diri sendiri. Untuk itu, mari kita bercermin melakukan koreksi ke dalam internal kita," ujar Bupati Suwirta


Pihaknya juga mengingatkan seluruh ASN untuk bekerja dengan baik. "Kita harus bekerja dengan baik. Jangan mengabaikan hal-hal yang kecil justru hal-hal kecil ini bisa membahayakan diri kita sendiri dan ikuti Ikuti sosialisasi dengan baik, " imbuhnya.[rls]

Senin, 18 September 2023

Diikuti 21 Sawe, Bupati Apresiasi semangat gotong royong Ngaben Massal Banjar Munduk Kaliakah


Jembrana , Bali Kini -
Sebanyak 21 sawa akan disucikan dalam upacara Atma Wedana atau Ngaben Massal yang dilaksanakan Griya Agung Pasek Giri Sari bertempat di Banjar Munduk, Desa Kaliakah, senin (18/9).


Upacara yang berlangsung selama 6 hari, mulai tanggal 10 September hingga 21 September 2023 ini digelar secara kolektif dengan semangat gotong royong.


Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang hadir dalam acara atma wedana itu pun, sangat mengapresiasi atas terselenggaranya Upacara tersebut.

"Prosesi Ngaben masal memiliki peran penting dalam menjalankan kewajiban, tanggung jawab, dan penghormatan sebagai umat beragama kepada para leluhur yang telah berpulang," ucapnya.


Sebagai bentuk dukungan pemerintah Kabupaten Jembrana dalam kegiatan tersebut, Bupati Tamba menyerahkan punia sebesar Rp. 5 Juta kepada ketua panitia acara.

"Doa restu agar Karya memargi antar labda karya sida sidaning don," ujar Tamba.


Ketua Panitia Ngaben Massal I Gede Susrama Wijaya menjelaskan, ngaben massal kali ini mengikutsertakan 21 sawe, Ngelungah 26. Kepada warga yang mengikuti upacara ngaben massal sepakat mengeluarkan dana yang jumlahnya bervariasi, tergantung tingkatan ngaben.

"Untuk ngaben mengeluarkan biaya masing-masing Rp 3 juta, ngelungah 600 ribu. Kegiatan ngaben masal ini dilakukan secara periodik setiap 1 tahun sekali," ungkapnya.


Lebih lanjut ia mengatakan Karya Pitra Yadnya ngaben masal yang diselenggarakan Griya Agung Pasek Giri Sari sebagai wujud kebersamaan dan solidaritas dengan tujuan dapat meringankan beban keluarga yang melaksanakan ngaben.

"Kami panitia disini berpedoman dengan Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi menjaga dan mentaati bhisama leluhur, serta ngajegang tatanan kehidupan krama sesuai dengan dresta Bali," pungkas susrama. (gusadi/r1).

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved